BSFC – DAZZLING GIRL

dazzling girl

Judul: Dazzling Girl

Cast: Onboon, Minho,  Jonghyun,

Genre: Romance

Rating:

Leght: oneshoot (watch out! 6000 kata)

“Minho…” Teriak Jonghyun, saat tau bahwa Minho masih santai di atas tempat tidur. Hari ini adalah hari terakir liburan, besok mereka sudah harus kembali memulai aktivitas di sekolah. Di antara Jonghyun dan minho, Jonghyun lah yang paling bersemangat untuk kembali beraktivitas di sekolah. Mereka sekolah di sekolah musik yang sama, dan tinggal di apartemen yang sama. Namun mereka memiliki selera musik yang berbeda, Jonghyun menyukai musik ballad, sedangkan Minho lebih menyukai musik rap.

“Mwoya! Aku masih lelah, Dino hyung” Minho menutup wajahnya dengan selimut

“Hey, besok hari pertama kita sekolah. Cepat bereskan semua barangmu untuk besok agar kita tidak terlambat. Apa kau masih merasa kurang dengan liburannya?” Keluh Jonhyun sambil merapikan buku bukunya.

“Masih, memangnya kenapa?” Kata Minho dengan mata yang melotot.

“Berani kau padaku? Dasar kodok”  Jonghyun meraih kedua kaki Minho, dan menariknya hingga Minho terjatuh dari tempat tidurnya. Seketika itu Minho berteriak kesakitan, tapi Jonghyun hanya tertawa puas melihatnya.

“Kau kejam, hyung. Lihat saja pembalasanku nanti” gerutu Minho sambil berjalan menuju kamar mandi. Jonghyun masih belum bisa menghentikan tawanya, hingga kemudian terdengar suara orang mengetuk pintu apartemen mereka. Dengan segara Jonghyun membuka pintunya, ternyata yang mengetuk pintu adalah Onew.

Onew adalah seorang anak tunggal dari direktur perusahan terkenal di Seol. Rumah Onew tidak jauh dari apartemen Jonghyun dan Minho. Kedua orangtua Onew sangat sibuk karena selalu ada pekerjaan di luar negeri, tapi mereka selalu menyempatkan diri untuk pulang setiap bulan mengunjungi Onew.

“Hyung!?” Jonghyun menatap Onew aneh.

“Kenapa kau menatap ku seperti itu?” Onew lansung masuk tanpa menghiraukan Jonghyun yang masih tercengang di depan pintu.

Jonghyun tercengang bukan karna alasan, ia  tercengang karna melihat Onew membawa sebuah koper besar  yang mungkin di dalamnya berisi banyak barang-barang pribadi Onew. Onew kemudian duduk di sebuah sofa berwarna biru di dekat jendela, Jonghyun kebingungan lalu duduk di sebelah Onew sambil menatapnya penuh tanda tanya.

“Barang bawaanmu banyak sekali hyung! Kau kenapa?” Tanya Jonghyun

“Aku diusir dari rumah” jawab Onew tanpa memperhatikan ekspresi wajah Jonghyun

“Benarkah?” Jonghyun sedikit panik

Kini Onew tersenyum melihat ke wajah Jonghyun, lalu beberapa detik kemudian ia tertawa. Jonghyun semakin penasaran dengan perilaku Onew. Sebenarnya ada apa dengan Onew?

Onew pun beranjak dari tempat duduknya, ia menuju ke tepi jendela lalu kemudian duduk disana. Ia memperhatikan pemperhatikan pemandangan senja dari balik jendela.

“Malam ini aku tidur di apartemenmu ya?” Kata Onew

“Apa kau benar-benar diusir dari rumahmu hyung, sampai-sampai malam ini kau tidur di apartemenku yang sederhana ini” ingkap Jonghyun

“Tenang, aku hanya bercanda” Onew tersenyum simpul

“Jadi kau tidak benar-benar diusir kan?” Jonghyun mencoba meyakinkan

“Benar, jjong” kata Onew santai.

Jonghyun lega dengan jawaban Onew, lalu Jonghyun membuatkan Onew sebuah teh hangat. Jonghyun sangat menghormati Onew sebagai hyungnya, ia juga sangat menyayangi Onew. Ia menganggap Onew sebagai kakak kandungnya sendiri.

“Oh ya, kenapa apartemen ini sepi sekali? Minho kemana?” Tanya Onew

“Minho?. Oh, aku lupa, dia ada di kamar mandi. Tunggu biar aku lihat” jonghyun menuju kamar mandi.

 

“Astaga Minho !!” Teriak Jonghyun terkejut.

Onew yang mendengar teriakan Jonghyun lalu berlari dengan cepat ke arah kamar mandi. Onew berpikir telah terjadi sesuatu yang buruk pada Minho, hingga Jonghyun berteriak begitu histerisnya. Tapi ketika sampai di depan pintu kamar mandi, Onew menemukan Minho tidur terlelap di bath up. Onew dan Jonghyun saling pandang, kemudian tertawa. Tawa Onew dan Jonghyun membuat Minho bangun dari tidurnya.

Minho menatap Onew dan Jonghyun dengan tatapan datar, ia tahu kedua hyungnya itu sekarang menertawakannya.

Waktu menunjukan sudah malam, bulan dan bintang kini menghiasi langit Seoul. Jonghyun dan Minho terlihat sangat lelah karena baru saja memberskan semua barang-barang mereka. Onew tau mereka pasti sangat kelelahan dan lapar, ia lalu memesankan paket pizza delivery untuk makan malam mereka.

.

.

.

.

Tidak lama kemudian pesanan datang, Onew menyiapkannya di meja makan. Setelah semua siap, ia memenggil Minho dan Jonghyun.

“Waktunya makan” teriak Onew. Jonghyun dan Minho menghampiri Onew dengan penuh semangat. Mereka pun makan bersama, ruang makan terasa sangat ramai karena candaan mereka masing-masing. Setelah selesai makan, Onew membantu Jonghyun merapikan semuanya.

“Hyung, terimakasih ya, karena hyung aku dan Minho bisa makan pizza gratis malam ini” Jonghyun mengulas senyum simpul di wajahnya

“Ahh, jangan terlalu dilebih-lebihkan. Karna kau dan Minho pula aku bisa tudur di sini.” Onew terkekeh kecil.

Mereka melanjutkan tugas mereka sambil terus berbincang, hingga tak terasa semuanya sudah rapi. Kali ini Onew menarik sebuah kursi di dekat meja belajar, lalu dengan serius ia membaca sebuah buku.

Jonghyun memperhatikan Onew dari atas tempat tidurnya . Kali ini Jonghyun melihat sisi lain dari dalam diri Onew. Onew terlihat sangat dewasa, karismatik, dan sempurna. Ia ingin bisa seperti Onew, di sekolah banyak siswi yang menyukai Onew. Tapi Onew hanya menganggap mereka sebagai teman.

“Aku ingin terlihat sepertimu, hyung” kata Jonghyun dalam hati.

Jonghyun terus memperhatikan Onew, hingga kemudian ia melihat ke arah jam waker yang ada di atas laci mejanya. Ia tidak menyadari kalau ini sudah larut malam.

“Hyung, tidak tidur? Ini sudah hampir tenga malam.” Tanya Jonhyun.

“Aku belum ingin tidur, kau tidur saja duluan.”

“Baiklah kalau begitu aku tidur dulu ya hyung.”

“Ya, mimpilah yang indah.”

Onew kembali membaca sebuah buku, buku catatan yang berisi tulisan tangan seorang gadis. His first love, Eun sook.

Tapi kini semua tentang Eun sook harus ia kubur dalam-dalam. Eun sook sudah pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan dirinya, meninggalkan cintanya, dan meninggalkan semuanya.

Onew menghela nafas panjang, dan menutup secara perlahan buku catatan tersebut. Onew beranjak menuju ranjang dimana Minho dan Jonghyun telah terlelap. Namun Onew pada akirnya memilih untuk tidur di sofa yang terletak di dekat jendela kamar. Ia merebahkan badannya dan mencoba memejamkan mata, berkali-kali hal itu dicobanya tapi tidak berhasih juga. Rasanya Onew belum ingin tidur.

Ia duduk di tepi jendela, membuka tirai jendela itu, berharap agar angin malam bisa membuatnya mengantuk lalu tertidur. Pikirannya kembali melayang pada Eun sook. Dulu saat mereka masih bersama, setiap Onew tidak bisa tidur , Eun sook selalu meneleponnya , Eun sook menyanykan lagu-lagu penghantar tidur, agar Onew tertidur. Setelah yakin bahwa Onew sudah tertidur, Eun sook akan mematikan teleponnya dan mengirimi Onew sebuah voice note. Dan dan di dalam voice note itu Eun sook selalu berkata “Mimpi indah oppa, jangan lupa mimpikan aku”.

Onew tersenyum saat mengingat hal itu, tapi kini itu semua hanyalah sebuah kenangan . Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah kursi panjang di taman, di dekat apartemen. Di kursi itu duduk seseorang dengan menggunakan baju berjubah berwarna biru shapphire. Ia tampak begitu lelahdi sana. Dari tempat Onew saat ini, terlihat sangat jelas kalau seseorang yang duduk di kursi itu adalah seorang perempuan dan ia sedang menangis. Ia tampak ringkih. Onew terus memperhatikannya . Hinnga kemudian gadis itu melihat ke arah Onew. Pandangan mereka saling bertemu saat  ini. Agak lama mereka saling pandang hingga gadis itu beranjak dari duduknya, lalu pergi.

“Siapa gadis itu? Malam-malam seperti ini ia ada di taman sendirian!?” Pikir Onew

Angin malam semakin dingin, Onew segera menutup jendelanya, ia kembali berbaring di sofa, mencoba memjamkan mata sebisa mungkin, dan beberapa saat kemudian ia sudah tertidur lelap. Ia terlihat sangat lelah.

Krriiiinnnggg…..

Jam weker berbunyi begitu keras, membuat Jonghyun membuka matanya lebar-lebar. Ini sudah pagi, sudah pukul 6. Dan ini hari pertama ke sekolah. Jonghyun melihat sekelilingnya, ia mencari hyungnya, Onew. Ia turun dari atas tempat tidur, untuk memastikan bahwa Onew benar-benar tidak ada di kamar aprtemennya. Lalu dimana Onew????

Jonghyun menuju kea rah jendela, tirai jendela itu masih tertutup rapi. Ia lalu membuka tirai jendela itu. Setelah membukanya, Jonghyun mengerjap beberapa kali. Ia melihat seorang laki-laki duduk di kursi panjang, di taman itu. Sepertinya ia mengenalnya, dan sepertinya itu Onew. Karena memakai seragam sekolah mereka.

“Hyung “ teriak Jonghyun. Dan ternyata benar laki-laki titu Onew. Ia menoleh kearah Jonghyun sambil tersenyum.

“Ada apa?” Teriak Onew juga.

“Kenapa kau disitu?” Jonghyun membuka lebar-lebar tirai jendela.

Onew hanya tersenyum, dan beranjk dri tempat duduknya. Lalu berjalan menuju apartemen, beberap saaat kemudian Ia sampai di kamar apartemen.

“Kenapa hyung ada di taman pagi-pagi?” Jonghyun penasaran

“Aku mencari udara segar” Onew sedikit berbohong. Padahal Onew ke tamanm itu hanya ingin mencari tau tentang gadis yang dilihatnya semalam, Ia berharap ada Sesuatu yang tercecer di sana, dan siapa tau itu bisa membuatnya tau tentang gadis semalam.

“Oh beggitu. Baiklah, kalau begitu aku ingin bersiap dulu ya hyung” kata Jonghyun. Tak lupa ia juga membangunkan Minho.

Firasat Onew memang tidak pernah salah, di taman tadi ia menemukan sebuah sapu tangan merah jambu dan berisi rajutan huruf  bertuliskan ‘G&E’. Ia yakin ini adalah milik gadis misterius itu. Onew terus memperhatikan dengan detail sapu tangan itu, mencium aroma parfum yang melekat pada sapu tangan itu. Parfum beraroma Apple blossom.

“Apa itu hyung?” Pertanyaan Minho membuat Onew terkejut. Ia cepat-cepat memasukan sapu tangan itu ke dalam saku celananya.

“Kau membuat ku terkejut, Minho” Onew mencoba tenang

“Maaf, aku tidak bermaksud membuat hyung terkejut.” Minho terkekeh. Ia memandang Onew pwnasaran

“Kenapa kau memandangi ku seperti itu??” Onew berpaling membelakangi Minho dan menuju ke tepi jendela.

“Sepertinya ada yang hyung sembunikan dari ku” gaya Minho terlihat seperti detektif. “Tapi, sudah lah itu privasimu” lanjutnya kemudian.

Onew sedikit tenang karena Minho tidak mengintrogasinya lebih lanjut, hampir saja ia bermandikan keringat dingin karena pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari Minho.

“Huuhh” Onew menghela napas.

Jonghyun akirnya dating, ia sudah siap berangkat ke sekolah. Mereka menuju ke garasi mobil apartemen, mobil sport berwarna merah milik Onew terparkir di sana. Setelah semua siap, mereka pun berangkat. Perjalanan dari apartemen ke sekolah tidak terlalu lama, beberapa saat kemudian mereka sampai di sekolah.

Pagi ini suasan sekolah masih agak sepi, mungkin masih banyak siswa yang masih ingin menikmati liburan musim gugur ini lebih lama. Minho memandang ke segala arah, saat pertama kali menginjakan kakinya di halaman depan sekolah. Ia berharap menemukan sosok yang dicarinya, gadis cantik, berkulit putih, berambut lurus sebahu, dan bertubuh jenjang. Gadis yang ia rindukan, Minjung.

“Kau mencari siapa?” Jonghyun menepik bahu Minho

“Mencari Minjung!!! Siapa lagi? Aku rindu padanya, apa kau tidak rindu pada Taeyeon?” Minho menaikan nada bicaranya 1 oktaf, sepertiny ia sangat merindukn Minjung.

“Kau seperti tidak bertemu dengannya 100 tahun” Jonghyun menahan tawanya

Dari kejauhan terlihat seorang gadis melambaikan tangannya ke arah mereka bertiga. Dan dari tempat Minho berdiri saat ini, Minho tau kalau gadis itu adalah Minjung. Gadis itu berjalan mendekati mereka.

“Minjung aku rindu padamu” ungkap Minho bahagia. Minjung hanya membalasnya dengan senyuman.

“Kita bertemu lagi, aku juga merindukanmu, Minho” kata Minjung kemudian

“Ayo kita ke kelas” ajak Minho

“Kau, Jonghyun, dan Onew dulua saja. Aku masih mau menunggu temanku” pinta Minjung

“Taeyeon?” Selidik Jonghyun

“Iya, dan satu tema baruku. Ia pindaha dari los angeles” Minjung tersenyum simpul. Dan terus bercerita tentang teman barunya itu.

“Kalau begitu aku ikut kau saja” Minho sangat bersemangat.

Minho pun ikut dengan Minjung. Sedangkan Jonghyun dan Onew pergi ke kelas, di kelas sepi, hanya ada Jonghyun dan Onew. Onew duduk di bangku depan, dan Jonghyun duduk di belakangnya. Onew membaca sebuah buku dengan serius, Jonghyun memperhatikan Onew dengan serius juga. Onew memang terlihat sempurna di mata Jonghyun, dan mungkin semua orang melihatnya seperti itu. Ia semakin ingin terlihat seperti Onew.

Suasana hening di kelas pecah ketika Minho datang, ia berteriak memanggil kedua hyungnya itu dari luar. Seolah ada sesuatu yang penting yang ingin ia beritahu.

“Hyung… Hyung…” Minho berhenti di depan meja Onew

“Ada apa?“ Onew segera menutup bukunya

“Di.. Depan… Gadis pindahan itu… Dia…” Napas Minho tersengal-sengal karena ia berlar menuju ke kelas

“Gadis pindahan? Kenapa? Aku tidak mengerti yang kau bicarakan” Onew penasaran

Minho lalu menarik tangan Onew, mengajaknya keluar. Jonghyun hanya terdian di tempat duduknya, ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan Minho barusan. Ia mengambil buku dari tasnya, membacanya, dan mengikuti gaya Onew.

.

. Minho mengajak Onew ke lapangan basket, di pinggir lapangan ada Minjung, Taeyeon, dan teman barunya itu. Mereka sedang bercerita di sana. Minho mengajak Onew mendekati gadis-gadis itu.

“Hai” sapa Minho rendah

Minjung lalu memperkenalkan Minho dengan teman barunya. Seorang gadis cantik, berambut lurus panjang, tatapannya teduh, dan senyumannya hangat , namanya Gweboon.

“Gweboon, ini teman kami, namanya Lee Jinki bisa dipanggil Onew. Ia teman kami yang paling tampan” Taeyeon menarik tangan Onew dan memaksanya berjabat tangan dengan Gweboon. Dan akirnya mereka berjabat tangan.

“Aku Gweboon” kata Gwe dengan sangat lembut

“Aku Lee Jinki, panggil saja Onew” Onew tersenyum simpul saat menatap Gweboon.

Tunggu…

Ada yang mengganjal di hati Onew saat ini, kenapa dia merasa pernah menatap sepasang mata ini? Sepertinya ia mengenalnya. Tatapan ini tak asing baginya..

Onew terus menatap nya dengan serus, hingga kemudian suara Minho mengusiknya.

“Apakah harus se-serius itu menatap Gweboon?!”Celetuk Minho sengaja.

“Maaf. Minho aku ke kelas ya, kau ikut?” Onew terlihat salah tingah

“Tidak, aku akan di sini bersama Minjung” Minho meletakkan tangannya pada bahu Minjung

“Baiklah” Onew langsung pergi.

.

.

.

Gweboon merasa aneh dengan tatapan laki-laki tadi. Ia menatap Gweboon begitu dalam. Dan Gweboon merasa pernah melihat laki-laki itu sebelumnya, tapi dimana ?. Ia menggeleng kecil, sebisa mungkin mencoba mengenyahkan semua pikiran tentang Onew. Dengan perasaan ragu ia mencoba masuk kelas.

“Selamat pagi” kata Gwe nyaris tidak terdengar

Guru yang sedang mengajar  di kelas itu menyambutnya dengan ramah, ia membantu Gwe mencari bangku duduknya.

“Ya tuhan, haruskah aku bertemu dengan dia lagi? Haruskah aku satu kelas dengan dia?” Umpat Gwe dalam hati.

Gweboon satu kelas dengan Onew dan yang lainnya. Bukannya merasa senang, Gwe justru takut harus bertemu dengannya lagi. Apalagi duduk di sampingnya, itu membuat Gwe canggung.

.

.

“Hei, siapa dia?” Tanya Jonghyun pada Minho

“Dia murid pindahan itu, namanya Gweboon” Minho menjelaskan tanpa memperhatikan ekspresi Jonghyun.

Jonghyun terus memperhatikan Gweboon.  Jelas saja, Gweboon terlihat sangat cantik, menarik, bahkan nyaris sempurna. Ia menyesali ketidak pedulinya tadi dengan perkataan Minho, harusnya ia ikut dengan Minho dan Onew. Paling tidak ia bisa berkenalan langsung dengan Gweboon, dan berjabat tangan dengannya.

“Hyung” Minho menyenggol lengan kanan Jonghyun. Ia tidak ingin Jonghyun ditegur oleh guru karena tidak memperhatikan penjelasannya.

Jonghyun pun mengalihkan pandangannya. Di depan kelas guru sedang menjelaskan tentang Music Competision yang akan diselenggarakan oleh Seoul National University Of Art, dalam rangka ualang tahun Universitas tersebut.  Kompetisi yang disenggarakan bermacam-macam, salah satunya couple dance.

“Bagi yang berminat segera hubungi guru Hyunji, agar kalian bisa mendapat formulir pendaftarannya. Terima kasih” sang guru mengakiri pembicaraannya lalu kemudian pergi meninggalkan kelas.

Semua siswa berhamburan ke luar kelas, mereka sangat tertarik dengan kompetisi ini. Tapi Onew, Jonghyun, Minho, Gwe, Taeyeon, dan Minjung masih terpaku di kelas.

“Ayo ikut kompetisi ini” ajak Minho penuh semanagat

“Tapi aku merasa pesimis untuk menang di kompetisi ini.” Onew terlihat sangat lesu dan tidak tertarik untuk mengikuti kompetisi ini.

“Ayolah hyung.. Jangan menyerah dulu, hyung harus pesimis. Hadiah yang ditawarkan sangat menarik.” Kata Minho.

Ya, hadiah yang ditawarkan memang menarik. Juara satu dari semua kompetisi akan diikutsertakan sebagai trainee di salah satu agency terkenal di Seoul. Dan itu adalah pintu sukses untuk debut sebagai entertainer.

Setelah dibujuk dengan berbagai rayuan, akirnya Onew bersedia untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka memilih mengikuti kompetisi couple dance. Dan kini Taeyeon bertugas untuk membagi pasangan dance. Minho dengan Minjung, Taeyeon dengan Jonghyun, Onew dengan Gweboon.

“Aku keberatan dengan keputusan ini” pekik Jonhyun tiba-tiba

“Kenapa?” Tanya Taeyeon

“Ahh lupakan saja!” Jonghyun beranjak dari duduknya lalu pergi keluar kelas

“Kenapa dia?” Minjung  penasaran

“Mungkin dia lelah, sudahlah jangan dipikrkan” kata Minhio dengan santai

“Baiklah kalau begitu aku akan meminta folmulirnya untuk kita ber-enam “ Minjung berjalan menuju pintu dan diikuti Minho di belakangnya.

.

.

.

.

.

Formulir sudah didapat, dan latian sudah dapat berjalan dengan baik. Ini hari ketiga latian, Taeyeon mengajari semua untuk membuat gerakan dance yang unik, harmonis dan bagus.

“Kalian harus berjanji pada ku” Taeyeon berdiri di depan Minho, Minjung, Onew, Gweboon, dan Jonghyun yang sedang duduk beristirahat.

“Berjandi apa?” Tanya Minjung

“Siapapun nantinya diantara kita yang dapat juara satu dalam kompetisi ini kita harus senang, tidak ada rasa iri, dendam dan sebagainya, kalian janji?” Taeyeon mengacuhkan jari kelingkingnya

“Kata janji” kata mereka serempak sambil mengacuhkan jari kelingkingnya masing-masing, kecuali Jonghyun

Jonghyun masih belum bisa menerima keputusan ini, ia ingin berpasangan dengan Gweboon. Tapi Taeyeon tidak mau menerima keputusan Jonghyun, ia beralasan jika Jonghyun dipasangkan dengan dirinya, iya yakin akan bisa mendapatkan chemistry yang baik, karena mereka adalah sepasang keksih. Lagi pula Taeyeon melihat Gwe dan Onew adalah pasangan yang sangat cocok. Kesan mereka saat mereka bertemu, saat mereka saling memandang, dari situlah Taeyeon yakin akan kecocokan mereka.

“Baiklah kalau begitu, latihan hari ini sampai di sini saja. Kita ketemu saja lagi besok” Taeyeon memasukan barang-barang mereka ke dalam tas masing-masing.

“Baiklah. Oh ya Gwe ka mau tidak ikut aku?” Kata Onew sambil tersenyum

Gweboon  yang mendengar ajakan Onew seketika terkejut. Baru kali ini Onew mengajaknya pergi. Memang setelah ada pengumuman tentang Music Competision, Gwe bisa lebih akrab dengan Onew. Sering mengobrol bersama, tapi baru kali ini Onew mengajaknya pergi.

“Kemana?” Tanya Gwe kemudian

“Ke taman, anggap saja sebagai refresing” jawab Onew

“Waahh.. Hyungku yang satu ini.. Baru beberapa hari akrab, sekarang sudah berani mengajak pergi. Apa ini termasuk kencan?” Goda Minho

 

“Kencan?”

Gweboon terbelalak,apa benar yang dikatakan Minho? Secepat mungkin Gwe mencoba manguasai dirinya. Itu tidak mungkin. Minho hanya bercanda, tidak mungkin Onew mengajaknya kencan.

“Aahh …. Kau ini menyebar gosip yang tidak-tidak saja” Onew melemparkan Minho dengan snack yang ada di tangannya.

Semakin Minho mengejek Onew, maka semakin banyak Onew melemparinya dengan snack-snack yang ada di tangannya. Akirnya Minho menyerah, ia berhenti mengejek Onew. Ia menahan tawanya. Dan akhirya Onew pergi dengan Gweboon.

.

.

.

.

.

Onew dan Gwe berjalan di taman, karena sekarang bukan akir pekan suasana taman cukup sepi. Hanya ada beberapa orang dan beberapa sepasang kekasih di sana. Gwe belum berani memulai pembicaraan. Ia tidak tau apa yang harus ia bicarakan untuk memulai pembicaraan dengan Onew saat ini.

“Taman ini masih seperti dulu” akirnya Onew memulai pembicaraan.

“Ehhmm, kau pernah ke taman ini sebelumnya?” Gwe memberanikan diri untuk  bertanaya.

“Ia, tapi itu dulu, bersama orang yang aku anggap spesial” Onew tersenyum sambil mengadahkan wajahnya ke langit

“Ternyata Onew sudah mempunyai kekasih” guman Gwe dalam hati. “lalu kenapa kau pergi denganku? Kenapa kau tidak pergi dengan orang yang kau anggap spesial itu?” Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari bibir Gweboon.

Seketika Onew menghentikan langkahnya. Ia menatap Gweboon sekarang. Gweboon tercengang, kenapa Onew menatapnya seperti itu? Apa ia salah bicara?  Apa mungkin ia menyakiti perasaan Onew dengan perkataan tadi?

“Dia sudah pergi jauh” Onew tersenyum tipis

“Pergi jauh? Kemana?” Gweboon semakin penasaran

“Dia sudah meninggal” Onew duduk di sebuah kursi panjang di pinggir taman.

Gweboon masih berdiri . Lagi-lagi ia tercengang. Kali ini ia benar-benar merasa bersalah. Ia sudah mengingatkan Onew dengan masa lalunya, ia telah membuatnya sedih.

“Mianheyo.. Sepertinya aku telah salah bicara” Gweboon benar-benar merasa bersalah

“Tidak, lagipula aku sudah mulai melupakan kejadian itu” kini Onew tersenyum simpul seperti agak dipaksakan.

Gweboon hanya mengangguk-angguk kecil tanda mengerti. Ia merasakan ada sesuatu yang  jatuh dari langit. Hari ini mendung, mungkin akan turun hujan. Ia mengadah ke langit, menjulurkan tangan ke depan. Sekali lagi ia merasakan butiran air jatuh dari langit

“Sepetinya sebentar lagi akan turun hujan” kata Gwe dengan polos.

Onew memandang ke atas langit, dan memandangi daerah di sekitarnya. Ia berdiri, Lalu menarik tangan Gweboon, mengajaknya ke sebuah kedai yang sudah tutup untuk berteduh. Kemudian turun hujan dengan deras.

Gweboon sangat senang dengan hujan, dari kecil ia sangat senang bermain hujan dengan sepupunya.

“Sepertinya asik jika kita bermain hujan” ajak Gwe

“Apa??” Tanya Onew

“Bermain hujan” ungkap Gwe

“Tidak!!” Tolak Onew

“Kenapa?” Tanya Gwe

“Aku trauma pada hujan” tegas Onew

“Tapi hujan itu menyenangkan” paksa Gwe

“Tidak!!” Tolak Onew lagi

Onew pun bercerita tentang masa lalunya. Dulu di hari ulang tahunnya, tepatnya tiga tahun yang lalu. Ia dan kekasihnya itu berencana untuk merayakan ulang tahunnya di sebuah restoran terkenal. Sebelum berangkat Onew menelpon kekasihnya itu, ia menawarkan untuk menjemput kekasihnya itu. Tetapi kekasihnya itu menolak,  ia beralasan kalau ia akan memberi kejutan kepada Onew, ia memilih untuk berangkat sendiri.

Karena itu permintaan orang yang Onew sayang, Onew tidak bisa menolaknya. Onew pun pergi ke restoron itu sendiri. Sudah satu jam ia menunggu. Tetapi kekasihnya itu tak datang  juga. Ia mencoba menghubunginya, tetapi tidak ada jawaban. Saat itu hujan deras tengah mengguyur Seoul, dan beberapa saat kemudian ia mendapat telepon bahwa kekasinya itu kecelakaan. Karena hujan, maka jalan menjadi licin, dan itu membuat ia tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik. Mobil pun terperosok ke dalam jurang dan ia tewas di tempat.

“Tapi semua itu takdir tuhan, itu berarti kau menyalahkan hujan, dan kau juga menyalahkan tuhan” Gweboon mengutarakan sudut pandangnya.

“Kau bicara seperti itu karana kau tidak merasakan apa yang ku rasakan” Onew menahan air matanya

“Sepupuku meninggal saat hujan. Dan kau tau, dia adalah sepupu terbaik yang pernah aku miliki. Ia sangat menyayangiku, ia pergi begitu saja, dan itu adalah takdir tuhan” jelas Gwe

Onew menatap Gweboon sejenak, matanya berkaca-kaca, lalu kemudian ia pergi meninggalkan Gweboon.

“Maafkan aku, aku rasa aku telah menyakitimu. Mungkin sekarang kau membenciku” umpat Gwe dalam hati.

Onew semakin jauh dari pandangannya. Kini ia sendiri, berteduh di kedai itu. Kemudian Jonghyun datang, senyum manis terlukiskan di wajahnya. Karena ia melihat Gweboon sendirian, akirnya ia memutuskan untuk mengajak Gweboon pergi, dan mereka akirnya pergi bersama.

.

.

.

.

Dua hari sudah berlalu, sejak kejadian hujan saat itu Onew tidak banyak bicara pada Gwe. Ia hanya bicara seperlunya. Saat mereka latian pun Onew hanya memilih untuk diam.

“Tiga hari lagi kompetisi, apa kau sudah siap?” Gweboon memberanikan diri bertanya pada Onew

“Iya, aku siap” jawab Onew singkat

“Aku takut, aku tidak yakin kalau kita bisa menang” ungkap Gwe jujur

“Percayalah” Onew tersenyum pada Gweboon. “sekarang ayo kita latian” Onew mengulurkan tangannya pada Gwe, lalu Gwe meraihnya, dan kini mereka latian bersama.

Perasaan Gweboon kini tenang, entah kenapa saat ini ia merasa nyaman ada di dekat Onew. Gwe mulai melihat sisi lain dari Onew, dan rasanya ia jatuh cinta pada Onew.

Latian selesai, mereka masih ada di ruang latian, mereka berkumpul. Duduk bersama membentuk sebuah lingkaran kecil. Kini mereka saling pandang, dan ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Taeyeon.

“Aku minta maaf sebelumnya….” Taeyeon menundukkan kepalanya.

“Minta maaf untuk apa?” Tanya Minjung

“Aku tau kita sudah berlatih bersama, dan aku tau kompetisi itu akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Dan aku minta maaf, terutama pada Jonghyun.” Taeyeon meurunkan nada bicaranya

“Kenapa?” Jonghyun tampak terkejut

“Aku tidak bisa ikut dalam kompetisi itu, kalian tau kan kecelakaan yang menimpaku 5 bulan yang lalu?” Ungkap Taeyeon.

5 bulan yang lalu Taeyeon kecelakaan, dan kecelakaan itu menyebabkan tulang persendian di sekitar lutunya bergeser. Dokter menyarankan pada Taeyeon agar tidak malakukan dance dalam masa penyenbuhan. Tapi Taeyeon tidak pernah menghiraukannya sekali. Karena terlalu banyak bergerak, kini tulang persendian itu bergeser lagi, dan Taeyeon harus beristirahat. Dokter mengatakan butuh waktu 6 bulan, bahkan setahun untuk membuat persersendian di sekitar lututnya itu kembali membaik.

“Maafkan aku…” Air mata Taeyeon keluar begitu saja.

“Tidak apa-apa, kami semua mengerti..” Kata Minjung

Jonghyun lalu memeluk Taeyeon. Kini ia sadar tak seharusnya ia mengejar-ngejar Gwe. Sekarang di sampingnya ada seseorang yang sangat mencintainya dan sangat menyayanginya, dan orang itu adalah Taeyeon, yang saat ini sanagt membutuhkannya.

“Baiklah, sekarang ayo kita pulang” ajak Taeyeon. Lalu mereka pulang bersamaan, kecuali Gwe.

Semua sudah pulang, tapi Gwe masih ada di ruang latian. Ia berdiri sendiri, ia masih belum ingin pulang. Dalam hatinya ia bertekat untuk menang, agar bisa membahagiakan Taeyeon. Maka dari itu saat semuanaya sudah pulang ia memilih untuk berlatih sendiri.

Saat ia sedang berlatih tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruang latian. Ia mendekat, dan ternyata orang itu adalah Onew.

“Kau belum pulang?” Onew meletakkan tasnya di meja

“Belum, aku masih ingin latian, aku ingin menang, aku ingin membuat Taeyeon bahagia” kata Gwe dengan bangga

“Kalau begitu ayo kita berlatih bersama” Onew menarik tangan Gwe

Mereka berlatih bersama, Onew dan Gwe sangat menikmati latian kali ini. Seolah-olah perasaan mereka telah menyatu. Gwe menatap mata Onew, dan Onew juga menatap mata Gwe. Mereka saling bertatapan. Gweboon tenggelam dalam tatapan Onew, ia merasa ada yang berbeda pada tatapannya kali ini.

Tiba-tiba…

Bruukk….

“Aaaawww” Gweboon terjatuh, dan ia menggeram kesakitan

“Hati-hati” Onew membantu Gweboon untuk bangun

“Kenapa aku bisa jatuh?…. Apa karna tatapannya itu?” Gwe berbisik sendiri

“Apa kau bilang barisan?” Tanya Onew

“Ahh.. Ani.. Aku tidak mengatakan apa-apa” Gwe menyengkal

Gweboon kesakintan, sepertinya kakinya terkilir. Onew berpikir, bagaimana nati saat kompetisi?. Apakah Gweboon bisa tampil dengan baik?, sedangkan kakinya?

“Kakimu sepertinya terkilir, kau baik-baik saja?” Tanya Onew

“Ini bisa diobati nanti” jawab Gwe

“Ayo kita pulang” ajak Onew

“Tapi latiannya belum selesai” desak Gwe

Onew tidak ingin melihat kaki Gweboon lebih parah nantinya, ia langsung meraih tangan Gweboon dan menapahnya.

“Apa yang kau lakukan? Gwe terkejut

“Kau tidak boleh memaksakan dirimu, aku tidak ingin kau kenapa-kenapa” jelas Onew

“Apa maksud mu?” Gweboon belum mengerti

“Lupakanlah. Ayo kita pulang” Onew berjalan sambil menapah Gweboon.

Onew mengantarkan Gweboon pulang. Ternyata ruamah Gweboon tidak jauh dari apartemen Jongyun. Tepatnya di jalan seberang taman.

“Rumahmu di sini?” Tanya Onew

“Ia, kenapa?” Tanya Gweboon juga

“Rumahmu dekat dengan apartemen jonghyun” Onew menunjukan ke arah apertemen Jonghyun.

Gwe tau itu. Gwe tau karna Jonghyun pernah memberitahunya.

“Baiklah kalau begitu, aku pulang ya” kata Onew

“Kau tidak mau minum teh di rumah ku? Tawar Gwe

“Tidak, terimakasih, lain kali saja” tolak Onew halus

“Baiklah, termakasih ya” gwe tersenyum manis

“Ne, cheonma” jawab Onew.

Onew pun pulang, kini ia berjalan menyusuri pinggiran taman sendirian. Ia masih teringat ketika tadi menapah Gweboon ia mencium sebuah aroma yang sangat ia kenal. Onew mencoba memngingatnya.

Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.

“Apple blossom”  Onew sudah mengingatnya. Apple blossom, aroma itu yang ia rasakan saat memapah Gweboon tadi.

“Apa mungkin Gweboon orang yang ada di taman malam itu?” Pikiran Onew mulai melayang saat ia melihat seorang gadis yang ada di taman saat 3 minggu lalu.

“Aku harus mencari taunya” yakin Onew dalam hati

.

.

.

.

Keesokan harinya, Onew berangkat sekolah seperti biasa. Ia berjalan melewati koridor sendirian. Tiba-tiba ada yang  menepuk bahunya dari belakang.

“Hyung..” Sapa Jonghyun

“Jonghyun.. Ada apa?” Onew menghentikan langkahnya

“Akir-akir ini kau tidak pernah menginap lagi di apartemenku, ada apa? Apa hyung sudah bosan?” Tanya Jonghyun

“Tidak, aku hanya tidak ingin menyusahkan mu. Lagi pula rumah ku sepi, tak mungkin aku selalu meninggalkan rumah ku” jawab Onew

“Kau tidak pernah menyusahkan ku hyung” Jonghyun menepuk bahu Onew lalu tersenyum

“Ada yang mau aku bicarakan padamu, apa kau ada waktu?” Kata Onew

“Baiklah, katakan saja hyung” Jonghyun bersemangat.

Mereka melewati koridor sambil berbincang. Lalu, entah apa yang dikatakan Onew pada Jonghyun. Tiba-tiba Jonghyun menghentikan langkahnya, dahinya mengernyit. Suasana menjadi hening seketika.

“Apa kau yakin dengan keputusanmu hyung?” Tanya Jonghyun

“Sepertinya yakin” Onew memandang kosong ke arah taman sekolah

“Aku mohan hyung, lebih baik hyung pikirkan dulu” saran Jonghyun

“Baiklah..” Onew mengalihkan pandangannya lalu berjalan lagi menuju kelas.

Suasana di kelas saat ini cukup ramai. Semua siap untuk mengikuti kompetisi yang akan diadakan besok. Begitu juga dengan Gweboon, ia sangat bersemangat menanti hari esok. Dari mereka be-enam hanya Onew dan Gwe yang memutuskan untuk tetap mengikuti kompetisi itu. Minho dan Minjung mengundurkan diri, karena mereka harus mengikuti pengembangan pelajaran akademis dari sekolah karena nilai mereka akir-akir ini menurun.  Taeyeon masih memulihkan kakinya, dan Jonghyun memutuskan untuk menemaninya.

“Kau harus bersemangat ya Gwe.. Aku yakin kau dan Onew pasti menang” Taeyeon menyemangatati Gweboon

“Ia, aku akan selalu membawa semangat kalian. Aku berjanji, aku akan menang” sambut Gweboon dengan seulas senyum

“Kalau begitu kalian sekarang latian saja” kata Minjung

“Ya, baiklah…. Onew ayo kita latian sekarang” ajak Gweboon, dan mereka pun segara berlatih.

Onew dan Gweboon sedang berlatih, Minho danminjung mengikuti pelajaran tambahan. Hanya ada Jonghyun dan Taeyeon di kelas saat ini.

“ Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ungkap Jonghyun

“Katakan saja, aku akan mendengarkannya” Taeyeon merapatkan duduknya pada Jonghyun. Jonghyun pun bercerita tentang semua rencanna yang dikatakan Onew tadi pagi, ia meminta saran dari Taeyeon. Mungkin permintaan ini memberatkan hati Taeyeon. Tapi sebisa mungkin Jonghyun mencoba mengertikan semuanya pada Taeyeon.

“Apa Onew yakin dengan rencana ini?”

“Aku sudah menyuruhnya untuk mempertimbangkan semuanya” jawab Jonghyun pasrah

“Kalau Onew setuju, aku juga setuju. Aku percaya padanya” Taeyeon menggenggam tangan Jonghyun

“Aku tau kau adalah sepupu Onew hyung, dan aku juga mempercayainya. Tapi aku mohon… Pertimbangkan dulu semua ini” Jonghyun memohon

“Aku percaya padamu, dan aku juga percaya pada Onew. Buatlah Onew bangga mempunyai teman sepertimu kali ini” Taeyeon meyakinkan Jonghuyn

“Baiklah, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu dan Onew”

.

.

.

.

Hari ini adalah hari dilaksanakannya kompetisi. Matahari belum muncul, tetapi Gweboon sudah bangun dari tidurnya.ia bersiap-siap, beberapa jam lagi ia akan tampil bersama Onew di depan banyak orang. Ia harus memastikan kalau semuanya sudah siap, ia tidak boleh mengecewakan teman-temannya.

“Apa Onew sudah bangun? Lebih baik aku menelponnya sekarang” Gwe mengambil ponselnya.

Berkali-kali ia menciba menghubungi Onew, tetapi sama sekali tidak ada jawaban. Ada apa dengan Onew? Ia pun mencoba menghubungi Taeyeon, setelah menghubungi Taeyeon ia merasa sedikit lega. Taeyeon mengatakan kalau Onew baik-baik saja, dan ia sedang bersiap-siap menuju tampat kompetisi.

Tepat pukul 8 taeyeon sudah samapi di Seoul National University of Art. Taeyeon sudah ada di sana, tapi Minho dan Minjung tidak bisa ikut karena ada pelajaran tambahan.

“Taeyeon… Aku sudah ada di sini” teriak Gwe dari kejauhan sambil mendekati Taeyeon

“Aku sudah sampai 30 menit yang lalu” kata Taeyeon

“Apa Onew bersamamu?” Tanya Gwe

“Iya, ia masih di ruang ganti” jawab Taeyeon

“Kemana Jonghyun? Aku tidak melihatnya” Gweboon melihat sekitarnya dan mencari sosok  Jonghyun

“Oh…. Dia… Dia tidak bisa datang kerena ada urusan keluarga” Taeyeon gugup

Suasana semakin ramai, sepertinya peserta kompetisi sudah datang. Kemudian dari kejauhan ada seseorang yang berjalan menuju ke arah Taeyeon dan Gweboon

Ia menggunakan sweeter berwarna abu-abu, celana panjang lengkap dengan penutup kepala.

“Itu Onew” Taeyeon menunjuk ke arah orang itu

“Onew?” Tanya Gwe dalam hati, baru kali ini ia melihat Onew memakai pakain yang sangat tertutup seperti ini. Memang akir-akir ini cuaca di Seil sangat dingin, tapi apa mungkin…

“Apa kau sakit?” Tanya Gweboon pada Onew kemudian

“Tidak”

“Suara mu terdengar berat” kata Gwe

“Aku sedikit flu, tapi ini bukan masalah yang besar”

“Baiklah….” Gweboon lalu tersenyum.

Sebelumnya Gweboon sudah mengambil nomor kompetisi pada panitia. Ia mendapat giliran ke-2. Dan sebentar lagi acara akan dimulai, kompetisi pertama kali yang akan diakan adalah kategori couple dance.

.

.

.

Setelah cukup lama menunggu, sebentar lagi adalah giliran Onew dan Gwe. Gwe mulai gugup, jantungnya berdekup kencang.

“Apakah kau akan tetap menggunakan sweeter?” Tanya Gweboon untuk menghilangkan gugupnya

“Iya”

Nama mereka berdua sudah dipanggil, dan kini giliran mereka berdua untuk tampil di atas panggung. Musik sudah mulai dimainkan, dan mereka sudah mulai menyesuaikan gerakan mereka dengan irama musik.
Setiap peserta diberikan waktu 5 menit untuk menunjukan kemampuan dance mereka.

Ini 2 menit terakir, dan penampilan mereka semakin baik, para juri melihat mereka dengan penuh kekaguman, dan beberapa saat lagi penampilan mereka selesai. Dan mereka masih beruaha menyesuaikan geraka mereka dengan musik. Dan akirnya musik berhenti dan penampilan mereka selesai. Dan mungkin ada hal yang sangat fatal. Penutup kepala Onew terlepas, dan ini memang benar-benar fatal.

“Jonghyun?!” Gweboon terheran-heran, mereka saling pandang, dan kini Gweboon sadar yang ada di hadapannya sekarang adalah bukan Onew tapi Jonghyun.

Setelah mengakiri penampilan mereka turun ke belakang panggung. Gwe berjalan sangat cepat, matanya merah berkac-kaca. Ia merasa dikecewakan.

“Gwebon tunggu” cegah Jonghyun

Gwe pun menghentikan langkahnya

“Maafkan aku” suara Jonghyun hampir tidak terdengar

“Aku sangat kecewa pada mu.. Aku kecewa!!!!” Tegas Gwe

“Aku mohan dengarka penjelasan ku dulu” Jonghyun mencoba memberi penjelasan pada Gweboon

“Seharusnya kau katakan dari awal, kalau tau semuanya akan berakir seperti ini lebih baik aku mengundurkan diri saja dari kompetisi ini” Gweboon sudah tidak bisa menahan air matanya

“Lebih baik kau dengarkan dulu” kata Taeyeon yang tiba-tiba datang

“Tidak!!!! Kalian jahat.. Kalian sudah membohongiku. Apa kalian tidak memghargai kerja keras ku dengan Onew? Lalu kalian anggap apa latian kami selama ini?” Air mata Gwe terus mengalir
mungkin Gweboon sudah merasa sangat khianati. Ia pergi dengan semua perasaan kecewanya. Taeyeon pun tidak sempat lagi menjelaskan lagi padanya.

.

.

.

.

Tiga  hari sudah berlalu, hari yang sangat menyesakkan bagi Gweboon. Tapi ia masih belum bisa melupakan semua itu. Tadi malam Taeyeon mengirimkan pesan singkat, ia memberi tau kalau hari ini adalah hari pengumuman pemenang kompetisi.

Dengan langkah yang sangat berat dan lemas Gweboon mengambil cardigan putih miliknya. Lalu ia pergi, untuk melihat pengumuman itu. Dengan sedikit terpaksa.

Setelah tiba di Universitas Seoul, ia segera menuju ke papan pengumuman. Suasana masih sepi, tapi ada seseorang di sana. Gweboon tidak terlalu memperdulikan orang itu. Dia hanya orang asing yang tak dikenalnya.

Tepat di urutan no satu ada namanya dan Onew. Mereka menang, mereka mendapat kesempatan untuk menjadi trainee di salah satu agency terkenal, dan satu minggu lagi mereka harus mengambil surat persetujuan di kantor agency tersebut.

“Percuma saja!!!” Gweboon mengernyit

Semua itu memang percuma bagi Gwe. Baginya tanpa Onew ia bukanlah pemenang. Ia benar-benar merasa dibohongi

“Kau dimana Onew?” Desah Gwe

Kemudian ia menyusuri taman Universitas sendirian, ia menangis. Kehidupannya berubah drastis setelah Onew menghilang begitu saja. Ia kedinginan, minggu ini Seol sering tertutup salju. Mungkin karna musim dingin akan dimaulai di akir-akir minggu ini. Cardigan putihnya tak mampu membuatnya hangat.

Ia duduk di sebuah kursi taman itu. Ia terdiam, menikmati air matanya yang terus mengalir dari tadi. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya. Itu orang asing yang ada di Universitas tadi.

“Sedang menunggu seseorang?” Tanya orang itu

“Tidak..” Jawab Gwe dengan singkat

“Apa kau menangis?” Tanya orang itu lagi

“Tidak” kini Gweboon memperhatikan orang itu.

Orang itu sangat mencurigakan. Ia menggunakan baju tebal berwarna biru, dan menggunakan masker penutup mulut yang sama. Sejak duduk tadi orang itu hanya menunduk.

“Aku lihat tadi kau ada di sana” orang itu menunjuk ke arah universitas

“Iya, aku melihat pengumuman pemenang kompetisi” ungkap Gwe jujur

“Apa kau menang?” Selidik orang itu

“Iya” Gweboon sedikit tersenyum

“Tapi kenapa kau menangis?” Tanya orang itu.

Gweboon mulai bercerita, ia memceritakan semua yang terjadi secara detail.
Padahal ia bercerita pada orang yang tidak ia kenal, tetapi ia ingin melepaskan semua kekecewaan di hatinya.

“Jadi untuk apa sekarang kau di sini? Bukannya kau tidak menginginkan kemenangan ini?”

“Aku menunggu Onew, mungkin aku bodoh, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan. Lalu kau sendiri kenapa ada di sini?”  Tanya Gwe

“Mungkin kau menganggap dirimu bodoh, tapi akulah yang lebih bodaoh, aku selalu menunggu orang yang tak pernah kembali. Sedangkan di dekat ku ada seseorang yang selalu setia mengguku”

“Kau menunggu kekasihmu?” Gweboon memberanikan diri untuk bertanya

“Iya, padahal ia sudah pergi jauh dari dunia ini” jawab orang itu

“Apa dia sudah meninggal?” Gwe berkata perlahan taku menyakiti perasaan orang tersebut

“Ia, seharusnya aku sudah bisa melupakan Eun sook”

“Eun sook?!” Mata Gwe membulat

“Iya, Eun sook kecelakaan dan meninggal di tempat”

“Apa ia kecelakaan di Olympic Road Banbo bridge?” Selidik Gwe

“Dari mana kau mengetahuinya?” Orang itu mulai melihat ke arah Gwe.

Gweboon tersiak, ia mengambil nafas lau mencoba untuk berbicara lagi.

“Eunsook sepupuku” Gweboon tertunduk lemas

“Apa?! Jadi kau orang yang beraroma apple blossom itu, kau orang yang ada di taman apartemen saat tengah malam 1 bulan yang lalu?” Orang itu melihat Gweboon heran

“Kau tau itu?” Gweboon menegadah untuk melihat wajah orang itu.

Orang itu, melepas maskernya. Dan kini jelas, dia bukanlah orang asing, orang itu adalah Onew.

“Onew!” Gweboon terkejut

“Gweboon kau…” Onew juga terkejut

“Jadi kau dan Eun sook….” Gweboon berdiri dari duduknya.

Gweboon lemas, badannya serasa melayang. Ia ingin pergi dari tempat ini.

“Tunggu” Onew memegang tangan Gweboon. “ini milikmu kan?” Onew menyodorkan sebuah sapu tangan merah jambu bertuliskan ‘G&E’.

“Iya, ini milikku. Pemberian dari Eun sook” Gweboon menahan isaknya

“Maafkan kau, saat kompetisi aku tidak datang. Mungkin kau membenci ku” sesal Onew

“ Iya, aku sangat membencimu. Kau tau kan aku sangat ingin memenangkan kompetisi ini dengan mu. Tapi kau malah menghancurkan semuanya begitu saja, kau kejam!”

“Maafkan aku, kalau saja aku tau gadis yang tengah malam ada di taman itu adalah kau, mungkin aku tidak akan menghilang” Onew berdiri dari duduknya

“Maksudnya?” Gweboon masih belum mengerti

“Aku mencarimu Gwe, kau mencarimu”

“Untuk apa kau mencari ku?”

“Aku mencintaimu” Onew lalu memeluk Gweboon dari belakang dan membisikkan kata-kata itu pada Gweboon

Gweboon sangat terkejut denag kata-kata itu. Ia lalu melepaskan pelukan Onew dan membalikkan badannya dan menatap mata Onew. Kali ini ia tau, Onew sedang tidak bercanda. Onew serius

“Aku juga mencintaimu” ungkap Gwe

Onew pun memeluk Gwe lagi.  Kali ini senyum bahagia terlukis di mata mereka. Mereka pun lalu pergi, sambil menikmati dinginnya Seoul sambil berpegangan tangan .

“Jadi kita menang kan?” Tanya Onew

“Iya, kita menang” jawab Gwe bahagia

“Apa aku akan mengambil surat persetujuan itu untuk menjadi trainee itu?”

“Tentu saja.. Kau juga harus mengambilnya” pinta Gweboon

“Baik lah, aku akan mengambilnya. Dan setelah debut nanti aku ingin bertemu dengan Girls Generation” uangkap Onew

“Tapi kau harus berjanji pada ku, saat natal anti kau harus menemaniku ke makam Eunsook, kau harus berjanji pada Eunsook agar selalu mencintaiku” Gweboon tersenyum nakal

“Baiklah… AKU MENCINTAIMU GWEBOON!!!” Teriak Onew

“Jangan berteriak seperti itu!!” Gwe menepuk bahu Onew

“Tidak apa-apa.. Aku hanya ingin orang lain tau kalau aku mencintaimu” Onew pun memeluk Gweboon

Onew dan Gweboon pun terus berjalan di sepanjang taman, menikmati indahnya taman, indahnya musim dingin dan indahnya cinta mereka.

 

——————————The End——————————

 

 

 

 

 

 

25 responses to “BSFC – DAZZLING GIRL

  1. hohoho, dazzling girl dazzling love ai ai ai…
    Eh malah nyanyi…
    Hhmm, gwe ma eunsook sepupu ya. Cocok, wkwk
    ceritanya bagus, tp klimaksnya kurang menurut aku. Hehe
    tetep semangat ya thor…

  2. Sblumnya mau minta maaf dulu..
    Typonya bertebaran thor,, terus juga kayanya ada kesalahan penulisan, yang bagian ‘kau harus pesimis’ *garukgaruk jidat onew*
    mungkin itu optimis ya thor…

    Alurnya juga agak dipelanin(?), mungkin karena oneshoot ya,jd kaya dikejar” End *apa maksud nih*

    aku suka pas gwe di hug back onew rasanya seperti terjun indah ke jurang.eh
    Fighting author,terus berkarya!

  3. uhuhuhuuu, Eunsook uda meninggal ya.. hikss cedihh

    yahh, tpi kan skrng Jinki oppa bisa sma gweboon, hihi.

    aduh author, banyak typo lhoo ;A;
    klw dirapihin sdikit lg, pasti bagus😀

    oia, aq pnya sdikit kejanggalan dr cerita ny, kan jinki uda tau klw cewe d taman sma gwiboon sm2 pke prfum apple blossom, knp jinki ninggalin kontes cma buat nyari cew itu? kan gwiboon sndiri 1 skolah sma dia?? Itu cuma mnurut q aja ^^

    yg lain uda okeeehh
    keep writing yah.. fightiing!!

  4. Jinboon lagiii.. Seneng karna jinboon dimana2,, ceritanya udah bagus, tp kyknya ada bagian2 yg krg berkaitan dgn isi critanya, jd krg dpt feelnya,, hehehee
    hwaiting author,,

  5. duh author, sebelum’a aku minta maaf dulu, krna aku mau bilang ff kamu kurang rapih, typos’a itu lhoo.. lain kali lebih teliti yaa, ff’a bagus koq, fighting! ^_^

  6. thor ini banyak typo dimana mana ini wah…ini pasti tergesa gesa pas mau ngumpulin yaaaa #sotoy

    lain kali diteliti lagi ya paling ngga sekali lagi dibaca sebelum di kirim nih

  7. ff bagus thor tp ada beberapa typo yg bertebaran
    hmm tapi gk pa” lah
    ane puas ama ending.a

    cuma memang agak janggal aja alasan jinki ninggalin kompetisi tersebut

    tapi suer thor ff nya bagus

    terus berkarya yah thor
    hwaiting

    bye. . .

  8. Saya suka!! mau ensook mau gweboon, asal endingnya jiboon bersatu saya suka…
    Sweet ending… onew a lope you, keke~
    haha~ onew mau ktmu girls generation? bukannya udah tiap hari? so cute… pngen nyipok lu deh :*

    Bagus dah pokoknya, good job thor ^^

  9. Author-nim ceritanya keren!!
    Aku suka sama ceritanya. Cuma, yah, ada yang ganggu konsentrasi aku membaca, yaitu typo dan tata bahasa Author-nim.
    Kan Author nulis dialog kayak gini:
    -“Iya, kita menang” jawab Gwe bahagia
    nah harusnya setelah kata ‘menang’ itu kan penutup dialog, harusnya ada tanda baca disitu. Dan dia akhir kalimat atau paragraf juga harus dikasih tanda baca.
    Dan juga soal typo:
    -Jonhyun(harusnya Jonghyun)
    -di Seol(harusnya Seoul)
    -Jonghyun tercengang bukan karna alasan(harusnya tanpa bukan karna)
    -ingkap Jonghyun(harusnya ungkap)
    -memenggil Minho(harusnya memanggil)
    -tudur di sini(harusnya tidur)
    -tenga malam(harusnya tengah)
    -tidak berhasih juga(harusnya berhasil)
    -lelahdi(harusnya ada spasi)
    -kamar aprtemennya(harusnya apartemennya)
    -dan beranjk(harusnya beranjak)
    -saaat kemudian(harusnya saat)
    -tamanm itu(harusnya taman)
    -Oh beggitu(harusnya begitu)
    -sembunikan dari(harusnya sembunyikan)
    -Jonghyun akirnya dating(harusnya datang)
    -satu tema baruku. Ia pindaha dari los angeles(harusnya teman, dan pindahan)
    -Jangan menyerah dulu, hyung harus pesimis(harusnya optimis)
    -latian sudah(harusnya latihan)
    -ka mau(harusnya kau)
    -bukan akir pekan(harusnya akhir)
    -iya yakin akan bisa mendapatkan(harusnya Ia)
    -untuk bertanaya(harusnya bertanya)
    -guman Gwe(harusnya gumam)
    -latian pun(harusnya latihan)
    -lutunya bergeser(harusnya lututnya)
    -penyenbuhan(harusnya penyembuhan)
    -persersendian(harusnya persendian)
    -sanagt(harusnya sangat)
    -ruang latian(harusnya latihan)
    -bertekat(harusnya bertekad)
    -semuanaya sudah(harusnya semuanya)
    -Apa kau bilang barisan(harusnya barusan)
    -menapahnya(harusnya memapahnya)
    -Ternyata ruamah(harusnya rumah)
    -Akir-akir ini(harusnya akhir-akhir)
    -ia menciba(harusnya mencoba)
    -cuaca di Seil(harusnya Seoul)
    -sweeter(harusnya sweater)
    -berkac-kaca(harusnya berkaca-kaca)
    -dengarka penjelasan ku dulu(harusnya dengarkan)
    -ia memceritakan(harusnya menceritakan)
    -bodaoh(harusnya bodoh)
    -Aku mencarimu Gwe, kau mencarimu(harusnya Aku mencarimu Gwe, aku mencarimu)
    -denag(harusnya dengan).
    Nah, yang aku mau tekankan adalah pentingnya membaca ulang ff yang sudah kita buat. Agar mengurangi typo. Nggak mungkin juga kan perfect tanpa typo^^.
    Nah loh, jangan down ya. Ff-nya keren. Dan pasti ada alasan kenapa ini ff bisa masuk 24 besar dari entah berapa puluh ff lainnya yang nggak lolos.
    Aku sendiri suka sama storyline-nya. Keren sih. Hanya kurang dipoles aja.
    Pokoknya ceritanya keren dan udah mampu membuat aku terhibur. Author! Fighting!! Kudoakan menang!!

  10. hooo so sweet hooo suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka *jebol

    haha emang kalo jodoh tak akan kemana, ciyeee jjong ama taeyeon sweet ciyee,,,

    semua couple.a oke oke oke thor *ciumAuthor *mengharuBiru

    Nih gw kasih 1000 jempol #plakk

    Ganbatte!!!

  11. thor bnyak miss typo.. keke😄
    tp gpp lah…

    thor, aku msh bngung.. knp babeh g ikut kontes tuh? kn dy tau klu gwe tuh pke parfum apple blossom.. tyuz knp dy cri cwex yg lain?

    jd babeh trauma ma hujan ye.. gara” eunsook mati…

    jd slma ne eunsook ma gwe tuh sepupuan toh..

    thor, endingnyaa kurang greget.. keke😄

  12. bingung mau komen apa,soalnya pendapatku sama kayak readers yg lain.
    bagus sih thor storyline-nya. manis” gimana gitu..
    tapi banyak yg bikin aku bingung. jjong,minho,sama onew kan ga seumuran ya,tp knapa mrk sekelas? trus cerita jjong ngedeketin gwe itu harusnya diperjelas soalnya itu samar”.
    trus yg onew menghilang pas kompetisi utk nyari “sang pemilik sapu tangan”,bukannya sebelumnya dia emang udah menduga kalo itu gwe ya?
    trus percakapan di endingnya jg tiba” beralih topik,dr eunsook yg meninggal tiba” jinki ngebahas sapu tangan.

    mian ya author,tapi overall aku suka kok. lain kali lebih teliti aja ya,hwaiting^^

  13. Hihi udah nebak dari awal. Kalo inisial di saputangan it pasti Gweboon & Eunsook .. Huhuu
    Itu kaget pas yang dance sma gwe nya tenyta jjong, ga kepikiran alsan jinki nya ..
    Malahaan aku mikirnya jinki ny sakit itu mngkanya ngejauh dr gwe ..
    Fighting author~

  14. awal-awalnya lucuu… ^_^
    apalagiii pas minhoo ketiduran di bath up.. aigooo.. =,= insting seorang kodok kah? tidur di air? O.O #plaaakkk #dilempar gentong ama minoo

    waahhh.. pas udah masuk di jinboon udah mulai serius yaa???
    hohohohooh. dubu~~~ uljima.. eunsook udah metong kan masih ada aku #eeeh ada Gweboon mksudnya… ^^V

    ide ceritnya okee thor ^^
    i like it… but cemistrynya kurang dapet…
    mungkin krna gak dijelasin perasaan gweboon yg berbunga2 saat udh mulai deket sma Jinki…
    dan aku ngerasa msg2 castnya karakternya kurang kuat n khas..

    OMO~~ OMO~~~ ternyata yg ikutan kompetisi lomba ama si gwe itu malahan jjong yah???
    waaahh~~~ parah nih si Jinki masa tega bgt ninggalin cewek jegeg kaya gwe ngedance bareng jjong.. andweeee.. jjong itu milik taeyeon… :3 :3 :3 :3
    seneng bgt dehh.. pd akhirnya jjong gk ngerebutin gwe.. krna dia kan udah punya taeyeon yg manis… ^_^

    aku penasaran apa yg jinki lakukan wktu kompetisi berlangsung…
    neo eodiga jinki oppa~~~? jeongmal bikin galau para reader lhooo… ciyus… sueeer #sambil ngangkat paha ayam ^^V

  15. pertama baca castnya –> onboon.. hhihi lucu
    biasanya kan jinboon *gak penting deh
    tp btw saya suka kok thor. ciyus deh.. ngga brmaksud bashing, malahan krasa unik aja liat nama couplenya..
    maaf yya thor🙂

  16. Chinguu..
    Yg ini typo nya lumayan..

    Tapi tetep baguuuss..

    Dazling girl.. Dazling love..
    Ai ai ai..

    Jiaaahh…
    Q sukkaaa adegan gweboon nangis dan marah..

    Gimanaaaa tea..

    Daebak chingu…

  17. aku sempet bingung karna banyak typo dimana mana,. Tapi ceritanya bagus kog,. Apa lagi couplenya beda dari biasanya, minho sama minjung, jonghyun sama taeyeon,. Unik dh.. \(´▽`)/

  18. Minta maaf sebelumnya ya thor, tapi aku kurang dapat feelnya. Walaupun ceritanya panjang (thanks buat yang itu) tapi detail romancenya mereka kurang, hohohoho maaf kalau saya terlihat menggurui ^^, terus berkarya yaaa ‘-‘)!

  19. onew ama gweboon emang udh ditakdirin bersama makanya. mereka disatuin lagi *ngomong apaan sih gua*
    gweboon emang udh jatuh cinta duluan ama onew makanya waktu tau ternyata yg ikut kompetensi si jonghyun gimana dia nggak kesel. malah si onew ninggalin kompetisi buat nyari pemilik sapu tangan.
    tapi emang onew ama gweboon. emang mereka berdua udh jodoh😄

    oh ya untung si jonghyun mata hati (?) dibuka lagi jd nggak sampe bikin taeyon sakit hati gara gara jonghyun sempet ngedeketin gweboon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s