[FF SWITCH GENDER/JINBON/PG/1S] THE SUN NEVER RUN FROM DAY

 

1016926_331162400351088_1439251179_n

 

Gambarlah sebuah payung. Lalu tuliskan namamu dan nama orang yang kau suka bernaung dibawahnya, maka kau dan orang yang menjadi pujaan hatimu akan bersama selamanya. Tidak kah ini terdengar seperti… cerita tanpa akar?.

Ini bukanlah sebuah mitos, hanya sesuatu yang dilakukan untuk kesenangan dan tidak dianggap serius. Jodoh itu Tuhan yang menentukan bukan? Kau bisa saja mempercayainya, atau menyimpannya sebagai cerita manis saja.

Tapi.. tahukah ada seorang gadis kecil yang mempercayainya. Gadis yang bahkan belum dapat membereskan tempat tidurnya sendiri. Mengikat rambut panjangnya pun sang ibulah yang melakukan. Meski sudah mengikat rambutnya, gadis ini masih terganggu dengan helaian rambut yang menutupi pipinya saat dia sedang sibuk mencoret dinding dengan bolpoin merah muda miliknya.

Beberapa kali tangan mungilnya menyibakkan rambut ikalnya kebelakang punggung, bersila diatas lantai kayu, masih sibuk menggambar sebuah payung pada dinding putih. Begitu bersemangat. Tak peduli ruang sempit tempatnya berada kini mulai berwarna jingga, pantulan dari sinar matahari senja menembus lubang dinding yang menjadi satu-satunya penerangan diruang seluas lemari pakaian ini.

Sudah petang.

Dia berhenti, mematung dan memasang telinganya baik-baik. Samar-samar terdengar suara dari luar kamarnya. Gadis bermata bulat ini tetap diam, ingin memastikan apa ada seseorang yang memanggilnya. Mungkin ibunya memanggil, sudah waktunya untuk mandi kemudian makan malam.

Dua detik. Tiga detik. Tidak terdengar suara apapun.

Yakin ibunya tidak memanggil, gadis yang sore ini masih mengenakan seragam sekolahnya melanjutkan kesenangannya. Sepenuh hati menggoreskan sebuah nama menggunakan tintanya dengan sangat hati-hati. Sebuah senyum terus menghiasi wajahnya saat melihat nama anak laki-laki yang disukainya terlulis ditembok.

Tak ada yang menjamin apa yang dia lakukan kini akan membuatnya besama dengan pangerannya. Pangeran yang selalu dia lihat dari kejauhan, pangeran yang sedang bermain bersama teman laki-laki dikelasnya.  Tidak juga ada yang membenarkan bahwa setelah dia menulis namanya bersanding dengan nama anak laki-laki yang disukainya, dia akan berubah menjadi putri dan menggenggam tangan sang pangeran dikeesokan harinya. Gadis kecil ini hanya mendengar, mengetahuinya, kemudian memutuskan untuk mempercayainya.

“Taemin!”

Kali ini dia mendengar jelas suara ibu yang memanggil namanya.

Taemin yang tidak ingin ruang rahasia yang terletak dibalik lemarinya diketahui ibunya, segera keluar dari ruang sempit tersebut sebelum ibunya memasuki kamar. Sedikit kesulitan ketika Taemin mencoba keluar melalui lubang pada lemarinya. Satu-satunya akses menuju ruang rahasia Taemin.

“Taemin!”

Taemin baru saja menutup pintu lemari pakaiannya ketika ibunya yang menggunakan apron membuka pintu kamar Taemin yang bernuansa merah jambu. Beruntung.

Ibu yang tampak manis dengan rambut coklat sebahunya memicingkan mata pada anak perempuan satu-satunya. Tingkah Taemin yang canggung berdiri kaku didepan lemari membuatnya berfikir ada sesuatu yang disembunyikan putrinya. Namun senyum Taemin yang terlihat dipaksakan berhasil menghadirkan senyum geli pada wajah sang ibu tercinta.

“Kapan kau akan mandi?”

“Aku akan mandi sekarang..”

Sebelum sang ibu memarahinya, Taemin meraih handuk dan berlari menuju kamar mandi. Melihat anaknya sudah menutup pintu kamar mandi, ibu rumah tangga yang sore ini belum selesai membuat hidangan makan malam segera menuju dapur. Semuanya berjalan seperti hari-hari normal biasa. Kegiatan rutin sebuah keluarga kecil yang bahagia. Namun Taemin melupakan sesuatu.

Dia belum menuliskan namanya disamping nama anak laki-laki yang diharapkan Taemin menjadi suami masa depannya. Tempat itu masih kosong.

Suatu saat..

Tempat yang kosong tersebut, dapat mengisi beberapa hati yang sepi.

*********

****

**

*

Lubang pada dinding tua membiarkan sinar matahari masuk menerangi sisi dinding yang lain. Menampakan goresan tinta tua sebuah nama yang bernaung dibawah gambar sebuah payung. Belum usai dirinya takjub setelah menemukan ruang rahasia dibalik lemari kamarnya, matanya kian membulat saat menyadari seseorang pernah memasuki tempat sempit ini. Dia bukan yang pertama.

Luka bakar pada jari manisnya terlihat jelas ketika cahaya matahari mengenai tangannya. Dia tidak memperdulikan lukanya. Dia lebih tertarik pada sebuah nama yang tertulis pada sudut dinding ruang rahasia yang baru ditemukannya.

“Lee-Jin-Ki”

Bukankah seharusnya ada sepasang nama yang bernaung dibawah payung? Menjadi pasangan yang bahagia selamanya? Setiap gadis tahu akan itu.

Gweboon membersihkan debu pada dinding menggunakan jari-jarinya. Dibantu tiupan yang justru membuatnya terbatuk karena debu. Usahanya tak terbayar setimpal, meski dindingnya using, tempat kosong disamping nama Lee Jinki itu memang tampak tak pernah tercoret sedikit tinta sekalipun.

Senyum pertama Gweboon hari ini, adalah ketika dia menemukan bahwa hal ini sangat menarik.

Haruskah Gweboon melengkapi nama yang mendampingi Lee Jinki?

Dia lupa jika tujuan awalnya setelah menemukan tempat rahasia ini adalah untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

Menggunakan sebuah bolpoin yang selalu terselip pada buku pelajarannya, Gweboon mulai menuliskan sebuah nama pada dinding. Dengan tersenyum, dia membayangkan Lee Jinki adalah pangeran yang akan menyelamatkan dirinya.

…….

“Kim Gweboon?”

“Apa?”

“Kim Gweboon siapa? Kau terus menggumamkan namanya sejak kau bangun.”

“Huh?”

Jinki menatap istrinya yang memutarkan bola mata sambil menggelengkan kepala. Kebiasaan istrinya jika melihat tingkah laku Jinki yang mulai aneh. Karena Jinki akhir-akhir ini memang bersikap aneh.

“Kau tidak sedang berkencan kan? Lee Jinki?”

“Kencan?”

Sikap wanita ini anggun. Caranya memegang telinga cangkir kopi kemudian meniupnya perlahan, serta senyum yang seduktif, setiap orang akan senang melihat gerak-gerik wanita ini. Tapi Jinki lebih tertarik dengan pertanyaan istrinya mengenai ‘kencan’.

“Kencan. Dengan Kim Gweboon.”

Butuh beberapa detik bagi Jinki untuk menyerap pertanyaan istrinya. Dengan waktu yang sama istrinya sudah menaruh kembali cangkir kopi diatas meja makan, meraih tas dan bersiap membuka pintu apartemen mereka.

“Tidak! Aku tidak sedang berkencan dengan siapa pun.”

Istrinya hanya menyeringai sambil membuka pintu, meninggalkan Jinki yang mematung dimeja makan dan bahkan belum menyentuh sarapannya.

“Tidak apa-apa. Aku justru senang jika kau sudah menemukan seorang penggantiku.”

Sebuah kedipan mata yang tak berarti apa-apa. Hanya menggoda agar Jinki tidak terlalu canggung. Dan sebagai tanda dia akan pergi ke kantor lebih dulu.

Tidak ada ucapan selamat tinggal, atau ajakan untuk pergi ketempat kerja bersama, atau bahkan kecupan dikening. Sudah setahun ini Jinki dan istrinya merasakan hambar kehidupan rumah tangga mereka.

Kini apartemen itu sepi hanya dengan Jinki didalamnya.

Sebenarnya sudah terbiasa sepi seperti pagi ini. Tapi tetap saja tidak menyenangkan.

Jinki mulai menghela nafas panjang lalu mengambil sehelai roti dan memilih selainya, masih dengan kepala yang bertanya siapa Kim Gweboon. Bagaimana bisa sebuah nama terus terlintas dipikirannya?

“Kim Gweboon?”

***********

Bagi seorang gadis yang tak memiliki teman disekolah, hal pertama saat mendengar bel adalah segera membereskan buku dan bergegas pulang. Berjalan cepat bahkan terlihat seperti berlari menuju rumah.

Tak perlu mengucapkan salam ketika sampai dirumah. Tidak perlu sampai ada yang tahu jika Gweboon sudah sampai dirumah. Dengan begitu tidak akan ada yang meneriakinya untuk segera memasak dan melayani ibunya. Ada hal yang lebih menarik selain memasak atau memijat ibunya. Hal yang baru. Hal yang membuat Gweboon ingin segera memasuki kamarnya menaruh tas, merapihkan bukunya pada meja belajar, kemudian berjinjit mengambil buku dongeng kegemarannya sejak kecil dari atas lemari.

Bersama buku dongeng tua, Gweboon bersembunyi didalam ruang rahasianya, bertemu dengan Lee Jinki. Dalam benaknya Lee Jinki pasti akan mendengarkan saat dia bercerita.

“Apa aku sudah pernah memberitahumu buku favoritku?”

Mengandalkan sedikit cahaya dari lubang didinding, Gweboon membacakan kisah Cinderella pada satu-satunya teman yang dimilikinya. Tertawa malu setelah dia selesai membacakan buku dongeng yang didapatkannya saat masih kecil pada Jinki. Tidakkah ini memalukan? Diusia delapan belas tahun Gweboon masih menyukai kisah dongeng? Itulah membuat Gweboon malu terhadap Jinki.

Menutup buku dongeng yang penuh dengan gambar, memeluknya masih dengan tersipu. Jarinya bermain dengan sampul belakang buku yang sudah robek. Tapi itulah satu-satunya buku dongeng yang dia punya.

“Buku apa yang kau suka Lee Jinki? Kudengar anak lelaki dikelasku lebih suka bermain video game.”

……..

Hembusan nafas dari mulutya menciptakan kepulan asap putih, menandakan betapa dingin udara di Korea saat ini. Jinki menggigil, memasukan kedua tangannya kedalam saku mantel selagi melangkah. Tak banyak orang yang berlalu lalang dipusat kota pada malam hari. Jinki pun ingin segera kembali ke apartemen dan membuat kopi panas sepulang dari pengadilan hari ini… jika saja sebuah stationary tidak menarik matanya.

Terpaku didepan etalase penuh lampu dengan warna cerah ditambah dekorasi lain yang menghiasi beberapa mainan dan buku.  Melalui kaca etalase Jinki pun dapat melihat banyak anak ditemani orang tua yang meramaikan stationary. Sebuah pemandangan yang membuat iri. Mereka terlihat bahagia meski hanya sedang memilih alat tulis dan komik.

Bahagia..

Menghembuskan nafasnya lebih panjang ketika kata tersebut melintas dikepalanya.

Bahagia terdengar asing bagi hidup seorang arsitek seperti JInki. Hidupnya kini hanya seputar pekerjaan dikantor yang berjalan lancar, dan proses sidang cerainya yang juga berjalan lancar. Sesuai dengan yang Jinki dan istrinya inginkan. Tapi itu semua tidak membuat Jinki merasa hidup kembali.

Hidup, apakah sedang memusuhi Lee Jinki? Sudah berjalan dua tahun Jinki merasa seperti mayat hidup, karena tidak tahu tujuan dari hidupnya sediri.

Jadi Jinki memutuskan untuk masuk. Barang kali menemukan sesuatu yang menarik dan dapat menemani akhir pekannya.

Begitu masuk Jinki langsung tahu kemana arah yang dituju. Matanya menelusuri beberapa jejeran rak video game. Begitu banyak permainan baru yang tak Jinki kenali. Semenjak disibukan dengan pekerjaannya dia lupa cara bersenang-senang.

“Mulai bernostalgia?”

Jinki tersenyum ketika jari istrinya mengetuk-ngetuk cover CD game yang dulu pernah menjadi kegemaran Jinki saat kuliah. Membuatnya cukup terkejut karena tidak mengira akan bertemu lagi dengan ‘calon mantan istrinya’ disini setelah bertemu dipengadilan sore tadi.

“Apa kita masih berjodoh karena terus bertemu?”

Perempuan yang masih berstatus istri Jinki menolak untuk mengiyakan pertanyaan Jinki , memilih mengabaikan dan bergabung untuk melihat-lihat apa yang dilihat Jinki.

“Aku ingat kau pernah tidak tidur dua hari dua malam hanya karena game ini.”

Istrinya cukup pandai membawa mereka pada masa-masa Jinki dan istrinya sewaktu masih berstatus berkencan. Semua kenangan manis membuat Jinki terus tersenyum tanpa memalingkan wajahnya dari deretan CD game.

“Aku juga ingat kau pernah menyembunyikan gameku.”

Baik Jinki dan istrinya terkekeh. Mengenang beberapa tahun silam disaat mereka masih merasakan hangatnya sebuah hubungan. Mereka berdua cukup popular dikampus dan cukup berprestasi saat keduanya memutuskan untuk menikah. Karenanya banyak yang iri dengan kesempurnaan pasangan ini. Seorang arsitek, dan desainer interior.

Tapi siapa yang tahu sebuah pernikahan yang diprediksi akan begitu indah ternyata tidak pernah dirasakan keduanya.

“Kau masih ingin melihat-lihat CD game? Aku sudah mendapatkan apa yang akan kubeli.”

Menunjukan beberapa tumpukan dus lipat berwarna merah mencolok, cocok dengan karakter istri Jinki yang selalu ingi mendominasi dalam hal apapun. Jinki hanya menyeringai, karena dus itu mengingatkan Jinki bahwa mereka akan segera berpisah.

Berkali-kali melalui mediasi mengantarkan mereka pada keputusan bulat untuk bercerai. Mereka tak lagi saling mencintai. Istrinya lebih mencintai karir dan lebih parahnya Jinki tidak menemukan apapun untuk dicintai.

“Aku baru tahu jika ada game seperti ini.”

Jari-jari yang dihiasi cat kuku salem mengambil sebuah CD dengan didominasi warna merah muda. Menunjukannya lebih dekat didepan wajah Jinki sambil terkekeh.

“Bagaimana cara bermainnya? Apa Cinderella melawan kakak dan ibu tirinya dengan sapu?”

Diletakknya kembali CD game tersebut ketempatnya semula, dia tidak tertarik untuk bermain game, perempuan ini hanya tertarik dengan hal yang tidak ada pada jamannya dulu. Dia tidak akan tertarik dengan hal yang akan menghambat karirnya.

Dan kini dia tertarik dengan arah mata Jinki, pandangan mata yang terlihat begitu focus pada benda yang baru saja ditaruhnya.

“Jangan katakan kau tertarik untuk bermain game Cinderella, Lee Jinki. Itu untuk anak gadis, dan untuk usia sekolah dasar.”

Lelaki didepannya tak berkutik. Membuat dia memutar bola matanya dan pergi. Meninggalkan Jinki yang masih berdiri memandangi gambar Cinderella seperti orang bodoh, bahkanterlihat seperti maniak.

Jinki dibingungkan oleh perasaannya yang menghangat hanya dengan melihat sebuah tulisan Cinderella. Terputar ulang kisah Cinderella yang dia tahu. Pangeran, sepatu kaca, labu, ibu peri, kakak tiri yang jahat.

“Ibu tiri.”

Penggalan kisah kisah Cinderella terputar dikepalanya. Jinki membiarkan kepalanya memutar kembali memori tentang kisah dongeng tersebut.

********

Kepalanya disandarkan pada dinding tua dengan cat putih yang semakin kusam. Mata kucing yang memandangi ujung kaki yang terkena sinar matahari. Tidak merasa pengap, dia bahkan tidak berfikir untuk bernafas saat kepalanya tidak berfikir tentang apapun melainkan sebuah mantra.

-Pergilah pergi sesak didada cepatlah pergi.

Pergilah pergi rasa sakit yang akan membuat mataku mengeluarkan air mata. Cepatlah datang ibu peri.-

Tersungging senyum kecut pada wajahnya saat mantra yang diucapkannya dalam hati sama sekali tidak bekerja. Pada kakinya masih belum terpasang sepatu kaca. Setidaknya jika memakai sepatu kaca, luka pada kakinya yang putih akan tersamarkan.

Gweboon menarik kakinya untuk ditekuk, sehingga dapat menyandarkan dagu diantara kedua lututnya. Memandang kosong pada beberapa partikel kecil yang berterbangan terkena sorot matahari, terlihat seperti glittery yang menari-nari. Cantik namun tak bernilai. Sama seperti dirinya.

Tidak memiliki teman. Tidak memiliki kasih saying ibu melainkan ibu tiri yang selalu marah dan melukainya, dapat dengan mudahnya melemparkan panci berisi hidangan bersaus kearahnya. Gweboon tidak memiliki siapapun.

Matanya beralih melihat gambar sebuah payung dengan dua buah nama dibawah naungannya. Dia tersenyum.

“Hi Lee Jinki.”

Memandangi namanya dan nama Jinki terasa begitu menyenangkan hatinya. Hanya diruang rahasia ini Gweboon merasa ditemani seseorang. Selalu mengaggap Jinki berada duduk didepannya berbagi ruang sempit ini bersama.

“Hari ini aku ingin sekali membeli gula gula kapas”

Jemarinya menyematkan helaian rambut pada daun telinganya. Sama sekali tidak terganggu dengan saus yang mengotori rambut dan kini mengotori telinganya. Dia hanya ingi terlihat rapih didepan Jinki.

“Aku tidak bisa membelinya karena disana penuh dengan teman sekelasku yang juga membelinya.”

Terdiam untuk megingat ekspresi dari wajah teman-temannya ketika melihat Gweboon mendekati penjual gula gula kapas. Mereka, menatap Gweboon seolah dia adalah alien.

“Maukah kau membelikannya untukku?”

………

Mendesah kesal sambil melempar beberapa buku milik Jinki yang menumpuk membuat rak bukunya berantakan. Mengambil nafas panjang dan menenangkan diri, hanya perlu bersabar sebentar lagi dengan hal yang berbau Jinki yang menurutnya kacau.

Setelah meyingkirkan buku milik Jinki, wanita ini memasukan buku miliknya kedalam kotak box dengan sangat rapih. Kemudian menata kembali buku-buku Jinki yang telah dilemparnya kedalam rak. Tak lupa menata meja kerja Jinki yang baginya masih tak beraturan.

Dia menaruh kotak box bersama box lainnya yang sudah tersusun dilorong apartemen. Memandangi sekali lagi apartemen yang sudah tiga tahun menjadi tempat tinggalnya bersama Jinki. Apartemen yang terlihat sepi dan seakan menjadi bertambah luas dengan banyaknya ruang kosong. Lalu melihat lorong apartemen yang kini dipenuhi box merah miliknya.

Berkaca pinggang mengangkat sebelah alisnya, menyadari satu hal mengapa dia begitu sering berteriak pada Jinki untuk tidak menyetuh barangnya. Itu karena hampir seluruh barang ditempat ini adalah miliknya. Dia hanya mengijinkan Jinki untuk menaruh pakaian dilemari dan alat kantornya diruang kerja. Menyadari bahwa selama ini dialah yang mendominasi.

“Kau akan pergi sekarang?”

Jinki sudah berdiri dilorong apartemen sambil memeriksa jam pada pergelangan tangannya.

“Aku tahu ini sudah sangat larut malam Jinki, aku tidak akan pergi detik ini juga. Lagipula aku belum mendapatkan tempat baru. Aku hanya.. berkemas saja.”

Tidak akan ada yang mengambil box-box merah yang diletakkannya dilorong apartemen bukan? Lagipula wanita ini masih harus mengemas barang yang masih ada didalam. Masih ada sofa, Jinki dapat tidur diatasnya dan dia akan menguasai kamar.

“Maaf aku baru dapat menyelesaikan pekerjaanku selarut ini. Jadi tak bisa membantumu berkemas.”

“Aku wanita yang dapat melakukan apapun seorang diri, kau ingat itu Lee Jinki?”

Wanita yang beberapa hari lagi akan menanggalkan stastusnya sebagai istri Jinki ini sangat mandiri. Ironisnya hal itulah yang justru membuat Jinki merasa tidak diperlukan sama sekali. Merasa tidak dicintai lagi, maka untuk apa mencintai.

Wanita itu baru saja melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen dengan kedua tangan yang dilipat didada, sesuatu yang ganjil memaksanya mundur kembali untuk sekedar memastikan apa sedang dipegang oleh Jinki.

“Kau membeli gula kapas?”

Gulungan gula yang terlihat seperti awan berwarna merah muda berada ditangan yang sama dengan tangan Jinki yang memegang tas kerjanya. Gula kapas yang tidak akan didapatkan diwaktu selarut ini.

“Aku membelinya tadi siang.”

Tatapan skeptis wanita itu pada Jinki seolah menuntut jawaban yang lebih. Itu karena wanita ini tahu betul bahwa Jinki tidak membelikan gula kapas untuknya. Tentunya karena wanita ini tidak suka manis.

“Entahlah, aku hanya ingin membelinya.”

Jinki memamerkan senyum lebar yang lama tak ditunjukannya. Tak ada niat untuk lelaki ini memakan gula kapas. Dia hanya merasa sangat puas dan senang ketika membelinya.

*******

 

Langkah itu terhenti begitu dia menapaki kakinya dipekarangan rumah. Pertanyaan dikepalanya tentang mengapa tetangganya berdiam dihalaman rumah mereka hanya untuk melihat rumah Gweboon terjawab sudah.

Tangannya meremas tas dan menahan diri untuk tidak mengeluarkan air mata. Dia benci situasi seperti ini. Situasi dimana Gweboon melihat ibunya dengan wajah penuh lebam duduk diberanda rumah sambil menghisap rokok. Ini bukan yang pertama kalinya, dan Gweboon benci untuk bertanya kapan ini akan berakhir.

“Mengapa kau hanya berdiri disana Gweboon! Ayo cepat masuk!”

Melangkahkan kakinya cepat-cepat hampir terlihat seperti berlari melintasi pekarangan rumah. Terdengar beberapa tetangga yang berbisik dibelakang Gweboon, bertanya-tanya apa yang telah terjadi, dan menyimpulkannya sebagai kekerasan dalam rumah tangga.

“Apa yang kalian lihat!!”

Kakinya semakin cepat melangkah. Melalui ujung matanya Gweboon dapat melihat beberapa tetangganya yang membubarkan diri masuk kedalam rumah masing-masing. Gweboon menundukan kepalanya saat melewati wanita yang menikahi ayahnya tujuh tahun silam. Dia tak tega melihat apa yang terjadi pada wajah ibu tirinya.

“Masakan sesuatu untukku. Aku lapar.”

Mengangguk tanpa berkata iya. Perintah yang didengarnya adalah kewajiban. Melempar tas sekolahnya didekat tangga menuju kamar, lalu berlari kearah dapur. Tak sempat bahkan untuk mengganti seragamnya.

Gweboon memasak.

Ibunya mengawasi dari meja makan, sambil menghisap rokok. Memandangi mulai dari kaki hingga ujung kepala putri tiri yang membelakanginya. Wanita ini tertawa kecil, karena dimatanya terlihat Gweboon yang tak dapat menyembunyikan kegugupannya.

“Jika aku pergi, kau yang akan dipukuli ayahmu.”

Meniupkan asap rokok dari mulutnya. Kepulan asap rokok tertiup angin hingga mengenai wajahnya sendiri.

“Jadi sudah seharusnya kau melayaniku.”

Tangan Gweboon bergetar, membuatnya sebuah bawang menjadi begitu sulit untuk diiris, dia sangat tidak menyukai percakapan mengenai apa yang terjadi dirumahnya. Bisakah.. untuk tidak mengungkit hal yang menyakitkan bagi Gweboon ketika dia memasak?

Bisakah untuk tidak mengingatkannya pada ayah yang ringan tangan?

Bisakah satu detik saja berikan Gweboon kenangan yang manis? Alih dari terus memaksanya untuk mengingat sakitnya ketika dipukul, disulut rokok, dijambak, dan kata-kata yang kasar.

Satu hari saja, dari dalam lubuk hatinya, Gweboon ingin merasakan makan bersama dimeja makan. Berbincang mengenai sekolah atau berlibur. Tapi setiap kali menatap ibunya Gweboon tahu hal itu tak kan pernah terjadi.

Matanya mulai berair.

Beberapa tetes jatuh, tangan Gweboon yang masih memegang pisau mencoba untuk menyekanya. Air matanya terus turun dan Gweboon terus menyekanya. Hingga tak dapat melanjutkan pekerjaannya.

“Hey! Aku tidak suka jika kau mulai menangis!”

Wanita dengan noda darah pada kaus putihnya berjalan untuk melihat wajah Gweboon. Diarahkannya wajah Gweboon yang terus menunduk untuk menatapnya dengan kasar. Berdecak kesal, mendorong kepala Gweboon yang membuat gadis itu semakin terisak.

“Inilah yang tidak kusukai dari anak manja sepertimu! Teruslah menangis dan membuat semua orang mengira kaulah korbanku! Terus saja menangis!”

Mencubit lengan Gweboon dengan jarinya yang berkuku cukup panjang.

Justru membuat tangis Gweboon semakin kencang, memegangi lengannya yang perih dan berdarah. Dia kesakitan, rasanya lebih sakit karena perempuan yang kau anggap ibulah yang menyakitimu. Menegaskan dia membencimu.

“Kau membuatku tidak lapar lagi!”

Melempar menghamburkan bahan makanan mengotori lantai dapur. Pergi setelah mendorong tubuh Gweboon hingga terjatuh. Wanita ini pergi lalu terdengar suara televisi yang sangat kencang.

Tidak. Gweboon tidak membenci ibunya.

Dia membenci keadaan yang terus terulang dirumahnya. Dia akan terus menerima perlakuan kasar dari ibu tirinya, sebagai luapan emosi setelah diperlakukan keji oleh sang ayah. Dia benci karena siklus itu tak pernah terputus. Membuatnya kehilangan harapan sekedar untuk berbagi tawa bersama ayah dan ibunya.

Mungkin Jinki akan membawanya pergi dari rumah ini.

Lee Jinki tidak akan memukulnya bukan?

…………

Lee Jinki..
Lee Jinki. Jinki…

“Kau memanggilku?”

Pertanyaan tiba-tiba dari Jinki membuat heran perempuan yang duduk bersama disofa menonton film bersama Jinki. Kepala digelengkan.

 “Tidak.”

Jinki menatap istrinya cukup lama. Tak mengerti apa yang harus dilakukan, wanita itu tak punya pilihan selain ikut terdiam. Sampai Jinki mengalihkan pandangannya kembali pada layar tivi, istri Jinki menggeser duduknya agar lebih dekat pada Jinki. Hendak membuka mulutnya untuk bertanya, tapi kembali diam karena pandangan Jinki yang kosong.

“Kau baik-baik saja Jinki?”

Yang membuat Jinki tak menggerakkan tubuhnya sedikit pun adalah karena sebenarnya dia sadar suara yang didengarnya bukanlah suara istrinya. Dan suara tersebut membuatnya tak tenang.

Dia berdiri. Namun kembali membeku.

Gadis yang memanggilnya dengan suara rapuh bagai tertiup angin. Jelas gadis itu bukanlah istrinya.

Lee Jinki..

Dia mendengarnya lagi. Mulai melangkahkan kakinya tapi kembali membeku. Gelisah. Mata yang bergerak dan berkedip dengan cepat. Jinki mengerutkan keningnya, terlihat frustasi dimata istri.

“Jinki. Sepertinya kau harus beristirahat.”

Menarik tangan Jinki untuk menuntunnya kekamar. Sia-sia karena Jinki tetap diam mematung dengan alis yang bertaut. Jinki terserang perasaan gelisah sejak suara Gweboon menguasai kepalanya. Ingin segera pergi dari tempat ini. Tapi kemana?

“Apa sidang perceraian kita membebanimu JInki? ku rasa sebaiknya kau..”

“Aku rasa Kim Gweboon yang memanggilku.”

**********

Seorang anak melompat diatas salju. Meninggalkan jejak kaki yang diikuti oleh anak lelaki lainnya. Walau tertutupi salju, taman bermain tidak pernah sepi dari anak-anak ketika siang.

Riuh tawa mereka yang saling berkejaran. Beberapa ibu yang mengejar anaknya hanya untuk memakaikan sarung tangan pada tangan anaknya agar tidak kedinginan. Beberapa anak dimarahi karena berbuat nakal pada anak lainnya.

Gweboon tersenyum ketika menyaksikan suasana taman bermain dari balik pagar taman. Sengaja melangkah dengan sangat perlahan agar dia dapat menyaksikan tiap cerita yang terdapat ditaman bermain dengan anak-anak sebagai pemainnya.

Jika diijinkan, Gweboon ingin bergabung dan bermain disana. Tidak apa jika kemudian ibunya datang memarahinya sambil membawakan sarung tangan. Tidak apa.

“Lihat itu Kim Gweboon.”

Gweboon menoleh kebelakang. Bukan karena namanya dipanggil seseorang. Tapi karena namanya disebut. Walau disebut dengan berbisik, tapi Gweboon dapat mendengarnya.

Dua orang perempuan yang berseragam sama seperti Gweboon. Mereka tak canggung untuk terkekeh membisiki sesuatu tentang Gweboon. Gweboon memalingkan wajahnya dan menunduk. Hal itu justru membuat dua gadis itu berjalan mendahului Gweboon sambil tertawa.

Samar terdengar kata ‘aneh’ ketika mereka melewati Gweboon. Predikat yang disandangnya sejak pertama kali memulai sekolah. Tak ada yang salah dengan Gweboon. Dia hanya menjadi lebih pendiam sejak ayahnya memukul ibunya didepan teman-temannya.

Tidak pernah berbicara. Selalu diam dikelas. Karena hanya tak melakukan apapun Gweboon dinilai aneh. Dia hanya takut untuk memulai perbincangan, malu untuk menyapa seseorang. Karena tak ada yang pernah mengajari bagaimana caranya.

Ingin rasanya menangis saja setiap kali tahu kau tidak disukai.

Berlari, agar lelah dan melupakan kejadian kecil yang meninggalkan luka yang besar dihati Gweboon. Berlari agar tak ada yang melihat jika Gweboon mulai meneteskan air matanya. Dengan berlari dia akan lebih cepat mengurung diri diruang rahasianya dan bertemu Jinki.

………….

“Dasom noona bahkan menyuruhku untuk menemanimu disini.”

“Lalu?”

Minho menjatuhkan bahunya, lelah dengan kakaknya sehingga dia berjalan malas menuju dapur.

“Katakan padanya untuk tidak usah khawatir. Aku dan dia akan tetap bercerai.”

Tangan besarnya meraih pintu lemari es lalu membukanya, Minho dapat mendengar suara Jinki yang berada didalam ruang kerja dari dapur. Apartemen ini kosong. Hanya ada lemari es, sofa, tivi dan peralatan kerja Jinki. Wajar jika sedikit suara dapat terdengar kepenjuru ruang.

“Dasom noona mengira kau depresi karena sidang perceraian dan masalah dikantormu hyung.”

Berhasil membuka kaleng minuman, meneguknya terlebih dahulu sebelum menutup kembali pintu lemari es.

“Aku sangat mengenalmu hyung, kupikir kau tidak sedang depresi.”

“Hmm..”

Malas, Jinki membalas percakapan yang Minho terus perpanjang. Tidak ada masalah dikantor, tidak juga merasa terbebani dengan sidang perceraian seperti yang Dasom asumsikan. Wanita itu takut jika Jinki mempersulit proses sidang cerai mereka. Tapi semua yang dikhawatirkan tidaklah ada bagi Jinki. Itu sebabnya Jinki malas untuk membahas hal ini.

Terutama pada adiknya Minho yang terus berbicara sejak kedangannya. Dasom pergi, dan meminta Minho untuk menemani Jinki. Hanya berjaga jika terjadi sesuatu.

“Hyung..”

Kaki panjangnya hanya memerlukan beberapa langkah untuk sampai dimulut pintu ruang kerja dari dapur. Bersandar pada samping pintu bebrbekal sekaleng minuman sambil mengawasi kakanya yang sedang menggambar.

“Ceritakanlah sesuatu..”

“Bisakah kau menutup mulutmu Minho? Kau sama menyebalkannya dengan gerombolan siswi SMA.”

“Siswi SMA?”

Mengapa harus disamakan dengan siswi SMA? Minho tidak mereasa dia terlalu cerewet untuk disamakan dengan siswi SMA. Dan lagi..

“Kau tidak suka gerombolan siswi SMA hyung? Bahkan jika mereka memakai rok pendek?.”

“Aku tidak suka.”

Jawaban dari hyung yang membuat Minho mengangkat sebelas alisnya. Terdengar aneh jika hal tersebut keluar dari mulut lelaki yang dulu seorang pelajar yang popular dikalangan siswi perempuan.

Jangankan Minho. Jinki pun tak mengerti mengapa dia begitu tidak menyukai gerombolan siswi SMA yang sedang bergosip. Seperti dia telah disakiti oleh mereka, maka Jinki tidak menyukai mereka.

“Aku tahu kau memang tidak sedang depresi hyung. Tapi kau gila.”

“Ya!”

*********

Lee Jinki..
Lee Jinki. Jinki…

Tak ada yang bisa Jinki lihat. Tidak tahu dimana dia berada. Hanya gelap.

“Lee Jinki..”

Dari mana suara tersebut, Jinki mencari sumber suara yang memanggilnya. Dari arah mana Gweboon memanggilnya.

Menoleh kesisi kiri dan kanannya, dia menemukan dirinya berada dalam sebuah ruang yang sempit.

“Lee Jinki.. apa kau dapat menemukanku?”

Sosok yang memanggilnya selama ini hadir. Dihadapan Jinki. Memeluk kedua kakinya, meringkuh karena ruang yang sempit. Mata kucingnya sembab. Tubuhnya kurus, dan dia tersenyum memandangi Jinki.

“Gweboon?”

Gadis itu terlihat rapuh, tapi tetap tersenyum. Hingga akhirnya memudah.

“Gweboon!”

Dan hilang dari pandangan Jinki, semua kembali menjadi gelap.

 

“KIM GWEBOON!”

Matanya terbelalak. Dia mendapati langit-langit apartemen ketika membuka mata. Beberapa detik berhenti bernafas, ingatannya menampilkan kembali sosok Gweboon yang ditemuinya dalam mimpi.

“Hyung? Kau tidak apa-apa kan?”

Perlahan Jinki mulai menemukan tempo nafasnya, beringsut bangun lalu berjalan menuju kamar mandi.

“Hyung! Jika kau merasa tidak sehat sebaiknya tak usah bekerja.”

“Aku melihatnya.”

“Siapa?”

Berlari menyusul Jinki menuju kamar mandi, berhenti pada mulut pintu Minho menunjukan ekspresi yang sama seperti Dasom ketika Jinki menyebut nama Kim Gweboon.

“Melihat siapa hyung?”

“Kim Gweboon. Aku bertemu dengannya.”

“Siapa Kim Gweboon?”

Lengkingan suara Minho terdengar seperti dia frustasi karena merasa tak mengenal kakaknya seperti dia semestinya.

Jinki menghiraukan Minho dan menutup pintu. Suara air yang memenuhi bath tub tak dapat meredam suara ketukan pintu.

“Kim Gweboon siapa hyung!”

***********

Jinki telah melihat mata kucingnya. Sejak itu segala sesuatu mengenai Gweboon semakin sering mengusik hari-hari Jinki.

Jinki tidak pernah berniat untuk menepis apa yang terjadi padanya. Dia menikmatinya.

Hari ini salju dijalanan sangat tebal. Berkali-kali sepatu boot-ku terkubur didalamnya. Membuatku sulit untuk berjalan dan memakan waktu untuk sampai disekolah. Aku terlambat. Tapi aku tidak dihukum karena bukan aku satu-satunya siswa yag tiba setelah bel sekolah berbunyi.

Kurasa terjadi badai salju semalam. Bahkan kaca jendela kelasku dipenuhi salju. Aku dapat menulis nama Lee Jinki pada jendela di samping bangku tempatku duduk.

“Kim-Gwe-Boon.”

Uap air hangat yang memenuhi kamar mandi menciptakan embun pada cermin, sehingga dengan jarinya Jinki dapat menuliskan nama seseorang. Samar dapat terlihat senyum kelinci khas Jinki dari cermin yang berembun.

Dia menikmati suara yang muncul dari kepalanya. Suara Gweboon yang mengajaknya bercakap dan berbagi sebuah cerita. Jinki merasakan hatinya hangat setiap mendengar Gweboon menyebut namanya.

Kasmaran..

Jika bisa Jinki akan mengukir wajah Gweboon dibatu agar dia selalu mengingatnya. Ingin mengulurkan tangannya agar dapat memeluk Gweboon. Pergi kesuatu tempat sambil menggenggam tangan Gweboon membagi kehangatan.

Seperti berkencan.

Walau Minho menganggap Jinki sedang berkencan dengan pikirannya sendiri. Kim Gweboon tidak ada dan itu hanya hayalan Jinki.

Sudah jangan pedulkan Minho. Jinki yakin Gweboon benar ada didunia ini dan dia nyata. Seorang gadis dengan mata yang tajam dan datang memalui pikiran Jinki.

*******

Dari jendela kamar aku dapat melihat kelap-kelip lampu yang menerangi pohon dan atap rumah didepan rumahku. Semua rumah berwarna-warni semarak akan suasana natal kecuali rumahku. Semua orang yang melintas didepan rumahku akan berlari seolah mereka melewati sebuah rumah hantu.

Aku ingin menghiasi halaman rumahku juga agar tak ada yang takut pada rumahku…

Tapi ibuku akan marah jika aku yang memintanya.

Jadi aku menaruh lampu hias didepan jendela kamarku, agar mereka tahu aku pun disini ingin merayakan natal.

Jinki menggeser pohon natal untuk lebih dekat pada jendela apartemennya. Jarak yang jauh antara jedela dengan kontak listrik membuat kabel melintang membelah ruang keluarga. Dia membuka tirai membiarkan kaca jendelanya tak tertutupi apapun.

“Apa kau dapat melihatnya?”

Memandangi kota Seoul dari kaca jendela apartemennya. Hamparan salju dihiasi lampu berbagai jenis warna bukankah terlihat begitu cantik?

Menyadarkan kepalanya pada kaca jendela, memejamkan matanya, menahan kekecewaan pada dirinya sendiri yang tak dapat berbagi indahnya malam-malam dibulan Desember bersama Gweboon. Terutama ketika Jinki begitu yakin jika Gweboon bukanlah khayalannya.

“Mengapa kau menaruh pohon natal didekat jedela hyung?”

Setelah menaruh tasnya, melipat lengan kemejanya, Minho berjalan cepat menghampiri jendela.

“Biarkan pohonnya tetap disana.”

Jinki dapat melihat Minho mematung memalui pantulan kaca jendelanya. Bahkan dari kaca jendela terlihat jelas mata Minho yang menatap punggung Jinki dengan iba.

“Biarkan pohon itu tetap didekat jendela agar Gweboon dapat melihatnya.”

“Hyung…”

******

Apa aku pernah memberitahumu sebuah rahasia Jinki?

Hanya aku yang tahu rahasia ini. Dan akan kubagi denganmu. Rahasia bahwa ulang tahunku adalah tepat sebelum natal. Sstttt.. jangan beritahu yang lainnya.

Aku pernah menulisnya pada biodata untuk sekolah tapi tak ada menyadarinya. Jadi biarkan ini jadi rahasia. Dan karena kau mengetahui rahasiaku, berjanjilah kau akan memberiku sebuah hadiah atas hari lahirku.

Hmmm… aku ingin sebuah boneka.

Tapi jangan terlalu besar. Karena aku ingin membawanya kemana pun aku pergi. Jika aku membawa boneka yang besar orang lain akan menganggapku aneh.

Janji?

“Janji.”

Begitu setelah kata janjinya diucapkan, Jinki memandangi boneka kelinci kecil sebesar tangannya. Berbulu halus dan hanya memiliki dua gigi. Jinki tersenyum sepanjang hari dengan rencananya untuk membeli boneka untuk Gweboon. Terlalu kecil untuk disebut sebagai boneka. Ditambah terdapat sebuah tali diatas kepala si kelinci. Memang bukan boneka. Agar dapat dibawa kemanapun, lebih baik membeli gantungan selfon berbentuk boneka kelinci.

Hanya tersisa beberapa hari mendekati natal. Dengan kata lain, tak lama lagi Jinki akan memberikan hadiah kelinci putih kecil ditangannya kepada Gweboon.

Senyumnya hilang. Menatap lekat pada kelinci putih pada telapak tangannya. Bagaimana jika dia tidak dapat menyerahkan hadiah ini pada Gweboon? Jinki bahkan tak tahu dimana Gweboon saat ini.

******

Jinki mendengar Gweboon terisak.

Jinki bahkan dapat mendengar sesak nafas Gweboon yang tertahankan.

Apa? Apa yang membuatmu menangis? Tanya Jinki yang hanya dapat didengar oleh benaknya sendiri. Isak tangisnya kian memilukan. Tidak terdengar jelas karena sepertinya Gweboon mencoba untuk menutup mulutnya dan menahan tangis. Jerit yang Gweboon tahan bagai memukul dada Jinki.

Sakit.

“Gweboon?”

Tanpa peringatan Jinki berdiri dan mengejutkan Minho dengan suara sendok yang terjatuh.

“Hyung..”

Menggeser kursi kasar, meraih mantel yang disampirkan pada sofa.

“Hyung!”

Terlihat sangat tergesa ketika memakai sepatu didepan pintu.

“Kau mau kemana Hyung!”

“Sesuatu terjadi pada Gweboon.”

“HYUNG!”

Menggunakan tinggi tubuhnya untuk berdiri didepan pintu, menghalangi Jinki supaya tak dapat membukanya.

“Aku harus segera pergi.”

“Kemana?”

“Bisa kau tidak menghalangi pintu dan memberiku jalan Minho?”

Tak ada nada tinggi yang dikeluarkan Jinki. Tatapan tajam Jinki biasanya berhasil membuat Minho terdiam namun tidak kali ini.

“Aku Tanya sekali lagi. Kau akan pergi kemana?”

“Aku akan mencari Gweboon.”

“Gweboon tidak pernah ada hyung!”

“DIA ADA!”

“LALU KAU AKAN MENCARINYA KEMANA!!”

Marah. Namun Jinki tak dapat menjawab pertanyaan yang sebenarnya menjadi tanda tanyanya selama ini. Dimana dia akan menemukan Gweboon?

“Sidang ceraimu sudah selesai. Sebaiknya hyung segera menjual apartemen ini. Kita bisa berkumpul dirumah bersama ibu dan ayah. Hyung.. kau akan ikut bersamaku kan?”

******

Salju..

Putih,dingin, basah. Beberapa hari yang lalu Jinki sempat melupakan bahwa desember ini sangat dingin. Terutama semenjak Jinki kehilangan suara Gweboon dikepalanya.

Hingga sampai saat ini pun Jinki masih berharap suara itu memenuhi kepalanya. Setidaknya agar dia tahu keadaan Kim Gweboon saat ini. Perjalan menuju rumah yang terasa lama, diisi hanya dengan memandangi rumah-rumah yang tertutup salju tapi terlihat hangat karena lampu-lampu yang menghiasinya.

Keheningan antara kakak beradik ini. Tidak ada satupun yang mencoba untuk memecahkannya. Minho yang mengemudi memberikan Jinki kebebasan untuk diam dan memandang kearah luar jendela mobil mereka.

Suasana komplek perumahan yang lama Jinki tinggalkan tak banyak berubah. Pemiliknya hanya mencat ulang dinding rumah, jika mereka termasuk berada maka rumah tersebut berubah sampai Jinki tak mengenalinya. Childhood. Menjadi memori yang kuat. Jinki pergi beberapa tahun dan tempat ini masih seperti ketika Jinki meninggalkannya.

“Jalan ini sudah dapat dilalui lagi.”

Gumaman Minho yang lebih mirip pernyataan yang menuntut untuk dibalas, menyentil seseorang yang duduk disampingnya hingga menoleh. Jinki pun tak nyaman dengan terus berdiam diri dan memandangi rumah-rumah tua.

“Jalan ini kenapa?”

Tak ada salahnya menghargai Minho yang memeberi tumpangan dan mengajaknya mengobrol. Minho si mulut besar tak akan sanggup menutup mulutnya walau hanya satu jam.

“Beberapa hari yang lalu ditutup. Ibu bilang terjadi sebuah pembunuhan sehingga jalan ditutup agar tak banyak mobil yang berlalu lalang selama penyelidikan.”

“Pembunuhan?”

“Dua hari yang lalu.”

Saat Jinki tiba-tiba merasa gelisah bukankah itu dua hari yang lalu? Sempat dalam pikiran Jinki mengarah pada kemungkinan hal buruk yang sama terjadi pada Gweboon. Jinki memejamkan matanya, menghirup nafas dalam dan mengusir pikiran negatif dari kepalanya.

“Kau ingat Lee Taemin? Gadis yang dulu pernah mengirimmu surat?”

“Lee Taemin. Dia dan orangtuanya tewas karena kecelakaan. Itu sudah lama sekali, terjadi saat aku masih sekolah dasar. Memangnya kenapa?”

“Pembunuhan itu terjadi dirumah Lee Taemin. Maksudku.. terjadi pada penghuni baru rumah Lee Taemin. Seorang suami membunuh istrinya, anak gadisnya dinyatakan hilang. Polisi masih mencarinya. Kemungkinan besar gadis itu juga dibunuh. Apa kau berfikir hal yang sama denganku?”

“Huh?”

“Rumah itu sepertinya memberikan kutukan berupa nasib buruk pada penghuninya.”

“Rumah tidak akan memberikan kutukan Minho-ya.”

Tentu seorang arsitek sangat menghargai rumah. Baginya tidak baik menilai buruk sebuah rumah yang notabene menjadi sebuah atap berlindung banyak keluarga.

“Sssstttt!! Jangan membicarakan rumah itu lagi. Sebentar lagi kita akan melewatinya.”

Didepan Jinki tak ada hal yang mengerikan. Sejauh ini mobil yang dilalui Minho melewati rumah-rumah terang dan bernuansa natal sangat kental. Penghuni yang masih berada diuar rumah dan mengobrol bersama tetangganya. Semua terlihat normal hingga sebuah rumah gelap dengan police line melintang pada pintu rumah tertangkap mata Jinki.

Tak merasa seram sedikitpun, Jinki justru merasa ada hal yang mengundangnya untuk masuk.

Rumah yang tidak memasang dekorasi natal dipekarangan rumahnya, terlihat gelap. Lampu dari dalam rumah yang padam mengurangi penerangan rumah tersebut. Kecuali sebuah lampu hias yang masih menyala pada sebuah jendela.

“Minho bisa turunkan aku disini.”

“Apa? Kau mau turun.”

“Aku ingin memeriksa rumah itu.”

“Kau gila! Aku tahu kau gila tapi tolong jangan melakukan wisata horror dimalam hari!”

Jinki melepaskan sabuk pengamannya.

“Turunkan aku disini.”

Membuka pintu sehingga Minho terpaksa menginjak pedal rem.

“Hyung!”

Bagaimanapun Jinki tetaplah tanggung jawab Minho. Meski kesal –dan sedikit takut- harus mengikuti Jinki yang berjalan cepat menuju rumah gelap tersebut.

Minho menghela nafas lega karena Jinki tidak memutuskan untuk masuk kedalam. Jinki berdiri didepan rumah dan memandangi jendela dengan lampu hias menyala dari dalam rumah. Sangat menarik mata sejak seluruh jendela rumah tersebut gelap.

Gweboon pun melakukan hal yang sama. Dia menaruh lampu hias dijendela kamarnya.

Tapi Jinki lebih suka menapis bahwa disinilah Gweboon tinggal. Gweboon berada disuatu tempat yang aman, tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya, dan dia masih hidup.

Jinki menoleh dan menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang berbincang dengan tetangganya, wanita yang juga bertanya-tanya apa yang Jinki lakukan disini.

“Apa dirumah itu tinggal seseorang bernama Kim Gweboon?”

Tanya Jinki. Mendesak dan lebih membuat bingung wanita dengan mantel hitamnya.

“I..iya. tapi dia menghilang..”

Jawaban yang cukup untuk menghancurkan hati Jinki. Cukup untuk menjadikan alasan bagi lelaki ini untuk berlari dan masuk kedalam rumah.

“JINKI HYUNG!”

Biarpun enggan. Minho hanya bisa berlari mengejar Jinki memasuki rumah walau setelah mendapat larangan dari orang-orang diluar. Tak ada cahaya yang terang tapi cukup untuk dapat menemukan sebuah tangga menuju sebuah ruang diatas.

Angin menambah dingin setia dinding yang dilalui Jinki. Hanya ditemani suara langkah keduanya, dan decitan pintu tua ketika Jinki membuka dengan perlahan.

“Gweboon…”

Tas tua berwarna coklat yang tergeletak disamping tempat tidur menyambut kedatangan Jinki dan Minho. Jingga warna lampu hias menunjukan sebuah lemari dengan pintu yang tak tertutup dengan rapat.

“Kim Gweboon..”

Seolah hafal tidak asing dengan kamar ini, mengikuti instingnya Jinki mendapatkan sebuah papan yang menutupi lubang didalam lemari.

Jinki masuk kedalam lemari,

“Hyung..”

Dalam gelap Jinki menghilang seakan lemari telah memakannya dan menyisakan kaki yang masih dapat diraih Minho.

“Hyung.. lebih baik kita pergi.”

“ssstttt!”

Sebuah suara. Samar. Namun seperti ada pergerakan dari dalam lubang dibalik lemari.

“Mungkin tikus.”

Lebih baik bertemu tikus maka Minho dapat dengan segera meninggalkan rumah gelap dan dingin, dan membuat bulu halus Minho berdiri.

Tapi Jinki yakin bukan seekor tikus yang ada didalam. Tangannya merogoh saku untuk mengambil sebuah boneka kecil. Menyodorkan boneka kelinci ditelapak tangannya masuk kedalam lubang.

“Kim Gweboon.. selamat ulang tahun..”

Untuk beberapa saat tidak ada respon. Minho mungkin kehilangan kesabaran dan keberaniannya.

“Hyung kita pergi saja.”

Jinki mengarahkan jari telunjuknya pada Minho, meminta adiknya itu untuk diam karena Jinki yakin dia mendengar sesuatu.

“Lee Jinki..?”

“Iya. Ini aku Lee Jinki.”

Tak percaya dengan yang didengarnya Minho membulatkan matanya, hampir menganga saat bertatapan dengan Jinki yang tersenyum padanya.

Gweboon dia bukanlah sebuah nama yang muncul dari kepala Jinki. Keberadaannya kini terlihat. Gadis ini meraih tangan Jinki. Hangat. Perlahan menunjukan dirinya, keluar dari balik lubang lemari masih mengenakan seragamnya. Lusuh, pipi tirus dengan sepasang mata yang sembab, tidak menghilangkan senyum terbaiknya untuk seorang lelaki yang ditunggunya.

“Lee Jinki?”

“Iya. Aku menemukanmu.”

-tamat-

94 responses to “[FF SWITCH GENDER/JINBON/PG/1S] THE SUN NEVER RUN FROM DAY

  1. Eonni daebak ! ah jinjja suka banget sama alurnya , kira kira kalo aku nulis yang gitu juga gebetanku bakal kayak jinki juga gak yah? ㅋㅋㅋㅋ Tapi sequel dong eonni , kurang puas nih huhu

  2. Eonni daebak ! ah jinjja suka banget
    sama alurnya , kira kira kalo aku
    nulis yang gitu juga gebetanku
    bakal kayak jinki juga gak yah? ㅋㅋ
    ㅋㅋ Tapi sequel dong eonni ,
    kurang puas nih huhu

  3. ya ampun, baca ini muncul terus pertanyaan… Lee taemin? Taemin kemana? Apakah istri jinki itu taemin… Istri, kenapa jinki sudah beristri… Gwee menemukan coretan taemin di dinding, lalu kemana taemin… Pertama2 brasa seperti ada aura magis, tapi lama lama aku takut😦 brasa serem gitu ya… Seakan jinki gila… Trus aku pikir gwe dibunuh ibunya…. Hah…
    Tapi bagus lah🙂

  4. Rada bingung tp keren!!!!
    Kayak Αðª kontak batin gitu Ўα᪪?
    Co cwiiittt aah…tp kurang.😦
    Lanjut, eon. ( ‾̴̴͡͡▿ ‾̴̴͡͡ʃƪ)

  5. Eon bisakah kisah ini dlanjut?
    Lee taemin, Kim gweboon… ini kisah romance yg bner2 kren eon
    Gweboon ma jinki, jiwa mreka sperti emng sudh dtakdrkn bersama, so sweet🙂
    Endingnya berhasil bikin nyesek, sock+kagum…
    Dongengnya jadi knyataan…

    Yang pasti sneng bgt eonni nulis jiboon lagi dan.. happy b’day ya eon, maap telat.. ^_^
    Kadonya kecup bsah dr jjong bonusnya mkn ayam sama onew tp dlm mimpi😀,
    Doanya, moga cpet ktmu jodoh trus nikah, happy end kyk ff datas🙂

  6. pas buka FB ada postingan di Jjongey Shipper soal FF ini, langsung tancep ke wordpress bela-belain baca FF ini dengan mata sama otak yang tinggal setengah watt.
    Tapi FFnya nggak ngecewain, meski pas awal masih bingung sama cerita. Tadi aku kira Taemin itu main castnya, scroll lagi ke atas ini FF JINBOON, jadi aku kira Taemin jadi anak mereka. Tapi pas tau ceritanya uwaaaa~~~~…. Semacem udah di rencanain secara mateng, bahkan dari detail FF ini. Ceritanya bikin penasaran! Seru banget ^^
    Sweet story terus happy ending, demen banget eonn. Daebak!!! ^^b

  7. astaga onnie.. Ini super duper daebak.. Sangat2 berkesan.. Suka bgt..
    Awalnya sih gemesin waktu jinki udah nikah ama cwe lain..
    Trus gak ketemu-ketemu ama gwe.. Trus jinki gak ngedenger suara gwe.. Dan yg tambah bikin nyesek, minho blg ada kasus pembunuhan drmh lee taemin.. Kirain gwe kenapa2..
    Tp akhirnya mereka bertemu..
    Huaaa.. Daebak..
    Chukae onnie.. Ffny comebackny daebak..😀
    Semoga ada sequelnya deh.. #ngarep

  8. Aaaaaaaa ini mah sweet Eonni bukan galau!!
    SUKA!! SUKA!! SUKA!! (=^.^=)
    Emang sii ada kekeresannya tapi cuma tersirat gag tertulis, ahhahaa.
    Suka semua, mulai dari Gwe nemuin tulisan Lee Jinki ampe dapat hadiah ultah dari Jinki yg asli.
    Aaaaaaa suka sangat!!
    Im Urs deh pokoknya Eonni, ini bener2 sweet!!!!!

  9. Selamat datang kembali Kak Gey,,
    comeback dengan membawa FF DAEBAK, keren pisan.. Ditambah Jinboon main cast nya. . Feel nya dapet,alurnya juga aku suka banget. Ide ceritanya langka dan tentunya romance.
    Awalnya rada keder(?) juga, itu kenapa Taemin kecil yang nulis nama Jinki berubah jadi Gweboon besar,
    terus Jinki menikah dengan siapa? Tiba” udah mau cerai, Taemin kah? Tapi ternyata bukan, Taemin nya udah wafat,eh

    Jinki Gweboon pny kontak batin yang kuat, kok bisa kejadian seperti itu. Kayanya gak salah buat dicoba tuh mitos(?)
    END romantis, pertanyaan keder terjawab semua,, walaupun aku tetep butuh sequel juga eonni.. Okey jangan gampar aku! Xd

  10. hwaaaaa,,,
    sumpah bagus banget eon,,,
    miracle,,
    seperti ada ikatan batin antara jinki dan gweebon,,,
    padahal ga tau satu sama lain,,
    kereeeenn,,,
    dapet banget feelx,,
    ^^

  11. nahan napas megap2 gw bacanya.
    untung dikau udh cerita dulu awal ide crt nya k gw. jd gw g pusing bacanya.
    tp ide yg gambar payung itu keren! keren kau bs nyambungin crt nya. km pst abis baca manga y bs nemu ide ini?! ahaha…
    tar gw mo coba ahh, gambar payung d tembok tulis nm gw ama jinki.ihihihihi!

  12. huwaaa…Gegey comeback…\^v^/
    ini ceritanya menarik hati, berasa nonton film. keyen sumpah, alur, cerita, tokoh2nya.
    yg mengecoh tokoh Taemin, di kirain Tae punya kekuatan supranatural, tp emang semua berkat Taemin kan?
    tp knp Taemin mati -___-
    gak terima, tgl 18 minta FF-Taemin yah.
    dan Dasom, tokoh baru…haha cocok lah jd pihak ke-3, tp g bikin kita sebel. huwaaa aku suka Gey…akhir’y d traktir FF, makasih, mau lagi dong…
    *baca ulang*

  13. ghea eonniiiii~~~
    astaga. OMG. ini daebak banget. serius. daebak. banget.
    aku terharu bacanya,ini keren banget ceritanya ㅠㅠㅠㅠㅠ
    akhirnya mereka ketemu,aaahhh ga tau harus komen apa lagi. aku terharu,dramatis banget mereka ketemunya. kereeeennn

    tapi eon,plis bikin afterstory-nya dong,penasaran banget sama cerita mereka setelah malem itu,plis eon….

    btw sampe skrg aku masih praktekin metode payung ini loh,sayangnya ga seberuntung gwe yang akhirnya beneran bisa jadi sama jinki. hahaha

    seneng banget setelah sekian lama ga baca ff eonni eh begitu ada langsung cetar gini ceritanya😀
    eiya happy birthday ya eon, dan selamat akhirnya S.Pd. juga^^

  14. Nanggungnya yang bikin seru thor, suka banget sama alur ceritanya, sulit ditebak, tak kira Taemin yang jadi istrinya Jinki,,,ga tau kenapa tiap baca ff disini bahsanya tuh bisa ngena banget. Good Job,,,4 thumbs up,,,:D

  15. aaaaahhh jodohh mah emang udah ada garisnya walopun kadang bengkok kanan kiri

    gimana bilangnya ya ini nyesek tp penasaran bikin pengen tau akhirnya
    syukur mereka ketemu
    pertanyaan terakhir si gwe ga makan” itu selama dua hari sembunyi???
    ayo kak bikin sequel…

  16. salah banget baca ff ini sekarang, nangis bacanya -_- ahhh ga batal kan ya puasanya, kan nangis asli -_- ini authornya kak Gey kan? kak, comeback yang bener2 asli bikin terpukau! awalnya aku kira JinBoon itu flashback-an dari cerita taemin di awal. tapi ternyata yang taemin tulis diawal itu nama jinki dan dia belum sempet nulis nama dia disampingnya. aaaaaahhhh kefikiran aja sih bikin cerita kaya gini, mustahil tapi real. sempet kepikiran ngelakuin hal yang sama haahahhahaha LMAO oke abaikan. the best lah the best udah fix! comebacknya sangat amat tidak mengecewakan meskipun vakumnya lama -_-

  17. daebak…. Finally….. Ceritanya bagus amat…. Coba beneran ya bisa terjadi di kehidupan nyata… Bener2 berasa real bgt ni crta,,,,

  18. GILA saya selalu suka penulisan seperti ini…

    bikin pembaca mikir dengan yang author tulis.
    aaaahhhh aku bisa gila dengan ini.
    ga bikin nangis hanya saja… nyuuut…

    kayak mimpi ketemu orang yang ga kita kenal namun punya perasaan hangat saat berada dalam dimensi itu. aigooooo… daebak !!!

    suka sangat suka.

  19. Huah ko bisa gitu ya aku juga mau nyoba ah dirumah,,biar kaya gweboon,,,hhe,,,,

    ceritanya ini teh cinderella masa kini ya…

    Kodok jadi adiknya onew ko bisa,,,hhe….

  20. Awalnya nggak paham kenapa ada taemin ampe ngecek ulang castnya d judul lol
    Tapi setelah baca ampe akhir jadi ngeh..

    Mereka kaya merasakan kontak batin.
    Melakukan Telepati, atau ada benang merah yang tersambung hingga mereka bisa saling merasakan dan saling terhubung.

    Jadi mikir klo kita jodoh ama seseorang dan orang itu entah dimana bisa nggak kita kya ff d atas. Kaya saling merasakan dan saling terhubung??

    Ff khas eonni banget. Fufufufufu

  21. aaaaah…. akhirnya eonni balik nulis…… eonni comeback yey…..😀

    ah, rada deg”an pas baca bagian pembunuhan, tapi kebanyakan sad and fluff nya….. ^^

    uwaaaaaaa…… sukaaa… sequel dong… nanggung…. gantung gitu akhirnyaaa… ya? ya? ya? sequel ya? /sok akrab banget -_-/

  22. ah gila ini keren banget!
    berarti ini ada sangkut pautnya sama taemin yah. secara dia yg gambar payung pertama kali. jangan jangan taemin punya ilmu sihir😐
    atau jangan jangan lemarinya lemari ajaib.
    ah pokonya ini keren.
    kangen baca ff bagus dan tiba tiba muncul ff ini.

  23. gila cerita nya keren banget!
    nyesek saya gwe disiksa iya dibully iya waaa….
    ku kira ini harus ada squel ceritain kisah gwe yang jd cinderlella nya dong tor please adain squel … ya ya ya

  24. semakin dibaca malah semakin penasaran. Apalagi bacanya pas malem2 kaya gini di kamar yg gelap, berasa kaya di dalem rumahnya gweboon. sensasi horrornya dapet, tp jangan ditambahin hantu ya kak, kasian hantunya lagi liburan dipanggil haha
    Ff kak ghea pasti selalu bikin addict😀 #kasih jempol

  25. ini keren,.. asli kerennya unni…
    bnr2 bukan ff biasa… bikin pembaca terbawa, bahkan saya serasa ikut ada diantara mereka….
    huweee eonni daebak…..

  26. kak gey comeback jg akhirnya!! uaahh kak ini keren!!! pokoknya harus ada sequel!! d^^b
    jinboon emg udah ditakdirin bersatu dimanapun dan kapaanpun! itu taemin mati ya?? kirain istri jinki taemin eh ternyata dasom hahaa jarang2 cast diluar nama2 shinee kekeke kirain juga beda waktu pas balik ke gweboon ternyata sewaktu, ah pokoknya nih ff keren!wajib sequel! penasaran sm kisah jinboon abis ketemu gimana,

  27. Kakaaaaaa ini bagus banget. Huweeeee….
    Mereka jadi kaya punya ikatan batin gitu ya???

    Aaaaaaa akhirnya jinki berhasil nemuin gwe. Mereka emang ditakdirkan untuk bersatu :***

  28. kq udah tamat ? sequel yaa ..

    di akhir” , rada serem bacanya ..
    sblum bertemu dg gweboon , jinki brkomunikasi lewat halusinasinya ..ikatan mereka kuat , hanya dg coretan d dinding tembok .. mereka brjodoh ,
    taem mati , kirain dy istrinya jinki .. trnyta isrtinya jinki itu .. dasom ..
    penuh dengan imajinasi FFnya

  29. Gey eonni is back back back!!!!
    Yeaaaaaaay~
    Ceritanya daebak mereka emg jodoh yaallaaaah❤ tadinya sempet takut gwe bakal mati ternyata enggak fiuuuh~
    Eon sering2 lg dong FF nya aku merinduuuu😀

  30. Panjaaaaaaannnggggg….
    Dan memuaskan….
    Tak kira yg istri mandiri nya si jinki itu taemin….
    Ternyata dasom….

    Kalau jinki sampe ga ketemu gweboon,
    Yakin si jinki positif gila…haha
    Gweboon 2hari ngumpet blakang lemari…
    syukur masih hidup…
    Taemin tewas pas masih Sd,
    pasti kau masuk surga nak….
    Jinki gweboon terikat batin karna taemin…
    Apa hantu nya taemin yg bikin mereka ketemu? Kekeke

    teteeh, ff nya daebak pisan…
    Sekuel lah…..ini penasaran kelanjutannya…
    Jinki jd pedophil donk yaa…bedanya 7thn lebih…hihihi

  31. seperti fanfic2 eonni yang lain NICE, dan yang ini KEREN + + ! tapi unn, rada gereget sama endingnya. Kenapa cuma sampai “Iya. Aku menemukanmu.”
    aku berharapnya sampai “Ayo kita menikah.”:D
    awal2nya jg aku engg mudeng, mksd ceritany apa. tp semakin kesini-sini(?)nya..baru ngeh. jadi genrenya rada2 fantasy gitu ya eonn.idenya kreatif~

    tapi aku masih sdkit bingung, itu Gweboon kenal Jinki darimana ya? kalau jinki-kan kenal Gweboon via ‘telepati’ (?). Nah, kalau Gweboon?

    sequel eonn~ *tendang😄

  32. waah! Syukur alhamdulilllah jinki bisa nemuin gibon T,T ini bukan galau, tpi horor owh~

    Kesian ci bonnie huwee,, aq tauu, knapa jinki bisa dnger n ngrasain khadiran gwiboon itu krna taemin, kan taem meninggal tu, jdi ada magis2 atau semacam ny itu lah yg muncul dr coretan tae d dinding, dateng gwiboon nambahin namanya, good job.

    Awalnya aq bayangin mantan istri jinki semacam jungah AS, eh bukan yaa, cocok sih, haha! dasom kan image nya anak baik gitu, hahahha!

    Unnie, ci jjong ga adaaaa, kurang satuuu, maunya yg jdi mantan istri onyu jjong ajaa, hahahha! Biar ada jongyu moment dikit, wkwkkwwk *aq gila*
    Atau jgn2 itu bapak ci gwiboon yg jahat ntu ci jjong??? Gyahhh tidaaaaaaak xO *maksa ada jjongie

    Ga tau kenapa, fic ini beda dari fic unnie yg lain2, trus berkarya unnie, bikin cerita yg lebih beragam! fic unnie slalu daebbak!! JJJAAANNNGGG!!!

  33. awal cerita nya cukup sulit dimengerti , pendeskripsian ceritanya detail banget tapi knpa climax nya begini ajah ka gey ? aku ngarepin lebih dari ini , cerita selanjutnya antara gweboon dan jinki setelah bertemu bhsneflplwmodmd >< i beg u to make sequel story for this /\ ..

  34. syukurlah akhirnya jinki bisa ketemu sama gwe,. Semoga mereka bahagia..
    *sequel*
    FF ini penuh kejutan!!
    Keren! Suka deh sama alurnya.. Oia! Bikin deg degan jg.. Komplit lah.. Sukaaa~~

  35. ikutan nagih sequel…nanggung ini…pengen liat jinboon menempuh lembaran baru… #plak

  36. kak gey sumpah ini ff keren banget sumpah ya allah. semua kata2 di dalam ff ini ngena banget subhanallah kak gey TAAAT gue bakal ngikutin tu cara…. ntar gue tulis nama senior gue di samping namaku kwkwkwkwkwkw dTOTd

  37. Eonni… Sumpah demi butts para ayam ini keren sekali…

    Lukisan Taemin trnyata ajaib. Oh… Apakah lemarinya yg ajaib?…

    Keren… Keren… Huks… Trharu sya… Mreka trhbung. Seperti stu tbuh. Jika stu skit, yg lain jg mrasa skit.
    Argh… Sya gk tau mau kmen apa lg. Trlalu jjang!!

    Harus kah sya melukis gmbr payung dan menulis nama minho, dan jonghyun di bwahnya? Ah… Atau taemin? Jinki? Key?
    Coba ah…

  38. Ohmygod!!!
    Kerennn bgt!!! Idex, alurx, kta2x…oh my…ga pgn nglewatin sdkitpun. Q kra yg jd istri nyu itu awlx t2m, trxt bukan. Aduhh kereeen

  39. Huwaaa daebakk!!!
    Awalnya aku heran. Taemin? knp bkn gweboon?
    smpt kgt jg pas tau jinki udh nikah. kirain nikah dg taemin.. trus td aku pkir yg dbunuh gweboon.. ternyata… kerenn.. suka bgt..
    Kebayang muka minho yg cengo krn liat gweboon wkk xD

    eonni bikin sequelnya dong!!!

  40. Kak gheaaaaa!!!! yaAllah jumpalitan pas ngecek ada ff baru gyaaaaaaa TT..TT seneng bangettttt huksssss..
    kangen banget ff kakak finallyy:”””)
    and like usual karya kakak emang selalu unik dan bagus.. tambah bagus kak cara penulisan setiap katanya:'”” hiks sumpah suka banget kaaaaa

    akan lebih baik kalo ada sequel hehehe

    ditunggu ff selanjutnya semangat kak gey!!^^

  41. KEREN EONIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII.. ALURNYA SEMUANYAAA >.<

  42. tak kira tetem jadi istrinya jinki,, ga tahunya malah dah meninggal..haaa
    jadi penasaran, gimana kalo ada sequelnya yah??ahahaha *berharapmodeon

  43. D.A.E.B.A.K !!!!
    Sempet bertanya tanya juga. Istrinya jinki taemin kah ? Ternyata dasom. Dan taemin kemana ? Diakhir ada juga jawabannya taemin kemana :’)
    Jinki.. Kuat banget instingnya. Gweboon kasian la disini u.u
    AAAA sumpah bagus banget ceritanya. Jadi berpikir buat ngelakuin itu hihihi
    TAPI.. Nanggung ahh endingnya. Butuh sequel T.T

  44. huwaaa demi apa ini epep keren bingit wkwk😀
    walaupun harus membaca 2x, awal-awal bikin saya bingung xD
    bikin sequel nya dong thor ‘-‘)r

  45. baru liat ff nya.heu…crt spjg ini,prjalanan jodoh spjg ini,rumitx hidup ini,cm brakhir dgn ‘aku menemukanmu’…whuaaaaa gak cukup rasax!apalg taem pake mati sgla,minho sndr deh*2ms mode on… wah,tp kereeennn,telepati gt jinki sm gwebon..ohohoho…d tnggu ff slanjutx eonn ^^v

  46. syumfahhh de keren bgt..mengajak aq bwt ikut menghayal.ngebayangin tiap adegan d crita ini. trutama ttg ruang rahasia itu..walopun sdikit aneh tapi ga peduli de kenapa polisi ga bisa nemuin gwe..yg jelas aq menikmati tiap klimat d crita ini.🙂

  47. blinggey-eonni.
    aku sakikyuu dalam wujud login wordpress.
    ceritanya unik banget. tapi kasian juga sama gweboon. kenapa hidupnya miris banget.
    dan itu apa-apaan endingnya belom selesai.
    buat lagi eon~
    aku terharu bgt baca hidupnya gweboon

  48. huwaaaaaa key ummaaaaa! hiks hiks… sy nangis baca ini masa’?😥 awalnya senyum2.. pas ditengah agak serem trz nyesek abis! sumpah, ini kreatif bangeeeet~ terinspirasi dr manga jepang ya tuh gambar payung? *sotoy* sy jg mau nyoba nulis nama sy ama kibummie ah #plak

    hehehe.., pas nyari ff jinboon akhirnya sy menemukan ini. ah daebak! bahasanya enak banget.. detail. ceritanya apa lagi! perfect ff XDDD

  49. eonniiii~~!!!!!!
    ini daebak banget!!
    aku kira tetem yg jadi istrinya jinki,,
    ternyata dasom,,
    gweboon~ah,,kasian sekali,,ToT,,
    UDAH DEG2AN KIRAIN GWEBOONYA METOOOONG!!!
    so sweet bgt eon…jinjjaaaa,
    kontak batinnya krasa bgt,,
    pokoknya joahee!!
    jadi pengen gambar payung trus di isi nama aku ma jinki,,,LOL,,
    hehehe,,,XD

  50. demi tuhaaaaaaaan epep nya eonn selalu kerennnnnn !!!!!!!!!!
    DAEBAK !!!!
    saya juga mau gambar payung terus tulis nama saya sama park chanyeol(EXO), semoga kami takdir😄

  51. Nuansanya horror , serem tapi suka untuk penceritaannya yang sweet banget …. envy sama Gweboon yang bisa ditemuin Jinki , JInki kok kamu g berhasil nemuin aku sampai sekarang sih . i’m waiting for U

  52. Reader baru disini~
    Ff nya daebak, feel nya bner” kerasa yg dri gwiboon side.. awal nya agak bingung, dri taemin tiba” ke gwiboon tapi akhir nya bisa dimengerti
    Sequel maybe? ending nya agak kurang memuaskan sih kkkk

  53. ugh….udah lama gag baca ff eonni…
    ff eonni selalu daebak….selalu bisa bikin gimanaaaaa gitu…
    awalnya sempet gag ngeh…ternyata taemin udah mati…
    ini mah butuh sequel eonni….
    pleaseeeee……sequel dong….

    jinboon emang selalu berjodoh…kkk~

    lanjuuuuuuuuuuutttttttttttttt

  54. Uwaahhhh… keren bgt…jiwa yg terhubung itu romantis pakai banget.
    Ternyata yg jd istri jinki tuh bukan lee taemin ya, kirain lee taemin.
    Kependekan nih eonni..harusnya ditambah lg.
    Mau sequelnya donk😀

  55. rada horror ya menjelang ending. hihi
    aku kira taemin istri jinki loh. ternyata udah meninggal ya😦
    keren banget ini ceritanya, coba aja ada filmnya, jadi kaya di film il mare gitu, jatuh cinta sama org yg belum pernah ditemui. so sweet..

  56. Huah duar duar duar gak tau mau ngomong apu unn astagah beratt beratt sumpah awalnya bingung sama jalan critanya kok di awal taemin nah brubah jd gwebon bru ngeh di part jinki bli gulali ternyata mereka melakukan telephati wkwkwk. Yups gey unn memang slalu datang membawa hiburan thanks unn.tetep smgt yoo

  57. huwaaaa….~ keren >_<
    awalnya sempet bingung, sampe sekarang pun masih binging -_-

    eum… diawal ada Taemin trus agak diakhir juga ada Taemin
    jd Taemin itu siapa?
    trus Gwe nunggu Jinki dilemari itu ya? berarti udah bertahun-tahun kan?
    wah… aku kira Jinki bakalan gila… tp ternyata Jinki berhasil nemuin Gwe ^^

  58. Ahhh kerennn ceritanya bagus unn
    Hahaha aku pngen nyobain deh bikin kya gtu, kali aja tar dikira gila sma tmen2 .. nnti namanya ghea sma jinki xp
    Ooh jdi brarti rumah jinki th dketan ya sma rmah gweboon?
    Ahh gomawo taemin brkat kmu jinboon bisa bersatu :’)
    Untung jinki nya bsa cpet nemuin gwe, klo ga ksian gwe keburu jamuran dibalik lemari nya .. huhu
    Kirain yg dbnuh gwe nya itu, ternyata bukan .. pntsan aja gwe nya pas wktu itu nangis gtu ya ..
    Seneng jinboon nya bersatu, dan gweboon gakan dbilang cwe aneh lagi kyanya klo udh jdian sma jinki

  59. gilakkk keren bgt ide critanya..
    Amazing pkoknya

    coba ah aku nulis nama jinki ditembok bsa gk yah dia ngerasain wkwkwk

    unn sequel dong..😀

  60. Waaahh… Sumpah.!! Nie ff kerreeen abis..! Awalnya sempet ngira taemin ank gwi dan jinki..v salah.. Hati keduanya bahkan sudah terpaut sebelum keduanya saling bertemu dan mengenal….daebak bgt thor..!

  61. oh my god baru baca dan suka banget! hampir nangis bacanya nggak tau kenapa pas jinki beli permen gula/kapas itu rasanya jleb jleb T_T tapi kata tamat itu akjasklflkgh sompret bangettt.. kak geyy aku jalan2 ya di wp mu mau baca jinboon huhu kangen het onkey xD

  62. WAHHH KEREN BANGET T_T
    ceritanya menyedihkan, tp alurnya keren, kasian gweebon TTTTT
    jinki-gweebon berasa punya kontak batin ya, keren banget.
    untung jinki pulang ke rumah orangtua nya jd ktemu gweebon.
    sequel dong kak?? *puppy eyes*

    ps : ruang rahasia di lemari taemin jadi ngingetin yg kayak di the conjuring hehe

  63. kereeeen.. tata bahasa oke, ide cerita okeee,, alur ceritanyapun okee.. ga kepanjangan ga juga terlalu singkat ^^
    perkenalkan, aku reader baru thor ^^

  64. widihh kontak batinnya nyata bgt.
    kirain yg jadi istrinya tuh taemin, ternyata saya salah hehe
    itu gambar payung udah kaya mantra yg jadi nyata, jadi pengin bikin juga hehe
    daebakk pokonya mah

  65. Ah q kudet. . .

    4 bulan yg lalu, q dsbukn seminar proposal #GANANYA

    :p

    ieh, berasa dorama’2 dh ka…
    Daebak!!

    Aq mw nyoba’n,, gambar payung d tmbok nulis nama’q n jinki..😀

    yg sulit q tbak tu nama istri jinki, q kira tante jung ah, tryta dasom.. Soal taem q kra da 2min jg tryta d bkin mati. . .

  66. Masuk kategori sedih nggak sih:( soalnya aku nangis, sampe 2x pas ngomongin natal sama ulang tahun…. Keren bgt, speechless sama ff ini, favorite deh!

  67. Selesai membaca : [WAAAHHHH]
    Aku tertipu. Aku kira sad ending. Cara pembawan ceritanya keren. Bikin penasaran.

    Bener-bener dibuat kesel sama kepribadian Dasom. Hohohoho. Independent Ladies, nyebelin. Pantes aja Jinki nggak merasa dibutuhin TT

  68. aaaa jinjja daebak!!!! ceritanya keren bgt!!! ^^ tolong buat squelnyaaa~~~ :3 /aegyo/ mau tau lanjutannya setelah mereka benar2 bartemu~ ditunggu sequelnya ya :3

  69. hai aku newbi, aku nemu blog ini waktu iseng-iseng nulis ‘lee jinki’ , keren thor.. aku bakal sering2 baca disini .. by t w keep writing thor (y)..

  70. Berpa banyak jempol yg hrus aku kasih? Hehehe
    Seriously.. ini ff amazing bgt! Dari awal bikin bingung dengan alur dan castnya. Taemin muncul pertama.. tau” Gwebon yg nempatin kamar Tae trus Jinki yg ternyta udh nikah. Alur ceritanya super sekaliii… Ga ketebak! Hubungan batin antra Jinki Gweboon bener” bkin merinding.. Saking jodohnya yaa ckck
    Pas dirumah Gwe juga, kelakuan Mino yg bkin merinding..
    Endingnya…. happy si yaa tpi kok cma sgtu doang? Berharap lebih hehe

    Overall… suka bgt sma ffnya. Aweeesoomeeee ><

  71. ff kak gheeaaa selalu ga ada matinya, alurnya ceritanya , kata katanya semuanya keren,^^~
    ahirnya lee jinki dan kim gweebon bertemu setelah merka hanya.mengagumi sesaat dr khayalan.uwaaaaaah . lama gabc ff tiba tiba disuguhin begini sukaaaaaaaaaaaa bgt

  72. Sumpah KEREN buanget!!
    Huwaaaaaa.. Akhirnya Jinki menemukan Gwe… Syukur laaah. Hiks..
    Percaya gak percaya lho Gweboon ada..
    Mau sequelnyaaa donk..
    Jinboon nikah!!!
    Next yaaa.
    Fighting! !

  73. aduh kak ghea part awal baca pusing @____@ jadi si taemin dah mati yah,,,,
    aigooo drmn gwee nemu nama jinki???
    trus knpa bisa itu jinki denger2 suara dari gwee??
    darimana jinki tau yang memangggil namanya gwe??
    huwaaaaaaaaaaaang,,,,,aku pusing!! tapi lega akhirnya mereka ketemu!! hihihihi

  74. Sumpah… This is great…
    Great idea, great writing, great characters’ feeling development, and great chemistry between the two main characters in spite of the fact that they haven’t seen each other!!!
    Great job, Gey… I love this very very very much!!!

    I’d love to read a lot more about what happens after Jiboon’s meeting, but ending the story this way makes it more climaks to my feeling.
    Telling more about their sweet and romantic stories later makes it so-dramatic… Nope, I won’t like it… This is the best way to end up the story… Love you, love the story, and of course love Jinki….😀

  75. Aku suka ceritanya kak. Sempet ngira ibunya taem itu pasti gweboon, eh ternyata salah besar. Hehehe.

    Good job, penulis yg baik meninggalkan ruang untuk pembacanya berfikir, and you are gonna be one of them :)).

    Keep on writing and entertaining with jinboon story :)). Cheers!🙂

  76. kerennnnnnnnnnnnnnnn….
    jinkiiii temukan aku jugaaaaa T.T

    btw, taemin kasian juga yah.. huhu

  77. Huwaaaa daebakkkk!
    Awalnya rada bingung ini -_-
    Tapi pas baca lagi terus2 aku baru ngerti!!
    Hyaaa akhirnya jinki.menemukan gweboon!!!
    Oh jadi taemin tuh yg punya rumah itu dulu.
    Jadi penasaran kisah itu bener atau engga wkwjwj
    Daebak thor!!

  78. Bener2 keren😀 ga nyangka saking jodohnya mereka smpe punya ikatan batin macam gitu … Huhuuu keren kerennn penasaran sama kelanjutan hidup jinki+gweboon … Penasaran sama lee taemin juga …

  79. ini namanyaaa kereeeeeeeeeeeeennn….
    wahhh daebak, andai saja andai saja ini terjadi didunia nyataaa, waaahhhh,awalnya aku fikir jgn2 ntar endingnya jinki sadar bahwa itu hanya mimpi eh ternyata beneran ada… ini sumpah kereeennn,bagaimana bisa berkomunikasi dalam hati ke gtuuu?? ini romantis,dan untung aja jinki udah cerai.. oh my demi apa aku sebel sama ibu tiri gwe tp mendengar ibunya blg kalau aku pergi maka kau yg dipukuli huks,agak nyesek kasihan sama nasib merekaa…
    jinki melakukan apa yg gwe mau dan lebih gilanya mereka bicara lewat hati kyaaaaaaaaaaa gue sukaaaaaaaaaa

  80. SUMPAAAAHHHH KAAAAKKK AKU NANGISSSSS PARAAAAHHHHHHHH
    BAGUS BANGET INI CERITANYA MASYAALLAH…
    GAKTAU LAGI KENAPA KAMU BISA KEPIKIRAN BUAT YANG KAYAK GINI
    HAAAAAAAAAAAAAA SEQUEL NYA DONG AAAAAAA, KNAPA GAK DIKASIH PERCAKAPAN SEDIKITBDI EMDING YANG ROMANTIS GITU BIAR MAKIN NANGIS AKU NYA HAHAHA
    TAPI GAPAPA SIH ITU UDAH BAGUS GOOD PERFECT SEMPURNA BANGEEEETTT
    AKU SUKAAAAA :”””””””””
    kak maaf caps jeblok aku seneng bgt dan terkagum2 bacanyaaaa
    bener2 alur yg gak biasaaaaaa :”””))))))
    keep your talent kak!:””””””0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s