(FF SHINee STRAIGHT ONESHOT) NOONA NEOMU YEPPEO


Main Cast:

  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

 

Genre: Mix

Rating: G/PG/NC

Leght: Oneshot

Author: Kim Jonggey (기)

 

Annyeong~

Mianhe FF ini ngaret. ^^

 

 

I’M YOUR HERO (Romance)

Taemin POV

 

Sudah dua minggu ini aku selalu pulang lewat perumahan sepi ini. Walaupun menambah setengah jam untuk sampai dirumah, tapi aku akan pulang dengan berseri.

 

“Kyyyaaaa!! Hentikan!”

 

Aku tidak tahu ada yeoja yang mudah dibully seperti sunbaeku ini. Bahkan bocah ingusan pun bisa dengan mudahnya mencegatnya ditengah jalan dan mengusilinya.

 

“Andwee!”

 

Hanya dapat berteriak dan mempertahankan roknya agar tidak tersibak terlalu atas. Bocah-bocah tengik itu semakin bersemangat menyibakan rok yeoja itu takala yeoja itu berteriak.

Entah sejak akpan aku menjadi sedikit cabul. Aku menunggu sampai aku dapat melihat apa warna celana dalamnya barulah aku menolongnya.

 

“Kyaaaa!!!”

 

Baby blue! Padahal aku mengharapkan polkadot.

Baiklah sekarang saatnya menjadi pahlawan.

 

“YA! HENTIKAN!”

 

Hanya dalam sekali gertakan bocah-bocah dekil itu lari terbirit-birit. Dan sekali lagi aku mendapatkan senyuman terima kasih. Manis sekali.

 

“Taemin goon! Gomawoyo~”

“Gwenchana Seoyon noona. Aku hanya kebetulan lewat.”

Yah~ kebetulan yang kuatur setiap hari.

 

“Apa rumahmu disekitar sini? Kita sering sekali bertemu.”

“Aa. Ahni! jalan menuju rumahku sedang dalam perbaikan, jadi aku memutar jalan.”

“Ohh. Kau mau mampir kerumahku?”

“Tidak usah. Aku harus buru-buru pulang.”

 

***

 

Plllaaakkk!

 

“Berhentilah bersikap manis didepan Minho! Kau menjijikan!”

“A.a.aku..”

“Cih! Aku muak melihat tampangmu yang pura-pura lemah!”

 

Aku geram melihatnya tidak membela dirinya sendiri. Hanya bisa tertunduk menahan tangis akibat tamparan yang cukup keras menurutku. Terpojok ditembok belakang gedung sekolah.

 

“Dengar ya Min Seoyon! Jangan dekati Minho lagi! Arraso!!”

“N.n.ne~”

 

Mengapa Seoyon noona tidak boleh mendekati Minho hyung? Noona-noona itu hanya melampiaskan kekesalannya tidak bisa mendapatkan Minho hyung dengan menyiksa setiap yeoja yang mendekati Minho hyung. Bagiku mereka hanya memperlihatkan kelemahannya saja.

 

“JANGAN PERCAYA! Dia pasti akan mendekati Minho dibelakang kita!”

“Ne! beri dia pelajaran sebelum dia mendekati Minho lagi!”

 

Wae? Bukankah Seoyon noona sudah bilang tidak akan mendekati Minho hyung? Ada apa dengan pendengaran noona-noona itu!

 

Ulat?

Mungkin ulat ini bisa mengusir noona-noona itu.

Aku petik daun beserta rantingnya yang menjadi tempat beristirahat ulat bulu ini. Aku membidik terlebih dahulu agar ulat ini jatuh tepat dikepala noona yang berpita merah yang kurasa adalah pemimpin geng.

Setelah yakin dengan targetku, kujatuhkan ulat beserta daunnya.

 

Puukk~

 

“KYAAAA!!! ADA ULAT DIKEPALAMU!!”

“KYAAA!!!LEPASKAN ULAT INI DARI KEPALAKU!!”
”KYAAAAAAAAAAA!!!!”

 

Kekekeke.. sungguh aku sangat menikmati pemandangan dibawahku ini. Noona-noona itu bergidik lari menyelamatkan diri dari seekor ulat bulu.

Seoyon noona masih berdiri didekat tembok. Memandang heran yeoja-yeoja yang baru saja akan membullynya lari ketakutan.

 

Hup~

 

Buughh!!

Suara dentuman dari kakiku yang menapaki tanah membuat Seoyon noona menoleh kearahku.

 

“Taemin? Jadi kau yang melakukannya?”

Kujawab dengan tersenyum seraya menerima uluran tangan dari Seoyon noona untuk membantuku berdiri.

 

“Taemin? Jadi sedari tadi kau ada diatas pohon ini?”

“Ne~ dan noona-noona itu mengganggu pemandanganku dari atas pohon.”

“Gomawo Taemin goon.”

 

Dia tersenyum lagi. Aku suka dibayar dengan senyuman. Walau tak ada pelukan atau ciuman terima kasih, tapi senyum saja cukup bagiku.

 

***

 

Hari ini terjadi lagi.

 

“Hiks. Hiks”

 

Aku hanya dapat mengelus rambutnya, aku tidak dapat membuat air matanya berhenti.

Entah bagaimana aku dapat menemukannya yang dikurung didalam gudang sekolah.

 

“Kenapa mereka begitu bersikeras kalau noona menyukai Minho hyung?”

 

Hanya mengelengkan kepalanya dalam dekapanku. Masih terisak.

Gosip kedekatan Minho hyung dan Seoyon noona semakin terdengar jelas dipenjuru sekolah. Aku sempat mempercayai gossip tersebut mengingat setiap detik aku mendengarkan orang-orang membicarakannya.

 

“Apa kau benar-benar sudah berpacaran dengan Minho hyung noona?”

“Ahniyo~ aku bahkan tidak mengenalnya.”

 

Tentu saja aku percaya. Karena Minho hyung pasti memberitahuku jika dia sudah memiliki yeojachingu. Haaaahhhh..Ternyata selain mudah dibully, Seoyon noona juga mudah dijadikan bahan gossip.

 

“Gomawo~ Taemin goon.”

 

Tangannya melingkar dipinggangku. Kepalanya disandarkan didadaku. Aku yakin noona pasti dapat mendengar jantungku yang berdetak kencang.

 

“Hihihihi, dadamu bergemuruh Taemin.”

“Ne.”

Pelukannya semakin erat. Tubuhku semakin kaku. Aku takut untuk bergerak, bahkan tidak mau bernafas.

 

“Gomawo. Karena selalu menyelamatkanku.”

“Ne.”

Aku tidak tahu harus berkata apa. Lidahku seperti terkunci.

 

“Jika ada Taemin aku tenang. Karena akan ada yang selalu melindungiku.”

 

Suasana macam apa ini? Kenapa begitu hening? Aku dapat mendengar detak jantungku sendiri.

 

“Taemin goon. Kau mau terus menjagaku seperti ini?”

“Ne.”

“Yakseok?”

“Ne.”

“Gomawo~ kau namjachinguku mulai saat ini.”

 

Mwo?? Kenapa gudang ini terlihat seperti padang bunga?

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

 

WHAT I SAW IS NOT YOU (Mistery)

Minho POV

 

Tap tap tap

 

Satu persatu kakiku menaiki anak tangga.

 

Splaasshh!

 

Walau sepatuku terkana cipratan air dan menjadi kotor, aku tidak peduli. Aku harus cepat berada di jembatan penyebrangan sebelum pukul delapan malam.

 

Itu dia.

Cantik dalam balutan dress kuning gading dan jaket birunya. Duduk dihalte bis sendirian. Dari atas jembatan penyebrangan dapat kulihat jelas sosoknya yang sangat cantik. Dari sini pula pertama kali aku menemukannya. Wajahnya berseri, seperti menunggu seseorang yang sangat special baginya menjemput. Beruntung sekali namja yang akan menjemputnya.

 

“Minho hyung?”

Sebuah tangan menepuk bahuku. Aku menoleh kebelakang dan menemukan Taemin.

 

“Minho hyung? Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang_ hey! Kau baru pulang pada malam hari! Dari mana saja kau Taemin?”

“Hehe. Aku baru saja pulang kencan dengan yeojachinguku.”

“Sejak kapan kau punya yeojachingu Taemin?”

“Rahasia.”
”Ya!”

“Ah! Aku harus segera pulang! Umma akan memarahiku.”

“Benar~ cepatlah pulang anak mamih.”

“Ya! Hyung! Kau tidak akan melompat kebawahkan? Akan kuberitahu bibi kau akan bunuh diri.”

“Aisshhh! Siapa yang mau bunuh diri!”
”Ahahahahah! Annyeong hyung!!”

 

Dasar bocah! Menggangguku saja.

 

Eh? Yeoja itu sudah tidak ada ditempatnya saat aku kembali menoleh. Kulirih jam tanganku dan sudah pukul delapan lebih. Lagi-lagi aku tidak cukup beruntung untuk melihat siapa namja yang menjemputnya.

 

***

 

Criiingg~

 

“Selamat datang”

 

Akhirnya aku menemukan tempat dimana aku bisa menemui yeojaku. Dia seorang noona. Karena hanya orang yang sudah lulus SMA yang dapat bekerja paruh waktu di toko roti ini. Toko roti yang tidak jauh dari hate bis.

 

Kuambil nampan dan mulai berkeliling memilih roti. Dari sela-sela rak yang penuh dengan roti aku mencoba mengintip kearah kasir. Dia terlihat lebih cantik dari dekat. Baru kali ini aku melihatnya tersenyum. Yeppeo~

 

Jantungku berdebar kencang saat berjalan mendekati kasir. Senyum lebarnya ditunjukan untuk menyambutku.

 

“Ada lagi yang bisa saya bantu?”

“Ti.tidak ada.”

Aisshhh pabo! Kenapa harus segugup ini!

 

Jari-jarinya menari diatas mesin kasir. Memasukan satu persatu roti yang kuambil asal kedalam kantung plastik.

 

Cho Aemi

Nama yang cantik.

 

***

 

Aku sudah gila.

Tidak cukup hanya dengan mengintainya ditoko roti. Aku kembali berniat memata-matainya dari atas jembatan penyebrangan. Tapi sayangnya malam ini dia tidak ada di halte bis seperti biasa.

Apa dia pulang lebih awal?

 

Jadi hari ini pulang dengan tangan hampa.

Eh? Langkahku terhenti ketika mataku mendapati sesosok yeoja dengan balutan dress putih. Aku dapat mengenali sosok itu walau dari kejauhan. Tentu saja, dia Aemi noona. Tapi kenapa dia berdiri didepan toko roti? Kenapa tidak menunggu di halte saja?

 

***

 

Siang ini gara-gara Kibum aku tidak dapat pergi ketoko roti. Kibum terus mengoceh sepanjang hari pada rapat OSIS. Aku tidak mengerti kenapa namja seperti Kibum dapat menjadi ketua OSIS.

Kulihat jam dipergelangan tanganku. Sudah sore terlalu cepat untuk makan malam dan sudah terlambat untuk makan siang. Kepala, perut dan kakiku seakan menyuruhku untuk pergi ketoko roti. Membeli beberapa roti untuk sekedar mengganjal perut sebelum makan malam.

 

Degh.

 

Dadaku bergemuruh ketika melihat Aemi noona berdiri didepan toko roti. Tapi, bukankah ini bukan jamnya pulang kerja. Dia tampak pucat dan tidak sehat. Mungkin karena itu dia pulang lebih awal.

 

Kuberanikan diriku untuk menyapanya. Terlalu nekat memang. Dan dia pasti tidak akan mengenaliku walau aku bilang kalau aku adalah namja yang membeli roti kemarin. Aku takut dia jatuh pingsan karena wajahnya sudah sangat pucat.

 

“an.Annyeong~”

 

Tidak menggubrisku. Hanya diam menatap jalanan yang terletak didepan toko roti.

 

“Apa kau sakit?”

 

Sama sekali tidak menganggapku ada. Aku semakin khawatir dibuatnya.

Tidak tahu apa yang harus kulakukan maka kuputuskan untuk memanggil rekan kerjanya didalam toko. Mungkin saja salah satu dari mereka bisa mengantarnya pulang. Atau setidaknya membujuknya untuk duduk didalam saja.

 

Degh!

 

Aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat didalam toko roti. Seluruh tubuhku tak dapat kugerakan. Jika Aemi noona masih tersenyum kepada pelanggannya dikasir, lalu siapa yang berdiri didepan toko roti?

 

***

 

“Kau yakin Minho?”

“Aku sangat yakin.”

“Kau tidak sedng menakut-nakutiku kan?”

“Ahni! Aku sangat yakin Kibum ah.”

 

Aku menceritakan apa yang kualami kemarin kepada Kibum. Karena Kibum adalah sepupu Aemi noona. Aku mendapatkan informasi tempat bekerja Aemi noona darinya. Aku memang terkejut saat melihat foto Aemi noona berada dijurnal Kibum.

 

Kibum terlihat lemas setelah mendengar apa yang sudah kuceritakan padanya. Itulah yang kurasakan saat pertama kali medangetahui kalau yang kulihat kemarin adalah, doppelganger Aemi noona. Jika kita melihat doppelganger seseorang, maka hidup orang tersebut tidak akan lama lagi.

 

“Chakamma! Kau bilang selalu melihatnya di halte setiap pukul delapan malam?”

“Ne. setiap pulang dari tempat les aku selalu melihatnya menunggu di halte.”

“Tapi, sift Aemi noona selesai pukul Sembilan malam.”

 

Mwo? Jadi maksud Kibum kemarin bukanlah pertama kali aku melihat doppelgangernya? Doppelgangernya sudah semakin dekat dengan Aemi noona.

 

***

 

Aku menerima pesan dari Kibum kalau Aemi noona tiba-tiba jatuh pingsan didepan pintu toko roti saat dia hendak pulang. Noona dilarikan kerumah sakit. Perasaaku berkata kalau Aemi noona sudah bertemu dengan doppelgangernya.

 

Sekuat tenaga aku berlari menuju rumah sakit. Aku memang bukan siapa-siapanya Aemi noona. Berkenalanpun kami belum sempat. Tapi aku merasakan ada sesuatu didalam hatiku yang berduka mengetahui noona terbaring koma dirumah sakit.

 

Degh!

 

Aku melihatnya lagi. Aku melihat doppelganger Aemi noona berjalan melewati lorong rumah sakit. Tanganku bergetar dan tengkukku terasa dingin saat doppelganger melewatiku. Kembali kakiku tidak dapat digerakan.

 

Drrttt~ drrttt~

 

Tanganku lemas. Aku berusaha mengangkat telefon tanpa menjatuhkannya.

 

“Hallo Kibum?.”

 

Degh!

Yang baru saja melewatiku bukan doppelganger. Tapi Aemi noona. Dia sudah tidak ada.

 

 

*(dolpenganger: sesuatu yang menyerupai seseorang -seperti kembaran- jika seseorang melihat doppelgangger orang lain, maka hidup orang lain tersebut tinggal menghitung hari. Dan jika orang yang memiliki doppelganger tersebut bertatap muka dengan doppelgangernya, maka dia akan mati)

 

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

NOONA DRIVE ME CRAZY (Romance Comedy)

Kibum POV

 

“Jangan makan terus! Berat badanmu bisa bertambah!”

“Aku belum makan dari pagi! Kau mau aku mati huh?”

 

Ck! Kenapa tidak pernah mau mendengarku. Jika dia gendut aku juga yang akan kena batunya. Tidak ingatkah dia saat beratnya naik empat kilo? Aku hampir dipecat dari jabatanku sebagai ketua OSIS karena kabur dari rapat demi mencegahnya bunuh diri.

 

“Kibumie~ belikan aku boneka beruang yang besar itu ya?”

“Mwo?”

 

Aku mengikuti arah telunjuknya keseberang jalan. Sebuah toko pernak-pernik yeoja dengan banyak boneka beruang terpajang dikaca display tokonya. Diantara boneka-boneka kecil yang terdampar dibawah, berdiri kokoh sebuah boneka beruang besar berwarna putih tampak seperti sudah menghabisi semua boneka-boneka kecil disekelilingnya.

Aku yakin boneka itu sangat mahal.

 

“Bukankah baru saja kubelikan noona tas kemarin?”

“Tapi, Kau belum pernah membelikanku boneka~”

 

Assshhh! Usianya sudah dua puluh dua tapi kelakuannya seperti dua belas tahun. Menyerangku dengan puppy eyes dan menggoyangkan tanganku. Aku ingin sekali membelikannya boneka raksasa itu, tapi aku hanya anak SMA. Bahkan aku menabung dua minggu dan memijat kaki umma agar dapat membelikannya sebuah tas.

 

“Kibumie~ belikan ya? Ya? Ya?”

“Iya iya baiklah. Akan kubelikan. Tapi tidak malam ini.”

“Jinjja? Gomawo~”

 

Chu~

 

Inilah yang menumbuhkan semangatku untuk kembali menabung. Kecupan dipipi saja sudah seperti bahan bakar untukku berjuang selama dua minggu.

 

***

 

Huwaa~ aku bisa menjadi namja jantan jika setiap hari berjalan kaki kesekolah. Ternyata sering berlari kesekolah untuk menghemat uang ongkos juga bisa menumbuhkan otot lengan dan perutku (?). Daebak! Akan kupamerkan kepada Eunsook noona.

 

Ah! Sudah satu minggu aku tidak bertemu dengannya. Dia sibuk dengan kuliahnya, dan aku belum mengumpulkan cukup uang untuk membelikannya boneka.

Aku mulai merindukannya. Ahni! Sangat merindukannya. Memang sudah malam. Tidak salah kan jika namja chingunya ingin bertemu?

 

Aku menekan tombol redial. Karena yang sering dan terakhir kuhubungi adalah nomor yeojachinguku.

 

‘nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan’~

 

Mwo? Kenapa selfonnya dimatikan? Mungkin baterainya habis. Hey, aku bisa menghubungi nomor rumahnya bukan?

 

 

Jika aku seorang yeoja maka saat ini aku akan menangis. Mungkin akan berlari kekamar dan menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, kemudian membenamkan kepalaku dibantal. Masalahnya aku adalah aku seorang namja (yakin lo?), aku akan habis diolok-olok Jonghyun hyung jika aku menangis. Dan mungkin saja hyung akan menyebarkan fotoku dengan wajah yang sembab bagaikan ikan bakar. Kemudian reputasiku sebagai ketua OSIS akan hancur.

 

Aku bersembunyi dibalik orang-orang yang mengantri untuk membeli tiket film midnight sambil menutupi kepalaku dengan hoody. Eunsook noona berjalan -bersama seorang namja entah siapa- melewatiku tanpa menyadari penyamaranku. Mengamit lengan namja itu dan berbagi chips.

 

Benar apa kata umma Eunsook noona. Noona sedang pergi berkencan dengan seorang namja. Aku memang seorang namjachingu yang tidak diketahui keberadaannya oleh calon mertua. Jadi ini alasannya kenapa noona memilih untuk backstreet denganku? Dia memiliki namja lain. Namja yang lebih matang dan berdompet tebal?

 

Tapi bukan Kim Kibum sang ketua OSIS dongsaeng dari Kim Jonghyun jika menyerah begitu saja. Akan kutunjukan apa akibatnya jika berhadapan dengan Kim Kibum.

 

***

 

Hari ini kupaksakan untuk tetap membuka mataku ditengah-tengah upacara penyerahan pengurusan OSIS pada hoobae murid kelas dua dikarenakan kelas tiga akan menghadapi ujian. Aku bahkan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menguap.

 

Semalam aku tidak tidur sedetik pun. Menyiapkan suatu rencana untuk siang ini.

Setelah kemarin malam berhasil menyabotase kencan yeojachinguku sendiri dengan namja lain, siang ini aku akan melakukan sabotase yang lebih dahsyat.

Lebih dahsyat dari sekedar menyamar menjadi hantu loncat dan membuat seluruh penghuni bioskop lari tunggang langgang. Atau menghiasi mobil namja pengganggu yeojachinguku dengan daun kering, batu kerikil serta dua tangkai bunga mawar, sehingga Eunsook noona tidak sudi diantar pulang menaiki mobil itu.

 

“Kibum!”

“Ne?”

“Kau dipanggil sedari tadi.”

 

Aku baru tersadar ternyata aku sudah dipanggil untuk memberikan pidato sebagai ketua OSIS yang terakhir kalinya. Semua orang memandangiku. Aisshh memalukan sekali.

 

 

Aku segera berlari menuju toko pernak-pernik yeoja setelah upacara penyerahan pengurusan OSIS. Sudah waktunya untuk melaksanakan  rencana hasil begadang semalaman. Aku menghabiskan malamku dengan mencari koin disetiap sudut rumah termasuk disaku celana Jonghyun hyung dan dompet umma untuk membulatkanu uang tabunganku. Aku rasa uangku sudah cukup untuk membeli boneka raksasa incaran Eunsook noona. Dengan begitu noona akan mengakui kejantananku.

 

Eoh? Ada yang salah dengan toko ini. Ahni! Boneka beruang raksasanya menghilang!

Andwe~ T^T

 

***

 

Rasanya ingin mati saja. Melihat Eunsook noona menggendong boneka beruang raksasa dengan senyun tiga jari. Bahkan boneka beruang itu lebih besar dari pintu pagar rumah noona.

Aku seperti namja stalker bodoh dengan boneka beruang kecil ditanganku. Melihat dari kejauhan noona melambaikan tangannya kepada namja berdompet tebal yang masuk kedalam mobilnya. Namja itu itu sudah mencuri start.

 

Boneka raksasa itu masih melekat dipelukan Eunsook noona saat mobil namja sialan itu berlalu. Aku pun ikut menyaksikan kepergian namja itu hingga akhirnya menghilang diujung tikungan.

 

“Kibum! Kemari kau!”

 

Eoh? Noona menyadari keberadaanku yang bersembunyi dibaling tiang listrik. Dia sudah bertolak kaca sambil menggembungkan pipinya. Aku mendekatinya dengan langkah pendek-pendek. Tampak tidak sabar, noona memutar bola matanya dan masuk kedalam rumahnya.

 

Tapi, noona melupakan beruang raksasanya. Dia masuk tanpa membawa boneka itu kedalam, dan membiarkan si beruang putih itu duduk berseder pada pagar rumah Eunsook noona.

 

“Noona! Kau meninggalkan bonekamu!”

 

Aku berlari menyusulya sambil membawa boneka yang ternyata cukup berat ini.

 

“Simpan saja diluar! Biarkan orang lain mengambilnya.”

“Huh?”

“Palli!”

“Noona bukan kah kau menginginkan boneka ini?”

“Ahni!”

 

Aku tidak mengerti. Beberapa hari yang lalu dia merengek minta dibelikan boneka ini. Tapi kenapa hari ini dia justru membuangnya?

 

“Noona! Kau yakin?”

“Aku yakin. Berikan padaku boneka beruangmu! Aku mau yang ini saja.”

 

Aku mengerti sekarang.

Noona mengambil boneka beruang kecil yang kubelikan. Memeluknya seakan tidak mau melepaskannya lagi. Bukan boneka beruang raksasa yang diinginkannya, melainkan boneka yang aku belikan untuknya.

 

“Buang saja boneka besar itu Kibumie. Palli masuk kerumah. Akan kuperkenalkan kau pada umma.”

 

Dengan senang hati aku menyimpan boneka berat ini didepan rumah Eunsook noona, kemudian mengamit lengan yeoja chinguku masuk kedalam rumah.

 

“Jinjja! Namja itu menyebalkan sekali. Gomawo sudah mengacaukan bioskop kemarin.”

“Noona tahu itu ulahku?”

“Tentu saja. Tidak ada hantu loncat setampan kau.”

 

Entah itu pujian atau celaan, tapi berhasil membuat wajahku menghangat.

 

“Jika bukan karena ingin tugas akhirku berjalan lancer, aku tidak mau menemani anak dosenku berkencan. Kau maukan mengacaukan setiap kencan hingga tugas akhirku selesai?”

“Pasti!”

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

I’TS NOT RIGHT (No Children)

Jonghyun POV

 

Tuhan pasti akan mengutukku.

Tapi aku tidak peduli karena saat ini perasaanku sudah menemukan titik jawabannya. Aku tidak akan sanggup jika harus kembali menahan rasa sakit didada setiap kali melihat Jinki hyung menyentuhnya.

 

Hanya melihatnya tertidur pulas disampingku membuatku tenang. Kubelai rambutnya, kusibakkan helaian rambut yang menutupi pipinya. Pandanganku turun kelehernya. Bagaimana jika Jinki hyung melihat hickey yang kubuat dileher calon istrinya? Dia akan marah tentu saja. Tapi kami semua harus menerima kenyataan bahwa cinta kami sulit. Dan salah satu dari kami harus merelakannya walau sakit.

 

“Nnngg~”

“Selamat pagi nae Hyeomi~”

“Ngg? Nappeun!”

“Wae?”

 

Terdengar suara tawanya sedekat ini. Memeluknya, menghilangkan jarak antara punggungnya dengan dadaku untuk mendengar suaranya lebih jelas ditelingaku.

 

“Kau sudah berani tidak memanggilku noona huh?”

“Haruskah? Apa itu penting?”

Senyumnya kembali tersungging seraya kukecup pipinya. Aku masih tidak percaya dia sudah menjadi milikku pagi ini.

 

“Saranghae.”

“…”

“Apa kau mencintaiku? Heum?”

“Kau sudah tahu jawabannya semalam Kim Jonghyun.”

“Aku ingin mendengarnya pagi ini.”

“…”

“Wae? Apa cintamu hilang pagi ini?”

“Ahniyo~ hanya saja”

“Jinki hyung?”

“Ne.”

 

Jujur suasana seperti ini membuatku kehilangan mood. Terlalu pagi untuk membahasnya.

 

“Sepertinya apa yang kita lakukan salah Jjong ah.”

“Mwo? Apa yang salah? Kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Apa itu salah?”

 

Hyeomi noona menggerakkan tubuhnya. Kulonggarkan pelukanku agar dia bisa berbalik kearahku, mengarahkan wajahnya agar bisa menatap mataku.

Aku percaya dia mencintaiku dati sorot matanya yang begitu dalam menelusuri setiap inci wajahku. Jari-jarinya menyentuh wajahku lembut, kupejamkan mataku untuk meresapinya.

 

“Jinki terlalu baik untuk menerima semua perlakuan kita.”

“Lalu bagaimana denganku? Kau tega membiarkanku menderita dengan melihatmu menikahi namja lain?”

“Aku takut menyakiti Jinki.”

“Kau akan menyakitinya jika tetap menikahinya tanpa cinta. Kau juga akan menyakiti hatimu sendiri. Dan juga hatiku.”

 

Jari-jarinya masih menari ditulang pipiku, tapi arah matanya menerawang entah kemana.

Memikirkan Jinki hyung kah?

Jika masih ingin bersama Jinki hyung kenapa semalam dia bersikeras mengungkapkan cintanya padaku? memberiku harapan dengan mengijinkanku menyentuhnya lebih dalam.

 

“Aku benci perjodohan ini Jjong ah”

“Na do. Tapi ambil sisi baiknya saja. Kita tidak akan bertemu jika Jinki hyung tidak memperkenalkanmu padaku sebagai tunangannya.”

“Ne.”

 

Matanya kembali menatap mataku. Jarinya turun membelai bahu turun ke lenganku. Akhirnya dia menarik ujung bibirnya, menghadirkan sebuah senyuman lepas.

 

“Padahal saat itu aku benci sekali padamu. Kau bilang aku tidak pantas untuk Jinki.”

“Karena aku tahu kau hanya pantas untukku.”

“Bohong! Kau berkata seperti itu karena aku mengenakan jeans untuk makan malam.”

“Ahahah. Kau masih marah?”

“Ahni.”

“Tapi berkat celana jeans itu aku bisa mengenalmu lebih jauh. Aku lebih suka kau apa adanya.”

“Alasanku sama. Aku mulai mencintaimu karena kau menerimaku apa adanya. Menemaniku saat aku bosan ditinggal Jinki. Membantu mengatasi masalah yang kubuat pada calon mertuaku. Kau memperlakukanku lebih baik dari Jinki.”

“Itu karena aku mencintaimu.”

 

Kusapu bibirnya dengan bibirku perlahan. Matanya terpejam, bibirnya dibukakan memberikanku akses untuk menciumnya lebih dalam. Ciuman kami semakin lama semakin basah dan panas. Deru nafas beratnya terdengar seperti desahan. Aku memposisikan tubuhku diatasnya, agar memudahkanku melakukan apapun padanya.

 

Kringgg~~

 

Shit! Telefon pengganggu suasana.

 

“Aku angkat telefon dulu. Kau bersabarlah Jjong ah.”

Senyumnya puas melihatku yang terlihat kesal. Kuambilkan gagang telefon yang berada tepat disamping tempat tidurnya. Kusodorkan pada Hyeomi noona dengan kesal, memberinya kode agar mempercepat proses menjawab telefonnya.

 

“Hallo?”

Raut wajahnya yang semula tersenyum seketika itu berubah menjadi khawatir. Biar kutebak. Itu pasti Jinki hyung.

 

“Aku, ada dirumah. Wae?”

Hyeomi noona membelalakan matanya. Memberitahuku dengan tatapannya bahwa ada sesuatu yang berbahaya.

 

“Ah ye~ tunggu sebentar.”

Tangannya lemas memberikan gagang telefon padaku. Kuterima dan kutaruh kembali.

 

“Jinki ada didepan pintu rumahku. Eottokhae?”

“Kau mencintaiku?”

“Ne. tapi Jinki menunggu aku membukakan pintu.”

“Kita selesaikan hari ini.”

“Tapi.”

“Kau mencintaiku.”

“Neomu saranghae Jonghyun ah.”

Hyeomi noona mulai terisak. Aku tahu ini berat baginya. Ini juga berat bagiku karena menghianati pesahabatanku dengan Jinki hyung.

 

“Kita hadapi Jinki hyung bersama. Apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankanmu Hyeomi.”

“Bagaimana jika Jinki marah dan melukaimu?”

“Jika itu sepadan dengan yang akan kudapatkan darimu, tidak masalah bagiku.”

“Saranghae.”

“Na do saranghae.”

 

Satu-satunya jalan adalah dengan mempercepat untuk mengakhiri penderitan kami, walau ini mungkin awal dari penderitaan orang lain.

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

NOONA MAKE IT WORST (Sad)

Jinki POV

 

“Kenapa harus Jonghyun?”

“Mianhe, Jeongmal Mianhe. Kau boleh membenciku, tapi jangan membenci sahabatmu Jonghyun.”

“Aku benci kalian berdua.”

 

******

 

Kamar VIP sudah penuh, sehingga aku ditempatkan di kamar kelas satu. Aku berbagi kamar dengan seorang pasien lainnya. Tidak tahu siapa room mateku, aku belum melihatnya semenjak dipindahkan ke kamar ini. Suster bilang dia senang pergi ke taman dibelakang rumah sakit.

 

Menurut informasi yang aku dapatkan. Room mateku masuk kerumah sakit ini karena mencoba untuk bunuh diri dengan meminum cairan kimia. Apa ruang ini khusus untuk pasien yang gagal dari percobaan bunuh diri. Karena itu yang sedang menimpa diriku. Ternyata patah hati bisa membuatmu hopeless dan ingin mengakhiri hidupmu. Kenapa ada orang yang menyelamatkanku? Seharusnya aku menabrakkan mobilku kepohon ditempat yang lebih sepi.

 

Agghhh~ dadaku sakit.

Benturan setir mobil membuat rusukku retak. Aku mengatur nafasku untuk menghilangkan rasa sakitnya walau sedikit. Memejamkan mataku untuk lebih rileks. Pengaruh obat penghilang sakit memudahkanku untuk memasuki kealam bawah sadarku.

 

 

Aku merasakan ada udara yang berhembus dikulit wajahku. Ingin memastikan siapa yang berada disisiku, namun sulit untuk membuka mataku. Suara kekehan seorang yeoja memaksaku untuk membuka mataku.

 

“Annyeong.”

 

Aku tidak mengenalnya. Yeoja ini tersenyum melambaikan tangannya kepadaku. Tangan kirinya menggenggam sebuah sepidol.

 

“Annyeong~ aku Minyeol. Kau Lee Jinki kan?”

 

Dia  menawarkan tanganya untuk berjabat tangan. Tentu saja aku tidak balas menjabatnya? Kenapa yeoja ini bersikap seolah-olah aku ini teman yang bisa diajaknya bermain ayunan?

 

Kulihat dia menurunkan tangannya. Guratan kecewa tergambar jelas diwajahnya. Sedikit mengerucutkan bibirnya yang tipis.

 

“Berbagi kamar dengan orang tidak menyenangkan lagi.”

Dia bergumam sambil berjalan malas-malas menuju tempat tidurnya. Dia menyebutku tidak menyenangkan? Aku dapat mendengarmu hey!!

 

Sial! Kenapa harus berbagi kamar dengan yeoja seperti dia?

 

Cklek~

 

Seorang perawat masuk dengan membawa sebuah papan dada dengan lembaran kertas diatasnya. Memeriksa infuse dan denyut nadiku. Senyumnya begitu merekah sementara matanya tertuju pada tetesan air infuse.

 

“Tuan Lee, apa anda membutuhkan cermin?”

 

Huh? Cermin? Untuk apa?

 

“Aku punya!!”

 

Yeoja roommateku turun dari tempat tidur dan membuka laci disamping tempat tempat tidurnya. Dengan sangat antusias yeoja ini menyerahkan cermin kepada perawat kemudian kembali ketempat semulanya.

 

“Akan kuambilkan air dan handuk untuk membasuh wajahmu tuan Lee.”

 

Perawat ini memberikan cermin padaku kemudian pergi keluar kamar. Memangnya ada apa dengan wajahku?

 

Mwoya!!!

 

“Ahahahahhaha”

 

Entah kenapa aku justru tertawa saat melihat wajahku dicermin. Aku memiliki kumis dan jambang serta alisku yang semakin tebal. Aku sedikit kecewa karena guratan sepidol pada alisku kiriku membuatnya terlihat lebih tebal dari yang kanan.

 

“Kau mirip seperti oppaku.”

 

Aku melirik kearah tersangka yang sudah mencoret wajahku. Tampak tidak ada rasa bersalah diwajahnya, senyumnya justru menunjukan kalau hasil karyanya memuaskanku. Dan anehnya itu benar.

 

“Oppamu jelek sekali.”

“Ahahahha. Kau menghina dirimu sendiri.”

“Suruh oppamu mencukur kumis dan jambangnya! Dan juga rapihkan alisnya! Dengan begitu dia akan terlihat jauh lebih tampan!”

“Kau memang tampan.”

 

Degh!

 

Perasaan macam apa ini?

 

***

 

Luka ditubuhku sudah jauh lebih baik. Tapi aku masih ingin berada dirumah sakit ini.

Aku sudah menganggap rumah sakit sebagai rumahku. Aku dapat tidur dengan nyenyak. Makan dengan lahap. Tertawa lebih lepas, tanpa beban. Beban dari pertanggungjawabanku kepada keluargaku mengenai gagalnya hubunganku dengan Hyeomi. Beban dari perasaanku terhadap sahabatku Jonghyun. Dan beban pikiran dari perusahaan ayah.

Ternyata ada baiknya menyembunyikan keberadaanku dari orang-orang. Tidak masalah jika mereka menganggapku sudah mati. Aku dapat mengistirahatkan batin dan pikiranku.

 

“Ya! Jinki! Aku sudah menunggumu ditaman selama sepuluh menit. Palli!”

 

Aku hanya dapat menjawab pertanyaan Minyeol noona dengan senyuman. Tanganku masih sibuk memasukan buah-buahkan yang sudah kucuci kedalam keranjang.

 

“Palliwa! Hari sudah semakin panas.”

“Ne~ noona.”

 

Sikapnya menjadi semena-mena terhadapku saat aku setuju memanggilnya dengan iming-imingan noona dibelakang namanya. Karena usia kami yang terpaut dua tahun.

Kedua tangannya ditolakkan kepinggangnya yang ramping, berdiri didekat pintu. Matanya mengawasi tanganku yang sesekali menjatuhkan apel dari keranjang hingga jatuh kembali kelantai, memaksaku untuk mencucinya kembali. Aku gugup jika Minyeol noona mengawasiku.

 

Noona berjalan didepanku, aku mengikutinya menuju taman balakang dengan keranjanjang penuh buah ditanganku. Setiap pukul sepuluh pagi kami akan mengadakan piknik ala kami. Walau hanya berbekalkan cup cake atau buah tapi sudah cukup untuk menemani obrolan kami di taman.

Piknik ini semakin membuatku lebih menganal sosok periang Minyeol noona. Terkadang aku berfikir bagaimana bisa yeoja seperti dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

 

Kami duduk dibangku taman. Aku mangambil jeruk dan mengupas kulitnya sambil mengarahkan tubuhku berhadapan dengan Minyeol noona. Tidak sabar mendengarkan cerita lain tentang hidupnya. Alasanku menjadi semakin tertarik pada cerita hidupnya adalah karena aku ingin mengenalnya lebih jauh. Semua tentang dirinya terdengar menyenangkan bagiku. Cerita-ceritanya membuatku lupa akan masalahku.

 

Disaat dia menceritakan tentang rumahnya, aku membayangkan diriku berkunjung kerumahnya sambil membawa buket bunga atau coklat.

Aku berencana untuk mengajaknya ketaman dekat rumahnya sepulang dari rumah sakit, taman yang menjadi tempat favoritnya sejak kecil.

Dan diam-diam aku menset karakterku sesuai dengan karakter namja-namja yang pernah singgah dihidupnya, aku ingin menjadi salah satu namja beruntung disisinya.

Aku pikir aku sudah yakin dengan perasaanku padanya. Aku mencintainya.

 

“Jinki.”

“Hmm?”

“Sebenarnya aku tidak pernah bunuh diri.”

 

Mendengar kata tersebut mulutku berhenti mengunyah jeruk. Bukan hanya mulutku yang berhenti bergerak, bahkan hampir seluruh tubuhku.

 

“Aku hanya menceritakannya padamu. Karena kau sepertinya tidak banyak bicara. Jadi rahasiaku bisa aman ditanganmu.”

“Apa maksudmu noona?”

 

Aku yakin saat ini mimikku berubah menjadi serius. Begitu juga dengan mimik wajahnya, memandang apel ditangannya yang hanya diputar-putarkan. Mulutnya mulai terbuka pertanda akan memulai sebuah kata.

 

“Sebenarnya aku takut.”

“Wae?”

“Kau ingat Hyun?”

“Namja yang pernah memenuhi rumahmu dengan bunga mawar? Aku ingat itu.”

 

Tentu saja aku ingat. Aku berniat aksi namja bernama Hyun itu, karena pada saat noona menceritakan bagian itu wajahnya terlihat sangat bahagia. Lebih bahagia dari saat dia  menceritakan kelulusannya.

 

“Hyun, dia menghubungiku kemarin malam. Dia akan menjemputku malam ini.”

 

Aku belum mengerti jalan ceritanya. Apa hubungannya Hyun dengan pengakuan bunuh diri palsunya? Aku diam mendengarkan, menunggunya menyelesaikan seluruh cerita.

 

“Sebenarnya Hyun sudah memiliki seorang istri.”

 

Mwo? Dia menjalin kasih dengan pria berkeluarga? Aku tidak tahu harus berkomentar apa. Aku sedikit kecewa padanya. Karena aku sangat membenci perselingkuhan.

 

“Istrinyalah yang sudah memaksaku untuk memimum cairan kimia. Dia menyalahkanku atas sikap suaminya yang menjadi dingin padanya. Aku tidak memberitahu Hyun karena istrinya sedang hamil.”

“Kalau begitu tetaplah manjauh dari Hyun. Kau jangan mendekatinya lagi!”

“Itulah sebabnya aku menceritakan ini padamu! Aku takut karena Hyun tidak mau melepaskanku. Dia mengancam akan membunuku.”

“Kau bisa melapor pada polisi. Lagipula sudah ada aku sekarang. Kau bisa mengandalkanku noona.”

“Kau tahu bagaimana rasanya sakit saat yang sangat kau cintai hanya dapat menyimpanmu ditempat yang tidak layak? Bersikeras menahanmu pada posisi yang hina daripada harus melepaskanmu?”

 

Tolong jangan bilang kalau sebenarnya tidak masalah bagimu walau harus menjadi simpanan. Apa kau bisa melihatku kesakitan disini noona? Kau membuatku membenci nama Hyun seumur hidupku.

 

“Firasatku mengatakan kalau aku dalam masalah besar. Jadi kumohon padamu untuk memberikan surat ini jika ada orang yang mencariku.”

 

Noona merogoh sakunya, menaruh paksa sepucuk surat berwarna putih ditanganku.

Ha! Bagaimana aku bisa meminta bantuanku sementara kau masih mencintainya.

 

“Noona. Jika kubilang aku mencintaimu apa kau mau melepaskan Hyunmu itu? Apa kau bisa percaya padaku untuk melindungimu?”

 

Matanya yang bulat membesar. Menjatuhkan apel dari genggamannya ketanah.

 

***

 

Aku hanya dapat menatap lampu taman belakang rumah sakit yang menerangi beberapa tanaman disekelilingnya. Aku belum mau kembali kekamar sebelum lampu taman itu padam. Karena saat lampu itu padam, berarti Minyeol noona sudah benar-benar meninggalkanku.

 

Aku berharap malam ini cepat berlalu. Sebenarnya aku sudah cukup kedinginan diluar sini. Lebih baik menahan dingin daripada harus berpamitan dengannya. Akan lebih sulit jika kau harus menahan senyummu saat melihat seseorang yang kau cintai pergi. Terlebih lagi saat kau sudah ditolaknya.

 

“TUAN LEE!!”

 

Seorang perawat berlari menghampiriku yang terduduk dibangku  taman sendirian. Mengatur nafasnya yang terengah-engah saat sampai dihadapanku.

 

“Tuan Lee. Kau harus segera kembali kekamarmu.”

“Apa Minyeol sudah pergi?”

 

***

 

Aku benci rumah sakit. Mereka memberitahu informasi keberadaanku pada keluargaku. Satu hari tanpa Minyeon noona sudah cukup buruk bagiku. Kini aku harus kembali ke kehidupanku yang lebih buruk. Mereka akan tiba siang nanti.

 

Knok knok knok !

 

Aku menarik nafasku saat seseorang membukakan pintu. Aku dapat bernafas lega saat yang kulihat bukanlah keluargaku. Melainkan seorang namja dengan mata yang bulat. Seperti mata Minyeon noona.

 

“Apa Lee Minyeon dirawat dikamar ini?”

“Apa pihak rumah sakit tidak memberitahumu kalau dia sudah pergi kemarin?”

“Mwo? Kukira dia masih dirawat disini. Siapa yang menjemputnya? Keluarga kami belum ada yang menjemputnya.”

“Apa kau kakaknya?”

 

Noona pernah menyebutku mirip dengan oppanya. Tapi kupukir kami tidak mirip.

 

“Aku Lee Taemin. Adik dari Lee Minyeon. Senang bertemu denganmu.”

 

***

 

Aku melipat kasar Koran pagi yang sudah kubaca. Setelah membaca Koran kini aku tahu dari siapa oppa yang Minyeon noona bilang mirip denganku. Hyun memang tampak sepertiku. Kulempar diatas meja lalu pergi meninggalkan segelas kopi yang masih mengepul.

 

Sebelum membaca Koran ini aku mendapatkan telefon dari Taemin. Aku akan pergi kerumah duka. Aku menghentikan langkahku tepat didepan cermin besar diruang tamuku. Mata sembabku belum hilang. Kemeja hitam dan celana hitam memperjelas gurat duka pada diriku.

Aku terus menyalahkan diriku sendiri setelah tahu ternyata surat itu ditujukan untukku. Noona meminta tolong padaku secara tidak langsung. Seharusnya aku menghalanginya untuk pergi. Dan kejadian ini mungkin tidak akan terjadi.

 

Semua hal yang pernah kulalui membuatku lebih mengerti betapa kuatnya sebuah cinta. Cinta akan membuat kita berani melanggar sebuah batas, tidak mengenal resiko. Bahkan disaat kau tahu kau akan mati ditangannya, kau hanya dapat menangisinya tanpa berusaha menghindarinya.

 

Jonghyun, Minyeol noona, kalian sudah mengajarkan sesuatu padaku secara tidak langsung. Cinta yang terlarang itu menyakitkan. Kenapa tidak berusaha mencoba untuk berjalan disisi yang aman?

 

-tamat-

 

 

59 responses to “(FF SHINee STRAIGHT ONESHOT) NOONA NEOMU YEPPEO

  1. Omo! TAEM-KU! *plak.
    Kalau mau liat yg begituan ama aku aja Chagiya *ditendang shawol.
    Kok cerita Minho serem gitu. Aku ampe merinding brrr..
    Haha Kibum jail bgt sih!
    Jjong kejam ama Jinki😥
    sad ending bgt sih Bagian Jinki.. Aku ampe menitikan air mata *lebe.
    Tp lebih bagus di ff, dari pd mv Replay Jpn.Ver.. Sungguh aku tak RELA mereka suka ama Yoona onnie *maaf ya para sone* aku makin CINTA ama SHINee hahay palagi Taem yg makin..err.SEXY😄..
    Daebak! Kata2nya rinci bgt.. Nice ep ep😀

  2. aku mlah menganggap yg jd model mv replay japan vrsion itu driku sndri.. haha.. kgak rela juga kalo dstiap mv SHINee ad model cwex..

    hppy end cma tetem ma key, truz nyunyu, menong, jjong sad ending..

  3. yang bagian jinki oppa menyentuh bgt eonnie, so sweet… T~T

    tapi yang bagian jjong og jd agak yadong gitu >_< ,taemin juga
    klo key tetep gokilnya gk ketinggalan, pa lagi pasangannya eunsook😀
    aq kira yang bagian jinki pasangannya gweboon, ternyata bukan. tapi aq bersyukur bkn gweboon soalnnya endingnya mati.
    gk rela klo Jiboon sad ending..
    yg bagian minho, sumpah serem bg eonni, mpek mrinding disko ~_~

    ni ceritannya terinspirasi dari MV replay ya eonni?
    aq juga kurang sreg klo yeojanya itu yoona mending victoria kyk yg mv lama ^_^

  4. oh my godness!!! its awesome!!! daebak.pokonya!!! lg nntn film LOVEditambah baca ini jd tambah nyesek. aku suka semuanya… tapi aku lebih suka cerita minho.jinki. n taemin… teruslah tulis yg baguuuusss eonnn… aku selalu suka isi blog km. eonni gey daebak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. aq komen disini aja ya unn.. wah cerita penutupnya top bgt.. ampe ke inget trus… jodohmu gak sama noona nyu,, tp sm gadis cerewet *?* (re: gweboon)

  6. pling ska bca yg bagian Key ma Onew,,,
    bagian’a Key lcu bgt haha,,,

    huhu kasian Onew Oppa sad ending,,,

  7. daebak !! haduh taem jd yadong. ngeri deh bwt crta na minho. key, hahaha lucu pi so sweet. jong, no coment ;D, jinki, udah ama ako ja deh ahhahah *di getok mvp

  8. anjrit dumpah cerita jinki yang paling nyesek, langsung dapet combo luka cinta #plak *ngga jelas* asli JINKI sama aku aja sayang #plak

  9. omoo, ceritany jinki nyesek bnget, tp jd pnasaran am isi suratnya unn, emang mnta tlong gmana *kliatan klo blon dong keke*

    jjong aissshhh, no comment dah, tp crtanya seru

    ya! taem! *njewer taem* knapa jd yadong heum? ckck

    keeeyy >< kirain mo dslingkuhiin, trnyata….. hhaha

    wktu bgian minho knapa aura skitarq jd horor ckck,

    tteup unn, ffmu always daebak d^,^b ffufufu

  10. WOWOWOWOWOW
    TAEMIN SUPERHERO
    walaupun pertama nolong agak yadong
    hahaha

    saya merinding baca critanya minho ketemu dolpenganger

    kirain, eunsook noona beneran selingkuh, sempet kasian sama key.
    HANTU LONCAT TAMPAN
    HAHAHAHAHAHA
    DASAR KEY, NYARI DUIT AMPE KEJALANAN TRUS GA TIDUR LAGI
    CKCKCKCKCKCK
    DEMI CINTA

    JJOOOONNG DASAR PEREBUT CALON ISTRI ORANG
    *ditabok blingers

    JINKI KASIAN SEKALI DIRIMU SAKIT HATI 2KALI
    *mewek bareng onew

    FFNYA KEREN DAEBAK
    1 FF 5 KONFLIK, HEBAT EONNI b^^d

  11. Daebak story! \(≧∇≦)/
    Aku paling menyentuh kisahnya minho dan onew…
    Jujur aja, bagian minho sempat bikin aku merinding. Itu sangat mengerikan…
    Dan onew, aku sedih karena onew kisah cintanya harus rusak(?) Terus. Udahlah kamu sama key aja /plak

    Oh iya maaf nyerocos, aku reader baru disini. Baru ketemu site mu. Bangapseumnida^^

    Author jjang~! Keep writing~

  12. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  13. Tetem nakal.. Menong kesian amat, blm kenalan udah di tinggal mati aj.. Key.. Appa,, gokil gag abis2,, jong,, emang muka’Y mesum,, unyu,, hhmmm..
    Heheheee…

    Nife FF (y)

  14. pacar kibum yg eunsook noona itu onew ya kan yaaa, hahaha, iya aja lah #maksa
    Hmmm aq kurang ngerti cerita di bagian onew, minyeol mati knpa? Dibunuh sma hyun ya?? Huwa huwa huwa~
    Berarti jinki lajang, ini kesempatan (apa dehhh!)

  15. Di awal udah disuguhin Pervert Taem. Eh lgsg merinding di kisahnya Minho. Ngakak gegulingan sm tingkah Key. Errr…pas masuk part Jonghyun lgsg naik rating aja. Ditutup dg uraian air mata dr kisah Jinki.

    Asik abis nih ;D

  16. suka dipart kibum apalagi dibagian ini ‘Ternyata sering
    berlari kesekolah untuk
    menghemat uang ongkos juga
    bisa menumbuhkan otot lengan dan perutku’
    emang.a lari bisa menumbuhkan otot perut???
    Parah banget si kibum.
    Part minho serem amat.
    Taem suka ngelihat celana dalam yah? Knp dia jd pervert gitu?

  17. suka yang versi tetem ama key..
    versi minho serem ih ceritanya..
    kyaaaaa..

    ahh cinta jong ama onew menyakitkan..

  18. taemin merupakan pahlawan paling keren di dunia. noona mencintaimu, taemin~ah

    kisah cinta minho menggantung. kasih tak sampai karena ditinggal mati. mereka belum saling berkenalan

    kibum jadi pocong untuk eunsook. jadi bayangin ini lanjutan cerita ‘my gosh is my hero’ hehehe

    cinta buta jonghyun membuat.a menjadi namja kejam. aku tidak suka itu

    jinki yang paling tua maka dia yang paling menderita. dicampakkan oleh orang2 yang dicintai dan disayangi

  19. Aq suka semua ceritanya.. Ngebayangin ekspresi taem wktu di tembak,, ahahahaa..
    Awalnya q kira minho jg suka ama pacar taem, gara2 mreka papasan di jln.. Trnyata beda cwe..
    Kisah cinta mreka beresiko smwa ya.. Ckckckk

  20. demi apapun ini FF bagus banget…ceritanya nyambung dengan tema yang berbeda…aku suka semua…tapi yang paling aku suka itu Jin ki…kasian amat sih itu idup jin ki…harus patah hati dua kali…bang jin ki ama aku aja deh klo gittu….

    aku baru nemu Ff yang kaya gini…
    jadi ngasih warna baru…

  21. taemin sang pahlawan,, huwhuw
    aiih, taem geniiit,, masa mau nolong tapi nunggu ngeliat isi rok Nah dulu, ckck
    tapi taem keren, selalu ada kapanpun n dimanapun seoyon butuh, hihihh
    minho serem bgt bisa liad2 begituan, sayang lom sem[at kenalan ma si aemi,, ;(
    kibum dapet noona yg agak2 matre yag, huwhuw
    kirain si eunsook selingkuh, ternyata..
    jjong tega bgt ngambil jatah Nah si Jinki, mpe bunuh diri gitu, untung g jadi..
    mana ujung2 Nah jinki di tinggal mati uga ma minyeon..
    huwhuw, poor jinki.. ;(

  22. hoh, kaget pas tau ternyata ceritanya beda2 toh, ohohohoo, bagusss b(^^)d

    kisahnya tetem, lucuuuuu ><
    tetem yg selalu nolongin noonanya, aah superherooo~

    kisahnya key, hihihihi..
    jealousnya key lucu iih~
    sempet curiga jgn2 noonanya bnrn selingkuh, eeh ternyata demi tugas akhir iia, cerdasss, haha😄

    kisahnya jjong ama onew, emm, knp ga di pairing ama ka gey aja deh???
    kan jd kasian onew nya ga dpt jodoh -___-"
    eeh tp gpp deh, kan bang onew buat aku yah😄

    and the last comment, minho's love story~
    serem!! *gaadakatakatalain*

  23. daebakkk
    paling suka cerita minho sama onew
    sumpah baca bagian minho langsung merinding jadi ngeri sendiri
    ohhh onew kasian sekali kamu kisah cintamu tragis #sini peluk

  24. Kisah cinta Jinki & Jonghyun yg paling complicated dibanding kisah cinta yg lain. Jujur aja menurutku kisah Minho masih lebih mending daripada kisah Jinki. Wlpn merinding bacanya, setidaknya Minho nggak ngerasain diselingkuhin temen sendiri…;( Udah gitu, stlh Jinki dpt cinta yg baru dia malah ditinggal mati tuch cewek…
    Poor Jinki…;(

  25. Ngakak baca bagian taemin ngarep cel-dam(celana dalam) ceweknya polkadot. Gitu2 taem yadong jg ya ternyata? Hahahaha =D bener2 mix sampe bacanya juga campur aduk. Pas baca bagian minho, penjelasan doppelgangernya bikin merinding. Hiiiy!>< kalau yg part jongnya aku belum puas soalnya aku pengen tau ekspresi jinki pas dia tau pengakuan si hyeomi sm jjong.. Dan endingnya bikin ga nyaaaannggka plus ga relaa.. Penasaran itu isi suratnya minyeol apaan. Dan kenapa di korannya itu ada poto si Hyun itu? DX

  26. very good. . .

    knp yg paling menderita jinki. . .
    huah sedih. . . .

    terluka untuk yg kedua kalinya. . .
    malang nian. .

  27. whoaaa~ daebakk kisahnya seru bget
    aku malah baru tau istilah doppelganger ,,,,jadi bikin penasaran …
    dan kisah jinki seddi banget summpa !!!!!!

  28. Demi apa gue telat banget yak nemu ini FF sekaligus blognyaaa *sungkem
    Intinya sukaaaak bingit sama FF ini part nya key apalagi!! >//<
    yaalloooooh jinki sama gue ajalah siniiiii melas banget dah T^T *hugoppa
    Eon terima lah sebagai reader barumu ini ya *sungkemlagi

  29. aku paling suka cerita TAEMIN omomo tetem unyu2 hobinya nongkrong di pohon, so sweet lalala

    Lha onyu plisss kenapa hidup lo ngenes banget nyu???? *lempar gweboon*

    Jonghyun gak jauh2 dri NC hahaha

  30. kasian jinki oppa…😦
    kenapa mesti sad ending TT^TT
    enak ya bisa punya guardian kea tetem😀 sedia setiap saat#plak
    FF nya keren.. lanjutkan~

  31. Suka cerita taemin dan key.. kirain key bakalan sakit hati sama eunsook .. padahal udh berharap key beneran sakit hati sama eunsook dan brpaling kepada saya kekek😀

    AISHH .. jjong keterlaluan … kan ksian si onew .. onew !!! Kalau kau masih mengalau sampai skarang aku siap untuk jadi pengobat hati mu yg sakit😀 #pelukonew

  32. aigo.. keren nih ni ff.
    i ff dg 5 cerita.
    tpi cerita yg berkesan menurutku cerita jinki..
    kasihan banget dia dua kali gagal dlm percintaan.

  33. cerita taemin manis banget
    cerita si minho ck kasian dia naksir cwe yg udh mau meninggal
    cerita kibuh hahahahaha ini yg paling lucu paling so sweet, hantu tampan kibum haha
    cerita jonghyun hhhh bingung, jonghyun merebut tunangan sahabat sendiri
    kisah jinki disini yg paling menyedihkan udh di selingkuhin eh ditinggal mati hhhh

    pokoknya paling suka cerita kibum haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s