(YAOI/1s) I DO CARE U

Main Cast:

  • Lee Taemin
  • Choi Minho

Support Cast:

  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Jooyeon After school
  • Jaekyung Rainbow
  • Hyomin T-ara
  • Sandara 2ne1

Genre: Romance, life

Rating: PG 17

Annyeonnngggggggg!!!!

Ini adalah FF pertamaku tanpa Kim Kibum..no Kibum included..ahahhaha..

Always dan selalu Kim Jong Gey Ingatkan..ini FF YAOI..

Jadi..anggap saja kalian sedang berada di dunia dimana tidak ada perbedaan gender. Namja berpasangan dengan namja adalah hal yang biasa di dunia ini. Tapi bukan berarti namja menyukai yeoja adalah hal yang dilarang didunia YAOI..

Reader di bawah 17 tahun dilarang membaca!! Hush hush! Jangan deket-deket!!

Taemin POV

“Noona.. kau terlihat cantik hari ini.. gaya rambutmu baru??”

Minho hyung mengelus-elus rambut Sandara noona, jari-jarinya sangat terampil mengelus lembut tiap helai rambut yeoja cantik itu.

“Bagaimana kau bisa tahu?? Aku hanya memotong sedikit poniku..”

Sandara noona tertunduk malu, wajahnya berseri-seri saat Minho hyung bermain-main dengan poninya.

Tangan Minho hyung turun membelai pipi Sandara noona. Mata Sandara noona terus menatap bibir Minho hyung. Minho hyung tersenyum saat Sandara noona mendekatkan wajahnya, Minho hyung tahu apa yang diinginkan Sandara noona.

Minho hyung meladeni permainan Sandara noona, perlahan Minho hyung mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Sandara noona, membuat yeoja mungil itu menutup matanya.

Aku memalingkan wajahku. Tidak tega menyaksikan permainan Minho hyung.

Satu..

Dua..

Tiga..

“Noona.. uang yang kau kirim minggu lalu sudah habis..”

Hanya tiga detik? Aku menoleh kembali. Sandara noona agak cemberut.

“Kenapa cepat sekali habisnya??”

“Akhir-akhir ini banyak sekali keperluan sekolahku.. aku sudah kelas tiga.. banyak sekali biaya yang harus kukeluarkan..”

Minho hyung meraih tangan Sandara noona, dia mulai bermain dengan jari-jari Sandara noona yang ramping.

“Baiklah.. akan ku kirim lagi nanti malam.. aku harus merayu appa dulu..”

Sandara noona memandangi tangannya yang sedang dielus-elus Minho hyung.

“Jinjja?? Gomawo noona..”

Minho hyung mendekatkan kembali wajahnya kewajah Sandara noona. Aku kembali memalingkan wajahku.

Satu..

Dua..

Tiga..

Empat..

Lima..

Enam..

“Noona.. aku harus pulang..”

Enam detik, hampir tujuh detik. Servis yang memuaskan.

“Besok.. kita bertemu disini lagi??”

“Hmmm.. Besok aku harus belajar untuk menghadapi ujian.. Mianhe noona..”

Kudengar suara kursi yang digeserkan. Sepertinya Minho hyung akan pergi sekarang.

“Bagaimana dengan Lusa??”

Aku berdiri dan menyampirkan ranselku di bahu. Kuambil susu coklat hangatku yang baru kuteguk sepertiganya.

“Lusa?? Akan kuhubungi noona jika aku bisa..”

Aku keluar dari café ini lebih dulu. Minho hyung menyuruhku menunggu di kursi taman.

Aku berjalan sedikit lebih cepat. Aku terkejut saat Minho hyung sudah mendahuluiku dan membukakan pintu untukku.

“Sudah kubilang untuk menunggu di taman kan??” tanyanya saat menahan pintunya tetap terbuka hingga aku keluar.

“Aku hanya penasaran..” jawabku.

Minho hyung menutup kembali pintunya. Kedua tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Kami mulai berjalan bersama.

“Ini bukan pertama kalinya kan??”

“Huh??”

“Kau pernah mengintipku sebelumnya kan??” Mata Minho hyung tidak menatapku. Dia memandangi langit.

“Ne.. saat hyung bersama Jaekyung noona..”

Minho hyung menghela nafasnya panjang saat aku mengakui kalau aku pernah melihatnya sedang bersama noonanya yang ketiga.

“Berarti kau sudah tiga kali mengintipku..”

“Mwo??”

“Aku melihatmu sedang mengawasiku saat aku bersama Hyomin noona..”

Apa? Jadi dia pernah memergokiku saat itu?

Minho hyung berjalan lebih cepat. Sehingga dia berjalan di depanku saat ini.

Minho hyung sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Sejak kecil hyung selalu bermain denganku. Padahal bisa saja dia bermain dengan Jinki hyung, umur mereka lebih dekat. Tapi entah mengapa Minho hyung hanya mau bermain bersamaku, hanya aku yang ditanyakan apabila Minho hyung bermain kerumahku.

“Aigoo..lelah sekali..”

Minho hyung duduk dikursi taman. Kakinya diselonjorkan, tangannya masih berada didalam saku celananya.

“Kau mau??”

Aku menawarkan susu coklat hangatku padanya. Minho hyung menerimanya dan meminumnya, kemudian aku duduk disebelahnya.

“Kau.. melihatku..”

“Kiss??” tebakku.

Minho hyung berhenti meminum susu coklat hangatku dan menatapku. Sepertinya tebakanku benar.

“Kau benar-benar melihatnya??” tanyanya sekali lagi.

“Aku tidak melihatnya tadi..aku memalingkan wajahku..sungguh..”

Minho hyung terus menatapku. Apa dia terganggu jika aku melihatnya berciuman??

Aku memang tidak melihatnya berciuman barusan. Tapi aku pernah melihatnya saat mencium Hyomin noona.

“Kau sudah pernah melakukannya Taemin??”

“Mwo? Kiss?? Belum..”

“Mau aku ajari??”

“Sejak kapan kau jadi seperti ini hyung??”

“Mwo?? Mengapa kau tanyakan hal itu??” Minho hyung kembali meminum susu coklatku.

“Berhentilah mempermainkan mereka hyung..kau tidak seperti yang ku kenal..”

“Memangnya kau mengenalku??” Minho hyung menyodorkan susu coklatku, mengembalikannya padaku. Aku menerimanya.

“Sudahlah..aku harus pergi less.. sudah jam 5 sore..” aku membuang susu coklatku kedalam tempat sampah disampingku.

“Bagaimana kalau hari ini kau bolos??”

“Aku pergi dulu hyung.. annyeong..”

Aku berdiri dan berjalan perlahan menuju tempat lesku.

Hanya dalam beberapa langkah saja aku akan sampai ditempat lesku. Tempat lesku berada di depan taman. Minho hyung memintaku untuk menemaninya sebelum aku memulai les pianoku. Dia memilih taman ini sebagai tempat kami bertemu dan berbincang.

Aku pernah menunggu ditaman cukup lama. Hingga aku memutuskan untuk berkeliling sambil menunggu hyung. Pada saat itulah pertama kalinya aku melihat Minho hyung bersama Hyomin noona.

//

“Kau melamun Taemin??”

Jonghyun hyung menghentikan permainan pianonya.

“Ahni..aku hanya terbawa suasana saja..permainan pianomu halus sekali hyung..”

Perkenalkan, namja yang sedang bermain piano disampingku ini adalah Jonghyun hyung. Dia adalah sahabat Jinki hyung. Dialah yang mengajakku untuk mengikuti les piano. Jonghyun hyung pernah melihatku bermain piano dirumah, aku bermain piano secara otodidak, Jonghyun hyung bilang kalau aku memiliki bakat. Tapi bakatku tidak sehebat Jonghyun hyung aku pikir.

“Mau aku beri tahu rahasianya??” Jonghyun hyung mendekatkan wajahnya padaku, aku menarik kepalaku kebelakang. Aku merasa tidak nyaman.

Jonghyun hyung memang baik terhadapku. Tapi terlalu baik menurutku. Aku takut dia memiliki perasaan labih terhadapku.

“Apa?” tanyaku.

Jonghyun hyung tersenyum berdiri.

“Ayo ikut aku..” ajaknya.

“Kemana??” aku berdiri dan mengambil ranselku.

“Ke perpustakaan..”

“Apa ada perpustakaan yang masih buka?? Ini sudah malam..” aku melihat ke jam dinding. Sudah pukul delapan malam.

“Ada.. hanya saja sepi..kau tahu, agak menyeramkan.. jika kau penakut..lebih baik tidak jadi saja..”

“Aku berani! Aku ini namja..”

“Ahahah..baiklah.. ayo ikut aku..” Jonghyun hyung mengambil ranselnya dan memakai topinya.

//

Jonghyun hyung benar. Perpustakaan kota ini memang masih buka. Tapi.. benar-benar sepi. Suara langkahku seperti menggema keselulur ruangan. Perpustakaan ini terang sekali, tapi dingin.

“Kita cari disana..” Jonghyun hyung berjalan di depanku. Aku mengikutinya dari belakang.

“Apa yang kau cari hyung??”

“Buku musik.. di dalamnya terdapat beberapa lagu yang bisa kau pelajari di rumah..”

Mata Jonghyun hyung terus memeriksa tiap lemari buku. Lemari buku yang berjajar rapih dan menjulang tinggi. Kau akan merasa seperti berada di dalam labirin.

“Sepertinya da disini..” Jonghyun hyung terus mencari buku. Tangannya menggeser setiap buku yang dirasanya bukan buku yang dicarinya. Terdapat ratusan buku dilemari buku ini. Sepertinya akan memakan waktu cukup lama untuk menemukannya.

“Apa judul bukunya..akan kubantu carikan..” tawarku. Mata Jonghyun hyung tidak lepas dari buku-buku dalam lemari, terus mencari.

“Aku lupa..tapi yang pasti ada tulisan Bethoven..”

Aku mulai mencari buku disisi lain lemari buku. Aku membelakangi Jonghyun hyung. Mataku terus menelusuri buku dengan tulisan ‘bethoven’.

Sudah cukup lama kami mencari buku ‘bethoven’, tapi belum juga kami temukan.

“Akan kutanyakan pada penjaga perpustakaan.. Taemin, kau teruslah mencari..” Jonghyun hyung pergi meninggalkanku sendiri. Jantungku mulai berdebar kencang. Aura perpustakaan ini membuatku takut.

Aku tidak bisa berkonsentrasi mencari buku yang Jonghyun hyung maksud. Bulu kudukku semakin merinding. Kuputuskan untuk menyusul Jonghyun hyung saja.

Aku baru tersadar bahwa aku belum mengenal perpustakaan ini. Aku tidak menemukan tempat penjaga perpustakaan. Sial! Seharusnya aku menurut saja dan menunggu Jonghyun hyung ditempat tadi. Aku benar-benar seperti terjebak di dalam labirin.

“Aku tidak mengerti soal yang ini noona..”

Aku mendengar suara seseorang. Syukurlah.. mungkin aku bisa meminta tolong padanya. Aku mencari dari mana suara itu berasal.

“Sudahlah..kita cukupkan sampai disini saja belajarnya..”

Suara itu semakin jelas. Sepertinya aku semakin dekat.

“Kenapa noona??”

Aku menghentikan langkahku. Aku mengenal suara itu. Mungkinkah itu Minho hyung?.

Aku mengintip dari sela-sela lemari buku. Aku hanya dapat melihat yeojanya, namjanya memunggungiku. Yeoja itu, Hyomin noona? Berarti namja yang duduk di depannya itu memang Minho hyung.

Hyomin noona menepuk-nepuk bibirnya dengan jari telunjuknya. Sepertinya dia minta dicium.

“Tapi noona ini perpustakaan..”

Minho hyung menolak permintaan Hyomin noona.

Aku memalingkan wajahku dan duduk dilantai, bersender pada lemari buku. Aku tidak mau Minho hyung atau Hyomin noona melihatku sedang mengintip mereka.

“Kukira kau mengejakku ke perpustakaan sepi ini untuk bermesraan..”

Hah! Aku kira juga begitu.

“Aku tidak mau disini noona..bagaimana kalau kita ke hotel?”

MWO!!!

“Memangnya kau sudah bisa Minho??”

“Noona bisa mengajariku kan??”

Apa benar dia Minho hyung?? Apa sudah sejauh itu??

“Hmm..akan kuberikan jika kau sudah lulus.. sebagai hadiah kelulusanmu.. bagaimana??”

“Janji??”

Ya Tuhan..kepalaku pusing.. semoga namja itu bukan Minho hyung..

“Janji! Kalau begitu beri aku ciuman hari ini..”

Kepalaku semakin pusing. Aku menutup mataku dan kusenderkan kepalaku. Benar-benar pusing sehingga aku tidak bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas. Suara mereka terdengar samara-samar ditelingaku.

“Kau tidak apa-apa Taemin??” aku mendengar seseorang memanggilku. Aku membuka mataku perlahan.

“Kau mengintipku lagi??”

Minho hyung sudah berada di depanku.

“Tidak sengaja..” jawabku.

Minho hyung duduk bersamaku dilantai. Dia menyenderkan punggungnya di lemari buku. Sama sepertiku.

“Bukankah seharusnya kau sedang les piano saat ini??” tanyanya.

“Jonghyun hyung mengajakku mencari buku kemari..”

Ah! Jonghyun hyung. Aku baru teringat kembali padanya. Dia pasti sedang mencariku.

Aku berdiri, Minho hyung menarik tanganku. Aku hampir terjatuh.

“Kau mau kemana??”

“Jonghyun hyung.. dia pasti mencariku..”

Minho hyung melepaskan tanganku, dan ikut berdiri.

“Taemin??”

Jonghyun hyung menghampiriku perlahan.

“Jonghyun hyung..”

Aku senang akhirnya Jonghyun hyung bisa menemukanku.

//

Sudah pukul setengah lima sore. Ini berarti sudah satu setengah jam aku menunggu. Minho hyung belum juga datang. Hari ini dia bermain dengan siapa? Mungkin Jaekyung noona.

Aku tidak mau ‘mengintipnya’ lagi. Aku tidak akan tahan dengan kenyataan bahwa Minho hyung sudah berbeda. Aku tidak suka dengan Minho hyung yang sekarang.

“Menunggu lama??”

Minho hyung akhirnya datang dan duduk disebelahku.

“Dari jam tiga sore..” jawabku.

“Cukup lama.. kenapa tidak mengintipku lagi??”

Aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku membuka buku yang dipinjamkan Jonghyun hyung kemarin.

“Sayang sekali..padahal kau bisa belajar dariku Taemin..” Minho hyung menepuk-nepuk bahuku.

“Belajar apa??” tanyaku.

“Bagaimana caranya mengendalikan noona..”

Aku tutup bukuku, dan kumasukan kedalam ranselku.

“Kau tahu?? Berpacaran dengan noona lebih menyenangkan..mereka sudah pandai dalam hal berciuman.. dan juga, mereka senang membelanjakan uang mereka untuk kita..”

Aku berdiri.

“Kau mau kemana??”

Minho hyung beranjak dari tempat duduk dan berdiri didepanku.

“Kau menjijikan hyung”

Bahuku membentur bahunya saat aku hendak pergi. Minho hyung menarik tanganku.

“Kau cemburu??”

“Apa maksudmu aku cemburu?”

Mata Minho hyung terus menatap mataku. Tangannya tidak mau melepaskan tanganku.

“Kau tidak suka jika aku bersama yeoja lain.. bukankah itu berarti kau cemburu..”

Aku menghentakan tanganku kasar agar terlepas dari genggamannya.

“Semua orang yang melihatmu mempermainkan noona-noona itu.. akan berfikir hal yang sama denganku nyung.. Kau bukanlah Minho hyung yang kukenal dulu..”

“Berhentilah mengatakan kalau kau mengenalku Taemin!”

“Kita sudah berteman sejak kecil! Aku mengenalmu sebagai namja yang baik!”

“Itu dulu! Apa kau mengenalku sekarang!?”

Aku diam. Mengendalikan emosiku. Ini tempat umum, tidak baik dilihat banyak orang sedang bertengkar.

“Ahni.. aku tidak mengenal Choi Minho yang sekarang..”

Aku membalikan badanku, tapi Minho hyung menarik tanganku lagi. Aku tidak menatapnya. Aku sedang tidak ingin melihat wajahnya.

“Ini belum jam lima.. les pianomu belum dimulai kan??”

“Cukup hyung.. kita tidak usah bertemu lagi ditaman.. konyol sekali”

Minho hyung perlahan melepaskan tangannya.

//

“Ada lagi yang akan adek pesan??”

Seorang pelayan namja menaruh jus pesananku di meja.

“Ini saja dulu.. aku sedang menunggu seseorang..Kamzahamnida..” jawabku.

Aku hanya memesan jus. Hanya memesan jus saja dompetku hampir terkuras habis. Kenapa Jonghyun hyung mengajak kami makan di tempat semahal ini?

Jonghyun hyung mengajakku dan Jinki hyung untuk makan malam di restoran ini. dia bilang akan mentraktir kami. Sebenarnya aku sudah menolak ajakan Jonghyun hyung. Tapi setelah kupikir-pikir, rugi sekali menolak traktirannya. Aku belum memberitahu Jonghyun hyung dan Jinki hyung kalau akau akan datang, aku ingin memberikan kejutan kepada Jonghyun hyung.

Aku duduk di dekat pintu masuk. Maka akau kan tahu jika Jonghyun hyung dan Jinki hyung sudah tiba.

Jusku sudah habis. Mengapa mereka belum juga datang? Apa mereka membatalkan makan malamnya? Atau mengganti tempatnya??

Lebih baik aku tanyakan pada Jinki hyung.

Aku mengambil handphoneku dari dalam saku celanaku. Jempolku mulai mencari nomor kontak Jinki hyung.

“Halo?? Hyung! Kau sedang dimana?”

“Kalian jadi pergi makan??”

“Ne! aku memang rugi tidak bisa datang.. kalian akan makan di restoran yang Jonghyun hyung bilang?”

“Aku..sedang bersama teman..”

“Ne hyung..”

“Annyeong”

Syukurlah.. ternyata memang di restoran ini.

Aku memasukan kembali handphoneku kedalam saku celanaku. Aku kan menunggu beberapa menit lagi. Jika aku memesan segelas jus lagi maka aku akan bangkrut.

Aku melihat sekelilingku. Mencari toilet. Aku akan mencuci mukaku sambil menunggu mereka.

Restoran ini cukup besar. Tapi dimana toiletnya?

Ah! Itu dia.

Aku membawa serta ranselku menuju toilet.

Saat baru saja keluar dari toilet aku melihat Jooyeon noona juga baru saja keluar dari toilet ladies. Apa Jooyeon noona juga di undang Jonghyun hyung?? Apa Jooyeon noona bersama Jinki hyung?? Berarti hyung sudah sampai.

Aku mengikuti Jooyeon noona. Aku melihat Jooyeon noona duduk di meja paling pojok, cukup jauh dari pintu masuk.

Aku menghentikan langkahku saat melihat namja yang duduk di depan Jooyeon noona. Namja itu bukan Jinki hyung. Dia.. Minho hyung.

“Lama sekali..”

“Toiletnya penuh..”

“Baru saja noona pergi sebentar aku rindu..”

Apa? Apa Minho hyung juga berkencan dengan Jooyeon noona??

“Kau manis sekali Minho..”

Jooyeon noona berdiri dan membungkukan badannya. Tangannya menopang tubuhnya diatas meja. Tanpa ragu Jooyeon noona mencium bibir Minho hyung.

Hatiku bergemuruh saat menyaksikan Jooyeon noona mencium Minho hyung. Bagaimana bisa mereka tega melakukannya?

Dengan langkah cepat aku menghampiri keduanya. Jooyeon noona terkejut saat melihatku.

“Ada apa?” Minho hyung membalikan badannya.

Minho hyung pun terkejut saat melihatku.

“Taemin?? Sedang apa kau disini??”

Minho hyung berdiri dan menghampiriku.

“Hentikan hyung! cukup”

“Wae?? Bukankah kau sudah tidak peduli lagi padaku??” tangan Minho hyung mengelus pipiku.

Aku menapis tangan Minho hyung dari pipiku. “Kumohon jangan Jooyeon noona”

Minho hyung memandangku skeptis. Dia menoleh kearah Jooyeon noona. Jooyeon noona tampak tegang.

Minho hyung kembali menatap wajahku. “Kau suka padanya??” tanya Minho hyung.

“Dia pacar Jinki hyung!” mata Minho hyung terbelalak saat aku mengatakannya.

//

“Matikan saja jika tidak ditonton”

Umma mematikan tivi yang sedang kutonton.

“Aku memontonnya umma..” aku kembali menyalakannya.

“Aigoo..kau tidak menontonnya Taemin. Berikan remotenya pada umma, biar umma saja yang menonton..”

Aku memberikan remotenya pada umma. Umma benar. Aku tidak menontonnya. Tadinya aku menontonnya, hanya saja pikiranku terus mengingat kejadian kemarin.

Aku menyuruh Jooyeon noona untuk segera pergi. Karena Jinki hyung sedang menuju restoran. Bukan maksudku ingin menyembunyikan skandal ini. Aku tidak mau Jinki hyung membenci Minho hyung, itu saja. Aku pun pulang kerumah, tidak bernafsu lagi untuk makan malam. Minho hyung mengantarku pulang, karena rumah kami dekat.

Aku melihat Jinki hyung berlari menuruni tangga terburu-buru. Mulutnya mengapit kunci mobil dan kedua tangannya sibuk merapihkan pakaiannya.

“Mau kemana hyung??” tanyaku.

“Ada urusan!”

Entahlah.. perasaanku mengatakan akan terjadi hal yang buruk.

“Aku ikut hyung!” aku berdiri disofa dan melompati sofa. Aku berlari menyusulnya.

“Kau tidak usah ikut Taemin”

Aku tidak memperdulikan larangan hyung dan naik kemobilnya. Jinki hyung terlihat kesal dan menyalakan mesinnya.

Kami tiba sebuah gudang. Markas tempat Jinki hyung dan teman-temannya berkumpul.

“Kau tunggu di mobil” perintah Jinki hyung.

Aku tidak menghiraukannya dan keluar dari mobil, membuntuti Jinki hyung dari belakang.

Jinki hyung membuka pintu gudang. Jonghyun hyung sudah berada di depan pintu menyambut Jinki hyung. Jonghyun hyung terkejut saat melihatku.

“Kenapa kau mengajaknya??” tanya Jonghyun hyung kepada Jinki hyung.

Jinki hyung membalikan badannya. “Sudah kubilang tunggu di mobil Taemin!”

“Kenapa aku tak boleh masuk??”

“Biar aku saja yang urus” Jonghyun hyung menghampiriku.

“Kenapa kalian aneh sekali??” tanyaku.

“Kau mau jalan-jalan Taemin??” ajak Jonghyun hyung.

Jinki hyung masuk kedalam gudang dan menutup pintunya.

“Aku mau masuk” aku berlari menuju pintu dan membukanya.

“TAEMIN!!” Jonghyun hyung mendorong pintunya kembali sehingga menutup kembali.

“Wae??”

Mereka aneh sekali. Pantas saja perasaanku tidak enak.

“AKKHHH!!”

Aku mendengar suara teriakan dari dalam gudang. Aku mengenal suaranya. Minho hyung?

“Apa yang sedang kalian lakukan??” tanyaku pada Jonghyun hyung.

“Mian Taemin.. hanya memberi pelajaran pada seseorang” jawabnya. Tangannya masih menahan pintu gudang.

“Apa dia Minho hyung??” tanyaku.

Jonghyun hyung tidak menjawab.

“Biarkan aku masuk!” akun menarik kenop pintu gudang sekuat tenagaku.

“Taemin jangan” Jonghyun hyung terus menahan agar pintu tidak terbuka.

Aku terus berusaha untuk menarik kenopnya. Pintunya sudah mulai terbuka.

“Baiklah kau boleh masuk!” Jonghyun hyung menyerah dan mebukakan pintunya.

Aku masuk kedalam dan melihat seseorang sedang dipukuli Jinki hyung. Beberapa teman Jinki hyung yang lain hanya menyaksikan.

“Hyung!”

Aku berlari mendekati Jinki hyung. Jinki hyung berhenti memukulinya saat melihatku.

Ternyata benar suara teriakan itu berasal dari Minho hyung. Wajah Minho hyung lebam dan berdarah.

“Apa yang kau lakukan hyung!!” aku memeriksa keadaan Minho hyung yang merintih kesakitan.

“Temanmu ini. dia berselingkuh dengan Jooyeon!!” Jinki hyung menarikku menjauhi Minho Hyung.

“Darimana kau tahu hyung?”

“Seseorang melihatnya sedang makan malam kemarin!”

“Itu tidak benar” sanggahku.

“Mwo? Kau mau membelanya!”

“Minho hyung bersamaku kemarin malam!”

“Kenapa kau membelanya! Aku ini hyungmu! Seharusnya kau ada dipihakku!”

“Minho hyung pacarku! Tentu saja aku membelanya!”

“Apa” Jinki hyung menatapku tidak percaya.

Aku berkata demikian agar Jinki hyung berhenti memukuli Minho hyung.

“Itu sebabnya aku menolak traktiran Jonghyun hyung..aku sudah ada janji dengan Minho hyung..”

“Arrrggghhhh!!!” Jinki hyung melemparkan stik baseball yang ia gunakan untuk memukul Minho hyung kediding. Jinki hyung terlihat sangat kesal.

“Bawa dia pergi sebelum aku berubah pikiran!” teriak Jinki hyung.

Aku kembali menghampiri Minho hyung. Aku membantunya untuk bangun. Minho hyung juga menatapku tidak percaya.

“Gwenchana hyung?” aku membopongnya berjalan keluar.

“Taemin..”

“Kita kerumah sakit??”

“Jangan. Pulang saja kerumah”

//

“Kenapa kau membelaku?” Aku mengoleskan alkohol pada luka Minho hyung.

“Akkhh! Pelan-pelan Taemin” Aku tidak biasa mengobati luka. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Yang bisa kulakukan hanyalah membersihkan lukanya agak kasar dengan alkohol.

“Paman dan Bibi..mereka kemana??” tanyaku. Rumah Minho hyung sepi sekali.

“Ada urusan diluar kota” jawabnya.

“Hyung.. kau jangan marah pada Jinki hyung”

“Tentu saja tidak. Aku memang pantas mendapatkannya.”

Aku mulai memasangkan band aid pada luka-lukanya.

“Gomawo Taemin”

“Ne”

Aku membereskan kotak P3K. Tiba-tiba saja tangan Minho hyung menangkup wajahku. Bibirnya sudah menekan bibirku. Aku diam mematung. Minho hyung menghentikan ciumannya, kemudian menatapku. Aku tidak bereaksi apa-apa. Masih terkejut. Minho hyung kemudian mendekatkan wajahnya lagi padaku, bibirnya mulai mencium bibirku lagi. Usapan bibirnya lembut sekali, pantas saja noona-noona itu menyukainya.

“Hyung! Hentikan” aku mendorongnya tubuhnya. Aku tidak mau jadi mainannya.

Aku mencoba berdiri dan mengambil P3K.

“Taemin” Minho hyung menahan kotak P3Knya dilantai. Aku kembali duduk.

“Aku tidak pernah mencintai noona-noona yang aku pacari.”
”Apa urusanku?”

“Aku menyesal”

“Benarkah?? Baguslah..kalau be..”

“Aku mencintaimu” Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi saat mendengarkan kata dari mulut Minho hyung.

“Aku kira kau tidak peduli lagi padaku.. aku kesepian Taemin. Terlebih lagi saat kau mulai sibuk dengan les pianomu..”

“Kita masih sering bertemu kan?”

“Tapi kau selalu bersikap dingin padaku..apa karena Jonghyun??”

“Aku harus bersikap seperti apa??” tanyaku.

“Temani aku setiap hari” Minho hyung mengenggam tanganku erat.

“Minho hyung maaf.. aku tidak mencintaimu” Minho hyung menatapku kecewa.

“Tapi kau bilang pada Jinki hyung kalau kau pacarku”

“Itu karena kau tidak mau kau dipukuli Jinki hyung.. karena aku peduli padamu..”

“Baiklah! Kau sudah peduli padaku..itu sudah cukup untuk saat ini..Kalau begitu aku akan menunggu sampai kau mencintaiku..”

“Buat aku mencintaimu hyung”

-end-

60 responses to “(YAOI/1s) I DO CARE U

  1. iyh apaapaan deh si alien minho? playboy abesss~ si taemin tumben nolak kissu alien. biasanua jg doyan cin… kkkekeke~
    sequel dong… kekekeke~

  2. Wah…taem nantang mino bwt bkin dy jatuh cinta…? Dlm hitungan detik jg udh bsa itu mah…
    Tumben si jinki normal..#plakk macarin cewe…
    Keeey…keeey…*treak2 pake toa* tumben ga ikt main ff..? Tuh si jinki maen ma cewe…*ngomporin key
    wah bkal da lanjutannya ya…asheeekk..

  3. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  4. wow
    jarng gue nemu minho yang tidak di cintai sama taemin. biasanya si kodok itu yang selau berkuasa. mengendalikan si ketem.
    asek dah lama nyari yang begini.

    hophohohoh
    si menong gigolo? astaga. ==”
    parah dah itu nonna pada termakan semua rayuannya si kodok belo. mau aj di kasih duit asal di cium ==”
    emang sehebat apa itu ciumannya? pensaran!!

    aku pikir si jjong suka ama ketem trus ngejar si ketem sudah aja gue mkir si ketem bakal di perkos di perpustakaan. ya aloh saya suuzon sama si jjong tersayang… ==’

    demi ape gue doyan adegan si jinki gebuikn si kodok. >//////////////////////<

  5. FFx keren chingu..
    Minho maruk habis mempermainkan 3 yeoja sekaligus*keprok keprok*

    Tumben si Tetem G cinta ma minho???

  6. uuuuuu
    Kenapa taemin di akhir bilangnya ga suka
    Padahal suka tuh ..
    Kalo ga suka ga bakalan ngelakuin itu deh
    Minhonya juga gitu dasar
    Playboy banget yak! Matrek pula ! *digampar flames ><

    NICE FF db

  7. jadi noona noona itu sbg mainan aja buat minho
    aish, taemin
    karakternya disini keren banget
    dan minho bad boy sumpah keren
    hahaha
    good job author^^

  8. OMO…..
    Minhooo……….LIAR nx diri muee,,,,, hahaha
    saia malah kasian am tueh nonanona….
    saia kira tueh taemin sukka am minho,, trxta enggak yahh … cma peduli….
    baguslah, kagak usah cinta am menong taem…. si menong udh bekas nonanona… ckck

    bkin lanjutan nx authoer…. hwaiting..!!!

  9. ya ampun aku kira si tetem udh ajtuh cinta sama minho
    tnyta tetem masih dlam tahap peduli doang toh

    isshhh si minho ami-amit bngt dah
    pacarin noona buat dapet duit and kissu-kissu
    noona pada mau juga lahi
    ya iyalah minho khan noona killer

  10. i llllloooovvvveeeee iiiittttt!!!!!!!!!!!!
    i like all characters in this story,,minho with playboy side but really love taemin,and taemin who cares him so much,,onew and jonghyun too with a manly side in here…..
    and this story really sweet i though,,,certanly i really love it,,

  11. wah ni taeminnya tulus beud peduli sama minho ..
    .. dasar minho ..
    .. sukanya main2 sama noona2..
    .. huft ..
    .. nah loh di tantangin sama taemin kan…

  12. Ah sebel sebel sebel!! >_<
    kenapa minho player ?
    kenapa endingnya gantung ?
    kak Geyyyyyyy………….. SEKUELLLLL!!!!!
    *CTAK*BUGH*

  13. naon ieu? naon ieu haaaahhhhh???
    naha si Minho binal begituuu!!!!!!! Taemin ayok ceraikan Minho! menikahlah dengan noona!
    Min,, kau tega minn……. kita putus, ceraikan taemin,,,
    ngagaantuungg ooooiiiiii uuuuuunnnn!!!
    manaa??? mana lanjutannyaaaaaa *jambak rambut ojong*

  14. dasar minho pleyboy!!><*jambakrambut*

    aaaa taemin co cwitt╰( ̄▽ ̄)╭♥

    kak gegey teope begete deh kalo bkin ff muehehehe lopyuuu▔□▔)/▔□▔)/▔□▔)/

  15. flaming charisma minho mampu meluluhkan hati para noona.

    taemin hanya belum menyadari jika dia mencintai minho

  16. taemin cinta juga tuh ama minho, cuman belum nyadar aja…

    eh..tapi minho disini jadi playboy ah..dasar abang minho nih….tapi pantes sih jadi playboy juga, secarakan mukanya handsome gila…ahahaa…

    eonni bikin sequelnya lagi….rame eonni…

  17. Hufttt~
    FF ini menguras emosi,. Untung aja key lagI gag muncul di FF ini, kalau muncul mungkin si kodok udah jadi korban,.
    (-_-‘)

  18. Adoooh, si kodok beraninya maen2 aaaama nuna2.. Rasain di gebukin jinki.. #eh
    trnyata dy kesepian toh, bilang kek.. Biar q temanin,, hehehee

  19. aku dulu fokusnya cuma kjinboon jd ff 2min g kebaca dah pdhl 2min jg couple favq..minhonx sok playboy dah aplgi sm noona2 hahaha..sitaemin biasnx nyosor tuh klw dkiss kodok skrg kug sok g2 gmw dcium ahahay malu2 kucing..

  20. jejakku blm ada disini tapi kaya.y aku dah pernah baca ni ff atau mungkin di fb kali ya? -_-a
    hey kodok jangan ngajarin taemin yg gak2 ya. Awas lu! #plak

    dah segitu aja, mau ngobrak abrik ff jadul yg lain dulu. #tukangrusuh

  21. Apa ini? minho kenapa kea gitu??
    Taem juga kenapa ga jujur aja sih! Ribet nih taem!
    lanjut dong thor!!

  22. huaaaaaaaaah!!
    saya panas!!!
    dr td tiap baca ff ka gey si onew kyknya dpt peran yg nyerempet (?) bad boy mulu yah???
    ini perasaan doank ato bnr sih??
    aaaah tp sukaaaaaaaaaaaaaaaa~~~
    neomu neomu joahe ama peran onew yg kyk gtuu, kerennn b(O.O)d

    *start to story’s comment*

    si minho.. NAKAL!!!
    sumpah nakal bgt!!
    dan ga nyangka klo tetem ternyata ga suka ama minho -___-”
    kirain si tetem tuh jealous minho ama noona2, taunya krn ga suka tingkahnya minho yg maenin cwe itu toh (plus pervertnya minho), fuuuh~~

    akankah tetem jatuh cinta sama minho???
    bagusnya klo ada sekuel nih kak😛

  23. eh si jinki beleguk pisan, masa dibooingin taemin percaya za,,
    waduh si taemin kejebak cinta minho juga tu..
    semngat 2min..

  24. Minho disini bkin keselll,, taemin.a juga tapi dua2.a tetep maniisss,,, ahhh i love 2minnnn….

    Muacchh..
    Salah kenal gey eonnni🙂

  25. huahhh kalo aku jadi temain ku teriman minho XD#maunya

    minho berubahlah demi teamin,,, disini onew suka sama cewek ya aku kira sama key umma😄

  26. minong kenapa jadi playboy gitu? ama noona2 lagi –” gimana kalo entar ada sekuel, si jinki ama key deh (*¯︶¯*) *jiwa onkey shipper keluar* oke daebakshinki eonni ^^b

  27. hahaha dri dulu pengen nyari yg begini nih, hua hahaha akhirnya s taem bisa keras juga yah, biasanya klo udh d godain minho dikit ajah udh meleleh trusss nurut, sekarang bener2 yah lu taem

    *cipok Taemin* <—-lupakan anggap tak pernah terjadi

  28. Hedeeehh…apa beut dah si Minho jdi playboy gitu, di depan taemin lgi, alasanny cuma krna kesepian..ckckkcc
    Susah sih yaa jdi org tampan😀
    Taem, jga minho baik2 nee ^^

  29. Haishhh… minho apa2an sih napeun namja!! q g tahan kl jd taemin. dia lebih membantu minho yang jelas2 playboy alih2 mendukung kakanya jinki =.=
    cinta mmg sulit dilogika🙂

  30. narik jinki~
    jangan mukulin minho woi~ pukul saja aku *sinetron =__=
    min, awalnya kamu normal kok nak.. itu selalu saja minho yang menjerumuskanmu sayang~ *cupcup
    begitu deh namanya cinta-ai-sarang.. deritanya tiada henti~ *apaan sih

    jujur ya,gey..
    aku binggung mau komen apa lagi~ aku sebenernya ship 2min~ tapi dalam ver taeyon lol
    karena uda penasaran ngapain aja 2min disini.. kalo nga ninggal jejak ga afdol..
    geeeyyy!!! *ngelinting baju ~FIGHTING!!

  31. ya ampuuuuuun ternyata minho begitu krn nyari perhatian baby taem toh ckckcck kasihaaan minhooo….. klo kesepian datang aj pdaku oppa aku ikhlas sangat amat ikhlas menampungmu dirumah heheheh
    jinki kau keterlaluaaan, bagaimana bisa baru jg gwe gak ad kau selingkuh ma jeoyon ckckckck
    minhooooooo berjuanglah nak mendapatkan cinta baby taeeemmm 2min shipper mendukung kalian hhaahahaa

  32. suka nih yg kayak bgini…..
    minho cuma kesepian tanpa taemin maknya dia kayak gitu…

  33. manisss nya ff ini… mianhe thorrr aq rc nya ff yaoi dlu coz kalo baca ff stright shinee g kbayang aja susah dpt feelnya…. kalo yaoi kan bayangin apa adanya…. apalagi pmeranbya 2min. . wah seru dah kalo ceritanya komedi romantissss

  34. Bentar… bentar…
    Berarti di cerita ini, Jinki suamiku dan Jonghyun uri badboy,
    normal, kan….
    Minho positif ‘setengahcanting’
    Taemin… Kayaknya juga normal….
    Wakakakaakakakkkakaaaa…
    Kok malah bahas itu…
    Gini nih, aku gak pernah tertarik ma genre ini sebelumnya,
    rada aneh gitu… agak, ahni, sangat tidak nyaman…
    Tapi penasaran aja kali ini… heheheheee….
    Tapi bisa juga mewakili sebagian kaum minoritas gay di dunia,…
    Mungkin juga mereka melakukan hal yang sama,
    memacari yeoja sebagai usaha untuk sembuh dari penyimpangan seksual mereka, atau semata2 hanya untuk menutupinya saja…
    Fiiuuuh…. Semoga kita semua makin pintar memilih dan memilah…
    halah… bahasanya sok banget aku…
    mian… bow….

  35. awawaw, suka bgt oneshootnya. Xd ngerasain gmn rasanya jdi taemin. Xd ykin deh klo sbnerny taemin ada rasa, cuma suka sikap taemin yg g lemah dan lbih mlih ngejauh minho drpdi sakit huaaahhhh…. feelnya asik weh, gaya bahasany bagus n eydnya cucokk.. sukaa.. knp aku bru nemu ini wp.😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s