BSFC – ALARM CLOCK B

alarm clock bumsook

Genre              : Romance and Marriage Life ^^

Cast                 : BumSook

Rate                 : G

Length             : OneShoot (4.137 word )

Foreword        :

 

 

*(^^,)v

Di sebuah ruangan putih tanpa ujung. Seorang wanita dengan rambut hitam bergelombang yang tergerai bebas terlihat sedang duduk didepan sebuah piano tua. Mata sabitnya terpejam, jemarinya menekan tuts piano itu satu demi satu hingga menciptakan  nada yg tak beraturan namun terdengar miris. Perlahan matanya terbuka dan dia mendongak dengan mencoba membiasakan mata dengan warna putih yang menyengat. Dia memandang sekitarnya, tampak terkejut semuanya berwarna putih dan  tampak sangat asing.

Dia bangkit dari duduknya dan memandang tubuhnya sendiri yang mulai bercahaya, perasaan bingung dan takut memenuhi pikirannya, sejak kapan dia mulai mengenakan baju berwarna putih dan sejak kapan dia mulai berada ditempat yang tak dikenalnya ini. Perlahan dan ragu dia berjalan menyusuri ruang tanpa ujung itu, mata sabitnya sibuk mengamati ruang putih yang dia lalui. Tak ada ujung. Tak ada apa – apa disana selain ruang hampa tanpa batas.

“EunSook_ah”

Sebuah panggilan lembut menyapa gendang telinganya, dia memicingkan matanya menatap sosok didepannya. Tampak samar-samar karena seluruh tubuh orang itu dipenuhi oleh sinar yang menyilaukan matanya.

“EunSook_ah “

Lagi, dia mendengar namanya dipanggil, perlahan dia menggerakkan tubuhnya mendekat menuju sosok misterius yang memanggil namanya itu.

“Ki- Kibum?” Ucapnya terbata saat mata sabitnya mulai menangkap siapa sosok misterius yang berada didepannya ini.

Sosok itu tersenyum lalu menggeleng pelan  pertanda jawaban kalau dia bukanlah Kibum, perlahan dia berjalan mendekat kearah EunSook lalu dia mengulurkan tangannya seakan meminta EunSook untuk ikut dengannya.

EunSook memundurkan tubuhnya sedikit saat pria itu mencoba mendekatinya, matanya menelusuri tiap lekuk tubuh pria dihadapannya ini. Wajah yang tirus dan mata yang memiliki tatapan yang tajam, tubuh tingginya nan putih dan senyum manis yang terukir dibibirnya. Tampak sama namun kenapa dia merasa berbeda, apa benar ini bukan Kibumnya?

Pria itu masih tetap dengan senyum manisnya saat melihat EunSook yang memundurkan langkahnya untuk menjauhinya. Dia meraih saku jas putihnya dan mengeluarkan sebuah arloji antik berwarna emas dengan ukiran kuno disisinya.

“Waktumu hampir habis, ikutlah denganku EunSook_ah “ ucapnya dengan nada yang sangat lembut dan tangannya kembali terulur untuk menerima EunSook disisinya.

Waktu?

Habis?

Ikut dengannya?

Untuk apa ?

“Kau tak mau? Ikutlah denganku maka kau akan bahagia” ucap pria itu lagi

EunSook terdiam mencoba mencerna perkataan yang dilontarkan oleh pria ini, ekspresi terkejutnya perlahan berubah sendu. Dia mulai paham maksud dari perkataan pria ini dan arti dari tempat ini sekarang.

“Tidak bisakah kau berikan aku waktu lagi?” ucap EunSook dengan nada yang sedikit bergetar dan menatap pria didepannya , entah kenapa hatinya dan tubuhnya tak ingin menerima ini semua. Dia merasa memiliki hutang pada seseorang.

Pria itu melihat kembali arloji antik yang masih berada ditangan kanannya, dia sudah tak memiliki banyak waktu lagi. Dia harus segera menjalankan tugasnya dan membawa EunSook pergi bersamanya.

“Maafkan aku~” ucapnya lembut dan berjalan kesisi EunSook lalu menggenggam jemari gadis itu.

EunSook menahan tubuhnya agar pria ini tak membawanya kemanapun, pria itu menatap EunSook yang menunduk dalam disisinya. Dia melepas genggamannya dan mencoba mendengarkan permintaan EunSook padanya.

“Aku- harus mengatakan sesuatu padanya” ucap EunSook dan buliran kristal menetes dari sudut mata sabitnya.

Pria itu memejamkan matanya dan menghelas napasnya berat, dia bingung harus bagaimana sekarang. Apakah dia harus mengabulkan permintaan kecil wanita ini? lalu bagaimana dengan tugasnya untuk membawa wanita ini bersamanya?.

“Seandainya aku bisa~  pasti akan aku kabulkan “ ucap pria itu lembut

“Kumohon~ berikan aku satu kesempatan untuk bertemu dengannya lagi “ ucap EunSook seraya meremas gaun putih yang dia kenakan. Dia tak ingin berakhir seperti ini dan dia juga tak ingin pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata perpisahan padanya.

Pria itu menatap miris EunSook yang sedikit bergetar didepannya, kembali dia melihat arloji yang masih berada ditangan kanannya. Waktunya hampir habis tapi dia belum bisa membawa EunSook bersamanya.

Dia menyimpan arlojinya kembali kedalam saku jas putihnya, dia menyentuh dagu EunSook agar bisa menatapnya. Dia tersenyum dan menghapus bulir air mata disudut mata sabit wanita itu. EunSook menatap mata indah didepannya ini, sangat sama dan sangat hangat dirasanya.

“Aku hanya bisa memberimu waktu 7 hari” ucapnya tegas

Ukiran senyuman kecil terlihat dibibir manisnya, dia mencoba memeluk pria didepannya untuk sekedar mengucapkan terima kasih. Namun, pria itu memundurkan tubuhnya menjauh dari EunSook, sepertinya pria ini tidak menyukai kontak fisik.

“Manfaatkan waktumu sebaik mungkin, temuilah dia dan berikan banyak kebahagiaan untuknya “ ucapnya lembut sebelum akhirnya tubuhnya menghilang dalam sinar cahaya putih yang menyilaukan mata EunSook.

“Terima kasih “ ucap EunSook pelan

Kesempatan lain untukku

Kesempatan yang kau berikan untuk menemuinya kembali

Kesempatan yang kau berikan untuk bersamanya walau hanya sekejap

Kesempatan yang kau berikan untuk berada disisinya walau kutahu aku akan pergi

Beribu kata yang ku ucapkan mungkin tak cukup untuk kesempatan yang kau berikan padaku

 

*(^^,)v

Tubuh itu masih diam tak bergerak, mata itu masih tertutup  rapat tak berkedip, bibir itu masih terkatup tak bersuara. Sudah 2 minggu sosok cantik itu tak memberikan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya. Sosok itu masih senang dengan alam mimpinya yang indah dan menghiraukan panggilan-panggilan lembut pada indra pendengarnya.

“Sampai kapan kau akan tertidur “ ucap parau pria disisinya seraya meyingsingkan helaian poni yang menjuntai menutupi mata indah wanitanya dan merapikan selimut yang menutupi tubuh wanitanya.

“Apa mimpimu itu sangat indah Sookie? Hingga kau tak mau bangun untuk menyapa suamimu ini “ ujarnya seraya tertawa kecil mungkin lebih tepatnya tawa karena terpaksa.

“Sudah saatnya kau makan siang Kibum “ ucap seorang wanita paruh baya disisinya khawatir, pria yang dipanggilnya Kibum ini sudah 3 hari tidak mengisi perutnya dengan nasi sebagai makanan utama mereka. Kibum hanya memenuhi perut kosongnya dengan roti dan makanan kecil lainnya, tentu saja kelakuan itu membuat wanita paruh baya ini takut.

Kibum menggeleng pelan dan matanya masih tetap menatap dalam kearah wanitanya yang masih tertidur lelap “ Kenapa dia masih belum bangun Umma?” tanya Kibum dan semakin mengeratkan genggamannya pada jemari wanitanya.

“Dia akan bangun, Umma yakin dan kita semua juga yakin dia bukan wanita yang lemah sayang “ ucap Ummanya dan memeluk tubuhnya dari belakang.

Kibum menitikkan air matanya pertanda dia sangat merasa tertekan dan kalah dengan semua yang dialaminya. Bagaimana tidak! Istri tercintanya sedang terbaring lemah di ranjang perawatan dengan selang infus melekat di tangannya dan benda aneh lainnya yang memenuhi tubuh istrinya sendiri.

Melihatnya saja sangat perih dan menyedihkan, kalau saja dia bisa berganti posisi dengan istrinya pasti dia akan lakukan. Lebih baik dirinya yang tersiksa asalkan istrinya baik-baik saja, dia rela melakukan itu demi melihat senyum yang terkembang manis dibibir istrinya serta gelak tawa yang terkesan lepas dari bibir istrinya.

Mata indahmu tak pantas untuk tertutup

Bibir manismu tak pantas untuk terkatup

Bangunlah dan lihat diriku sayang

Aku setia menanti keajaiban datang

Agar kau kembali kesisiku

“Pulang dan istirahatlah nak, Umma akan menjaga EunSook malam ini “ ucap Ummanya seraya membersihkan tubuh EunSook dengan air hangat.

Kibum tak menjawab, matanya menatap nanar sosok EunSook yang masih tidak mau bangun dari mimpi indahnya.

“Aku akan menemaninya sampai dia bangun Umma “ ucap Kibum dan mengambil handuk kecil yang berada ditangan ummanya. Kibum mengambil alir pekerjaan ummanya, dengan penuh perhatian  dan kasih sayang ,perlahan dia membersihkan tubuh EunSook dengan handuk basah.

“Kulitmu masih sangat halus Sookie, padahal kau sudah tidak melakukan perawatan kecantikan lagi “ ucap Kibum  lalu terkekeh kecil memuji kencantikan kulit EunSook.

Ummanya menatap sedih anaknya sendiri, merasa tak tega melihat perubahan sikap yang ditunjukkan anaknya semenjak istrinya menjalankan operasi pengangkatan tumor diotaknya 2 minggu lalu.

“Kibum “ panggil ummanya pelan

“Pulanglah Umma, Appa pasti mencari umma. Aku akan menjaga EunSook malam ini” ucap Kibum dan mengantar ummanya sampai didepan pintu ruang rawat inap mereka. Ummanya tak ada pilihan lain selain menerima permintaan Kibum anaknya yang keras kepala itu. Dia hanya bisa berdoa agar anak dan menantunya dalam kondisi baik-baik saja.

“Umma pulang dulu , Jaga kesehatanmu dan juga EunSook “ ucap Ummanya dan  mencium kedua pipi anak tunggalnya.

Kibum tersenyum menjawab perkataan ummanya, dia melambai mengantar kepergian ummanya sebelum akhirnya dia kembali kesisi EunSook untuk menemaninya tidur

“Bahkan Umma juga menyayangimu, kumohon sayang~ bukalah mata dan lihatlah aku disini masih setia menanti kedatanganmu “ ucap Kibum dengan bibir yang gemetar, jemarinya ditautkan pada jemari EunSook. Saling menggenggam erat dan saling mengalirkan kehangatan yang diciptakan dari kedua insan itu. Sebelum akhirnya Kibum menutup matanya untuk tidur dan melewati malam panjang yang indah bersama EunSook disampingnya.

*(^^,)v

Fajar telah menyingsing bergantikan sinar mentari yang mencuri masuk melalui celah-celah jendela menyinari sosok tampan yang tengah tertidur. Kibum menyipitkan matanya saat sinar mentari tepat mengenai mata runcingnya, dia melirik kesampingya dan ternyata EunSook masih belum bangun dari tidur panjangnya.

“Masih Tidur ya~ “ ucap Kibum seraya mengecek apakah detak jantung EunSook berdetak dengan normal. Dia mendekat ke sisi EunSook dan mencondongkan kepalanya untuk memberikan kecupan selamat pagi pada dahi istrinya. Kebiasaan yang tak pernah tertinggal.

“Kau sudah bangun Kibum? Umma akan memandikan EunSook dan mengganti pakaiannya, sebaiknya kau beli sarapan terlebih dahulu “ ujar Ummanya dan membawa satu baskom kecil air hangat untuk EunSook menantunya.

“Biarkan aku yang melakukannya umma” pinta Kibum namun ummanya tak membiarkan Kibum untuk melakukannya lagi.

“Umma akan mengganti pakaiannya, sebaiknya kau beli sarapan terlebih dahulu” ucap ummanya dan mencegah Kibum mengambil handuk yang berada disisi baskom.

“Umma aku ini suaminya”

“Sudahlah, biar umma yang melakukannya” ucap ummanya dan mendorong tubuh Kibum keluar dari ruang rawatnya. Tak ada pilihan lain selain menuruti perkataan ummanya, mungkin sebaiknya dia mengisi perutnya yang kosong pagi ini. Dia tidak mau Eunsook marah saat melihat tubuhnya kurus seperti anak kekurangan gizi.

*****

Akhirnya dia mendapatkan sarapan yang cocok untuk pagi ini, dua porsi bubur kesukaannya dan ummanya. Kalau saja EunSook bangun pasti dia akan sangat menyukai makanan ini, mereka berdua mempunyai makanan kesukaan yang sama. Bubur Ikan~

Dengan bersenandung kecil Kibum berjalan perlahan kembali ke ruang rawat , namun kemudian saat dirinya hampir sampai pada ruang rawat EunSook , dia terkejut saat melihat beberapa perawat dan seorang dokter berlari menuju kamar EunSook. Mimik wajah mereka terlihat tegang dan serius? Apa sesuatu yang buruk terjadi pada Istrinya?

Tidak!! Tidak!! Jangan !! Kumohon!!

Kibum berlari sekencang mungkin dan menjatuhkan bubur yang baru saja dibelinya untuk sarapan pagi. Dia berlari mendahului para perawat yang juga berlari seraya membawa peralatan medis pada kereta dorongnya.

Akhirnya Kibum sampai didepan pintu dan melihat ummanya menangis tersedu seraya menutupi wajahnya dengan saputangannya. Kibum terdiam saat melihat banyak orang yang mengelilingi ranjang perawatan EunSook. Dia berjalan perlahan berharap sesuatu yang buruk tidak menimpa istri yang sangat dicintainya ini.

“Sookie~~” panggilnya pelan dengan jarak antara dia dan EunSook yang masih terlalu jauh

Dia berjalan dengan kaki yang sedikit gemetar, rasa taku telah menyelimutinya saat  ini

“Sayang~~” panggilnya lagi tapi masih tetap tak ada sahutan dari EunSook

 

TES

 

Air mata kembali menetes lalu perlahan mengalir sangat deras di kedua pipinya

“ Sookie~~ huks~ Kau sudah sadar, huks~~ Terima kasih Tuhan “ ucap Kibum saat melihat kedua mata istrinya terbuka dan bibirnya tersenyum menyambut panggilan sayang Kibum untuknya.

Kibum berlari menghambur kesisi istrinya, dia memeluk dan menciumi istrinya dengan penuh rasa rindu yang sangat mendalam. EunSook tersenyum tipis dan membalas pelukan Kibum dengan hangatnya, wangi yang sangat dirindukannya. Dan sosok yang sangat ingin dilihatnya

“Terima kasih telah kembali “ Bisik Kibum dengan perasaan yang sangat bahagia ditelinga EunSook. Anugerah terbesar baginya dapat melihat EunSook tersadar setelah tidur yang cukup lama. Ternyata Tuhan masih menyayanginya dan keluarganya.

“Aku merindukanmu “ ucap EunSook dengan suara yang sedikit serak karena kondisinya yang masih belum terlalu sehat.

*(^^,)v

Sudah lima hari EunSook terbangun dari tidurnya dan selama itu juga Kibum tak pernah berhenti memberikan perhatian dan kasih sayang yang sangat mendalam untuk istrinya. Rona kebahagiaan sangat jelas terpancar diwajah tirusnya, mungkin karena terlalu senang dapat melihat istrinya kembali kesisinya. Ummanya juga turut merasa senang melihat anaknya tidak sedih seperti dulu dan bisa melihat kembali senyum anak dan menantunya.

“ Kau harus makan yang banyak Sookie “ ucap Kibum seraya menyuapi EunSook dengan bubur makanan kesukaannya. EunSook tersenyum dan menerima suapan demi suapan yang diberikan Kibum untuknya, dan ketika sisa bubur itu tertinggal sela bibirnya Kibum dengan lembut mengelapnya dengan tisu basah yang ada dimeja kecil disamping Kibum.

EunSook tersipu malu dan menyembunyikan rona merah yang tersemat dikedua pipinya. Kibum tersenyum dan mencubit gemas pipi istrinya, sungguh suasana yang menyenangkan. Rasa bahagianya tak tergantikan oleh apapun didunia ini.

“ Apa ada yang sakit sookie?” tanya Kibum saat melihat perubahan raut wajah EunSook yang seperti menahan sakit.

“ Kepalaku sedikit pusing “ ujar EunSook seraya memijit sisi kepalanya, Kibum tampak khawatir , dia panik dan segera dia berlari memanggil dokter untuk memeriksanya. Dia tidak mau EunSook tidur lagi, dia tidak mau EunSook tidak tersenyum untuknya, dia tidak mau EunSook menutup matanya untuknya. Yang dia inginkan hanyalah kesehatan EunSook yang kembali normal.

Clingggg~~~

Sinar putih nan menyilaukan mata datang begitu saja menyinari ruang rawat yang ditempati EunSook. Dia menyipitkan matanya mencoba melihat sosok bayangan yang ada didalam cahaya itu. EunSook tampak biasa saja karena dia tahu siapa yang datang untuk menemuinya, EunSook tersenyum tipis saat perlahan sosok itu mulai terlihat semakin jelas.

Sosok itu masih sama, masih dengan jas serba putihnya dan senyuman yang sama saat pertama kali mereka bertemu. Sosok pria berjalan mendekat kesisi ranjang EunSook dan dia mulai mengeluarkan arloji antik yang sama dari dalam saku jasnya.

“ Hanya tersisa 2 hari lagi “ ucapnya seraya memandang kearah arloji itu lalu kearah EunSook.

EunSook tersenyum dan menunduk, jemarinya meremas selimut yang menutupi tubuhnya,  air mata itu tak mengalir karena dia tahu, dia pasti akan pergi menuju sisi pria ini.

“ 2 hari lagi “ Ucap EunSook pelan yang diikuti helaan napas yang panjang.

“ Manfaatkan kesempatan yang kuberikan untukmu EunSook_ah “ ucap pria itu sebelum akhirnya dia kembali menghilang dari pandangan EunSook. EunSook menyipitkan matanya saat sinar itu kembali mengenai wajahnya, dia tak dapat berkata apapun kalau pria itu sudah menyampaikan maksudnya.

“ Apa kepala anda masih sakit EunSook_ah?” tanya seorang dokter yang kehadirannya membuyarkan lamunan EunSook.

“ Sudah tidak lagi Dokter, sepertinya hanya gejala pusing saja” ujar EunSook dan menatap sekilas kearah Kibum yang tampak khawatir. Dia pasti lebih menderita dibandingkan dirinya~

“ Dokter, ayo lakukan pemeriksaan sekali lagi. Saya takut, tumor diotak istri saya belum sepenuhnya hilang “ ujar Kibum panik dan sikap seperti itu semakin membuat hati EunSook sakit.

“ Tidak perlu Dokter “ ucap EunSook dan semua yang ada dikamar itu menoleh heran padanya, terutama ekspresi Kibum yang tampak sangat marah dan dia juga tahu itu.

“ Apa yang kau katakan Sookie!! Apa kau tidak ingin sembuh!! Apa kau tidak ingin kembali kesisiku dan membangun keluarga kecil kita!! Apa kau sudah tidak mencintaiku Sookie!! Kenapa kau ingin sekali meninggalkanku!!” bentak Kibum hingga membuat dokter beserta perawatnya terlonjak kaget.

EunSook menggeleng pelan dan memohon kepada dokter dan perawatnya untuk meninggalkan mereka berdua. EunSook memandang punggung Kibum yang berdiri membelakanginya, Suaminya sedang marah, Suaminya sedang tak ingin menatapnya dan Suaminya pasti membencinya.

“ Sayang~” Panggil EunSook lembut namun Kibum tak juga membalikkan tubuhnya untuk menatap istrinya.

“ Ki~ “ Panggil EunSook lagi namun kali dengan nama panggilan sewaktu mereka masih berstatus sepasang kekasih.

Kibum masih mengacuhkan panggilan EunSook

EunSook menghela napasnya “ Ki~ kenapa tak melihatku? Kau membenciku?” tanya EunSook lembut.

“ Kenapa….. “

Diam

Suasana menjadi hening

“ Kenapa…huks..kau begitu ….ingin meninggalkanku … Sookie “ ucap Kibum dengan bibir yang gemetar.

“  Aku tidak pernah meninggalkanmu Ki~ “

“  Kau sudah tidak mencintaiku”

“ Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu Ki~”

Suasana kembali hening tak satupun dari mereka yang berbicara, Kibum sibuk dengan pikirannya sendiri begitu juga dengan EunSook. Ada pertentangan batin yang sangat kuat dialami EunSook saat ini.

“ Aku tidak ingin diperiksa karena aku tidak mau merepotkan kalian lagi, karenaku urusan pribadi kalian jadi terbengkalai. Dan karenaku juga aku telah membuat orang-orang yang kusayang khawatir dan menangis. Aku tidak mau melihat ekspresi sedih diwajah kalian, cukup aku saja yang tersiksa asalkan kalian tetap bahagia Ki~ “ ujar EunSook dan menitikkan air matanya.

Grep

 

Kibum datang secara tiba-tiba memeluk tubuhnya dari samping dan Kibum juga menciumi puncak kepalanya berulang lagi. Dapat dia dengar isak tangis yang keluar dari bibir suaminya, suaminya yang cengeng dan suaminya yang manja. Kibum merupakan sosok suami yang paling suka bermanja dengannya dan Kibum juga sangat takut kehilangan orang yang disayangnya.

“ Maafkan aku~” ucap Kibum dan semakin mengeratkan pelukannya

EunSook tersenyum dan mengelus lembut punggung suaminya yang bergetar

“ Untuk apa? Seharusnya aku yang meminta maaf  sayang “ ujar EunSook

“ Maaf, karena aku telah membentakmu tadi. Aku tidak bisa mengontrol emosiku “ ujar Kibum dan memandang lekat wajah istrinya yang tampak tak berseri lagi. Dia semakin khawatir melihat istri tercintanya ini.

“ Ki~” panggilnya

“ Ada apa?”

“ Bisakah kita kepantai dan melihat matahari terbenam? “

“ Tapi kondisimu?? “

“ Aku baik-baik saja, percayalah padaku Ki~ “

Kibum mengerutkan dahinya tampak berpikir keras, bagaimana bisa dia membawa EunSook kepantai dengan kondisi tubuh yang masih terlihat lemah seperti ini. Untuk bicara saja EunSook masih agak sulit dan bahkan untuk berjalan EunSook harus menggunakan kursi roda karena kedua kakinya belum sanggup untuk menopang tubuhnya.

Tapi, dokter mengatakan untuk selalu menuruti permintaan istrinya agar istrinya mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap bertahan hidup. Haruskah dia mengabulkannya? Tapi, bagaimana kalau kemudian keadaan EunSook semakin memburuk setelah pulang dari pantai?. Dia tidak mau EunSook kembali menutup matanya.

“ Ki~ “ panggil EunSook dan membuyarkan lamunan Kibum

“ Baiklah, kita pergi setelah kau sembuh ya “ ucap Kibum seraya mengelus rambut hitam panjang EunSook.

“ Tidak bisa, aku ingin besok atau lusa. Aku rindu masa-masa indah kita sewaktu dulu Ki~ “ ujar EunSook manja dan perkataan ini entah kenapa semakin membuatnya takut. Apa mungkin EunSook akan meninggalkannya?.

“ Ta-Ta-Tapi…”

“ Ki~ percayalah padaku aku tidak akan meninggalkanmu “ ucap EunSook dan menautkan jemarinya diantara jemari Kibum. Dingin~ tangan EunSook dingin dan perasaan takut semakin datang mendera Kibum.

“ Baiklah, kita berangkat lusa nanti dan sekarang aku ingin kau tersenyum. Kau sangat terlihat jelek tanpa riasan makeupmu “ canda Kibum hingga bisa membuat EunSook tertawa lepas.

*(^^,)v

Suara deruan ombak kian menerpa bibir pantai, suara hembusan angin kiat berhembus lembut menerpa helaian rambut yang terlihat tergerai indah. Bibir mereka tersenyum saat melihat keindahan pantai yang sudah lama tidak mereka kunjungi. Wanita itu tampak bahagia walau tubuhnya terduduk diatas kursi roda, pria disampingnya juga tampak bahagia saat mendatangi kembali tempat yang telah mengukir banyak kenangan manis baginya.

Pria itu menyentuh pundak wanita itu dan wanita itu membalasnya dengan menggenggam telapak tangan yang singgah dipundaknya. Mata mereka menatap lurus kedepan, menatap sinar mentari sore yang tengah menyelimuti seluruh bagian pantai.

“ Indah~ “ ucap wanita itu dan dia menitikkan tangis bahagia dari kedua mata indahnya

“ Banyak kenangan manis yang kita ukir disini Sookie” ucap pria itu dan kali ini dia berjongkok disisi wanita itu untuk memudahkan mereka berbicara.

“ Aku sangat menyukai tempat ini Ki~ “

“ Aku juga~ “ ucapnya dan kemudian keduanya kembali menikmati suguhan pemandangan yang mempesona didepan mereka.

“ Ki~ , bisakah kau menggendongku dan membawaku mendekati bibir pantai ? “ ucap EunSook dan memandang lekat Kibum disampingnya.

Kibum mengangguk paham dan mulai mengalungkan tangan EunSook pada lehernya dan secara perlahan dia membawa istrinya itu menuju tempat yang diinginkannya. Berjalan perlahan mendekati bibir pantai, dengan nyamannya EunSook menyenderkan kepalanya didada bidang Kibum.

“ Turunkan aku disini Ki~ , kita duduk disini saja “ ujar EunSook saat jarak mereka hanya sekitar 30 meter dari bibir pantai. Kibum mendudukkan EunSook dengan lembut dan layaknya seperti anak kecil EunSook merasa senang karena kakinya bisa menyentuh pasir pantai yang lembut dan putih itu.

“ Sudah saat lama kaki ini tidak menyentuh pasir selembut ini “ ujar EunSook dan menatap Kibum yang tak bersuara disampingnya. Mata runcing suaminya tampak serius menatap deburan ombak yang menggulung ditepi pantai.

“ Sookie~ “

EunSook menoleh

“ Aku sangat mencintaimu, sangat sangat sangat mencintaimu “ ucap Kibum dan akhirnya tatapan mereka bertemu.

“ Aku juga, aku mencintaimu tulus dari hatiku yang terdalam” ucap EunSook

Kibum menarik dagu EunSook mendekat padanya “ Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku Sookie “ ucap Kibum dan memberikan kecupan lembut dibibirnya

EunSook tersenyum tipis dan meletakkan telapak tangannya didada Kibum “ Aku selalu ada disini untukmu “ ujarnya lembut dan mengecup lembut bibir Kibum yang terbuka hadapannya. Keduanya saling berpelukan erat , saling mengalirkan kebahagiaan dari tubuh mereka. Sungguh suasana yang tak terlupakan bagi Kibum.

“ Ingin aku bernyanyi untukmu?” ujar Kibum , melepaskan pelukannya dan menatap lurus kedalam bola mata hitam EunSook. EunSook mengangguk mengiyakan karena dia tahu Kibum dulu juga sangat suka menyanyikan lagu-lagu romantis untuknya.

Keduanya memutar posisi tubuhnya, mereka menatap matahari yang perlahan terbenam diufuk barat. EunSook menidurkan kepalanya dipundak Kibum dan matanya terpejam menikmati hembusan angin pantai, Indah dan nyaman, cantik dan meneduhkan hatinya.

Song : SHINee – Alarm Clock

Oneuldo nan ttame heumppeok jeojeo
Jameul kkae daeche mideul su eobseo oh nan (jidokhan angmong)
Maeil bam banbok doeneun kkum sok
Geojitmal gachi neon chagapge nal tteona oh nan

Mideul su eobseo ajik ne ipsul
Bonael su eobseo ajik nae ppyame (jjok) daheun deut hae
Jiul su eomneunde

Naui allamsigyega eoseo ullyeo i kkumeul kkaebeorigil
Angmong gateun siganeul dasi dollyeo ibyeoreul naejjotgil
Gojangna beorin chae meomchwo seon motdoen kkum beoseonal suga eobseo
Allamsigyega sikkeureopge ureo nal kkaeugil oh eoseo

Nal kkaewo

Jageun bitbangure seuchyeo tteoreojineun kkoccheoreom
Negen amu ildo anira haedo (heeojija)
Damdamhan ne hanmadie chagapge jamdeureo
Ajik japhil deut hae neoui singiru o jebal

Mideul su eobseo ajik ne hyanggi (Oh no)
Jiul su eobseo ajik nae pume (puk) baeeo isseo (No babe~)
Igeon kkumil geoya, ooh~ yeah~

Naui allamsigyega eoseo ullyeo i kkumeul kkaebeorigil
Angmong gateun siganeul dasi dollyeo ibyeoreul naejjotgil (dasi nega dorawa~ ooh~)
Gojangna beorin chae meomchwo seon motdoen kkum beoseonal suga eobseo (suga ebseo~)
Allamsigyega sikkeureopge ureo nal kkaeugil oh eoseo

Angmong soge nan nan gireul irheo nan nan
Angmong soge nan nan gireul irheo nan nan angmong soge

Nega tteonatdaneun geol mitji motae ibyeoreul tto bujeonghae (oh, ganeun geoya~)
Algo isseo ibyeori i sungani kkumi aniraneun geol (aniraneun geol~ oh oh~)
Injeonghal su eomneun geol nan hyeonsireul gyeondyeonael suga eobseo
Dasi dorawa angmong gateun hyeonsil nega pillyohae o

Naui allamsigyega eoseo ullyeo i kkumeul kkaebeorigil (Oh yeah, yeah~)
Angmong gateun siganeul dasi dollyeo ibyeoreul naejjotgil (ga, gyeol su eobseo) (oh oh~)
Gojangna beorin chae meomchwo seon motdoen kkum beoseonal suga eobseo (My love is real, oh)
Allamsigyega sikkeureopge ureo nal kkaeugil oh eoseo

Eoseo (nal kkaewo) nal kkaewo
Ginagin jame kkaeeo eoseureumi jiteun gireul jina
Gipeun saenggage jamgyeo dasi neol geuryeo
Janjanhan hosu dolmaengi hanareul deonjyeo noko
Jageun donggeuramireul geurigo tto geurigo
Neoreul geurinda neoreul geurinda neol geurinda neoreul geurinda

Lantunan nada yang dinyanyikan Kibum sungguh membuat hatinya tenang, dirinya seakan sudah tidak memilik beban lagi dipundaknya. Semuanya terasa ringan, hutang yang dulu belum dilunasinya sekarang sudah terbayar.

Dia mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai walau hanya beberapa hari, dia nyaman , dia bahagia dan dia merasa tenang. Seandainya saja Kibum tahu kalau dirinya sangat bahagia saat ini mungkin suaminya itu akan menghadiahkan hal yang lebih indah dibandingkan ini.

~Epilog~

 

“ Apa dia bahagia disana Umma? “ tanya Kibum seraya menatap lautan lepas didepannya.

“ Dia pasti bahagia, Umma tahu itu “ ucap ummanya seraya mengelus punggung anaknya lembut.

“ Dia pasti tidak menderita lagi sekarang “ ucap Kibum lagi dan tangan kanannya menabur gumpalan abu yang dia genggam.

“ Tuhan sangat menyayanginya, hingga dia memanggil EunSook kesisinya “ ucap Ummanya dan mengambil abu yang berada didalam pot yang digenggam oleh Kibum.

“ Terima kasih telah bersedia memberikan cintamu untukku Sookie , terima kasih karena telah memberikan kebahagiaan untukku walaupun hanya sebentar. Aku mencintaimu, Istriku Lee EunSook “ ujar Kibum menahan bulir air matanya agar tak jatuh karena dia takut EunSook akan bersedih kalau melihatnya menangis seperti ini.

Kepergian EunSook membawa luka dalam baginya walaupun sesungguhnya dia sudah mengetahui itu. EunSook bukanlah sosok yang pandai menyembunyikan sesuatu. Walaupun EunSook berusaha keras menutupinya tapi Kibum dengan sangat mudah membaca apa yang ada dipikiran EunSook. Dia sangat paham siapa sosok EunSook yang sebenarnya, dan pada hari terakhir kebersamaannya dengan EunSook, dia sengaja menyanyikan lagu kesukaan istrinya itu. Demi membuat EunSook bahagia dia berusaha bernyanyi walaupun hatinya sakit dan terluka. Dia berpura-pura tidak mengetahui apapun walaupun EunSook tak kunjung jujur padanya.

Dan sekarang dia sendiri, tanpa EunSook disisinya. Berusaha tetap tegar dan berusaha mempertahankan cintanya pada EunSook. Dia harap dia bisa, dia harap dia mampu, dia harap dia tetap mencintai EunSooknya.

“ Sudah merasa tenang setelah kembali bertemu dengannya?”

“ Aku merasa ringan dan seperti melayang layaknya kapas “

“ Jadi, kau bisa ikut denganku sekarang?” ucapnya dan mengulurkan tangannya. EunSook menyambut uluran tangan yang sempat ditolaknya dulu. Sekarang ini tempatnya, disini dunia sekarang, dunia yang sudah berbeda alam dengan Kibum.

“ Terima kasih telah memberiku kesempatan “

“ Aku hanya menjalankan tugasku “ ucap pria itu sopan

“ Kalau boleh aku tahu siapa namamu Tuan?”

“ Mereka biasa menyebutku Malaikat Key “ ujarnya dan menggandeng EunSook menuju dunia yang sudah menanti kedatangan mereka.

Kita terpisahkan oleh dunia yang berbeda

Kau dengan duniamu dan aku dengan duniaku

Aku bahagia walau kita jauh

Aku merasa selalu berada disisimu tanpa kau sadari

Selamanya aku bersamamu

Selamanya aku mencintaimu

 

“ Saranghae Kibum “

END

62 responses to “BSFC – ALARM CLOCK B

  1. huweeeee ToT
    g kuat aku bacanyaaaaa..
    knp harus nyeseekk ToT
    Authornyaaa Daebakk ^3^

    20jempol deh ^^
    sukses mmbuat aku berlinang air mata..

    aku bahagia saat tau eunsook membuka matanya… walau aku tau eunsook hanyaa ingin menyampaikn salam prpisahan n membuat kibum bahagia utk trakhir kalinyaaa ToT

    aku g tega liat kibum sllu khawatir .. g mw maem..
    takut eunsook akn menutup matanyaa lagi..
    takut eunsook meninggalkn dy..

    sukaaa waktu kibum bli bubur kaget lgsg jatuhin bubur n brlari saat tau bnyak dokter n perawat masuk ruang eunsook..
    n btapa trharunyaaa aku melihat adegan ne..
    tau eunsook membuka mata nya n trsnyum…

    kenapa crta ne sprti kisah kuu..
    hanyaaa aku g dbri kesempatan utk melihat dy trakhir kali.. g bsa melihat dy trsnyum kpdku..
    *curcol

    aku tau perasaan kibum gmn..
    sakit, g ikhlas, g bsa hdup tnpa org yg kita cintai..
    tp kita hrus bahagia demi dy..

    suka bgt kata” ne..
    Kita terpisahkan oleh dunia
    yang berbeda
    Kau dengan duniamu dan aku
    dengan duniaku
    Aku bahagia walau kita jauh
    Aku merasa selalu berada
    disisimu tanpa kau sadari
    Selamanya aku bersamamu
    Selamanya aku mencintaimu
    “ Saranghae Angga ” *plak
    *curcollg

    D.A.E.B.A.K. C.E.R.I.T.A.N.Y.A.
    ^3^ ^3^ *poppobasahauthornyaa

  2. OH!
    aku baru ngerti maksud alarm clock yang A..

    Ini..
    aku yang aneh atau bagaimana?
    aku malah nangis mulai dari key nyanyi buat eunsook -,- #aku yang aneh deh kayaknya

  3. Gara2 ada lirik alarm clock, saya jd ikut nyanyi, keke…
    Eunsook, trnyt kita shati, ane jg suka ma tu lagu… wah kt emng jodoh *mksa
    Saya kira bkal ada ayam lagi *nunjuk mknan favorit, ternya dgnti bubur ikan… good job thor, yg beda tu emg lbih asyik, hihi

    saya berasa bc novel romanc, bhsnya luwes, gk kaku kyak celana kolor gk dcuci satu abad
    saya penuh penghyatan lho bacanya, soalnya dri awal udah bgus
    udah klihatan klo ceritnya sweet, tp… jreng jreng~ kmna 7 hrnya eunsook? knp eunsook mati gitu aj?
    klo aj 7 hrinya tu dbuat romnts2san, mungkn saya bakal mewek smpai tu aermta kering
    kyknya si author naksir nih ma si kimbum, makanya buru2 dmatiin eunsooknya, keke~

    feelnya dpet, walaun gk puas ma endingnya. tp ni ff keren thor, sumpah gk bhong deh ^^v
    good luck…

    • Ahahaha iya ==”a
      rencana awal memang mw dijelaskan waktu 7 hari itu
      tapi saya mikir, orang sakit kan gx mungkin bisa langsung sehat makanya waktu yang dihabiskan cuma 2 hari. terima kasih atas sarannya ne. saya memang masih harus belajar😀

  4. cerita yg biasa dan sering terjadi, tapi walau begitu bila dibuat dengan bahasa dan alur yang tak biasa, akan jadi luar biasa…mian, belum dapat feelnya, SEMANGAT terus berkarya yah!!^^

    • Mian juga karena tulisan dan idenya sangat sederhana😥
      saya akan semakin berusaha dan banyak belajar😀

  5. huwaaaaaaaaaaaa, ini ini,,,
    huks,,,
    ini bagus, feel nya dapet. aku suka kata2 eunsook yang terakhir
    Kita terpisahkan oleh dunia yang berbeda

    Kau dengan duniamu dan aku dengan duniaku

    Aku bahagia walau kita jauh

    Aku merasa selalu berada disisimu tanpa kau sadari

    Selamanya aku bersamamu

    Selamanya aku mencintaimu

    walau mereka terpisah tapi hatii mereka tetap satu…
    ehm, malaikay key???

  6. aaaaah TToTT tanggung jawab ini authornya!!!
    ceritnya baguuuuws bahasa yang dipake halus seperti dubu dan luwes banget kayak key kalo lagi dance cover girlgroup^^
    tapi ak sebel sama ini nih *(^^,)v soalnya pas lagi baca serius sedih sedih ngeliat ini *(^^,)v gak jadi meweeek dah dia menghibur gitu berasanya malah ketawa ngeliat inih *(^^,)v LOL *gak penting ya sorry*

  7. Bagus pemaparan ny aku suka..
    Bahsanya enak bgt dibaca ..
    Sedih bgt dri yg pas gwe ny minta ke pantai itu, aaaa hiks (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Itu malaikat key? Aduh mau dong ktemu sma malaikat key boleh?
    Eh gak deng, itu dy nyabut nyawa ya? Kalo aku ktemu brarti aku mati dong? Ahaha gajadi deh gjadi gjadi.. Kkeke
    Ini author ny lockets ni ya jgn2? Smpe2 nma malaikat ny juga key .. Haha
    Feel ny belum ngena banget sih, soalny aga kcpetan di yang sisa waktu 7hari ny itu, dpake ny cuma 2hari doang, cba kalo 5hari gitu ahh daebak dh pasti nangis bombay saya thor, dan author juga pasti keriting otak sma tangan buat maparin ny, kekekek
    Keep writing author. .. Fightingg

  8. dan Eunsook pun selingkuh dgn malaikat Key d surga nanti.,ahahaha
    kasian Kibum jd duda.
    ud sering baca kisah seperti ini, tp klo BumSook baru ini…
    cara penuturan ceritanya bagus,rapih,apik…mungkin sdah pengalaman?

    good luck…lanjutkan menulis…hwaitting \\¤_¤//

  9. like a stairway to heaven..meninggal d pantai
    aku benci kematian..hate it so much -___-
    kibum, masih ada aku disini..aku akan berusaha menjadi yg terbaik untuk membahagiakanmu
    hahahaaa pletak! ~.~

  10. Huks..huks..
    Pemaparan kata”nya membuatku mengeluarkan kristal dr mata dan hidung..
    *lap ingus
    so sad… Feel sedihnya dapet begete..
    Like this

    Itu moment dipantainya pas kibum nyanyi alarm clock bukannya ikut nyanyi,tp malah joget degung”in kpla dino, geleng”in pelatuk ayam, puter”in idung kucing, colok mata kodok, rames jamur..
    BUGH *ditonjok

    *maksa pengen jd reader keren*

  11. Penulisannya bagus, suka deh bacanya, tapi agak kurang klimaks pas bagian sedihnya, jadi masih agak nanggung sedihnya.
    Baru pertama nih baca bumsok couple jadi feelnya masih kurang hehe.

  12. Kibum jadi dudiren (duda diva keren = maksa)
    Sookie, kamu pengen balik krna pengen bilang saranghe?? aq kirain krna ada ssutau yg blm terselesaikan >,,<

    • komen ku yg masuk stgh, *nagis* ketik ulang:

      sambungan:
      untuk malekat Key baik budi, rendah hati, perhatian dan tidak sombong trhadap eunsook.
      Eunsook-ku dibuat matii, hikkss
      ff-nya bagus author ^^

  13. Hiks thor.. Anda sukses membuat nangis pagi-pagi… Apa lagi pas bagian di pantai.. Akhirnya bumsook tetep pisah ya …
    Ga rela.. T.T
    Walau jadinya keysook…^^
    Baguss thor… Suka sama cara penulisannya…

  14. huweeee TT____TT
    ceritanya bikin nangis
    tulisannya juga rapi ga ada tumpang tindih kejadian
    keren maknanya kesampain dan looong narasi^^
    nice fighting buat authornya^^9

  15. DAebaaaaakkkk ahhh njirrr gila biasanya aga aga jijik liat abang nyunyu jadi yeoja
    dan sekarang…

    couple fav saya BUMSOOK
    asatag kenapa mereka begitu serasi…
    Kibum yang manja dan Eunsook yang lugu.

    serius pas si kucing nyanyi lagu alarm clock buat Sookie
    rasanya… huks huks tenang ga mewek cuma…
    rasanya ada yang degdeg seeeer di dada.

    huks huks sookie… saranghae

  16. :”)
    jd Sad ending or Happy ending??
    but this is so touch :’)
    di satu sisi ad kehilangan yg mendalam,,kehilangan ssorang yg sangat di cintai,,
    di sisi lain ad kebahagiaan,,kebahagiaan yg pernah hadir di hati mereka,,kebahagiaan bersama mencintai satu sama lain walupun tak bs bersama selamanya.. tp cinta mereka akan abadi untuk selamanya🙂

    walau si Kibum sangat2 susah untuk ngelepaskan eunsook tp dy akhirnya mengerti dan menerima dengan tulus,,,dy jg tdk mw menyiksa eunsook dengan terus bertahan sedangkan eunsook sudah tak mempunyai waktu yg banyak,,dengan merelakan dengan tulus maka dsna, di alam yg berbed eunsooknya bahagia,,
    dan Kibum percaya di alam sana Eunsook’ny pasti akan mendapatkan sosok yg bs melindungi dan memberikan rasa nyaman lebih dar dirinya#lirik Key hehehe😀
    suka am ide ceritanya,,walaupun endingnya ga bs di tebak happy or sad tp bagi aq ini happy ending soalnya pas baca di ending jd senyum2 ngebayangin eunsook am key hahaha

    Good Luck Authooor!! ^_^
    HWAITIIIIIIIIIIING!!😀

  17. Ceritanya ringan tapi pas di baca bikin terhanyut.. :’)
    Sampe menghayati banget aku baca ini.
    Sookie yang lugu dan begitu tulus mencintai kibum. Dan kibum yang manja dan sangat mencintai sookie.. Huuum
    Air matabeneran tumpah pas lirik alarm clock aku play lagunya juga. Rasanya nyesek..
    Mungkin inilah yang terbaik untuk bumsook..🙂

  18. hiks..hiks…hiks…..
    angst yea thor…..huhuhuhuhu
    ceritanya sedih dan menyentuh banget,,aku adja ampe berlinangan air mata…
    aku suka banget ama lagu alarm clock,,hahahha eun sook kita sehati…
    ff ini benar benar menghayati.sesak rasanya …
    kibum yan gtabah yea,,mungkin ini yang terbaik,,,eunsook akan selalu di sisimu,,jangan kuatir karena disana dia sedang berbahagia bersama malaikat key yan gakan selalu menemaninya…
    eunsook HWAITHING!

    • ini angst ye -.-a
      perasaan kagak😄 /plak dihajar massa/

      saya juga suka sama lagu itu
      terima kasih bwt dukungannya😀

  19. cerita yg sederhana tapi menyentuh, sumfeh kece,,,, ampe tumfeh tumfeh *apa banget coba????

    Aaaahhh eunsook nikah aj ama malaikay key 11 12 ama kibum kan,,,

    Huh nyesek sih knp eunsook harus pergi jauh dan meninggalkan kibum,
    Tega bener author.a ng’jdiin kibum seorang duda, #plakk duda juga gw mau kalo kibum mah :* :* :*
    Yg sabar ye bang :))

  20. ah.. walaupun sering baca yg seperti ini… tapi dg bhasa yg berbeda jadi seerti baca novel…

    is.. author kya.a ngebet mau kawin sama kibum mkanya si eunsook di singkirkan yah.
    *plak di jitak author..

    kekeke^^ paling suka sama scene kibun nyanyi ALARM CLOCK….

  21. huweeeeeee hiks hiksssss yaampun ini ffnya ngena bgt sampe bikin nangis pagi2 gini T__T
    ah rasanya pasti sakit bgt tuh pas kibum nyanyiin lagu favorite sookie & tau itu waktu2 terakhirnya brsm sookie TT.TT
    eh iyaa ff ini sedikit ngingetin aku sm 49days hehe ga dramanya ga ff ini bikin aku nangis kebanjiran TT hiks daebak thor!

  22. TT^TT angst diharamkan tapi, yah ini juga bukan angst. Ya, kan?
    Author berhasil bikin aku penasaran pas awal cerita. Itu siapa sih, kenapa sih de-es-be.
    Intinya Author-nim berhasil membangkitkan minat pembaca><
    tapi soal tata penulisan. Kan Author nulis gini:
    -“Aku hanya bisa memberimu waktu 7 hari”
    harusnya kalau dialog selalu ditutup dengan tanda baca. Dan lagi:
    -“ Manfaatkan kesempatan yang kuberikan …
    Nah, ini harusnya setelah tanda petik untuk memulai dialog nggak usah pakai spasi. Langsung kata-katanya aja.
    Dan, terakhir:
    Sudah saat lama kaki ini tidak menyentuh pasir selembut ini(harusnya sudah sejak lama….).
    Nah, cuma itu sih yang fatal aku temuinnya. Tapi sejauh mata memandang #EA ff ini sudah bagus. Plotnya dibangun dengan cukup kuat. Alurnya pun sudah tersusun dengan rapi. Cuma gaya penulisan, EyD, diksi, tata bahasa, masih harus dikembangin lagi~
    penyajian ceritanya mengalun dengan tenang dan berhasil bikin aku kayak: "Eh, udah selesai ya?"
    dan aku malah berimajinasi. Mungkinkah Key dan EunSook menjalin hubungan nantinya? Tapi kan malaikat nggak punya nafsu -.- tapi-tapi kan ini ff, semuanya bisa terjadi -.-
    aku paling suka liat gimana Kibum setia sama Sookie T-T
    dadah~ Fighting!!!!!!

    • Ne~
      Gomawo atas sarannya
      aku memang lagi dalam proses pembelajaran, maklumlah bukan anak sastra tapi sangat menyukai dunia fiksi😀

      bwt masukkannya aku tampung , gomawo telah mengoreksi dimana letak kesalahan penulisanku jadi tambah ilmu lagi deh😀

      • kekeke~~~ senang kalau bisa membantu^^
        aku juga bukan anak sastra^^ tapi teramat suka membaca. masih SMA kok, akunyaaaa…
        ne~~ cheonma~~ fighting~~ wish ya luck to be a winner..

      • Jiahahaha masih SMA Ya😄
        saengi ~~ Nae Saengi~~
        fufufufufuf :3

        Salam kenal Ne~
        #adanamaTwitterOrFbGx/bisik2/

  23. yaah eunsook mati T.T
    tp gk pa” deh
    karna kibum juga uda ikhlas maka ane juga ikhlas

    sedih pas di bagian kibum nyanyiin lagu alarm clock

    saranghae kibum

  24. kenapa sookie harus mati? ini genrenya blm masuk ke angst ya?
    hueeeee,ga rela sookie mati😥😥
    ceritanya bagus,pemaparannya keren,tulisannya jg rapi.
    author-nim,hwaiting^^

  25. apa perlu aku ke pante, trus nyelem sambil bilang WAW?
    okeeeh.. WAW! dan sekali lagi WAW INI ANGST~~~ T^T
    aku lemah di genre ini #sumpah *o*V
    genre: angst.. berdarah-darah…
    ini angst berdarah…
    huaaaaaaa… #lari ke pelukan kibum #nangis bareng kibum
    aku butuh tisu satu kardussss….
    neomu appo…
    sookie… jeongmal~ kau harus mati di ff ini… nyesek. bikin sedih…
    kasian kibum…
    rada miris + sedikit ketawa pas key nangis abis ngebentak sookie…
    nee.. ne.. ne..
    neomu joha.. karakter castnya di sini hampir mirip sama karakter asli onkey.. ^_^

    dan saya suka posternya… SOokieeeee.. neomu neomu yeoppo…😄

    pas adegan ending yg di pante mengingatkan ku sama film endless love… dan si cewek juga berakhir meninggal di pelukan namjachingunya….

    aku nangis nih.. authooooorrrrrrr… tanggung jawaaab #kejar author ke pante

    tapi aku sukaaa.. penulisannya rapi.. alurnya gak bikin bingung…
    neomu johaaaaaa….😀 #nyengir dengan mata sembab+idung ingusan ^^V

    • Kak Meera Ingusan kakay si Kibum Kecil😄 ahahaha
      Ya begitulah kisah bumsook kaka, kadang manis kadang miris dan kadang sedih, salahkan otak Minim saya ini kakak😀

      Doakan karin kakak :*

      • naaahhh.. tuh kan aq udah duga ini tulisanmu.. tanggung jawab kariiinnnnn X3
        tisuuuuu~~~~

        ne~~~
        moga menang karin.. ^^
        angst nya sgt tersampaikan… hohohohoohohooh😀

  26. aigooo,, kenapa baru baca sekarang yah,, ckckk
    sediiiih.. isinya jelas n gak bertele2.. terhanyut bacanyaa..
    T__T
    tp sookie walaupun meninggal akhirnya ketemu jg ama yg mirip kibum, malaikat key..

  27. ini angst kah?
    Kibum cinta banget ya sama sookie, dia udah iklas ditinggal Sooki,.
    Eh? Malaikatnya key ya? Bisa jadian tuh? *loh?*..
    bagus ceritanya, sukaaa

  28. wahhhhhhh,, gue gak tahu mau ngomong apa, tapi selaluuu saja seperti ini,setiap kali aku baca ff bumsook, entah kenapa yg dipikiran gue kibum itu jinki dan eusook gwe,gak tahu tapi gue akan ngerasa ada feelnya kalau ngbayangin ke gtuuu..
    ini angst benar-benar angst, gue selalu takut baca angst tapi ini sukses bkin airmata gue jatuuuhhh huweeeee eunsook mati,eunsook meninggalkan kibum,gak ada happy end hukssss tapi kibum sudah merelakan eunsook jadi tidak papa tapi tapi tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii huweeeeeeeeeee….
    7 harinya kok gak diceritain?? tapi gak pa2 ini bagus, huweeeeeeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s