BSFC – HONESTY A

honee

Title : Honesty

Cast : JinBoon

Support Cast : Taemin as yeoja

                     Jonghyun

                    Minho as MinJung

                   Woohyun

Genre : Romance and School life

Rating : General

Length : 5.716 word

 

 

><><><><><><><><

Annyeong yeorobun^^

 

Wah..akhirnya ff ini bisa dilombakan juga,meski pun aku baru menjadi author abal.Aku memberanikan diri untuk mencoba ikut lomba ff diBlinggey ini^^ walau pun ff ini ga akan sebagus  author yang lain.

 

Semoga ff aku ga membosankan readers^^ Aku ga berharap menang,siapa pun yang menang nanti,aku ucapkan Chukae\(^_^)/

 

Warning : TYPO,tidak sesuai EYD ,alur membosankan dan diharapkan tidak mengecewakan:D

 

RCL BERARTI !!

 

Check this out^^

 

 

 

Siji

 

 

 

 

Loro

 

 

 

 

Tilu

 

 

 

Happy reading^^

 

 

 

><><><><><><><><>><><><>< 

 

“Hahaha Jinki hentikan haha geli” badan Gweboon bergeliat kegelian,terus memukuli tangan Jinki yang menggelitiki pinggangnya.

“Rasakan ini,siapa suruh kau berani sekali menjahiliku eoh!” Jinki makin menjadi-jadi menggelitiki pinggang Gweboon,tak peduli Gweboon meronta kegelian.

“Mian haahaa.. Jinki sudah hahaha.. aku minta maaf” masa bodoh Gweboon meminta maaf,Jinki tidak peduli.Ini balasan yang pas untuk Gweboon karena berani sekali menjahilinya waktu istirahat tadi.Gara-gara ulah Gweboon Jinki harus berurusan dengan yeoja gendut nan aneh,berlari kesana kemari menghindari yeoja gendut itu.

Sedangkan Gweboon si pembuat ulah,tertawa terbahak-bahak melihat Jinki dikejar-kejar yeoja gendut itu.Berkali-kali Jinki meminta pertolongan pada Gweboon,tapi Gweboon tidak menggubrisnya  justru terus memprofokatorkan yeoja gendut itu untuk menangkap Jinki.Alhasil inilah balasan Jinki untuk Gweboon,menggelitikinya sampai puas.

“Hahaha Jinki geli” rancau Gweboon.

“Tali sepatuku lepas,jangan diinjak nanti kita-“

BRUGH

“Jatuh” peringatan datang terlambat sebelum Gweboon menyelesaikan peringatannya.Gweboon dan Jinki jatuh tersungkur ke lantai kelas dengan posisi Gweboon menimpah tubuh besar Jinki.

Mata sabit dan mata kucing bertemu pandang,menatap dalam manik masing-masing mata indah mereka.Jantung mereka(JinBoon) seakan ikut lomba maraton,berdetak kencang yang memicu aliran darah mengalir deras dalam tubuh mereka,menimbulkan warna kemerahan dipipi putih mereka. Perasaan-perasaan aneh menyelimuti keduanya,ada rasa canggung dan gugup yang mendebarkan dihati mereka.

Pikiran keduanya melayang tinggi,jauh pergi menjauh dari alam sadar yang membahagiakan mereka sesaat ini,tanpa mereka ketahui belasan pasang mata menatap mereka.

“Kalian berdua pacaran” Gocha! Mendengarnya JinBoon langsung tersadar.Gweboon buru-buru bangun dari atas tubuh Jinki,merapihkan penampilannya yang sedikit berantakkan.Sedangkan Jinki berdiri tegak seraya menggaruk tengkuknya tak gatal.

“Gwe kau bohong,katanya kau tidak menyukai Jinki,tapi buktinya” Luna mengantungkan kalimatnya,menatap Gweboon layaknya mengintrogasi.Gweboon tercengan mendengar perkataan Luna,teman sekelasnya.Setelah seperkian detik Gweboon tertawa kikuk.

“Aku tidak berbohong Luna,aku memang tidak menyukai Jinki.Jinki bukan tipe namjaku” dari raut wajah Luna menunjukkan ketidak percayaan terhadap apa yang Gweboon katakan,menyadari Luna tidak mempercayainya,Gweboon berusaha sebisa mungkin bersikap seperti biasa,ceria tanpa beban.

“Geurae?” tanya Luna memastikan,takut Gweboon membohonginya.Pasalnya Luna sedang melakukan pendekatan dengan Jinki melalui Gweboon.Tidak lucukan kalau kita meminta bantuan kepada teman untuk mendekati orang yang kita suka,ternyata teman kita sendiri menyukainya.

“Ne^^ aku dan si dubu jelek ini cuma berteman,benarkan Jinki” ujar Gweboon meminta pembenaran dari Jinki sambil merangkulnya.Oke Gwe sepertinya sandiwaramu menyakinkan.

“Ne..aku dan si kucing betina ini hanya berteman,lagi pula mana mungkin si kucing ini bisa menyukaiku” Jinki mengangguk kecil sembari tersenyum err.. dipaksakan.Luna lega setelah mendengar langsung dari mulut Jinki.Walau pun masih ada pikiran curiga yang mengganjal diotaknya.

 

 

><><><><><><><><><><><><><><><><><><><

Bangku panjang yang tersedia ditaman sekolah Chungdam high school terisi sepasang manusia,namja tampan dan yeoja cantik.

“Gunting,batu,kertas” ucap JinBoon bersamaan dengan tangan meniru guting,batu atau kertas sesuai permainan yang sedang mereka mainkan.Tawa yang mengiringi pun terdengar sangat bahagia.

“Aku gunting,kau kertas.. aku menang:D” Gweboon kegirangan setelah sekian kali kalah,akhirnya ia menang.Tanpa aba-aba lagi Gweboon menarik hidung bangir Jinki.

“Aaarrgghh” jerit Jinki kesakitan.

“Ayo main lagi,pasti setelah ini kau akan kalah dubu jelek”

“Hey kucing percaya diri sekali kau” kata Jinki sambil mengelus hidungnya,berharap hidung mancungnya itu tidak berubah menjadi hidung pinokio.

“Kalau begitu kita mulai lagi” Gweboon mengambil ancang-ancang bersiap melawan Jinki.

“Gunting,batu,kertas”

“Gunting,batu,kertas”

Begitu seterusnya yang mereka lakukan.Sungguh pasangan serasi.Eoh? tunggu pasang?serasi? apakah kalian sedang membicarakan mereka sebagai sepasang sejoli? Kalau begitu kalian patut meralat ucapan kalian itu.Karena JinBoon bukan sepasang sejoli yang sedang mabuk cinta yang kalian pikirkan.Mungkin bagi kalian  yang belum mengenal JinBoon akan mengira bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.

“Yeah \(^_^)/  I am the winner,you loser:p” Jinki menjulurkan sedikit lindahnya,mengejek Gweboon yang kesal harus kalah lagi.

And see,cara Jinki menggoda Gweboon.Bukankah tingkahnya seperti seorang namja yang sedang menggoda kekasihnya yang cemberut karena keinginannya tidak dituruti si namja.

Kalau kalian sudah mengenal JinBoon,kalian tidak akan pernah berpikir seperti itu lagi.Karena seperti itulah cara JinBoon berteman,Yah..berteman hanya berteman,walau pun ada satu pihak dari mereka berharap lebih dari sekedar hubungan pertemanan.

“Aargh!! Jinki lepas,appo dubu jelek” hidung Gweboon merah padam seiring Jinki mencubit hidung mancungnya kuat.

“JINKII OPPA…~~” teriakkan keras seorang yeoja memanggil nama Jinki,refleks Jinki melepaskan cubitannya,menolehkan kepalanya kebelakang.Senyum lebar pun berkembang,mendapati gadis cantik berdiri dihadapannya.

Gadis cantik itu menghampiri Jinki “Oppa kemana saja,aku mencarimu sejak tadi”

“Dari tadi aku ada disini,ada apa kau mencariku?” gadis bername tag Taemin itu mendudukkan bokongnya disamping Jinki.Gweboon memandang Taemin dari ujung kaki hingga ujung kepala,wajah cantik Taemin terasa asing dimata Gweboon,dia baru melihatnya pertama kali disekolah ini ‘Anak baru mungkin’ pikir Gweboon mengalihkan pandangannya dari sosok Taemin.

“Gwaenchana cuma ingin bertemu denganmu oppa”

“Katakan padaku,kau mencariku karena kau merindukanku kan^^” mendengarnya Gweboon serasa ingin muntah,berlebihan memang tapi yah memang seperti itu adanya.

“Ne jeongmal bogoshipo Jinki oppa^-^” ujar Taemin bernadakan manja.Mulut mungil Gweboon terbuka,baru kali ini Gwe mendengar orang lain merindukan Jinki,biasanyakan- aah sudalah lupakan.

Jinki mengelus kepala Taemin sayang “Aku juga sangat merindukanmu minnie”

Gweboon berdecak,rasanya Gweboon benar-benar ingin muntah menyaksikan sikap Jinki dan Taemin err.. bisa dibilang mesra.Raut wajah Gweboon berubah badmood karena sedari tadi Jinki sibuk mengobrol dengan Taemin,sampai Jinki melupakan keberadaan Gweboon.

“Aigo.. aku lupa” Jinki menepuk keningnya,lalu menoleh kearah Gweboon “Gwe kenalkan ini Tae-“ perkataannya terputus,menautkan kedua alisnya bingung melihat Gweboon sudah berdiri,bersiap pergi meninggalkannya.Dengan sigap Jinki menahannya “Eodhiga?”

“Kembali ke kelas,dari pada tetap disini dicueki kalian” gumam Gweboon dingin,melirik tajam kearah Taemin.

“Bukan beg-“

“Sudahlah oppa biarkan saja dia pergi” Taemin memotong ucapan Jinki sambil menarik tangan Jinki yang menggenggam tangan kecil Gweboon,Gweboon menatap Taemin tidak percaya.

Bagaimana bisa seorang hoobae berkata seperti itu pada sunbaenya,sungguh tidak sopan.Walau pun Gweboon tidak mengenal Taemin tapi setidaknya Gweboon yakin bahwa Taemin juniornya disekolah ini,dan tak seharusnya seorang junior bersikap seperti itu.

Gweboon pergi meninggal JinTae tanpa pamit.Jinki menatap punggung sempit Gweboon yang semakin menghilang dari pandangannya,menyesal ketika dirinya tidak bisa menahan kepergian Gweboon.

Taemin meletakkan tangannya dibahu Jinki “Semuanya akan baik-baik saja oppa”

…………

Gweboon mengambil pena pink yang tergeletak diatas mejanya,saat ia telah sampai dikelas.Meluapkan semua kekesalannya pada pena itu dengan cara menggigit kesal pena pink tersebut.Harga dirinya telah jatuh diinjak-injak oleh si junior tidak sopan itu,bisa-bisanya gadis menyebalkan itu mempermalukan Gweboon dengan sangat tidak terhormat.Apa lagi,tadi Jinki sama sekali tidak membelanya dan tidak berusaha menahan kepergiannnya.

“Yeoja menyebalkan.. iiikhh ” ujar Gweboon disela menggigitnya “Katakan padaku,kau mencariku karena kau merindukanku kan… aku juga sangat merindukanmu minnie” sambung Gweboon menirukan ucapan Jinki tadi untuk si junior yang Gweboon tidak tau namanya itu dengan mimik muka dibuat jelek.

“Apa-apaan itu,segala bilang rindu lagi,dasar dubu geniiiiittttt..” Gweboon menggigit kuat penanya,entah kenapa Gweboon semakin kesal mengingat Jinki bersikap lembut pada Taemin atau jangan-jangan-

“AH.. TIDAK-TIDAK” teriak Gweboon tiba-tiba seraya menggelengkan kepalanya kuat,menepuk-nepuk kening lebarnya.Ada apa ini kenapa Gweboon bisa berpikiran kalau dirinya cemburu melihat Jinki dekat dengan yeoja lain selain dirinya,masa iya Gweboon menyukai Jinki?Ah itu mungkin,Jinki sama sekali tidak memenuhi syarat untuk disukai Gweboon,ini mustahil.

Minjung yang kebetulan melihat sikap aneh Gweboon pun bertanya khawatir “Gweboon kau kenapa?” Minjung menguncang-guncang bahu Gweboon,berharap temannya ini segera sadar.

“Eoh?nae gwenchana” syukurlah akhirnya Gweboon tersadar.Mulut kecil Minjung membentuk huruf ‘O’ sempurna.

“Gwe tadi aku melihat namjachingumu bersama yeoja lain ditaman” Minjung berucap seraya duduk dibangku kosong depan Gweboon.

“Mwo?namjachingu?nuguseyo?” Minjung terkekeh.

“Namjachingumulah masa namjachinguku”

“Tapi aku tidak punya namjachingu”Minjung tersenyum jahil,rupanya chingunya ini mau main rahasia-rahasiaan dengannya.

“Sudahlah jangan berpura-pura lagi,semua murid dikelas kita sudah mengetahuinya”

Gweboon menggaruk kepalanya yang tak gatal,bisa dibilang ciri khas Gweboon bila lagi bingung.Dimata Minjung Gweboon cantik,cantik banget malah tapi disaat seperti ini Gweboon terlihat seperti orang idiot,tidak ada cantik-cantiknya sama sekali.

Minjung geram “YA..!! kau terlihat bodoh seperti itu Gwe” meletakkan kasar tangan Gweboon yang sedari tadi Gweboon gunakan untuk menggaruk kepalanya diatas meja “Tinggal bilang Jinki saja susah banget” lanjut Minjung santai.

Mata Gweboon melebar,emosi Gweboon sempat mereda,kini kembali meruak kepermukaan mendengar nama Jinki disebut.

“ HYAK!! Kenapa jadi nama Jinki dibawa-bawa?”

“Jangan ditutupi lagi Gwe,kami semua sudah tahu kau berpacaran dengan Jinki”

“MWO O_O” pekik Gweboon nyaring lalu berdecak “Dengarkan ini baik-baik Minjung” menghela nafasnya panjang “Aku dan Jinki tidak berpacaran,mana mungkin aku berpacaran dengan namja genit,jelek dan menyebalkan macam Jinki.Dari sekian banyak kriteria calon namjachinguku,Jinki tidak bisa memenuhi salah satunya.Calon namjachinguku itu harus namja yang tegas,bisa merubah sikap manjaku dan paling terpenting dia berani bicara atas kesalahan yang kulakukan.Bukan seperti Jinki yang selalu membenarkan kesalahanku”

Gweboon terengah-engah berbicara begitu panjangnya pada Minjung,lain hal dengan Minjung yang cuma bisa mengkedip-kedipkan matanya mendengar ucapan panjang lebar Gweboon,dimana disetiap katanya mengandung penekanan.Si cantik Minjung pun kesulitan harus berkomentar apa jika Gweboon sudah seperti ini.

DEG

DEG

DEG

 

Dia meremas kuat dadanya saat mendengar semua ini.Hati,organ sentifnya, bagaikan terkena pukulan kuat dari tongkat baseball yang sakitnya luar biasa,rasanya sungguh menyakitkan mendengar pengakuannya secara langsung dari mulut mungilnya.Entah perasaan apa yang dia rasakankan,semua jenis kekecewaan menjadi satu menyerbu hatinya.

“Apa kau mengerti!!” lanjut Gweboon dan dibalas anggukkan cepat oleh Minjung.

“Baguslah kalau kau mengerti”

Menatap sosok Gweboon dari balik jendela kelas yang dijadikannya tempat bersembunyi diri untuk menguping semua pembicaraan antara Gweboon dan Minjung.Dia menyesal,seandainya saja dia menuruti perkataan Taemin untuk tidak menyusul kepergian Gweboon.Pasti dia tidak akan merasakan sakit yang menusuk telak ulu hati dia,yah dia Lee Jinki.

 

><><><><><><><><><><><><><><><

“Jinki kajja kita istirahat,aku lapar” manja Gweboon menarik-narik lengan kekar Jinki.

Jinki melepaskan genggaman Gweboon lembut “Aku tidak lapar,kau istirahat sendiri saja ne” Gweboon mempoutkan bibir cherrynya imut mendengar penolakan halus Jinki.

“Bilang saja kau istirahat bersama Taemin” tebak Gweboon seraya memutar malas kedua bola mata kucingnya,menatap sebal sekeliling kelas.

“Taemin sudah membawakanku bekal,tidak enak kalau aku tidak memakannya” benarkan dugaan Gweboon.Ada rasa kecewa Gweboon mendengarnya,kenapa harus nama itu lagi yang mendahuluinya,tidak adakah nama lain selain yeoja genit itu.Akhir-akhir ini Jinki sering kali memilih mengahabiskan waktu istirahat bersama Taemin ketimbang bersama Gweboon.

“Gweboon” teriakkan bass khas  suara namja menggema dikelas JinBoon,spontan Gweboon menolehkan kepalanya ke arah pintu kelas dimana sumber suara itu berasal.Tersenyum lebar melihat siapa yang memanggilnya.

“Jonghyun^^” ungkap Gweboon saat namja tampan berahang tegas itu berdiri didepannya.Terlihat ada sesuatu dibalik punggung Jonghyun dan..

“Taadaa:D” dua buah kotak bekal pun keluar dari belakang punggung Jonghyun,

“Aku yang membuatnya sendiri” ucap Jonghyun bangga menyodorkan salah satu kotak bekalnya pada Gweboon.

“Jinjja?ahh kebetulan sekali aku sudah lapar” Gweboon mengambil kotak biru pemberian Jonghyun,mendekatkan hidung mancungnya,mengendus-endus aroma lezat dari dalam kotak bekal tersebut,lalu  memakan lahap bekal buatan Jonghyun.

Namja dino tersenyum lebar melihat Gweboon begitu lahap memakan makanannya,Jonghyun duduk diatas meja Jinki,menyodorkan bekalnya pada Jinki yang sibuk berkutat dengan iPhone putihnya.

“Kau mau?”

“Gomawo,Taemin sudah membawakankku bekal” Jinki menolak ramah tawaran Jonghyun.

Jonghyun menarik salah satu bangku didekatnya,menaruh bangku itu tepat dihadapan bangku Jinki dan Gweboon.

Jonghyun mendekatkan wajah tampannya ke wajah tak kalah tampan darinya,Jinki.Tersenyum lebar dengan kedua alis dinaik-turunkan “Katakan padaku,apa kau sedang menjalin hubungan dengan Taemin,adik kelas kita”

“Uhuk..uhuk..” baru saja Jinki bersiap menjawab pertanyaan Jonghyun,tapi terhenti oleh suara sedak Gweboon,melirik Gweboon sekilas lalu kembali fokus kelayar iPhonenya tanpa berniat memberikan minum untuk Gweboon. Gweboon terus memukul pelan dada yang terasa sesak akibat tersedak.

Jonghyun memberikan sebotol air mineral kepada Gweboon “Kalau makan hati-hati,ini minum”

Gweboon menerima botol minum itu pun langsung meneguk air mineral itu.Dirasa sudah cukup lega,Gweboon memberikan botol minum itu pada Jonghyun “Gomawo” ujarnya mulai melanjutkan kembali aktifitas makanannya.

“Ne cheonma^^ Gimana enak tidak makanannya” Jonghyun menatap Gweboon,menanti setia apa pendapat Gweboon tentang masakannya.

“Mashita” ujar Gweboon dengan kondisi mulut terisi penuh makanan,kedua ibu jari Gweboon diancungkan bertanda masakan Jonghyun benar-benar lezat.Jonghyun patut berbangga hati karena hasil masakannya tidak seburuk perkiraannya.

Namja dino itu mulai membuka bekalnya,menghirup wangi semerbak aroma makanan buatannya sendiri.

“Sebentar lagi istrirahat berakhir,kenapa Taemin belum juga datang Jinki?” tanya Jonghyun sambil memilih brokoli rebus “Gwe aaaaaa…” lanjutnya mengintruksikan Gweboon membuka mulut kecilnya,menyuapi brokoli rebus yang tadi dipilih kemulut Gweboon,Gweboon memakannya, mengancungkan kedua ibu jarinya lagi.

Jinki memperhatikan Jonghyun dan Gweboon yang terlihat serasi layaknya sepasang kekasih dengan tatapan sulit diartikan,antara malas dan cemburu.

“Mungkin sebentar lagi Taemin akan datang” kata Jinki singkat.

Tak butuh waktu lama orang yang dibicarakan pun datang,Taemin datang dengan kondisi tangan kecilnya menenteng bungkusan berwarna merah berbahan kain well..kita yakini isinya pasti kotak bekal.Taemin berjalan santai menghampiri tempat duduk Jinki,menghiraukan tatapan sebal penghuni lain dikelas Jinki.Siapa peduli toh Taemin sudah terbiasa mendapatkan tatapan seperti itu dari kakak kelasnya.

“Oppa maaf membuatmu menunggu lama” Taemin duduk dibangku kosong samping kiri Jinki,lalu meletakkan bungkusan itu diatas meja Jinki.

Tahukah kau Lee Taemin kalau kedatanganmu itu disambut sepasang mata yang menyerupai mata layaknya mata kucing,tengah menatapmu tajam dan tak suka.

“Gwaenchana^^” Hey.. kenapa kau baru menampakkan senyum manismu ,ketika Taemin sudah datang Jinki,sedari tadi Gweboon mengharapkan senyummu itu tapi kau tak kunjung memberikannya.Gweboon menggenggam erat sumpitnya,geram.

Dengan cekatan tangan Taemin membuka ikatan bungkus bekalnya,membuka juga tutup kotak bekalnya “Ku suapi ya oppa” Jinki mengangguk cepat,mengiyakan permintaan Taemin untuk menyuapinya.

“AAAaaa buka mulutmu oppa” Jinki membuka mulutnya sesuai perintah Taemin,memakannya sambil terus tersenyum.

‘Ck,apa-apaan dia,dasar yeoja genit’ umpat Gweboon dalam hati,memandang risih kearah JinTae.Jonghyun mengkerutkan keningnya,salah satu alisnya terangkat menyadari sikap aneh Gweboon.Mata Jonghyun mengikuti kemana arah mata gadis cantik yang biasa dipanggil Gwe itu tertuju.Tersenyum tipis saat ia tahu apa penyebab Gweboon menjadi kesal sendiri.

Jonghyun mendekatkan bibir seksinya tepat ditelinga Gweboon “Kau menyukainya”

Sontak  Gweboon tersentak mendengar bisikan pelan Jonghyun,menatapnya bingung.Jonghyun mengerti maksud dari tatapan Gweboon,dagu Jonghyun langsung menunjuk Jinki yang terlihat sangat bahagia semenjak kehadiran Taemin.

Salah tingkah,respon pertama yang ditunjukkan Gweboon saat matanya mengikuti arah dagu lancip Jonghyun menunjuk,sembarut merah merona pun terpancar dipipi tirus milik Gweboon.

Jonghyun terkekeh “Kau lucu sekali Gwe dengan pipi merah seperti itu kkk~”

“Aishh.. Diam dan makanlah”  Gweboon tertunduk malu,berharap Jonghyun tidak bisa lagi melihat warna merah dipipi.

“Hehe Baiklah-baiklah aku diam” Jonghyun mengacak rambut Gweboon gemas.Keduanya tertawa bersama,entah apa yang dibicarakan mereka berdua hingga mereka tertawa begitu lepasnya.

Diam-diam mata sabit memperhatikan Gweboon dan Jonghyun,berusaha sebisa mungkin memasang poker face terbaiknya,agar mereka tidak menyadari Jinki tengah mengawasi mereka berdua.Pertanyaan Taemin diacuhkan Jinki,hanya tersenyum sebagai pengganti jawaban-jawaban yang Taemin inginkan.

><><><><><><><><><><><><><><><><><

“15menit lagi bel istirahat akan berbunyi,ibu harap tugas IPA kalian hari bisa diselesaikan sebelum jam istirahat.DAN INGAT!! Jangan coba-coba untuk tidak mengumpulkan tugas hari ini,arra!!” kata tegas dari Han seongsenim selaku guru mata pelajaran IPA yang sedang berlangsung dikelas JinBoon.

“NE” jawab semua murid kompak.

Gadis cantik terlihat sangat serius mengerjakan 30 soal IPA pemberian Han seongsenim,membolak balikkan tiap lembar demi lembar buku paket IPAnya,mencari isi dari tiap soalnya.Gweboon baru mengerjakan 18 soal,masih ada 12 soal lagi yang harus diselesaikan.Gweboon pusing mencari jawaban soal-soal yang belum ia jawab,sedangkan waktu mengumpulkannya sebentar lagi.

“Gwe jawaban no.8 apa?” tanya Jinki tiba-tiba.

“Ada dihalaman 34” Gweboon menjawab tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari buku IPA.

“No.23 kau sudah” Jinki bertanya lagi.

“Belum”

“Kalau 30?”

“Aigo.. ternyata no.15 aku belum,Gwe no.15 apa jawabannya?”

Gweboon mengacak frustasi rambutnya,tidak bisakah Jinki berhenti bertanya,tidakkah Jinki tahu kalau Gweboon sendiri masih banyak soal yang belum terjawab.Ia sudah pusing,sekarang kepusingannya harus bertambah mendengar Jinki terus meminta jawaban  padanya.

“No.15 Eco Labelling” ujar Gweboon kesal.

“Terus-terus kalau no.2-“

“HYAK!! Cerewet sekali kau  Jinki,aku pusing mendengarnya!! Bisakah kau diam,lihat punyaku juga masih banyak yang belum terjawab!!”

Jinki nampak shock mendengar bentakan Gweboon secara tiba-tiba,menatap sosok Gwe tidak percaya.Baru kali ini Jinki dibentak Gweboon.

“Gwe”

“APA~!!” lagi,Gweboon membentak Jinki.

Terdiam sebentar sebelum akhirnya Jinki bangkit dari duduknya,membawa serta buku dan tasnya pergi meninggalkan tempat duduk yang terletak disamping kanan Gweboon,pindah kebaris belakang.Gweboon emosinya masih berapi-api menghiraukan kepergian Jinki,yang terpenting sekarang ia harus menyelesaikan soal-soal ini tepat pada waktunya.

5menit sebelum bel berbunyi Gweboon sudah menyelesaikan tugasnya,melirik sekilas bangku kosong disampingnya.Rasa bersalah menghantui Gweboon,tak seharusnya ia membentak Jinki seperti itu.Bukankah Gweboon juga sering bersikap seperti Jinki tadi pada Jinki,tapi tak pernah sedikit pun Jinki marah atau membentaknya,yang ada Jinki tersenyum menanggapi sikap egoisnya.

“Mianhae” ujar Gweboon pelan sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya,lalu berjalan menghampiri meja Han seongsenim berniat mengumpulkan tugas.

JINKI POV

“HYAK!! Cerewet sekali kau  Jinki,aku pusing mendengarnya!! Bisakah kau diam,lihat punyaku juga masih banyak yang belum terjawab!!”

Sontan aku kaget mendengarnya tiba-tiba saja berteriak,jantungku rasanya mau lepas mendengar teriakan nyaringmu Gwe.Kau terlihat sangat marah padaku,apa itu karena aku terlalu banyak bertanya hingga menganggu konsentrasi mengerjakan soal IPA ini?

Jujur Gwe aku tidak bermaksudku ingin mencontek jawabanmu,tugasku sudah selesai semua sebelum aku bertanya padamu,ini hanya akal-akalanku saja untuk bisa mendekatimu.Sejak jam pelajaran ini dimulai kau terlihat sangat serius,sampai kau mengacuhkanku.Aku tak suka Gwe,tak suka kau mengacuhkanku seperti ini.

“Gwe “ aku mencoba memanggilmu.

“APA~!!” bentakmu sekali lagi,sepertinya kau benar-benar marah Gwe.

Aku terdiam,sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pindah tempat duduk.Kuambil buku dan tasku,lebih baik aku pindah dari pada aku membuatmu tambah kesal.Memperhatikanmu sekilas lalu melangkahkan kakiku kebangku kosong dibelakang,tapi tampaknya kau tak peduli Gwe.

Kau tahu,kau terlihat sangat cantik disaat marah seperti ini Gwe.Memperhatikan wajah cantikmu dari belakang sini membuatku lupa,kalau akulah penyebabmu marah.

Gweboon bernajak dari duduknya setelah beberapa waktu tadi sempat menatap bangku kosong biasa kududuki.Ada apa Gwe?kenapa kau menatap bangku kosongku sedih seperti itu,apa kau merasa bersalah karena membentakku?molla..

Kau itu lebih pintar dariku Gwe,lihat tugasmu sudah selesai sebelum waktunya.Kau tahu Gwe ada satu pertanyaan yang selalu ingin kupertanyakan padamu.

Kenapa kau selalu bersikap seolah-olah kau itu bodoh Gwe dihadapanku atau jangan-jangan kau melakukan cara yang sama denganku,berpura-pura bodoh agar bisa dekat denganku.

‘Hey Jinki sadarlah..mana mungkin Gweboon menyukaimu,selera dia itu tinggi tidak sepertimu namja biasa’  batinku seraya menggelengkan kepala berharap segera tersadar dari khayalanku tentangmu membalas perasaanku.

Dahi kumengkerut melihat Woohyun berjalan seakan menghampiri tempat duduk Gweboon.Sial! ternyata Woohyun benar menghampiri Gweboon.

“Hai princess” tanganku mengepal erat melihat Woohyun datang menghampiri Gwe lalu menoel dagu lancipnya.Ck,berani sekali dia menyentuh Gweboon.

“Mau apa kau?” aku tersenyum puas bisa mendengar jelas Gweboon berbicara ketus pada Woohyun.Good Gwe,teruslah bersikap jutek seperti itu,dengan begitu  semua namja disekolah ini enggan mendekatimu,maka tidak ada akan saingan bagiku mendekatimu.

“Kenapa kau jutek sekali Gwe?” aku menajamkan pendengaranku,sepertinya ini menarik.

JINKI POV END

AUTHOR POV

“Kenapa kau jutek sekali Gwe?”

“Bukan urusanmu” Woohyun berdecak,tangannya bersiap menoel kembali dagu Gweboon.Sayang, belum sempat Woohyun menyentuh dagu Gweboon, Gweboon sudah menahan tangan.Jinki yang sedari tadi mendengarkan tersenyum menang.

“Jangan kurang ajar!” Gweboon menghempaskan kasar tangan Woohyun.Woohyun tertawa meremeh menanggapi sikap Gweboon.

“Ehmm.. ngomong-ngomong mana namjachingumu?” Gweboon menyerngitkan kedua alisnya,namjachingu?nugu?Gweboon? oh ayolah jangan meledek Gweboon,Gweboon itu belum punya namjachingu,jadi namjachingu siapa yang kau maksud Woohyun.

“Siapa maksudmu?”

“Hahaha pura-pura amnesia lagi kau ”

Gweboon semakin tidak mengerti jalan percakapan Woohyun,ia sedang tidak berpura-pura amnesia.Gweboon memang tidak memiliki seorang namjachingu,sungguh.

“Jinki,iyakan Lee Jinki namjachingumu”

DEG

 

Perasaan aneh yang biasa Gweboon rasakan setiap dekat Jinki tiba-tiba mendera.Jantungnya memompa aliran darah lebih cepat.Entah kenapa semenjak Jinki dekat dengan Taemin ada rasa aneh menyelimuti hati Gweboon saat didekat Jinki atau orang lain membicarakan Jinki padanya.

“Jinki bukan namjachinguku,kami hanya bersahabatan baik.Lagi pula mana mungkin aku berpacaran dengan namja macam Jinki.KKK~~ dia jauh dari tipekal namjachinguku” ucap Gweboon mengalihkan pandangannya dari Woohyun,semoga saja Woohyun tidak menyadari pipi Gweboon yang kini merah layaknya merah tomat.

“Benarkah” Gweboon mengangguk tapi ragu.Kenapa Woohyun tertawa begitu bahagia,apa jangan-jangan Woohyun memiliki perasaan terhadap Gweboon?Molla..

 

“Hahaha Namja seperti Jinki memang tidak pantas bersanding dengan gadis cantik sepertimu Gwe” lanjutnya.

“N..ne Jinki sangat tidak cocok denganku” Gweboon ikut tertawa bersama Woohyun,namun tawanya terlihat dipaksakan.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang panas mendengar semua pembicaraan mereka.Jinki mengepal erat kedua tangannya,menggeram tak suka melihat Gweboon tertawa bersama Woohyun.

Jinki kecewa,sangat kecewa.Rasanya ia ingin marah,tapi marah pada siapa Toh.. Jinki sendirilah yang memilih untuk mendengar percakapan Gweboon dan Woohyun.

Tak menyangka jika akan berakhir seperti ini,Jinki sadar diri kalau dirinya hanyalah namja biasa,tidak punya apa-apa yang tidak pantas berdiri disamping sosok nyaris sempurna,Kim Gweboon.

 

><><><><><><><><><><><><><

KKKRRRIIIIINNGGGG….

Bel penanda waktunya murid Chungdam high school kembali kerumah telah dibunyikan.Semua murid berhamburan keluar kelas,begitu juga yang akan dilakukan dua murid yang masih ada didalam kelas mereka.

“Dubu kajja kita pulang” Gweboon tersenyum lebar.Jinki tak merespon,ia masih sibuk memasukkan semua buku-bukunya kedalam tas.Perih,hati Gweboon perih.Setegar mungkin ia paksakan untuk tetep tersenyum manis pada Jinki,meski Jinki tak membalas senyumnya,LAGI seperti dulu.

Dubu sahabat terdekatnya telah berubah,berubah 180 derajat.Sudah sebulan ini Jinki menolak tawaran istirahat dan pulang bersama Gweboon,mendiaminya dikelas dan paling menyakitkan Jinki mengacuhkan semua yang Gweboon lakukan untuk Jinki,sahabatnya.Semua ini berawal dari bentakkan Gweboon sebulan yang lalu dikelas IPA.Ayolah Jinki sikapmu sungguh kekanakan,apa kau masih sakit hati hanya karena sebuah bentakkan Gweboon?molla..

“Oppa~” Gweboon mendengus sebal mendengar teriakan si yeoja genit,Taemin.

“Mianhae aku pulang bersama Taemin” kata Jinki datar,mata Gweboon memerah seiring bendungan kecil dikedua matanya.Lagi-lagi Jinki menolak tawarannya,semarah itukah Jinki padanya.

Didepanmu Gweboon seolah bersikap baik-baik saja,tapi taukah kau yang sebenarnya terjadi Jinki.Semuanya hanyalah kebohongan belaka,tiap malam Gweboon menangisi dirimu yang tak lagi disampingnya dan bodohnya Gweboon baru merasakan perasaan aneh terhadapmu ,setelah kau pergi dari kehidupan Gweboon.

‘Sesuatu hal yang berharga akan jauh lebih berharga ketika kita sudah kehilangan sesuatu yang berharga itu’  gambaran sketsa yang cocok menjabarkan kondisi Gweboon.

Taemin berjalan mendekati Jinki lalu langsung menghampit tangan Jinki dengan tangan kurusnya “Kajja kita pulang oppa”Gweboon menggigit bibir bawahnya,menahan tangis siap pecah.

Taemin melirik Gweboon “Sunbae kami pulang duluan,annyeong^^” Taemin menarik Jinki,membawanya keluar kelas menyisakan Gweboon sendirian dikelas.

TES..

 

TES..

 

cairan kristal meluncur bebas dari pelupuk cat eyes Gweboon.Gweboon tak sanggup bila Jinki harus  seperti ini terus,gara-gara Jinki Gweboon kehilangan keceriaannya,ia sering kali terlihat murung dalam kelas.Bahkan sekedar tertawa saja Gweboon harus memaksakan dirinya.

Bagaikan saliva yang sudah dibuang kembali ditelan.Perkataan Gweboon pada orang-orang tentang Jinki termakan sendiri olehnya.Jinki namja biasa yang jauh dari syarat namja idamannya sukses membuat hari-hari Gweboon suram,hidupnya terasa hampa.Hanya ada warna hitam dan abu-abu dihidupnya.

“Sampai kapan oppa akan mendiaminya seperti ini”

“…….”

“semuanya sudah jelas oppa,kalau Gweboon eonni juga menyukaimu”

“…….”

“Lihat! Kau tega membiarkan Gweboon eonni seperti itu.Aku lelah harus bersandiwara didepannya”

Jinki  terdiam,mengacuhkan Taemin yang terus saja berbicara.Untuk pertama kalinya Jinki melihat Gweboon menangis,demi apa pun hati Jinki perih melihat air mata Gweboon mengalir deras membasahi pipinya .

Jauh,jauh menyakitkan menyaksikan orang yang kita sayangi menangis dari pada memendam perasaanya dan kepura-puraannya.Memandang sosok rapuh itu dari balik jendela,seandainya saja jendela ini tidak menjadi penghalang antara dirinya dengan Gweboon,maka sentiasa Jinki menghapus sendiri air mata berharga itu.Jari-jari panjang Jinki terkepal kuat,ia harus bisa menahan hasratnya untuk menghapus air mata Gweboon,bila tidak ingin keberadaannya bersama Taemin  diketahui Gweboon sedang mengintip Gweboon.

TES

 

Sadar atau tidak,Jinki menitihkan air matanya.Mengalihakan pandangan dari Gweboon yang terisak jelas dipendengarannya.

Taemin menoleh kearah Jinki “Oppa jebal jangan sep- eoh” menatap lekat mata sabit Jinki “Oppa menangis” lanjutnya menerawang intens mata sabit Jinki.

“Eoh? aniyo.. ini mata oppa kelilipan” Jinki menengadahkan kepalanya,menghapus genangan kecil dimatanya “Kajja kita pulang” Jinki berjalan pergi tapi langkahnya terhenti seiring tangan kecil Taemin menahan.Mulut Jinki memang tidak mengatakan ia menangis,tapi mata indahnya berkata lain.Taemin tahu,sangat tahu kalau Jinki sedang membohongi dirinya.

“Oppa tidak bisa membohongi diri oppa”

><><><><><><><<>><><><><

Gweboon menatap hampa hamparan rumput hijau,punggungnya menempel dengan punggung lebar Jonghyun sedangkan kepala Jonghyun menyender pada bahu Gweboon.Tak ada pembicaraan antara kedua,entah apa yang mereka berdua  pikirkan.Awan cerah dan langit biru serta suasana sejuk yang mendukung membuat mata kecil Jonghyun perlahan tertutup.

“Akhir-akhir ini kau terlihat sering murung” Jonghyun membuka pembicaraan,namun mata kecilnya masih betah tertutup.

“Geurae?mungkin perasaanmu saja” ucap Gweboon tersenyum miris.

“Ceritakan padaku,ada apa denganmu?”

“Tidak ada apa-apa”

“Kau buruk dalam berbohong,katakan padaku ada apa?” Mulut mungil Gweboon terkunci rapat,kenapa disaat seperti ini hanya Jinki yang ada dipikiran Gweboon.Lambat laung mata Gweboon merah,mungkin pengaruh genangan kecil yang mulai tercipta dipelupuk matanya.Menegakkan posisi duduknya,ditekuknya kaki-kaki panjangnya lalu menaruh dagu lancipnya diatas kedua lututnya.

“Kenapa semuanya terasa menyakitkan,ketika Jinki pergi dari kehidupanku Jonghyun” begitu kehilangkah Gweboon akan sosok Jinki,sampai ucapannya terdengar sangat miris dipendengaran Jonghyun.

“Seandainya aku tidak membentaknya,mungkin sekarang tidak akan seperti ini” Jonghyun berbalik,memutar posisi Gweboon menghadapnya.Tangan kekar Jonghyun mengenggam kedua bahu Gweboon,menatap dalam mata Gweboon yang kosong.

“Seharusnya kau jujur pada dirimu sendiri Gwe,bukan terus menyalahkan dirimu karena Jinki pergi meninggalkanmu”

Yah.. Jonghyun sudah mengetahui semua dari Gweboon,asal mula kenapa Jinki berubah dan menjauhi Gweboon.Bagi Jonghyun ini sangat lucu,Jinki marah sampai selama ini hanya karena bentakkan,bukankah sangat kekanakkan.Jonghyun yakin pasti ada alasan tertentu mengapa Jinki bersikap seperti sekarang pada Gweboon.

“Kau menyukai Jinki?” tanya Jonghyun seraya melepaskan genggamannya dan beralih menidurkan badan kekarnya diatas rumput,melipat kedua tangannya kebelakang seolah tangannya sebagai pengganti bantal untuk kepalanya,matanya menatap lurus kearah langit biru nan cerah.

Gweboon tidak menjawab,nampak sedang berpikir keras.Benarkah perasaan aneh yang sering Gweboon rasakan adalah rasa sukanya terhadap Jinki,benarkah rasa ini,rasa suka? gadis cantik ini tidak yakin akan perasaannya sendiri,wajah cantik Gweboon menunjukkan sebuah keraguan.

Jonghyun mengalihkan pandangannya dari langit ke Gweboon “Kenapa mukamu terlihat ragu ?jangan katakan kau ragu kenapa kau bisa menyukai Jinki,namja biasa yang jauh dari kriteria namja idamanmu itu kan?”

Bagaikan seorang paranormal Jonghyun menebak pikiran Gweboon,bisa jadi apa yang dikatakan Jonghyun tentang keraguan Gweboon itu benar.Gweboon ragu karena Jinki tidak seperti namja yang di idam-idamkannya sesuai keinginannya.

“Tidakkah kau lelah terus membohongi dirimu sendiri,berkata tidak tapi hatimu mengatakan iya.Cobalah untuk jujur pada dirimu Gwe,yakinkan hatimu kalau kau mencintai Jinki,sahabatmu sekaligus orang yang kau cintai” sambung Jonghyun bijak.Gweboon masih diam dan terdiam tanpa sedikit pun menjawab pertanyaan Jonghyun. ‘Apa iya aku mencintaimu Jinki’ kalimat ini terus berputar-putar dipikiran Gweboon.

“Lupakan semua kriteriamu itu Gwe,bukalah hatimu tanpa harus melihat namja lain dengan kriteria namja idamanmu.Dengar! Tuhan takkan mengirimkan seorang untuk kita,seperti yang kita inginan .Melainkan,Tuhan akan mengirimkan kita seseorang yang kita butuhkan.Dan sekarang Tuhan sudah  mengirimkan Jinki sebagai seseorang yang kau butuhkan”lanjut Jonghyun lebih bijak seraya menatap kembali langit-langit diatas kepalanya.

Tidak ada jawaban lagi,tampak Gweboon berpikir,mencerna baik tiap kata demi kata yang dilontarakan Jonghyun.Jonghyun benar soal Tuhan dan soal perasaannya.Selama ini Gweboon membohongi dirinya sendiri.Lupakan soal namja idamannya yang sempurna itu,didunia ini tidak ada yang sempurna selainTuhan.

Gweboon tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk menyadari semuanya.Sekarang ia yakin,yakin dirinya mencintai Jinki.Dua sudut ujung bibir Gweboon terangkat keatas,membentuk sebuah lengkungan manis,matanya berbinar-binar memandang Jonghyun.

Dipandang terus-terusan seperti ini oleh Gweboon membuat Jonghyun risih.Pasalnya Gweboon menatapnya dengan tatapan aneh.

“YA! Berhenti memandangku seperti itu,kau membuatku risih” Gweboon mengacuhkan ucapan Jonghyun,lebih memilih memeluk tubuh Jonghyun erat,sangat erat sampai Jonghyun terasa sesak.

“Gomawo dino” kata Gweboon mempererat pelukkannya.

“Gomawo sih gomawo,tapi jangan seperti ini juga,aku tidak bernafas babo” percuma Jonghyun berucap,pasalnya  ucapannya itu hanya dianggap angin lalu bagi Gweboon,Gweboon bersyukur mempunyai teman seperti Jonghyun yang berguna disaat Gweboon senang atau  pun susah.Begitu pula dengan Jonghyun.

><><><><><><><><><><><><><><><><

“Ehmm.. Gweboon eonni kemana oppa?” tanya Taemin pada Jinki yang sibuk menggambar.Jinki menjawab pertanyaan Taemin dengan mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.Taemin kesal,karena Jinki mengacuhkannya.

“Pasti gambar Gweboon eonni” gumam Taemin merampas paksa buku gambar Jinki,melihat semua isi gambar pada buku gambar Jinki.Taemin tersenyum lebar memperhatikan gambar cantik sosok Gweboon yang memenuhi buku gambar Jinki.

“HYAK!! Kembalikan buku gambarku Taemin” murka Jinki.

“Shireo! Aku akan memberikannya pada Gweboon eonni dan mengatakan semuanya pada Gweboon eonni” Taemin berlari keluar dari kelas Jinki,tanpa memperdulikan amukan Jinki.Jinki tidak tinggal diam,ia berlari mengejar Taemin ‘Awas saja  kalau kau tertangkap,takkan ku ampuni’ batin Jinki disela larinya.

Taemin berlari sekuat mungkin melewati koridor sekolah serta kerumunan murid-murid yang menghalangi larinya,sesekali ia menoleh kebelakang melihat seberapa jauh jarak Jinki dibelakangnya.

BRUGH

 

Sial! Taemin menabrak seseorang.Tidak ada waktu mengurusi ini,Taemin bangkit dari jatuhnya,menghiraukan orang yang ditabraknya tanpa minta maaf terlebih dulu.Jinki semakin mendekat,ia harus buru-buru lari,bisa gawat jika Jinki berhasil menangkapnya.

“HYAK!! Mau kemana kau!!” langkah Taemin ditahan oleh orang yang Taemin tabrak barusan.Taemin tidak memperhatikan orang yang dia tabrak,pandangannya masih memperhatikan Jinki yang semakin mendekat.

“Jebal lepaskan aku” Taemin memohon tanpa sedikit pun menatap orang  yang ditabraknya.

“Anni..sebelum kau meminta maaf” alih-alih menjawab,Taemin malah tersenyum lebar melihat sosok cantik didepannya,rupanya Tuhan sedang berbaik hati,malaikat penyelamat nyawanya berdiri tepat dihadapannya.Jinki semakin dekat,berteriak keras memanggil nama Taemin.

“YA! Apa yang kau lakukan” omel korban tabrak Taemin,ketika Taemin mengumpat dibelakang tubuh kurusnya.

“TAEMIN AWAS KA-!!” seketika Jinki tidak melanjutkan aksi teriaknya,segera memasang poker face terbaiknya dan bergaya sok cool.Taemin tertawa senang dari balik tubuh Gweboon,tak henti-hentinya Taemin bersyukur pada Tuhan telah mengirimkan Gweboon,malaikat penolongnya dari amukan Jinki.

“Jinki” gumam Gweboon heran,melihat Jinki tiba-tiba berdiri dihadapannya.Namun orang yang dipanggil justru mengalihkan pandangannya kearah lain.Taemin berdesis melihat sikap dingin Jinki,memberanikan dirinya keluar dari balik punggung Gweboon.

Satu sudut bibir Taemin terangkat “Iiishh.. berhentilah berpura-pura oppa” ketus Taemin.

“Maksudmu?” seandainya disini tidak ada Gweboon, ingin sekali Taemin menjitak kepala Jinki.

“Ck,kau masih bisa kau berpura-pura didepanku oppa”

Dibalik sikap poker face Jinki saat ini,terselip rasa takut.Jelas saja Jinki takut,pasalnya Taemin memegang kartu mati Jinki alis curahatan rahasia Jinki tentang Gweboon.

Gweboon juga tidak mau kalah dari Jinki,ia pun memasang poker face terbaiknya.Menutupi perasaan anehnya yang kini merajalela dihatinya.Tak ingin berlama-lama dengan dua sosok ini,Gweboon pun pergi.

“Jinki oppa menyukaimu eonni” ujar Taemin menahan kepergian Gweboon,Gweboon berbalik menghadap Taemin.

“Apa yang kau katakan Taemin?”

“Jinki oppa menyukaimu” ulang Taemin.Gweboon berdecak lalu menyingkirkan tangan Taemin dari tangannya.

“Tidak mungkin”

“Kenapa tidak mungkin?aku tahu eonni juga menyukai Jinki oppa” mata kecil Taemin menatap lekat manik hitam mata Gweboon.

Masih memasang poker facenya Gweboon menjawab “Jinki menyukaimu,bukan aku dan satu hal lagi aku tidak menyukai Jinki” Jinki menghela napasnya berat mendengar gadis cantik pujaannya berkata seperti itu.

“Wajar Jinki oppa menyukaiku,karena aku yeodongsaengnya” Gweboon menatap Taemin tidak percaya,mana mungkin Taemin yeosaengnya Jinki.Setau Gweboon yeodongsaeng Jinki tinggal di Jepang bukan di Korea,pasti Taemin sedang membohonginya.

“Kau pasti berbohong,Yeodongsaeng Jinki itu tinggal di Jepang bersama neneknya”

‘Sepertinya ini saat yang tepat untuk membongkar semuanya’ pikir Taemin.

“Untuk apa aku berbohong,aku memang adik kandungnya Jinki oppa.Aku memutuskan pindah dari Jepang ke Korea untuk bersekolah disekolah yang sama dengan Jinki oppa” ucap Taemin menjelaskan.Mata Gweboon menatap Jinki yang mulai menyenderkan badan tegapnya ke tiang koridor,berharap Jinki menjelaskan semuanya kepadanya,sedetail-detailnya.

“Benar yang dikatakannya Jinki?” Tanya Gweboon.

“Taemin benar,dia yeodongsaengku” jawab Jinki datar.Jadi selama ini Taemin yang dianggap gadis genit dan menyebalkan bagi Gweboon itu yeodongsaengnya Jinki.Hebat,sungguh hebat kalian berdua Lee brother,sandiwara kalian sempurna bisa menipu Gweboon tanpa rasa curiga sedikit pun.

“Kenapa kau tidak memberitahukannya padaku Jinki?”

“Sebenarnya Jinki oppa ingin mengenalkanku pada eonni,saat pertama kali kita bertemu ditaman dua bulan yang lalu” Taemin menjawab,menyerobot pertanya Gweboon yang diajukan pada Jinki.Gweboon memutar ulang memorinya,dimana saat ia pertama kali bertemu Taemin.

“Belum sempat Jinki oppa mengenalkanku,tapi eonni sudah ingin pergi.Terpaksa Jinki oppa mengurungkan niatnya.Dan sejak saat itulah Jinki oppa merahasiakan indentitasku sebagai adiknya keseluruh murid disekolah kita,termasuk eonni” lanjut Taemin kecewa.Kenapa disaat seperti ini Taemin sama sekali tidak terlihat menyebalkan dimata Gweboon,menyesal Gweboon pernah menganggap Taemin,gadis genit dan menyebalkan.Pada nyatanya Taemin gadis yang polos dan baik.

“Tapi untuk apa Jinki merahasiakan indentitasmu Taemin?”

“Untuk menutupi rasa cinta Jinki oppa terhadap eonni,oppa memaksaku untuk berpura-pura menyukai oppa didepan eonni” kondisi mulai serius,Taemin tidak ingin lebih jauh mencampuri urusan percintaan Jinki lebih dalam lagi.

“Aku rasa semuanya sudah cukup sampai disini,biar Jinki oppa sendiri yang mengatakannya pada eonni” Taemin membungkuk kecil,memberikan buku gambar Jinki pada Gweboon “Annyeong” melangkah pergi meninggalkan Jinki dan Gweboon yang saling diam satu sama lain.

Demi lembar buku gambar Jinki Gweboon buka,tampak shok melihat begitu banyak gambar dirinya didalam buku ini,semua gambar diri Gweboon begitu sempurna.Gambar Mata,hidung,bibir dan senyum Gweboon sama percis dengan aslinya.

Menatap serius lembar terakhir buku gambar Jinki,goresan tinta hitam tersusun rapih membentuk note kecil.

‘Jujur bukan mauku seperti ini,bukan maksudku membuatmu terluka.Ini hanya persoalan hati yang tak menentu,kau terlalu sempurna untuk dicintai namja seperti diriku.Air matamu terlalu berharga menangisiku yang terlalu sering membuatmu kecewa.

 

Maaf selama ini aku tidak pernah jujur padamu,tidak pernah menunjukkan sikap baik ku padamu.Semua itu aku lakukan semata-mata menghindarimu,aku menyadari kau memiliki rasa yang sama terhadapku.Hanya saja aku tidak ingin kau semakin jatuh karenaku.

 

Mungkin sekarang aku sudah gila karenamu,anni benar-benar gila dibuat olehmu.Rasa cinta ini terlalu besar untukmu,bahkan besarnya dunia tak sebesar cintaku padamu,luas samudra pun kalah luas dengan  cintaku.Dan semua ini hanya aku yang merasakannya sendiri,memendam rasa tak pantas ini dalam sunyi sepi serta gelap.’

 

Bodoh,sungguh bodoh.Seharusnya Gweboon peka dengan perasaan Jinki,jadi bukan karena bentakan kenapa Jinki berubah dan menjauhinya selama ini,tapi karena perasaan Jinki yang ditutupi,perasaan tak pantas mencintai seorang Kim Gweboon,gadis perfect ciptaan Tuhan.

 

Gweboon mematung,apa yang harus dilakukannya sekarang,haruskan ia bertanya untuk memastikan semua kebenaran ini.Huh.. rasanya tidak mungkin bila Gweboon yang memulainya.

“Sekarang kau sudah mengetahuinya semuanya,maka aku tidak perlu lagi mengatakannya secara langsung padamu” Jinki memulai pembicaraan setelah sekian lama kondisi hening.

Gweboon berjalan menghampiri Jinki,menatap intens mata sabit Jinki “Kenapa kau begitu bodoh Jinki” mengalihkan matanya dari mata Gweboon yang mulai mengeluarkan cairan bening melewati pipi mulusnya.

“Kenapa kau harus menyukaiku.Kau tahu,kau tidak bisa memenuhi satu pun syarat menjadi namjachinguku hiks.. kau laki-laki bodoh,jelek dan menyebalkan hiks..hiks.. aku tidak menyukaimu Jinki hiks..hiks..” ungkap Gweboon kemudian berlari,sekuat tenaga ia mempercepat larinya,menghapus kasar air matanya dengan telapak tangan.Lagi dan lagi Gweboon membohongi dirinya,perkataan Jonghyun tempo lalu pun ia lupakan.

Jinki menyadari Gweboon berkata bohong padanya,ia yakin Gweboon menyukainya,anni mencintainya juga.Jinki berlari menyusul kepergian Gweboon,tidak ingin melewati kesempatan emas yang diberikan Tuhan untuknya.

GREP

 

Jinki langsung memeluk tubuh rapuh Gweboon saat ia bisa meraihnya,merasakan getaran hebat dan isakkan yang tak kalah hebat.Tak perlu berbalik karena Gweboon tahu yang kini memeluknya Jinki,kehangatan Jinki memberikan rasa nyaman bagi Gweboon.

“Hiks..hiks..hiks..hiks” hati Jinki makin tersayat-sayat mendengar jelas tangis Gweboon.Jinki mengeratkan pelukkannya,menaruh kepalanya dibahu Gweboon,mengrasakan wangi parfum khas Gweboon.

“Hatiku sakit saat kau berkata seperti itu Gwe,saat mendengar secara tidak langsung kau menolakku,aku sakit ketika kau mengatakan aku bukan tipekal namjachingumu kepada orang lain.Aku mencintaimu Gwe,sangat mencintaimu.Lihatlah diriku yang tak sempurna ini Gwe,izinkanlah aku menjadi namja idamanmu,terima aku apa adanya Gwe”

Ucapan Jinki semakin membuat tangis Gweboon pecah,lidahnya terasa keluh untuk berkata.Hanya derai air mata sajalah yang mewakili perasaannya.Entah Gweboon harus  bahagia atau sedih,Jinki mengatakan perasaannya padanya.Jinki membalik tubuh langsing Gweboon,memeluknya erat dari depan,mengecupi pucuk kepala Gweboon.

“Maaf hiks..hiks.. membuatmu terluka” ujar Gweboon dalam dekapan hangat Jinki.Perlahan Jinki melepaskan pelukkannya,menarik dagu Gweboon,mempertemukan mata sabitnya dengan mata kucing Gweboon.Lama kelamaan wajah Jinki mendekati wajah cantik Gweboon,aroma maskulin Jinki tercium oleh indra penciuman Gweboon.Bagian tubuh kenyal Jinki menempel dibibir Gweboon,cat eyesnya pun terpejam.Gweboon terbuai dengan lumatan bibir Jinki,mengecap lembut bibir mungil Gweboon.

Cinta itu buta,membutakan dimana tempat mereka berciuman,sekali pun ini sekolah,tempat mereka menuntut ilmu.Bukan tempat bercumbu mesra.Cukup lama keduanya bercumbu,hingga keduanya kehabisan oksigen.

Gweboon tersipu malu,rona kemarah menampakkan diri dipipi mulus Gweboon “Aku mencintaimu dubu jelek”

“Aku tahu tanpa kau mengatakannya” gumam Jinki sok cool.Gweboon berdecak lalu memukul perut Jinki.

“Ck,palliwa.. katakan padaku kau juga mencintaiku” Jinki menggeleng,Gweboon berdesis.Senyum lebar tak terelakkan melihat Gweboon yang kesal.

“Dubuu” rengek Gweboon manja,Jinki mengacak gemas rambut Gweboon.

“Baiklah nae Gwe^^” pipi Gweboon semakin merah mendengar Jinki menyebutnya ‘Nae Gwe’.Jinki meletakkan kedua tangannya dikedua sisi sudut bibirnya dan-

“SARANGAHAE~~ KIM GWEBOON…..” berteriak kencang yang mengundang perhatian murid lain di Chungdam high school.

END^^

41 responses to “BSFC – HONESTY A

  1. Ya Ampyuun..
    mrk brdua bnr2 dh!! kissu d skh,d dpn byk org lg..ckckck
    tp mmg bnr..cnt mmg mmbutakan segalany..
    author..i love ur ff..^^

  2. waaaah~ suka deh sma penokohan taemin sma minjung (wlopun minjung nongol sebentar kkkk xD)
    untung ada taem, klw ndak, uughhh, ga tau jinboon bakalan kayak apa xD
    nice nice nice xD xD

  3. Hihihi *ketawa dulu*
    ceritanya lucu thor,, like it ^^

    sweet~ bgt tuturan(?) pengakuan jinki yg ditulisan note nya..
    Daebak thor..

    Diawali gelitikan, diakhiri kiss..

  4. aa ctar..ctar jinbon manis manis gula jawa😀

    jjong cuma jd cameo yg muncul 2 kali
    turut serta membantu penyatuan jinbon walau kurang jelas kenapa ad teman yg datang tak dijemput pulang tak diantar >.< *mian jjong

    kl sy minta squel di buat gakyah😄
    *ngarep

  5. suka banget nih adegan kisseu nya,,, wkwkwk bener2 buta,,,

    Itu taemin waw malaikat nih cerita.a??? Ciyeeee

    Awal.a sih udh bisa nebak cerita.a bakal ky gini tapi gegara adegannya yg yg sweet dan waw banget #spechless jd lupa dech kalo sebener.a cerita.a yah….. Gitu dech….
    Sebener.a kan crita dg tema shabat jd cinta banyak yah, tapi cara nulis dan adegan2 mengejutkannya bikin suasana cerita.a beda en asyik aja

    So good luck thor

  6. Jinbo0o0onn,, arrgh..

    Dasar yah tu kupel,, dr Gelitik2n, poker2’n, mpe popo’2n. . . Sllu so sweet,, mw d0nk q d glitkin jinki😀

    gwe langsung
    #DEATHGLARE

  7. cerita cinta d sekolah memang banyak d gemari, gengsi2an, bikin so sweat apalagi ni Jinboon. tapi ini untuk penulisan pusing saya baca’y coz gada spasi.
    good luck…lanjutkan menulis…hwaitting \\¤_¤//

  8. Gwe malu2 badak, bilang cinta ma si ayam aj susah bner, gemes deh…
    jinki jg, suka bnget maen petak umpet. Binggal bilang cinta aj musti umpet2 dl.. tu kan ketahuan… untung ad si tetem
    ‘bagian tubuh kenyal jinki’ saya mikirnya ager2… kenyal2 gimna gt
    Tu si ayam maen ppopo aj, kmna2 pervertnya gk lewat

    Saya suka ffnya thor nim, simple tp lucu… ceritanya sesuatu, krakter jibon bgt ^~^

  9. Yah… Pasti skit bgt dger gwe brkta sprti itu pda Jinki. Brkta Jinki bkan tipenya… Ah… Gwe egoisan dah… Kalo aku Jinki, udah ku tinggalin dah tuh… Tp yg namanya takdir. JINBOON forever…!!

    Tuh kan. Jonghyun gk dpet cwek lgi~…

  10. sweet siiiih ceritanya tentang remaja ababil yang malu malu tomcat gitu >< apalagi yang adegan mereka becanda becanda bareng gitu ih unyu terus pernyataan cinta yang tidak direncanakan sebelumnya ( kalo gak ada taem pasti gak tamat tamat dah ini FF muehehe )
    tapi udah ditengah tengah aku bosen masa –a karena udah bisa ditebak kali yaa tapi aku suka siiih maniiiis :9

  11. Kyaahh aku suka ini ♡(>̯┌┐<)♡
    Feel nya dapet banget .. Huhu
    Gwe jahat banget ya ngmong gitu, pantes aja jinki jadi sakit hati smpe minder gitu, huhuu
    Ahhh jjong gomawo udah bkin gwe sadar, ahh sayang sma jjong deh .. Kkeke ♉(^▿^)♉
    Gwe slah paham sma jintae, mrka cuma adik kka pdhal, huhuu
    Always love JINBOON, hohoho

  12. spasinya kadang agak kurang deh, sedikit pusing bacanya apalagi dari hp hehe
    ceritanya lumayan menghibur🙂

  13. aaa, ini keren…
    Sempet sedih baca part yg gwe nangis n jinki yg berusaha jauhin gwe bwt nutupin perasaannya…
    Tp endingnya manis banget. Aku suka, author keren… Bs bikin perasaanku campur aduk gini…

  14. Bagus…^^
    Jinboon so sweet… Sama” ga mau mengakui cintanya..
    Suka banget sama endingnya… Taemin berjasa besar tuh..^^

  15. sahabat jadi pacar nee^^
    buat jinboon dua-duanya minta dijitak buat nyatain suka aja harus ribut dulu suka ma jjong disini ga manfaatin kesempatan malahan jadi tetua yg bijak jarang-jarang kan jjong kayak gini #chu jjong ^3^

    ini bener-bener panjang bikin reader puas n dugen dugen penasaran akhirnya

  16. suka ma ceritanya, dr awal udah kebaca mksdnya, tapi tetep aja enak dibacanya, pas porsinya ga berlebihan…

  17. rcl???
    off course!!! i did it…

    aigooo….
    maniss kaya gula.. manis kaya coklat.. .. school life..
    pengen sekola lagiii… ^^V

    mwoya~~~ apaan itu mereka! #tunjuk jinki gwiboon
    seperti itu sahabatan namanya?
    ani~ ani~ ani~ #geleng-geleng
    tnpa mereka meresmikan hubungan pun mereka itu udah kaya org pacaran… aq gemeeessss sama skinship mereka…😄

    gemes bgt pas part jintae n jjongboon makan siang…
    entah kenapa aq gak bisa bayangin kalo jjong bisa masak #mian oppa ^^v
    rada shock, dia bikinin bekal makan siang buat gwi.. hahahahahhahah😄
    si gwi makannya lahap amat, ne? #pdhal udah ngebayangin gwi makan kaya putri Solo =,=a

    cuma ada satu hal aja yg menurutku kurang sreg… menurutku ada baiknya nama mereka enggak disingkat di saat lagi nyeritain adegan2nya. .. (like: jinboon, or jintae)
    jadi lebih baik nama mereka disebut satu persatu… ^^

    nah kalo yg lainnya sih aku suka ^^
    apalagi pas gwiboon curhat sama jjong…
    dan dialog favorit aku:
    “Tuhan takkan mengirimkan seorang untuk kita,seperti yang kita inginan .Melainkan,Tuhan akan mengirimkan kita seseorang yang kita butuhkan”

    kata2 itu bener-bener tepat, author… bermakna bgt..😉

    heum…
    woaaaahhh ternyata uri Jonghyun oppa bisa bijaksana juga yah.. cieeeehhh jjong #colek jonghyun

    pada akhirnya jinboon jadian beneran khaaaannn.. yeeeeyeyeyeyyeyeyeyeyyeye #rangkulan bareng jjongtae
    aku rasa jjongtae ini makcomblang yang paling jago!!! ^^
    i like this ff ^3^ #poppo author

  18. Tau gak sih, thor?
    Aq baca ini jam 2 pagi lho!!
    hahahahahaha😄
    Jadi bisa lebih menghayati deh..

    Entah kenapa aq nangis baca FF ini, padahal kalo boleh jujur aq gak tau bagian yg mengharukannya sebelah mana. Mungkin kesan yg terambil oleh aq adalah kesan mengharukan dari kesimpulan cerita.
    Ceritanya bagus..
    Bagus banget… buktinya saya comment. (kalo emang mau tau nih, FF yg kurang bagus jarang saya komenin XD) *peace*
    Cuma perlu diperhatikan dlm pengetikan, setelah tanda baca harus ada spasi.
    Sekian.

  19. sweet story….❤
    ceritanya manis….
    tentang mereka yg sama2 ga mau jujur… yg Jinki ga mau jujur sama Gwe, n yg Gwe ga mau jujur ama diri sndiri….
    ending yg manis meskipun kisseunya di pempat umum, kekekekee….. X_X😛

  20. Ihh ini cerita udah lucu, romansa anak remaja banget. Hihi sweet
    Gemes sama kelakuan jinboon.
    Bikin pengen cubit(?) aja haha
    Udah aku duga si taem itu ade jinki. –”
    Jjong tumben banget jadi orang bener. Kkk
    Setuju sama jjong kalo tuhan itu bukan memberi apa yg kita inginkan. Tapi kita butuhkan.😄
    Ishhh pengakuan cintanyaaa bikin gemes.
    Ini jinboon gak sadar tempat. Hahaha
    Gwe yang manja emang cuma cocok sama jinki. Hihi

  21. Hiyahahaha…Gwe salah paham ama Jinki, Jinki salah paham ama Gweboon,,pada demen salah”han gini gmn sih???
    nahloh..nahloh..ketauankan tuh..demen ama Gweboon..abang sih pake malu” gajah segala…coba ngaku..klo demen ama gweboon…jadikan gak salah”salah gitu…salah paham maksudnya…

    Ceileh..disini abnag jong Bijak amat yah…dapet ilham dari mana bang..lakinya Gea eonni emang dahsyat dah…ahahahaha…

    nga jonghyun ngapain nungguin Gweboon..kan masih ada aku..#PLAKK ditampar Gea eonni…

    ganbate buat Authornya….

  22. Huff. Akhirnya mereka jadian juga. Lega hati ini.
    XD~
    Author-nim ff-nya lumayan keren kok. Kenapa berkecil hati gitu?
    Cuma yah, soal tata cara penulisan. Kan Author nulis gini:
    -“Hahaha Jinki hentikan haha geli”
    nah itu harusnya dialog sebelum ditutup tanda kutip ditutup dulu pakai tanda baca.
    Dan juga:
    -masa bodoh Gweboon meminta maaf,Jinki tidak peduli.Ini balasan yang pas untuk Gweboon karena berani sekali menjahilinya waktu istirahat tadi.
    harusnya setelah tanda koma dan tanda titik dikasih spasi dulu.
    Dan lagi:
    -memprofokatorkan(harusnya memprovokatori)
    nah, masih nemu typo disana-sini tapi overall masih bisa dimaafkan^-^
    dan soal cerita, terlalu banyak narasi, wajar, karena kamu masih newbie #halah #ngatainorang #padahal #sendirinya
    soal EyD dan diksi banyak yang kurang sesuai. Tapi konfliknya lumayan kok, penyelesaiannya juga. Plot dan alur seimbang. Overall, aku yakin bahwa suatu saat kamu akan jadi penulis ff termasyur di zamanmu(?). Kalau nggak masyur berarti bukan zamanmu Author-nim. Kalo terus-terusan nggak berhasil itu namanya takdir. Pasrah aja~ #EA #EA
    fighting Thor!!

  23. Gweboon yg gengsian, dan jinki yang takut2 buat ngungkpin prasaannya. Jdinya pda sakit sndri deh!

    Tpi, pda akhirnya, mreka bersatu jugaa… Tpi deh ya, ini couple emg ga knal tmpat + waktu buak kisseu2an.. Hadeeh

    Sran nih, buat authrnya, klo abis ti2k ama köma, tlg ksi spasi. Soalnya wktu d baça rda susah, ksannya jdi krg rapi, pnggunaan kta2nya juga msti d perhatiiñ lgi. Over all, ni udh bgus koq!😀 keep fighting thor…..

  24. aaahhhh,endingnya cheesy bangeeettt,bikin tangan sama kaki mengkerut,hahahahahhaha SUKA😀
    tapi itu kok luna tiba” menghilang ya? terus jjong kayaknya suka sama gwe,tapi kok dia biasa aja pas tau gwe suka sm jinki?*garuk”*
    yah pokoknya good luck deh ya buat author-nim^^

  25. ah… Suka.. sukaaa sukaaaaaa❤

    knp mreka hrus menutupi perasaanny.. knp mreka hrus sling menyakiti diri sndri.. knp mreka sllu slah paham satu sama lain..

    sukaaaa ma kata" ne..
    Tuhan takkan mengirimkan seorang
    untuk kita,seperti yang kita
    inginan .Melainkan,Tuhan akan
    mengirimkan kita seseorang
    yang kita butuhkan..
    samaa kata" ne..
    Aku mencintaimu
    Gwe,sangat
    mencintaimu.Lihatlah diriku
    yang tak sempurna ini
    Gwe,izinkanlah aku menjadi
    namja idamanmu,terima aku
    apa adanya Gwe..

    Sumpah suka bgt ma mreka yg sllu brantem.. sllu sling usil.. sllu sling cembokur…

    tp tapii ne So sweeet lho…
    mrekaaa g tau tepat ih..
    main cipokan d skul…
    ikutaaan donk.. *cipokminho

  26. nyesek banget pasti onyu denger gwe ngomong gitu, tapi akhirnya mereka bersatu juga, totuwit bangettt baca pas di hari palenten~ ^^
    .
    Jonghyun gag ada pasangan’a ea?? Buat aku dh.. *pelukjjong* \(´▽`)/

  27. Gereget sama sikap gwe yg selalu bilang tidak..

    Malu tapi mau itu..

    Tumben si dino pervert jadi dewasa begitu.. Kekekeke..

    Minong cuma bentar nongolnya…

    Ff nya daebak..

    Suka adegan akhir… So sweeeeetttt..
    Pengen dong di peyul sma d cium jinki dubuuuuu..
    Muach muach muach..*readersarap o.O

    daebaklah..!

  28. kyaaa…its daebak…!

    2jemp0l dah buat authornya…

    Ckckck..
    Dubu ma kucing..sama2 suka aja pake jaim2an segala…

    Jadi sma sakit kan!?
    Tp syukurlah ttp happy ending..
    Jinb0on jjang!
    Auth0rnya d0uble jjang..!!

  29. wahhh sweet nih ff nya ^^
    pada awal aku pikir ahh jinki yang suka ama gwe eh trs mikir lagi apa si gwe yaa ahh si gwe kalii..
    ehh salah ternyata si jinki yg diam2 suka ma si gwe kkk
    sejujurnya tertawa ngakak bacanya pas jonghyun so bijak dan pas tulisan jinki di buku yang penuh gambar gwe kkk kaya ga sesuai kenyataan mereka hahaha kocak.
    suka deh sama ff nya #krikk

  30. ow ow ow owwwww… tuhkaann tuhkaaannn pasti kena karma keeak ke, kibum sampe akhir tetap memilih berbohong yah kalau saja tidak jinki kejar pasti gak akan terjadi happy end kekkee..
    iiikh gemeees, pgen nyubit pipi gwe dan treak pake toa kalua lu itu suka sama jinki, aisshhhh tapi baguslah mereka jadian hehhee
    gue suka saat jong bilang “Tuhan takkan mengirimkan seorang untuk kita,seperti yang kita inginan .Melainkan,Tuhan akan mengirimkan kita seseorang yang kita butuhkan” gue rasa ini benar, dan jong bijak bgt *tumben

  31. daebak!!
    dua orang sahabat yg awalnya nggak tau kalo sebenernya mereka saling suka.
    gimana jd nya kalo nggak ada bantuan kaya si jonghyun ama taeyon?
    mungkin mereka masih betah ama kepura pura annya.😀
    kata kata jinki yg romantis ‘biarkanlah namja tak sempurna ini mencintaimu’ aduh bang bikin melting masa😀
    gweboon yg dulu nya kekeh nggak mau punya pacad kaya sahabatnya jinki sekarang malah cinta ama dia😀
    dan nggak taunya jinki udh lama suka ama gweboon ampe dia ngegambar sketsa wajah gweboon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s