BSFC – HONESTY B

Honesty(FF project)

Tittle                : Honesty

Main Cast        :

  • Kim Gweboon
  • Lee Jinki

Genre             : Romance

Rating             : PG, Fluffy

Leght               : OneShot

Well~ sepatah, dua patah, tiga patah, empat patah, lima patah ehh.. kok jadi pada patah ya =.=a pertama-tama, perdua-dua, pertiga-tiga aisshh… udah ahh ==”

Saya ucapkan terimakasih pada non Gegey yang udah ngasih author abal-abal ini sebuah kesempatan buat ikut lomba ep-ep kaya gini😀 Kkk~

Udah gitu aja  ._.

Saya ga bakalan banyak basa basi dulu kok, langsung to the point aja xD Kkk~

Miannn!!!! Jika miss Typo bertebaran dimana-mana TT.TT

 

Happy Reading ^^ and leave any comment for me :3

 

~

 

Lee Jinki.

Hah! Yang benar saja? Ayahnya, tuan Lee. Telah merekrutku untuk menjadi sekertaris pribadinya. Oh sh*t!!!!!

 

Jika saja bukan karna pekerjaan itu sangat susah untuk dicari di kota ini, mungkin sebaiknya aku melamar ke perusahaan lain saja. Aku sama sekali tak mau menjadi bawahannya seperti ini.

 

Jika saja uang itu sangat mudah untuk ditemukan, mungkin aku akan membuat perusahaanku sendiri tanpa harus menjadi bawahan namja menyebalkan ini.

 

“yak!!! Bisakah kau bekerja dengan baik?!”

Bahkan dia memperlakukanku seperti layaknya seorang maid, kau benar-benar membenciku Jinki? Kau benar-benar ingin membalas dendam padaku

 

“jika pekerjaanku tak memuaskanmu, kerjakan saja sendiri!! Aku disini hanyalah sekertaris pribadimu, bukan maid  yang bisa melayanimu”

Kulemparkan sepatu yang seharusnya aku semir, menatapnya sekilas dan beranjak keluar dari kantornya

 

“yak!!! Mau pergi kemana kau?! Yak!!! Kembali!!!”

Aku tak menghiraukan Jinki yang terus-menerus memanggilku, aku hanya ingin mengistirahatkan diriku dari pekerjaan yang mungkin saja akan membuatku gila dalam kurun waktu yang sangat dekat

 

Huft…

Disinilah aku sekarang, diatas atap gedung Lee’s Company. Aku menyukai tempat ini karna suasananya yang hening dan menyejukkan. Dari sini juga aku dapat melihat pemandangan kota Seoul yang sangat indah, aku tak perlu pergi ke Namsan Tower untuk menikmati pemandangan kota Seoul dari atas sepeti ini, Kekeke~

 

Biip~

Eoh?

 

‘yak! Kim Gweboon!! dimana kau?!’

 

Ck. Namja ini… tak bisakah dia membiarkanku seperti ini dulu sejenak?

 

Biip~ Biip~

 

Aisshhh… apakah aku harus melemparkan handphoneku kebawah agar dia tak menggangguku lagi?

Biip!!

Kumatikan saja handphoneku agar si pemarah itu tak mengganggu istirahatku lagi…

 

Jinki… wae? Kenapa kau tak mau memaafkan perbuatanku yang mungkin telah menyakiti hatimu? Jinki… aku tahu, aku memang berlebihan, aku memang keterlaluan dan… kau tahu? Jinki….. aku begitu menyesal.

 

 

*Flashback On

 

“Gweboon, jadikan saja dia sebagai pembantumu… hahaha”

 

“bahkan dia tak pantas menjadi kekasihmu”

 

Mereka semua melempari Jinki dengan tepung serta menyiraminya dengan air. Jinki hanya terdiam menatapku tajam, dapat kulihat matanya yang memerah dibalik kacamata tebal yang bertengger pada wajahnya.

 

“yak!! Dubu!! Cepat pergi sana!!! Berani sekali kau mendekati Gweboon, dia milikku!!”

 

BUGH!!!

 

Jonghyun, kembali memukul pipi Jinki hingga darah keluar dari mulutnya.

 

“kau hanya memanfaatkanku? Eoh?”

Jinki yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka suaranya, dia hanya menatapku tajam, tak mempedulikan teman-teman Jonghyun yang berada disekelilingnya. Aku enggan menjawab pertanyaannya, bahkan aku pun enggan melihat wajahnya. Dia sudah mengetahuinya bukan? Kenapa dia terus menanyakan hal ini?

 

“ya.. kenapa? Aku hanya mau menjadi yeojachingumu karna aku menginginkan kepintaranmu saja hingga aku lulus dari sini, sayangnya kau terlalu polos sehingga kau masuk kedalam jebakanku..” jawabku santai, bersender di bahu Jonghyun yang membelai rambutku lembut

 

“yak!!!! Wae??!! Apa salahku?! Mengapa kau memperlakukanku seperti itu? Eoh?! Dengar Gweboonie, aku sangat mencintaimu..”

Teriak Jinki yang kini mulai memberontak untuk melepaskan dirinya dan mencoba meraihku

 

“yak!!! Beraninya kau!!!”

 

BUGHH!!! BUGHH!!! BUGHH!!!

 

Jinki tersungkur lemas ketika beberapa pukulan menghantam kepala beserta perutnya, membuat darah semakin deras keluar dari mulutnya.

 

“Sudah!! CUKUP!!! Tinggalkan saja dia disini, aku tak mau jika kau sampai membunuhnya”

Aku menjauhkan Jonghyun yang hendak mendaratkan beberapa tinjuan lagi pada tubuh Jinki yang memang sudah tak berdaya

 

“k..kim…gwe..boon… ak..aku… akan membalasmu… suatu saat nanti… uhukk… kau… kau… akan… tunduk… kepadaku…..”

Ujar Jinki terbata yang terlihat menahan sakitnya

 

Cuihh!!!

Jonghyun meludahi Jinki dan menarikku untuk segera meninggalkan tempat ini

 

*Flashback Off

 

Hahh… aku jahat sekali padanya….

Dan kau lihat Gweboonie? Dia telah banyak berubah sekarang…

 

Sifatnya yang lembut dan baik kini berubah menjadi dingin dan angkuh. Dimanakah kacamata tebal yang selalu bertengger diwajahnya? Rambut culunnya? Dan… buku kecil yang selalu dibawanya kemana-mana. Tetapi, kini dia telah berubah menjadi namja yang menjadi tipe ideal para yeoja. Rambut stylishnya, penampilannya yang terkesan fashionable dan wajahnya yang eerr… kuakui dia sangat tampan.

 

“yak!!! Gweboon!!!! Dimana kau??!!”

 

Aku dapat mendengar teriakan Jinki dari bawah sana yang membuyarkan lamunanku

 

“Yak!!!! Kim Gweboon!!! Apa yang kau lakukan diatas sana?!!”

 

Omo!!! Dia berhasil menemukanku?! Eottokhae?! Eottokhae??! Kemana aku harus lari??!!!

 

“Yak!!! Yak!! Andwae!!!!”

 

Eoh?! Cepat sekali dia datang kesini

 

“Yak!!! Lepaskan aku!!!”

Jinki mencengkram tanganku kuat dan memelukku dari belakang

 

“Andwae!!!! Apa kau sudah gila?!”

 

“Ne! Aku sudah gila karna semua perlakuanmu padaku, wae??!! Yak!!! Lepaskan aku!!!”

 

“yak!!! Tetapi jangan mengakhiri hidupmu seperti ini!!!”

 

Mwo? Apa maksudnya?

 

“Chakkaman!! Mwo?!”

 

“kau akan bunuh diri bukan?”

Jinki menunjuk tanganku yang bertengger diatas pagar pembatas dengan dagunya. Refleks aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaannya

 

“mwoya? Yak… lalu, apa yang kau lakukan disini?”

 

“hanya menenangkan pikiranku.. dan sekedar beristirahat”

 

Jinki hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Eoh? Kenapa tiba-tiba rasanya aku merasa sesak nafas? Hey! bukankah Jinki tengah memelukku dari belakang?

 

“Yak!!! Jinki lepaskan!!!”

 

“Shiero…”

Jinki semakin mempererat pelukannya, aku dapat mendengar hembusan nafasnya yang seakan mencium aroma rambutku. Aku segera melepaskan pelukannya, namun tiba-tiba sesuatu menyandung kakiku

 

Brughhh!!! Kyaaaa~

 

Aku terjatuh diikuti Jinki yang kini menindih badanku.

Omo!! Wajah kami dekat sekali…. wajahku dapat dengan jelas merasakan hembusan nafas hangatnya, aku tak pernah sedekat ini dengan Jinki sebelumnya

 

“Jinki… aku tak bisa bernafas..”

kedua tangannya menopang tubuhnya agar tak terlalu menghimpitku, kedua mata sabitnya menatapku lekat

 

“Jinki apa yang kau lakukan?”

Dia membelai lembut pipiku dan menyibakkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajahku

 

“yeppo…”

Jinki mengeluarkan seringaiannya dan mulai mendekatkan wajahnya

 

“Jinki apa yang…”

 

“Shhsshh….”

Dia meletakkan telunjuknya diatas bibirku dan beberapa saat kemudian menempelkan bibir tebalnya, mengecupnya perlahan dan kemudian mulai menghisap serta melumatnya dengan lembut.

 

Seakan terbawa arus ciumannya, aku hanya mampu menutup mataku dan mulai mengalungkan kedua tanganku dilehernya. Menekan lehernya agar dia semakin memperdalam ciumannya.

 

Aku sedikit membuka mulutku, memberikan akses pada Jinki untuk menyapu seluruh rongga mulutku. Hening. Tak ada suara lain lagi selain kecapan ciuman yang tercipta dari mulut kami.

Ciuman ini, terasa manis, lembut… dan kuakui aku sangat menikmatinya. Tetapi disaat aku mulai terbuai oleh ciumannya, ia pun melepaskan bibirnya, membuatku mendesah kecewa.

 

“Cepat kembali bekerja..”

 

~

 

Aisshh… mengapa aku menjadi merasa sangat canggung ketika bertemu Jinki? Mengapa dia masih berada di ruang kerjaku? Aku tak bisa memfokuskan diriku pada pekerjaanku jika ekor mataku selalu berusaha untuk melirik kearah Jinki.

 

Akhir-akhir ini… Jinki bersikap sedikit aneh padaku. Dia jarang membentakku lagi, selalu mengajakku untuk pulang bersamanya, makan siang bersama dan banyak hal lagi. Apa yang terjadi padanya? Molla~

 

Aku selalu teringat ciuman yang kami lakukan beberapa hari yang lalu, ciuman lembut yang membuatku tak bisa tidur nyenyak seperti biasanya.

 

“apakah kau sudah menyelsaikan laporanmu?”

Tanya Jinki yang kini menghampiriku. Omona… kumohon Jinki jangan mendekat! Kau membuat jantungku berpacu sangat cepat.

 

“ten..tentu saja….”

Jawabku terbata. Aisshh… aku tak mau melihat wajahnya karna kuyakin wajahku sudah memerah sekarang

 

“ada apa denganmu? Apa kau sakit?”

Tanya Jinki yang kini menempelkan punggung tangannya diatas keningku.

 

“aa…aku…aku hanya… ingin pergi ke…toilet! ya… toliet!!…. permisi…”

Aku bergegas untuk keluar dari ruang kerjaku dan beranjak menuju toilet.

 

Brukhh!!

Aku menabrak bahu seseorang

 

“eoh… jeosonghamnida… jeosonghamnida…”

Aku membungkuk beberapa derajat dihadapan yeoja yang tampak sedang mencari seseorang

 

“ne, gwenchana… apakah kau tahu dimana Jinki?”

 

“Jinki? Eoh… maksudku… Presdir Jinki?”

 

“Ne.. dimana?”

 

“jeosonghamnida, jika saya boleh mengetahui, anda siapa?”

Tanyaku yang terus terang sedikit tak menyukai yeoja dihadapanku yang sedikit bersikap angkuh ini

 

“aku?”

Yeoja itu terkekeh sesaat

“aku… yeojachingunya..”

 

“ne?”

Aku membulatkan kedua mataku ketika mendengarnya, aku tak salah mendengarnya bukan? Mengapa tiba-tiba hatiku sakit sekali? Aisshhh… Gweboon apa yang sedang terjadi padamu?!

 

“aku yeojachingunya… jadi… bisakah kau menunjukan dimana dia sekarang?”

 

“diruangan sebelah sana..”

Aku menunjuk ruanganku dengan tanganku yang sedikit bergetar

 

“Ok, kamsahamnida..”

 

Mengapa tubuhku terasa lemas? Aku tidak sedang menyukai Jinki kan? Ahni!!! Andwae!!!

Tapi… mengapa rasanya hatiku sakit sekali?

 

~

 

“yak!! Apa yang terjadi padamu?! Mengapa kau diam saja?”

Teriak Jinki yang terus mengguncang bahuku

 

“turunkan aku disini!!!”

 

“mwo?! Tapi..”

 

“kubilang turunkan aku disini!!!”

Teriakku yang kini menoleh ke arah Jinki, menatap kedua mata sabitnya tajam

 

“mwoya? Wae?”

 

“turunkan aku, atau aku akan loncat dari mobil ini??!”

 

“arraseo”

Jinki pun menghentikan mobilnya. Beberapa saat kemudian aku pun bergegas keluar dari mobilnya

 

“yak!!! Kau mau kemana?”

 

Aku tak menghiraukan teriakannya…

 

“aku membencimu!!!!”

 

“yak!!! Gweboon!!!”

Teriak Jinki yang sepertinya mencoba untuk mengejarku. Aku pun berlari secepat yang aku bisa untuk menjauhinya.

 

Hoshhh… Hoshh.. lelah sekali… apakah dia sudah tak mengejarku lagi?

Ck. Phabo!!! Apa yang aku lakukan?! Aku merasa marah pada Jinki hanya karna… dia telah memiliki… yeojachingu?

Aishhh… sebenarnya apa yang kau pikirkan Gweboon?! Apa kau cemburu?! Apa kau menyukai Jinki?! Andwae!!! Dan jangan sampai!!!!

 

Husshh… dingin sekali udara disini, omonaa… ini bahkan sudah hampir tengah malam. Apakah tak ada taksi yang akan melintas dan sekedar mengantarkanku pulang?

 

Srett…

Seseorang menarik tanganku kasar

 

“annyeong Gweboonie, lama tak bertemu?”

Namja ini…

Ck. Untuk apa namja itu berada disini? Keadaannya kacau sekali. Bahkan, aku dapat mencium bau soju yang menyengat dari mulutnya

 

“Jonghyun… apa yang kau lakukan disini?”

Aku menepis tangannya kasar, kutatap matanya dengan tatapan yang dingin

 

“aku? Aku hanya merindukanmu sayang…”

Jonghyun mendekatiku dan  mencoba untuk mencium leherku

 

“yak!!! Apa kau mabuk?! Lepaskan aku, baj*ngan!!!!”

Aku mendorong tubuhnya sekuat tenaga

 

“mwoya? Apakah kau tak menyayangiku lagi?”

 

Cihh… menyayanginya?! Aku membencinya!!

3 tahun yang lalu… aku menemukannya tengah bermesraan dan bahkan berselingkuh dengan yeoja lain. Dia hanya memanfaatkan kekayaan hartaku dan mengurasnya habis! Hanya untuk bersenang-senang dan berfoya dengan para yeoja murahan tersebut. Dia yang membuatku harus berkeliling melamar pekerjaan ke setiap perusahaan hanya sekedar  untuk menghidupi kebutuhanku sendiri.

 

Awalnya, aku merasa putus asa ketika tak ada satupun perusahaan yang mau menerimaku untuk bekerja. Aku merasa aku tak mempunyai harapan lagi. Namun tuan Lee pun dengan berbaik hati menerimaku untuk bekerja sebagai sekertaris pribadi anaknya yang tak lain adalah Jinki.

 

Inilah sebabnya mengapa aku sungguh menyesal, mengapa aku memperlakukan Jinki seperti itu dulu, aku menyesal, aku menyesal!!!! Dan aku sadar semua ini salahku

 

“aku membencimu!!”

Aku kembali menepis tangannya yang mencoba untuk menyentuhku

 

“ayolah gweboonie…”

Jonghyun menarik kedua lenganku untuk memeluknya. Meraba punggungku dan mulai menciumi leherku. Omo! Apakah dia akan memperkosaku? Andwae!!!

 

“yak!!! Hentikan!!!”

Aku mencoba memebrontaknya, tetapi cengkraman tangannya terlalu kuat untuk kulepaskan

 

“yak!!”

Jonghyun kembali menarikku kedalam pelukannya, mendorong tubuhku hingga akhirnya punggungku terbentur menyentuh dinding

 

“yak!!! Jonghyun!!! Apa yang kau lakukan?!”

Aku kembali memberontak dan berusaha menjauhkan tubuh Jonghyun yang terus berusaha menciumi leherku

 

“Jonghyun hentikan!!! Kayaaa!!!! Tolong aku!!!!”

Teriakku sekuat tenaga dan masih berusaha melepaskan Jonghyun yang kini tengah menciumi leherku dengan ganas

 

BUGH!!!!

Aku terkejut mendapati Jinki yang tiba-tiba datang dan kemudian memberikan Jonghyun bogem mentah di mukanya. Aucchh… itu pasti sakit sekali

 

“Gweboon-ah gwenchanayo?”

Tanya Jinki yang menghampiriku dan memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku hanya mengangguk pelan, tiba-tiba tubuhku bergetar karna takut dengan keadaan seperti ini

 

“yak!!! Apa urusanmu?! Apa kau mengajakku berkelahi?!!”

Teriak Jonghyun yang bangkit dari rasa sakitnya

 

“kau pikir aku takut?”

Ujar Jinki yang beberapa saat kemudian terlibat perkelahian dengan Jonghyun.

 

Aku hanya dapat berteriak ketakutan, tak tahu apa yang harus kulakukan. Tubuhku merinding ketika melihat Jinki terus menerus memukuli Jonghyun dengan kepalan tangannya.

 

“kyaaa!!! Jinki!!!!”

Teriakku ketika melihat Jinki jatuh tersungkur karna pukulan Jonghyun

 

“kyaa!!!! Kumohon hentikan!!!”

Aku mencoba menghentikan Jonghyun yang hendak kembali memberikan pukulannya pada Jinki. Tetapi apa yang terjadi?

 

BUGH!!! BUGHH!!!! DUAGGGHHH!!!!!

 

Jonghyun memukul wajahku secara bertubi-tubi hingga kini aku yang jatuh tersungkur.

Sakit dan perih sekali… bahkan aku dapat merasakan sesuatu keluar dari hidung dan mulutku.

Omo!!! Darah!!!aisshh… Jinjja!!! Bukankah Jonghyun sangat keterlaluan?

 

“Gweboon!!!!”

Aku dapat mendengar teriakkan Jinki yang kemudian bangkit dan kembali melayangkan beberapa tinjuannya pada Jonghyun hingga namja itu pun jatuh tersungkur

 

“Cuihh… rasakan pembalasanku!!!!”

Ujar Jinki seraya meludahi Jonghyun yang kini lari terbirit-birit

 

“Gweboon-ah… gwenchanayo?”

Tanya Jinki yang kemudian menghampiriku. Dapat kulihat raut wajahnya yang khawatir

 

“ap…appo.. uhukk….”

Ujarku seraya terbatuk. Tetapi kenapa tiba-tiba kepalaku terasa pusing sekali?

 

“Gweboonie… bertahanlah…”

 

Semuanya terasa berputar dan beberapa saat kemudian semuanya berubah menjadi gelap

 

~

 

Aku membuka mataku yang terasa berat

Eoh?

Dimana aku? Rasanya ini bukan kamarku. Dinding yang berwarna hijau…. ku pikir dinding kamarku berwarna pink

 

“aucchhh… appo…”

 

“kau sudah bangun?”

Jinki? Apakah aku berada dikamarnya?

Aku hanya terdiam menatapnya yang menghampiriku dengan membawa semangkuk bubur

 

“makanlah…. aaaaa?”

Jinki menyuapiku dan terus merayuku agar melahap bubur itu, aku pun membuka mulutku dan melahap buburnya… mmm… mashita…

 

“mmm..jinm..mki…”

 

“jangan berbicara saat kau makan, arra? aaaaaa?”

Ujarnya yang kembali menyuapiku

 

“yak… aku bisa memakannya sendiri”

Aku merebut mangkuk berisi bubur yang berada ditangannya. Jinki hanya tersenyum menatapku hingga kedua mata sabitnya tenggelam oleh pipi chubbynya. Aigoo… bukankah itu terlihat sangat manis? Eoh? STOP it Gweboon, sepertinya pikiranmu sudah kacau

 

“Aku harus pergi bekerja…”

 

“kau bisa mengambil cuti., karna kupikir keadaanmu masih lemas”

 

“tapi…”

 

“sudah! Habiskan buburmu..”

Mencubit pipiku pelan dan kemudian berlalu.

Aku menyentuh pipiku perlahan, omona…. apakah benar?

 

Aku menyukainya?

 

Aku merasa tak nyaman bila harus terus berada dirumah Jinki, tak baik bukan jika seorang yeoja dan seorang namja tinggal dalam satu atap tanpa status mereka sebagai sepasang suami istri? maka… kuputuskan untuk pulang kerumahku saja

 

“bayar uang sewamu atau kau kuusir kau dari sini!!!!”

Teriak ahjumma menyebalkan itu

 

BRAAKHHH!!!

Menutup pintunya kasar seakan tak mengizinkanku masuk kecuali aku memancingnya dengan uang

 

Jinjja! Dimana aku harus tinggal sementara ahjumma itu tak mengizinkanku untuk tinggal lebih lama di rumah kontrakan itu karna aku belum membayar uang sewanya.

 

Huhh… bahkan Jinki belum menggajiku… darimana aku bisa mendapatkan uang?

 

“kau bisa tinggal di appartementku jika kau mau…”

 

Omo!! Jinki… mengapa ia selalu datang tiba-tiba?

 

“ahni… aku tak bisa hidup satu atap denganmu tanpa status yang jelas…”

 

“benarkah? Bagaimana jika kau menjadi yeojachinguku saja?”

 

“Mwo?!”

 

“kau mau?”

 

“ahni!!! meskipun status kita berpacaran… tetapi tetap saja..”

 

“baiklah, bagaimana jika aku membayar uang sewa rumahmu asalkan kau menjadi yeojachinguku?”

Ujar Jinki santai. Mwoya? Aku tak semudah itu! Tapi Gweboonie, ini keadaan yang darurat, eottokhae?

 

“bagaimana? Kau mau?”

 

“arraseo…”

Akhirnya aku pun hanya dapat mengangguk pasrah sementara Jinki tersenyum puas.

 

~

 

Ddok… Ddok… ddok..

 

“silahkan masuk..”

 

“annyeong! Gweboonie…”

Sapa Jinki yang kini menghampiriku dan mencium keningku lembut

 

“Ck.. apa yang kau lakukan disini? Bukankah kita sepakat untuk tidak bermesraan di ruang kerja?”

Protesku tak peduli dengan Jinki yang kini duduk disampingku

 

“igo…”

Jinki memberikanku sebuah bingkisan dan meletakannya dihadapanku

 

“apa ini?”

 

“buka saja..”

 

Aku pun bergegas membuka bingkisan tersebut, dan… sebuah Dress berwarna putih? Cantik sekali. Tetapi mengapa Jinki memberiku Dress ini?

 

“pakai itu nanti malam, aku akan mengajakmu ke pesta pernikahan temanku”

Jawab Jinki yang seakan menjawab pertanyaan yang baru saja akan kulontarkan

 

“wae?”

 

“sudahlah… pakai saja itu nanti malam, akan kujemput kau jam 08.00 KST”

Ujar Jinki seraya beranjak meninggalkan ruangan kerjaku

 

“omo… ne, arraseo”

Aku tersenyum memandangi dress putih tersebut.

 

~

 

Apakah aku sudah terlihat cantik? Ck. Mengapa aku sangat ingin terlihat sempurna dihadapan Jinki?

Eum… apakah Jinki akan menyukai aroma parfum yang kugunakan?

Aissshh… eottokhayo?

 

Aku terus memandang diriku yang terpampang pada cermin, sedikit tersenyum mendapati diriku yang memang sangat cantik, aku tahu itu. Kekeke

 

Biip~

Eoh? Jinki..

 

‘kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu diluar..’

 

Eoh? Jinjja?

Aku bergegas melirik kearah jendela dan dapat kupastikan bahaw apa yang Jinki katakan itu benar.

 

Eottokhae? Aku merasa belum siap, aku merasa canggung, aku guugup, kyaaaa!!! Hentikan itu Gweboon!!

Keep Calm!!

Dan sekarang, berjalanlah dengan anggun menuju keluar. Pastikan kau terlihat santai dan tetaplah jaga kecantikanmu.

 

“Jinki… apakah kau sudah lama menungguku?”

Tanyaku berhati-hati, memastikan suaraku terdengar selembut mungkin.

 

Dia sangat, ahni!! sangaaat terlihat tampan dengan tuxedo putih tersebut, rambutnya di stylish dengan sedemikian rupa hingga menambah ketampanannya. Ahni! Jinki memang tampan setiap saat

 

Jinki menoleh dan menatapku cukup lama. Menatap seluruh penampilanku dari ujung kepala hingga high heels putih yang kupakai, apakah aku terlihat aneh?

Aku merasa lega ketika akhirnya Jinki tersenyum dan mengulurkan tangannya, mempersilahkanku untuk menaikki mobilnya.

 

“gandeng tanganku..”

Bisik Jinki pelan sebelum kami memasuki ruangan pesta, aku hanya mengangguk menyepakati permintaan Jinki.

 

Perlahan aku pun menggandeng tangannya dan meremas tuxedonya ketika melihat kerumunan beberapa pasangan dengan pakaian berwarna putih.

 

Aku gugup…

 

“Jinki mengapa kita semua memakai baju putih?”

 

“ini white wedding party…”

Aku mengangguk-anggukan kepalaku tanda mengerti. Ahhh… aku tahu apa sebabnya Jinki memberikanku Dress berwarna putih, karna ini adalah White Wedding Party dimana semua orang harus memakai pakaian berwarna putih.

 

“Hey… chukkae…”

Jinki menyalami sang pengantin yang tampak sedang berjalan dan bergandeng tangan dengan pasangannya

 

“gomawo hyung, yak… kau tak akan memperkenalkan pasanganmu?”

Ujar si pengantin pria yang kini menunjukku

 

“tentu saja.. Gweboon ini Minho. Choi Minho dan istrinya Taeyeon… Lee Taeyeon”

Ujar Jinki seraya menunjuk pasangan yang tampak serasi tersebut

 

“annyeonghaseyo… Joneun Kim Gweboon imnida”

 

“apakah dia yeojachingumu itu hyung?”

Tanya Minho

 

“ahni..”

Jawab Jinki santai.

 

Mwoya?!!! Lalu dia anggap apa aku selama ini??! Aisshh… jinjja… Jinki kau tahu? Kau baru saja menyakiti perasaanku

 

“lalu…?”

Tanya Taeyeon yang mulai mengernyitkan keningnya

 

“dia tunanganku..”

Ujar Jinki yang membuatku membelalakkan kedua mata kucingku. Aku menoleh kearah Jinki yang seakan baik-baik saja dengan apa yang ia katakan.

 

Mwo? Aku tunangannya? Aisshhh… Jinki kau memang misterius…

 

“senang bertemu denganmu Gweboon-ssi..”

Ujar Taeyeon yang kini tersenyum ke arahku

 

“hyung… kapan kau akan menyusulku untuk menikah? Kupikir kalian sangat serasi.. hahaha”

Aku dapat mendengar Minho yang tengah berbisik ke arah Jinki dan dibalas senyuman oleh namja bermata sipit tersebut.

 

Aucchh… kenapa perutku tiba-tiba sakit sekali?

 

“Jinki…”

Bisikku pelan seraya menarik tangan Jinki

 

“wae?”

Jinki menoleh kearahku

 

Aku hanya terdiam dan meremas perutku yang semakin terasa sakit. Tanggal berapa ini?

 

“gwenchanayo?”

Jinki mulai menatapku khawatir

 

“Jinki… bisakah kau antarkan aku ke toilet?”

 

“arraseo”

Jinki pun segera berpamitan kepada Minho dan Taeyeon lalu bergegas membawaku ke toilet

 

Sudah kuduga…

Aku mendapat menstruasiku… eottokhae? Aku tak bisa terus begini jika keadaanku seperti ini

 

“Jinki…”

Aku menghampiri Jinki yang tengah menungguku didepan toilet

 

“wae? Kau sudah selesai? Kajja..”

Jinki kembali menarik tanganku namun dengan cepat aku pun menahan tangannya

 

“Jinki eottokhae…?”

 

“wae? Ada apa denganmu?”

 

“apa kau mau menolongku? Kumohon.. aku tahu ini sangat memalukan tapi…”

 

“mwo? Katakan saja..”

 

“aku.. mendapat menstruasiku dan maukah kau… membelikanku..”

 

“mwoya?! Tapi… tapi… aishhh… arraseo, tunggu disini”

Dapat kulihat raut wajah Jinki yang seakan pasrah saat menatap wajah memelasku. Jinki mianhae

 

Jinki pun berlalu dan beberapa saat kemudian ia pun kembali dengan sesuatu yang aku butuhkan saat ini

 

“Jinki gomawo… mianhae….”

Aku bergegas kembali ke toilet dan memakainya… Huffttt.. aku merasa sedikit lega sekarang, untung saja ini tak mengotori dress ku kekeke…

 

~

 

“Annyeong, gomawo Jinki…”

 

“hanya ucapan terimakasih?”

 

“wae? Apa yang kau inginkan?

 

“kisseu..?”

 

“mwoya? Kau akan mendapatkannya lain kali..”

 

Jinki hanya mengerucutkan bibirnya, terlihat sangat lucu hingga membuatku tak sampai hati menolak permintaannya

 

CHU~

Aku mencium pipinya sekilas

 

“yak… mengapa kau hanya mencium pipiku?!”

 

“itu cukup! Mehrong” aku menujulurkan lidahku dan bergegas lari kedalam rumah

 

“annyeonghi gyoseo Jinki…”

Aku menoleh sesaat sebelum menutup pintu rumahku..

 

“jaljayo chagiya!!!!!”

Dapat kudengar teriakan Jinki dari luar yang membuatku terkekeh

 

~

 

“yak!!! Apa yang kau lakukan??!!!”

Yeoja gila ini tiba-tiba memasuki ruang kerjaku dan membuat kekacauan

 

“Jangan dekati Jinki!!!!”

Bentaknya yang terus-menerus mengacak-acak ruang kerjaku

 

“yak… hentikan!!!”

 

“LUNA!!! Hentikan!!!!!”

bentak Jinki yang akhirnya datang disaat yang tepat

 

“aahhh… akhirnya kau datang…”

Ujar yeoja bernama Luna tersebut

 

“apa yang kau inginkan??!”

Teriak Jinki yang tampak kesal

 

“apa yang aku inginkan? Mengapa kau memutuskan hubungan kita Jinki?”

 

“aku hanya mencintai Gweboon, Luna… dan aku hanya menyukaimu.. tak lebih…”

Ujar Jinki yang kini menatapku

 

“mwo?! Kau memutuskanku hanya karna yeoja jalang seperti dia? Yang hanya bisa mengganggu hubungan orang lain…”

 

PLAKK!!!

Tanpa aba-aba aku pun menampar wajah Luna hingga yeoja itu pun terdiam

 

“jaga bicaramu Luna, aku tahu aku memang merebut Jinki darimu tapi aku bukanlah seperti yang kau katakan..”

Ujarku lirih, tak kuasa menahan air mata yang terus mendesak untuk keluar. Tubuhku bergetar dan kuputuskan untuk meninggalkan ruangan ini.

 

“yak!!! Gweboon!!!”

Aku tak mempedulikan teriakan Jinki yang terus memanggilku. Aku terus berlari, hingga pada akhirnya…

 

GREP~

Jinki memelukku dari belakang, tak mempedulikan lalu lalang orang lain yang melewati kami

 

“lepaskan…”

Ujarku dengan suara yang mulai bergetar

 

“Gweboon… dengarkan aku”

 

“shiero! Sebaiknya kau lanjutkan hubunganmu dengan Luna!!!”

 

“tapi aku tak mencintainya, sungguh!”

 

“aku membencimu…”

 

“aku tahu, kau membenciku. Gweboon dengar, mungkin kau selalu menyakitiku, dan membenciku sejak dulu. tetapi percayalah aku tetap mencintaimu. Apa yang kulakukan padamu ketika kau bekerja disini semata hanya aku ingin selalu bersamamu, mendengar omelanmu dan melihatmu setiap harinya. Sebesar apapun kau membenciku, aku tetap mencintaimu dan selalu menyayangimu…”

 

“Jinki….”

 

“mianhae… jika aku membuatmu seperti ini, tetapi bisakah kita memulainya semuanya dari awal?”

 

GREP

Aku memeluknya, menangis didalam pelukannya hingga dia terus membelai rambutku lembut dan memberiku kenyamanan

 

“Jinki mianhae… nado saranghaeyo..”

 

“sekarang mari kita lupakan semua yang sudah terjadi… dan ayo kita mulai semuanya dari awal”

Ujar Jinki yang kini menghapus air mataku, tersenyum dan  mencium keningku lembut

 

“arraseo.. yaksok?”

Aku mengulurkan jari kelingkingku

 

“yaksok!!”

Jinki pun menautkan jari kelingkingnya

 

“Ekhemm.. kita mulai dari sekarang ne?”

Aku hanya mengangguk menanggapinya. Beberapa saat kemudian ia pun berlutut dihadapanku seraya menggenggam tanganku erat

 

“ok, Kim Gweboon-ssi… will you marry me?”

 

_END_

 

Ending yang mengecewakan bukan? hahaha xD

Jangan salahkan Jonghyun atau Luna disini, salahkan saja author nista ini yang telah membuat mereka seperti itu… mianhaee Jjong, Luna…. saya memang jahat *sesepin amplop

 

RCL please :3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

46 responses to “BSFC – HONESTY B

  1. aaaaaaaaaaaa, ini manis thor. suka suka suka,,,,
    itu juga waktu gwe nyuruh jinki beli pembalut buat dia bikin ngakak. wkwkwkwkwk

    ceritanya ringan, aku suka
    fighting buat authornya ^^

  2. Sumpah.. demi apa ini….
    Aduh.. endingnya..
    WILL YOU MARRY ME????

    hiks.. hiks… Aq suka banget kalimat itu..
    Salut sama Jinki yang udah disakitin masih aja cinta sama Gwiboon.
    Udahlah.. kalian mulai lah semuanya dari awal dan ciptakan keluarga yang bahagia..
    hiks.. *ngelap ingus ke baju author*

  3. Apmjgadtjmgm ya allah ya allah ini ini manis banget,, fluffy abis,, *lompat indah*

    walaupn pas baca flashbacknya pengen ngeblender tuh om Jjong ma gweboon…

    Gak kebayang pas jinki beli roti jepang, ahaha *nahan tawa*

    Aku senang gweboon dpt karma,eh
    tp lbh sneng pas jinboon bersatu,
    keren thor, lbh bnyk narasi drpd dialog,feel dapet,pkoknya perfect… Chuahe

  4. aiiingggg~ sukaaaaaa~
    aq salut sama jinki yg uda disakitin sampe dipukulin gitu!
    cinta ny tetap brtahan k gwiboon huweee
    cerita ny jg bagus, nunjukin klw karma itu berlaku!
    gwiboon ngrasain smua apa yg pernah dirasain jinki, ya kan author, tulisan ny jg bgus, enak dbaca tnpa harus mengulang2 tiap kalimat, howaah, author fightiing!!!

  5. Igoe mwoya O,o
    kenapa cepet banget end,lagi asik baca thor:O
    kenapa kesannya terburu-buru ya,-
    ff end menggantung dan feel saya ikut menggantung-_-”

    Hyak!! Jonghyun hobbi banget sih lu nyiksa JinBoon,apa lagi lu mukul Gweboon berkali-kali.Itu namanya KDP alias Kekerasan Dalam Pacaran* LoL emang ada ya?Jonghyun pacarnya Gweboon?ah..udah thor jangan dengerin reader sinting ini*nunjuk diri**

    Oke dengan ini saya menyatakan “SELAMAT ANDA AUTHOR DAEBAK^^”
    semoga ff ini menang\(^-^)/ kalo menang bagi 2 ya thor hanboknya,aku sebelah kanan,authornya sebelah kiri ne XD*Plak reader sarap

  6. waduh bang jjong kasar ama ama gwe nya

    agak miris juga ama kehidupan jinki yg sblumnya

    tp senang jg karna jinki dapat memaafkan kesalahan gwe di masa lampau dan tentu saja tetap mencintai gwe

    hmm thor ini nanggung kmpa gk sampe jinki nikah ama gwe

    wokeh cukup sampe disini cuap” saya

    tetap semangat berkarya yah thor
    bye . . .

  7. Woahh… Demi cinta..Jinki ga dendam sama gwe.. Malah tetap mencintainya.. Sampai ngajak married..
    >.<
    Lol pas bagian jinki beli pembalut.. Bayangin jinki pontang panting cari itu di tengah pesta..^^
    Love this..
    Fighting author-nim..

  8. Cintanya jinki ke gweboon, ga bikin dy jd orang jahat..
    ga balas dendam k gweboon….*tp teteep ya k jong mah dendam

    Gweboon jd miskin gara2 duitnya dipake foya2 jong???
    Gimana si jong ngabisin duitnya ya ampe bikin si gwe miskin?…
    *garuk abs jong

    Semudah itu jinki dapetin gwe,
    terkesannya tuh,
    gara2 dy udah jd tampan..
    trus gara2 dy kaya..
    makanya gweboon mau sama jinki..
    #mian gwe

    sebenarnya sayah nungguin pembalasan dendam jinki,..
    lol

    tapi, adegan jinki beliin pembalut itu, manis..
    hahaha…

    #fighting buat autornya..

  9. What??gwe maenin jinki…berani- beraninya kau memparmainkan Suamiku eoh…??? #jambak rambut Gwe…

    tapi pada akhirnya Gwe jatuh juga kan kepelukan Jinki…makanya jangn suka mmpermainkan Jinki..jadi kena telahnyakan…#neni bersabda ahahahaha…

    heeeeetttttt…dah itu Luna kenapa pake gebrak” meja segala…jinki tuh gak suka ama kamu tahu…tempe..

    End akhirnya itu loh..Will You Marry me…KYAAAAAA???? I do..Jinki I do…sarap…kakakaka

    jangan patah semangat buat Authornya…Chayoo….

  10. Author-nim! Senang membaca ff-mu! Fluffy-romantis. Daebakkkkkkkk.
    Ada yang mau aku perbaikin, soal tata cara penulisan Author yang kayak gini:
    -“yak!!! Bisakah kau bekerja dengan baik?!”
    harusnya di awal dialog pakai huruf kapital.
    Dan juga:
    -“bahkan dia tak pantas menjadi kekasihmu”
    setelah akhir dialog harusnya ada tanda baca misalnya titik, koma, tanda tanya atau tanda seru.
    Kekek~ terlepas dari tata cara penulisan aku cuma nemu satu typo:
    -sekertaris(harusnya sekretaris).
    Daebakkk. Temanya biasa tapi tata cara penulisan Author berhasil membuatnya jadi luar biasa.
    Penokohan juga pas, temanya bikin senyam-senyum sendiri. Yang kurang cuma diksi sama EyD. Plus kurang panjang~ dan alurnya terlalu cepat~
    tapi aku paling suka pas adegan Jinki marahin Gweboon kekeke~ jarang banget tuh. Puas deh liatnya. Lanjut nulis ya Thor!! Aku padamu!!

  11. kecepetan crtanya, trus kayanya jinki lurus2 aja cinta trus ma gweboon ya… Kurang bumbu dikit nih crtanya…

  12. hahaha itu jinki dpet pmb dri mana coba?? Pasti minta punya taeyeon #plakk jinki so sweet ciyeee

    Ngebayangin jjong brutal ky gthoo kok gw ngakak yah thor (?)

    Tapi sumfeh ff ny kece banget ampe tumfeh tumfeh,,,
    Ending.a bagus kok *piting thorr

  13. Feelingku.. sang author ini mempunyai imajinasi yg byk.. tp hati2 ya thor.. cz ini cm 1 shoot… Ceritanya jgn byk2.. intinya aja tapi ngena di hati kekeke

    Aku baca ini kayak di kejar waktu hihihi.. Sukses bwt authornya… (^_^)b

  14. Daebak!!!!!!!
    aaahhh… kebayang banget besarnya itu cinta Jinki ke Gweboon :3
    Atuhorr!!!!!! Itu posternya bagus ^^b
    dan alurnya pun bagus, tapi satu hal! kecepetan😀 *mian
    Penulisannya rapih dan juga temanya menarik🙂
    Keep Writing thor!!! ^^

  15. sinetron mini seri dgn padat cerita tapi jd kejar2an, hm… sebuah cerita menurutku perlu feel yang bikin pembaca bergumam “waaaa”, atau merasa penasaran, atau berbunga-bunga atau rasa-rasa lainnya, tapi belum q temukan d cerita ini, mian… keep writing neee!Hwiting!!^^

  16. dr ff ne bkin kita sadar…
    Karma pasti akn berlakuu…
    Babeh dubu gue salut ma lu..
    lu sllu dhina, dsakiti tp tetep aja cintamu g luntur bwt gwe..

    ya ampun gwe bruntung bgt..
    envy gue >,<

  17. kyaaa bagus bagus… akhirnya mereka nikah jugaa uoouoooo *ikut bahagia* kkkkkk
    maniss bgt ceritanyaaaa…endingnyaaa sweet, will you marry me,naa??? yes, i will jinki-ssi xD

  18. uwaaaa,berasa nonton drama😀
    suka sama jalan ceritanya^^
    entah kenapa pas adegan flashback yg jinki dilempar tepung itu aku langsung kebayang adegan bbf *plakk

    kayaknya emang cuman luna ya yg paling pantes diselipin diantara jinki dan gweboon,ehehehe. feelnya dapet banget.

    keren ceritanya,author-nin hwaiting^^

  19. kasihan banget ma mas jong perasaan dstiap ff dy kbgian peran jd penjahat mulu..dy pntesnx jd pelatih ngegym?

    banyak adegan mesrahnx nie sijinboon kesengn bgt dh kduanx..kasihn tp g kbgian NC scene loe

    tapi aku suka critnx thor..simple tapi bikin darah tingi kbnykn adgn manisnx soalnx..

    author manis semoga menang ne

  20. Ahh jinki tulus banget ya ..
    Pdhal gwe udh jhat bgt gtu sma jinki nya ..
    Harga diri jinki nya udh di injek2 banget sma gwe ..
    Untunglah jinki nya ttep cinta sm gwe, tdinya kirain jinki cuma mau bales dendam doang sma gwe nya ..
    Wahhaha jinki pervy ya, lngsung main cium aja dsar bang ..
    Fiuhhh jinki pahlawan bgt, klo gda jinki, gwe udah abis kali tu ya sma si jjong nya gegey unnie, ahaha
    Jjong kalo mau jgn perkosa gwe, gegey unnie aja noh .. Ahhaha ♉(^▿^)♉
    Jinki ngebet banget kayanya sma gwe, bilang dimulai dri awal lagi tpi lngsung ngelamar aja, hahah

  21. nahh~~~ tuh kan ya begitulah akhirnya kalo gweboon dijadiin sekretaris pribadinya Jinki.. ^_^
    bakalan cinlok tuuhhh… cieeee

    jinki bener2 lembut di sini.. yah walopun awalnya suka bentak2….
    tapi makin dibaca, makin kesini, jinki makin lembut ~v~
    kepengeeenn.. kepengeeeeen.. kepengeeen… punya namjachingu kayak Jinki…. ^^

    cuma, saya agak ganggu sama banyaknya kata “YAKK!!!” di dialog FF di atas..
    bukannya gimana, author.. kata “YAK!!!” artinya agak kasar.. jadi kurang sopan kalo Gwe blg “YAKK” ke jinki… ^_^

    dan satu lagi…
    ada bbrpa part yg sepertinya perlu diberi pendeskripsian situasi… ini untuk detail cerita, supaya para reader mudah utk imajinasiin situasi yg terjadi ^^.
    contohnya:
    ~setting di atap gedung kantor Jinki~
    “Yak!!! Yak!! Andwae!!!!” >> diberi penjelasan tmbhn>> Jinki berteriak sambil terus berlari semakin mendekat ke arahku.
    dan kemudian…
    GREP
    Tiba-tiba Jinki mencengkram tanganku dan bahkan memelukku dari belakang. >>nah setelah itu barulah masuk dialognya gwe>>

    //yah begitulah kira2.. author…//

    tapi walaupun begitu, justru adegan di atap itu yg jadi favoritku ^^
    Jinki perhatian bgt… gentle bgt sama Gwe ^_^
    dan perlakuannya itu bikin aku ikutan berbunga-bunga waktu Jinki kiss Gwe….
    heeeummmm……. manis bgt..
    aq betah baca sampe akhir cerita.. krna aku penasaran! that’s it!!! penasaran gimana kelanjutan hubungannya gwe ^^
    chukae~~~~ author berhasil bikin readermu ini gak bosen baca dari awal ampe akhir… yeyeyeyeyeyyeyeyeyye \(^_^)/

    ehh.. itu beneran Jinki beliin gweboon pembalut? keekekekekekekekeke😄
    gk kebayang cowok ganteng, berjas, dan bahkan jadi Presdir di perusahaan Lee beli pembalut😄😄😄 #antara lucu n miris… ^^

    dialog favoritku waktu Jinki ngenalin Gweboon ke Minho n taeyon…
    Jinki blg Gwe bukan yeojachingunya.. tapi TUNANGAN!!!
    demi apaaaaahhh.. kata-katanya bikin melayang… ~(^_^)~
    sukaaa. author.. sukaaa ^^
    yihaaa :*😉😉😀

  22. ceritanya bagus tapi agak kecepetan alurnyaaaa
    jinki so much cool pas nyelamatin gweboon dari jonghyun…
    aaaaa mau sequelllll huhu

  23. I do i do i do jinki…
    Maaaauuuu banget di nikahin sama kamu..*dilemparkeykegurynpasir.

    Ceritanya simple v ngenaaa bgt, sweet tambah gula sama madu..

    Eerrrgg…

    Hanya saja, kenapa saya harus bertemu dengan luna lagi?:/

    daebak ff nya thor..! ^^b

  24. endingnya kecepetan nih, masih mau yang so sweet lagi soalnya,. Kekeke^^
    jinki dirimu hebat, walau udah di sakitin tapi tetep cinta sama gwe,. Semoga kalian langgeng ya\(´▽`)/

  25. wuah…gwe parah nih…!

    Masa’ jinki disuruh beli pembalut sech…! Tega amat…

    Joa, th0r…!!
    Suka bnget ma ff mu..

  26. yak yak yak dan yak aiiiiiih dubu bisakah lebih lembut dikit ma gwe kenapa terus2an yuyayayak mulu aigooooooo tapi aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..hhahaah

    gwe kena karma yah hhehehehe

    jinki hebbatttt cuma cinta ma gwe,,, aku jg mau dicintai jinki huweeeeeeee ,,, gwe kasih jinki ma aku yaaah# ngrayu gwe sambil kedip kedip mata

    itu jinki beli pembalut eoh?? hahha seorang presdir beli pembalut apa kata duniaaaaaa???heheehh ini keren!!

  27. ehmmm pas awal2 wah seru nih ehh pas pertengahan ampe akhir:/ flat hhee abis ceritanya hampir sama ama ff yg uda ada cuma beda lokasi dll. dan ya ampun salahkan jjong yg punya muka bengal haha parah jjong dijadiin orang yg hampir perkosa gwe xD
    bagus kok ff nya.

  28. yeah… manis, tp sayang we ak dapet hukuman apapun atas kejahatannya dulu ama jinki… pdhl junki udah baik banget ama dia

  29. wuuu ,, langsung di meminta menikah ,,, so sweet bukannya itu masih di kantor ya ,, trus si luna gimana ? jinki ternyata kau benar2 membuat gweboon bertekuk lutut padamu jinki ,,

  30. Hwaah ~~ gemeeeesss. Jinki bukannya balas dendam hal buruk malah balas dendam macam gini. Hohohohohoho. Saya juga mau dinikahin. wkwkwk. Opening dan Endingnya maniss ^^

  31. Whoaa~~
    Jinki sesuatu banget..
    Ud disakitin ama gweboon tp dy ttep cinta ama gweboon..
    Yg bikin kaget itu pas jinki bilang gweboon bukan yeojachingu’a, tp tunangan’a
    Kyaaa!!!
    ><
    Kurang ad adegan pas jinki bilang gitu trus gweboon tersedak minuman, tmbh heboh dh
    Wkwkwkwkwk

  32. So sweet pdahal y gweboon dulu nya ngehianatiin jinki , tpi pas gwe bekerja diprusahan nya jinki dibalas dgn cinta wlw awal” nya nyuruh” kaya disiksa gitu, tpi maksud jinki tu biar bisa bersama gweboon, cerewet nya gwe, histeris nya gwe krna disuruh” mulu
    Akhhhhhh… manisssss dehhhh

  33. Terlalu diburu buru dan terkesan di paksakan akhirannya. Heheh. Mungkin bisa lebih dikuatin lg karakter jinki yg seharusnya lbh powerfull dibandingin dulu pas sekolah. Dan gweboon dri kaya ke miskin terlalu drastis turun tahtanya. Hehehe.

    Nice try author🙂, I am waiting for your new fanfiction

  34. awalnya kesel gweboon jahat banget sama jinki, tapi kok jinki baik banget maafin gwe gitu aja hhhhh ga apa2 sih yg penting akhirnya jinboon bersatu kkkk

  35. cinta jinki ke gweboon tulus ya.
    walaupun dia udh disakitin berkali kali ama gweboon pas jaman high school dulu,tapi rasa cinta dia ke gweboon nggak berkurang sama sekali.
    bahkan dia rela ngelakuin apa aja demi gweboon.
    noh buktinya waktu gweboon lagi darurat butuh pertolongan pertama(?) jinki mau beliin itu(?) buat gweboon😀
    dan sekarang gweboon ngakuin kalo sebenernya dia juga cinta ama jinkinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s