BSFC – GRAZE

GRAZE

Cast                :           GWEBOON

                                    TAEMIN

MINHO

JINKI

 

Genre             :           DRAMA. LIFE.

 

Rating             :           PG-15

 

Length            :           4.425wk

 

===============================================================

 

Gweboon  P.O.V.

 

 

“Aku ingin uang dan kau ingin anak dariku, lalu?”

 

Kunaikkan satu alisku menjawab pertanyaannya.

 

“Apa kau sama sekali tidak memperdulikan anak yang akan kau berikan pada kami?”

 

“Bukankah sudah ada kau yang akan memperdulikannya?”

 

Dia terdiam menerima pertanyaan alih – alih jawabanku.

 

Dia tampak berusaha mencerna perkataanku dan aku bisa melihat keraguan dalam matanya.

 

“Apa lagi yang kau ragukan Taemin?”

 

Aku mengubah posisi dudukku. Kaki bersilang dan tanganku melipat didepan dada.

 

Jujur kukatakan jika aku sudah sangat lelah membahas perihal yang sama berulang kali. Taemin selalu ingin membahasnya. Selalu mencari kesempatan sekecil apapun untuk membicarakannya. Dia benar – benar membuang waktuku. Sedari awal kami sudah sepakat tentang semua hal. Lalu apa lagi yang ingin dia diskusikan?

 

“Aku hanya tidak ingin jika ditengah jalan kau berubah pikiran Gweboon. Bagaimana jika tiba – tiba kau tidak ingin memberikan anak itu pada kami.”

 

Yang benar saja.

 

Apa dia benar saudaraku?

 

Seingatku kami sudah hidup bersama selama belasan tahun. Bagaimana bisa Taemin masih tidak mengenal kepribadianku.

 

“Aku bukan wanita seperti itu Taemin, apa kau lupa?”

 

Taemin menggigit bibir bawahnya. Masih banyak keraguan terpancar dalam bola matanya yang bisa kulihat jelas. Sepertinya memang sangat sulit untuk meyakinkan Taemin jika dia tidak perlu mencemaskan apapun.

 

“Tapi Gwe, aku…. Jika aku ya-.”

 

“Dengar Taemin.” Kusela perkataannya dan kuhirup udara sebanyak – banyaknya kemudian berdiri dari posisi dudukku dan duduk disisi kiri tubuhnya.

 

“Bisakah kau berhenti berpikir terlalu keras? Bisakah kau berhenti untuk menyamakan persepsimu denganku? Apa lagi yang ingin kau dengar dariku agar kau berhenti ragu dan menjalani semuanya dengan tenang? Apa kita benar – benar perlu mendiskusikan semua dari  awal? Apa kau tidak bosan? Tidak lelah?” Dalam satu tarikan nafas panjang aku berbicara tanpa berhenti.

 

Taemin kembali terdiam.

 

Sunyi menaungi ruangan kami. Hanya ada suara deru nafasku dan suara isakan kecil Taemin yang mulai terdengar.

 

“Maafkan aku.” Ucap Taemin. Suaranya parau dan dia berusaha keras menahan diri untuk tidak menangis keras.

 

“Jika saja aku tidak seperti ini. Aku tidak akan merepotkanmu.”

 

Kubelai bahunya dan dia  menyenderkan wajahnya pada lekuk bahuku.

 

“Tidak ada yang salah Taemin, kau tidak perlu meminta maaf. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Bukankah ini hubungan mutualisme? Kita sama – sama di untungkan. Aku akan mendapatkan uang darimu dan kau akan mendapatkan anak dariku dan kita berdua tidak rugi apapun.”

 

Aku menangkup wajah Taemin, menyeka tetesan air mata yang mengalir di kedua sudut matanya dengan jemariku.

 

“Tenanglah Taemin, semuanya akan baik – baik saja.”

 

Tubuhnya semakin berguncang dan tanpa berpikir panjang kudekap dia dengan erat.

 

Saudaraku satu – satunya. Saudara perempuanku. Dia begitu menderita dan akupun sama.

 

.

.

.

 

Aku tidur bermalas – malasan diranjang besarku. Merenungi nasib dan kesialan.

 

Aku ditipu dan di tinggalkan kekasihku. Dia meninggalkanku dengan hutang yang sangat banyak. Membuatku di kejar – kejar oleh rentenir yang bisa saja membunuhku jika aku tidak melunasi hutang.

 

Nasib burukku bahkan tidak berakhir disitu. Rumah yang setengah mati kucicil dari jerih payahku bekerja selama beberapa tahun musnah begitu saja. Dia menjualnya tanpa sepengetahuanku sehingga membuatku berakhir menjadi gembel tanpa tempat tinggal sebelum Taemin memungutku.

 

“Fuh.”

 

Taemin benar – benar beruntung bisa menikahi Minho. Pria itu selain kaya juga tampan.

 

Kamar yang kutempati seperti kamar mewah yang sering kulihat dilayar televisi dalam drama – drama romantis.

 

“Aku memang sial.”

 

Aku tidak akan pernah lagi mau mempercayai orang lain. Tidak akan pernah.

 

Pria yang menjalin hubungan denganku selama dua tahun saja sanggup melakukan hal kejam itu padaku. Apa lagi dengan orang – orang baru yang kukenal.

 

Aku tidak mengerti apa yang salah denganku.

 

Aku hidup dengan baik. Tidak pernah menyakiti orang lain. Tidak pernah menuntut lebih pada orang tua yang tidak bisa memenuhi keperluanku. Tidak pernah iri pada Taemin yang selalu bersinar.

 

Kim Gweboon? Tidak ada yang memperhatikanku karena seorang Kim Gweboon tidak bersinar seperti seorang Kim Taemin.

 

Aku tidak menyalahkan Taemin karena dia selalu mendapatkan perhatian lebih dariku. Aku cukup puas dengan kekasih yang menipuku dulu, cukup puas dengan pekerjaanku, rumah kecilku, usaha kecilku dan impian – impianku. Itu sudah membuatku bahagia.

 

Tapi nasib berkata lain. Aku sama sekali tidak diberkati.

 

“Apa yang kau lakukan Gwe?”

 

Aku memiringkan kepalaku, melirik dengan sudut mataku kearah pintu kamar. Minho masih dengan jas kerjanya mengunjungiku.

 

“Tidak ada. Aku hanya merenungi nasibku.”

 

Dengan malas aku mengangkat tubuhku dan duduk bersandar pada kepala ranjang.

 

Minho mendekat. Dia menunduk agar wajahnya sejajar dengan wajahku.

 

“Apa kau menginginkan sesuatu? Taemin bilang kau tidak memakan makananmu lagi.”

 

Minho mengacak rambutku sembari tersenyum ramah.

 

Belasan tahun aku hidup bersama Taemin baru kali ini aku merasa iri pada hal yang dia miliki.

 

Dia benar – benar beruntung menikahi Minho. Aku sampai harus menahan air mataku ketika secara tidak sengaja membandingkan mantan kekasihku dengan suaminya.

 

“Aku ingin sesuatu yang dingin.”

 

“Es krim?”

 

Dia langsung menebak. Aku mengangguk malas.

 

“Tapi Taemin tidak akan memberikannya padaku.”

 

Aku menunduk. Memeluk perutku.

 

“Tunggulah, aku akan membawakannya untukmu.”

 

“Tapi bagaimana dengan Taemin?”

 

Aku mendongak untuk melihat wajahnya. Dia mengedipkan matanya sebelah dan kembali mengacak rambutku.

 

“Jangan beritahukan padanya. Anggap ini rahasia kecil kita.”

 

Apa yang membuatku tambah ingin menangis adalah INI.

 

Kandunganku  sudah mencapai usia dua bulan dan aku masih ‘akan’ merasakan morning sick entah sampai kapan. Tiap pagi selalu berlari kekamar mandi memuntahkan air. Tidak bernafsu untuk makan, dan selalu memiliki keinginan aneh yang disebut sebagai “mengidam”.

 

Minho begitu memperdulikan perasaan dan keinginanku. Walau Taemin juga seperti itu tapi sekarang dia lebih fokus pada bayi yang kukandung. Aku tidak bisa menyalahkannya karena dia begitu menginginkan bayi ini lahir dengan sehat hingga tidak bisa lebih fokus padaku yang mengandung dan memiliki keinginan memakan sesuatu yang tidak sehat.

 

Aku mengangguk sebagai persetujuan dan Minho menghilang dari hadapanku.

 

“Huft”

 

Aku kembali merebahkan diri. Tanganku menjulur keatas seakan ingin meraih langit – langit kamar yang tinggi.

 

Taemin tidak bisa memberikan anak kepada keluarga Minho karena dia mandul. Kenyataan itu dia ketahui setelah mengecek kondisi tubuhnya beberapa bulan lalu.

 

Dia datang menemuiku menceritakan semuanya. Menangis dan hampir mengiris pergelangan tangannya karena kecewa pada dirinya sendiri.

 

Dan nasib sungguh  mempermainkan kami dengan baik.

 

Saat Taemin terpuruk saat itu pula aku mengetahui jika aku telah di tipu oleh kekasihku.

 

Tidak tahu siapa yang awalnya mencetuskan ide jika aku akan menjadi sukarewalan yang mengandung benih Minho. Kejadiannya begitu cepat dan samar – samar dalam ingatanku.

 

Aku dan Taemin sama – sama dalam kondisi tidak bisa berpikir logis.

 

Aku hampir gila dan Taemin hampir mati.

 

Aku butuh uang.

 

Taemin butuh anak.

 

Kami akhirnya menjadi relasi yang saling menguntungkan. Aku memiliki rahim yang Taemin butuhkan untuk memberikan anak pada Minho dan Taemin memiliki banyak uang yang kubutuhkan dari suaminya Minho.

 

Akhirnya aku hamil melalui proses inseminasi buatan. Aku tidak perlu melakukan hubungan intim dengan Minho. Untunglah perkembangan kodokteran memudahkan segalanya. Membayangkan berhubungan dengan Minho yang notabene adalah suami dari Taemin aku merasa jijik pada diri sendiri. Walau kuakui aku memiliki sedikit rasa terhadap Minho tapi tetap saja akal sehatku masih berjalan.

 

“Huahhh.”

 

Aku mengelus – ngelus perutku.

 

Disini. Dalam perutku ada sebuah jiwa dari seseorang yang dicintai oleh saudaraku.

 

Disini. Dalam perutku ada sebuah raga yang akan terus berkembang dan akan kuberikan pada mereka yang membantuku.

 

Apa aku sedih?

 

Tidak!

 

Aku sama sekali tidak merasakan kesedihan apapun karena akan memberikan bayi yang kukandung pada Taemin. Aku merasa jika bayi ini memang bukan hakku. Bayi ini hanya sekedar singgah dalam rahimku dan begitu lahir dia akan berada dalam dekapan orang – orang yang mencintainya.

 

“Aku mengurus bayi?”

 

Mengurus diri sendiri saja aku tidak becus.

 

Aku masih egois dan tidak mau terikat. Maka dari itu aku lebih memilih hidup bersama dengan mantan kekasihku tanpa menikah.

 

“Cepatlah lahir dengan begitu aku bisa bebas untuk kembali ke klub malam bersama teman – temanku.”

 

.

.

.

 

“Minho!!!! Kau ingin membuatku terlihat seperti babi?”

 

Aku merengek menjauhkan piringku.

 

“Gweboon dia hanya membantumu mengambil makanan.” Taemin membela suaminya.

 

Mereka berdua memang pasangan yang serasi, selalu menyuruhku memakan makanan yang sangat banyak. Aku sudah kenyang dan mereka masih saja menyuruhku makan.

 

Lihat saja lemak – lemak ditubuhku. Aku bahkan tidak berani lagi berhadapan dengan cermin.

 

“Tapi tidak sebanyak ini!!! Huh, ini banyak sekali. Aku bisa gemuk kalau memakan semuanya.”

 

“Tubuh ibu hamil memang seperti itu Gwe, nanti jika kau sudah melahirkan tubuhmu akan kembali langsing. Aku tahu kau ingin memakannya, jadi jangan memaksakan diri untuk menahan nafsu makanmu karena takut gemuk.”

 

Minho mengedipkan matanya padaku dan kembali menaruh udang goreng dalam piringku. Aku ingin membantahnya namun melihat makanan yang dia sodorkan aku menutup mulutku.

 

Nafsu makanku mengerikan.

 

Aku benci menjadi ibu hamil.

.

.

.

6 bulan.

 

Aku semakin sulit untuk bergerak dan Taemin menyiksaku dengan membawaku berkeliling Mall membeli perlengkapan bayi.

 

“Kenapa kau tidak pergi membelinya bersama dengan Minho saja Taemin? Aku lelah!”

 

Aku berhenti berjalan mengikutinya. Dia menoleh kearahku.

 

“Minho nanti akan menyusul Gwe!Ayolah, masih ada baju – baju bayi yang ingin kubeli di toko sana.”

 

Aku mengerutkan keningku.

 

“Masih?”

 

“Yah!!!”

 

“Kita sudah berbelanja banyak Taemin!! Kau menghambur – hamburkan uang dengan percuma!”

 

“Tidak ada yang percuma untuk anakku.”

 

Dia melihat perutku dengan mata yang bersinar bahagia. Dia benar – benar membuatku lelah. Tingkahnya seperti anak kecil.

 

Tiap hari dia memaksaku untuk melakukan hal – hal aneh. Memutar lagu klasik yang membuatku mengantuk demi bayi diperutku. Mendaftarkanku senam khusus ibu hamil. Mengajakku berjalan – jalan agar kondisi tubuhku tetap fit. Aku lelah! Aku ingin bersenang – senang. Dan aku merindukan alkohol. Aku mual selalu minum susu.

 

“Ayolah Gwe!!! Semangat.”

 

“Terserah.”

 

.

.

.

 

Bukan Minho yang menyusul kami tapi seorang pria tampan lainnya. Dia mengenakan jas seperti direktur – direktur muda pada umumnya. Dia membungkuk pada Taemin kemudian mereka berbincang sejenak tidak menyadari keberadaanku yang terduduk kehabisan tenaga di sofa toko.

 

Aku mengelus perutku. Kebiasaan yang muncul tanpa bisa kucegah. Kebiasaan itu datang sendiri dengan semakin membesarnya perutku.

 

“3 bulan lagi Gwe. Semangat.”

 

Taemin menoleh kearahku, bersama pria tadi dia mendekatiku.

 

“Gwe, Perkenalkan ini Jinki. Dia assisten Minho. Minho tidak bisa menyusul dan menjemput kita karena itu dia mengirim Jinki.”

 

Aku berusaha berdiri. Pria yang bernama Jinki itu membantuku dengan meraih lenganku dan menarik tubuhku agar aku tidak perlu merasakan beban saat berdiri.

 

Kalau kuperhatikan dia benar – benar tampan.

 

Huft. Sepertinya penyakitku yang gampang tertarik pada pria tampan tidak terpengaruh oleh rasa traumaku pada tragedy penipuan mantan kekasihku.

 

“Hi Jinki. Perkenalkan Kim Gweboon.”

 

Aku mengulurkan tangan padanya setelah sanggup berdiri dengan kakiku sendiri. Tangannya menyambut uluranku.

 

Senyumnya indah.

 

Aku memajukan tubuhku untuk lebih jelas melihat wajahnya. Dia memundurkan wajahnya dan kudengar Taemin berdehem untuk menegurku.

 

“Senyummu sangat indah Jinki.”

 

Jinki hanya terkekeh menutup mulutnya dengan punggung tangan dan mengangguk sembari menatapku dengan malu.

 

Shy guy? Aku tidak pernah menyicipi pria seperti itu.

 

Aku menyeringai.

 

.

.

.

 

7 bulan.

 

“Sejak kapan Gweboon menjadi dekat dengan Jinki?”

 

Aku mendengar suara Minho dari arah ruang tengah ketika aku ingin mengambil beberapa buah untuk kumakan.

 

Aku mengendap seperti pencuri bersembuyi dianak tangga terakhir yang dekat dengan ruang tengah. Aku berjongkok.

 

“Jinki? Sejak beberapa minggu belakangan. Mereka sepertinya memiliki hobi yang sama. Kenapa?”

 

“Tolong peringatkan saja Gweboon agar jangan terlalu dekat dengan Jinki.”

 

Eh? Aku mengerutkan keningku.

 

Kenapa aku tidak boleh dekat dengan Jinki? Pria itu baik. Dia bahkan mau mengerti tentang kondisiku yang tengah hamil anak mereka. Dia selalu menghilangkan rasa sepiku ketika Minho maupun Taemin terlalu sibuk untuk mengurusku. Dia selalu membalas semua pesan singkatku. Jinki sering menelponku hanya sekedar mengobrol. Lantas apa yang salah?

 

Minho tidak mempercayai assistennya sendiri?

 

“Kenapa?”

 

“Lakukan saja apa yang kukatakan.”

 

“Setidaknya kau memberikan alasan yang jelas Minho.”

 

“LAKUKAN SAJA.”

 

Aku tersentak. Baru pertama kali aku mendengar Minho berteriak seperti itu. Aku membatu dalam posisiku berjongkok. Dadaku bergemuruh. Aku tidak bisa membayangkan di balik senyum Minho dia bisa melakukan hal seperti terhadap Taemin.

 

Dia berteriak didepan Taemin.

 

Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Taemin saat ini karena aku bersembunyi dari mereka, tapi dari pengalamanku hidup bersamanya selama belasan tahun aku yakin dia akan menangis. Taemin tidak tahan dengan perlakuan seperti itu. Dia tidak suka dengan hal – hal yang kasar.

 

“Lakukan saja apa yang kukatakan.”

 

Aku berlari pelan kekamarku. Tidak ingin lagi mengetahui apa yang mereka bicarakan. Tidak mau mendengar suara isakan Taemin yang begitu memilukan.

 

Ada apa dengan Minho?

 

.

.

.

 

Aku duduk bersandar pada kursi goyangku dihalaman belakang rumah. Didepanku kolam renang besar terpampang mengundangku untuk berenang. Aku ingin sekali menyeburkan diri kedalam sana. Mengambang seperti mayat agar aku tampak bodoh.

 

Aku menghela nafas.

 

“Apa ada hal sulit yang kau pikirkan?”

 

Waktu yang tidak tepat. Sengaja aku menghindari Minho setelah beberapa malam dia berteriak pada Taemin. Aku belum sanggup menghilangkan suara kasarnya dalam benakku.

 

Aku mengacuhkannya dengan mengangkat bahu berlagak bosan dan dengan kesialanku dia duduk disampingku.

 

“Apa yang kau pikirkan Gwe?”

 

“Tidak ada!”

 

Aku memejamkan mata.

 

“Kau tidak bisa membohongiku. Kau dan Taemin tidak pandai melakukannya.”

 

Minho memang pria baik. Dia memang sangat baik dan itu membuatku sekarang muak.

 

Bagiku saat pertama kali dia memperlakukanku begitu istimewa aku berpikir itu karena dia menghormatiku yang mengandung anak mereka. Aku bahkan merasa bagai diatas angin karena diperlakukan istimewa dan begitu berharga olehnya. Membuatku hampir menangis dan bahkan membuatku iri terhadap Taemin untuk pertama kalinya.

 

Tapi sekarang? Sikapnya berlebihan.

 

Aku masih tersanjung dan merasa bahagia karena dia begitu fokus padaku, tapi aku tidak suka jika dia terlalu melebih – lebihkan. Bagaimana dengan Taemin? Dia terlihat tidak baik beberapa hari ini. Dia tidak lagi secerewet biasanya. Dia berhenti mengerecokiku. Dia menghindariku lebih tepatnya.

 

“Aku sungguh baik – baik saja Minho.”

 

Aku berdiri dan dia segera meraih bahuku untuk membantu. Aku tidak menepisnya karena aku memang butuh bantuan. Tubuhku sekarang membengkak.

 

“Tidak perlu lagi membantuku. Aku bisa berjalan sendiri.”

 

Aku menolaknya halus ketika dia mulai bergerak untuk mengikutiku.

 

Aku berharap jika ini semua hanya pemikiranku.

 

Aku berharap.

 

Aku berharap jika Minho tidak menyukaiku. Jika semua ini hanya halusinasiku.

 

.

.

.

 

“Apa kau menyembunyikan sesuatu yang mengerikan dariku?”

 

Aku bertanya pada Jinki. Walau aku sudah di peringatkan oleh Taemin agar tidak lagi menemuinya dengan alasan berdalih jika sebaiknya aku tidak mengganggu pekerjaan Jinki tapi aku tetap bersikeras menghubungi pria didepanku.

 

Kami duduk saling berhadapan disebuah resto yang menyajikan fried chiken. Aku sedang ingin memakan paha ayam.

 

“Apa kau anak seorang gangster? Atau kau seorang kriminal?”

 

Jinki terkekeh.

 

Aku ingin tahu. Aku ingin mencari tahu alasan di balik sikap Minho yang melarangku untuk berdekatan dengan Jinki. Aku ingin mengenyahkan asumsiku yang berbisik setiap malam dalam tidurku jika Minho melakukan hal itu karena dia merasa terancam. Dia merasa cemburu karena keberadaan Jinki yang dekat denganku.

 

Aku menggeleng.

 

Jangan sampai hal seperti itu terjadi. Itu gila.

 

“Apa Minho menyuruhmu menjauhiku?”

 

Dia tahu.

 

Dia memajukan tubuhnya. Sikunya bersandar diatas meja. Dagunya dia tempatkan diatas punggung tangannya. Jinki memiringkan wajahnya dan mengedipkan matanya padaku.

 

“Aku tidak tahu apa yang dia katakan. Aku tidak akan menjelaskan apapun padamu. Aku hanyalah Jinki. Percayai apa yang ingin kau percayai, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Apa jawabanku cukup membuatmu puas?”

 

.

.

.

 

Bulan terakhir kehamilan.

 

Aura yang terasa di ruangan ini sangat menekan. Minho tidak bisa menyembunyikan aura marahnya pada Jinki yang duduk disisiku. Berkali – kali aku mendapati dia melirik Jinki dengan tatapan ingin membunuh.

 

Tak ada yang bisa mencairkan suasana. Aku ingin melarikan diri dari tempat ini.

 

Kalau aku tahu kejadiannya akan seperti ini, aku tidak akan menyuruh Jinki datang. Aku tidak mengira jika Minho dan Taemin akan pulang cepat malam ini. Beberapa akhir ini mereka sangat sibuk sehingga selalu pulang larut malam.

 

Nasib sialku memang tidak ada habisnya.

 

“Sebaiknya aku pulang, ini sudah larut malam.”

 

Jinki melihat jam di pergelangan tangan kirinnya. Dia beranjak dari sofa ditempat kami duduk.

 

“Aku akan mengantarmu.”

 

“Tidak perlu, biar aku yang mengantarnya Gwe.”

 

Minho menahanku. Dia sudah lebih dulu berdiri dan menekan bahuku agar tidak bergerak dari posisiku.

 

Kulihat punggung mereka menjauh dari hadapanku dan aku tidak bisa mengabaikan sebuah tatajam tajam dari saudaraku sendiri.

 

Taemin.

 

“Gweboon bisa kita bicara sebentar?”

 

Aku menelan air liurku.

 

.

.

.

 

Dia duduk ditepi ranjang disampingku. Mungkin kami sudah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh menit, setengah jam atau mungkin sejam. Aku tidak begitu memperhatikan waktu.

 

Tak ada yang mencairkan suasana diantara kami. Kecanggungan ini pertama kalinya kurasa selama aku hidup bersamanya. Aku tidak berani membuka mulut. Aku takut jika aku bersuara ada hal buruk yang akan terjadi.

 

“Apa kau menyukai Minho?’

 

Aku membatu mendengar pertanyaan Taemin yang tiba – tiba. Dapat kurasa bibirku bergetar ketika ingin menanggapinya.

 

“Apa maksudmu Taemin?”

 

Aku mencoba bersikap santai. Masalah ini. Aku benci dengan suasana seperti ini.

 

“Jawab saja Gwe, apa kau menyukai Minho?”

 

“Tidak! Aku tidak be-.”

 

“Tolong kali ini bisakah kau bersikap jujur.”

 

Taemin memotong perkataanku.

 

“Aku tahu selama ini kau selalu mencoba mengabaikan perasaanmu. Aku tahu selama ini kau selalu menyimpan perasaanmu demi kebaikanku. Tolong kali ini. Bisakah kau jawab dengan jujur, kau menyukai Minho?”

 

Aku tergagap. Seperkian detik pikiranku kembali melayang di awal bulan aku tinggal dengan mereka. Sikap Minho, perlakuan Minho yang mengistimewakanku. Segala sesuatunya. Aku hampir mengubah jawabanku menjadi “Ya” untuk pertanyaan Taemin.

 

“Aku ti-.”

 

“Aku mengerti.”

 

Taemin kembali menyelaku.

 

“Aku akan memberikannya padamu. Aku merasa jika Minho menyukaimu. Dan jika kau juga menyukainya aku akan mem-.”

 

PLAK

 

Aku menamparnya.

 

Pipiku terasa panas. Dadaku bergemuruh. Aku menutup mulutku rapat – rapat  dan kemudian aku menjerit.

 

“Gwe….”

 

Aku merasa bagian punggungku begitu sakit. Perutku terasa mulas.

 

“Gwe…”

 

“Rumah sakit, Akh! Cepat! Sakit sekali.”

 

Aku menekan punggungku. Taemin mengangguk mengerti dan berlari keluar kamarku dan kudengar dia berteriak memanggil Minho.

 

Aku meringis menahan sakit dan pikiranku melayang jauh pada proses melahirkan yang akan segera kuhadapi.

 

“Kenapa bayi ini ingin keluar disaat yang tidak tepat?”

 

.

.

.

 

Aku terbangun. Mengedipkan mataku berkali – kali hingga mataku kembali bisa merefleksikan bayangan dengan jernih.

 

“Ouch.” Aku meringis saat mencoba menggerakkan tubuhku.

 

Bodoh! Aku baru saja melalui proses mengerikan. Tentu saja badanku akan terasa seperti ini ketika terbangun.

 

Aku tidak begitu mengingat prosesnya dengan jelas karena aku terlalu fokus pada rasa sakit yang kurasa. Dan demi apapun didunia ini aku bersumpah ini pertama dan terakhir kalinya aku mengandung.

 

“Gwe.”

 

Aku menoleh ke asal suara.

 

Minho yang duduk disofa tak jauh dari ranjangku menyadari kesadaranku. Dia beranjak dan berdiri disampingku.

 

Tangannya membelai rambutku kemudian beralih ke pipiku dan itu membuatku sangat risih.

 

Aku mencari sosok Taemin dan dia berdiri menopang diri pada handle pintu. Wajahnya terlihat lelah dan matanya sama sekali tidak bisa membohongiku jika dia terluka. Tersakiti karena melihat sikap Minho terhadapku.

 

Belum sempat aku membuka mulut Taemin menggeser tubuhnya. Seorang perawat masuk membawa buntalan kecil dalam lengannya.

 

Bayiku.

 

Bukan, bayi mereka.

 

Perawat itu mendekat dan dia menidurkan bayi yang dia gendong disamping tubuhku namun Minho langsung meraihnya dan menyuruh Perawat itu alih – alih menidurkan bayi itu disampingku kedalam gendongannya.

 

Mata Minho berbinar bahagia.

 

“Halo cantik.”

 

Minho mencolek pipi bayinya.

 

Cantik?

 

Aku lupa bayi yang kukandung adalah seorang perempuan. Aku tidak begitu bersemangat saat mereka melakukan pengecekan jenis kelamin beberapa bulan lalu hingga tidak memperhatikan dan akhirnya melupakannya begitu saja.

 

“Kau wangi sekali.”

 

Minho mencium pipi bayinya dengan penuh kasih.

 

Keningku berkerut.

 

Bukankah sekarang ini seharusnya perasaanku menjadi tersentuh melihat pemandangan didepan mataku? Seharusnya aku menangis bahagia penuh haru biru melihat bayi yang kuperjuangkan untuk hidup di dunia ini telah lahir dan begitu di cintai oleh orang – orang sekitarnya.Tapi, mengapa tak ada sedikitpun perasaan itu muncul memenuhi hatiku.

 

Aku tetap tidak memperdulikan bayi yang baru saja kulahirkan dengan mempertaruhkan nyawa. Tidak perduli jika Minho dan Taemin akan mengambilnya.

 

Aku malah merasa LEGA. Akhirnya kebebasanku kembali.

 

Kulirik Taemin. Dia seperti terkucil dalam ruangan ini karena Minho begitu terhanyut dengan bayi yang berada dalam buaiannya. Taemin tampak ingin berlari keluar dan berteriak kemudian menangis untuk menghilangkan sesak yang dia rasa.

 

Aku bergerak mengabaikan rasa sakit dari tubuhku dan lagi sebelum aku sempat berbicara Minho mendahuluiku.

 

“Taemin…”

 

Minho memanggilnya dengan nada terindah yang pernah kudengar.

 

Dia tersenyum dengan air mata yang tergenang disudut mata besarnya. Dia mengangkat bayinya kearah Taemin. Menyodorkannya agar Taemin meraihnya.

 

“Dia cantik sekali. Anak kita Taemin. Kau tidak ingin menggendongnya?”

 

Tangis Taemin pecah dan kulihat Minho menjadi panik. Dia menyerahkan bayinya padaku dan aku tergagap menerimanya.

 

Bagaimana posisi yang benar menggendong bayi? Aku meletakkan kepala mungilnya pada lengan atasku dan sebagian tubuhnya bersender diatas perutku. Apa ini sudah benar?

 

Aku begitu sibuk mencoba mencari posisi yang nyaman untuk bayi mereka sehingga terkesiap begitu pertama kali aku melihat wajahnya.

 

Minho benar. Dia cantik sekali.

 

Bayi mereka benar – benar sempurna.

 

Aku mulai membelai pipinya dan dia membuka mulut mungilnya.

 

“Kau benar – benar cantik.”

 

Aku mencoba mencari rasa keibuan yang sering kudengar oleh orang lain. Insting yang akan datang ketika kau menjadi seorang ibu. Dimana seorang ibu akan memiliki rasa menyayangi dan melindungi yang tinggi untuk anak mereka dan lagi keningku berkerut.

 

Aku tidak menemukannya bahkan ketika bayi dalam buianku menghisap telunjukku.

 

Perasaan atau insting keibuan tidak ada dalam nadi – nadiku.

 

Aku memang mengagumi bayi dalam dekapanku tapi untuk menjaga dan memilikinya? Sama sekali tak terbersit dalam pembuluh darahku.

 

“Hiduplah yang baik. Tumbuh yang cantik dan bahagia bersama orang tuamu. Mengerti?”

 

Aku mencium keningnya yang wangi.

 

Kubiarkan pasangan didepanku berbicara mengenai perasaan mereka. Sekarang ini aku hanya ingin menikmati rasa hangat yang menyelimuti hatiku.

 

Bukan karena bayi ini.

 

Aku masih berasumsi jika dia bukan milikku tapi milik mereka.

 

Aku akhirnya mendapatkan jawaban dari pertanyaanku.

 

Aku melihat dari mata Minho ketika dia menyodorkan bayi ditangannya kearah Taemin. Dia tidak memiliki perasaan khusus untukku. Perlakuannya murni hanya karena Minho perduli padaku yang mengandung anak mereka. Dia hanya mencintai saudaraku. Dimatanya hanya ada Taemin.

 

Aku yakin selama ini Minho pasti selalu berspekulasi jika aku adalah duplikat Taemin. Jika aku hanyalah sekedar wanita yang agak mirip dengan Taemin yang meminjamkan rahim demi kebahagiaan mereka. Wanita yang dia hargai karena telah rela mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anak mereka. Semua perlakukannya murni karena rasa keperdulian dan menghormatiku.

 

Minho mencintai Taemin. Asumsiku sangat salah dan itu membuatku ingin tertawa.

 

Tapi satu hal yang masih mengganjal dalam pemikiranku.

 

Kenapa Minho melarangku untuk berhubungan dengan Jinki jika dia tidak memiliki perasaan apapun terhadapku?

.

.

.

 

“Jadi?”

 

“Seperti itulah.”

 

Aku duduk diatas meja ruang kerja Taemin yang berada di rumahnya. Pasca melahirkan 4 bulan yang lalu aku memutuskan untuk pergi dan tinggal di apartemenku sendiri. Walau aku harus menghadapi penolakan Taemin dan Minho terlebih dahulu, mati – matian menyakinkan mereka jika aku lebih nyaman hidup sendiri dan tidak ingin membebani mereka. Akhirnya sekarang aku hidup bebas sendirian.

 

“Apa maksudmu seperti itulah Taemin?”

 

Aku menaikkan satu alisku. Tanganku menyilang. Yang benar saja. Minho begitu bodoh. Sangat bodoh. Dia kuberikan predikat pria terbodoh di planet ini.

 

“Dia melarangku berdekatan dengan Jinki karena dia tahu Jinki adalah pria bejat yang suka mempermainkan wanita?”

 

Taemin mengangguk.

 

“Dan dia merahasiakan alasannya karena dia takut begitu dia mengatakan hal itu kau akan bertanya lebih jauh dan mengorek dari mana dia mendapatkan informasi itu dan kemudian jika dia menjelaskan dia dulunya bersama Jinki adalah pria seperti itu dia takut kau akan meninggalkannya?”

 

Lagi Taemin mengangguk.

 

Aku tertawa.

 

“Gwe..”

 

“Suamimu itu bodoh. Dia tidak mengenalmu. Hanya karena dia dulu brengsek bukan berarti kau akan meninggalkannya kan?”

 

“Dia takut aku kecewa Gwe. Dia begitu takut jika aku meninggalkannya jika tahu masa lalunya yang ‘hitam’. Dia tidur dengan siapapun yang menawarkan diri padanya. Dia suka mempermainkan hati orang yang menaruh hati padanya, dia takut jika aku mengetahuinya pandanganku terhadapnya akan berubah.”

 

“Dia bodoh.” Ucapku.

 

“Aku tahu. Dia begitu bodoh hingga aku menghajarnya.”

 

Menghajarnya?

 

Aku turun dari meja kerja dan menghampiri Taemin. Dia bisa menghajar orang lain? Ini informasi baru untukku.

 

“Bagaimana kau menghajarnya?” Tanyaku.

 

“Itu rahasia!!!” Wajah Taemin memerah. “Yang jelas mulai sekarang jangan dekati Jinki karena menurut Minho, Jinki belum berubah sama sekali. Saat bersamamu pun Jinki selalu menggandeng wanita yang berbeda – beda. Maka dari itu Minho begitu cemas padamu.”

 

Aku hanya diam tak memberikan reaksi apapun.

 

“Gwe, Jangan dekati dia lagi. Mengerti?”

 

Aku memiringkan wajahku dan menatap mata Taemin. Bibirku menyeringai.

 

“Kau tidak perlu memikirkan hal itu Taemin. Kau mengenalkukan?”

 

“Karena aku mengenalmu maka-”

 

“Sst, tenang saja. Aku bisa menjaga diri, lagipula ada hal penting yang ingin kutanyakan. Bagaimana kabar  anakmu?”

 

Air muka Taemin berubah. Berseri – seri dan tampak sangat bersemangat. Aku harus menyiapkan diri selama berjam – jam dari sekarang karena Taemin akan mulai berdongeng begitu anaknya di bahas.

 

.

.

.

 

Aku menjatuhkan tas chanelku begitu saja diatas meja dan duduk menyenderkan punggungku pada sofa. Aku menghirup udara sebanyak – banyaknya.

 

“Kau sepertinya frustasi.”

 

Aku tidak menoleh untuk melihatnya. Aku hanya diam duduk dengan nyaman.

 

Kurasakan pergerakkan kecil disamping tubuhku. Dia duduk dan menaruh gelas berisi air putih  diatas meja. Aku langsung menyambarnya dan tanpa pikir panjang menegaknya sampai habis.

 

Jemari tangannya mengusap bibir bawahku. Menyeka air yang menetes.

 

“Ada apa eoh?”

 

Aku menolak untuk menjawabnya.

 

Aku mengalungkan tanganku dilehernya dan mengangkat tubuhku mengangkang diatas pahanya.

 

Tangannya secara otomatis melingkar dipinggangku.

 

“Taemin baru saja mengingatkanku untuk menjauhimu.”

 

Jinki terkekeh.

 

“Lalu? Apa sekarang aku harus mengucapkan salam perpisahan denganmu?”

 

Aku berpura – pura berpikir.

 

Jinki menantiku.

 

Aku mengangkat bahu.

 

“Tergantung.” Kataku mulai menciumi lehernya dan membuat nafas Jinki mulai memburu. Tangannya mulai bermain dipahaku.

 

“Tergantung?” Tanyanya meraih daguku agar wajah kami saling berhadapan.

 

“Kalau kau mulai mengajakku menikah aku akan meninggalkanmu.”

 

Jinki tertawa keras.

 

“Ck, kau wanita teraneh yang pertama kalinya kutemui! Selama ini aku selalu dituntut untuk menikahi wanita – wanita yang kukencani dan kau? Kau malah mengancam akan meninggalkanku jika aku memintamu menikahiku?”

 

Aku memutar bola mataku.

 

“Kau tahu aku tidak suka terikat.”

 

“Aku tahu, maka dari itu aku lebih menyukaimu daripada wanita – wanita lain yang kukencani.”

 

“Apa masih ada wanita lain selain aku?” Aku memicingkan mataku dan Jinki terkekeh geli.

 

“Apa kau sekarang perduli dengan wanita – wanita lainnya? Bukankah kau memberikanku kebebasan selama aku berada diluar? Bukankah kita hanya menc-”

 

“God Jinki! Aku hanya bertanya!” Aku memukul pelan bahunya.

 

“Aku tidak perduli dengan wanita yang kau kencani. Tidak perduli jumlah mereka. Selama kau bisa memberikan apa yang kuinginkan, selama kau tidak menuntutku menikah itu semua tidak masalah. Mengerti?”

 

“Aku mengerti Gwe, tidak menikah. Tidak terikat. Tidak mencampuri urusan pribadi.”

 

Aku membelai kedua sisi pipinya dan tersenyum.

 

“God Boy. Sekarang bisa kita mulai kesenangan kita?”

 

Aku mengedipkan sebelah mataku dan Jinki langsung bereaksi mengangkat tubuhku. Dia berjalan perlahan menuju kamar utama. Aku menyeringai.

 

Sampai kapanpun aku tetaplah aku.

 

Aku tidak perduli dengan kepopuleran. Tidak perduli dengan perhatian yang berlebihan. Tidak ada dalam kamusku untuk merasa iri terhadap orang lain. Aku tidak membenci orangtuaku yang mengabaikanku dan lebih perhatian pada adikku. Aku malah bersyukur. Kebebasanku lebih besar. Aku bebas melakukan apapun dan aku merasa kasihan pada Taemin.

 

Aku tidak ingin terikat karena aku senang dengan kebebasan.

 

Aku ingin bersenang – senang.

 

Menjalin hubungan dengan sistem menguntungkan. Jinki memberikan apapun yang kuinginkan. Apartemen. Mobil. Uang dan kenikmatan ranjang. Aku tidak perduli dengan kehidupannya yang hitam. Tidak perduli dengan wanita – wanita lain dalam hidupnya. Selama aku bisa bersenang – senang. Selama aku bebas. Selama aku bernafas. Aku akan selalu seperti ini.

 

Tidak menggunakan perasaan hanya mengandalkan kesenangan. Berpikir rasional tidak emosional.

 

Aku Kim Gweboon wanita bebas yang tidak terikat.

 

 

 

END

 

90 responses to “BSFC – GRAZE

  1. suka ff ini🙂 tipe penulisan ff nya mirip teh gey ga terlalu banyak dialog .. cerita nya asik , baru komen di satu ff ini dan kek nya mau komen cuman di ff yg menurut gw asik wkwkwk /gw emang reader yg so’ mau komen di ff yg menurut gw ‘high class’ wkwkwk.. sorry ^^~

  2. howaaahhh~ ddaaeeebbak!
    Keren bgt! Authornya jago bikin cerita nih, apa yg dipikirin Gwiboon k Minho masuk akal!
    Cerita ny luarrr biasa! bahasanya eennnnakkk dibaca! Dan aq sukaaaahahahaha!
    gwiboon sesuatu bgt hidupnya yaa *tpi menyimpang #sobbs*
    Tpi asal jinboon seneng, aq ikut seneng xD
    d sini aq lbih menghargai cinta 2min :’)

    Author keren, nnti klw kompetisi ny uda siap, kasi tau fic2 kmu yg lain yaahh, tpi yg manis2 xD kkkkkkk~

  3. Wow.. Suka karakter gweboon yang tetap menjadi diri sndri, wlaupun memang errrrr BIG BADUNG…
    *diterjunin gweboon ke jamban*

    Kata”nya bagus,banyak narasi drpda dialog..
    Bahasanya jg mudah dipahami, feel dpt, pembuatan karakter masing” cast dapet(?), pkoknya SEMPURNA…
    LIKE THIS.. ^^

  4. Great story!awalnya sebel dibilang gwe hamil anaknya minho, ternyata pake teknologi, gak kebayang dah minbon, wkwkwkkw…alur yang pas, bahasa ringan tapi mengena, terbayang jelas setiap scene hanya dengan membaca… apapun yg terjadi 2min always together forever after!wkwkwkwkkw…sedikit kecewa dgn karakter gwebon, tapi selama masih sama nyunyu appa, gak pernah akan jadi masalah, ohohohohoho…. Semangat buat krya selanjutnya!^^

  5. Nyolong waktu baca Ff dikantor, padahal kerjaan numpuk..Bodo amat..siapa tahu aja bisa jadi redaer yang beruntuh xixixixix

    emak..Gweboon bad girl banget yah..kagak ada kapok”nya tuh…

    awlanya aku pikir minho suka ama gweboon..ternyata eh..ternyata itu semua demi bayi yang ada dikandungan gweboon…xixixixix…

    oalah…walaupun udah dilarang: ama taemin and Kodok masih tetep aja berhubungan ama jinki..awas tar kena tipu lagi loh…

    BTW..tetem kasian amat yah disini jadi mandul…amit..amit….jabang orok #ketok” meja…

    tapi ide ceritanya LUARRRRRRR BINASA…eh maksudnya Luar biasa…

    tepung tangan buat Authornya..yang udah jungkir balik buat bikin nih FF #jungkir balik sepertinya….kakakakakaka….

  6. akhirny bersemangat jg ngomentarin salah satu ff lomba niy…
    secara ff niy baguss…pke mantebbb lagii…

    niy author bsa bkin jalan ceritanya g mudah ketebak..sumpah dr awal aj mkir siapa niy taemin…pcrnya kah,,ato lelaki sapa yg berhubungan dgn gweboon…
    rupanya tidak sodara sodaraaaa….
    blm lagi soal perasaan minho ke gwe,,wahhh bner2 g nyangka klo sbnrnya dy cm mw menjaga gwe dr jinki..kirain dy bneran naksir gweboon…
    ff yg bkin ak mkir “”oww…gtu toh bnernya”
    jadi bner2 slh prediksi n bkin wowww niy ff XDD

    bahasanya juga g jelimettt,,enakkkk bwt dibcany,,,
    jadi mkir niy author pasti de dewasa(?),,sperti udah menjalani idup yg lamaaa gtu… XDD”
    kta2ny smua seperti puitis puitis gtu…
    niy salah satu yg bkin ceritany makin menarik..

    tp gwe…bnran km g da rasa ma bayinyaaa…ur own daughterrrr!!!
    OMG..
    ap gr2 dr awal uda mkir klo bayi tu pny taemin ma minho,,jd g peduli??
    untungnya minho ma taemin yg mm uda ngarepin anak bisa ngsih kasih syg yg g bisa diberikaN ma gweboon..
    taemin yg keras tp perhatian ma gweboon yg semauny,,gtu juga minho,,menjaga gwe n kandungannya n sgt mencintai istrinya..
    ahhh mw pny suami kya minho juga thorrr….syg ma istrii…kekekekekee….
    n jinkiiiiiii…….whaaaaaaaaayyyyyyyy jinki whyyy…. TT
    knp arus kya gt kelakuan!!
    kesana kemari ma wanita yg berbeda..
    tp yg lebih aneh lagi gweboon…mw aj juga…
    sesama penyuka kesenangan..take n gift tnpa ada ikatan…
    niy ending gilakkkkk!!!dikirain bklan trus2an mreka ber2
    rupanyaaa…..T_____T’

    tp thorrrr….siapapun dirimu…
    sumpahhhhhh kerennn bgt,,,,ff yg berbobotttttt makkkkkkkk…
    sukaaaaaa…………
    pinter bgt siy thorr bkin ceritaanyaaaaaaaaaaaaaaa .<
    pokoknya niy salah satu ff yg daebaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk yg pernh ak baca!!!!!!
    i likey likeyy pake bangetttttttt..

    truz berkarya ya thor…
    smoga ff niy bisa msk 3 besarrrr……aminnnnn
    fighting!!!!

    p.s maap y kepanjangan ngomenttt…
    n kasi tw drimu spa y thor,,klo lombanya udah sleseee…..
    mga ud bkin bnyk ff yg laen..
    mw bacaaaaaaaaaa XDDD"

  7. ini kayanya aku kenal gaya penulisannya dialognya dikit tapi narasinya juga ga kaya lg baca buku
    buat ffnya
    manusia udah ada pasangannya yg baik buat yg baik kaya 2min dan yg kurang baik buat yg kurang baik kaya jin-boon
    semoga hidup bahagia
    segitu aja

  8. sukaaa… #lope2
    aaaaa si minho bikin tegang ajeee….
    emang deh top markotop lu min ama bebitaem,.. jadi iri…

    btw, kyknya ak kenal deh sm yg punya ff..hihihihi

    thor..author….. boleh kayaknya niy klo ad sequel..yaa..yaaaaa

  9. Kereeeen, seruu, bagus, apalagi yah pokoknya TOP bgt dah,,
    alur critanya gak ketebak..
    Baru di ff ini dpt feel bacanya..
    Bahasanya mudah dipahami, dr 1 kalimat ke kalimat lain tu saling mendukung..
    Aq ngejagoin ff ni menang deh..
    Hwaiting author,,😀

  10. Wow….suka ma ni ff keren….

    Crtax rapi ga ngebosenin dan memunculkan rasa penasaran dan menimbulkan bnyak peertanyaan d pertengahan crta dan jawabn dr pertanyaan trsbt d kemas d bgian akhir crta

  11. Suka sama jalan ceritanya, ga bisa di tebak, kereeen.
    Baca ff ini kaya baca tulisan ff ka ghea, kayanya author nya terinspirasi bgt ya sama ka ghea? hehe
    pdhl pengennya jinboon nikah, tp apa boleh buat klo si gwe maunya bebas, yasudahlah yg penting jinboon bahagia ~(‾▿‾~).

  12. ceritanya kereeenn. alurnya juga rapi banget. ada typo dikit sih,tp itu mah ga masalah.
    tapi sayang bgt,aku kurang suka sana gaya hidup jinboon disini,aku kira mereka bakal nikah. tapi disinilah letak kerennya,ceritanya unpredictable😀
    kisah cinta 2min disini lbh romantis ya,sukasukasuka.
    hwaiting,author-nim^^

  13. Errr,,, masih mikir2 ini nyambung gak ya sm judulnya?
    Kkk~
    mian author-ssi ^^V

    tulisannya rapih gilak!
    Karakternya kuat!

    Jinboon My OTP!!

  14. I give you 1000 thumb ‘-‘)bbbbbbbbb

    Sumpah ini ff nya keren..

    Aku suka karakter gwe..

    Nc nya kenapa ga di lanjutin #plak

    God job !!!

  15. Wuaaahhh..baru kali ini nemu ff yang alur ceritanya gini..kereeennn!!😀
    Bahasanya enak banget dibaca..nggak kecepetan juga alurnya..pokoknya siip!!
    karakter jinboon disini beda banget sama yg bisanya ada di ff,tapi justru itu yg bikin asik bacanya..
    Salut deh buat author!!keep writing yah..😀

  16. Aku ska cerita ini…
    Dpt bnget feelny,di kira minho ska sma gwe..
    Eh ga sama sekali..
    Alurny ga bisa di tebak..
    Dan bahasany jga gampang di pahami…
    Semangat author..:)

  17. huwaaaaaaaaa~ really so so so good! siap baca kayak ada perasaan lega gitu, drama-y berakhir dan ceritanya berakhir bahagia (?) >_<
    dari awal uda memikat! dan ga bakal berenti baca sebelum liat tulisan END, pasti pembaca yg lain jga seperti sayaaaaaaaaa~ and i know who write this oneeee hohohoho~ i love you authorrrrr /give you flying hearts/ <33333333 karakter gwiboon disini dasyat seperti karakter2 gwiboon di ff mu yg lainnnnn /bisik2/. hubungan taemin dan minho tidak serapuh yang dibayangkan oleh pembaca n saya sendiri !!!! kyaaaa author mengecoh semua orang dengan tulisan2-y😄
    tapi satu yang membuat saia sedikit, hanya sedikit merasa kecewa interaksi antara jinki dan gwiboon-y kurang banyak /oke i just oks after all/

  18. Gwe n taemin..
    saya pikir mereka ga da hubungan apa2..
    cuma sekedar 2 orng yg saling membutuhkan..gwi butuh uang dan taemin butuh keturunan..
    ternyata mereka itu saudara..yayaya

    gwe..kehidupannya sedih amat yak..u.u
    tega banget tuh lelaki yg mempermaikan gwe…padahal gwe kan ‘anak baik’…XD
    untung aja gwe udah baik2 aja sekarang…:)

    minho..saya pikir dirimu beneran suka sama gwe..ternyata oh ternyata..hanya takut masa lalu terungkap..
    masa lalu ya masa lalu..biarkanlah lewat..jadikan pengalaman aja..:)

    well..bagus deh..setelah baby lahir semua terungkap..semuanya hidup bahagia..taeminho dapat apa yg mereka mau..gwe jg dapat kebebasan yg dia inginkan..^^
    paling lucu pas gwe bilang dia bakalan kabur kalu jinki ngajak dia menikah..XD bener2 cinta kebebasan ya dirimu..^^

    nice ff..^^

  19. aku sk karakter gwe disini yg liar ? hehehehehehehehe,,,,,
    dan ini prtma klinya aku mnyukai karakter minho da taemin yg baik hati dan slu mmperhatikan gwe,,,,, tp pas bc aku kira klo minho menyukai gwe abis perhatian bnget sm gwe,,, aku pikir bkalan ada cinta segitiga antara gwe,jinki dan minho,,, ternyata aku slh minho perhatian krna gwe mngndung anaknya,,
    peran jinki dkit bngt nich,,,,,, crita kbnyakan ttng gwe dan taemin hufhhhhh,,,
    kurang panjang jinboonnya,,,,,,,
    pe dr keseluruhan cerita aku sk bnget,,,,,,,, jinboon psangan serasi dh sm2 liar hahahahaha xd

  20. Gosh..
    Sempet takut klo Minho beneran suka sm Gwe.
    Untung Taemin ttp d hati ci Menong.
    Kalo nggak, ∂ķΰ yg bakal gorok lehernya..
    Tega bgt ninggalin c Taetem.

    Dan JinGwe,, kalian cocok.

  21. Kereeeen!!!
    Ceritanya bagus..
    Diawal sempet takut Minho beneran suka sm Gweboon lihat sikapnya kayak gitu, tapi lega saat tau akhirnya gk kejadian..
    Jinboon emang jodoh, sifatnya sama,, bad boy dan bad girl.. Kkkk
    Gwe aneh deh masa diajak nikah sm Jinki gk mau.. Ckck
    Ah, yg penting Jinboon bersatu walau tanpa ikatan..
    Ceritanya keren, penulisannya juga bagus, suka banget..
    Intinya, ini ff daebak banget deh ^^

  22. Ini cerita kedua yang saya suka setelah note..
    Penuturannya simpel, lebih banyak narasi. Saya suka cerita yang lebih banyak narasinya.
    Terus cerita ini nggak ketebak semuanya. Awalnya saya kira Taemin itu lelaki, biasanya Taemin jika menjadi wanita Taeyeon. Ternyata di wanita dan saudaranya Gweboon.
    Pas Minho yang perhatian ke Gweboon juga, saya kira Minho mulai jatuh cinta sama Gweboon karena melahirkan anaknya, ternyata tebakan saya salah.
    Terus pas Taemin dan Minho nyuruh Gweboon untuk menghindar dari Jinki, saya kira beneran menghindar ternyata mereka malah melakukan hubungan yang lebih.
    keren ini ceritanya.

    nb: pengen tahu siapa penulisnya.. hehe

    Keep writing!

  23. huaaaaa…… FF nya daebak…
    suka bgt ama gaya penulisannya, ringan n gampang dipahami..
    ga banyak dialog, ceritanya ga berbelit-belit, n tepat sasaran….
    suka bgt….
    ceritanya jg bagus…

    sempat panik jg waktu minho sering ksh perhatian lbh ke Gwe..
    untung itu cuma karena terlalu perduli sama bayinya, meskipun emang berlebihan..

    Gwe ama Jinki emang cocok, sama nakalnya…. ckckck x_x

    ditunggu FF selanjutnya ya thor… ^^

  24. Woaaaaaaaaaaa sumpah keren abisssssss >.< Critanya gak bsa ktebak °\(^▿^)/° aplgi yah😀 pkonya specles dah😀 keren kerenn bkin yg byak lgi ini maunyah😀

  25. Emm kayanya kenal dah ini *winkk*
    Hhaha pertama tu kirain gwe cewe yg suka nyewain rahim ny gitu, nah trs tetiba nongol si tetem dah, makin bingung, soalny tete diposter jd yeoja msa iya tetem jd si “cowo”nya .. Kkeke
    Yang minho juga, kirain bneran minho suka sma gwe ny mangkanya dy perhatian bgt sma gwe trs ngbentak ke taemin ..
    Wajar aja gwe smpe slah faham gitu kan ..
    Taemin ny juga smpet slah fham, huhuhu
    Tpi untunglah itu ga bner, minho nya tetep setia sma taemin ..
    Demi dah itu alsan si minho bikin ngakak, lawak banget tu jawaban, saking takut dtinggal sma taemin, ahahaha
    Ini author fav gue yg satu ini emng dmen bgt bkin cast yg slah satu ny bad person, wakakak
    Gwe gamau nikah masa itu, ah tapi jinki nya juga yakin gakan mau sma cwe2 lain ..
    Jinki klo udah ktemu gwe dijamin insyaf deh, segimana player nya dlu dy ..
    Ini ceritanya gabisa ketebak, nebak2 sndri taunya slah ..
    Udah nebak gwe nya suka sma minho, eh salah ..
    Minho suka sma gwe, salah juga
    Gwe disakitin sma jinki nya, makin salah .. Wakakakak
    Good job for my lovely authoor ( ɔ. ˘)з┌◦◦◦♥
    Semoga menang, pasti menang, dan harus menang!! Biar hadiah ny buat aku /plakkk/
    Aku kmren2 ada bilang keren di ff yg lain, blg bagus, bilang suka, nah kalo yang ini …..
    Super duper bagus, super duper suka, super duper keren, super duper daebak, super duper semuanya pokonya ..
    Bukan gara2 ngenalin gaya bahasa penulisan nya, tapi emang kenyataan ny gtu kan? *lirik readers yang comment diatas2* kkeke

  26. Iniiiii apaaaa????
    Ahhhh kenapaaa deh si gwiboon nolak nikah sm jinki???
    Buat saya aja sini! Bwt saya jinkinya sini!
    Huffffttt….
    Ah seru deh ceritanya….
    Sukaa deh sm ff yg bikin hati tentram kaya gini ahaha

  27. Huwaaa..
    Lumayan nyesek klau jadi gwiboon..
    Apalagi dy harus hamil anak minho taemin..
    Gwiboon Jinki mencintai kebebasan..
    Dn mudh”an hubungan mreka awet..
    Hehehe..
    Suka gaya penulisannya..
    Bisa bikin reader hanyut dlam bacaan tersebut..
    Siapapun authorrnyaa..
    Daebak dehh pokoknyaaa..
    (y)

  28. waktu awalan baca bener” kekecoh ama sudut pandang gweboon yang ngebuat ff ini jadi bener” tricky bahasa ngk berlebih tapi penuh penjabaran jelas yang ngebuat ff ini punya class. . dan ceritanya tentu ngk bisa di masukin ke kategory” cerita a cup of tea..

    setiap penjabaran berasa naik reader buat ngikutin scene yang ada di ff ini. . dan yang paling aku suka cerita dan penjabaran ff ini masuk akal, jauh dari kategori romjul yang tentunya ngk rasional. . (padahal aku kemasuk orang yang suka cerita” kayak romjul-> novel sequelnya aja yang Juliette udah masuk wishlist aku bulan ini) tapi entah kenapa ff ini ngebuat aku suka sama gayanya yang rasional
    -> inisih authornya aja yang pinter and apik nyusun alur sama penokohan^^d

    banyak scene yang ngebuat aku suka dan kerasa ini ff hidup banget, scene waktu gweboon tiba” nangkep bayi pas minho ngurusin taemin yang nangis salah satunya. entahlah itu scene favorite bgt buat aku x) kebayang lucunya wajah gweboon x)))

    suka karakter jinki yang pemalu waktu pertama kali ketemu gweboon x3 sulit aku lupain di otak pokoknya~ soalnya ternyata sifat dia sejenis sama gweboon ya😄 awalnya aja pasang tampang sok manis xD

    semua karakter” jadi bumbu kuat yang ngebuat ff ini jadi cerita yang idup and awesome. .

    over all pokoknya ff ini bener” awesome. beda, unik dan tentunya dengan penyusunan tokoh, diksi, m plot yang bener” apik ! ^^d good job -> soalnya ngebuat kategory cerita apik dengan nyusun plot and diksi jadi cerita yang awesome itu bener” ngk mudah. .

  29. aahhhh~~~~
    kereeeennnn aku terharu (?)
    gak isi kata2 flashback… tapi aku udah ngerti itu dia nyeritainnya flashback kann???
    readermu ini pinter khaaaan??? *kedip-kedip
    heummm.. tapi authornya lebih daebakpenulisannya rapih.. alurnya gak maksa.. moment sweetnya dapet…

    karakternya gwi kuat bgt… cuek, takut gemuk, gak suka terikat…
    omo~~~

    demi celana dalem pinknya gwi~~ aq udah parno aja, takut si minong terpesona ama gwi yg lagi hamil…
    kata org ibu2 hamil itu terlihat seksi…
    ah~ apa krna pantat dan dadanya tambah besar? kekekkekeke😄 i dunno :3

    ooouh… tapi beneran deh gak ketebak ama karakter jinki disini… hohohohoho.. playboy bertampang shy-shy cat kah???😉😀
    gak nyangka gwi malah cuek aja jinki punya banyak cewek…
    cocok!!! mereka cocok!!!

    joha~ joha~ joha~~~
    neomu joha sama ff ini :* #poppo author #poppo jinki

  30. Awalnya, aq pengen jitak si gweboon…
    pengganggu…ck
    tp…
    ini…
    keren…
    jalan cerita…
    isi cerita…
    bahasa ffnya..
    dan semuanya…
    keren sangad…

    ga mudah ditebak gimana akhirnya..
    karakter jinboon yang sama2 gila, itu cetar lah…

    *bayangan aq tentang posternya, beda sama isi cerita…maaf, posternya kurang menggambarkan isi cerita.
    *fighting!!!

  31. ck.. kesenangan adalah yg pling utama…

    suka.. bahasnya ringan mudah di phami.. karakter di setiap cast nya jels…

    tdi.. sempet kecewa krn si gweboon hamil anknya minho tapi. untungnya gweboon hamil karna teknologi…

    ah.. suka sama gweboon yg tulus ngasih anaknya ke 2MIN..

    jdi.. JINKI dia bebas berhubungan sama siapa saja.. salkn gweboon kebutuhan ny terpenuhi

  32. Shock sendiri baca part gweboon -_-l
    Aneh bgt yah malah gk mau terikat wkwks
    Klo pacaran si gkp2 , lah ? Ini nikah malah kaga mau (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ)
    Aduhh jinki disni penjahat kelamin -_-"
    Dsar ayam [н̲̅]ɑ[н̲̅]a[н̲̅]ɑ=D[н̲̅]a[н̲̅]a[н̲̅]ɑº°˚ ˚°º"l
    Udhlah sama gwe ajj udh cocok😄

    Ternyata minho ttp yah cinta sama taemin , td ngiranya dya suka ama gwe ternyata gk😄

    Disni gwe pe'a ye , harusnya sedihh anknya buat taemin ini malah ngrasa bebasa -_-"
    Wkwks

    Bagus ff nya , gaya bahasa suka ! Kecelah pkknya😀

  33. ini autorny sudah b’pengalaman dlm tulis menulis(?) lol
    bhasa’ny mudah d’pahami dan rapi,,(^ム^)
    jalan cerita’ny jg gak mudah d’tebak,,

    gweboon dy bener2 wanita super duper ‘bebas’,,,wkwk
    cara pandang’ny b’bda dng wanita kebanyakan,,,(^ム^)
    meskipun gtuw dy tetap punya ‘hati nurani’ tentang hub. 2min,,
    jinki… the best BAD BOY…ㅋㅋㅋㅋ

    keren pokokny,,,♥♥♥

  34. OMO! ini epep kelas dewasa o.0
    tp bahasanya enak, ngalir, agak2 mirip epepnya kak Gey..

    jangan jangan..
    beneran ini epepnya ka Gey buat memanipulasi hadiah. *dijambak kak Gey*

    tapi tapi tapi.. epep kak Gey biasanya imej gibonnya baik, jinkinya yg bad boy. tapi kalo yg ini.. (berarti bukan epep kak Gey)
    baca ni epep betah. meskipun biarpun gibonnya nakal, aku sukaaa.. yg penting bkn aku yg nakal *ntar d jewer mama*

    semoga menang ya author-nim~😄

    sini aku kasih pantun..

    mamah aku pergi ke pasar.
    pulangnya langsung berenang.
    FF ini emang CETARRR
    semoga dipilih jadi pemenang.

  35. yaampun…….. suka sih. tapi agak gimana gitu sama karakter jinki sama gweboon. mungkin karna akunya yang gak suka gitu ya–” tapi bagussss bagus banget. gak kepikiran ceritanya. suka (o^-^)o

  36. Love it… familiar ma gaya penulisnya, salah satu author favoritku…

    wuah~ DAEBAK!!!
    Ni yg aku suka dari jibon, karakter mereka tu kelihatan nyata, dan karakter tu aku temukan di ff ni, bner2 kuat…
    Gak ada cela, 100% aku suka… ceritanya, alurnya, semuanya dapet
    Gak bisa berkata2 lg…
    Ffmu cetarrrr membahana badai halilintar topan… apalah namanya… pokoknya aku suka

    Aku tunggu karyamu yg laen chingu, fighting !!! ^^

  37. Sukaaaaa~ pas awal baca agak bingung sama jalan ceritanya tpi itu malah bikin penasaran xD
    Ck kirain minho emang suka sama gweboon soalnya dia perhatian banget terus jg emang terlalu meng istimewakan gweboon tpi ternyata itu cuma rasa peduli minho ke bayi yg ada diperut gweboon😀
    Waaaaah jadi gweboon emang cewe nakal yee, aneh ahaha masa kalo diajak nikah malah ninggalin ckck ternyata sifatnya ngga jauh beda sama jinki wkwk udahlah cocok (y)
    Sukaaaa sama karakter gweboon yg kaya gini (y) bad girl ahaha xD like it

  38. AAAACK YANG INI KEREEEEN /////▽/////
    hmm gak asing deh sama gaya nulisnya, tulisannya rapi alurnya juga jelas, gak bikin readersnya bingung hehe, aku suka ceritanya!!!!! gwe, doh aku suka dia punya karakter yang kuat disini, though banget dia meskipun ternyata dia bukan tipe cewe yg baik2(?) kaget juga pas tau karakternya jinki, aaaack klop jadinya jinboon♡♡♡♡♡ sama2 nakal lol
    2minnya juga sweet bgt haha kirain minho naksir gt sama gwe. Overall author-nim aku suka ff-nya^^^^^^^^^^^

  39. Wowwww,cerita nya sangat bagus,menarik dan tulisan nya rapi…
    di cerita ini jinboon sifat nya sama2 nakal…saya kira minho suka sama gwe ternyata tidak…thor kau sukses membuat hati saya deg-degan
    siapa ya..pacar gwe yang bikin gwe hamil??
    suka sama sifat nya gwe yang kuat…tapi kurang suka sama sifat gwe yang liar
    awal nya kaget sama nih ff karena gwe yang menjual anak nya tetapi akhir nya saya mengerti….
    author suka dance? *kok tau* karena author telah sukses membuat jantung saya dag dig dug
    wkwkwkwkwk…. sukses terus ne
    dan jangan bosen bikin ff jinboon

  40. Wow gweboon o.o
    Kirain beneran minho suka sm gwe ternyata eh ternyata o.o
    Minhonya cinta mati ama taemin xD
    Aaa suka itu pas onew pertama kali nongol(?) Cuteee xD
    Ffnya bagus ‘-‘)b

  41. woaaaaah. ini keren ceritanya, tapi agak mirip film india ya haha
    penulisannya bagus, alurnya juga, bikin gamau berenti baca.
    onew player? haha kocak ngebayanginnya, gacocok
    ff terbagus sejauh ini hehe

  42. yah knpa gwe gk mau terikat?
    Knp jinki juga sangat bad boy?

    Hmm tp gk pa” deh yg penting mrka saling mencintai

    minho gk bkal deh suka ama gwe dia hanya menghargai gwe aja

    nice ff thor

    bye. . .

  43. ini bener2 lain daripada yg lain… Wow… Suka bgt karakter jinki yg ky gini and gwe jg.. Dr yg udah aku bc… Ini yg favorit, tp ga tau ntar, blm bc semuanya… Semuanya pas…

  44. daebak thor,,, ini gaya bahasa.a semacam familiar gthoo,,,, g rempong en waaahhh bagus dech pokok.a

    2min couple baik2,, kalo jinboon couple yg rada2 errr….. Kece nih kece

    Eh itu kenapa yg ad d pikiranku kalo yg jd mantannya gwe si jjong yah??? #plakk *maybe

    Ff ny bikin penasaran,,, awal.a aq terbawa arus pemikiran gwe tapi pas d ending juga baru nyadar kalo smua.a baik2 aja,,,,

    Like like like thor

  45. Keren. Keren. Keren. Ff-nya keren luar binasa /sobs/.
    Ada typo, cuma sedikittttttttt banget, sampai aku nggak nge-listnya #EA #EA #EA #BILANGAJAMALES
    kesalahan yang paling sering dilakukan cuma pada kata ‘perduli’ sebenarnya yang tepat itu adalah ‘peduli’.
    Tapi selebihnya/sobs/
    kereeeeeeen. Ff ini gaya bahasanya semacam novel-novel terjemahan.
    Temanya juga, berhasil bikin aku nggak bisa nebak gimana alur ceritanya. Sempat sesak nafas juga pas ada indikasi Minho suka sama Gweboon. Tapi kembal senyum, bahkan mesem-mesem pas tau alasannya karena Minho takut kehilangan Taemin.
    Konflik dan penyelesaian sesuatu banget ya Thor.. Sampai akhir juga tetep bikin aku nahan napas><
    diksi dan EyD Author sudah sangat jagoooooo. Udah pengalaman banget kayaknya.
    Tokoh dan penokohan berhasil bikin aku lope-lope.
    I love ya Author-nim!!!!! Thanks udah bikin ini ff dan wish u luck to be a winner^^~

  46. Seru! Suka sama ff ini
    Dari beberapa ff competition yg udah dibaca, ini paling bagus!
    Karakternya pas banget sama mereka, apalagi karakter gwe yg cuek cocooook banget
    Bagus bagus pokonya haha

  47. ini ff bagus….kata2nya enak & mudah di cerna..ceritanya bagus! dr pertama kirain taemin cwonya gwe atau siapanya gitu eh trnyata cwe + saudaranya pula xD dr awal aja bkin prnasaran sm ceritanya..bagus nih ff! aku jg suka sm karakter gwe sm jinki yg kyk gini wkwkkk selama jinboon bersatu it doesnt matter! xD
    daebak. pkoknya nih ff! hwaiting ya author buat bkin karya selanjutnya^^

  48. Sukaaa bgt ff thor..
    DAEBAK!!!
    ide nyaa kyag film india *lupanamanyaa
    yg d byar utk hamil anak org lain..

    jd taeby mandul..
    ah.. aku kira mreka brhub bdn trnyta lwat bayi tabung toh..
    jd cman pnjem rahim gwe ja..

    prtma aku kira minho suka ma gwe.. coz perhatian bgt.. eh trnyta.. dy cman g mw gwe sakit hati.. n dy cman cinta mati ma taeby..

    tuh sapa sih mantan gwe.. yg tega bwt hdup gwe hancur…

    babeh jinki badboy bgt..
    gwe aneh jd cwex g mw trikat.. pngen sllu bebas.. g mw nikah n g mw hamil lg..
    aigoo –”

    tp ccok lah jinboon pasangan pervert tingkat dewa langit!!
    prcuma 2min misahin mreka..
    mreka sling bntuin..

    DAEBAK!! ^^d

  49. baru baca! haha ini serba double ya, couplenya doubel, konfliknya double, kerennya juga udah pasti double! penilaianku. dari segi bahasa bagus gak banyak diksi alias lugas tapi lugas terarah bukan yang alay yang tidak sesuai spok dan eyd -,- jalan cerita gak muter2, bagus ga banyak flashback flashback-an hha konfliknya dapet apalagi pas masalah taemin cemburu sama minho aku suka lah! pokonya baguslah! dan aku juga baru tau kalo ini karya author favorite-ku hahaha daebak emanglah!

  50. Hahaaaayy,,2min nya so swit.. Sempet kasian ngeliat taemin waktu gwe bru ngelahirin,,untungnya berakhir dg manis..

    Itu itu,,si jinki,si gwe,n minho jaman dulux,,berarti sama br*ngs*k nya..nyahahahahahaha
    #diinjek gwe

  51. waw…. “Wanita bebas tanpa terikat!”
    padahal Q kira Gweboon bakal cinta ma jinki, truz nikah, trus punya anak, truz jadi keluarga yg sakinah, mawadah, warohmah, ehhhh…ternyata 360° SALAh¡¡

    memang susah ya nebak alur cerita klo yg buatnya orang yg “high class”…🙂

  52. Daebak.. Bner2 menjebak,
    q kira hubungan minho sm key akn brlnjut pd hal2 yg lbh ekstrim trnyt minho cintax cm sm dek taemin ><
    demi apapun, q hmpir nangis wkt key nglairin dn taemin mrasa dkucilkn..

    Key. Mskipun pergaulanx salah, dn sifatx agak liar. Dia menghargai drix sndri dn g iri pd apa yg dmliki org lain. Salut bgt😀
    Bang onyu, drimu dpt peran nakal y dr author ha4x.. Jinboon bnr2 gila, tp perfect couple bgt..

    Pd intix, smwx kren. Dan untk authorx vienasoma, daebak. Aq tunggu crita2 yg lain d wpx y chingu😉 apalagi yg not a romantic story, sumph bkin ngakak ^^d

  53. kya!!! kak vienasoma!!!1
    ah klo kakak yang bikin saya gk bisa comment deh. *nah ini comment
    soalnya udah pasti DAEBAAAAAAAAAAAAAAKKKKK !!!!

  54. WaaW..
    Keren euy!!
    Gue tegang, was2 sendiri bca na..??!
    Bener2 gak ketebak cerita na. Kirain gue bla..bla..bla >> ternyata Meleset euy T,T
    Always Keren!!
    Fighting!!

  55. widiiihhh…ga biasa bgt ni gwe nya.matebb!
    liar deh gwe.hha..tapi bner ga ketebak ni crita.good ~🙂

  56. Wah.. Gilaaa.. Gweboon jd bad girl cinta kebebasan..

    Daebak ff nya, awal baca jd ke inget sama film india chori-chori chupke-chupke..
    Awalnya berharap minho bnr2 suka sama gwe..

    Ternyata tidak..

    Tadinya berharap ada enseh nya.. Hahahaha *yadongkonek..

    Bahasanya suka.. T.o.p b.g.t lah buat authornya..

  57. Telat baca, dan telat pula komennya.
    Suka karakter Gwe, agak beda dari Gwe yg lain sii tapi pas deh pas banget!!

    Jangan sampe ada lagi tipe cewek seperti Gwe yang mencintai kebebasan dan benci terikat, bisa BAHAYA.
    Ahhahaa

  58. aku telah tertipu, lol kkkk. serius kirain minho beneran suka gwe ternyata dia cuma ga mau taem tau masa lalunya~ minho~ya semoga kau selalu bahagia dengan taemin dan anak kalian ya~
    dan gwe, hey neo nappeun yeoja haha, you’re really happy udah bisa bebas lagi, hmm? tapi ish~ aku masih berharap jinboon bisa nikah dan punya anak hngg~~
    overall daebak ka vi, aku sukasukasukaaaa^^/

  59. errrr…..aku bener” suka jalan ceritanya…kereennnn kkk~
    ceritanya beda…

    gwe dan jinki sama” brengseknya…kkk~
    walopun gag terlalu banyak dialog…tapi tetep jelas ceritanya…
    pokoknya daebak mah…

    lanjuuuuuttttt

  60. hooooaaaaaa…
    *melongo*
    gileeee, ceritanya kerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnn ~~~~~~~~~~~~~~

    dikira si menong suka sama ki, eh,,, ternyata…
    gweee,, ceritanya dia jadi bad girl ya???
    daebak !!
    speacles, gak bisa berkata kata..

  61. ff kereeeen.. gaya bahasa, cara penukisan, alurnya.. semua okeeeeeeee… ini juara 1nya pan? jjang ! keren lah ! keceee bnget !

  62. gweboon manusia teranehhh yng rak ingin punya ikaran tapi hubngan suami istri ama jinkiiu cba kalo gweboon hamil pasti bda ceerita

  63. suka sama ff nya kak vienasoma..bahasa nya ituloh jdi ciri khas banget…
    mungkin susah di jelasin kayak gimana..tpi kalau baca ff nya kak viena..pasti mikir kak viena banget nih gaya penulisannya…

    sumpah saya ikut dipermainkan..
    di awal ku pikir taemin sama gwe itu pasangan bukan saudara…

    trus perhatian minho itu lohh jdi ikutan mikir kaya gwe kalau minho menyukai gwe…
    cara minho yg melarang gwe dekat” sama jinki
    mana pertanyaan taemin sebelum melahirkan cukup mendukung pemikiran gwe….

    tapi yg nama nya gwe…gak berpengaruh sama larangan” itu tetap aja menjalin hubungan dgn jinki..
    jinki suka sama gwe karna gwe adalah cwe gak mau terikat dlm sebuah hubungan pernikahan…

    dan gwe suka sama jinki karna jinki bisa ngasih apa aja yg dia mau…

    kak vienasoma jjang!!!!!

  64. Kereennnn suka banget ama ceritanya, yrus bahasanya juga enak buat di baca
    Jinboon dasar pasangan aneh, jinki ga nyangka banget ya di balik wajah polosnya ternyata nakal banget, tapi anehnya gweboon malah suka hal itu aiishhh dasar pasangan aneh

  65. Kereennnn suka banget ama ceritanya, trus bahasanya juga enak buat di baca
    Jinboon dasar pasangan aneh, jinki ga nyangka banget ya di balik wajah polosnya ternyata nakal banget, tapi anehnya gweboon malah suka hal itu aiishhh dasar pasangan aneh

  66. pantesan berasa pernah baca ternyata ni ff kak vie hahahaha
    jinki sama gwe sama aja, ck tapi yakin yuh gak bakal jatuh cinta?? dan demi sebenarnya aku suka karakter jinki kekeke badboy badboy gmanaaaa gtuuu dan sexy keekeeke
    seperti biasa,kalau baca ff kak vie sama kak gea berasa baca novel,iiissshhh bahasaaanyyaaaaa akh aku suka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s