BSFC – LOVE’S WAY

love's way

Title : Love’s Way

 

Cast :

– Lee Jinki as Onew

– Kim Kibum as Gweboon

– Lee Taemin as Taeyeon

– Choi Minho as Minho

– Kim Jonghyun as Jonghyun

 

Genre : Romance

 

~,~,~,~,~

 

 

 

Bruk

 

“Ya! Kau tak punya mata eoh?” Bentak seorang namja yang tak sengaja Gweboon tabrak.

 

“Ahh mianhae, aku tak sengaja” Ucapnya tulus dengan dibumbui rasa menyesal.

 

“Mian kau bilang? Apa kata mian bisa mengembalikan segalanya? Lihat! Jasku jadi basah seperti ini karena siapa?” Bentak namja itu pada Gweboon lagi.

 

“Aku kan sudah minta maaf, kenapa kau terus membentakku? Ahh sudahlah aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan orang sepertimu. Permisi” Ucapnya sembari melangkah menjauh dari namja yang kini menatapnya tak percaya.

 

“Ya! Ya! YA!” Kesal namja tersebut yang tak dihiraukan sama sekali oleh Gweboon. Ia terus melangkah dengan pasti tanpa berniat menengok ke arah namja tersebut apalagi membalikkan badannya, ia sama sekali tak sudi.

 

“Sial!” Umpat namja tersebut pada Gweboon yang telah benar-benar menghilang dari pandangannya.

 

“Eoh? Apa ini?” Berjongkok untuk mengambil secarik kertas dan membacanya perlahan.

 

“Kim Gweboon? Jadi namanya Gweboon? Baiklah, lihat saja kau yeoja arogan, aku akan membalasmu” Menyeringai penuh kemenangan.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Gweboonie…” Sapa sebuah suara yang terdengar tak asing bagi seorang Gweboon.

 

“Ne” Membalikan tubuhnya menghadap pada sumber suara yang ternyata berasal dari seorang yeoja imut bernama Lee Taeyeon, sahabat dekatnya. Menghentikan sejenak langkahnya untuk membantu Taeyeon mensejajarkan diri.

 

“Apa kau sudah mendengar berita terbaru?” Taeyeon memulai percakapan setelah berhasil berdiri sejajar dan melangkahkan kembali kaki mereka.

 

“Berita terbaru?”

 

“Sepertinya kau belum mendengar berita terbaru ini” Sindir Taeyeon dengan menatap tajam mata Gweboon.

 

“Memangnya tidak boleh kalau aku belum mendengarnya?”

 

“Ishh bukan begitu tapi…” Sengaja menggantung kalimatnya dengan maksud membuat Gweboon penasaran.

 

“Tapi apa?” Gotcha!!! Benar dugaannya, Gweboon terpancing untuk mengikuti alur pembicaraannya.

 

“Apa kau benar ingin mendengarnya?”

 

“Tentu” Menjawab dengan mantap tanpa keraguan sedikitpun.

 

“Kalau begitu menunduklah sedikit” Gweboon pun hanya bisa menurut dan tak ingin berpikiran negatif terhadap sahabatnya sendiri.

 

“Sepertinya akan ada siswa baru di kelas kita” Ucap Taeyeon dengan berbisik pada telinga Gweboon.

 

“Jeongmal??? Oops” Segera menutup bibirnya yang reflek mengeluarkan kata-kata dengan nada mencapai sekitar 1 oktaf.

 

“Bisakah kau diam?” Ucap Taeyeon berbisik.

 

“Ahh ne, mian” Menunduk pada Taeyeon sebagai permintaan maaf karena telah mengeluarkan suara 1 oktafnya di pagi hari yang masih sejuk ini.

 

“Baiklah, aku terima permintaan maafmu”

 

“Gomawo Taeyeonie. Eum… tapi apa kau yakin?”

 

“Aku yakin 100% karena memang berita itulah yang tersebar di masyarakat”

 

“Kau pikir ini lingkungan rumah? Masyarakat?”

 

“Ahh iya mian maksudku di sekolah”

 

“Tapi kalau itu hanya isapan jempol belaka bagaimana? Kau tahu kan anak-anak di sini senang sekali membual?”

 

“Molla. Kita lihat saja nanti kalau begitu. Kajja sepertinya kelas akan segera dimulai” Taeyeon menarik lengan Gweboon menuju kelas mereka.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Selamat pagi anak-anak” Sapa Park songsaengnim yang merupakan wali kelas di kelas Gweboon dan Taeyeon, kelas 3A.

 

“Pagi pak”

 

“Apa kalian tahu kalau kelas kita akan kedatangan murid baru?” Sejenak kelas dipenuhi dengan suara bisikan dari para siswa dan siswi.

 

“Ck, benar kan kataku” Bisik Taeyeon pada Gweboon yang berada di sampingnya.

 

“Cih, kau ini benar-benar penggosip sejati Tae” Ejek Gweboon yang hanya ditanggapi kekehan pelan dari Taeyeon.

 

“Tapi gosipku tak pernah salah bukan?” Taeyeon membalas Gweboon dengan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya.

 

“Ya ya, kau memang bisa diandalkan bila sudah menyangkut masalah gosip seperti ini” Merekapun terkekeh pelan karena celetukan Gweboon.

 

“Baiklah tenang semuanya” Perintah Park songsaenim yang mulai jengah dengan sikap anak didiknya.

 

“Onew masuklah” Ucapnya pada sosok yang masih setia berdiri di luar kelas.

 

Deg

 

“Eoh? Kau kenapa Gwe?” Tanya Taeyeon yang melihat wajah sahabatnya berubah pucat pasi dan seperti mematung.

 

“Kau terkejut Kim Gweboon?” Batin sosok namja yang kini telah berdiri dengan tegap di depan kelas. Ia menunjukkan senyum terindahnya yang memikat hati seluruh siswi di kelas tersebut terkecuali Gweboon karena ia merasa bukan senyuman yang namja itu berikan melainkan sebuah seringai kematian.

 

“Sial! Kenapa namja itu bersekolah di sini? Bukankah masih banyak sekolah di kota Seoul? Apa dia sengaja? Dia ingin membalasku?” Batin Gweboon yang rasanya ingin sekali menjerit dan meluapkan kekesalannya.

 

“Gwe, neo gwaenchana? Apa namja itu begitu menggoda hingga kau tak berkedip barang sedetikpun?” Tanya Taeyeon lagi yang kini disertai dengan nada menggoda.

 

“Mworago? Namja seperti itu kau bilang menggoda? Aku rasa kau sudah kehilangan akal sehat Tae”

 

“Lalu kenapa kau memandangnya dengan begitu lekat? Hingga matamu itu hampir terlepas dari sarangnya. Kau mengaguminya bukan?” Ucap Taeyeon kembali menggoda sahabatnya yang dengan cepat dielak oleh Gweboon.

 

“Aku? Mengaguminya? Kau benar-benar gila Tae. Aku tak mungkin mengagumi namja tak waras seperti dia”

 

“Na… namja tak waras?”

 

“Ne, kau lihat saja penampilannya yang urakan itu” Ujar Gweboon kesal sambil menunjuk namja yang sedang memandangnya tajam.

 

“Mwo? Kau bilang penampilannya urakan? Dia itu keren Gwe, lihatlah”

 

“Tae, matamu sudah rusakkah? Ahh sudahlah aku tak ingin kita berdebat hanya karena namja urakan seperti itu”

 

“Ta…” Sebelum Taeyeon menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Gweboon memotongnya.

 

“Tak ada bantahan maupun belaan Tae”

 

“Baiklah Onew, sekarang perkenalkan dirimu”

 

“Ne. Annyeonghaseyo, joneun Lee Jinki imnida. Tapi aku lebih senang bila kalian memanggilku dengan nama Onew” Ucapnya memperkenalkan diri seraya membungkukkan badannya agar terlihat sopan.

 

“Onew, apa kau ingin menjadi namjachinguku?” Celetuk seorang yeoja yang membuat seisi kelas menertawakan tingkah bodohnya.

 

“Cih, dasar yeoja murahan” Cibir Onew dalam batinnya.

 

“Aku akan memikirkannya” Jawab Onew asal.

 

“Cih, dasar namja urakan. Berani sekali dia tebar pesona seperti itu” Cibir Gweboon yang makin dibuat kesal dengan sikap Onew.

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak yeoja tersebut kegirangan.

 

“Sudah sudah. Onew, kau duduk di kursi kosong itu” Ucap Park songsaenim mengarahkan Onew untuk duduk di kursi kosong yang berada tepat di samping Gweboon.

 

“Mwo? Kenapa dia harus duduk di kursi dekatku songsaenim?” Protes Gweboon yang merasa tak adil.

 

“Karena memang itu satu-satunya kursi kosong yang tersisa Gwe”

 

“Ta…”

 

“Sudahlah Gwe biarkan saja dia duduk di kursi itu” Ujar Taeyeon yang terlihat begitu antusias mendengar Onew akan duduk di bangku kosong tersebut.

 

“Tapi Tae…”

 

“Sudahlah” Bujuknya dengan mengeluarkan jurus aegyo andalannya.

 

“Ahh terserah kau sajalah” Akhirnya Gweboon menyerah dan membiarkan Onew untuk duduk di kursi tersebut.

 

“Baiklah Onew, silahkan kau duduk di sana”

 

“Ne, gomawo sangsaenim” Onew segera menuju kursi yang dimaksud dan menghempaskan tulang duduknya dengan santai”

 

“Annyeong Gwe”

 

“Cih, darimana kau tahu namaku?” Tanya Gweboon dengan sinis dan tanpa memandang lawan bicaranya.

 

“Kau menjatuhkan ini saat pertemuan pertama kita” Menunjukkan sebuah kertas yang ternyata kartu pelajar milik Gweboon yang jatuh saat mereka bertabrakan.

 

“Jadi karena ini kau bisa tahu di mana aku bersekolah?” Mengambil paksa kartu tersebut dari tangan Onew.

 

“Ya begitulah. Tapi aku rasa bukan hanya karena itu kita bisa bertemu lagi”

 

“Maksudmu?”

 

“Kita berjodoh Gwe”

 

“Cih, dasar namja urakan”

 

“Aku anggap itu sebagai panggilan kesayanganmu padaku” Tersenyum manis dengan tersirat sebuah keinginan dari sorot matanya.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

Ring ding dong

Ring ding dong

Ring diggy ding diggy ding ding ding

 

Bel sekolah telah berkumandang ke seluruh penjuru kelas yang menandakan bahwa kegiatan belajar-mengajar pada hari ini telah usai. Terlihat satu-persatu siswa dan siswi yang mulai meninggalkan sekolah menuju rumahnya masing-masing. Lain halnya dengan Gweboon yang masih berada di kelasnya karena ia mendapat jadwal piket hari ini.

 

“Gwe, apa kau tak apa aku tinggal sendiri?”

 

“Tak apa Tae. Lagipula aku di sini tak benar-benar sendiri”

 

“Benar kau akan baik-baik saja?”

 

“Ne. Apa perlu aku berjanji?” Menanyakan sebuah pertanyaan konyol yang membuat keduanya tertawa.

 

“Baiklah, kalau begitu aku duluan Gwe”

 

“Ne, hati-hati”

 

“Ne” Jawab Taemin dengan sedikit berteriak karena jarak mereka yang sudah terlampau jauh.

 

“Hufttt” Menghela napas berat. Sejujurnya ia tak ingin Taeyeon pergi, namun ia juga tak boleh egois dengan membiarkan Taeyeon menunggunya hingga selesai piket. Jadi, ia memutuskan untuk membiarkan Taeyeon pulang terlebih dulu.

 

“Gwe, kau belum selesai?” Tanya beberapa yeoja yang membuatnya mendongak untuk melihat wajah mereka.

 

“Ahh kalian. Ne, ajik” Jawab Gweboon lembut.

 

“Apa kalian sudah selesai?” Tanyanya.

 

“Ne. Kalau begitu kami pulang dulu Gwe” Ucap salah satu dari mereka.

 

“Ahh ne”

 

“Annyeong” Ucap mereka sembari membungkuk.

 

“Ne, hati-hati”

 

“Hufttt sekarang aku telah benar-benar sendiri”

 

“Siapa bilang kau sendiri?”

 

“Ji… Jinki” Ucapnya tergagap. Onew terus mendekati Gweboon hingga tubuh Gweboon menempel pada tembok karena menghindari Onew yang berjalan maju dengan Gweboon yang berjalan mundur.

 

“Bukankah aku sudah pernah mengatakan kalau aku lebih senang dipanggil Onew? Apa kau lupa?” Kini tubuh Onew mengunci tubuh Gweboon dengan kedua tangannya yang ditempelkan pada tembok.

 

“Me… memangnya kenapa kalau aku memanggilmu Jinki? Bu… bukankah itu memang namamu?” Ucap Gweboon sekali lagi dengan berusaha bersikap tenang.

 

“Apa kau eommaku? Karena hanya eommaku lah yang boleh memanggilku Jinki”

 

“La… lalu apa maumu?”

 

“Mauku? Kau tanya mauku, benar? Apa kau tak akan menyesal menanyakan itu?” Onew menyeringai. Matanya benar-benar tajam saat ini. Gweboon hanya bisa menelan ludah melihat tatapan tajam Onew.

 

“Mi… mian”

 

“Kenapa kau senang sekali meminta maaf eoh? Apa selama ini kau hanya diajari keluargamu mengucapkan kata maaf?”

 

“A… aniyo” Gweboon benar-benar takut saat ini.

 

“Hey, apa kau takut melihatku hingga kau lebih memilih memandang lantai yang tak ada bagusnya sama sekali eum?”

 

“Ji… Jinki”

 

“Bukankah sudah ku bilang JANGAN PANGGIL AKU JINKI” Bentaknya dengan keras.

 

“Hiks” Tak terasa air mata meluncur begitu saja dari pelupuk mata Gweboon.

 

“Kau menangis?” Tanya Onew cemas.

 

“Hiks” Isakan itu kembali terdengar dari bibir seorang Gweboon.

 

“Benar kau menangis?” Onew mengangkat dagu Gweboon untuk menghadapnya.

 

“Kenapa kau membentakku? Hiks”

 

“Mian Gwe, aku lepas kontrol” Mengecup kedua kelopak mata Gweboon yang masih setia menurunkan bulir-bulir air mata.

 

“Gweboon!!!” Teriak seseorang dari luar kelas.

 

“O… oppa?” Mendekati sosok namja bermata bulat yang memanggilnya.

 

“Gwe, kau masih di sini?”

 

“Ne oppa” Memeluk erat tubuh namja tersebut karena ia selalu merasakan kehangatan saat memeluknya.

 

“Kau habis menangis?”

 

“A… aniyo oppa, ini hanya kemasukkan debu”

 

“Jeongmal?”

 

“Ne”

 

“Ya sudah kalau begitu kita pulang ya karena tadi eommamu menelponku. Beliau bilang kau belum pulang”

 

“Ahh ne oppa”

 

“Kajja kita pulang” Berjalan menjauh dari kelas tersebut, menyisakan seseorang yang masih enggan untuk melangkahkan kakinya.

 

“Ck, perasaan apa ini? Kenapa dadaku begitu sesak ketika melihat dia menangis? Apa aku… ahh tidak mungkin” Segera menepis pikiran anehnya dan melangkah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya yang terparkir dengan rapi di sana.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Gweboonie…”

 

“Ahh Taeyeon, ada apa?”

 

“Kau melamun?”

 

“Aniyo, wae?”

 

“Aku ingin memberitahukanmu sesuatu”

 

“Eum… apa itu?” Benar-benar anak ini sangat bisa membuat Gweboon penasaran.

 

“Aku dan Minho oppa sudah resmi berpacaran. Kemarin dia menembakku” Ungkap Taeyeon dengan gembira.

 

Deg

 

“Gwe, kau tak senang eoh?”

 

“Ahh tentu saja aku senang. Chukkae” Ujarnya seraya menunjukkan senyuman palsu yang terkesan dipaksakan. Sayang, Taeyeon tak dapat mengetahui itu.

 

“Ne, gomawo”

 

“Kau ingin ke mana Gwe?” Tanya Taeyeon yang melihat Gweboon beranjak dari kursinya.

 

“Aku ingin ke toilet” Jawabnya asal dan segera melanjutkan langkahnya.

 

“Ck, dasar anak itu”

 

Gweboon terus berjalan menyusuri koridor sekolah bahkan ia sudah berlari saat ini. Ia terus berlari, tak lupa menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan tanpa melihat sekitarnya. Tak jarang ia menabrak siswa maupun siswi lain karena tak melihat jalan.

 

Bruk

 

“Auuuu”

 

“Mian” Segera meminta maaf dan terus berlari.

 

“Ya! Kau… bukankah itu Gweboon? Ahh iya benar itu dia. Tapi kenapa dia berlari seperti itu?” Karena penasaran, Onew -orang yang tadi Gweboon tabrak- mengikuti langkah Gweboon sampai akhirnya ia telah berada di rooftop sekolah.

 

“Hiks… hiks…”

 

“Eoh? Gweboonie?” Merasa dirinya dipanggil, Gweboon menoleh ke asal suara yang memanggilnya.

 

“Untuk apa kau ke sini?” Tanyanya sinis.

 

“Ya! Bisakah kau bersikap lebih lembut sedikit eoh?” Tak ada jawaban. Onew yang telah di penuhi rasa penasaran yang tinggi pun memberanikan diri untuk mendekat ke arah Gweboon.

 

“Kau kenapa?”

 

“Bukan urusanmu”

 

“Kau ini benar-benar… eoh? Kau menangis?”

 

“Siapa yang menangis?”

 

“Ck, sudah jelas-jelas ketahuan masih mengelak. Dasar keras kepala”

 

“Sudahlah kalau kau tak punya kepentingan silahkan pergi dari sini”

 

“Kau mengusirku? Kau pikir kau itu siapa berani mengusirku. Apa kau pemilik sekolah ini atau orang tuamu pemiliknya? Bukan kan? Jadi itu bukan hakmu aku ingin pergi ataupun tidak”

 

“Terserah kau saja, aku malas berdebat denganmu” Ucap Gweboon sinis.

 

“Aku juga tak menyuruhmu berdebat denganku” Balas Onew tak kalah sinis. Kemudian hening melanda keduanya. Hanya terdengar sayup-sayup angin yang menyapa mereka berdua.

 

“Apa kau tak merasa dingin? Lihatlah angin sedang kencang. Kajja kita turun”

 

“Kalau kau ingin turun, silahkan”

 

“Ck, kau ini…”

 

“Hiks”

 

“Gwe, kau menangis lagi?”

 

“Bukankah kau ingin turun. Tapi kenapa kau belum turun juga?” Mengatur napasnya, mencoba menyetabilkan suaranya agar tak terdengar parau.

 

“Gwe” Onew berusaha mendekati tubuh Gweboon yang tengah bergetar menahan isakannya.

 

“Gwe…”

 

“Jangan mendekat. Pergilah, kau tak pantas melihatku seperti ini karena aku hanya akan terlihat lemah, itu akan membuatmu lebih senang dan aku membenci itu”

 

“Aish jinjja” Onew yang merasa kesabarannya telah habis kemudian dengan nekad mendekati tubuh Gweboon dan membawanya ke dalam dekapannya.

 

“Hiks kenapa kau memelukku?” Gweboon berusaha melepaskan tautan tubuh mereka. Sayang, tenaganya tak lebih kuat dari Onew. Akhirnya ia hanya bisa pasrah dan membiarkan Onew mendekapnya.

 

“Bukankah kau perlu sandaran untuk kepalamu itu? Jadi gunakanlah bahuku dan menangislah sepuasmu” Ucap Onew lembut di sela-sela isakan Gweboon.

 

Deg

 

Deg

 

Deg

 

Gweboon merasakan sesuatu yang ganjil dalam dirinya. Jantungnya terus merespon perbuatan Onew dengan berdetak di luar kendalinya. Apakah ia…? Molla.

 

Tanpa memikirkan tentang jantungnya yang berdetak tak menentu, ia terus menerima perlakuan Onew tanpa adanya elakkan. Ia merasa hangat dalam dekapan Onew, bahkan angin yang berhembus kencang pun tak terasa sama sekali.

 

“Apa kau sudah merasa baikkan?”

 

“Ne, gomawo kau sudah menemaniku dan mian aku merepotkanmu” Gweboon tertunduk. Ia merasa bersalah karena telah melibatkan Onew akan masalahnya.

 

“Kau tak perlu khawatir, aku akan meminta balas jasamu sebagai penggantinya”

 

“Ya! Kau ini…”

 

“Hehehe aku bercanda” Ujar Onew sembari mencubit pipi Gweboon.

 

“Ishh, appo” Rengek Gweboon manja.

 

“Ternyata kau bisa manja juga ya?” Tanya Onew meremehkan.

 

“Ya!”

 

“Hehehe kau lucu saat sedang marah”

 

Blush

 

“Ya! Kenapa pipimu memerah eoh?” Goda Onew dengan menoel pipi tirus Gweboon yang memerah.

 

“Kau…”

 

“Jangan marah. Karena aku mengatakan yang sebenarnya”

 

Blush

 

“Pipimu semakin memerah Gwe”

 

“Ya! Kau ini kenapa senang sekali menggodaku eoh?”

 

“Karena aku merasa itu akan menjadi kegiatanku sehari-hari mulai saat ini”

 

“Terserah kau sajalah” Jawab Gweboon malas.

 

“Tapi kalau boleh aku tahu, kenapa kau menangis? Bukankah orang sepertimu memiliki hati yang keras dan tak punya perasaan?”

 

“Sial! Kau pikir aku ini apa? Batu?”

“Sepertinya memang begitu” Jawab Onew diselingi dengan tawa keduanya.

 

“Kau belum menjawab pertanyaanku”

 

“Pertanyaan yang mana? Aku lupa”

 

“Kau pasti sengaja berpura-pura lupa kan?”

 

“Kalau iya memang kenapa?”

 

“Cih, dasar yeoja arogan”

 

“Namja urakan”

 

“Akhirnya kata-kata itu keluar lagi dari bibirmu”

 

“Apa hubungannya?”

 

“Itu artinya kau sudah kembali. Pabo!!!”

 

“Ya! Kau mengataiku pabo eoh?”

 

“Ne, yeoja arogan yang pabo”

 

“Awas kau” Dan hari itu mereka lewati dengan gelak tawa dari keduanya.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Aku akan mengantarkan ini padanya. Aku yakin pasti dia menyukainya” Ujar Gweboon dengan membawa sebuah kotak bekal yang di dalamnya berisi makanan yang ia buat sebelum berangkat sekolah.

 

“Hey Onew” Gweboon mendengar seseorang memanggil nama Onew dan membuat langkahnya terhenti di luar kelas.

 

“Wae?”

 

“Apa kau menyukai Gweboon?” Tiba-tiba saja jantung Gweboon berdetak dengan kencang saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari seseorang yang ia yakini adalah Kim Jonghyun, teman sekelasnya dan juga Onew.

 

“Kau gila Jjong. Mana mungkin aku menyukai yeoja seperti dia”

 

Deg

 

Jantungnya terasa sakit ketika kata-kata tersebutlah yang terlontar dari bibir Onew.

 

“Bukankah kau selama ini dekat dengannya?”

 

“Ya memang, tapi aku hanya ingin membalasnya”

 

Membalas? Apa maksudnya…?

 

“Maksudmu?”

 

“Ya, aku ingin membalas perbuatannya karena dia telah menumpahkan minuman ke jasku dan dia sama sekali tak bertanggung jawab. Justru dia melarikan diri”

 

“Jadi selama ini…” Gumam Gweboon pelan.

 

“Kau jahat Onew. Aku pikir kau benar-benar tulus, tapi ternyata…” Gweboon pergi meninggalkan kelasnya dan berlari menjauh dari sana.

 

“Kau jahat… hiks… kau benar-benar jahat”

 

“Kenapa aku tak bisa menduganya dari awal kalau dia hanya ingin mempermainkanku? Kenapa baru sekarang semuanya terungkap? Kenapa di saat jantung ini berdetak tak normal setiap berada di sisinya? Kenapa?” Gweboon terus bermonolog pada dirinya sendiri. Ia merutuki kebodohannya yang mudah sekali tertipu oleh orang yang jelas-jelas menaruh dendam padanya.

 

“Hiks… hiks…”

 

“Cih, kau menangis lagi” terdengar sebuah suara yang sudah amat sangat ia kenal.

 

“Untuk apa kau kemari?”

 

“Aku ingin menemanimu. Bukankah kau butuh teman?”

 

“Teman? Teman katamu? Cih, dasar pembual” Gweboon segera pergi meninggalkan Onew yang masih tercengang akan sikapnya.

 

“Kenapa lagi yeoja itu? Sedang PMS kah? Benar-benar tak bisa dimengerti” Onew menggelengkan kepalanya tak mengerti.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Apa kabar yeoja arogan?” Sapa Onew dengan amat sangat tak sopan.

 

“Cih, kau lagi. Apa kau tak bosan membohongi dirimu sendiri?”

 

“Apa maksudmu?” Tanya Onew tak mengerti.

 

“Apa perlu aku jelaskan?”

 

“Tentu”

 

“Aku malas. Kau cari tahu sendiri saja”

 

“Ya! Dasar yeoja arogan” Umpatnya kesal.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

“Door!!!”

 

“Ya! Kau lagi, kau lagi. Apa tak ada makhluk lain yang bisa kau ganggu selain aku?”

 

“Tak ada. Karena aku hanya ingin mengganggumu bukan yang lainnya” Tak ada jawaban.

 

“Ya! Kenapa kau tak menjawab?”

 

“Menjawab? Bukankah kau tak mengajukan pertanyaan? Jadi apa yang perlu aku jawab?”

 

“Kau ini kasar sekali”

 

“Aku kan memang yeoja arogan jadi beginilah sifatku”

 

“Gwe…”

 

“Satu lagi, jangan mengikutiku. Carilah mangsa yang baru, yang bisa kau bodohi, yang bisa kau kerjai, yang bisa kau bohongi… hiks…”

 

“Apa maksdmu? Dan kenapa kau menangis?”

 

“Apa kau akan terus bersikap seolah-olah tak ada yang terjadi? Poker face!”

 

“Sebenarnya kau ini kenapa? Kenapa kau selalu menghindar dan menjauh dariku? Apa aku mempunyai kesalahan yang terlampau besar hingga sulit untuk dimaafkan”

 

“Tanya saja pada dirimu sendiri” Gweboon berniat meninggalkan Onew sebelum sebuah tangan melingkar di pergelangannya, mencegahnya pergi.

 

“Tolong katakan apa kesalahanku agar aku bisa merubahnya”

 

“Aku rasa itu terlalu sulit” Ucap Gweboon meremehkan.

 

“Kenapa kau bisa berkata begitu?”

 

“Karena ini manyangkut perasaan dan aku rasa perasaanmu telah mati” Ujar Gweboon seraya tersenyum miris.

 

“Kau jangan mempersulitku Gwe. Tolong katakan apa kesalahanku” Mohon Onew dengan berlutut di hadapan Gweboon.

 

“Harus kukatakan berapa kali sampai kau mengerti eoh? Cari tahulah sendiri. Ingat, sampai kapanpun aku tak akan memberi tahu apa kesalahanmu. Permisi” Gweboon segera pergi meninggalkan Onew sebelum Onew memaksanya kembali.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

Mentari mulai menampakkan wujudnya dan memberikan bias-bias cahayanya ke seluruh penjuru di bumi. Sang surya pagi ini terlihat begitu menawan dengan cahaya yang terang berbeda dengan perasaan seseorang yang sedang diselimuti kabut hitam tebal hingga membuatnya terlihat seperti mayat hidup, bahkan lebih menyedihkan dari itu. Memaksakan dirinya untuk bangkit dari ranjang yang sebenarnya masih enggan untuk ia tinggalkan, namun apa daya karena ia harus bergegas untuk pergi ke sekolahnya. Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket. Tak sampai 10 menit, ia keluar dari kamar mandi dan menuju lemari baju untuk menyiapkan seragam yang akan ia kenakan pagi ini. Setelah selesai mengenakan seragam, ia beralih pada penampilannya yang lain. Merasa cukup, ia turun ke lantai bawah. Tak lupa ia membawa kunci motor dan tasnya. Pagi ini ia tak sarapan apapun karena rumahnya yang sedang tak dihuni oleh orang lain selain dirinya, juga ia malas untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya sendiri.

 

Melangkah menuju parkiran, menaiki motornya dan melesat membelah jalanan kota Seoul yang telah dipadati oleh lautan manusia walaupun masih sepagi ini. Tak lama kemudian, ia telah sampai di sekolahnya. Memarkirkan motornya dan bersiap melewati koridor sekolah yang masih terlihat lengang. Sampai di kelas, ia menaruh tasnya dan meletakkan buttnya pada kursi tempatnya biasa duduk. Menunggu teman-temannya yang lain datang menyusul kehadirannya.

 

“An…” Ucapannya terputus saat seseorang yang ia sapa sengaja menghentikannya.

 

“Tak usah menyapaku”

 

“Akan sampai kapan kita seperti ini terus?” Bertanya di saat matanya menemukan sosok yang baru saja datang mulai melangkahkan kakinya menjauh.

 

“Sebenarnya apa salahku Gwe?”

 

“Apa kau tak bosan selalu menanyakan pertanyaan itu ketika kita bertemu?”

 

“Tak akan pernah Gwe”

 

“Lakukan sesukamu, aku tak perduli”

 

“Benarkah kau tak perduli? Bahkan jika aku berusaha menyakiti diriku sendiri?”

 

Deg

 

“Kau tak akan pernah berani untuk melakukan itu” Ucap Gweboon yang menganggap remeh pertanyaan Onew.

 

“Kau salah besar Gwe. Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, sekalipun hal itu menyakitiku” Intonasinya melemah pada baris kata terakhir.

 

“Coba saja”

 

“Kau akan melihatnya Gwe” Onew melangkah menuruti arah langkah kakinya yang ia tak tahu akan membawanya kemana. Yang pasti, ia hanya mempercayakan seluruh tubuhnya pada tiap pijakan kaki. Gweboon yang sedari tadi diam, mengikuti kemana langkah Onew. Sesaat ia tertegun ketika langkah kaki tersebut mengarah ke jalan raya yang berada persis di depan sekolah mereka. Ia kembali dibuat tercengang karena langkah Onew terhenti tepat di tengah jalan raya saat sebuah mobil bus melaju dengan cepat menuju ke arah Onew. Ia bingung dan ragu harus melakukan apa. Namun, ia memutuskan bahwa nyawa lebih baik dibanding ego.

 

“Onew awas!!!” Teriaknya tak dihiraukan.

 

“Dasar gila!!!” Ia yang geram akan sifat keras kepala Onew kemudian mendekat ke arahnya.

 

Tinnn… tinnn…

 

Ckittt

 

“Hey, kalian cari mati eoh? Cepatlah menyingkir dari sana”

 

“Ahh ne, mian” Membungkukkan tubuhnya sebagai permintaan maaf.

 

“Kau gila eoh?” Tanya Gweboon dengan sedikit berteriak pada Onew.

 

“Memang aku gila. Aku gila karena kau terus mendiamiku Gwe” Gweboon terdiam. Ia terus mencerna kata demi kata yang telontar dari bibir Onew.

 

“Itu karena kau Onew. Kenapa kau mempermainkanku? Hiks” Ucap Gweboon yang mulai meneteskan air mata. Onew yang tak tahan melihat air mata itu terus mengalir dengan deras kemudian berinisiatif untuk mendekapnya, menyalurkan kehangatan yang ada pada dirinya.

 

“Mian kalau memang aku bersalah padamu”

 

“Kau pikir dengan meminta maaf semua akan kembali seperti sedia kala? Itu kan yang pernah kau ucapkan?”

 

“Ne, eoh?” Tiba-tiba Onew teringat akan suatu hal.

 

“Apa kau mendengar percakapan kami?” Tanya Onew dengan hati-hati.

 

“Baguslah kalau kau sudah mengerti penyebabku menghindarimu”

 

“Soal itu…”

 

“Sudahlah tak usah dibahas lagi”

 

“Tapi Gwe…”

 

“Onew!!!”Bentak Gweboon.

 

“Dengarkan aku dulu!!!”

 

“Mian aku membentakmu” Sesalnya.

 

“Jadi, apa sekarang kau akan mendegarkanku? Itu terserah padamu, aku tak memaksa”

 

“Katakanlah” Onew tersenyum puas mendengar jawaban Gweboon.

 

“Memang benar saat bertemu denganmu lagi aku berniat membalasmu. Tapi itu tak bertahan lama karena setelahnya aku merasakan hal lain saat bersamamu. Nyaman, benar-benar sangat nyaman”

 

“Jadi maksudmu?”

 

“Mian aku terlambat mengetahuinya. Saranghae…”

 

“Aku tak akan memaksa bila kau tak…”

 

“Nado, nado saranghae” Keduanya tersenyum satu sama lain sebagai penanda bahwa kehidupan mereka yang baru dimulai saat ini.

 

 

~,~,~,~,~

 

 

Cinta…

 

Tak ada satu orangpun yang tahu kapan cinta akan menyapa

 

Dan tak ada satu orangpun yang tahu siapa yang akan menjadi cinta kita

 

Karena cinta bukanlah matematika yang telah dipastikan jawabannya

 

Cinta… adalah sebuah misteri kehidupan

 

 

~,~,~,~,~

 

 

END

67 responses to “BSFC – LOVE’S WAY

  1. huwooo, itu jinboon berantem mulu. Ujung2nya jatuh cinta,hahaha
    kita nggk akan pernah tau siapa cinta kita dan jalan seperti apa yg kita lewati untuk menemukannya…

  2. ahahaha! Jinboon love’s way yg sperti ini aq suka berantem mulu, trus jth cinta, ecieeeee~suiiitt~
    aigooooh, crybaby gwiboon, bikin onew main kecup ajah, hihi
    jdi, dia sbenarnya cemburu sama taem ya? maka ny nangis d atp skolah?😮
    bagus ceritanya author, keep writing yaah, nnti aq baca lagi xD

    Oia, aq ketawa pas bagian Onew segera menuju
    kursi yang dimaksud dan menghempaskan tulang
    duduknya, aq ngbayangin bokong onew waktu itu cuma tulang belulang ga pake daging sm kulit, asdfhkl

  3. Huaa,, gwe dtg disaat yang tidak tepat,, yg ngejemput gwe itu minho ya?? Ceritanya keren, tp mnrutku deskripsi suasananya agak kurang,,
    hwaitiiing ya author

  4. Kok gak ada kiss nya ya . Plaaaakk *yadong
    suka deh yang awalnya pada berantem berkhir jatuh cinta…

    Gweboon nya hobi nangis bgt ya,, jinkinya jadi nyosor ke mata(?)…

    Kata-katanya bagus..
    Suka deh *colek mata(?), colek dagu

  5. kenapa disini kayanya gweboon cengeng banget atau cuma perasaanku saja……aku suka bagian ketika onew mau bunuh diri buat ngebuktiin kalau perkataannya tak pernah main main

  6. super duper cengeng ni gwebon gak cocok sama mukanya yang amat sangat centil..ada di beberapa bangian yang sebenarnya maksa banget contoh yang pas dbentak jinki masak langsung nagis gwebonnya heungheung

  7. pertama ane agak bingung dan penasaran
    sbnr.a yg menjemput gwe itu siapa?
    Apakah minho atau?

    Trus yg kedua gwe itu sblum.a suka yah ama minho jd dia nangis pas tau taeminnie uda pacaran ama minho.

    Yg ketiga hmm alur cerita.a uda bagus cara penyampaiannya juga uda ok
    cuma ada dibeberapa bagian yg penyampaiannya kurang jelas sehingga membuat beberapa readers bingung
    yah seperti yg ane bilang td
    yg nge jemput gwe itu kurang jelas siapa org.a?

    Disini gwe juga demen banget nangis tp syukur deh ada jinki yg setia menemaninya

    hah ane pengen jadi gwe biar bisa pacaran ama jinki

    hoho

    eh tumben amat ane komen panjang

    wokeh cukup sampe disini aja komen ane

    kedepannya lebih di tingkatkan lg yah

    hwaiting🙂

  8. perasaan dari awal sampai akhir sigwe nangis mulu..gak capek ape ya#plak

    aku sebenrnx suka cerita yang jinboon berantem mulu,tapi entah kenapa kurang dapat feelnx thor..ceritanya udah bagus..mungkin alurnya keceptan atau mungkin akunya aja yg emnk gak ngerti fanfic..tapi aku suka pas adegan onew godain gwe..aishhh sigwe kayakq pemalu hehehe

    semoga menang thor

  9. Aigooooooooo
    awalNya aja pada musuh’an
    eh…..
    Lama2 cinta juga akhirNya!!
    Tapi kepribadi’an JinKi di sini beda banget dari yang biasa2nya(?)
    bener tuch
    cinta itu hanya sebuah kata
    namun dapat mempengaruhi kehidupan seseorang!!
    Jangan pernah mengabai’kanNya jika kau tag mau terluka!!
    #ngomong apa dagh saya nech
    mwhahahaahahhaha
    nice story
    keep writing ne!!

  10. kyaaaaaaaaaaaa…….cerita nya menarik dari awal sampe akhir crita nya good
    konflik nya juga bagus…tulisan nya rapi,perkataan nya bagus
    tpi kecepetan jadi feel nya kurang tpi ff nya tetep menarik kok
    ff ini menarik-ulurkan hati ku (?)

    good luck deh…

    ehhhhh satu lagi…yang jemput gwe sapa??

    jjong atau minho atau dongwoon??

    tpi gpp dah yang penting jinboon bersatu

    Jinboon is the best!!

  11. knp g da adegan cipok nyaa sih author? kn seruu tuh..
    wktu mreka brantem tyuz cipokan deh.. *ngayal *yadongakut

    ne babeh yg bego apa gmn.. msa’ g tauu gwe mrah coz apa..

    si gwe jg meweek mulu krjaanny..

  12. Jinboon love’s way…. So sweeeet.. Dari benci jadi cinta… >.< Like this…^^
    Agak bingung pas bagian 2min muncul..
    Itu oppanya minho? Makanya gwe nangis di atap??

  13. kekekeke^^ kebanyakan dialog nya ne..

    err… onew lagian segala pake acara bls dendam.. tau.a bakalan jadi senjta sendiri kan….

    ah.. kok kurang greeget yah..

    tapi.. bhasa nya ringan dan enak di baca..

  14. Hai Author-nim!!! /lambai-lambai/
    huwoh :3 aku suka banget sama gaya penulisan Author yang ringan dan enak dibaca.
    Cuma soal tata penulisan… Author nulis gini:
    -“Cih, dasar namja urakan”
    harusnya ada tanda baca setelah kata terakhir dalam dialog^^
    juga di akhir paragraf kadang nggak ada tanda baca penutupnya.
    Aku juga nemu kata yang janggal:
    -menghempaskan tulang duduknya dengan santai(harusnya sebut aja ‘pantat’)
    dan cuma ada satu typo loh Thorrr.:
    -perduli(harusnya peduli)
    nah, kerennya Author adalah kayaknya Author punya passion pas nulis ini ff jadinya pesan yang mau disampaikan Author dapat ditangkap pembaca.
    Pesan yang aku tangkap sih. Jatuh cinta bisa sama siapa aja, jangan terlalu benci sama seseorang, nanti bisa jadi cinta.
    Temanya masih soal remaja dan cinta-cintaan lah yaa :3
    nyaman banget bacanya. Juga soal diksi, EyD dan tata bahasa memang kedepannya mesti diperbaikin, oke Thor? Love yaaaa~~
    penokohan bagus, konfliknya aku kurang dapet, penyelesaian konflik juga belum dapet, tapi Author tetap keren karena mampu bikin aku senyam-senyum ngbayangin ceritanya. Lanjut ya Thor!!

  15. Kyaaaaaa…
    Jinboon di mana2 selalu manis!!

    Trully, madly, deeply fall in love with this couple!

    Jinboon My OTP!!!

  16. huwaaaaaaaaaa lucu bnget kisah cnta jinboon nyaa,, marahan padahal mereka saling sukaa *cubit pipi jinki
    Tapi knapa ya gwe perasaan nangis mulu? Hahaha
    Untung aja ga ketabrak ituuuu…Jinboon yeongwonhi

  17. gwe nangis mulu dri awal ampe akhir kalo di bikin ftv pasti mata gwe udh bengkak2,,, aer mata gwe ampe tumfeh tumfeh gitu,,, author.a tega nih (?)

    Aq suka adegan yg d kelas pas gweboon piket itu tuh,,,, kirain onew mau ngapa2in gwe ternyata nggak,,, d sana onew kliatan ky smcem tempramen gthuuu

    Tapi pas lanjut baca ternyata onew so sweet banget,,,,

    Pas bagian nangis2 peluk2an yg onew minjemin bahu buat gwe asal tauw aja gw ikutan deg degan tauw thor,,, pinter banget nih author.a gw serasa melayang baca ff nya :*

    Kece kece ampe tumfeh tumfeh #PELUKAUTHOR

  18. idena baguus .. tengkar2 dlu tyus abs gt jd suka.. mn dperkuat dg bls dendam onew k gwe.. tp q rasa alurna kceptn.. tp mngkn krna 1S yah..
    keep writing yah author ssi.. ganbatte fighting!! ^^

  19. ceritanya simple sebenarnya, tapi kurang kuat ceritanya, gak dapat feelnya d hati pemirsa spt sy yg haus sastra seutuhnya…mian. Keep writing!^^

  20. aku sukaa sama topiknya..
    school life..
    seru.. asik…
    apalagi pas jinki ikutin gwe ke atap.. dipeluk… eeeohhh… co cwiiiit bgt thor..
    maw dihembusin angin badai juga mereka asik pelukan di rooftop… =3=
    mana sii jinki noel” pipi gwe terus lagi… oooohhhh~~~~~ author bisa aja bikinin skinship mereka cieeeee~~~~ cieeee~~~ #toel pipi author

    tapi masih penasaran sama oppa yg dipanggil gwi.. nuguya?
    minhoo or jjong?
    gwe~~~ mwoya…? knpa nangis wktu taw tae pacaran ama Minho?
    do you like him? omo O.o #teriak bareng jjong pake microfon

    klimaks ceritanya dapet bgt.. dan aq gk nyangka segitu penasarannya si jinki ampe nekat maw sok-sokan nabrak truk -____- #seret jinki #jgn gila dong onew oppa -_-a

    tapi menurutku endingnya agak terburu2 thor…
    rasanya lebih ngefeel kalo di percakapannya jinki nyatain cinta itu, sedikit diberi pendeskripsian apa yg gwe rasain di dlm hatinya.. n apa yg dya pikirin wktu onew nyatakan cinta…

    yeeyeyeyeyye.. tapi NICE.. ^^
    keep writing…
    point plusnya alur waktunya simpel mudah dimengerti dan tulisannya rapi ^^ #poppo author

    • Makasih😀
      Itu minho dan memang gwe sempet suka sama minho
      Mungkin ke depannya bakal lbh aq perhatiin🙂

  21. Haha gwe cengeng banget mewek terus,huhuu
    Eh itu gwe nya suka sama minho yah? Yampun kasian gwe nya *pukpuk*
    Untung aja ada jinki, jadi bisa diobatin skit hatiny.. Huhu
    Ceritanya simpel, tapi aku suka,.
    Mangat authoor~

  22. cerita cinta segitiganya gwe menong jinki emng ngga bakalan basi. miapah deh *hhaha
    trus brkarya yya thor🙂

  23. Karakter gweboon ga jauh dari yang namanya keras kepala, arogan, cerewet, manja…

    Bla bla bla bla..*bugh..!ditendangonew

    ff nya bagus chingu..
    Tapi mian, alurnya agak sedikit kecepatan..
    Tapi jempol 4 buat authornya..😀

  24. ceritanya bagus.. Suka sama karakter onyu yang kayak ini, sampe bela2in pengen ketabrak gara2 pengen tau alesan dijauhin gwe.. Oea? Gwe pertama ketemu sama onew bukan d sekolah ya? Terus itu yang jemput gwe? Minho ya? Minho emang siapanya gwe? *-_-maaf* kayaknya endingnya kecepetan dh,.
    .
    Tapi ini udah cukup seru..
    Mau balas dendam malah jadi cinta..\(´▽`)/

  25. nyahahaha,,, onew jilat ludah sendiri..
    tp seru kok, cuma rada aneh aja pas bagian onew mau bunuh diri

  26. Karakter Onewnya beda sekali disiniii biasanya baik penyayang sabar, eh sekarang tiba tiba kotor jas sampe bales dendam haha

  27. ckck onew juga sihhh,,sapa suruh mau balas dendam ngaku ke jjong juga gitu, kalau ujung” nya jatuh cinta kaya gini kan repot,,

    gwe jdi sakit hati,,,habis di buat patah hati sama hubungan 2min trus dengar omongan onew kaya gitu lagi,,kasiian amat gwe..

    untung lah akhirnya akhirnya mereka bisa bersama🙂

  28. Ini bukan tulisan Gey, ya?
    Oh, bener… Pantes aja, selama baca ini aku memang
    ngerasa banget gak nemuin gaya Gey di cerita ini
    tapi nice, ^^

  29. gwe suka sama minhoo?? krn itu dia nangis waktu denger taeyoon jadian sama minho?? hmmmmmm *angguk2
    itu kok perasaan tiap kali ketemu selalu tabrakan? hahahah emang jodoh mh gak kemana, jinki jinki awalnya mau jatuh cinta eh kepincut jg sama gwe..
    hhahaa demi apa baru jg jinki pindah sekolah udah ada yg nembak,keeke pesona lee jinki bertebaran…

  30. imi ceritanya simple namget sumpah..
    tapi aku suka endingnyaaaaa romantis bgt:”””))

    btw…onew kok gak cocok ya diperanin jadi namja rada bad boy gitu hahahaha

  31. benci jd cinta😀
    awalny pengeb bales dendam cuman gara gara masalah numpahin minuman doang.
    tp akhirnya si onew nyerah juga ama pesonanya gweboon..
    oh itu abis si taeyon bilang kalo dia baru aja pacaran ama minho kenapa si gweboon langsung lari?
    apa dia itu awalnya suka ama minho eh minhonya malah pacaran ama taeyon.
    untung aja ada onew yg bisa bikin gweboon seneng lagi.
    onew juga salah kenapa pake ada acara bilang pengen bales dendam ke jonghyun. si gweboon jd ngejauhin dia kan.
    tapi endingnya mereka jadian trus udh nyelesain masalahnya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s