BSFC – NOTE

note

Judul: Note

Cast: Lee Jinki. Kim Gweboon

Genre: Romance. Happy-happy(?)

Rating: General

Leght: Oneshot

A/n: maap kalo agak aneh ceritanya emang ga berbakat(__”) ff ini gaada maknanya. Gaada isinya. Cuma asal nulis._. btw maap muka gweboon agak putih kayak setan gitu.. aku juga bingung kok jadinya gitu ya.. /akibat ngedit sendiri/ ohiya, yg italic (bercetak miring) itu flashback yaa

***

Senyumnya mengembang seiring seorang laki-laki berjalan mendekatinya. Semuanya berubah sekarang—tidak terlalu, sih. Namun perasaan hari ini masih sama seperti 10 tahun lalu. Musim dingin pada bulan Desember. Umurnya saat itu masih 12 tahun.

Bangun dari duduknya dan menepuk pelan kepala laki-laki didepannya sambil tersenyum lebar. Si empu kepala hanya mengeluh lalu menarik tangan gadis itu dari kepalanya, dan menggenggam tangan mungil itu.

“Kenapa dengan mukamu, huh?”

“Apa?”

“Menyebalkan..”

“Tch, Lee Jinki. Seharusnya kau mengaca siapa yang menyebalkan. Setidaknya coba kau ingat 10 tahun lalu!”

“Aish, sudah jangan dibahas,”

Jinki membalikkan badannya lalu menarik tangan Gweboon. Aigoo, malu kah? Gweboon yang berjalan dibelakangnya tertawa geli dan dengan paksa gadis itu menarik tangannya dari genggaman Jinki. Refleks Jinki membalikkan badannya menghadap Gweboon yang tengah menyembunyikan tangannya dibalik badannya.

“Wae?”

Jinki memandang Gweboon bingung. Sedangkan pandangan gadis itu menerawang keatas. Lalu Gweboon menghembuskan nafasnya sembari menggumam lembut.

“Ayo kembali ke 10 tahun lalu,”

***

Kim Gweboon kecil mengenakan syal polkadot berwarna merah muda juga pita besar berwarna merah menghiasi rambut panjangnya. Ia memangku kepalanya dengan kedua tangannya seraya memandang keluar jendela kamarnya.

Jendela kamarnya tepat bersebrangan ke jendela kamar tetangganya. Setelah sekian lama rumah tetangga mereka tidak berpenghuni, tepat seminggu yang lalu keluarga Lee detang menempati. Keluarga Lee mempunyai satu anak laki-laki yang seumuran dengan Gweboon. Tentu saja Gweboon dangat senang mempunyai teman baru.

Namanya Lee Jinki. Berpipi besar seperti bakpau. Gigi kelincinya sangat mencolok. Perut yang tertimbun banyak lemak. Matanya sangat kecil. Oh, dan kulitnya yang sangat lembut seperti tahu. Biasanya Jinki selalu menebar senyumnya. Namun semenjak 2 hari yang lalu, ia mulai bermuka muram. Kematian Ayahnya penyebabnya.

Dan hari ini, Kim Gweboon berniat menemuinya.

Sesampainya Gweboon didepan pintu rumah keluarga Lee, dengan semangat juga senyum yang mengembang itu ia mengetuk pintu rumah.

“Annyeonghasaeyo!!”

Klek

“Annyeonghasaeyo, Gweboon-ah,”

Ibu Lee Jinki menyambut Gweboon dengan ramah. Lalu mempersilahkan gadis kecil itu masuk.

“Ahjumma, boleh kubawa Lee Jinki? Tidak sampai malam, tenang saja”

…..

“Kau tau Jinki, saat kau melihatku berdiri didepan pintu kamarmu, kau memandangku malas. Seperti ini,”

Gweboon menirukan muka Jinki membuat ia terkekeh pelan.

“Oh! Bukan, bukan seperti itu. Tapi seperti ini!”

Lagi, Gweboon membuat ekspresi jelek dengan wajahnya ditambah pipi yang digembungkan.

“Kau sangat gendut, Jinki-ya!”

Gadis manis itu tertawa puas. Jinki hanya menatapnya dengan senyuman kecil.

“Tapi aku tidak gendut lagi sekarang, ya kan?”

“Hmmmfffttt, siapa bilang? Apa ini, hm?”

Tangan nakal Gweboon mencubit perut Jinki, membuat laki-laki bermata kecil itu mengaduh.

“Ya! Kim Gweboon! Appo!”

“Hahahaha! Lee Jinki~ setidaknya kau tidak terlalu gendut seperti dulu. Tapi tetap saja perutmu ini! Hahahaha”

“Yang penting aku tampan” ucap Jinki dengan percaya diri.

“Mwoya?” Gweboon menatap Jinki menahan tawa.

“Kalau aku tidak tampan mana mungkin aku mempunyai kekasih secantik ini?”

“Yaa!! Gomballl!”

…..

 

“Kau! Sudah tau badanmu sebesar ini. Kenapa berjalan malas-malasan, eoh!!!”

Dengan susah payah tangan mungil Gweboon kecil menarik tangan besar dan tebal milik Jinki yang berjalan dengan lamban dibelakangnya. Manik mata Gweboon menatap Jinki tajam dengan tatapan seperti ‘cepat, bodoh!’.

Bahkan setelah 10 menit berjalan dengan menarik Jinki, Gweboon baru berhasil menariknya hingga taman diseberang rumah mereka.

Walaupun ini musim salju, tetap saja membuat Gweboon berkeringat karena membawa beban yang lebih besar daripada badannya. Tapi Gweboon tidak mau menyerah sebelum membawa Jinki ketempat tujuannya.

Beberapa menit kemudian Gweboon berhasil membawa Jinki ke halte bus.

“Naik, Jinki!”

“Sirheo!”

“PPALLIWA!”

Mendapat teriakan kencang ditelinganya—dan juga pandangan tidak sabar orang-orang dibelakang mereka yang sedang mengantri, Jinki dengan terpaksa naik ke bus dan duduk manis disebelah Gweboon. Jika saja Gweboon tidak berteriak dia tidak akan mau ikut kemana gadis ini akan membawanya.

…..

“Aku masih bisa merasakan betapa gendutnya kau saat itu, Jinki. Aku masih ingat saat kau keras kepala tidak ingin naik. Tidak mungkin aku menggendongmu, kan? Untung saja, aku ini bukan perempuan lembek yang hanya bisa mengeluh, menangis, dan bermain barbie. Untung saja aku bisa berteriak”

“Tapi telingaku jadi sakit, baby”

“Biarin…”

…..

Kim Gweboon kecil menatap makhluk gendut dengan pipi besar seperti bakpau disebelahnya. Tangan mungil itu gatal ingin memencet pipi besar itu. Hasrat Gweboon semakin meluap saat mulut Jinki bergerak mengunyah coklat yang diberikannya pada Jinki agar anak laki-laki itu mempunyai energy untuk berjalan—setidaknya, Gweboon berharap Jinki tidak perlu ia tarik lagi.

Gyut

Gweboon menggigit bibir bawahnya gemas. Gadis itu menyadari pipi Jinki sangat lembut.

Gyut

Lagi, Gweboon memperdalam tusukan jari telunjuknya agar masuk kedalam pipi besar Jinki.

Gyut

Gyut

Gyut

Berulang kali ia memencet pipi Jinki. Menurutnya pipi Jinki sangat lucu. Seperti sofa empuk saat kau duduki dan kau akan terhisap olehnya.

“Aigoo”

Menggumam sendiri, Gweboon makin bernafsu memencet pipi Jinki. Lumayan membuang waktu sampai mereka tiba nanti, kan?

Gyut

Gyut

Gyut

Gyut

“Yaa!”

Merasa terganggu, Jinki kecil menangkis pelan jari Gweboon dari pipinya. Mendapat perlakuan itu, Gweboon merasa seperti mainannya diambil. Tanpa memedulikan sang pemilik pipi itu, Gweboon kembali memencet pipi Jinki, malah, gadis kecil itu tanpa rasa bersalah mulai berani mencubit gemas pipi Jinki.

“Yaa!”

Jinki berdecak sebal. Ia menarik tangan mungil Gweboon dari pipinya. Lalu menurunkan tangan itu kebawah, agar tidak menggapai pipinya. Untung saja, coklat yang dimakan Jinki sudah habis, jadi anak laki-laki itu bisa leluasa menolak tangan nakal Gweboon dari wajahnya.

“Lepas,” Gweboon memerintah. Suaranya menuntut, seakan ia punya kewenangan untuk bermain dengan pipi orang lain.

“Sirheo,” Jinki menolak mentah-mentah.

Beberapa detik kemudian tangan Gweboon gatal ingin memegang pipi Jinki.

Tapi ditengah jalan tangan mungil itu mencoba menggapai, tangan gendut si pemilik pipi menghalanginya. Merasa Gweboon yang tidak akan menyerah, Jinki menggenggam tangan Gweboon. Akhirnya Gweboon terdiam mendapat perlakuan seperti itu. Bukan, bukan Gweboon telah menyerah memegang pipi Jinki karena Jinki menghalanginya. Tapi, karena Gweboon merasa posisi tangannya sekarang tidak pernah lebih baik dari ini. Tangan mungil itu dibungkus oleh tangan hangat milik Jinki. Tanpa disadari pipi Gweboon kecil merona malu.

“Hei, kita sampai, Jinki-ya”

Mata kucing Gweboon menatap keluar. Hamparan pemandangan indah menyambut mereka.

“Laut?”

……

“Laut!”

“Ya, itu pasti pertama kalinya kau ke laut, ya kan?”

“Hmmm, kau hebat bisa tahu,”

“Aku pasti tahu, Jinki. Karena ekspresimu saat melihat laut seperti melihat segudang coklat. Matamu berbinar, dan kau tersenyum. Aigoo, aku gemas ingin mencubit pipimu saat itu!”

Jinki mendekatkan kepalanya kesebelah Gweboon. Lalu jari Jinki ia tempelkan ke pipinya sendiri, dan laki-laki itu berujar.

“Tidak mau kau cubit lagi?”

“Tidak, sekarang ‘ini’ lebih lucu daripada pipimu!”

Tangan nakal Gweboon mencubit perut Jinki.

“Ahh, Gweboon-ah! Appo!”

…..

‘Tahan, Gweboon, tahan!’

Gweboon berujar dalam hati. Saat melihat ekspresi Jinki yang menggemaskan, tangannya tak kuasa menahan untuk melemparkan cubitan ke pipi gendut itu. Namun apa daya, tangan mungil itu tengah digenggam oleh sang pemilik pipi. Namun, tidak apa, ia juga senang walaupun keinginannya untuk mencubit pipi Jinki tidak terkabulkan.

Kali ini, entah kenapa Gweboon tidak perlu susah payah menarik Jinki yang malas berjalan. Dengan otomatis, Jinki yang melihat hamparan laut biru segera berlari menarik Gweboon yang masih digenggamannya.

Bukankah manis sekali saat kalian lihat sepasang anak kecil berdiri di pantai, dengan jari saling bertaut, juga senyum mereka yang seakan tidak bisa pudar memandang ke depan.

“Woaaaaa,”

Mendengar suara Gweboon, Jinki memandangnya.

“Lee Jinki tidak lagi cemberut! Woaaaa lihat, bahkan ia sekarang tersenyum lebar! Aigoo, jurusku ampuh!” Gweboon tersenyum jahil menunjuk wajah Jinki.

Tanpa memedulikkan ledekan Gweboon, Jinki duduk di bibir pantai membiarkan Gweboon berdiri di belakang—masih meledeknya. Tangan Jinki kecil membuka sarung tangan yang ia kenakan. Lalu dengan antusias ia memasukkan tangannya kedalam air. Dingin. Namun semua itu membuat anak laki-laki berpipi gendut ini tersenyum lebar. Saat ini, ia merasakan dinginnya air laut ditangannya, namun merasakan hatinya hangat. Seakan merasakan kesedihannya tentang Ayahnya yang meninggal telah hilang. Dan Jinki tahu, sudah saatnya ia merelakan kepergian Ayahnya ketempat yang lebih baik disana.

“Yaaa!”

Bruk

 Tubuh Jinki bergoyang. Ia merasakan beban bertambah dipunggungnya.

Pluk

Tangan mungil yang dibalut sarung tangan berwarna ungu itu mengalung dileher Jinki. Jinki tidak menolak, entah kenapa menurutnya itu adalah hal yang semestinya.

“Jahat sekali meninggalkanku di sana. Dasar tidak tau terimakasih!”

Biasanya jika kalian mendengar orang berkata seperti itu, orang itu pasti akan memukul orang lain. Tapi lihatlah Gweboon.

Gyut

Gyut

Gyut

“Tripel!” seru Gweboon kecil senang.

“Tripel apanya? Kau 3 kali memencet pipiku dan 3 kali mencubit, tahu!”

“Tripel satu paket, Jinki-ya~ Hihi,”

…..

“Gweboon-ah, aku ingin tripel satu paket lagi~”

“Waaaa, jinjja?”

Dengan semangat Gweboon menggulung lengan bajunya. Bersiap-siap meluncurkan jari-jarinya.

“Aniyo. Bukan cubit dan pencet. Tripelnya tapi ‘ini’ dan ‘ini’ ya”

Jinki menunjuk bibirnya dan dahinya.

“Waaaa, Jinki-ya, aku tidak menyangka kau mau cubit di bibir, eoh? Bagusss, aku tidak sabar ingin mencobanya!” Gweboon tersenyum senang.

“Bukan, baby. Tapi cium~” Jinki memajukan bibirnya dan menutup matanya.

Gyut

“Ahh, baby! Appo!!”

“Hahahaha!!!!”

“Yah! Aku kan bilang, bukan cubit tapi cium!”

“Cium dengan jariku saja ya, Jinki~”

“Mwoyaa?”

Jinki mempout bibirnya. Gweboon tersenyum lebar, lalu gadis itu merogoh sakunya. Mengeluarkannya ponselnya dan..

Jepret

“Jarang-jarang aku melihat Lee Jinki mempoutkan bibirnya. Akan kuabadikan..”

“Yah, Gweboon-ah! Hapus fotonya!”

“Sirheo!”

“Yaa! Itu memalukan!”

“Kau memang memalukan~”

“Apa? Aishhh!”

…..

“Ohya, aku hampir lupa,” Gweboon kecil menggumam.

Tangan Gweboon menggapai pundak Jinki, berusaha memutar tubuh Jinki untuk duduk menghadapnya. Setelah berhasil, Gweboon menatap Jinki yang sedang memperhatikan Gweboon dengan lekat. Jinki merasa melihat pipi Gweboon bersemu merah. Aigoo, entah kenapa sekarang Gweboon terlihat sangat manis dengan pipi meronanya itu. Gweboon mengambil nafas panjang.

“Saengil Chukkahamnida.. Saengil Chukkahamnida.. Saranghaneun Lee Jinki.. Saengil Chukkahamnida!”

Selesai menyanyi—dengan agak gugup—Gweboon menatap Jinki menanti balasan Jinki. Errr, mungkin anak laki-laki itu bingung darimana Gweboon tahu ulangtahunnya. Karena Gweboon dan Jinki baru bertemu seminggu yang lalu. Asal kau tahu saja, Jinki. Gweboon menanyakannya pada Ibumu!

“Emm.. Gomawo”

“Hmm, Lee Jinki, jangan berterimakasih dulu. Kau harus ikut denganku. Aku ingin membelikanmu hadiah. Ya walaupun uangku tinggal sedikit, setidaknya aku akan memberikanmu satu,”

Gweboon kecil dengan pita besar merahnya menarik Jinki kearah sebuat toko kelontong dipinggir pantai. Setidaknya Gweboon tidak menariknya sekarang, Jinki sudah berjalan dengan normal.

Cling

“Eoseo Oseyo,”

“Nee, Ahjussi” Gweboon tersenyum manis pada paman penjaga kasir.

Lalu Gweboon membawa Jinki kederetan alat tulis. Mungkin menurut Gweboon barang-barang ini murah dan berguna untuk Jinki.

“Aigoo, kyeopta!”

Gweboon memekik pelan menemukan buku kecil berupa note dengan gambar kelinci putih yang sedang menggigit wortelnya.

“Jinki-ya! Mirip sekali denganmu! Coba saja Wortelnya diganti dengan coklat. Akan sama persis!”

Gweboon memamerkan deretan gigi putihnya pada Jinki. Lalu gadis itu membawa note kelinci ke kasir dan membayarnya. Tak lupa Gweboon kecil membeli pulpen juga.

Setelah membungkuk tanda terimakasih pada paman penjaga kasir, Gweboon membawa Jinki menuju kursi yang tidak jauh dari toko kelontong itu. Paling tidak, mereka masih bisa melihat pemandangan laut dari sini. Karena hari sudah agak sore, Gweboon tidak ingin terlalu dekat dengan laut.

“Cha! Hadiah untukmu”

“Ehm? Gomawo” jawab Jinki sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ohya, aku lupa. Kemarikan sebentar notenya,”

Setelah Jinki memberikan Gweboon note kelinci itu, gadis kecil itu menuliskan sesuatu dihalaman pertama. Lalu setelah selesai menulis, ia kembalikan notenya pada Jinki.

“Hmm, coba lihat aku menulis sesuatu untukmu ‘Jangan Lupa Bahwa Aku Ada Disampingmu, dari Kim Gweboon yang cantik’ ingat jangat dirobek kertasnya!” Gweboon berujar lalu tersenyum bangga saat membaca kalimat terakhir—dari Kim Gweboon yang cantik.

“Jangan lupa kalau aku ada disini, disampingmu. Jangan merasa sendiri. Tulis saja semua keinginanmu disini, arasseo? Jika keinginanmu bisa kusanggupi, pasti akanku lakukan” lanjut Gweboon.

Tanpa sadar, Jinki mengangguk dan mengulum senyumnya.

“Oh! Karena hari ini ulangtahunku, dengan segala hormat kepada Kim Gweboon yang cantik, kau boleh menulis permohonanmu dilembar kedua, Gweboon-ah!”

Oh yeahhh ini kalimat terpanjang dari Jinki selama ia bersama Jinki tadi. Biasanya Jinki hanya diam mendengarkan jika Gweboon sedang mengoceh. Entah kenapa Gweboon tersenyum malu mendengar kata itu. Ayolah Gweboon, Jinki hanya menirukan dirimu yang berujar bangga dengan kata-kata itu!

“Baiklah” jawab Gweboon pelan, dan gadis kecil itu mulai menuliskan permohonannya dilembar kedua.

‘Kalau sudah besar nanti, aku ingin menikah dengan seseorang yang tampan. Yang mempunyai pipi besar agar bisa aku mainkan terus’

“Maksudmu itu, aku ya?”

UHUK

Jinki yang kaget melihat Gweboon tersedak saat ia melontarkan pertanyaan sederhana, dengan sigap ia langsung menepuk pelan punggung Gweboon.

“Gwaenchana?”

“E-enghh.. N-neeh”

Muka Gweboon memerah. Apakah terlalu ketara maksud permohananya itu? Yaa! Kim Gweboon merasa sangat malu sekarang! Rasanya gadis itu ingin menguburkan wajah merahnya kedalam hamparan pasir di depan mereka.

“Oke, Kim Gweboon, sekarang kau ikut aku,”

Tangan Jinki menarik lembut tangan Gweboon dan menggenggamnya. Membawa Gweboon kembali ke bibir pantai.

Jinki menunduk. Merogoh-rogoh sesuatu yang ia temukan tadi saat baru datang ke pantai. Manik matanya menemukan apa yang ia cari. Lalu dengan cekatan anak laki-laki itu membuat sesuatu dengan memunggungi Gweboon yang menatapnya penasaran.

Jinki membalikkan badannya menghadap Gweboon tiba-tiba membuat Gweboon terlonjak kaget. Jinki menyodorkan sebuah cincin buatannya. Yang biasanya berhiaskan batu permata, tapi kini berhiaskan bintang laut kecil yang kering.

“Gweboon-ah, mungkin ini agak aneh. Tetapi, maukah kau menikah denganku?”

“A-apa?” ucap Gweboon kaget.

“M-maksudku, setidaknya, biarkan aku yang menikahimu nanti saat kita besar. Jangan terima bila ada yang melamarmu ketika kau dewasa, neh!”

Eoh, bahkan Lee Jinki bisa juga berkata seperti itu? Berkata dengan nada menuntut pada Gweboon. Tanpa memperhatikan Gweboon yang memandangnya dengan malu, poni Gweboon tidak beraturan menghalangi mata kucingnya, pipi tirusnya bersemu merah, membuatnya dimata Jinki menjadi sangat cantik. Dan Jinki merasa jutaan kupu-kupu terbang diatas perutnya saat Gweboon mengangguk malu-malu.

…..

“Baby, apa kau ingat saat aku ingin menjadikanmu sebagai istriku saat kita kecil dulu?”

“Hmmm, tentu saja aku ingat”

Pandangan Gweboon menerawang keatas. Mengingat-ingat moment dimana saat mereka…. Aishhh membuat pipi Gweboon sekarang memerah

“Seperti saat ini. Mukamu merah, seperti udang rebus. Aigoo babyku manis sekaliii!”

“Yaaa!  Mukaku tidak seperti udang, tahu!”

“Hahahaha, bercanda, baby. Kamu sangat cantik kok,”

“Yaaa! Berhenti menggodaku!”

…..

Langit sudah agak gelap. Setelah duduk di bibir pantai hingga mereka selesai melihat sunset—atas permintaan Gweboon tentunya. Sekarang saatnya mereka kembali ke rumah. Gweboon sudah berjanji pada Ibu Jinki akan mengembalikkan anak kesayangan keluarga Lee itu sebelum malam.

Beruntung mereka tidak lama menunggu bus tiba. Masuk ke dalam bus, lalu mereka duduk dibarisan paling belakang. Aigoo, mengapa tingkah mereka seakan seperti dua remaja yang dimabuk cinta? Mereka masih kecil. Lihat betapa lucunya Kim Gweboon yang sedang digenggam tangannya oleh Lee Jinki. Lihat bagaimana Jinki memperlakukan Gweboon seperti tuan putri. Manisnya mereka.

“Kenapa kau mau membawa aku kemanapun kau ingin bermain, Gweboon-ah? padahal kau tau aku enggan dan sengaja memperlambat jalanku jika bersamamu.”

“Aku tidak akan membiarkanmu sendiri Jinki-ya. Karena kita ini seperti sepatu.”

“Sepatu, mwoya! Badanku besar begini dan kau kecil begitu, mana bisa menjadi sepatu yang sebelah besar sebelah kecil”

Gweboon kecil menjitak kepala Jinki yang duduk disebelahnya dengan gemas.

“Aish, Lee Jinki paboya! Itu sampiran, bodoh. Sepatu. Artinya kita sepasang dan menyatu. Jadi, aku akan membawamu kemanapun aku pergi. Karena kita sepasang.”

“Sepasang apa?”

“Hmmmm,” Gweboon enggan menjawabnya, ia lebih memilih memalingkan kepalanya untuk melihat pemandangan di luar sana.

“Aku tau. Pasti maksudmu, sepasang suami-istri, kann?”

“Yaa! Kalau sudah tau kenapa bertanya!”

“Mwo? Jadi benar maksudmu itu, Gweboon-ah?”

“E-eh? Enghh.. terserahlah!”

“Aigoo, istriku manis sekali~”

“Aku bukan istrimu, bodoh!”

“Aaaaah? Benarkahh?”

“Benarlah!”

“Jadi, kau tidak mau jadi istriku?”

“Eeeh? Tentu aku mau!”

“Tadi katanya kau bukan istriku?”

“Memang bukan, tapi akan, Lee Jinki bodoh!”

“Yaaa! Aku tidak bodoh!”

“Kau bodoh!”

“Memangnya kau mau menikah dengan orang bodoh?”

“Tidak mau!”

“Makannya! Bilang, ‘Lee Jinki suamiku yang sangat pintar’!”

“Sirheo!”

“Bilang!”

“Sirheo!!”

“Bilang!”

“Sirheo!”

“Bilang! Atau besok juga akan ku nikahi, kau, Kim Gweboon!”

“YAAA! SIRHEO!! AKU MASIH MUDA!!”

“YAAA! MAKSUDMU AKU SUDAH TUA, BEGITU?”

“IYA! HAHAHAHA”

“AWAS KAU!”

“KYAAAA HAHAHAHA, GELI!! AHHH! HAHAHAHA! HENTIKANNN, GELI, BODOH!!”

Mendengar suara Jinki dan Gweboon kecil, sepasang nenek dan kakek yang duduk didepan mereka hanya terkekeh kecil. Menikmati percakapan Jinki dan Gweboon seperti dua orang dewasa yang bersiap akan menikah besok juga. Setidaknya hal itu mengingatkan akan masa muda mereka berdua.

…..

“Baby, kau ingat saat kita turun dari bus dan ada sepasang nenek dan kakek yang ternyata duduk didepan kita itu menghampiri kita?”

“Aku ingat,”

“Kau ingat kata-katanya?”

“Tentu. Aku sangat ingat, mana mungkin aku melupakan kata-kata mereka?”

“Bagus. Dan yang harus kau ingat lagi. Saat aku akan mengabulkan kata-kata pertamanya,”

“Kapan? Hahaha,”

“Tunggu saja,”

‘Kami harap bila kalian akan menikah nanti, kelak jadilah sepasang suami istri yang selalu saling mencinta’

“Baby, apakah menurutmu mereka dulu menyuruh kita untuk terus bercinta?”

“M-maksudmu?”

“Kau pasti mengerti. Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti. Aku pikir mereka menyuruh kita untuk membuat anak yang banyak agar kit..-“

PLAK

Gweboon menjitak kepala Jinki. Tidak taulah. Kenapa Jinki berbicara melantur. Bahkan mereka belum menikah. Aigoo, Lee Jinki, paboya..

***

Tanpa mereka sadari, hal yang terjadi saat 10 tahun yang lalu menjadi kenyataan. Saat hari ulangtahun Jinki yang ke 12. Saat Gweboon memberikan hadiah langtahun berupa note kelinci dan ia menuliskan permohonannya diatasnya. Saat Jinki melamar Gweboon dengan cincin bintang lautnya. Bahkan cincin itu akan terus Gweboon simpan. Karena pada cincin itu tersimpan banyak memori yang mengingatkannya pada anak laki-laki berpipi besar dan bergigi kelinci, Lee Jinki.

***

Kim Gweboon sangat terlihat cantik dengan gaun putih panjangnya juga mahkota manis bertengger diatas rambut hitam panjangnya yang menjuntai indah. Gadis itu berjalan dengan gugup dituntun oleh Ayahnya menuju altar. Melontarkan senyum manis saat dirinya sudah sampai tepat dihadapan Lee Jinki, calon suaminya.

Jinki sangat tampan dihadapannya. Dengan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu, juga rambut yang ditata dengan sangat rapi. Sangat tampan, ditambah senyuman manis yang ia lontarkan pada calon istrinya itu. Aaaaah kenapa Gweboon malu begini? Seperti saat 10 tahun yang lalu saja. Saat Jinki melamarnya di pantai, mengatakan agar hanya laki-laki itu yang bisa menikahinya. Bukankah itu manis?

“Apakah Lee Jinki bersedia menerima Kim Gweboon dalam keadaan senang maupun sedih, sakit maupun sehat, sebagai istrinya?”

“Saya bersedia”

“Apakah Kim Gweboon bersedia menerima Lee Jinki dalam keadaan senang maupun sedih, sakit maupun sehat, sebagai suaminya?”

“Saya Bersedia”

Dan saat janji suci itu terucap. Tak ada rasa bahagia yang dapat menandinginya. Diakhiri dengan kecupan manis di bibir Kim Gweboon. Oh, ralat, Lee Gweboon. Bukankah Gweboon sudah menjadi istri Lee Jinki sekarang?

***

“Baby, ayo kabulkan permintaan nenek dan kakek yang kita temui waktu itu!”

“Mwoya?”

“Membuat anak!”

“YAA! BODOH! MAKSUD MEREKA BUKAN ITU!”

“Ayolah, pasti itu maksud mereka.. ayo.. aku sudah tidak tahan”

“Lee Jinki! Kau kenapa sih, aigoo aku sedang datang bulan!”

Dan berakhirlah dengan hasrat Jinki yang harus terkurung untuk satu minggu lamanya..

***

END!

54 responses to “BSFC – NOTE

  1. Muahahaha, lucuuuuuuMuahahaha, lucuuuuuuMuahahaha, lucuuuuuuMuahahaha, lucuuuuuuuu!
    HHJJF nih!
    Senyum2 terus bacanya. Mgkin genrenya bs ditambah satu lg, Fluff

  2. aigoo..jinja neomu yeppeona~~
    cinta dr kecil sm akhir’a mreka nikah
    pgn bgt pny cerita kyk mreka tp syg’a udh kadaluarsa hahhahaaa
    gwe nyunyuu muachh

  3. OMO gweboon kecilnya gak ada bedanya sama gwe besar..sama-sama agresif n centil kalau udah deket2 sama pangeran pervertnya jinki..nie pasangan emank gak ada matinya,gak kecilnya gak gedenya bawaanya mesra2an trus..pasti diajarin ama om minho n jonghyun?#plak

    ceritanya menarik dan ringan,enak buat dbaca saat lagi datang bulan kayak sekarang#plak

    semoga menang ya thor..semangat

  4. gaggagagagagga dari kecil sampe uda gede mreka lucu, bagus fic-nya! Gwebon d sini emang Gwebon bgt! keren dah😀

  5. KYAAAAAAA>< Beruntung banget jadi gweboon huhuhu~ Jadi iri *apaini–"* 10 tahun mereka bertahan (?) Semoga aku sama Minho cepet nyusul ya^^ *apadeh–"* GOOD JOB AUTHOR ^^)9

  6. hoaaaa jinki sama gweboon manis manis maniiiiis banget dah :3
    ngebayangn mereka lama lama bisa diabetes kali ah *lope lope di udara*
    aku suka ih idenya yang flashback ngebayangin mereka kecil kayak nostalgia gitu
    aku berasa nonton mini drama kkk~
    tapi gaya bahasa untuk narasi nya kurang mantep nih ching jadi kurang nendang gimana gituuuu mueheehe

  7. ya ampun Gwe dirimu agresif sekali, jd aja Jinki makin gede makin pervert…
    ceritanya simpel dan manis.,cinta masa kecil ampe menikah…
    smoga Jinki kuat menahan ke-pervert-an nya,..kkk
    suka banget adegan tusuk2an(?) pipi itu…
    good luck…lanjutkan menulis…hwaitting \\¤_¤//

  8. Wahhh.. So sweeeet…..^^
    Cinta masa kecil dibawa sampai pernikahan…
    Agak bingung gara” banyak flashbacknya.. Tapi setelah dipahami.. so sweeet… Endingnya daebak.. Kasihan pervert jinki harus menderita seminggu..^^

  9. Hahahha lucu banget sumpah ..
    Aku suka author!! Demi sempak nya tetem dah .. Bwahaaha
    Ini komedi nya dapet banget, romantic nya juga .. Wahahaha
    Gwe nya agresif banget sumpah aduh yallah ngkak banget dri awal sampe ahir baca ni ff ..
    Hahha jinki pervert yah, mksr nene-kake itu mencinta bukan bercinta woi!! Hahaha jinki koplak ..
    Suka banget sma karakter gwe disini ..
    Gwe seneng banget megang pipi jinki kayanya ya, sampe gemes banget banget itu dia .. Hahaha
    Pokonya suka sma ni ff ..
    Semoga menang ya author .. Fighting!!

  10. waaaahhh so sweeett cinta.a abadi,,, adoooh gw sambil baca ff ini menghayal2 sendiri sih wkwkwk gimana kalo taemin dan diriku ky gthoo #plakk

    Eh eh eh itu tuh si jinki dasar pervert minta di cium 3 paket sgala (?) g sabaran amat sih bang,,,, hahaha abis minta cium minta anakk yg banyak lagy #plakk ksian donk gweboon nya hoho

    Semoga aja jinboon punya banyak anak yg lucu2 yah tadahkan tangan

    Good job thor *paiting

  11. aaaa, ini manis banget. Sumpah ya, senyum2 sendiri bacanya. Itu mereka dr kecil aja udah manis banget, apa lagi waktu jinki ngelamar gwe pake cincin buatannya sendiri d bibir pantai. Aaa, so damn sweet…
    Keren keren keren, author daebak…
    Hahaha, tp itu endingnya kasian jinki. Udah pengen tp harus nahan, wkwk

  12. Ahahahaha~ saya cinta jibon
    pntes semut2 pd lari ksini, ternyta… manis bgt
    Gk bs ngomng apa2 lg, sumph ni sweet sweet sweet… pa lagi wktu jinki nglamar gwe… aigo~ saya nangis kepojokan saking envynya
    Mau saya dilmar kyk gitu, nikah bsok jg gpp *narik onew
    keke~ cerianya luar biasa membuat saya ketawa sendiri, sesuatu bgt *ala sahrini

  13. huaaaaaaa pengen begini juga ya allah . doh kapan gue bisa kayak jinboon disini? ceritanya bagus , feelnya dapet banget. tapi saran deh thor coba ditambahin adegan jinki waktu ngelamar gweboon buat nikah waktu dewasanya pasti makan bagus hehe

  14. Ya ampun demi apa suka banget sama ff yang ini.
    Manis manis manis, bikin diabet bacanya😀
    Jinboon kecil nya lucu, ngegemesin bgt, aplg perbincangan mreka di bus pulang dr pantai yg tentang sepatu sama suami istri, aduh ngakak haha.
    Happy ending yeaaaay😀
    Jinboon emang udah jodoh, dr kecil pun mreka udah mesra bgt.
    I like it :3

  15. Aaaaaaa so much sweeeeeeeeeet (´⌣`ʃƪ)
    Ide ceritanya menarik banget deeh, ringan tapi bermakna.
    Penulisannya juga bagus, gaterlalu panjang ceritanya jadi gapusing juga baca lama-lama.
    Gorgeous ff!!

  16. Hehehehe….bner sweet kim gweboon dan lee jinki adalah sepasang sepatu….kmna kom gweeboon pergi dstulah lee jinki..aigoo mreka d takdirkan sllu brsama…….enak nsa nikah dg tmen kcil kita

  17. bikin envy KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….kapan jinki oppa ngelamar aku kaya Jinki ngelamar Gwe….

    pas baca ini sedikit bingung..soalnya alurnya maju mundur..tapi akhirnya aku bisa memahami alur ceritanya dengan seiringnya aku membaca cerita ini dengan Hikmat…

    idenya luar biasa..jarang aku baca Ff kaya gini…

    kasih bintang buat authornya…

  18. Ada typo dikit..
    Dengat >> dengan, tp tak masalah, typo dalam ff adalah seni(?)…

    Mrka mencrtakan zaman mrka yang masih bocahbocah ya,

    haha masih kecil udah ngajak nikah, hebat, gweboon mau diparab(?) apa,kekeke~ jinki kepepet,eh…
    Nice story,, aku suka aku suka..
    FIGHTING author ^^

  19. HUAHAHAHAHA
    baguuuussss. bagus bener. aaah. sukaaa. akhirnya menikah juga ya. tidak menyangka semuanya bakal berakhir bahagia :’3
    sukaa sukaa banget sama ff ini!
    fighting!

  20. atulah duka banget masa ;____________; hahahahhahah ini unik kan jarang si tambun bocil onew hadir di ff! atulah atulah atula tulah ini baru ff atulah woy atulaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ////////////////

  21. ouwhhh co cuittttttttttt
    jinki kecil dgn pipinya yg lucu, dan gwiboon cilik yg emang uda caantik dari sononya
    ini ada lucunya, ada manisnya, trus romantis tis tis ! xD
    aku suka tiap bagian Gwiboon nahan diri buat ga pretelin jinki, hahah!
    tpi pas uda gede giliran jinki yg harus nahan2, lol
    author kereeen ^^

  22. jinboon.. selalu jadi couple favorite saya untuk cerita SG..
    cerita ini sederhana dengan makna yang sederhana juga, tapi dikemas dengan alur dan tata bahasa yang rapi sehingga cerita sederhana seperti ini menjadi menarik.
    ditambah ada cerita lucu, manis dan tentu saja romantis..
    persahabatan yang terbilang cukup lama hingga menyatukan mereka ke pelaminan,, aaa ini sweet banget.. dan, si jinki di sini romantis banget walau masih kecil.🙂

    keep writing!

  23. hahahahahahaa…

    saya suka…
    ah. suka sama penjabaran nya JINKI kecil yang gendut. lambat dan pipinya yang membuat gweboon ketagihan untuk mencubitnya….

    kekekeke^^ kata2 nya ringan dan gampang di cerna.. feeling juga saya dapat…

    dan itu… kekekek^ ^itu mah JINKI nya ajha yg ngebet mau bikin anak….

  24. Endingnya agak kurang sreg sih.. tapi OK laaah..🙂

    Lucu kalo udah mengaitkan sama Flashback. Ngebayangin Jinki kecil.. masyaoloh… pasti ngegemesin banget!!! ><

  25. huaa unyu banget ceritanya *cium jinki*
    gak kebayang kalau mereka nikah beneran.
    hope it will happen in the future *eh*
    typo penulisannya masih ada tapi keseluruhan udah bagus banget.
    Gomawo~^^

  26. Aigooooooo😄
    Neomu kyeowoo…😄
    Gak kabayang betapa imut dan gembulnya jinki waktu kecil. Hihi
    Dan gwe ternyata cerewet dan agresifnya udah bawaan dari kecil. Hihihi
    Dari kecil aja udah sweet banget. Haha
    Gwe yg dewasapun gak beda jauh sama waktu kecil. Cuma jinki aja yang jadi pervert. Kkkkk

  27. Tunggu!! Tunggu! Aku ngakak dulu…..
    ……………..XD~
    astaga. Astaga..
    Ini comedy-romance-fluffy.
    Keren. Karena biasanya cerita kayak gini berujung pada kebosanan tiada tara. Dan Author-nim berhasil membuatnya menjadi tawa sepanjang masa #lebay #emang
    soal tata cara penulisan. Kan Author nulis gini:
    -“Tapi telingaku jadi sakit, baby”
    nah, di setiap akhir dialog sebelum ditutup sama tanda kutip mesti ditutup dulu sama tanda baca.
    Dan lagi soal typo:
    -Gweboon dangat senang(harusnya sangat senang)
    -bersebrangan(harusnya bersebrangan)
    -ketara(harusnya kentara)
    nah!!!! Typonya dikit! Feelnya dapet!!(ini yang paling sulit)
    alurnya, penokohan, diksi, karakter, konflik, penyelesaian, jalan cerita, aku suka semuanya~~
    apalagi pas bagian Gweboon noel-noel Jinki. Eiguuuu. Dan pas Jinki mesum>< #DIE

  28. gyaaaahhhhh so sweet>< jinboon kecil manis banget;;; itu pipi jinki kecil yg kyk bakpao aku pengen toel toel juga , yaampun gemesss bgt aku sm jinki kecil ihh pengen ikutan nyubit pipinya xD kisahnya jinboon selalu bikin envy, mereka terlalu serasi dan manisss bgt kisah cintanyaa
    jarang2 ff begini ga ada konflik tp manis banget kyk pipi jinki(?) pokoknya aku sukaa sukaaa ff ini<3<3<3

  29. huahahahahakkk,endingnya lucu banget!!!
    ini sweeeeettttttttt bangeeettttt,aku suka suka suka!!!!!
    itu kejadian pas mereka masih kecil so sweet banget,aku juga mau dong ikutan gwe mencet pipi gembulnya jinki,gemeeeeesss >___<
    hmm,komen apa lg ya?
    alurnya enak ga bikin bingung,simpel tapi manis bgt ceritanya,feel karakternya dapet banget.
    pokoknya kereeeeennn!!!
    author-nim,hwaiting^^
    semoga menang ya😀

  30. senyum gaje mulu baca nyaaa…
    gwe kcil yg malu” mau.. cerewet bgt.. ah.. gue mauu ikutan tusuk” n cubit pipi tahu babeh…
    babeh jinki trnyta dr kcil pendiam tp uda gede kok jd pervert bgt ye.. kasian hrus menahan hasrat slma smnggu.. keke😄

    jinboon kecil bkin ngiri n diabetes ^^

  31. maniiiiiss..
    abis baca FF ini langsung pengen nyari anak pipi bakpau mata sipit buat gw ajakin nikah-nikahan *pedopil

  32. geemeeeeesss.. gemes bgt.. wktu flashback ke masa kecilnya jinboon… ^^

    apalagi pas gweboon nusuk2 pipi jinki kaya gitu…
    eoooohhhh *O* #ikutan cubit pipi jinki

    dialog2 jinboon kecil udah bagus thor.. manis.. so sweet.. menyentuh ^^
    tapi aku ngerasa gaya bahasanya kurang anak2 aja Thor… mungkin perlu adanya gaya pengungkapan kalimatnya dibuat sprti dialog anak2 pada umumnya..

    dan aku suka bgt sama karakternya Gwe disini.. periang, bhkan bisa bikin Jinki ikutan senyum n ketawa
    hahahahahha bhkan dia gak segen2 nyubit pipi jinki.. krna gemes bgt ya dik…😉😉 pipi Jinki kaya bakpao kenyal ne??? #pengeeeen gigit #gigit pipi jinki

    kekekekekekke.. pada akhirnya jinboon nikah juga.. ^^ tapi poor Jinki blum bisa belah duren ne? krna sang istri lg Datang bulan…😄

    FF nya bagus thor…. hanya aja, rasanya kurang komplit kalau di FF gak ada konfliknya.. thor… but, dun worry…
    poin plusnya>> ff nya author ini bahasanya rapi, penulisannya juga sedikit yg salah, dan juga kesan gemesin n sweetnya dapet ^^

    keep writing… #hug author…
    hwaiting~~~😉

  33. sempet dibingungkan dengan umur. diawal flashback dikira umur mereka masih 5 tahunan gitu wkwk tapi pas scene mereka naik bis udah bisa ngira ternyata umur mereka udah lebih tua. manis ceritanya, ini namanya sweet romance tanpa bumbu alay dan hiperbola haha aku suka cerita kaya gini, ide ceritanya bagus, teratur, bahasanya juga bagus, yah point plus lah karena bisa membuat gue tersenyum karena ngebayangin jinki kecil. gendut ahhh kalo jadi gweboon juga pasti mau cubit pipinya >< semoga menang, baru baca ini karena termasuk top 8 hoho

  34. lucu banget dh bayangin jinki kecil di tusuk2 pipinya sama gwi,. Emm.. Aku masih belum bisa berhenti senyum *author tanggung jawab (?)* ini bagus banget, bahasanya sederhana jadi gampang dipahami, kesan romantisnya juga dapet banget, sampe iri sama jinboon.. \(´▽`)/
    .
    Hwaiting!!

  35. Aiigo manis banget inii!!
    Ending ceritanya kenapa sama seperti saya??
    Pengantin baru dan lagii datang bulan, ahhahaa

    Manisnya, Jinki cute deh pokoknya. Gwe emang judes dari orok kali ya maen jitak kepala pula ckckck

  36. Aaahh so sweeeett banget..

    Q gemes bayangin jinboon kecil..

    Lucu..

    Suka suka.. Manisnya pas.. Bikin ketagihan..

    Yg pasti makin cinta sama nie kopel.. Hehehe

  37. dadadadadadada ini manis banget omo bisa kena diabetes nih omo/banting meja/
    aduh jinboon dari kecil aja udah manis gini ya ampun kenapa kenapa ;;;; /iri/

  38. aigoooo demi apadeh ini manis banget ,,,,
    ngebayangin little jinki dengan pipi gembulnya itu ,,,kyaa~

  39. buahahahahaha…..aigooo….manisnya merekaaaa….kkk~
    jinboon keci sangaaaatttt manissssss sekali…
    sampai kapan pun jinboon akan selalu berjodoh….

    ugh~ mereka sungguh sangat manis….
    speechless dah…
    bingung mau ngomong apa lagi…

    lanjuuuuuuuuuttttttttttttttt

  40. Kyaaaaaa. Manissssss…. lucuuuuuu ♥♥

    Aduuhhh so sweeet jinkiiii kecil ngelamar gwe kecil…
    Hahaha yg sepatu itu ngakak xD

    Aduhh kereen bangeeett deh thor ~

    Lope lope muaahh

  41. iiikhhh gemesss gemes gemes gemeeeeeeeesssssss bgt sama jinki dan gwe kecil dan perbincangan dimobil itu sumpah bkin ngakak hahhahaha…
    sifat diva gwe dr kecil udah ada yah,seenaknya maksa jinki ini dan itu hhaaha..
    demi apa itu bneran gwe gendong jinki sampe bus?? wwkwkwkwk gwe salut bgt sama lu nak kekeke…

  42. lucu banget tireeeennnn jinki kayaknya drbduli sampe sekarang polos2 gitu ya wkwkwk. ceritanya sederhana tapi menghibur sekaleeee~~^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s