(FF SHINee YAOI TWOSHOOT) COULD THIS BE LOVE? I can’t use my logic PART 1

Pairing:

  • Onkey

 Support cast:

  • Kim Jonghyun
  • 2Min

 Genre: Angst

Rating: Parenting Guide/ PG 17/NC 17

Leght: Twoshot

Author: Kim Jonggey (기)

 

Jika tidak suka YAOI tolong jangan ganggu FF ini.

Mian kalau tidak suka ceritanya. FF ini tidak akan berakhir dengan happy ending. Otakku sedang terganggu.

Tapi tetap RCL!!

Kibum POV

Mataku hanya dapat menemukan kulit yang mulai membiru disekeliling pergelangan tanganku. Bergeser sedikit saja arah pandanganku, luka gores yang sudah mengering melintang ditelapak tanganku. Masih bisa kurasakan lukanya berdenyut jika aku mengepalkan tanganku.

Aku melihat diriku dalam cermin. Tampak sesosok namja kurus menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang tak luput dari memar, mendorong wajahnya lebih dekat pada cermin, tidak menemukan sedikit pun gurat senyum disekitar wajahnya. Menyedihkan.

Melalui cermin dapat kulihat tubuh seseorang terbaring diranjang, yang mengingatkanku pada apa yang dilakukannya pada tubuhku semalam. Kembali kurasakan sakit didaerah selangkanganku, tapi sesuatu didalam dada ini lebih merasa sakit, atau lebih tepatnya takut. Takut apabila namja yang sedang mengistirahatkan tubuhnya itu membuka matanya dan kembali menelanjangiku dengan tatapannya.

***

“Hyung! Kau belum putus dengannya bukan?”

“A. aku tudak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?”

Langkahku terhenti, kedua tangan Taemin dibentangkan menghadang jalanku. Matanya menuntutku untuk segera memberikan jawaban.

“Aku takut.”

“Takut? Luka ditubuhmu akan terus bertambah jika kau tidak putus dengan berandalan itu!”

“Ssstt! Taemin! Jangan sebut Jinki hyung seperti itu. Kau tidak mau anak buahnya mendengar dan kembali membullymu?”

“Biar saja mereka membullyku! Aku tidak peduli!”

“Ssstt! Taemin!”

Beberapa orang yang berjalan melewati kami menoleh kearah kami. Berbisik kepada teman disebelahnya, bertanya-tanya apa yang kami lakukan dilorong kampus, meninggikan nada bicara kami dan mungkin dimata mereka kami terlihat sedang bertengkar.

Kuraih tangan Taemin, kubawa dia ketempat yang lebih sepi tanpa ada orang yang berlalu lalang dan menguping pembicaraan kami. Tempat yang juga aman dari mata dan telinga anak buah Jinki hyung.

Kami berhenti dipelataran tempat parkir kampus. Mataku mencari sebuah mobil putih dengan sticker spongebob menempel dikaca depan mobilnya. Tidak sulit mencari mobil tersebut. Kutarik kembali tangan Taemin menuju mobil yang terparkir didekat pohon pinus.

“Taemin. Kita bicara didalam mobilmu saja.”

“Arraso. Kalau begitu sekalian kuantar kau pulang.”

“Pulang? Jangan. Jinki hyung akan menjemputku. Kau tahu dia akan marah jika tidak menemukanku di kampus.”

“Cck~”

Taemin berdecak, memutar bola matanya sambil membuka pintu mobilnya. Aku sedikit berlari mengitari mobil kemudian membuka pintu mobil Taemin dan duduk di jok penumpang.

“Jadi, bisa jelaskan padaku kenapa kalian belum putus?”

Taemin membuka pembicaraan kami. Kedua tangannya dilipat didada bersender pada jok mobilnya.

“Aku takut Taemin. Jika kau lihat sorot matanya saat aku meminta putus, aku tahu aku dalam bahaya. Dia bilang lebih baik melihatku mati daripada melepaskanku.”

“Inilah sebabnya dari awal aku menentang hubungan kalian! Aku sangat tahu watak siberandalan itu! See? Kini siberandalan itu sudah mengikatmu terlalu kuat.”

Kupejamkan mataku, menyenderkan kepalaku, mencoba mengatur nafas dan pikiranku.

“Sekarang apa yang akan kau lakukan hyung? Kau tetap saja akan mati perlahan jika terus berada disisi siberandalan itu.”

“Taemin. Kau selalu menyebutnya berandalan padahal dia adalah hyungmu sendiri. Kau bisa bertahan disisi Jinki hyung selama delapan belas tahun. Maka selama itulah mungkin aku bisa bertahan.”

“Aku bisa bertahan karena aku tidak pernah mendekatinya selama delapan belas tahun. Sampai akhirnya aku terpaksa mendekati si berandalan itu karena kau. Dan aku rasa hidupku tidak akan bertahan lama. Cepat atau lambat si berandalan itu akan membunuhku juga.”

“Kau terlalu berlebihan Taemin. Jinki hyung tidak akan membunuh dongsaengnya sendiri.”

“Bisa saja. Jika aku terus berusaha membuatmu putus dengan si berandalan itu.”

Jika tidak melihat Taemin, mungkin aku akan menolak Jinki hyung sedari awal. Pertama kali aku bertemu dengan namja manis ini saat aku ditunjuk menjadi mentornya. Pribadi Taemin yang ceria dan sedikit manja membuatku merasa seperti memiliki dongsaeng. Kukira Jinki hyung pun sama manisnya seperti Taemin. Dan itu yang menjadi alasanku menerima setiap perhatian yang diberikan Jinki hyung sampai akhirnya aku menerimanya sebagai kekasihku.

Aku tidak menyangka kalau protes Taemin terhadap hubunganku dengan Jinki hyung adalah suatu sinyal bahaya. Aku tidak pernah tahu kalau Jinki hyung adalah pemimpin dari sekelompok orang yang cukup disegani diSeoul. Aku juga tidak pernah menyangka kalau Jinki hyung ringan tangan.

Drrrrtttt~ Dddrrrtttt~

“Aku rasa sudah waktunya kau menemui si berandalan itu di gerbang.”

Taemin sudah dapat menebak kalau Jinki hyung yang menelephonku.

Aku keluar dari mobil Taemin. Setelah beberapa langkah dari mobil Taemin barulah aku menjawab panggilan dari Jinki hyung.

“Hallo.”

***

Aku melepaskan sabuk pengaman yang mengikat tubuhku saat beberapa meter lagi kami akan sampai didepan rumahku.

Aku terkejut karena Jinki hyung memasukan mobilnya kepekarangan rumahku. Biasanya Jinki hyung hanya akan mengantarku sampai depan rumah saja, kemudian pergi jika sudah memastikan aku masuk kedalam rumah.

“Hyung mau berkunjung kerumahku?”

Tanyaku saat Jinki hyung mematikan mesin mobilnya dan melepaskan sabuk pengamannya.

“Ne. boleh aku ikut beristirahat dikamarmu?”

“Huh?”

Mata Jinki hyung membesar dan halisnya tertekuk melihat kearah dibelakangku, senyum dibibirnya hilang seketika. Aku menoleh kebelakang mengikuti arah pandang Jinki hyung.

Jonghyun hyung sudah berdiri diteras rumahku membalas tatapan Jinki hyung sama keras. Memar diwajah Jonghyun hyung masih terlihat walau samar.

“Kenapa si berengsek itu bisa ada dirumahmu?”

Jinki hyung bertanya tanpa melepaskan pandangannya sedetik pun dari Jonghyun hyung.

“Dia hyungku.”

Jawaban dariku sontak membuat Jinki hyung menatapku heran. Aku memalingkan wajahku dan membuka pintu mobil. Tapi aku tidak bisa membuka pintunya karena Jinki oppa masih menguncinya. Aku menoleh kembali kearah Jinki hyung, dia masih menatapku bingung.

“Apa benar dia hyung mu?”

“Ne.”

Jinki hyung kembali menghidupkan mesinnya, memundurkan mobilnya keluar dari pekarangan rumahku. Tunggu! Aku belum turun!.

Kulihat Jonghyun hyung mencoba mengejar mobil yang kunaiki. Aku menggelengkan kepalaku, mengisyaratkan agar Jonghyun hyung tidak mengejarku. Dan detik itu juga Jinki hyung menancapkan gasnya membawaku jauh dari rumahku.

Jinki hyung tidak bicara sepatah kata pun dalam perjalana kami entah kemana. Kepalaku hanya dapat menunduk, arah mataku kembali menemukan luka gores ditelapak tanganku. Membuatku teringat kembali akan peristiwa yang membuatku semakin takut pada Jinki hyung.

Aku mendapatkan luka ini saat Jinki hyung hendak melukai seseorang dengan botol yang dia pecahkan. Keadaan di club saat itu sangat gaduh, anak buah Jinki hyung berkelahi dengan beberapa penjaga club tersebut, memberikan ruang bagi pemimpinnya agar leluasa menghajar seorang namja yang mereka anggap telah mengusik pemimpinnya. Aku sangat takut saat melihat Jinki hyung dengan mata yang sangat liar dan membuat bulu kudukku berdiri. Aku takut, aku tak bisa bergerak sedikit pun hingga akhirnya Jinki hyung mendorongku jatuh. Tanganku mengenai serpihan botol pecah yang merobek kulit telapak tanganku.

***

Jinki hyung menyewa sebuah kamar hotel. Tubuhnya direbahkan diatas tempat tidur dengan kedua kaki terkulai menyentuh lantai. Tangannya terlentang, matanya menatap lurus kearah langit-langit. Aku hanya bisa mengawasinya sambil duduk dikursi, mengangkat kedua kakiku dikursi sehingga aku bisa menaruh daguku dilutut.

“Aku mau tidur. Bangunkan aku satu jam lagi.”

Jinki hyung memejamkan matanya. Kuambil selfon dari ranselku, jari-jariku mulai menekan tombol keypad merangkai menjadi sebuah pesan untuk Jonghyun hyung. Aku mengabarinya kalau aku baik-baik saja. Setelah pesan sudah terkirim pada Jonghyun hyung, aku kembali mengetik pesan, kali ini untuk Taemin. Aku selalu memberi tahu Taemin dimana posisiku berada jika sedang bersama Jinki hyung. Untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang buruk padaku.

Sudah satu jam sejak Jinki hyung memejamkan matanya.

Kuberanikan untuk menyentuh bahunya dengan jariku.

“Hyung, sudah satu jam.”

Tidurnya tidak tergubris sedikit pun. Kembali aku menepuk-nepuk bahunya.

“Hyung, bangun.”

Setelah beberapa tepukan agak keras yang kuberikan pada bahunya, Jinki hyung bangun dan langsung memposisikan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur. Tangannya merogoh saku celana jeans hitamnya, menemukan selfon miliknya dan mulai menekan tombol keypad dengan cepat. Ditempelkan selfonnya ditelinga kanan, menunduk menunggu seseorang disebrangsanamenjawab panggilannya.

“Minho. Bisa bantu carikan aku apartemen?”

Apartemen? Untuk apa dia mencari apartemen? Bukankah rumahnya sudah cukup besar untuk dia tinggali? Bahkan terlalu besar sehingga Taemin dapat menghindari Jinki hyung walaupun mereka sedang berada diatap yang sama.

“Ne. palli. aku menunggu di hotel Hilton. Temui aku dilobi.”

Jinki hyung menghempaskan tubuhnya kembali berbaring ditempat tidur. Membiarkan selfonnya hampir terjatuh dari tepi tempat tidur.

“Hyung, boleh aku pulang?”

Kenyataan bahwa Jonghyun hyung terus mencoba menghubungiku saat tahu aku sedang bersama Jinki hyung. Aku belum bisa menjawab panggilannya, jadi aku mematikan selfonku.

“Sudah dua hari ini aku tidak tidur. Temani aku tidur satu jam lagi sampaiMinhomenghubungiku.”

Aku tak bisa membantah. Aku menurut saja dan kembali mengawasinya tidur dari kursi, sambil sesekali melihat keluar jendela, menikmati pemandangankotaSeoul.

Terakhir kali aku membantahnya aku mendapatkan tamparan yang cukup keras. Padahal aku hanya menolak menemaninya makan malam karena tugas kuliahku yang sudah menumpuk.

Aku harus berbohong pada Jonghyun hyung kalau memar dipipiku adalah ulah preman Gangnam yang mencoba mengambil dompetku. Dan aku membuang dompetku sendiri ke tempat sampah sebelum pulang ke rumah dan bertemu Jonghyun hyung.

Hahhhh~

Sekarang Jonghyun hyung sudah mengetahui siapa namja yang menjadi kekasihku. Aku sangat takut jika Jonghyun hyung mencoba melabrak Jinki hyung untuk tidak lagi mendekatiku. Bagaimana jika kejadian yang dialami Taemin terjadi pada Jonghyun hyung.

Taemin harus dilarikan kerumah sakit karena mendapatkan pukulan yang bertubi-tubi dan cukup keras dari anak buah Jinki hyung. Taemin menyuruhku untuk tidak mendekati Jinki hyung secara terang-terangan didepan wajah hyungnya.

Kenapa Jinki hyung begitu tega pada dongsaengnya sendiri?

Drrttt~ Ddddddrrrrttt~ Drrrtttt~

Selfon Jinki hyung bergetar. Apa Jinki hyung tidak menyadari selfonnya bergetar? Padahal suara getarannya cukup menggangguku. Kenapa tidak cukup untuk membuatnya terbangun?

Kuambil selfonnya yang hampir terjatuh.Minhocalling. Bukankah tadi Jinki hyung bilang dia menunggu panggilan dariMinho?

“Hyung. Bangun.”

Kali ini Jinki hyung langsung terbangun. Aku menyerahkan selfonnya yang masih begetar ketanganya. Jinki hyung menjawab panggilan dariMinhodengan mata yang masih tertutup. Apa benar dia baru saja tidur?

“Ne? aku segera kelobi.”

Jinki hyung memutus panggilan dariMinhodan beranjak dari tempat tidurnya. Langkahnya sedikit jontai menuju pintu kamar, kupikir karena dia masih mengantuk. Kuambil ranselku dan mengikutinya dari belakang.

Tiba-tiba Jinki hyung menoleh kebelakang menatapku heran.

“Kau mau kemana Key?”

“Bukankah kita mau ke lobi?.”

“Kau tunggu saja disini. Aku tidak akan lama.”

Sekali lagi aku menuruti kata-katanya. Aku berdiri mematung sementara Jinki hyung keluar kamar dengan membawa kartu kunci kamar.

Bip~

Aku rasa Jinki hyung mengunciku dikamar ini.

Kulempar ranselku kesofa. Langkah kakiku malas menghampiri ransel yang sudah terlebih dulu sampai di sofa.

Aku duduk di sofa dan mengambil selfonku dari ransel. Kuaktifkan kembali selfonku. Sesaat setelah aku mengaktifkan selfonku aku mendapatkan beberapa pesan yang memberi tahu kalau nomor Jonghyun mencoba menghubungiku sebelas kali. Dia pasti sangat khawatir. Atau marah?

Ddrrtttt~

Taemin menelefonku?

“Hallo?”

Terdengar dari nada suaranya Taemin begitu menghawatirkanku.

“Ne. aku masih di Hotel, tapi Jinki hyung mengunciku.”

Dan seperti biasa Taemin menceramahiku. Aku hanya dapat tersenyum mendengar ocehannya.

“Mwo?? Apa kau bilang Taemin?”

***

Kami membuntuti mobilMinho. Jinki oppa begitu serius memperhatikan mobilMinho, tidak mau kehilangan jejaknya.

“Kita mau kemana hyung?”

“Minhosudah mendapatkan apartemen untuk kita.”

“Kita?”

Mwo? Aku masih punya rumah. Dan dirumahku sudah menunggu Jonghyun hyung yang sangat khawatir padaku.

Sebenarnya aku tahu alasan Jinki oppa menyewa apartemen. Taemin bilang padaku kalau Jinki hyung habis bertengkar hebat dengan kakeknya dan memutuskan untuk pergi dari rumah. Tapi mengapa aku juga harus ikut menemaninya kabur dari rumah?

***

Apartemen macam apa yang sudah menyediakan seluruh parabotan rumah didalamnya?

“Ini apartemen milik hyungku. Dia sedang pergi keChinauntuk urusan bisnis. Karena apartemen ini atas nama Choi Siwon, maka kakekmu tidak akan menyangka kau tinggal disini Jinki hyung.”

Jinki hyung menatap mataMinhodatar. Tubuhnya dijatuhkan kesofa, kemudian menatap kembali mataMinhoyang berdiri tegap didepannya.

“Minhoya! Kau tahu siapa kakekku bukan? Carikan aku apartemen cadangan, aku rasa kakek akan menemukanku dalam hitungan hari. Mungkin dua hari.”

“Kalau tidak mau ditemukan kakekmu lebih baik hyung lari saja Afrika.”

“Ahahaha. Kakek memang benci Afrika. Tapi diakanlebih benci jika aku menyerahkan posisiku pada Taemin. Dia tidak akan senang Taemin yang lemah itu menjadi penerus usahanya.”

“Hah! Kau membuatku sangat repot kali ini hyung. Aku akan meminta gantinya kelak.”

“Ne~ tolong cepat carikan aku apartemen yang baru.”

“Ne. arraso.”

Minhi tersenyum tipis sebelum berbalik hadapan Jinki hyung dan bertemu pandang denganku.

“Kibum.Adabeberapa bahan makanan di lemari es.”

Hanya itu yang diucapkannya padaku.Minhoakhirnya pergi meninggalkanku berdua dengan Jinki hyung.

Minhomemang berbeda dari anak buah Jinki hyung yang lainnya. Dia lebih terbuka dan lebih tenang dalam menghadapi Jinki hyung. Mungkin itulah sebabnya Jinki hyung lebih mengandalkanMinhodibandingkan anak buahnya yang lain.

“Key, kenapa hanya berdiri disana?”

Aku menarik nafasku dalam-dalam, mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu pada namja didepanku yang matanya sudah memerah dan lingkaran hitam disekitar matanya semakin jelas.

“Boleh aku pulang? Jonghyun hyung menungguku.”

Oke aku dalam masalah.

Ekspresi wajahnya berubah drastis. Wajahnya yang sempat lembut kembali menegang, membuatku menundukan kepalaku, aku sangat takut pada mata itu.

“Kau tidak boleh pulang.”

Jinki hyung beranjak dari tempat dia terduduk menuju dapur bergaya minimalis yang letaknya tidak jauh dari tempatku berdiri.

“Jonghyun hyung akan marah jika aku tidak__”

“Kubilang kau jangan pulang! Aku tidak mau kau tinggal seatap dengan si berengsek itu!”

“Dia hyungku.”

“Aku tidak peduli dia hyungmu! Lupakan saja dia!”

Tenggorokanku mulai tercekak, tubuhku mulai bergetar.

Bagaimana bisa aku melupakan hyung yang sudah membesarkanku. Bekerja siang dan malam demi membiayai sekolahku. Merelakan dirinya berhenti dari kuliah untuk mencari pekerjaan tetap yang dapat memberikan uang lebih banyak, untuk membayar hutang mendiang appa agar rumah kami tidak sita pihak Bank.

“Kau menangis Key? Cih!”

Aku menangis?

Aku baru tersadar bahwa mataku mengeluarkan air mata jatuh dipipiku. Kuseka air mata yang masih tersisa diujung mataku dengan jariku.

“Aku akan memberitahu Jonghyun hyung aku tidak akan pulang hari ini.”

Kurogoh ranselku, mencari sebuah selfon.

“Bilang padanya! Mulai detik ini kau akan tinggal bersamaku!”

Tanganku tidak bisa bergerak. Apa yang harus kukatakan pada Jonghyun hyung? Dia tidak akan tinggal diam jika mengetahui aku tinggal dengan Jinki hyung. Disisi lain aku juga takut Jinki hyung melakukan sesuatu yang tidak kuinginkan pada Jonghyun hyung.

Lebih baik tidak memberitahu Jonghyun hyung.

Apa yang membuat mereka saling membenci?

Yang aku tahu hanya Jonghyun hyung pulang kerumah dalam keadaan babak belur. Dia menolak kularikan kerumah sakit dengan alasan tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya pengobatan. Saat itulah untuk pertama kalinya aku menangis hingga membuatku kehabisan nafas. Aku tidak mau hal seperti itu terulang lagi pada satu-satunya hyungku.

Aku tahu orang yang melukai Jonghyun hyung adalah Jinki hyung ketika Jinki hyung sendiri yang mengatakan padaku kalau dia baru saja menghabisi seseorang bernama Kim Jonghyun. Jinki hyung memang selalu melapor padaku siapa saja yang menjadi korbannya setiap harinya.

Pada saat itu tanpa menanyakan alasan kenapa dia melukai Jonghyun hyung, aku yang sudah sangat benci melihat wajah orang yang melukai hyungku meminta putus detik itu juga.

Tapi yang aku dapatkan justru lebih buruk dari yang didapatkan Jonghyun hyung. Dia mengancam akan membunuhku jika sekali lagi aku meminta putus darinya. Aku mengatakan alasanku meminta putus karena Jinki hyung sudah melukai hyungku. Tapi tidak didengar, dan justru menuduhku selingkuh.

Kami bertengkar cukup hebat. Dan berakhir dengan paksaan untuk melayaninya sebagai bukti kalau aku tidak berselingkuh.

Aku bosan.

Yang kulakukan hanya membuatkan Jinki hyung makanan dan menonton tivi. Aku tidak bisa menghubungi Taemin karena Jinki hyung membuang sim cardku. Aku sempat diperlakukan kasar saat dia tahu kalau aku memberi tahu Taemin keberadaanku sewaktu di hotel.

Saat ini aku benar-benar terpenjara.

“KEY!!”

Jinki hyung memanggilku?

“KEY!!”

Aisshhh! Tentu saja. Hanya Jinki hyung yang memanggilku Key.

“Ne!”

Aku berlari menghampiri Jinki hyung dikamar. Jinki hyung bertolak pinggang memandangi isi lemari pakaian. Hanya menggunakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Rambutnya basah membuatku sedikit gugup.

“Wae hyung?”

“Apa Minho sudah mengirimkan pakaian kita?”

“Pakaian?”

Ting~ Tong~

“Ah! Mungkin itu kiriman dariMinho. Coba kau periksa Key.”

Aku menuruti perintahnya dan berlari membukakan pintu.

Aku terkejut dengan sosok yang kutemui didepan pintu. Membawakan dua buah koper yang mungkin isinya adalah pakaian.

“Taemin. Apa yang kau lakukan disini?”

Sedikit berbisik pada Taemin agar Jinki hyung tidak mengetahui kalau aku bicara pada Taemin.

“Aku memang lemah. Tapi aku punya otak.”

“Kalau kau punya otak kenapa kau kemari huh? Mau Jinki hyung melukaimu lagi?”

“Aku hanya mau memastikan kau baik-baik saja disini.”

“Aku baik-baik saja. Sekarang pergilah.”

“Oke! Ini pakaian titipan dariMinhohyung untuk kalian.”

“Bagaimana kau bisa kenal denganMinho?”

“Sudah kubilang aku punya otak. Jangan bilang pada Jinki hyung aku yang mengantarkan pakaian kalian.”

“Aku bodoh jika aku mengatakannya. Sekarang cepat pergi!”

“Ne~”

“KEY! APA ITU KIRIMAN DARIMINHO?”

“Cepat pergi Taemin. Sebelum Jinki hyung melihatmu.”

Aku mendorong Taemin agar segera meninggalkan tempat ini. Kubawa masuk dua koper dari Taemin dan kukunci pintunya.

“Benar itu kiriman dariMinho?”

“Ne. hyung.”

Aku sedikit kaget saat Jinki hyung sudah berada dibelakangku. Apa dia sempat mendengar aku menyebut nama Taemin?

Jinki hyung membawa kopernya kedalam kamar sambil menarik tanganku.

Sesampainya dikamar Jinki hyung menaruh kopernya sembarang. Mendorong tubuhku hingga merebah diatas ranjang. Nafasku mulai tidak dapat kuatur saat Jinki hyung berada diatas tubuhku. Apa yang akan dia lakukan padaku?

“Tadi itu Taeminkan?”

Apa? Jadi dia tahu?

“Kenapa kau bisa sedekat itu dengan Taemin? Kau tahu aku tidak suka kau terlalu dekat dengan anak bodoh itu.”

“Ta. tapi dia dongsaengmu.”

Nafasku semakin pendek. Aku takut. Tangan Jinki hyung sudah menggerayangi pahaku.

“Dongsaeng bisa saja menusuk dari belakang.”

Kepalaku mulai berat, tatapannya kembali mengunciku. Mataku tak dapat melihat kearah manapun selain matanya.

Nafasnya berhembus diwajahku, sudah terlalu dekat. Reflek aku menekan kelopak mataku untuk menutup saat bibir Jinki oppa menyapu bibirku. Dia tidak hanya mau menekan bibirnya dengan bibirku, lidahnya menjilati bibir bawahku dan mencoba memasukan lidahnya kedalam mulutku.

Aku layani saja lidahnya bermain dimulutku, aku tidak mau bibirku terluka karena bermain kasar dengan Jinki hyung.

Darahku berdesir hebat, memberiku sinyal bahaya pada daerah selangkanganku yang mulai menjadi jajahan tangan Jinki hyung.

“Aaarrrkkkkhhhhhh!!!!”

Tanganku mendorong kuat tubuh Jinki hyung dan menepis tangannya yang meremas juniorku.

“WAE!! KAU TIDAK MAU MELAYANIKU HUH!!”

Tanganku dikunci kedua tangannya. Nafas Jinki hyung semakin memburu. Matanya tajam menatapku. Aku benar-benar tak berdaya ditangannya.

“Hyung, jaebal. Jangan lakukan ini padaku.”

“Wae? Kau lebih suka pada Taemin? Kau lebih suka Taemin yang menyentuhmu?”

“Ahni. aku hanya__”

“Kalau begitu layani kekasihmu ini dengan baik! Arra?”

Aku diam saja saat Jinki hyung menciumi dan menghisap kuat leherku. Tanganku tidak lagi melawannya. Kubiarkan tubuhku ditelanjangi Jinki hyung.

Lebih baik begini. Biarkan saja Jinki hyung mendapatkan yang dia inginkan. Agar aku tidak mendapatkan memar esok hari.

“Aahhhhhh. Hyung. Sakit. Aaakkkkhhhh!”

“Tahan saja Key”

-bersambung-

69 responses to “(FF SHINee YAOI TWOSHOOT) COULD THIS BE LOVE? I can’t use my logic PART 1

  1. Wew onew kejam ah
    Taemin itu adik kandungnya atau adik angkat sih? Bisa segitunya sama adik sendiri
    Errg mana bisa ngatur hidup key se enak jidat gitu!!
    Ceritanya keren hahaha . Lebih di perhatiin lagi tulisannya ,jinki hyung jd jinki oppa . Jd rada bingung wkwk
    Good job author^^
    Btw saya reader baru heheh

  2. wag gw suka ni ff jenis gini..//pltakk
    hehe…. dunia semakin kacaw author,, gak bakal ada lagi yang ngbas ff yaoi..

  3. eonni!! aku udh baca ini 2 kali loh, mian baru bisa komen, klo dr HP syusyahh~~
    eonni, ngapain bikinnya angst gini sih?
    kasian kan Key ku sayang … si Onew minta di pelintir juga nih kehernya lama” main kasar bgt, gak puas apa sama aku main kasarnya*plak*

    Ayo di lanjot eon …ASAP!!!GECE!! GPL!! BURUAN!! kekekekek~

  4. yahhh,jinki ko jht ma key…
    aigo…tetem ayo slmtkan key…
    tpi sya ska crta’a,,seru..

  5. lagi-lagi jinki nya jadi org kejam..
    agak merinding bacanya, soalnya baru pertama kali baca genre yaoi kekeke
    tapi aku suka ceritanya🙂

  6. Ini angst ya?
    Yah nangis deh u.u
    jinki disini kayak bukan jinki aja *emg jinki begimana hah? #plak*
    asli keren banget. Harusnya key ‘gituin’ jinki juga. Jadinya impas sakitnya #blepak

  7. jinki jahat ……

    Aku bingung sama author . Kan YAOI kenapa key panggil jinki dengan sebutan oppa ?? Tapi sama jonghyun dengan sebutan hyung ???

  8. SADIIIIIIIIISS
    CINTA MATIKAH JINKI AMPE MAU NGEBUNUH KEY KALO KEY MINTA PUTUS??
    KASIAN KEY
    HYUNGNYA SENDIRI AJA GA BOLEH DITEMUIN
    HUWEEEEEEEEEEEE
    KABUR KEY DARI JINKI
    *peluk key

    MIRIIIIIIIISSS BANGET

  9. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  10. Aaaaaa jinki pervert~~~~~~~ jinki kejaaaam~~~ aku suka~ ._.
    Lah emang taemin suka key? :O jinki sama jonghyun ada apaaaaa? Misteri….
    Key umma yang sabar~ ayo berjuang cairkan hati jinki appa biar lembut lalala~lanjuuut~

  11. kasihan bngt key’a.jinki jahat.masa umma ku di siksa,kasihan kan!
    trus knpa jinki ngelarang umma ketemu sma hyung’a sendiri?
    tapi cerita’a bagus kok author

  12. satu kesimpulannya ONEW SAKIT JIWA !!!!!!
    bnr2 dah tuh orang serem bngt
    key aku ijut berbella sungkawa kamu dapet pacar yg sifat na udh luar biasa sakit kaya onew

  13. mian lagi krna aq jg udah bca yg ni. tp dlu masih SR.

    Hahahaha^^
    Yups. dongsaeng bsa saja mnusuk dr belakang,,
    wktu prtama bca , aneh ma s jinki. aq nganggep nya dia cuma butuh key wt muasin napsuh birahi nya ajj
    Tapi trnyata……
    *lanjut part2

  14. aiissshhh nyunyu kenapa jahaatt banget disinii???
    kasar banget…. tegaaaa… kasian key yeobo *peluk key*
    bingung sebenernya mereka saling cinta atau ga?
    nyu kayanya cuma butuh key buat pelampiasan nafsu… key juga kayanya cuma terpaksa sama nyu…
    lanjut duluuu~

  15. syco nih onewnya jadi serem ….
    Onew kalau cinta sesorang jangan pernah menyakiti hati nya…
    Key …. Yeobo onew pasti kembali kesifat aslinya walau sedikit mesum .mudah2an happy ending

  16. jahat!!! nyunyu jahat!! D8
    tapi kok bisa si.eak jadi pacar.na yehh -____-
    trus kayak.na si nyu cuman mau tubuh.na si.emak, kayak gak bener.bener cinta gitu~~ .__.

  17. haduh ya ampun kepala saya pening ngeliat perlakuan jin ki ke key…

    Jin ki jahat banget ich…nyiksa key kaya gittu, klo cinta tapi ko demen nyiksa gittu…yagh…

    aku penasaran sama cerita selanjutnya…
    kira” jin ki oppa bakalan jadi baik gak yagh ama key? dibaca ajah dah part selanjutnya….

  18. aduuhhh kenapa jinki demen banget nyiksa kibum ??? kenapa akuu bayanginya kaya cerita religi gitu ya? dimana ntar bagian ujung2nya jinki bakal tobat dan setelah itu baikkk kepaddda key… *Opo Iki?
    lanjutt ah ke chap selanjutnya…. semoga hipotesa tentang jinki tobat bener😄

  19. hello aku reader yang baru ngirim comment, hehehe..
    aku masuk ke web ini gara-gara sii Hot Barb, sampe aku rekomendasiin ke senior-senior di kampus :p .
    kamu bikin aku suka sama jinboonnnn dan terlebih lagi skrg jadi suka sama onkey (yaoi)
    di tunggu kelanjutan ff yang maturial girlnyah sama yang jinki jadi bodyguard ;P

  20. yampun serem bgt pnya pcar macem jinki.
    tega bgt sm key.
    itu cinta apa bukan si,ga ada lembut2nya sdkitpun.
    trus itu taemin beneran ade kandung jinki?
    curiga cm ade tiri.
    abis si jinki jahat bgt sm ade sndri,taemin jg kynya benci bgt sm jinki.
    drpd bingung,bc next part dlu deh.

  21. ini angst banget eon…kasihan kibum puny pacar yang sadis macam jinki…itu sijinki kug cembekor ma tetem poadahalkan adiknya kug jahat g2…asli sijinki dsini kayak bukan jinki

  22. sebenernya kalo membandingkan muka jinki senyum jinki,rasanya ga kebayang banget kalo karakter dia sesadis itu..
    amit2 banget punya pacar macam begitu..
    kibum tertindas banget sih..
    sumpah si jinki nih uda suka kdrt uda gitu suka maksa nc-an lagi,,lengkap deh ga punya hatinya..
    parahhhh kasian banget kibummm…

  23. waduh key lagi galau tu milih jjong pa jinki tu..
    apa bner si taemin bkalan nusuk jinki dari blakang..?

  24. yaoolloohhhhh ~
    kibum kasian amat dah ~
    dipaksa ‘bercinta’ ma jinki ~
    ihiyyy ~
    goyang trusssssssssssssss ~

    jinki terlalu cinta kibum, ya bgtu jd naaaaa ~

  25. OMO! JINKI SADIS KEJAM TEGA!!
    Ksian Key T_T dy rela dsiksa ma Jinki demi Jjong n Taemin…
    Emg Jinki da msalah apa ma Jjong iah?

  26. Astagaaaaah spechless gilak baca ini ff anjin* this is it this is it this is a masterpiece! Hahahahaha *lebay deh* tapi sumpah baca ini ff bikin darah naik-turun bener2 suka banget sama karakter berandalannya Onew disini sumpah gila gila gila suka banget THANK YOU SO MUCH FOR THIS FF SUPER MASHITA!😀

  27. Ho…..ini knp??
    Kalo liat jinki protektif sama kibum sih biasa….tp ini jinki kasar sm kibum??bawaan mafia yah,,aigo~
    Jinki-taemin jg gak akur gitu……
    Jjong musuhan sama jinki??aduh mkn rumit……..

  28. Awalnya saya ga mau baca begitu ada kata ‘angst’ dibawah judul. Tapi karna penasaran saya ga tega sama prinsip hidup saya kalau hidup ga selamanya senang-senang(?). Tapi juga buat merasakan yg sedinh-sedih.. *apa hubungannya coba??* o.O Saya bener-bener seneng nongkrong(?) disini. Sajian ffnya selalu beda.. Totally walau belum baca semuanya. Jarang-jarang saya mau baca yg angst. Ga kuatttt!! X( tapi udah lama juga ga baca yg agak sadis gini.. Jinki sadis! Saran aku mah kibum jelasin gimana susah2nya jonghyun nyekolahin dia. Tapi kayanya, gimanapun penjelasannya, tetep aja yah jinki ga bakal mau peduli. Berasa kibum jadi boneka pelampiasan deh. Aduhh.. Belom lagi baca yg part 2nya.. Brb kesono(?) dulu deh.. Hhe

  29. mwoo??? nappeun….bad boy….jahat banget,, jinki bener” tega sama adik kandungnya sendiri….
    apa lagi sama key….
    jinki….suatu saat kau pasti akan menyesal…

    lanjuuuuutttttt

  30. Jinki SUDAH NGGAK WARAS!!! *emosi*
    Masa ama pacar sendiri maen pukul. Kasihan Kibum….
    Taemin adek kandung Jinki bukan sich, kok jahat amat sikap JInki ama adeknya sendiri. Trus ama Jonghyun jg, bukannya baik ama calon kakak ipar malah bikin calon kakak ipar babak belur ckckc…

  31. kyaaaa, jinkin kok jahat banget sih? Huhuhu, kasian key😦
    eh kak, ini yaoi kan? Tadi ad typo kak, disitu key manggil oppa bukan hyung. Hehe

  32. jujur Q gak suka karakter jinki yg seperti ini…lebih baik Jinki yg cool, cuek, gak pedulian tp gak suka main pukul, trus nyakitin tanpa alasan…kasian kan Keynya….

  33. Jinki jahat!
    Kenapa sih Jinki jadi gitu?
    Ada masalah apa?
    Sama Taemin aja gak akur. Ada apaan sih?
    -cau ke part 2-

  34. Jinki sukany nyiksa key??
    Cnta g sgtu jg kn….bwt hidup menderitaa..
    Ksian key..pny pcr yg nakutiiinnnnnn…
    Lanjut ke part2

  35. kejan skali kau jinkiiiiiiii
    ada apa dgn jinki??? pasti sbnr’a jinki anak yg baik, pasti ada sesuatu yg bikin jinki jd brutal
    yg bikin lucu adalah jinki tipe org yg sgt sgt cemburuuu..sampe” adik jinki bahkan kakak key sendiri dicemburuin

  36. oneeeeeewww huhuhu sadisssssss……

    gmana cerinya itu onew kenapa jd kejam gitu??? aigooooo kasihan kibom ckckckc

    onew cnta banget ma key sampe dongsaengnya sendiri dicurigai….
    oneeeeww jgn kejam kejam ma key, huhuhuhu

  37. demi apa ini epep KEREEEN BANGET O,O
    merinding bacanya, bahasa dan alurnya pas banget, gokil!~!
    Ngefeel dapet..
    gaya bahasanya keren^^
    pokoknya suka banget dah😄
    DAEBAKIYA EONNI^^V

  38. gila jinki bringas skali sma key…
    bahkan kasar…
    bahkan tdak hnya dngan key tpi ke semua org trmaksud adiknya ..
    Mengerikan..
    Ff yg bgus lanjutkan..:)

  39. apa alasan jinki benci sama taemin dan jonghyun????

    apakah rasa cinta jinki yg besar sehingga dia jdi overprotective gitu sama key…

  40. Onew gila..! Sumpah.. Sbnrnya dy cinta g sih sama key?? Kok jhat bgt sama key..?! Kasian jjong.. Sama tetem.. Knpa td g kabur j sama tetem..lari keluar negeri kek.. Mnta ongkosin sama tetem..*gubrak

  41. sumpah nelen ludah ==

    itu jinki manusia bukaaan ==”

    punya masa lalu apaa dia ampe ga percayaan ama orang orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s