(FF SHINee STRAIGHT) CODE part 1

Main Cast:

  • Lee Jinki
  • Sin Jeona (fiksi)
  • Lee Taemin
  • Luna F(x)
  • Kim Jonghyun

Genre: Family

Rating: PG 15

Annyeong haseyo~

Namaku masih Kim Jonggey..(gak ada yg nanya!) ingin memberikan FF normal (?) kepada teman-temanku yang setia membaca FFku..

FF ini based on true story.. maksudnya berdasarkan mimpi yang kualami..ahahah..

Ah! Ada satu hal yang baru kuketahui baru-baru ini.. apakah jika telah menikah marga sang istri tidak berubah? Hanya marga anaknya saja yang mengikuti marga sang ayah? Jika ada yang tahu segera beritahu aku..

RCL please~

Minimal jempolnya juga gpp..^^


Pernahkah terbesit dipikiran kalian bagaimana rasanya menikah dengan seorang namja yang tampan?

Apakah kau akan bahagia dengan melihat wajahnya setiap hari? Tersenyum padamu?

Apakah dia akan bahagia hanya dengan cintamu? Karena kau tak punya harta atau paras yang cantik?

Apakah orang disekelilingmu pun akan ikut bahagia jika kau berada disamping namja tampanmu?

Apakah.. aku bisa bahagia?

Jeona POV

“Noona siang ini kau mau ikut karaoke bersama kami??”

“Aku harus cepat pulang..”

Tak bisa kemana pun..

Hatiku selalu tak tenang. Sedikit rasa bersalah didada ini.

“Jangan terlalu tegang noona..kita bersenang-senang sebelum ujian..otte??”

“Mau saran dariku Taemin??”

“Mwo?”

Aigoo~ tidak pernah mata ini merasa bosan melihat wajah polosnya.

“Tetaplah berada dirumah sampai kau lulus..”

Aku akan sangat membutuhkan saran itu satu tahun yang lalu. Jika satu tahun yang lalu aku lebih memilih belajar dirumah dibanding pergi karaoke, mungkin saat ini aku tidak akan satu kelas dengan Taemin. Dan statusku sudah menjadi mahasiswa.

Bisakah aku kembali ke masa lalu? Jawabanya adalah, jangan bermimpi!.

//

Tumpukan buku baru..

Sebenarnya aku tidak membutuhkannya. Aku masih punya buku lama yang sama. Tapi aku membutuhkan buku baru ini untuk memulai lembaran hidupku yang baru.

Tok.. Tok.. Tok..

“Masuk!”

Cklek~

“Masih sibuk mempersiapkan hari ujianmu?”

“Ne umma..”

Beberapa potong buah dan segelas susu. Cemilanku.

“Gomawo umma~”

Kulihat umma masih duduk diatas ranjangku. Bukankah biasanya umma akan langsung pergi karena tidak mau mengganggu konsentrasiku?. Apa masih ada yang ingin dibicarakannya?

“Jadi.. ada sesuatu yang ingin umma bicarakan denganku?”

Umma hanya membalasnya dengan tersenyum. Menundukan kepala dan akhirnya beranjak dari duduknya.

“Kau tidak lupa tugasmu hari ini kan?”

“Ne.”

Yah, tentu saja aku tidak lupa.

Aku berniat akan pergi setelah menyelesaikan beberapa soal.

Drrtttttt~ Drrrttttt~

Ah! Aku tertidur?

Drrtttttt~ Drrrttttt~

Dimana aku simpan selfonku? Hari sudah mulai gelap. Aku tidak dapat melihat dengan jelas.

Drrtttttt~ Drrrttttt~

Hari sudah mulai gelap???

Aisshhhh!!! Dimana kutaruh selfonku. Ini dia! Beruntung cahaya dari layar selfonku menyala terang digelapnya kamarku.

Jinki calling.

Sudah kuduga dia yang menelefon.

“Yeoboseyo?”

//

Aku tidak suka tatapannya.. Seperti sedang mengintimidasiku.

Aku tahu aku yang salah. Dan aku sudah meminta maaf.

“Bisakah kau sedikit bertanggung jawab?”

Tidak kujawab pertanyaannya. Bersikap seolah aku tidak mendengarnya. Memalingkan pandanganku dengan memandangi wajah bayi mungil yang sedang menghisap kuat asi yang kuberikan.

Kasihan sekali kau bayi mungil.. mian karena membuatmu menahan lapar terlalu lama.

“Akhir-akhir ini dia tidak mau minum susu formula.. jadi kuharap kau lebih sering datang untuk memberinya asi.”

“Aku sudah semakin disibukan dengan persiapan ujianku..”

“Dan kau akan membiarkannya kelaparan?”

“Ahni.. aku akan menyimpan asiku kedalam beberapa botol. Taruh dilemari pendingin dan kau bisa memberikannya pada bayimu saat dia menangis.”

“Bayiku? ckk!”

Jinki oppa berdecak kemudian meninggalkanku dikamarnya. Kenapa harus kesal? Kenapa harus kecewa padaku?

Pandanganku lurus kedepan, menemukan sebuah gambar yang masih kokoh menempel di dinding kamar ini. Miris, hanya dengan memandangi gambar itu aku mulai menbenci diriku sendiri. Sangat mengutuk diriku sendiri hingga merasa aku tidak pantas lagi untuk hidup.

“Akkhhhh~ Appo.. belum punya gigi saja gigitanmu sudah sesakit ini huh?? Nappeun baby..”

Masih kuat menghisap asiku. Matanya melihatku, jernih, sejuk. Hanya melihatnya saja bisa membuatku melupakan semuanya. Kau bayi mungil.. sudah pintar menghipnotisku huh?? Hatiku dibuatmu tenang. Gomawo~

Hisapannya mulai melemah seiring dengan matanya sipitnya yang perlahan terpejam. Sudah kenyang? Mengantukkah?

Pelan-pelan aku melepaskan nipelku dari mulut kecilnya. Sudah terlelap. Damai sekali.

Kutepuk-tepuk punggungnya hingga terdengar sendawa dari mulutnya. Barulah aku membaringkannya di box bayinya.

Annyeong jumuseyo~

Kusimpan beberapa asi yang kutaruh dibotol kedalam lemari pendingin. Tidak terlalu yakin ini cukup sampai besok sore.

“Kau sudah mau pulang?”

Kututup perlahan pintu lemari pendingin.

“Ne”

Jinki oppa mnumpukan kedua sikutnya diatas meja makan. Dapat kulihat jelas cincin melingkar dijari manisnya.

“Masih memakai cincinmu oppa?”

Aku memasukan kedua tanganku kedalam saku celana. Menyembunyikan jari polosku.

“Tentu saja, aku masih terikat pernikahan.”

Matanya seperti mengatakan kalau aku sudah melupakan semuanya.

“Berhentilah melakukan semua ini oppa.”

“Berhenti untuk apa?”

“Berhentilah membuatku terlihat seperti orang yang paling berhianat!”

“Aku tidak pernah melakukan itu..”

Huh! Sangat menyebalkan!

“Berhentilah tetap memakai cincin bodoh itu! Tidak usah memajangkan foto pernikahan bodoh itu! Dan berhentilah bersikap seakan-akan kita ini keluarga bahagia!”
”Kenapa kau tetap menganggap pernikahan ini bodoh?”

“Cukup! Sejak awal kita sudah sepakat kalau kita menikah demi menutupi malu keluargaku! Dan kau tahu aku membenci ini..”

“Ne! Arra! Tentu saja aku tahu kau sangat membenci ini.. aku hanya menjalankan tanggung jawabku! Dan seharusnya kau pun begitu!”

“Ini semua tanggung jawabmu oppa.. bukan tanggung jawabku.”

Sudah cukup..

Lebih baik aku pergi dari tempat ini sebelum semuanya bertambah runyam.

“Kau mau kemana Jeona?”

“Pulang!”

//

Kenapa hatiku tidak tenang..

“Buka halaman 402.. carilah beberapa sentence pada setiap paragrafnya..”

Halaman 402.. Family?

Gyut~

Ngilu sekali..

“Noona.. gwenchana?”

Taemin berbisik padaku. Aku menoleh padanya dan kupaksakan untuk mengangguk.

“Kau terlihat tidak sehat?”

“Benarkah?”

“Ne”

Gyut~

Kenapa tiba-tiba ingin menangis?

“Seongsaengnim!”

“Ne Jeona? Ada yang ingin kau tanyakan?”

“Boleh aku meminta ijin untuk pulang lebih cepat hari ini?”

“Kau sakit?”

“Ne..”

Perasaanku galau. Percuma aku meneruskan pelajaran.

//

Aku tidak tahu mengapa kakiku membawaku ke rumah ini. Sudahlah tidak apa-apa. Kau sudah berada dirumah ini, sebaiknya memastikan kalau perasaannya galaumu ini bukan pertanda yang buruk.

Ting~ Tong~

Tidak ada yang membukakan pintu? Bukankah seharusnya ada baby sitter yang sedang menjaga bayinya?

Ckleck~

Tidak dikunci?

Terdengar sayup-sayup suara tangisan bayi saat aku menutup pintunya. Tangisannya terdengar semakin jelas ditelingaku. Apa bayinya baik-baik saja?

Hatiku semakin gundah. Belum dapat tenang apabila belum melihat keadaan bayi mungil yang sedang menangis itu.

Aku berlari menuju kamar Jinki oppa. Suara tangisannya semakin jelas dan terdengar begitu memilukan.

Bukan baby sitter, tapi Jinki oppa yang sedang menenangkan bayinya. Dia tidak pergi bekerja?

Dengan segera aku meminta Jinki oppa untuk memberikan bayinya padaku. Dia terkejut saat melihatku didepannya. Aku mengambil sendiri bayi dari pangkuan Jinki oppa, karena Jinki oppa masih terdiam memandangiku.

“Ssshhhhtt~ sudah jangan menangis lagi bayi mungil.. aku ada disini..”

Aku membuka kancing seragamku dan berbalik membelakangi Jinki oppa. Aku mulai menyusui bayi yang memerah karena terus menangis ini. Aku duduk diatas ranjang dan membiarkan jari telunjukku digenggam erat tangan mungilnya.

Tangisannya langsung terhenti seketika. Kau lapar? Bayi yang malang..

Aku menoleh kearah Jinki oppa yang masih berdiri mematung melihatku. Matanya sembab seperti habis menangis. Dia masih memakai pakaian tidurnya yang kemarin malam.

“Oppa tidak pergi bekerja?”

“Aku tidak bisa meninggalkan Jongin..”

Jongin.. nama yang diberikan Jinki oppa untuk bayi ini.

“Bukankah biasanya ada baby sitter?”

“Aku tidak bisa mempercayakan Jongin pada mereka.”

“Wae? Kalau begini kau tidak bisa pergi bekerja oppa..”

“Sudah kubilang Jongin tidak mau lagi meminum susu formula.. dia akan terus menangis seperti ini..”

Jinki oppa menghapus air mata yang mulai keluar dari matanya. Dia mengangis? Wae?

“Aku mau mandi..”

Jinki oppa pergi memasuki kamar mandi. Dia belum mandi, bahkan mengganti bajunya pun tidak sempat kah?

Pandanganku kembali lurus kedepan, kembali menemukan sebuah gambar yang masih kokoh menempel di dinding kamar ini.

Foto pernikahan kami, aku dan Jinki oppa. Diambil saat Jinki oppa menyisipkan cincin dijariku.

Jariku? Kosong.. tidak seperti Jinki oppa. Aku menyimpan cincinku di kotak perhiasan. Tidak ingin mengingat statusku yang sudah menikah.

“Whoaaa~ roti!!”

Jinki oppa melahap roti yang sudah kusiapkan sambil memasang dasinya. Rambutnya masih basah dan belum tersisir rapih.

“Oppa mau pergi bekerja sekarang?”

Sudah pukul sepuluh, sudah terlalu terlambat.

“Hmm~”

Dia hanya mengangguk dan meneguk kopinya.

“Ada rapat pukul sebelas nanti..” melanjutkan jawabannya sambil tergesa-gesa mengunyah roti dengan selai srikaya.

“Lalu siapa yang akan menjaga Jongin mu?”

“Bukankah ada kau?”

Jinki oppa berhenti mengunyah, menatapku bingung sambil menunggu jawabanku.

“Aku harus pergi les tambahan pukul satu siang..”

Seperti kecewa dengan jawabanku. Dia menaruh rotinya dipiring dan melepas dasinya kembali. Kesal.

“Sebenarnya kau anggap apa Jongin?”

Menusuk tajam mataku. Memompa nafasnya lebih cepat.

“Dia anakmu..”

“Lalu mengapa kau masih kemari?”

“Aku menyusuinya.. sudah janjiku untuk tetap memberikannya asi sampai bayimu dapat meminum susu formula..”

“Bayiku? Dia bayimu juga!”

“Jangan memulainya oppa!”

“Apa! Apa kau akan bilang kalau kau tidak pernah menginginkan Jongin! Dan kau akan bilang kalau ini salahku!”

“INI SEMUA MEMANG SALAHMU OPPA!”

“Salahku? TIDAK AKAN TERJADI JIKA KAU TIDAK MENGGODAKU!!”

“KAU TAHU AKU MABUK DAN KAU MEMANFAATKANNYA!!”

“SIAPA YANG MENYURUHMU MABUK!!!”

“Siapa yang menyuruhku mabuk?”

Siapa yang menyuruhku mabuk?

Tidak ada.. aku sendiri yang ingin mencobanya..

Aku yang bodoh ini yang ingin terlihat keren dimata teman-temanku..

“Aku memang menjijikan karena sudah mabuk.. karena sudah berani menggodamu.. dan karena semua kebodohanku, aku kehilangan teman-temanku.. cita-citaku dan membuat malu keluargaku!! Tapi kau yang mencegahku bunuh diri! Kau yang menawarkan tanggung jawab! Maka selesaikanlah tanggung jawabmu sendiri!”

Plakkk!!!

Appo..

“Kau menyedihkan sekali Sin Jeona..”

“Oppa yang menyuruhku untuk meneruskan hidupku bukan?? Maka aku akan menyelesaikan sekolahku dan akan meneruskannya ke universitas.. jadi jangan menggangguku yang sedang menata kembali hidupku oppa..”

Jinki oppa mengepalkan tangannya. Masih ingin menamparku? Tampar saja..

“Pergilah.. selesaikan saja sekolahmu.. mian karena aku sudah mengganggumu..”

//

Pernahkah terbesit dipikiran kalian bagaimana rasanya menikah dengan seorang namja yang tampan?

Aku pernah.. bagiku Kim Jonghyun cukup tampan..

Tapi siapa yang mengira sumua tidak sejalan dengan keinginanmu..

Apakah kau akan bahagia dengan melihat wajahnya setiap hari? Tersenyum padamu?

Melihat wajahnya pun sudah membuatku membenci diriku sendiri. Setiap senyum yang dia perlihatkan, semakin membuatku terpojok..

Apakah dia akan bahagia hanya dengan cintamu? Karena kau tak punya harta atau paras yang cantik?

Tidak pernah yakin kalau kami bahagia. Bukan karena fisik atau harta, kami tidak membutuhkannya saat ini.

Apakah orang disekelilingmu pun akan ikut bahagia jika kau berada disamping namja tampanmu?

Salama orang disekitarku tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Kuharap mereka juga bahagia.

Apakah.. aku bisa bahagia?

Belum.. suatu saat nanti aku pasti bahagia..

“Noona..nilai ujianmu cukup bagus?”

“Tidak terlalu bagus.. tapi kurasa cukup untuk standar kelulusan..”

Meskipun kuhabiskan waktu sehari penuh untuk belajar, hasilnya tidak maksimal.

“Nonaa~ Kau akan melanjutkan ke universitas mana?”

“Seoul University.”

“Jinjja???”

“Ne~”

“Bukankah sulit masuk ke SU?”

Tidak jika kau adalah anak dari rektor di Universitas tersebut..

“Aku akan berjuang sekuat tenaga Taemin.. kau juga, lakukanlah hal yang sama denganku.. berjuanglah agar dapat masuk ke universitas seni incaranmu.”

“Ne noona.. heheheh..”

Hanya ditemani kekehan kecil seorang Lee Taemin. Perayaan kelulusanku yang selama ini menjadi tujuan hidupku. Ternyata tidak semanis yang kubayangkan.

//

“Besok lakukan tes kesehatan ke rumah sakit..”

“Ne appa..”

“Persyaratan lainnya sudah appa urus..”

“Gomawo appa..”

Keluargaku..

Tidak pernah lagi menyinggung tentang Jinki oppa dan bayinya. Tidak pernah lagi bertanya kenapa aku tidak pergi kerumah Jinki oppa.

Keluargaku.. kupaksa untuk mendukung sepenuhnya keinginanku untuk melanjutkan studyku.

“Makan malam kali ini umma siapkan special untuk merayakan kelulusanmu Jeona..”

“Gomawo umma~ telah memasakan semua makanan favoritku..”

“Ini tidak seberapa..”

//

Aku senang karena dokter yang melayaniku seorang yeoja. Dia pasti tahu betapa risihnya aku dengan baju pasien dan tidak mengenakan pakaian dalamku dalam menjalani tes ini.

“Sin Jeo Na..”

Dokter Han memeriksa riwayat kesehatanku dan membandingkannya dengan hasil tes hari ini.

“Kau pernah mengandung?”

“Mmm..Ne”

“Riwayat kandunganmu tidak begitu baik..”

Aku tahu..

Aku berulang kali mencoba menggugurkannya tapi tidak pernah berhasil. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku saja.

“Apa yang kau lakukan??”

Pill ditanganku terjatuh kelantai. Jinki oppa mengambil botol pill ku dan membuangnya ketampat smapah.

“Apa urusanmu??”

“Tentu saja ini jadi urusanku!! Janin itu anakku!!”

“Jadi kau tidak mau aku mati karena bayimu??huh??”

“Mengapa kau tidak percaya!! Percayalah padaku! Aku sungguh mencintaimu! Aku sudah memiliki rasa sayang yang sangat untukmu!! Aku akan tetap menikahimu walau kau tidak hamil!!”

“Jinjja?? Kalau begitu kenapa kau tidak mau aku menggugurkan bayi ini?? eoh??”

“Aku tidak mau kau jadi pembunuh Jeona.. saranghae..neomu saranghaeyo..”

Mengecup keningku lembut. Memelukku erat. Membawaku untuk menerima tawarannya untuk menikah.

“Nona Sin??”

“Ah! Ne?”

“Ini surat keterangan kesehatanmu..”

“Kamzahamnida..”

//

“Bagaimana dengan tesnya?”

“Sudah selasai.. kau Taemin?”

“Aku juga sudah selesai.. aku lapar..”

“Bagaimana kalau kita makan siang??”

“Joha!!!”

Aigoo~ cute sekali.

DEGH!

Jongin? Bayi itu Jongin kan?

“Noona? Kau mau kemana?”

Kenapa Jongin bisa ada ditangan seorang yeoja??

“Noona! Tunggu aku!”

“Permisi..”

Benar. Ini Jongin.

“Ne? ahh..anda..”

“Kau mengenalku?? Apakah anak digendonganmu ini Jongin?”

“Ne.. kau Jeona?”

“Ne..”

Empat bulan tidak bertemu Jongin. Dia semakin tampan. Menggemaskan. Berapa usianya sekarang? Tujuh bulan?

“Noona!!”

Aku meminta untuk dapat menggendong Jongin. Yeoja ini memberikan Jongin tanpa segan.

“Bayi mungil..kau sudah besar?? Chu~”

Sangat rindu.. aku memeluk erat tubuh mungilnya. Ingin terus mengecupi pipi chubynya. Rindu sekali.

“Noona?? Apa bayi ini anakmu?”

“Ne Taemin..”

Tanpa sadar aku meneteskan air mataku. Mengecupi kepala botak bayi mungilku.

Aku membawa Jongin dan duduk diruang tunggu. Bermain dengan Jongin dan mencoba membuatnya tertawa.

“Luna! Mana Jongin??”

Jinki oppa?

“Jeona??”

-Bersambung-

52 responses to “(FF SHINee STRAIGHT) CODE part 1

  1. Itu knp ada nama jonghyun nyempil..? Salah ketik kah? Pasti otak author udh terisi penuh nama jjong…
    Ih itu jeona tega bener ama si jinki…pdhal kan yg salah 22nya…ntar jinki sama luna, jeona nyesel da…Tp tenang, msh ada brondong taem…hehehe
    yaaahh…lanjutannya pake password…T.T

    • bukaannnn!!! emang ada Jjong..dia udah muncul kalo baca di versi NC nya.. ntar d part dua diperjelas..
      mau pw yg NC??
      pw:jibonlover

  2. Ikut nimbrug akh. .
    Anyyeong eonni, Jeen pembaca baru, hehe. .
    Jeona kau egois. .
    Aish Jinki oppa, kau benar2 namja idaman Jeen. .
    Taemin ama Jeona hanya teman kah?
    Akh fall in love dah ma ff karya onni. .
    Bangapta😉

  3. aigoooo ,, taeyon bener2 ngarep ama minho , kebalikan bgt ama cerita malam pertama jibon .. haaaaha😄

    tpii onn ,, ntah knapa aku lebih suka ama yg part.a jibon kemarenn ,, dibubuhi candaan khas ghea onnie ..😉

    tapiii tapiiii ,, teteeeep SERUUUUUU epep.a .. two thumbs up buat onnie … b^^d

  4. itu kenapa sih si joena nya?huuhh..padahal jinki cintong beneran sama cenya..tpi dianya egois…
    Tapi..tapii seru ah..
    Lamjutt bca aahh..hehe

  5. JEONA JAHAT, ANAK SENDIRI GA MAU NGURUSIN, SAPA SURUH MABOK2AN??
    JADI EMOSI SAYAH, KASIAN KAN JINKI, UDAH MNCINTAI NOONA DGN TULUS TAPI DICAMPAKAN
    ERRRR~
    *asah samurai

    EITSS KOK ADA JJONG??

  6. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  7. wah trnyata masalah’y agak dewasa ya?
    Dtng2 baca nc makanya tak mengerti..
    Trnyata seperti ini. Jinki dewasa ya…

  8. Jinki so sweet…
    Jeona jd gt krna sakit hati sama kejadian … *filltheblank*

    Lama2 jeona juga suka sama jinki, kekeke

  9. waahhhhh~ aku suka ff nya.
    aku pernah baca tapi dari sudut pandang jinki oppa..
    dan ff nya emang kereeennnn..
    daebak buat authornya.. ff nya selalu keren keren.. ^0^

  10. ih tega bnr si jeona, parah parah msa nolak jinki sih !!!apa hbungan na sma jjong ya ?apa jeoana suka jjong ?capcus ke next part lah

  11. jinki menghamili seorang wanita di luar nikah. dia sangat mencintai jeona tapi jeona mencintai jonghyun. ini akan menjadi cinta segitiga.

    jika seperti ini terus kasihan bayi mereka, jongin.

  12. Iih…koq jeona gitu sih??
    Kacian baby’y.
    Hiks….
    Koq semua pngn bunuh diri klo hamil d’luar nikah ya?? Knp gak pilih jln lain aj, ap cuma itu yg prtama kali mncl??
    Jd bingung.
    Hmm…tp aq suka ff ini, keren.
    Aq dpt pljrn, bkn yadong. Hehehe…daebak, thor. :e

  13. ahhh muales sama author bikinq nangis dsiang bolong..jinkiiiiiiiiii..nikahinq j kita rawt jongin berdua*plak*sijeona sumpah jahat banget tp mungkn klw q dposisi dy kyak g2..klw nie piringx jinboon pasti makin seru*plak*

  14. thea is back,,!!!!!!!!!!!!!!!!*dance sherlock
    jeongin…aigoo,,nie anak kta y bang???*pletak/d lempar sandal am ghea oen
    mw loncat dlu ne~

  15. annyeong haseyo~
    aq reader br keren bgt ff nya,
    jeona nya koq gt? kasian onppa ma jongin nya,,
    hwa lanjut thor,.

  16. Ais, jeona nggak bersyukur banget sudah dicintai sama jinki..
    Trus cowo yang diomongin itu si Jinki atau Jonghyun??

  17. Jong In ….
    jadi keinget kai HAHA😄
    aku bukan new reader sih, cuma pake uname baru krna lupa uname dlu T.T
    jeona keterlaluan nih -…-

  18. tega banget jeona kan kasian jongin
    aaaaa jinki juga kasian ngurus jongin sendirian
    hhhh ternyata mereka nikah karna kecelakaan

  19. Jeona EGOIS!!! KEJAM!!!
    Punya suami setampan dan sebaik Jinki + punya anak seimut Jongin masa di tinggalin?!? Bener2 dech ckck…
    Tp untung dech si Jeona masih ada naluri seorang ibu…
    Hati2 aja Jeona menyesal itu slalu datang belakangan, jngn sampai dech Jinki direbut cewek lain trus posisi mamanya Jongin diambil dari si Jeona…

  20. Omo! Luna? Luna? Luna jadi siapa ini? Kenapa jeona udah nikah sebelum lulus? ‘Kecelakaan’ karna mabuk trus hamil awalnya gara2 kenapa ini?! O.O

  21. ish jeonanya egois banget , yang ngelakuin kan berdua . kenapa cuma satu yang disalahin , padahal ini juga salahnya jeona huh poor jinki and jongin huhuhu kasihan liat jinki😦

  22. Ah jinki. . . :’)
    Appa yg hebat, suami idaman yg cool. Perfect!

    Tapi it si jeonanya ko tega ya buat jinki merana sendiri.

    Berasa jleb waktu baca kalimat “Pergilah.. selesaikan saja sekolahmu.. mian karena
    aku sudah mengganggumu..”

    keep writing eonni ghea. slalu ‘saranghe’ buat ff karya eonni ._. v

  23. taemin perasaan gak ngaruh banget dech di part 1 ini, wkwkwk
    Unyu2 lo sama gw aja taem :*

    Jinki oh em ji, aku padamu!!

  24. akuuuu speechless kyaaaaaa jinki lopeeeeee beraaaaaaaattt deh

    aisssshhh itu jeona tega beneerrrr ma anaknya sendiri
    kasihaaaaaannn jinkiii cup cup
    jinkiiii menikah saja denganku, aku pasti akn mengurus jongin dg baik kkeekekkeek#mimpi terpendam

    ini bener2 bikin penasaraannn,capcus k next part…

  25. annyeong, mahda imnida ^^
    ini kyknya pertama kalinya aku baca ff jonggey-ssi deh, salam kenal ya🙂
    well menurutku ide ffnya ini bagus bngt! bisa jd edukasi jg buat remaja2, ide kyk gini jg jarang nih, biasanya kan ga sampai anaknya lahir, kadang keguguran atau apa gitu, tp disini ga, anaknya lahir, dan cowoknya jg mau brtnggung jawab… tapi itu dia kyknya alurnya agak kecepetan deh, aku ga tau ini alurnya emng gini, atau aku yg bacanya cepet hehe._._.
    tapi at all, nisseu ff:mrgreen:

  26. Ampuuunnnnn Jeona kurang bersyukur banget…
    Nikah MBA, alhamdulillah si namja mau tanggung jawab,
    karena sebagian namja bakal lari kaburrr….
    Trus, suaminya, sabar, penyayang dan sangat mencintai
    dia dan Jongin… Kurang apa, coba…
    Tiap kali dia nyebut Jongin ‘bayimu’ ke Jinki,
    aku ikutan nyesek…. Ada ya, yeoja gak berperasaan gitu…
    Gak tahu, deh, mungkin karena memang situasinya
    sangat tidak diharapkan…
    Jeona yang mencintai namja lain, jjong, malah harus menikah
    dengan namja yang tidak dicintainya, dan lebih parah, dia mengandung bayi dari namja tersebut, dan membuat
    pendidikannnya terhambat… Cita2 tentu saja sempat jauh dari pandangannya… Keluarga? jangan ditanya…
    Malu kecewa dan marah, pasti itu yang ada…
    Tapi tetep saja… Gak sepatutnya Jeona begitu…
    Sekarang ada Luna.. Jinki Luna…
    Jeona mau apa, coba…?
    Coba merebut Jongin dan Jinki kembali?
    Aduh, sewot sendiri…
    Lanjut ah… Oya, Jonggey… Kalo kamu baca pesenku di page fb jonggey, bales ya, di nopeku, aku tunggu banget pw untuk
    Barbie Sitter dan yang ini… Oke… gumawo…

  27. koq kayaknya jeona benci banget ama jinki?
    kqsihan kan anaknya jadi korban, laper nunguin jeona pulang baru bisa di susuin.
    ati2 lho jeona…skrang boleh benci ama jinki, tapi tunggu aja…ntar juga loe bakal jatuh cinta ama pesona jinji…hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s