(FF SWITCH GENDER) MY GHOST MY HERO part 7

Main Cast:
Lee Jinki as Lee Eunsook
Kim Jonghyun
Kim Kibum
Choi Minho as Choi Minjung
Lee Taemin

Support Cast:
Jung Yunho as Nyonya Yunah
Kim Jaejong
Go Hara

Genre: Rujak
Rating General
Leght: Sequel
Author: GeGey

*membungkuk* maaf untuk menunggu terlalu lama. aku berusaha keras untuk memenuhi janjiku. MGMH berakhir disini.


Jonghyun POV

“Hey Jjong. Lihat. Kau semakin menerawang.”

“Mwo?”

“Bercerminlah.”

“Aku tidak bisa bercermin!!.”

“Ahahahahahaha.”

Walaupun gadis ini tertawa, tapi matanya menyimpan sedikit kesedihan. Semenjak kejadian itu. Kejadian saat dia justru mengaku sebagai diriku, dia seperti memaksakan diri untuk terlihat bahagia di depanku.

Dan aku, tak dapat menyembunyikan rasa bersalahku padanya. Itu karena aku, dia melepaskan kesempatan untuk bersama Kibum. Karena dia bersikeras dengan janji yang sudah dibuatnya padaku. Untuk membantuku meluruskan masalahku dengan keluargaku dan Minjung. Sementara aku justru tidak memegang janjiku untuk memberinya foto naked Kibum.

Aigoo, gadis ini. Jika aku masih hidup mungkin aku akan jatuh hati padanya.

*******

#Eunsook POV

“Hai.”

Aku yang menyapanya lebih dulu.
Minjung terlihat tersentak dengan kejutan kecilku. Seharusnya kami berjanji untuk bertemu di gerbang. Tapi karena kelasku selesai lebih awal, apa salahnya aku menjemput Minjung di depan kelas.

“Jadi hari ini kita akan pergi kemana?”

Mata bulatnya seolah akan terus membesar. Arah matanya menelusuri dari ujung rambut hingga kakiku dengan mulut yang menganga.

Akibatnya aku ikut memeriksa penampilanku. Kuraba telingaku, anting tengkorak yang kubeli kemarin masih menempel baik ditelinga kananku. Kalung bertuliskan ‘bling-bling’ pun masih berkilau didadaku. Lalu rantai yang menghubungkan antara dompet dan celanaku juga masih kokoh. Dan tato siluman ular putih yang kugambar sendiri masih belum luntur.

Kurasa aku sudah cukup garang. Apa aku masih belum mirip Jonghyun? Apa karena rokku?

“Oppa. Kau sudah sangat keren. Ayo! Kita pergi.”

Walau sedikit canggung saat Minjung mengamit lenganku, aku harus membiasakannya. Terlebih ketika kami berjalan menyusuri lorong sekolah, aku harus tahan dengan tatapan ratusan mata yang seolah-olah ingin membunuhku. Juga surat beracun dan teror bom yang aku dapat lagi dilokerku.

Dan gelar ‘oppa’ yang diberikan Minjung padaku, seperti beban. Setiap kali mendengar kata itu dari mulutnya, membuat langkahku menjadi sedikit mengangkang.

Hari-hariku tidak lagi semanis saat bersama Kibum. Tapi aku merasa kembali menjadi Eunsook yang dahulu.

Aku melirik Jonghyun yang berjalan beriringan bersamaku dan Minjung. Gerakannya memang seperti berjalan, tapi sama sekali tidak menyentuh lantai.

“Minjung sangat suka berkompetitif, dan kau harus banyak-banyak mengalah agar dia senang.”

Anggukan kecil sebagai tanda bahwa aku mengerti dengan intruksi Jjong. Seperti yang sudah disepakati semalam, aku akan mengajak Minjung kepusat permainan.

……

Dua belas bola.
Tiga belas bola.

Empat belas bola.

Mulai saat ini aku akan lebih sering menghindari bola basket.

Kepalaku pening. Bola yang kulempar selalu memantul dan berbalik menyerangku. Bahkan satu buah bola saja tidak ada yang masuk kedalam ring.

“Whoaaa!!”

Teriakan riuh orang-orang yang mengelilingi kami berdecak kagum dengan ketepatan lemparan Minjung yang 100% akurat. Berbeda dengan saat aku bermain, mereka berkumpul untuk tertawa kencang ketika setiap bolanya mengenai wajahku.

“Oppa!! Kau lihat! Aku memasukan semua bola yang kulempar.”

Matanya semakin bulat. Menunjukan betapa puasnya dia dengan rentetan tiket panjang yang keluar dari mesin basket yang hampir membunuhku itu.

“Lets GO! Kita cari permainan lain oppa.”

Minjung menarik lenganku.
Auucchhh.. pergelangan kakiku masih terasa sakit jika berjalan terlalu cepat. Kupaksakan untuk terus tersenyum agar Minjung tidak mencurigai kakiku yang masih sakit.
Aku tidak mau merusak kesenangannya hari ini dengan mencemaskan kakiku.

Tanganku terus diseretnya, bersama sekumpulan orang yang masih membuntuti kami dibelakang, kami menuju suatu kotak merah penuh lampu berwarna warni. Ada sebuah palu besar diatasnya, dengan layar skor yang tampaknya belum ada satupun yang melampaui rekor.

Seakan takut kehilangan palu besar –yang bagiku tampak sangat berbahaya- tersebut, Minjung sudah memegangnya erat. Posisi tubuhnya sudah siap untuk memukul sebuah bulatan hitam pada sebuah kotak.

“Oppa. Lihatlah aksiku.”

Omo! Lihatlah gadis jangkung didepanku ini. Jika kau melihatnya dari sudut pandang slow motion, rambutnya berkibar-kibar ketika lengannya diangkat keatas menggenggam kuat sebuah palu besar. Matanya berbinar-binar memancarkan gemerlap sinar yang tertuju pada sebuah bulatan hitam.

DASSHH!!

Dan ketika palu tersebut menyentuh bulatan hitam, angin biru muncul dari kotak merah tersebut. Seperti efek di film-film holiwood. Memancar kesegala arah, termasuk menghembuskannya pada Minjung, sehingga rambut bergelombang diiringi ujung-ujung seragamnya tersebut bagai menari.

Keren sekali. Dia jelmaan dewi kematian.

…….

Aku mulai dapat bernafas lega ketika menginjakan kakiku disebuah tempat makan. Aku ingin segera duduk dan melahap sesuatu. Perutku harus terisi penuh agar sakit dikepalaku menghilang. Dan juga, senang rasanya terbebas dari orang-orang yang terus membuntuti kami.

Minjung memilih tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Kuhempaskan tubuhku dan bersandar pada sebuah sofa. Dan menyerahkan keputusan memesan makanan pada Minjung.
Tubuhku terasa remuk. Tidak ada satupun permainan yang mau bekerja sama denganku. Palu besar mengerikan itu, memantul dan mengenai wajahku. Motor yang kutunggangi ternyata motor liar dan belum jinak, dan menghempaskanku hingga terlempar. Tikus-tikus yang kutembaki mengenakan rompi anti peluru. Ikan yang akan kupancing sudah kekenyangan.

Aku payah dalam permainan seperti ini. Atau mungkin..
Aku menoleh pada Jjong yang seolah duduk disampingku. Apa mungkin ini semua sabotase Jjong agar Minjung selalu menang?

“Apa kau baik-baik saja?”

Dia mengeluarkan seringai nakalnya. Aku yakin ini memang ulah Jonghyun.

Seorang pelayan lelaki menghampiri kami.
Kuperhatikan pelayan lelaki itu gugup berada didekat Minjung. Tangannya bergetar saat menuliskan pesanan Minjung pada secarik kertas. Matanya hanya melirik singkat pada Minjung. Lebih banyak menunduk untuk menghindari kontak langsung dengan mata Minjung.

“Kami pesan dua porsi.”

Pelayan itu membungkuk canggung kemudian pergi dengan tergesa. Aku yakin dia akan memberitahu teman-temannya yang ada didapur betapa cantiknya seorang wanita yang duduk didekat jendela.

Dan benar dugaanku. Beberapa pelayan lelaki dan chef mengintip dari jendela pintu, pandangan mereka sangat antusias tertuju pada meja kami. Sedangkan Minjung, dia masih asik dengan robot anjing yang didapatkannya setelah menukar tiket.

Pada kenyataannya. Aku tidak perlu mangalah. Aku akan kalah dengan sendirinya. Walaupun Jjong tidak menyabotase seluruh permainan. Aku yakin aku akan tetap kalah.

“Oppa, terima kasih atas hadiahnya?”
“Eh? Hadiah apa?”
“Ini.”

Minjung menepuk-nepuk kepala anjing mesin yang ditaruh diatas meja. Robot anjing tersebut langsung tertunduk dan tersipu malu. Aku yakin anjing itu berjenis kelamin laki-laki. Bertambah satu saingan Jonghyun.

“Bukankah itu hasil jerih payahmu?.”
“Tapi jika bukan karena tambahan satu tiket darimu, aku tidak akan bisa menukarkannya dengan robot ini.”

Begitulah, hanya satu tiket yang kudapat. Itu pun karena aku tersandung dan terjatuh hingga berguling saat bermain step dance. Tapi orang-orang yang mengerumuni kami menganggap aku sedang melakukan breakdance.

******

Menjadi Jonghyun tidaklah mudah.
Berkelit dengan alasan ingin menjaga perasaan orang tuaku dirumah ini, untuk tidak pindah kerumah keluarga Kim.
Akan lebih rumit jika aku satu atap dengan Kibum.

Bibirku sudah bertemu panasnya larutan kopi bahkan sebelum aku meniupkan udara untuk membuatnya cukup hangat untuk diteguk. Kutarik wajahku dan mulai menjilati bibirku yang bagai terbakar. Mug yang berisikan air panas kutaruh dimeja belajarku, dan melepaskan genggamanku dari telinga mug.

Aku terlalu ceroboh. Bisakah aku melakukan suatu hal dengan baik?

Mataku mulai tertarik pada sebuah kotak yang terasingkan, memojok disudut rak meja belajarku. Tanganku hendak menggapainya.

“Haaahhh.. aku lelah sekaliiii..”

Namun kuurungkan saat mendengar suara seorang namja yang berbulan-bulan menjadi room mateku. Kuperhatikan sosoknya yang menerobos pintu lalu menghilang kedalam kamar mandi. Kulirik kembali kotak berwarna coklat, menggapainya, membuka tutupnya lalu mengambil yang ada didalamnya.

Sebuah cincin berwarna silver terjebak didalam sebuah rantai kalung. Kilaunya menunjukan kalau harganya pasti mahal. Kenapa cincin ini tak kunjung kukembalikan pada pemiliknya?

Coba-coba kumasukan cincin ini pada jari manisku. Pas sekali. Itu berarti ini memang cincin untuk lelaki. Karena ukuran jariku terbilang besar untuk ukuran perempuan.
Ah! Terdapat sebuah hiasan pada cincinnya. Kuperhatikan lebih seksama. Ternyata huruf konsonan jieut dan mieum. Apa mungkin..

“Kau belum tidur? Ini sudah hampir pagi.”

Jonghyun melayang menghampiriku, memposisikan tubuhnya seolah duduk diatas meja belajarku. Jika dia bukan hantu, pasti bokongnya akan kesakitan karena menduduki alat tulisku.

“Apa yang kau lakukan dikamar mandi?”
“Menyikat gigi sebelum tidur~”
“AHAHAHAHAHAHA.. upps! Khkhkhkhkh..”

Harus menahan tawaku jika tak ingin seisi rumah terbangun. Seakan ingin menghilangkan sesuatu yang menekan dadaku, aku akan tertawa sekencang mungkin jika ada sedikit saja hal yang kupikir lucu.

Aku rasa Jjong terkena penyakit ‘ingin menjadi manusia kembali’. Haha. Sejak kapan hantu harus menggosok gigi sebelum tidur?

Tiba-tiba saja aku tak tertarik lagi untuk terbahak. Dadaku mulai ngilu dan mataku mulai memanas. Ingin rasanya menangis saja jika aku sendirian.

Tentu saja. Waktunya tak sampai seminggu lagi. Wajar jika Jjong ingin mengenang masa-masanya sebagai manusia.

“Ini.”

Kusodorkan tanganku padanya. Memamerkan sebuah cincin yang begitu pas dijariku. Jjong tidak memahami maksudku. Dia hanya memandangiku seolah bertanya apa yang kulakukan.

“Jieut untuk Jonghyun, dan mieum untuk Minjung. Benar bukan?”

Kedua alis mahluk yang melayang ini hampir bertaut. Matanya mulai mengarah pada kari manisku. Dan membulat ketika kilauan cincin tertangkap matanya.

“Dari mana kau mendapatkannya?”

Benar dugaanku. Cincin yang selalu tergantung dileher Kibum adalah milik Jonghyun.

“Cincin ini terjatuh dari leher adikmu.”

“Benarkah?”

“Kau tidak tahu adikmu memakainya setiap hari? Aku sempat berfikir kalau ini cincin pertunangannya dengan Minjung. Karena Minjung juga memiliki cincin yang persis.”

Aku tahu Jjong ingin menyentuh cincinnya. Terlihat dari arah matanya yang tak lepas dari jariku. Tapi tak mungkin ia lakukan karena ia tak akan pernah bisa merasakan benda.
Apa yang ada dalam pikirannya? Mengingat kembali masa-masanya bersama Minjung?

“Ceritakan padaku.”
“Cerita? Apa?”
“Semua yang belum kau ceritakan padaku. Tentang Minjung, ibumu, ayahmu, Hara, atau.. Kibum.”

Dia dan ujung kanan bibirnya yang ditarik, mengigatkanku betapa seringai nakalnya menunjukan bahwa dia akan baik-baik saja. Dengan gerakan yang cepat dan ringan, menghapus jarak antara wajah kami. Hawa panas mulai menyeruak diwajahku. Tak ada yang dapat kulihat kecuali sekelebat bayangan putih pekat yang menghalangi pandanganku.

“Aku ini Jonghyun mulai sekarang. Ingat?”

“Kenapa kau harus melakukannya?”

Kenapa aku mau melakukannya?
Aku hanya ingin menepati janjiku. Tiga hari lagi aku tidak akan bertemu Jjong lagi. Bahkan Minjung akan pergi ke Amerika.
Lagipula, yang akan kulakukan ini tidak akan cukup untuk membayar.

“Ah! Jangan-jangan kau mengincar hartaku!!”

“Cih! Bahkan saja kau tak punya.”

Sindrom rindu menjadi manusianya semakin parah.

******

Aku merasa kakiku semakin mengecil. Ubin-ubin putih tampak jauh dari jangkauanku. Kepalaku ringan. Aku memajamkan mata dan mulai merasa kehilangan keseimbangan. Tubuhku ringan seakan rela untuk terjatuh.

Ah jangan!
Jangan sampai pingsan.

Puk puk puk!

Menepuk-nepuk kencang kedua pipiku sendiri. Suaranya nyaring, tak mampu mengembalikan kesadaranku. Hanya rasa panas dipermukaan kulit pipiku. Kepalaku masih sangat ringan. Tubuhku juga. Sepertinya aku siap ambruk kapan saja.

“Jonghyun oppa? Kau baik-baik saja?”

Suara itu begitu dekat. Tapi dimataku wajah Minjung sangat jauh, tapi tetap cantik. Kurasakan sesuatu yang hangat melingkar dipergelangan tanganku. Aku menunduk. Jari-jari panjang Minjung sangat kontras dengan tanganku yaang bantat. Sial. Disaat seperti ini, Minjung masih saja terlihat lebih keren dariku.

“Jika kau sakit kita istirahat dulu dikelasku.”

Minjung terdengar panik. Aku tak dapat melihat ekspresi wajahnya karena pandanganku mulai kabur. Mataku hanya tertuju pada satu titik. Mata Minjung.
Minjung menarik tanganku. Aku mencoba melangkahkan kakiku tapi terlalu lemah. Aku menyerah saja. Tak dapat menahan kelimbunganku lebih lama lagi.

Pandanganku memutih. Kubiarkan kelopak mataku menutup dengan sendirinya. Melepaskan semua tenaga yang tersisa.

———

Aku melangkah. Hanya itu yang kutahu.
Melangkahkan kakiku disebuah ruangan yang gelap. Hitam.
Takut?
Tidak. Sejauh ini aku selalu aman berjalan kaki ditengah kegelapan atau tengah malam. Taemin pernah berkata, bahkan penjahat pun tak bernafsu padaku.

Aku terus malangkah. Hingga akhirnya secerca cahaya menuntun jalanku. Berjalan mengikuti arah cahaya tersebut. Cahaya yang berasal dari sebuah pintu mini market.

Aku ingat betul. Ini mimpi buruk yang sering kulalui akhir-akhir ini. Mimpi yang karenanya aku menghindari tidur. Pintu mini market itu, selalu sama disetiap malamnya. Aku tahu aku akan menjalani mimpi buruk kembali. Tapi kepalaku memerintah untuk masuk kedalamnya dan membeli pembersih lantai, karena aku baru saja mengotori lantai kayu ibuku dengan sepatu penuh lumpur, sepulang latihan base ball.

Ini seperti aktifitas rutin. Seperti bangun kemudian mandi lalu memakai seragam sekolah. Dalam mimpi ini. Aku akan masuk kedalam mini market dan membeli pembersih lantai. Kemudian membayarnya dikasir, setelah itu kantung belanjaku akan tertukar dengan seseorang.

Berani bertaruh kali ini mimpiku akan kembali sama.

Aku melangkahkan kakiku kedalam sebuah mini market yang terang setelah pintu yang semula menghalangiku terbuka dengan sendirinya. Aku tersenyum menyapa seorang kasih lelaki. Dan kasir tersebut akan mengatakan hal sama.

“Annyeohaseyo~”

Aku hanya balas menunduk kemudian berjalan diantara rak-rak yang terisi banyak makanan. Tak sulit untuk mencari pembersih lantai. Karena makanan tersebut akan berubah dengan sendirinya menjadi jajaran botol pembersih lantai.

Setelah mendapatkan sebotol pembersih lantai dengan aroma pinus yang menyengat. Aku berjalan menuju kasir. Menyimpannya dimeja kasir, kemudian menunggu barang yang kubeli dimasukan kedalam kantung.  
Hal yang sama. Terjadi berulang-ulang. Aku bosan. Tapi tak mengerti mengapa aku selalu melakukannya dengan senang hati.

Botol berwarna hijau tersebut sudah dimasukan kedalam kantung. Lalu setelah ini aku akan merasa tidak nyaman pada kakiku. Benar saja. Aku menunduk untuk melihat kakiku, dan aku baru tersadar bahwa sepatuku terbalik.

Aku berjongkok. Melepas kedua sepatuku. Saat akan memasangkannya kembali mataku menangkap sebuah kaki. Kaki yang menginjak tali sepatuku.

Inilah saat yang paling kutakuti. Aku menengadah, untuk melihat siapa yang telah menginjak tali sepatuku. Jantungku berdegup kencang ketika melihat wajah lelaki berdiri didepanku. Jonghyun.

Tidak tidak!

Ini tidak boleh terjadi lagi. Aku tidak boleh membiarkan Jonghyun mengambil kantung belanjaku. Jangan sampai barang yang kami beli tertukar.

Aku melupakan sepatuku. Segera berdiri dan mengambil kantung yang belanjaku. Kamudian lari sekencang-kencangnya. Kembali kerumah dan mulai membersihkan lantai dengan pembersih lantai yang kubeli. Bukan dengan cola.

Tempo langkahku melamban. Tiba-tiba saja aku lupa arah pulang. Sial.
Aku mulai berjalan. Biarlah, ini hanya mimpi. Lagipula aku akan terbangun. Tak masalah jika aku tersesat disini.

Dengan langkah yang santai. Aku membuka kantung belanjaku. Aku haus karena baru saja berlari. Beruntung aku menemukan cola dikantung belanjaku. Tuhan memang baik hati.

Cola? Dikantung belanjaku?

Jangan lagi!!! Kumohon jangan lagi!!

Masih belum terlambatkah? Aku berlari kembali menuju mini market. Berharap bisa menemukan Jonghyun disana. Aku terus berlari. Seperti berputar-putar ditempat yang sama. Sayangnya aku tak pernah bisa menemukan mini market tersebut.

AKU SEORANG PEMBUNUHHH!!

———–

Mataku terbuka.
Hal yang kulihat pertama kali adalah langit-langit putih. Penciumanku berkata aroma ruangan ini adalah  UKS.

Aku menoleh untuk mencari seseorang yang bersamaku diruangan ini. Dan tertegun ketika menemukan Jonghyun sedang melayang dihadapan Minjung yang duduk disofa UKS, gadis itu tertidur, dan Jonghyun terus memandanginya.

Tiga hari lagi..

Kusibakan selimut yang menutupi tubuhku. Mulai beranjak bangun dan memakai kembali sepatuku. Jonghyun menghampiriku, lalu sebotol vitamin mendarat dipangkuanku.

“Minumlah dulu. Kukira hanya manusia yang bisa jatuh pingsan.”

Aku sedang tidak mood meladeni ejekannya. Aku lebih khawatir pada toko perhiasan yang sebentar lagi akan tutup.

Baru saja sedetik aku berdiri, kepalaku kembali ringan dan aku kehilangan keseimbanganku. Untung saja Jjong mendorongku hingga aku kembali duduk dikasur. Bukan terjerembab dilantai.

“Sudah kubilang, minumlah dulu. Kuperhatikan kau tidak tidur selama berhari-hari. Kau pikir kau ini robot?”

“Bukankah tadi kau berkata aku bukan manusia?”

Kubuka tutup botol lalu menegak vitamin yang sedikit masam.

“Karena kupikir kau sejenis alien.”

“Jadi alien harus meminum vitamin?”

Kulempar botol kosong kedalam tempat sampah hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring. Membuat Minjung tersentak dan bangun dari tidurnya.

“Oppa. Kau sudah lebih baik?”

“Tentu saja. Aku hanya kurang tidur. Aku ini kuat.”

Menyampirkan tas dibahuku. Melompat kecil turun dari kasur UKS, bersukyur karena aku mendapatkan kembali keseimbanganku. Aku bahkan merasa sangat bugar. Jangan-jangan aku memang alien.

“Ayo kita pergi.”

Tangan Minjung yang hangat digenggamanku, kutarik pelan agar dia mengikutiku.

“Kemana?”

…..

Jjong bilang, ada goresan kecil diatas huruf jieut pada cincin Minjung. Sehingga orang-orang akan mengira itu huruf ‘chieut’. ‘Chieut’ dan ‘Mieum’ untuk Choi Minjung. Inisial namanya sendiri.

Pengrajin dengan kacamata dikepala penuh rambut putihnya. Memicingkan matanya menilik lebih teliti pada cincin milik Minjung. Lelaki paruh baya ini yang membuat cincin pertunangan Jonghyun dan Minjung, pasti dia dapat membetulkannya.

“Jadi, apa bisa goresan kecil itu dihilangkan?”

“Hmmm..”

Dia bergumam. Mengenakan kacamatanya kembali dan menaruh cincin berwarna silver tersebut pada sebuah kotak.

“Aku bisa memperbaikinya.”
“Terima kasih. Bisa kami tunggu?”

“Hmmm.. mungkin besok.”

Besok?

“Tidak apa-apa. Kami akan kembali besok siang. Terima kasih.”

Minjung dan aku membungkuk, lalu aku menggangdeng tangan Minjung untuk pergi dari tempat ini. Melangkahkan kaki perlahan menyusuri trotoar dan pertokoan. Gadis bermata bulat ini tak hentinya memandangiku.

“Apa ada yang salah denganku?”

“Sudah kubilang kau tidak perlu melakukannya.”

“Tapi..”

Ini adalah yang diinginkan Jonghyun. Sejak dulu Jonghyun ingin memperbaiki cincin Minjung. Aku hanya berusaha memenuhi keinginannya sebelum pergi.

“Dia pernah mengeluh tentang cincinnya. Dan menganggap aku tidak menginginkan pertunangannya karena tak peduli dengan huruf jieut yang tampak seperti chieut pada cincinnya.”

Eoh?
Mataku tertuju pada Jonghyun yang melayang disamping Minjung. Dia semakin menerawang hingga aku tak terlalu dapat melihatnya sejelas dulu.

“Katakan itu padanya.”

Minjung mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku. Mengembalikan pendanganku untuk tertuju padanya.

“Kau lihat apa oppa?”

Minjung menoleh kesamping kirinya. Dimatanya mungkin hanya ada kaca-kaca display beberapa pertokoan.

“Hey, bukankah dulu kau yang mengeluh tentang cincinmu?”
“Iya.. kupikir kau tidak memperdulikannya.”
“Tentu saja aku peduli.”

Langkahnya terhenti. Tenaganya yang lebih kuat dariku, membuat langkahku ikut terhenti karena tanganku masih terikat dengan tangannya.

“Benarkah?”

Ya Tuhaannn.. aku tidak pernah mengira situasi seperti ini akan sangat membuatku canggung. Matanya bulat tajam masuk kedalam mataku. Dia diam menunggu dan menuntut suatu jawaban yang aku takuti tak dapat kukatakan.

“Karena. Aku ingin dia tahu, aku tak pernah menyesal bertunangan dengannya.”

Kini dua mata yang mengintimidasiku. Keduanya menuntutku untuk mengatakan kata-kata tersebut. kukira ini akan mudah. Ternyata sulit. Aku takut ini terkesan mempermainkannya.

“Benarkah yang kau katakan barusan oppa?.”
“Iya, itu karena.. aku tak pernah menyesal bertunangan denganmu.”
“Kau tidak bohong kan?”

“Orang yang kucintai bukan Hara. Tapi dia.”

“Aku. aku. Jonghyun. Maksudku aku Kim Jonghyun. Jonghyun itu adalah aku tentu saja.”
“Ada apa denganmu oppa?”
“Seseorang yang bernama Kim Jonghyun itu, tidak mencintai Hara, tapi mencintaimu.”

Aku lega karena akhirnya dapat melihat senyum Minjung lagi. Kuharap dia tidak meragukan apa yang kukatakan. Kuharap isi hati Jonghyun sampai padanya.

“Jadi begitu?”

Oh tidak.
Kupikir kejadian seperti ini hanya akan terjadi pada sebuah drama. Ternyata aku mengalaminya sendiri. Hara muncul tepat disaat aku baru saja menyampaikan perasaan Jonghyun pada Minjung. Dengan kedua tangan yang dilipat didada, gadis kurus ini memicingkan matanya menatap sinis pada Minjung.

“Baru saja aku ingin menanyakan hal ini padamu. Karena semenjak pengakuanmu, kau justru terus menempel pada Minjung.”

Benar-benar menghancurkan suasana. Minjung terlihat tidak nyaman dengan kedatangan Hara. Begitu juga Jonghyun. Dan aku? aku tak pernah menyukainya semenjak tahu dia juga mencoba mendekati Kibum.

“Kalau kau benar mencintai Minjung, mengapa kau bunuh diri? Bukankah kau tidak menyetujui pertunanganmu dengan Minjung?”

“Apa?”

Perempuan ini memang berbisa. Dia membuat Minjung menatapku penuh tanya. Seolah apa yang baru saja kukatakan tentang perasaa yang sebenarnya tidaklah berarti.

“Aku tidak pernah bunuh diri. Itu..”

“Katakan pada mereka kejadian sebenarnya Eunsook. Katakan kalau semua hanya kecelakaan dan kebodohanku.”

“Kau belum bisa menerima kenyataan kalau kau akan kehilanganku, oleh sebab itu kau bunuh diri. Benar bukan Jonghyun oppa?”

“Oppa, apa itu benar?”

Kepalaku pusing. Wajah mereka. Suara ketiganya. Terus berputar dikepalaku. Ini membuatku tertekan.

“Eunsook! Ini saatnya kau mengatakan kejadian yang sebenarnya.”

Tidak. Tidak Jjong. Cerita yang sebenarnya bukan versi yang kau ceritakan. Tapi akulah..

“Ayo Minjung. Kuantar kau pulang.”

Aku hendak melangkah untuk menerobos Hara sambil menarik Minjung. Tapi Hara tak mau menyingkir dari hadapanku.

“Kau berkelit. Berarti benar apa yang kukatakan.”

Matanya bulat. Tapi tidak selembut Minjung. Mata itu mengerikan, siap menusuk kapanpun. Wajahnya kurus dan kecil menampung mata bulat itu. Jjong salah, bukan aku yang seperti alien. Tapi Hara! Dia juga mirip dengan anjing dirumah keluarga Kim.

“Apa itu penting? Apa penting alasan mengapa Kim Jonghyun bunuh diri? Kau cukup mengetahui, Kim Jonghyun kehilangan rasa cintanya padamu saat kau justru memilih adiknya sendiri. Dia sudah menemukan gadis yang lebih pantas untuk dicintai.”

Kuharap itu cukup untuk membuatnya berhenti menggonggong. Tanganku menggenggam erat tangan Minjung dan membawanya segera pergi dari hadapan Hara.

Aku lelah.

******

Ini hari minggu.

Besok, adalah tepat tiga minggu aku bertemu dengan Jonghyun. Pertemuan pertama diatap sekolah yang menyebalkan. Dia memang menyebalkan. Tapi aku akan merindukan sifat menyebalkannya itu.

Apakah nanti akan ada seseorang yang menaruh insole disepatuku? Agar aku dapat sedikit lebih tinggi. Mengingat Minjung begitu tinggi.
Kupastikan kaki sebelah kanan kumasukan kedalam sepatu bagian kanan. Dan kaki kiri kumasukan kesepatu kiri. Mimpi itu, membuatku lebih hati-hati memakai sepatu.

“Eunsook. Kau mau kemana?”

Taemin berdiri dihadapanku. Dia membuatku menengadahkan kepala untuk menatap matanya. Dia berkeringat, mengenakan kaus kuning dan celana training abu-abu. Baru saja kembali dari lari pagi? Tidak sudi lagi memanggilku noona huh?

“Kau akan pergi kerumah Minjung noona bukan?”
“Iya.”

Kedua tali hitam pada sepatuku sudah selasai kubuat simpul pita. Sekarang aku siap untuk pergi dengan tas hitam yang kusampirkan dibahu. Aku janji akan membantu Minjung mengemas barang-barangnya. Semua benda hitam sudah menempel ditubuhku. Kurasa aku sudah sangat jantan saat ini.

Aku berdiri. Langsung berhadapan dengan Taemin yang belum beranjak dari tempatnya berdiri.

“Sekarang aku tahu mengapa kau tidak jadi membantuku. Bukan karena kaus pink yang kutawarkan tidak menarik lagi bagimu. Kulihat kau lebih suka warna hitam saat ini.”

Kekecewaan tersirat jelas diwajahnya. Tangannya mengepal kuat, meremas tali paper bag berisi penuh kotak susu. Dia pasti mendapatkannya dari beberapa fans saat lari pagi.

“Kau tidak mau membantuku, karena ternyata kau juga mengincar Minjung noona bukan?”

Tatapannya menunjukan betapa adikku ini sangat membenciku.

“YA!!”

Aku sudah jengah dengan semuanya. Aku bukan merpati atau selfon yang dapat digunakan sebagai perantara menyampaikan pesan.

“Kau lihat ini??”

Kurampas paper bag dari tangannya. Membuat satu tali terputus dan beberapa susu terjatuh ketanah. Taemin terlihat tercengang.

“Kau mendapatkan barang-barang seperti ini dari penggemarmu. Kau tahu berapa banyak perempuan yang mengagumimu? Belum cukupkah hal itu menumbuhkan rasa percaya dirimu??”

Sraakkk!!

Paper bag merah muda yang cukup berat untuk kubalikkan, hingga semua isi yang ada didalamnya tumpah berserakan dihalaman rumah kami.

“Kenapa tidak kau katakan sendiri perasaanmu padanya! Kau masih mampu untuk melakukannya sendiri!”

Aku benci. Aku benci setiap kali Taemin mendapatkan barang dari penggemarnya. Kau salah jika menganggapku iri. Tapi karena barang-barag tersebut, membuatnya manja dan tidak mau berusaha lebih keras.

“Aku pergi dulu.”

Jujur, aku berberat hati meninggalkan rumah setelah aku membentak Taemin. Ini kali pertama kuperlakukan Taemin agak kasar. Biarlah Taemin membenciku karena ini. Tapi tidak akan melakukan hal yang serupa. Tampaknya aku akan menghindarinya hingga kebenciannya padaku hilang.

…..

Minjung tidak mengatakannya padaku.

“Seharusnya semua kaus kau gulung. Bukan dilipat. Dan taruh berdasarkan gradasi warna agar terlihat lebih cantik.”

Jika saja Minjung memperingatkanku sebelumnya, setidaknya aku akan mengoleskan lipsgloss dibibirku.

“Jangan masukan semua mantel!!”

Teriakannya membuat aliran darahku terhenti, hingga tubuhku membeku. Dan kujatuhkan tumpukan mantel Minjung yang kuambil dari lemari.

“Pilih dua mantel saja. Minjung bisa membelinya disana jika masih kurang.”

Aku masih belum dapat bergerak. Aku takut jika aku menyentuh mantel ini, Kibum akan berteriak lagi padaku. Diantara semua barang yang ada dikamar seluas ini, mengapa hanya barang kusentuh yang membuatnya bereaksi?

“Apa yang kau tunggu? Cepat pilih dua mantel, lalu masukan kedalam koper merah.”

Perlahan aku menurunkan tubuhku. Kuawasi Kibum cukup sibuk memeriksa daftar yang Minjung perlukan untuk sekolah di Amerika. Dia sedang lengah, aku meraih mantel secepat mungkin lalu akan kumasukan kedalam koper dengan cepat.

“Eunsook noona! Jangan pilih warna merah! Ambil warna hitam atau coklat. Minjung tidak cocok memakai warna terang.”

Bagaimana dia bisa tahu? Aku yang mengambilnya saja tidak sadar telah memilih warna merah. Apa dia memiliki mata dibelakang kepalanya?

“Dia mengawasimu dari pantulan cermin didepannya.”

Jjong bilang dia akan menemaniku. Tapi apa perlu dia mengajak teman-temannya? Mereka bertebaran dikamar Minjung, mengganggu pergerakanku. Terutama sadako yang mulai tertarik pada perhiasan Minjung.

“Eunsook ah~ singkirkan pakaian yang minim. Atau lelaki hidung belang disana akan tergoda pada Minjung.”

Kakak dan adik sama saja. Diantara mereka tidak ada yang membantuku, hanya bisa memberikan perintah dan berteriak-teriak.

Sesuai perintahnya, kuambil mantel berwarna hitam dan coklat. Kemudian melipatnya dan kumasukan kedalam koper merah. Sisanya, kurapihkan kembali kedalam lemari. Tak lama akhirnya Minjung kembali, dengan beberapa botol kaleng soda dalam pelukannya.

“Oppa, apa kau lelah?”

Aku menggeleng, duduk bersila disamping Minjung, mengulurkan tanganku untuk menerima kaleng soda yang diberikan Minjung. Tangannya tiba-tiba membelai pelipisku kemudian menyisipkan helai rambut kebalik daun telingaku.  Reflek tanganku menghentikan pergerakan tangan Minjung. Apa karena aku tahu Kibum mengawasiku dari cermin?

“Oppa, berkeringat.”

Benarkah?
Minjung menarik lengan bajunya, menekan lembut kening dan pipiku. Sekali lagi, aku mengelak menghindari sentuhan Minjung. Andai saja tidak ada Kibum disini, mungkin aku akan diam saja menerima perlakuan Minjung demi Jjong.

“Oh! Kita harus mengambil cincinmu siang ini.”
“Aku sudah mengambilnya tadi pagi.”
“Oh, benarkah?”

BRAAKKKHH!!

Baik aku dan Minjung membeku saat mendengar Kibum memukul meja rias. Dari pantulan cermin dapat kulihat Kibum menatap geram kepada kami.

“Sudah cukup. Meski kau memakai kaus bergambar mesum dimataku kau tetap bukan Jonghyun hyung!”

Kami berdua menahan nafas ketika dengan perlahan Kibum membalikan tubuhnya. Dimataku dia bahkan terlihat jauh lebih menyeramkan dibandingkan sadako yang sedang menirukan gerakan Kibum. Hantu berambut panjang itu berjalan perlahan menghampiriku dan Minjung, persis seperti apa yang dilakukan Kibum.

Dengan tangan yang dilipat didada, Kibum memancarkan mata kucing tajamnya padaku. Aku tak dapat melihat apa mata sadako setajam Kibum, karena seluruh wajahnya tertutup rambut.

“Kau tahu noona? Aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Tak bisa makan. Tak bisa melakukan apapun. Karena terus memikirkanmu, aku hanya diam didalam kamar seperti orang yang menyedihkan!”

“Tapi kau..”

“Kau tidak percaya? Berat badanku turun. Hara juga ikut kurus karena lupa kuberi makan!”

“Tapi, sepertinya warna rambutmu baru, lebih pirang.”

Aroma rambutnya saja tercium seperti shampo disalon-salon mahal. Saat pertama bertemu kupikir dia baru saja dari salon.

“Kau juga memakai lipglos, dan kuku-kukumu berkilau sekali. Kau baru melakukan pedi medi?”

Minjung membenarkan pertanyaanku. Jika benar Kibum tidak melakukan apapun. Seharusnya saat ini dia kusam dan berantakan seperti gelandangan. Sadako pun, menyerah untuk mengikuti gerak-gerik Kibum saat menyadari kukunya tak semengkilap kuku Kibum.

“Ya! Saat aku tahu Eusook noona akan kemari, aku langsung pergi kesalon untuk membenahi panampilanku! Apa aku tak boleh tampak rapih didepan orang yang kusukai?”

“Kau tidak boleh menyukai kakakmu sendiri!”

Mata tajam Kibum berpindah menyerang Minjung. Gadis itu tak gentar dan balas menatap sinis pada Kibum. Tak ada satupun diantara dua mahluk cantik ini yang mengalah. Mereka bahkan tak berkedip.

Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari Jonghyun dan teman-temannya. Tapi tidak kutemukan hantu mesum itu. Apa yang harus kulakukan disaat seperti ini? Aku butuh masukanmu Jjong.

“Akan kubuktikan kalau dia Eunsook noona.”

Tak sampai dua detik aku memalingkan wajahku. Saat aku meluruskan pandanganku kembali. Kibum sudah ada didepan wajahku, bibirnya sudah dimanyunkan hingga berbentuk hati. Semakin lama bibir itu semakin dekat dengan wajahku..
Apa yang dia lakukan?

“Ya! Biar aku saja yang membuktikan kalau dia Jonghyun hyung.”

Minjung menendang Kibum. Dengan kakinya yang panjang dia dapat membuat Kibum terpental membentur tempat tidur.

Sama dengan yang dilakukan Kibum, Minjung memanyunkan bibirnya dan siap menyerang bibirku. Ini lebih menakutkan. Untungnya, Kibum menarik pinggang Minjung dan menyeret gadis itu menjauhiku.

“Aku yang akan membuktikannya!”

Belum sempat Kibum melangkah mendekatiku, kakinya sudah ditahan Minjung sehingga keduanya terjerembab dilantai. Keduanya saling berteriak untuk minta dilepaskan. Mereka bertingkah seolah kucing liar yang sedang berkelahi. Bukankah mereka selalu akur sebelumnya?

“HENTIKAAANNN!!!”

*******

“Lalu siapa yang kau cium?”

Mengulang kembali kejadian tadi siang dalam ingatanku. Aku berteriak sekuat mungkin. Dan berhasil menghentikan perkelahian kekanak-kanakan antara Minjung dan Kibum. Aku menghampiri Minjung yang sedang mengunci tubuh Kibum agar tak dapat bergerak.

“Kau mencium Minjung? Kau serius?”

“Aku hendak menciumnya, tapi dia menghindar.”

Ekspresi Jonghyun justru tidak tampak kecewa. Sebaliknya, dia terlihat lega.
Dengan tersenyum lebar dia membuat beberapa baju dan barang melayang kemudian mendarat kedalam koper tuaku. Termasuk celana dalam dan kaus longgar yang biasa kukenakan untuk tidur.

“Untuk apa kau berkemas Jjong?”
“Aku juga akan pergi bukan?”

Aku lupa. Besok dia akan pergi, dan aku belum memberitahu nyonya Junah mengenai cerita kematian anak sulungnya.

“Jam berapa?”

Jonghyun tidak menggubrisku, jari telunjuknya terus bergerak seirama dengan peralatan mandiku yang melayang dan ikut masuk kedalam koper.

“Jjong ah. Jam berapa malaikat akan menjemputmu?”

Sungguh. Lelaki ini. Dia terlalu terobsesi dengan kegiatan mengemasnya. Tidak menggubrisku sama sekali. Dia pikir dia akan pergi kemana dengan barang-barangku?

Huh?

Barang-barangku?

“Ya! Kenapa barang-barangku yang kau kemas!!”

Tanganku hampir saja terjepit koper yang menutup dengan sendirinya. Aku gagal mengambil barang-barangku dari dalam koper yang juga milikku. Koperku bahkan mengunci dengan sendirinya.

“Aku tak punya barang yang bisa kukemas. Jadi kukemas saja barangmu.”

Kulepaskan cincin yang sudah beberapa hari ini melingkar dijariku.

“Ini. Ini barang milikmu. Ambillah.”

Menaruh cincin berwarna silver tersebut dilantai, kemudian menyodorkannya lebih dekat pada Jonghyun.

“Kau pikir aku akan membawa cincin itu mati bersamaku? Menyentuhnya saja aku tidak bisa.”

“Lalu untuk apa kau berkemas??”

“Agar terlihat keren saja.”

Disaat segenting ini dia masih bisa bergurau? Apa dia tidak tahu betapa khawatirnya aku? apa dia tidak dapat membaca ketakutan diwajahku jika dia pergi dan aku belum menyelesaikan semuanya?

“Cincin itu untukmu saja.”
“Apa?”
“Hentikan semuanya. Kembalilah menjadi Eunsook untuk Kibum. di akhir eksistensiku, aku tak mau menjadi kakak yang buruk.”
“Kau tidak mengerti, aku tulus ingin melakukannya. Lagipula, Kibum menyukaiku karena ilmu hati yang kau pelajari. Dia tidak sungguh-sungguh menyukaiku.”

Cincin yang kutaruh dilantai. Bergeser sendiri. Benda itu, mendekatiku.

“Mau kuberitahu satu rahasia?”

“Rahasia?”

“Aku tak pernah belajar pengendalian Hati.”

Maksudnya? Jadi selama ini Kibum tidak terpengaruh ilmu pengendalian Hati yang kusangka Jjong penyebabnya?

Aaaakkkkkhhhhh!! seharusnya aku senang tahu Kibum benar-benar menyukaiku. Tapi mengapa aku justru bingung??
Wajahnya, ketika aku akan mencium Minjung, tampak kecewa. bagaimana ini?

“Kibum menyukaiku?”

“Anggap saja, kau sudah mendapatkan restuku sebagai kakak ipar.”

Tapi. Tetap saja..
Ketika aku mengatakan hal yang sebenarnya. Bisakah Kibum masih menyukaiku? Atau justru mengirimku ke penjara?

Lupakan! Lupakan Kibum! Meskipun aku harus dipenjara. Kenyataan bahwa Jonghyun tidaklah bunuh diri harus diungkap.

“Tidak bisa! aku harus tetap menjadi Jjong dan mengatakan cerita yang sebenarnya pada ibumu.”

“Eunsook..”

Walau mereka akan membenciku. Dan kau juga akan membenciku. Jjong..

“Saat ini, aku ingin sekali memelukmu. Eunsook ah. Andai saja aku bisa.”

*******

Aku sudah mencarinya dimana-mana.

Dikamar mandi.

Dikamar Taemin.

Dipohon tempatnya berkumpul bersama teman-temannya.

Nihil.

Hawa hangatnya pun tak dapat kurasakan lagi disekitarku.
Tidak mungkin jika Jonghyun pergi tanpa berpamitan padaku. Masih ada yang harus kukatakan padanya. Aku belum meminta maaf padanya.

Jonghyun, kau dimana?

Angin menerpa wajahku, siulannya menembus telingaku. Daun kering menari bersama angin, ranting pohon-pohon yang bergerak ikut maramaikan suasana. Hanya sebatas itu, tempat ini sepi.

Perasaan macam apa ini?

Aku tak tahu harus mencarinya kemana. Kubiarkan kakiku terus melangkah. Isi kepalaku, terus memproduksi hal-hal yang tak ingin kupikirkan. Aku tak tahu arah, hanya ingin melangkah sementara mengingat dan membayangkan sesuatu. Bagaimana jika, malaikat itu menjemput Jjong saat aku tertidur? Apa aku, salah menghitung? Bagaimana jika batas waktu Jjong bukan hari ini, tapi kemarin?

Apa otakku memerintah kakiku untuk melangkah ketempat ini? Melangkah hingga kini aku berada dirumah keluarga Kim. Rumah yang besar, dan sepi itu semakin kentara.

Foto Jonghyun yang berdiri diantara adik dan kedua orang tuanya, terpajang begitu besar memenuhi dinding ruang keluarga. Melihat seringai khas Jonghyun pada foto keluarga itu, membuatku rindu padanya. Hah! Belum apa-apa aku sudah rindu pada hantu menyebalkan itu.

Tidak. Jjong belum pergi, aku belum boleh merindukannya.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki, aku menoleh pada seorang wanita yang menuruni anak tangga. Tersenyum menyambut kedatanganku.

“Apa Jjong kemari?”

Aku mungkin sudah gila menanyakan keberadaan Jonghyun pada nyonya Junah. Tapi bagaimana jika dia menemui ibunya untuk yang terakhir kalinya?

“Apa maksudmu? Bukankah kau Jonghyun?”

Dia berdandan cukup rapih. Berjalan perlahan menghampiriku, mungkin karena hak sepatunya yang terlalu tinggi. Matanya memancarkan kekhawatiran. Tapi tak merusak sisi manisnya.

“Aku tidak menemukan Jonghyun saat aku terbangun. Kupikir dia akan menemuimu.”
“Kau baik-baik saja? Apa yang kau bicarakan? Kau sudah menemuiku saat ini.”

Tidak datang. Jonghyun tidak datang kemari. Lalu kemana?
Apa benar sudah pergi? Jjong pergi dan aku belum memenuhi janjiku?

“Maaf.”

Matanya hangat. Tangannya erat merengkuh bahuku. Senyum wanita ini, terlalu baik untuk kuterima. Untuk siapa senyuman menenangkan itu? Untuk Eunsook? Atau Jonghyun? Jonghyun pasti akan sangat merindukan senyum wanita dihadapanku.

Ah sial! Senyuman itu mulai kabur karena air mataku. Semakin aku menahan rasa sesak didadaku, semakin air mata tak tahu malu ini turun bagai meminta belas kasih.

“Cengengmu tak pernah hilang. Apa yang kau tangisi? Aku senang kau pulang.”
“Joonghyun tak akan pernah kembali lagi~ huks. Ma.. hiks..maaf..”

Nyonya Junah, begitu merindukan anaknya. Aku yang sudah memisahkan keduanya. Aku jahat sekali. Seharusnya saat ini nyonya Junah sedang memeluk anaknya, bukan memelukku.

“Maaf.. huks. Seandainya sepatuku tidak terbalik.. huks. dan aku meninggalkan mini market lebih cepat, Jjong tidak akan salah mengambil kantung belanjaku.”

Aku merasakan pelukannya mengendur. Wajahnya sudah didepan mataku, aku masih dapat melihat senyum itu meski air mataku sudah sepenuhnya menutup mataku. Jari-jarinya menyeka air mataku. Membuat kering pipiku yang semula basah.

“Berhentilah menangis, aku tak mengerti apa yang kau katakan jika kau mengatakannya sambil menangis.”

“Jjong.. aku yang sudah membunuhnya. Huks. Huks. ”

Kini aku mengerti bagaimana perasaan orang yang Jonghyun sayangi, rasanya kehilangan seseorang yang kau sayangi.

……..

Jonghyun POV

Akhirnya dia tertidur. Setelah tenaganya habis karena menangis.

Gadis itu, membawa suasana duka kembali kerumahku.
Semua keluargaku menangis dibuatnya. Dia mengembalikan memori kematianku. Meski dalam versi yang aku sendiri baru mengetahuinya.

Aku tidak bunuh diri?
Aku dibunuh?

Aku tak mengerti mengapa Eunsook tak dapat melihatku lagi? Meski aku berteriak didepan wajahnya, dia tak lagi dapat merasakan keberadaanku.

Kibum, wajahnya merah sekali. Dia bahkan tak menangis sekencang itu saat aku mati. Dia bertumpu pada lututnya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Eunsook yang dibaringkan disofa. Pandangannya kosong. Apa yang dia lihat dari wajah Eunsook?

Dia tidak akan membenci Eunsook bukan?
Aku bahkan tak dapat membencinya, aku tetap menganggap semua ini kecelakaan. Aku merasa akan tetap mati walau saat itu aku meneguk cola. Mungkin aku akan tertabrak, atau tersengat listrik, atau terjebur ke selokan. Apapun dapat terjadi saat aku berjalan sambil tertidur.

Kupikir, eomma memang tak pernah menganggap Eunsook sebagai reinkarnasiku. Dia hanya menyayangi Eunsook seperti anaknya sendiri. Bukan sebagai Kim Jonghyun.
Sama seperti Minjung.

Ha! Jadi untuk apa Eunsook mengaku sebagai diriku?

Tampaknya, keluargaku lupa untuk mengantar kepergian Minjung di bandara.

“Saatnya pergi.”

Huh. Ini kejahatan. Aku harus pergi sekarang. Dan membuat Eunsook berfikir dia masih memiliki hutang padaku.
Mengapa justru kepada gadis itu aku tak sempat berpamitan?

“Ayo kita pergi.”

Itu peringatan terakhir. Artinya aku harus mulai mengikuti malaikat yang begitu terang didepanku. Malaikat tak tersenyum, juga tak marah. Kudengar malaikat hanya memiliki rasa setia pada Tuhan.

Aku terus berjalan. Hawa yang dingin. Sebuah gerbang cahaya menanti didepanku.

Setidaknya, aku sudah berpamitan pada Minjung.

*******

*********

“Tampaknya keluarga Kim tak dapat datang.”
“Begitukah?”

Kurang dari dua menit pesawat yang akan membawa Minjung ke Amerika akan lepas landas. Pandangan Minjung terus tertuju pada ribuan orang yang berlalu lalang. Masih berharap siapa saja akan muncul dari keramaian dan berlari kearahnya.
Siapa saja. Eunsook, atau Kibum. Siapa saja.

“Cepatlah masuk Minjung ah.”
“Sebentar lagi eomma.”

Rasanya hampa.
Dia tidak ingin pergi sebelum mengatakan sesuatu yang dipendamnya.
Sesuatu bahwa dirinya sudah dapat melihat Jonghyun sejak di trotoar bersama Eunsook. Saat dirinya menoleh kekiri dan menangkap bayangan Jonghyun disampingnya.
Rasa tidak percayanya yang membuatnya diam, dan justru memaksa Eunsook untuk mengungkapkan perasaannya seolah gadis itu adalah Jonghyun. Mungkin halusinasi.

Tapi mengapa halusinasi itu datang lagi saat eunsook hampir saja menciumnya? Itu yang membuat dirinya mengelak. Minjung melihat bayangan Jonghyun dibelakang Eunsook.

“MINJUNG NOONA!!!”

Seseorang datang.
Mata Minjung mencari sosok yang berteriak dan berlari kearahnya. Seorang lelaki dengan rambut pirangnya. Berlari kencang memanfaatkan tubuhnya yang ringan.

“Taemin..”

Bocah itu, kehabisan nafasnya. Dadanya naik turun mengambil nafas yang dalam.
Minjung terkekeh. Mengusap-usap puncak kepala Taemin. Bukan karena wajah bocah ini menjadi merah padam. Tapi karena tulisan pada kaus lelaki menggemaskan ini. ‘Minjung Lover’?

“Noona, kau jangan melirik lelaki lain disana. Saat kau kembali, aku akan menjadi seorang pria sejati, lebih berotot dari Jonghyun hyung. Percayalah.”

“Ahahahahah. Aigoo Taemin.. kau tidak perlu malakukannya.”

“Aku serius! Aku akan menjadi lelaki yang bisa melindungimu. Aku mencintaimu.”

Semburat merah muncul dipipi Minjung. Bocah ini, membuatnya malu dihadapan orang tuanya. Senyumnya menjadi canggung. Lalu teringat akan apa yang Jonghyun katakan padanya semalam.

Jonghyun berterima kasih karena Minjung menjaga perasaannya untuk Jonghyun. Dan berpesan, untuk mencari cinta yang baru. Karena Jonghyun akan benar-benar pergi.

Melihat mata Taemin yang berbinar. Dia terlihat tulus. Mengingatkannya pada seseorang.

“Taeminie~ sampaikan salamku pada Eunsook eonni. Sampaikan rasa terima kasihku padanya.”

Mengecup pipi Taemin. Memberikan senyuman manisnya sebelum membungkuk dan berjalan memasuki gerbang keberangkatan. Oleh karenanya Taemin membeku, melihat kepergian Minjung bersama orang tuanya.

Semuanya, adalah suatu permulaan.

-tamat-

77 responses to “(FF SWITCH GENDER) MY GHOST MY HERO part 7

  1. aish jinjayo unnnn!!!!

    gantung…!!!

    hyaaaaaaaaaaaa….=_=”

    jadi gitu toh…ketuker sama karbolnya eunsok…ckckckck…

    parah eh??

    ah sudahlah..

    unnn….jebal…
    lanjutin!!…ayo sequel!!

    hyaaa…!!!
    *peluk kaki unnie*

    kibum…ckckck
    naksir eunsook neh??
    kekekekeke..

    wah taemin..
    minjung lover…
    kya kya kya….di kiss minjung!!
    walaupun cumpa di pipi…XDXP

    yak unn!!
    ditunggu lanjutannya…
    hehehehe…

  2. eonni,,, mkasih atas lnjutannya.
    tp gntung critanya. aku jd sdih gk bsa bca ksah kibum ama eunsook kedepannya gmana. salut buat eunsook atas ushanya dia bsa mmbuat org yg dia cintai brbalik mncintainya…

    • satu lgi.,,
      ampe ngakak wktu baca ttg tato siluman ular ptih yg digmbar sndri ama eunsook. kekeke ketawa krna ngebyanginnya.

  3. Akhirnya di lanjut🙂
    Tapi ko gantung bgt?? Lanjut dong ka~
    Trus eonsok ama kibum gimana?? Trus keluarga jjong gimana?
    Ah~ gantung bgt T^T

  4. wuahhhhhhhhhhh…akhirnya terbit juga,,,,
    g nebak, ternyata jjong mlah minum pembersih lantai punya ensouk ya?maknaya dia yg bisa lihat jjong…ohhh,,,g sengaja tu bg jjong,,,maapin ajah ya…
    buttttt…ini g puassssss,,,,,,;(
    yahhhhhh….eonnie….!
    ini mah gantung,,,,,,,buatin ge donk, part key ama ensouk,,,ne,,,ne??
    pengen tau mereka ke depan ntar gimana?nc-a kan??..hahhaha ketahuan yadong…
    eon gimana skripsi mu,…?hahhahha

  5. ya allah ini lucu bgt hahaha demi apa jjong tega bgt bwt eunsook kena imbas dr permainannya sendiri…….. dan itu si sodako jd ciut krn kukunya gak se indah kibum wkwkwkwkwkwkwkwk…. anjir lucu bgt………
    kibum mukanya merah krn marah ama eunsook apa krn ikutan nangis brg eunsook kak???
    dan aku blm engeh (sampe part ini) knp jjong selalu ilang kalu eunsook dlm ke adaan genting gt ya??? jjong ilang kmn???
    sebenernya aku gak nuntut sequel kekeke krn gak tega jg peran eunsook sial mulu disini … jadi terserah kakak mw dibikin sequelnya or enggak… aku malah ngarep sequel ugly peach aja😀

  6. UNNIII………

    Ini belom beres…. Kibum ma eunsook nasibnya gmana??
    Ah unni..
    Jadinya mrka jadiankah atau gmanakah?
    Pandangan kosong kibum ke eunsook teh marah atau apa? Huhu…
    Belom beres ah, gmw tau… Bikin lanjutan kisah kibum ma eunsook.. After story atau epilog gtu..
    Hahaha.

    ANDDWAAAEEEE..!!!
    Jjong jangan pergi…
    Huks… Huks… Aq org yg paling gak rela kamu pergi jjong #loh
    haha…
    Trus knp eunsook g bsa liat jjong un?

    Itu apa baelah sadako muncul jd cameo.
    Haha.

    Ceileh taemin ama minjung. Jd minjung lover nie.. Haha.
    Akhirnya berani juga mengungkapkan perasaanmu, tae.
    Haha.
    Dan jangan buat dirimu berotot sprti jjong.
    Gak cocok. Haha..

    Yah akhirnya tulisannya -tamat- bukan -tbc-
    huhu.. Berapa lama qta berjuang baca nie cerita. Dr jaman aq msh les korea, ampe udh lulus kuliah dan skrng kerja. Lama bukan?? #lebay

    haha…
    Yg ptg akhirnya jjong menemukan jalan pulangnya. Haha.
    Chukhahae un..
    And gomawo dah nepatin janjinya😀😀

    eh d tggu loh epep baru lainnya.
    Huwahahaha…😄

  7. wktu byangin eunsook pk anting kepla tenggokr ma tato siluman ular putih yg dia bkin sndiri, enth npa aq pngen nyekek si jjong.. -_-
    eonnie tega bgt nyiksa eunsook dff ni, mn ending gk jls gtu eunsooknya jd ma kimbum pa gk, eonnie tega….😦
    paling gk sharusnya da kt eunsook jdian ma kimbum😦
    GALAU <– efek mrindkn abang onew
    ni ff bnr2 kyk rujak onnie, lucu, gila, sedih, sweet mpek nyesek..
    aq smpet ngs wktu eunsook crita jjong mau pergi slmnya dn ternyt dialah pnyebab jjong mati, tragis bgt..
    tp aq pling gk sk dbagian minjung pnggil eunsook oppa, bulu kuduku lngs mrindng *plak# abaikan
    yg bgian akhr tu dramatis bgt T_T
    mrasa da yg ganjil ma ni ff, shrusnya jjong yg jd heronya si eunsook npa mlh kbalik? hrusnya bkn MGMH tp eunsook my hero, haha *ngarang
    dg terpksa ku ktkn 'SEQUEL' msh gantung eonn,,
    dan akhir kata eonnie keren, ffnya keren, readernya jg keren*plak#apalah😀

  8. Teteeeh~
    Ini apaaaaa? Knp end?
    Knp di judulnya ga ada tulisan end *gapenting
    Trs knp jjong ga pamit ma eunsook?
    Jd knp jjong tiba” ngegrayangin eunsook, da hubungannya ma karbol ma cola jg?
    Pasti di dalam lubuk hati terdalam teteh inginnya sih ga ngegantungin yAa? *sotoy
    Tp dedikasi(?) Yang terlalu tinggi untuk di gantungin, jadiii aja.
    Selalu ngakak aku baca MGMH . Yaudah ditunggu ff yg bergenre rujak(?) Lainnya.

  9. Jadi gara2 salah belanjaan,.
    Terus kibum sama eunsook bagaimana?! Apa kibum marah sama eunsook?!
    Sequel ea.,
    Ceritanya bagus nieh,. (^_^)/~

  10. JENGJENGENG!!

    Ini tamat? Seriuskah? Epilog dong. Memperjelas hubungan Kibum-Eunsook. Yayayaya?

    Jadi itu yg menyebabkan Jjong negak karbol. Serba salah nanggepin fakta itu. Berasa konyol, tp ga tega ketawa karena menyangkut nyawa seseorang (?).

    Aku sih berharap ada epilog. Tp klo mau ditamatin disini jg aku terima ko, kan itu hak gey eonni sebagai author. Aku ucapkan selamat atas tuntasnya MGMH ini. Chukaeyo~!!

    Berarti abis ini waktunya si janda debut ya. Ditunggu selalu. SEMANGAT!!😀

  11. ini kpn d post,kmaren aku brkunjung gada ff baru,knp g pengumuman iiih…,
    ternyata,ketuker blanjaan Eunsook ma Jjong…
    selalu bkin ngakak guling2..,tp ending nya kyk drama korea,gantung,ma engga psti…
    bkin reader mikir sndiri ma m’ngira2 lnjutan’y…
    ini klo bkin sekuel hrs ada 2 cerita,cerita Kibum+Eunsook ma cerita Minjung+Taemin…
    #secara tdk lngsung minta sekuel…kekeke
    tp akhirnya tamat juga,aku seneng suamimu g lg gentayangan…
    ini cerita yg bagus,bneran genre’y kyk rujak bgt…asam,asin,manis,pedes,pait(?)…
    tumpengan gey ni ff akhirny beres syuting…^^

  12. Taemin pernah berkata, bahkan
    penjahat pun tak bernafsu
    padaku. Ya ampun segitu ga menariknyakah eunsook?? Jujur amat si tetem -__-
    wlopun eunsook itu ceroboh, ga sekeren dan sefamous Minjung tp dia punya kepribadian yg unik yg bisa bkin org lain jatuh hati #eaaa

    endingnya pasti gantung,, Selalu dan selalu.. Ini ga adil buat eunsook eon, hubungan bum-sook gaje masih awang2.
    Tp setdknya eunsook dah tau klo kibum jg suka ma dia jd pengorbanan dia slma ini ga sia-sia. Huee aku jd ikutan sedih😥

  13. ah demi apa ini gantung banget
    gmna itu nasib eunsook yg udah susah susah buat mengungkapkan misteri keamtian jjong
    terus nasib eunsook and kibum gmna ???????
    ya setidak na kita tau lah masih ada harapan buat taemin dapetin minjung stlh minjung balik dari amerika

  14. Akhirnya muncul juga nih si hantu gokil. Tetep ya bom mau berpulang aja pake acara berkemas segala. Dah gt yg dimasukin ke koper barang”nya eunsook. Tapi seneng deh kibum akihrnya nyaku klo dia naksir eunsook

  15. ghe, gatau knapa pas bc ni ff lier bgt… ga paham2 pdhl sampe 2x baca. kayanya karena hati aku ga nerima jinki jd cewe trus distimulasi ke otak untuk menolak ni ff. jd sumpah ga paham… ya allah… kayanya hati dan pikiran saya da bersekutu bwt sukanya ma onkey and jinboon aja ya…. something wrong with my brain…. maaf ya… tp ff yg lain aku suuuuukkkkaaaaaaaa bgt ^^V

  16. eh?!naha jadi ngagantung kieu???? ahhh embung aing mah!!! gege ah ngagantung na maksaaaa…. g mau ah!pgn ad sequel nya kejelasan hubungan kibum n eunsook. aku bisa lebih nerima klo ending nya eunsook bunuh diri(?) yg penting jelas. pokoknya sequel! ayolahhh,gege… ayolah… #colek2 gege pake duit segepok

  17. hiyyyaaaa…. kok END sih,, pis kelarin dong..
    nasibnya kibum ma eunsook gmana????
    ayolah.. kelarin kak..
    plis plis..
    gantung asli..
    yah yah???
    *nyodorin lolipop*

  18. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    *huruhara*

    UNNIIIIIHHHHH!!! GAK TERIMA ADA TULISAN ‘END’!!!
    LANJUUUUTTT!!! GMN NASIB EUNSOOK??????

  19. yahhh..eunsook sama kibum nya ???
    ternyata yg bkin mati si jjong adalah eunsook, lol
    penasaran kyk gmn si eunsook, byangan ak kok dia jelak #digamparjinki
    habis di ff ini, tangan bantet, gendut, mata sipit. wkwkwkwkw

  20. huaaaaaaa itu nasib eunsook gimanaaa eonn??? gantung bangeeettt ToT
    gak puaaassssss…. tanggung jawaaaaabbb!!! #bawagolok
    harus ada lanjutannyaaaaa!! harus tau nasib eunsook selanjutnyaaaa!! harus ada sekueeeellll!! hueeeeeeee T________T #gulunggulingnangisbombay

  21. uniie kok ngegantung (?)
    itu sii kibum uda jadian sama eunsook noona?
    ayokk dilanjut dikit lagi sampek happy ending ya :))

  22. AAAAAAAAA…… KEMANA LANJUTAN EUNSOOK SAMA KIBUM?!!!! KENAPA JADI GANTUNG BEGINI?? TIDAAAAAAAAAAAAAKKKK SEQUEL NYA DONG UNN.. T_T JEBAAALLL

  23. eonni andweeeee T,T
    Jujur, klw ending ny begini, eonni jgn post dulu dah ,g,h ny T,T
    Ini lbih mnyakitkan dibanding nungguin lanjutan ny d hari2 kemaren, plng ga kisah eunsook ama kibum kyak 2min, wlopun ga resmi pacaran,, apa arti pandangan kibum k eunsook yg kecapean nangis itu????
    Apa yg bakalan dkatakan ortu eunsook???
    Apa eunsook hrus nanggung rasa brsalah ny seumur hidup?? Dri awal dia emng uda mnderita unnnnnn~
    Klw dsuruh ngbayangin sndiri lanjutan ny, aq ngbayangin eunsook akn brakhir d rumah sakit jiwa,,
    Klw emng bgini kjadian ny, ff mgmh yg awal ny ada d posisi prtama d hati aq, turuuuuuuuuuun k peringkat 15 T,T
    Eonni jeballll T^T

  24. akhirnya ini tamaaaat dan akhirnya ini nggantuuuuuuuung arghhhh frustasi baca ff kak gey =_=

  25. ending nyaaaaaaaaaaaaa kok gini ?? T______________T

    terus gmn sama Ensook dan Kibum ???? huhuhuhuh

  26. Llooohhhhh ini end !!
    Aahhh kisah bumseok nya gimana kaaakkk~
    Ini msh butuh sequel la kaakkk~
    Itu ad” aja sadakonya lucuu aahhh~
    Gemesin crtanya! Jjong kocak ya ampuuunnnn~
    Tp ini akhirny jong gg pamitan ya sm eunsook, yaaa~

  27. whuaaaaaaaaaaa…..gak kepikiran crtnya jd ky gini….adudududhhh….eunsookkkkk…sini peluk aku ajah…*maunya…lanjooot eonn

  28. onnie, mau protes akhirnya gantung gak jadi dech hehe…
    soalnya udah telat ak bacanya, onnie udah publish after storinya…
    udah ya onnie, mau baca dulu after story-nya wkwkw….
    mian, komen gak penting bgt.. T.T

  29. huwaaaaaaaaaaaaaaaa..hikss.hikss,,
    jadi jjong ga smpat pamit nih sm eunsook,,
    sumpah pas baca part ini berasa bgt sedihnya,, gmana perjuangan eunsook buat jjong karna merasa bersalah udh bkn jjong mati.. Jujur kalo aq jd eunsook pasti ga sanggup.. Hidup eusook kasian bgt sih..
    Knapa pas akhir jjong ga bs dilihat ma eunsook sih?? Kerasa bgt btp sedihnya jd eunsook pas harus ga bs liat jjong lagi..
    Pokonya ff ini daebakk walau konyol tp ttp dpt sedihnya..

  30. Jdiii,,, pembersih lantai itu pnya eunsook, ketuker sma colanya jjong??
    Rada sedih d part ini! Eunsook yg bner2 kehilangan hantu jjong yg bawel bin mesum #plakk
    Tatto siluman ular putihnya eunsook itu sesuatu bgt deh unn! Bikin ngakak! #Lol
    Si kibum, kesalon demi eunsook? Cieee….

  31. Ping-balik: LIBRARY | blinggey·

  32. hhem,,,aku g kawatir sih amma endingnya karna udah duluan bac yag part 7.5 hahhha
    tapi salut bgt ma ensook bener2 memegang janjinya,,,
    udha lah jjong relakan akan minjung ama minnie,,,,hehehh

  33. sungguh sesuatu baca ff ini (?)
    konyol,lucu,romance(?) hahaha tau ah bingung mau komen apa skarang baca after story nya dlu :p

  34. huuaaa … sad ending for my jjongie .
    kirain jjong bakal bangun dari kubur and hidup lagiii …

  35. aduh udah ending aja,,’
    key ama eunsook apa kabarnya?
    apakah keluarga jong pada kga marah ama eunsook..
    gantung endingnya..

  36. Jeongmal gomawo onnie akhrny ni ff d lanjut jg
    #popo onnie (″˘ з˘)( ˘ε ˘″)♏müαcĥ….

    Hadeh kesian amt si Eunsook klw jln dg Minjung hrs ngankak mulu😄

    Ith klnjtanny Eunsook gmn donk??
    Klw gth aq k next part ajh dg, pay pay

  37. seneng bgt kak akhirnya ff ini dilanjutin.
    ya ampun, ya kali tato siluman ular putih, ga ada yg lebih ‘unyu’ lagi tato nya???
    antara ngakak, sedih, sama bahagia.
    haha, ganteng2 temenannya sadako and friends. itu sumpah kocak bgt yg scene di kamar minjung.
    sedih. sedih pas tau eunsook mau rela jd jjong sampe di bully temen sekolah. sial bgt nasib dia. deket sama cowok populer. (taemin) salah, cewek populer juga salah. tapi aku gatau itu nasibnya eunsook gmana pas abis cerita kalo dialah yg bunuh jjong.
    senang. akhirnyaaa eunsook berani bentak taemin. itu yg aku tunggu2, kapan ini orang mau tegas sama taemin.
    trus seneng juga pas key ngaku suka!!!
    mau lanjut baca 7.5 (?) ah

  38. ternyata itu bukan murni kebodohan jonhyun ya….
    kalau ini udah end berarti yg part 7.5 itu after story ya eon….
    aku mau lanjut dulu ah kalau gitu…

  39. wuah… si jjong bukan bunuh diri…. dia cuman salah minu toh..

    eon nieh belum end kan soalnya masih gantung nasibnya eunsook and kibum..???

  40. part ini walau ada lucux masih terasa sedikit sedih😦

    eunsook tidak bisa melihat jonghyun lagi. apa karena minjung bisa melihat jonghyun maka eunsook tidak bisa. kasihan eunsook

    aigoo…..taemin sangat gentle. hahahahahahaha

  41. arghhh kenapa ending nya gantung begini…
    ternyata cairan pembersih yg d minum jjong pnya eunsook
    hmmm, part ini bikin perasan campur aduk
    tetep lucu tapi ada sedih nya jga…

  42. Akhirnyaa~
    pengen tau kelanjutan bumsook gimana??
    Jadi ini emang ada benangmerahnya kenapa jjong datang ke eunsook dan akhirnya jjong bisa tenang ninggalin dunia huks
    byebye jong! #eon jangan kejer ya ditinggal jjong
    semangkkkaaa

  43. gini nih….kalo lupa nyeting update-an lewat email….ketinggalan jauh….
    dikit-dikit bawaannya pengen ngakak….
    tapi untung masih sadar kalo ini udah jam 2 lewat….

  44. saya lupa kapan terakhir mampir ke page ini, sudah lama sekalee…
    dan akhirnya mgmh part 7 brojol~

    part ini nggak cuma buat saya ngakak tapi juga buat saya nangis.. hoek 😥
    kasian eunsook, dia nggak sengaja
    jjong semoga tenang di alam sana…

  45. jinjja???jinjjayo????
    nie bner2 END oen??????????????????
    hweeeeeeeeeeeeeeeee~
    T^T
    truz tu gmna nasin bumsook????
    saya kgk kuat!!!!!!!!!!!mewek!!!!!!!!!!!!!!!!!!!*sroooott
    jjong~,,hweeeeeeeeeeeeeeeeee~~T^T
    saya sedih jjong mesti pergi…
    pdhal saya baca sambil dengerin shinee-kiss kiss kiss tapi feel sedih nya ttp dapet…
    huhuhuhuhwaaaaaaaaaaaaaaaa~
    umma~,,jjong nya mati!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  46. hyaaaaa~
    tamat???
    Loh terus si eunsook ama key gmn???
    aaaah sedih jjongnya pergi😥

    ternyata..
    biangnya si eunsook -___-”
    apa pula ini belanjaan ketuker?
    hadeeeh~~

  47. Yaowoh sesuatu yah part ini……..nano-nano bngtlah……..
    Eunsook jd ngerasa bersalah gitu,,
    Ini kecelakaan~
    Yah knp justru di akhir kepergiannya jjong gak bisa terlihat sama eunsook??
    Kibum beneran suka yah sama eunsook nuna??
    Tetem!!akhirnya kau berani jg menyatakan perasaanmu sendiri pd minjung nuna…!!

  48. kak ghea. . .

    tanggung jawab kak.

    tiap baca ff ini, aku kayak mimpi.
    campur aduk perasaan aku.

    ff ini kalo dibikin film pasti seru.
    serius kak.

    ceritanya ringan tapi berkesan.

    ah pokoknya seru.

    dibikin film kak.
    hehe

    cari sutradara yang mau bikin ni ff jadi film.

  49. ahhh terharu akhirnya semua selesai meskipun berat banget buat eunsook :””) kejadian pembersih lantai sama cola kan nggak sengaja jadi ga ada yang bisa nyalahin eunsool juga, ahhh tau gak sih sedih banget pas eunsook ngakuin perbuatannya itu, rasanya tuh kayanya plong banget gitu ahhhh eunsook-ah i’m with you :’)

  50. Dan gelar ‘oppa’ yang diberikan Minjung padaku, seperti beban. Setiap kali mendengar kata itu dari mulutnya, membuat langkahku menjadi sedikit mengangkang.

    summpa ngakak banget pas baca bagian ituh ,,

    ini endingnya gimanahhhh ????
    nasib eunsook gimanaaaahhhhhh ????

  51. cerita ini dari awal sampai akhir bikin ngakak..
    eunsook kenapa memilih berpakaian seperti jjong? –”
    itu pas jjong masukin baju-baju eunsook ke koper. alamak sukses bikin ngakak..
    minjung dan taemin bersatu. lucu.
    yang cewek tinggi yang cowoknya pendek.. hihi

  52. Aishhhh oen part ni rame rasax
    #kyak nano2

    Awlx lucu bkin ngakak pa lg pas d bgian permainan tu sumpah lucu bnget… Dtmbh lg si shadako yg niru tingkah Kibum tp nyerah kalah cm krna kuku
    #jlas shadako klah lah wong pas oenni bwt ni FF kgak blang2 ma shadako klo Kibum mau pamer kuku wkwkwkwkwkwk
    Smkin kbelakang smkin tegang pas si Jjong ilang trus Eunsook ngaku ksalahanx…
    Tapi..tapi crita BumSook gmn oen???
    #Ghea oen : penasaran?!? Baca aja part slanjutx..
    Kekekeke

  53. Nahhhhh kn ud pernh bcaaaa…..

    Yg pntg ntr ensook m kibum bklan jd psangan..
    Biarpun mkirrr ksian m ensooknyaa…cntikan cowny drpd dy sndiri..
    Kekekeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s