[YAOI/1s] NUMB

Main cast: 2Min

Cast: Onkey, Kim Jonghyun, Lee Minjung, Jessica SNSD, Suyoung SNSD

Rating:PG 15

Genre: family, sadness

Annyeong!! Kim Jong Gey kembali dengan FF yang sedikit complicated.. family matter.. tadinya mau dikasih judul Taeminku sayang, Taeminku malang..ahahahaha tapi takut jadi salah paham..nanti disangkan FF komedi..lagian kedengerannya norak sangat..buakakakakakak..

Reader yang sedang ingin menetsekan air matanya..silahkan baca..tapi jangan lupa RCL..^^


Fighting!!

Taemin POV

“Aku tak mau di atur lagi umma!”

Noona mulai meninggikan nadanya..

“Ini semua untuk kebaikanmu juga Minjung..”

“Aku yang menjalani hidupku umma! Aku yang memilih jalanku sendiri!”

Aku rasa sekarang noona akan pergi..

“Minjung!! Kau tidak bisa seperti ini! bagaimana dengan appa mu??”

“Appa tidak peduli denganku! Apa aku harus peduli dengannya?”

Umma yang malang, dia tidak akan bisa mencegah noona kali ini.

“Minjung!!”

Aku lihat keluar jendela kamarku, noona menyeret kopernya.

Sebuah taxi sudah menunggunya sedari tadi.

“Minjung!!”

Noona menoleh karahku sekarang, dia tahu aku sedang menyaksikannya dari kamarku. Mata kami bertemu, tatapan noona padaku tidak berarti apa-apa. Hanya seperti ucapan selamat tinggal.

Aku tidak mau mencegahnya. Aku tidak bisa mencegahnya. Kubilang padanya alasannya ingin menjadi pelukis bukanlah alasan yang kuat untuk membuat seseorang berniat meninggalkan rumah. Akhirnya dia mengakui alasan sebenarnya padaku kalau dia hamil. Tidak ingin menjadi aib keluarga dan membuat appa jantungan maka dia memilih untuk meninggalkan rumah sampai anaknya lahir. Noona memintaku untuk tidak memberitahu siapa-siapa. Aku pun tidak mau orang mengetahuinya.

“Minjung! Bisakan kita membicarakannya lagi saat appa pulang?”

Noona tidak menghiraukan umma. Taxinya kini sudah pergi…

Noona sudah pergi..

Kubuka lipatan kertas yang diberikan noona padaku kemarin malam. Alamat Kim Jonghyun. Dia memintaku untuk menghubunginya di alamat ini apabila terjadi sesuatu.

Kim Jonghyun yang membuat noona hamil. Aku tahu akibatnya akan seperti ini saat noona bilang kalau dia berpacaran dengan Jonghyun hyung.

Kuremas kertasnya, kujadikan bola kertas. Kubuang saja ke tempat sampah. Aku bahkan tidak sudi bertemu dengan Jonghyun.

Kuambil ranselku dan kusampirkan dibahu. Saatnya pergi kesekolah.

Aku menuruni anak tangga sambil mengenakan jas sekolahku. Diatas meja makan sudah tersaji roti panggang, umma membuatnya untuk sarapan kami. Sepertinya roti itu akan terbuang percuma. Tak akan ada yang memakannya pagi ini. Siapa yang akan memakannya disaat seperti ini?

Kubuka pintu dan kulihat umma masih berada didepan pagar rumah. Kuhampiri umma.

“Umma..aku pergi kesekolah dulu..” aku pergi meninggalkan umma sendiri.

“Taemin..” umma memanggilku. Aku membalikan badanku.

“Ne?”

“Hati-hati..” aku tersenyum padanya. Umma sudah memahamiku. Aku bukanlah anak yang akan menghiburnya saat dia sedang gundah. Setidaknya aku bukan anak yang akan kabur dari rumah.

//

“aigoo..kau tahu Taemin..aku sedang kesal pada Jinki”

“Wae?” aku memandangi langit, merebahkan tubuhku dirumput taman belakang sekolah. Tempat aku dan Kibum hyung selalu menghabiskan waktu istirahat kami.

“Dia tidak pernah menghindar jika ada yeoja yang menggodanya..dia justru akan bertingkah malu-malu saat yeoja itu bilang kalau Jinki namja yang baik..”

“Siapa yeoja itu?”

“Jessica..baiklah aku akui dia lumayan cantik..tapi aku lebih cantik, kau tahu itu kan taemin..dia memang populer disekolah..tapi Jinki sudah menjadi pacarku..seharusnya Jinki tahu diri..seluruh sekolah kini menggosipkan mereka berdua..”

“Jessica bukan tipe Jinki hyung..”

“Jessica memang bukan tipe Jinki..tapi dia tipe yeoja penggoda..bagaimana jika Jinki tergoda..dan sepertinya Jinki pabo itu sudah mulai tergoda..tadi saja dia menolak aku ajak kemari..aku yakin dia sedang bersama yeoja penggoda itu..”

Aku menutup mataku. Noonaku baru saja kabur, kini Kibum hyung terus mengeluh soal hubungan backstreetnya dengan Jinki hyung.. bisakah aku mendapatkan hidup yang lebih tenang?

“Taemin ah~” Kibum hyung mengoyangkan tanganku. Aku terpaksa membuka mataku dan mengangkat tubuhku hingga terduduk.

“Tenanglah hyung..Jinki hyung itu pintar..dia tidak akan mau dengan yeoja seperti Jessica..” Aku tersenyum padanya.

“Aigoo Taemin..senyummu cute sekali..senyummu itu selalu bisa menenangkanku..” Kibum hyung mencubit pipiku kemudian memelukku. Jika ada orang yang melihat pasti mereka berfikir kalau kami pacaran.

Aku melepaskan pelukannya. “Sebentar lagi istirahat selesai..” aku berdiri dan menepuk-nepuk pantatku, membersihkannya dari rumput dan tanah.

“Taemin ah~..kenapa kau suka sekali tiduran diatas rumput..kau jadi kotor..kalau begini terus tidak ada yang akan menjadi pacarmu..” Kibum hyung membantu membersihkan punggungku yang juga terkotori rumput.
”Aku sedang tidak mencari pacar saat ini..” Kibum memandangiku heran.

“Waeyo? Kau harus mencari pacar Taeminie..kalau aku sibuk dengan Jinki siapa yang akan menemanimu? Aku menghawatirkanmu..kau selalu sendiri..”Kibum menggandeng tangaku dan menuntunku ke kelas.
”Bagaimana aku bisa mendapatkan pacar jika kau seperti ini padaku??” aku mengisyaratkan tangannya yang menggandeng tanganku, kami seperti sedang pacaran.

“Jangan pedulikan omongan orang lain Taemin..” Kibum tidak melepaskan gandengannya. Kami terus berjalan menuju kelas kami.

Aku memutuskan untuk tidak pacaran saja. Setelah apa yang dialami noona, menjadi saksi setiap keluhan Kibum tentang Jinki hyung, dan juga karena Choi Minho.

//

Siang ini terik sekali. Keringat mambasahi punggungku. Tenggorokanku kering, lebih baik aku membeli air minum di minimarket.

Kupandangi jejeran air minum kemasan. Aku sedikit tergoda dengan minuman soda, tapi sepertinya jus lebih segar, atau sekedar air mineral mungkin bisa menghilangkan dahagaku. Akhirnya aku pilih jus saja, air mineral bisa kudapatkan dirumah. Aku hendak mengambil botol air mineral tapi seseorang sudah mengambilnya terlebih dahulu.

“Taemin??”

Choi Minho. Choi Minho yang sudah mengambil air mineralku.

“Ah!Hyung, apa kabar??” aku tersenyum padanya dan mengambil air mineral yang lain.

“Sudah lama kau tidak bermain kerumah..” main kerumahnya? Bodoh jika aku masih menginjakan kakiku dirumahnya.

“Akhir-akhir ini aku sibuk hyung..” jawabku.

“Bagaimana jika aku yang datang kerumahmu??” aku sempat terkejut mendengar permintaanya. Akan lebih buruk lagi jika dia kerumahku.

“Ah itu.. sepertinya tidak bisa..mungkin kita bisa bertemu lagi kapan-kapan hyung..aku harus membayarnya..” aku menunjukan botol air mineralku padanya dan segera pergi ke kasir. Choi Minho mengikutiku dari belakang.

“Hanya ini saja?” pelayan kasir mengambil botol air mineralku.

“Ne” jawabku.

“Kau sudah punya pacar?”

“Mwo?” kenapa tiba-tiba Minho menanyakan hal itu? Kalau saja dia menanyakannya sebulan yang lalu mungkin akan kujawab belum.

“Kau seperti menghindariku Taemin..”

Aku membayar air mineralku dan menunggu kembaliannya.

“Ne..aku sudah punya pacar hyung..”

“Kamzahamnida~” pelayan kasir mamberiku uang kembalian. Tanpa menoleh kearah Minho aku langsung pergi meninggalkan kasir.

Aku keluar dari minimarket dan membuka tutup botol air mineralku. Sambil berjalan aku meneguk air mineral. Segar sekali rasanya saat sampai ditenggorokanku.

“Taemin!” Minho memanggilku. Dia berlari kearahku. Apa yang dia inginkan?

“Apa pacarmu tidak suka aku dekat denganmu?” Minho meminum air mineralnya.

“Ne”

“Sayang sekali..mungkin jika kau mengenalkannya padaku maka dia akan mengerti kedekatan kita..”

Aku tidak menjawabnya, hanya tersenyum padanya dan meminum air mineralku. Andai kau tahu Minho, aku menyesal sudah pernah bertemu denganmu. Aku menyesali kedekatan kita, aku bahkan menyesal sempat menyukaimu. Semua itu membuat hatiku semakin sakit.

“Kau akan langsung pulang kerumah?” tanyanya.

“Ne”

“Bisakah aku ikut? Aku belum..”

“Jangan!” Minho terkejut.

“Waeyo?”

“Aku mohon hyung..aku sedang tidak ingin diganggu..” aku membungkuk padanya, berpamitan. Aku mempercepat langkahku, ingin segera menjauh darinya. Syukurlah Minho tidak mengikutiku lagi.

//

“Aku pulang~..” tidak ada siapa-siapa dirumah. Kenapa tidak ada yang menjawab. Kemana umma?

Aku lihat meja makan masih sama seperti tadi pagi, masih tersaji roti panggang. Bahkan sepertinya tidak seorangpun yang menyentuhnya, posisinya tidak berubah sedikit pun.

“Umma!!” aku berteriak memanggil umma, tapi tidak ada jawaban darinya.

Aku mengecek kehalaman belakang, tidak ada siapa-siapa.

Tok tok tok

Aku mengetuk pintu kamar umma. “Umma??” masih belum ada jawaban dari umma.

Kucoba membuka pintunya.

Cklek~ tidak dikunci.

“Umma?”

Umma sedang tidur. Sebaiknya tidak kuganggu. Kututup kembali pintu kamar umma. Sejenak aku merasa ada yang ganjil. Sepertinya aku melihat botol obat dan segelas air minum di meja laci umma. Aku membuka pintunya kembali.

“Umma?”

“Umma kau sedang tidur?” aku mendekati umma. Memang ada botol obat, tapi sudah kosong. Kulihat botol obat tersebut. Obat penenang? Sejak kapan umma meminum obat penenang?

“Umma..” aku mengguncang-guncangkan tubuh umma agar dia terbangun.

Aneh sekali, umma sama sekali tidak bereaksi.

“Umma!” Aku mengguncangkan tubuh umma lebih kuat lagi. Tetap tidak bangun.

Ada yang salah. Aku mengecek nadinya, masih hidup. Tapi hatiku belum tenang.

“Umma!” Aku menepuk-nepuk pipinya kencang. Apa yang terjadi padanya?

“Umma!!”

//

Perasaanku bercampur aduk. Takut. Sakit. Marah. Dan bingung.

“Tidak apa-apa Taemin..umma akan baik-baik saja..” Kibum hyung mengelus-elus kepalaku. Menenangkanku.

Orang yang kumintai tolong adalah Kibum hyung. Aku memintanya untuk mengantar umma ke rumah sakit. Aku terlalu panik sehingga tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tahu Kibum hyung dapat diandalkan.

“Kenapa kau tidak pernah cerita Taemin..kau sedang dalam masalah?” tanya Kibum hyung.

“Ahni.” Aku tidak mau menceritakannya. Kibum hyung memang orang yang bisa kuandalkan, tapi bukan orang yang bisa kupercaya. Belum, belum bisa kupercaya. Aku tidak bisa mempercayai orang lain saat ini.

“Umma mu meminum obat penenang terlalu banyak..kau pikir orang yang normal akan melakukan itu? Umma mu pasti sangat depresi sehingga butuh obat penenang..ayolah Taemin..ceritakan padaku..”

“Tidak ada apa-apa hyung..aku juga tidak tahu kenapa umma seperti ini..”

Memang benar aku tidak tahu. Apa umma meminum obat penenang karena noona? Tapi dokter bilang umma sudah lama mengkonsumsi obat penenang, hingga dosisnya meninggi. Atau jangan-jangan umma sudah mengetahui masalah appa? Tidak mungkin. Aku selalu menyembunyikannya rapat-rapat.

“Taemin..kau sudah bilang pada appa mu? Apa dia sudah tahu umma dirawat dirumah sakit?”

“Belum”

“Sebaiknya kau segera memberitahunya..appa mu akan khawatir..”

Appa tidak akan khawatir. Lagipula aku tidak tahu nomor appa. Aneh bukan? Seorang anak tidak mengetahui nomor appanya sendiri?

Appa terlalu dictator. Apa yang dikatakannya harus selalu dituruti. Hidup kami semua diaturnya. Aku terlalu takut untuk meminta nomornya. Aku tidak pernah mengobrol dengannya saat makan malam bersama. Aku bahkan tidak berani menatap wajahnya.

Umma selalu ditekannya. Selalu disalahkan karena tidak bisa mendidik anak. Sedangkan appa, apa dia pernah mengurus anaknya? Tidak. Terlalu sibuk dengan urusannya.

“Taemin ah~..ayo beritahu appamu..” Kibum hyung menatapku kesal.

“Ne..nanti saja..” jawabku sambil tersenyum padanya.

“Kau tidak punya pulsa? Nih..aku pinjamkan punyaku..” Kibum hyung menyodorkan handphone miliknya kepadaku. Handphone merah muda.

“Tidak usah hyung..” aku menggelengkan kepalaku.

“Tidak apa-apa Taemin..pakai saja..sekalian telfon noonamu..dia pasti bingung saat tidak menemukan siapa-siapa dirumah..Nih..ayo..” Kibum hyung terus menyodorkan handphonenya. Terpaksa aku terima. Sebenarnya aku bisa menggunakan handphoneku sendiri. Tapi kuterima saja agar Kibum hyung berhenti memaksaku.

Aku memandangi handphone merah muda ditanganku. Kibum hyung menggunakan foto Jinki hyung sebagai wallpaper. Ada-ada saja..

“Kau butuh privasi??” tanya Kibum hyung.

“Huh?”

“Akan kutinggalkan kau sendiri..aku akan memeriksa umma mu di kamarnya..” Kibum hyung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar rawat umma.

Siapa yang bisa kuhubungi? Noona sudah mengganti nomornya. Lagipula noona tidak akan pulang hanya karena masalah ini. Aku tidak menelefon siapa-siapa. Aku menyimpan handphone Kibum hyung disaku seragamku. Aku diam sejenak, memperhatikan setiap orang yang lalu lalang didepanku. Kebanyakan dari mereka sakit. Tentu saja, aku sedang dirumah sakit.

Drrrttt….dddrrrrtttt..

Ah! Handphone Kibum hyung bergetar. Aku mengambil handphone Kibum hyung dari saku seragamku.

Jinki yeobo?

“Ne?”

Tuut tut tut..

Aku terlambat mengangkatnya. Sudah dimatikan. Sebaiknya kukembalikan handphone ini kepada pemiliknya.

Saat aku masuk ke kamar rawat aku tidak menemukan Kibum hyung. Bukankah dia bilang akan memeriksa umma? Atau mungkin hyung sedang ke toilet.

Umma terus memandangi jendela, entah apa yang dilihatnya.

“Umma?” aku berdiri disamping kasur umma. Kulihat wajah umma sangat pucat.

“Taemin..” umma tidak menoleh kearahku, pandangannya masih keluar jendela.

Mata umma mulai berair, perlahan bibirnya bergetar. Air mata umma mulai menetes. Umma menangis?

“Umma..” aku menuntun wajah umma agar menoleh kearahku.

Kini tangisannya pecah. Hidungnya merah, matanya terus mengeluarkan air mata. Umma terisak-isak dan memelukku.

Entah kenapa aku jadi ikut menangis bersamanya.

“Mianhe Taemin..” suara umma bergetar. Umma masih memelukku dan menangis. Aku bahkan tidak bisa berkata apa-apa untuk menenangkannya.

Umma sudah tenang. Dia tertidur karena terlalu lelah menangis. Suara tangisan umma pilu sekali, seperti menahan sakit yang teramat sangat.

Kupandangi wajah umma. Apa yang bisa kulakukan untuk mengurangi rasa sakitmu umma? Selama ini aku hanya menjadi penonton. Aku tumbuh besar dengan menyaksikanmu dimarahi appa setiap hari. Hari-harimu pasti sangat berat kan umma?

Air mata keluar dari mata umma yang terpejam, tetesan air matanya membasahi pelipis umma. Umma menangis dalam tidurnya? Umma aku mohon..jangan menangis lagi..

Aku menundukan kepalaku, tidak kuat menahan tangisku. Aku tahu bagaimana sakitnya umma. Aku bisa merasakannya juga..

Cklek~..

Kudengar seseorang membuka pintu. Aku mengusap kedua mataku dengan lengan kemejaku.

“Taemin..” Kibum hyung mendekatiku. Aku berusaha mengkondisikan wajahku agar terlihat tenang kembali.

“Ah..hyung..tadi ada telefon dari Jinki hyung..” aku merogoh saku seragamku, mengambil handphone milik Kibum hyung dan menyerahkannya.

Aku terkejut saat kulihat Jinki hyung sudah berada dibelakang Kibum hyung.

“Oh! Pantas saja aku sulit menghubungimu Kibum..” Jinki hyung menunjuk kearah handphone Kibum hyung.

Kibum hyung mengambil kembali handphonenya dan memeriksa beberapa panggilan yang tidak kujawab. “Kau sudah memberitahu appa mu?” tanya Kibum hyung.

“Hmm..” aku mengangguk.

Jinki hyung mengintip handphone Kibum hyung dari belakang Kibum hyung, kakinya sedikit dijinjitkan.

“Kau bohong Taemin..” Kibum hyung menatapku marah.

“Mwo? Apa maksudmu hyung?”

“Tidak ada panggilan keluar..kau tidak menghubungi siapa-siapa kan..?” Kibum hyung memasukan handphonnya kesakunya. “Ayo kita bicara..” Kibum hyung menarik tanganku.

“kalian mau kemana?” Jinki hyung sedikit kebingungan.

“Ah! Chaggy..bisa tolong jaga aunty sebentar..” Kibum hyung sedikit berbisik pada Jinki hyung.

“Aaa..ye..ne..” Jinki hyung mengangguk, agak ragu-ragu.

Kibum hyung terus menarik tanganku, menuntunku ke suatu tempat yang dianggapnya sepi. Kami akhirnya berhenti. Kami berada di tangga darurat. Tidak ada orang yang melalui jalan ini. kibum hyung memeriksa kadaan sekitar.

“Oke..kenapa belum menghubungi appa mu?” tanya Kibum hyung padaku.

“mwo?”

“aisshhh..sampai kapan kau akan menyembunyikannya Lee Taemin?? Apa kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu??” kenapa Kibum hyung begitu ingin tahu? Apa seorang sahabat harus tahu seluruh isi hidup sahabatnya?

“Kenapa diam saja?”

“Tidak ada apa-apa hyung..”

Kibum hyung menatap mataku dalam-dalam. “Matamu merah..kau habis menangis..kau tahu apa yang terjadi pada umma mu kan?”

Aku tetap tidak bergeming. Aku belum siap memberitahu Kibum hyung mengenai masalahku.

“Kau tega membuat umma mu terus menderita?? Dia sangat menderita bukan?? Aku tidak tahu apa masalah dikeluargamu..tapi aku tahu umma mu sedang mengalami masalah yang berat..”

Aku menatap matanya yang tajam. Dia lebih pantas menjadi noonaku dari pada sahabatku. Apa aku bisa mempercayainya?

“Taemin ah.. apa karena appa mu? Apa karena itu kau tidak mau menghubungi appa mu? Jika aku jadi kau Taemin.. Setidaknya aku akan memberitahu appa mu kalau umma sedang dalam keadaannya yang terburuk.. apa yang terjadi selanjutnya terserah pada appa mu..setidaknya aku sudah bertindak..” bertindak? Itulah yang tidak pernah kulakukan..aku hanya menonton dan bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja.. aku tidak pernah melakukan apa-apa untuk umma..

“Aku tidak tahu nomor appa..”

“Mwo??” Kibum tampak sangat terkejut. “Mungkin Minjung noona tahu nomor appa mu..”

“Noona sudah pergi dari rumah..” aku menunduk..aku merasa malu seseorang mengetahui masalah keluargaku.

“Mung..mungkin kita bisa.. menghubungi appa mu melalui nomor kantornya..”

“Appa tidak sedang berada di kantor..” Kibum hyung terdiam. Aku mengangkat kepalaku menatapnya. Tatapan Kibum hyung padaku.. seperti dia baru saja mendapatkan berita buruk..

“Aigoo..Taemin..kenapa aku tidak pernah tahu kalau masalahmu serumit ini.. bagaimana bisa kau tetap menyimpannya sendiri..” Kibum hyung menggelengkan kepalanya.

“Tapi..aku tahu seseorang yang mengetahui keberadaan appa sekarang..” perlahan aku mulai lega, aku mulai membuka diri untuk mempercayai Kibum hyung..

“Kalau begitu kita segera menemuinya sekarang..” Kibum hyung tampak bersemangat. Membuatku sedikit memiliki kekuatan.

“Biar aku saja yang pergi.. hyung..kalau boleh..aku mau kau menolongku menjemput noona..” Kibum hyung menganggukan kepalanya mantap.

Haahhhh…rasanya sesuatu yang mengikat dadaku mulai mengendur..aku mulai bisa bernafas lebih lega.

//

Aku berdiri didepan rumah Choi Minho sekarang. Rumah yang sudah lama tidak aku kunjungi. Dirumah inilah aku melihat appa bersama yeoja lain sekitar sebulan yang lalu. Melihat rumah ini saja membuatku sakit. Kakiku berat sekali, tidak ingin menapakannya bahkan walau hanya dipekarangannya.

“Taemin??” Minho sudah berada dibelakangku. “Ada perlu denganku??” minho bertanya padaku.

“Hyung..kau tahu dimana Suyoung noona??” Minho mengernyitkan keningnya. Mungkin baginya aneh mengapa aku menanyakan noonanya.

“Suyoung noona? Dia ada dipartemennya.. memangnya kenapa??”

“Bisa antar aku ke apartemennya?” raut wajah Minho semakin kebingungan dia tidak menjawab pertanyaanku.

“Atau boleh aku meminta alamatnya saja??” Minho terus menatapku heran.

“Ada apa?? Kenapa tiba-tiba kau mau menemuinya?”

“Kenapa sulit sekali memberitahuku!!” aku membentaknya, membuatnya sedikit menjaga jarak dariku.

Aku tidak akan mendapatkan alamatnya jika menekan Minho. Aku tidak mau memohon. Jangan paksa aku memohon.

“Akan kuantarkan..”

//

Minho POV

Aku menekan bel untuk yang kedua kalinya. Kuperhatikan Taemin masih mengenakan seragam sekolahnya. Rambutnya agak sedikit berantakan. Matanya terus tertuju pada pintu. Dia berbeda dari sebelumnya. Seperti bukan Taemin. Dia bukan lagi namja yang manis dan selalu tersenyum.

Cklek~

“Minho??” Suyoung noona akhirnya membukakan pintu. Noona terkejut saat melihat Taemin. Sebenarnya apa hubungan mereka? Noona terlihat gugup, Taemin terus memandanginya.

“Ahh..aku tidak tahu kalau kalian saling mengenal..” Noona bertingkah semakin aneh, dia kelabakan.

“Noona, kau kenal Taemin?? Dia bilang ingin bertemu denganmu..”

“Aku ingin bertemu dengan appa” Taemin menatap tajam mata noona. Noona terdiam mematung. Kenapa Taemin mencari appanya diapartemen noona? Apa hubungannya dengan noona? Ada sesuatu yang tidak kuketahui?.

“Ah itu..dia tidak ada disini Taemin..mungkin..sudah pulang..” Suyoung noona menatapku seperti ketakutan. Taemin tidak melepaskan pandangannya pada noona sedetik pun. Apa kecurigaanku benar? Apakah noona mempunyai hubungan gelap dengan appanya Taemin? Apa karena itu sikap Taemin berubah padaku?

“Minho mianhe..noona sedang sibuk, jadi tidak bisa mengajakmu masuk..” dengan perlahan noona menutup pintunya. Taemin tampak kecewa.

Kulihat Taemin mengepalkan tangannya sampai urat nadi tangannya menonjol. Taemin menekan bel, matanya terus menatap pintu. Tangan Taemin masih menempel pada sisi bel. Setelah cukup lama menunggu Taemin menekan belnya sekali lagi. Kali ini dia menekannya berkali-kali.

“Taemin sudah..” aku menghentikannya yang terus menekan bel. Taemin menatapku jijik. Apa salahku? Please jangan membenciku karena noonaku?

Taemin kembali menekan bel, bahkan dia menekannya dengan sekuat tenaga.

“Taemin bukankah noona sudah bilang tidak ada..” aku memegang tangannya dan menjauhkannya dari bel, tapi Taemin menepis tanganku dan kembali menekan bel.

“Taemin..” kali ini aku memblok belnya dengan tanganku sehingga Taemin tidak bisa menekannya lagi.

“DIA ADA DIDALAM!!!” Taemin berteriak padaku. Nafasanya terengah-engah. Dia begitu yakin orang yang dicarinya ada didalam.

BAAKKK!!

Taemin mengagetkanku dengan menendang dinding. Taemin seperti kesal sekali. Nafasnya masih terengah-engah. Taemin terjongkok, tangannya merenggut rambutnya, tertunduk. Kini kumendengar isak tangis Taemin. Pemandangan yang sangat memilukan hatiku. Aku tidak mau melihat Taemin seperti ini, aku tidak suka namja yang kusukai tersakiti seperti ini.

“Apa kau yakin Taemin??” aku bertanya padanya yang masih menangis.

“Dia ada didalam..” suara Taemin parau.. dia masih tertunduk menangis.

Kalau Taemin begitu yakin berarti memang appanya Taemin berada didalam.

DUG DUG DUG!!

Aku mengetuk pintunya sekuat tenagaku. “NOONA!!!” aku berteriak memanggil Suyoung noona.

Tidak ada tanda-tanda pintu akan dibukakan.

DUG! DUG!! DUG!!

Aku memukul pintunya lebih kencang lagi. “NOONAA!!” Keyakinanku semakin kuat kalau Suyoung noona memang menyembunyikan appanya Taemin didalam. Noona tidak mau membukakan pintu.

DUG!! DUGG!!

Tanganku sudah terasa sakit karena terus memukul pintu dengan sekuat tenagaku.

DAAKKHH!!!!

Aku menendang pintu sehingga membuat dindingnya bergetar. Aku sangat kesal. Kesal sekali. Nafasku mulai tidak teratur. Bukan karena fisikku yang lelah, tapi karena hatiku yang lelah.

Cklek!

Akhirnya pintunya dibukakan. Taemin langsung berdiri.

Bukan noona yang membukakan pintu. Tapi seorang namja, dia mirip seperti Taemin. Sudah dapat kupastikan dialah yang Taemin cari.

Namja itu menatapku tapi kemudian mengalihkan pandangannya kearah Taemin.

“Apa yang kau lakukan Taemin?? Kenapa kau membuat keributan??” kenapa namja ini justru memarahi Taemin. Aku menjadi kesal dibuatnya, aku membenci namja ini.

“Sudahlah Chaggyaa..” noona berada dibelakang namja brengsek ini, menenangkannya. Aku sangat kecewa pada Suyoung noona.

“Apa yang kau inginkan Taemin??” dia terus menaikan nadanya pada Taemin.

“Umma masuk rumah sakit..”

“Huh! Kukira ada apa.. kau butuh uang untuk biaya rumah sakit??”

Taemin menutup matanya, bibirnya bergetar seperti menahan tangis. Namja ini benar-benar berengsek. Tanganku sudah tidak kuat ingin memukulnya.

“Aku ingin appa menemaninya dirumah sakit..” Suara Taemin sedikit menghilang.

“Appa sibuk Taemin..kau saja yang temani..” Namja ini hendak masuk lagi kedalam. Aku sudah tidak tahan dengan perlakuannya pada Taemin.

Aku merangkup kerah namja ini menahannya untuk tidak masuk kedalam. Matanya menatapku kesal. Noona hendak menahanku.

“Aku mohon appa!!”

Aku mengendurkan tanganku, aku terkejut dengan apa yang dilakukan Taemin. Taemin sudah berdiri pada lututnya, kemudian dia tersujud.

“Aku mohon..setidaknya kau menjenguk umma..” Taemin kembali menagis dalam sujudnya. Kudengar isakannya yang memilukan hatiku.

“Sudah kubilang aku sibuk..pergilah Taemin!”

Bugh!

“Chaggy!!” Noona menolong namja berengsek ini yang jatuh tersuruk. Aku sudah tidak dapat menahannya lagi. Aku telah memukul wajahnya.

***

Taemin POV

Harum sekali..membuat perutku lapar..

Aromanya berasal dari dapur, umma sedang memasak apa? Sebaiknya aku memeriksa menu makan malamku.

Aku berjalan menuju dapur, kulihat umma sedang sibuk menumis sesuatu.

Aku mendekatinya, kududuk di counter dapur. “Umma? Makan malamku apa?” tanyaku.

“Spageti..” umma memasukan spageti kedalam wajan.

“Kenapa memasak banyak sekali? Aku tidak akan bisa menghabiskannya umma..” umma hanya tersenyum. Banyak sekali spageti yang umma masak, seperti porsi untuk bertujuh, atau bersepuluh mungkin? Banyak sekali.

Ah! Aku belum memberitahu kalau aku dan umma sudah pindah keapartemen. Kami hanya hidup berdua, hanya aku dan umma. Kami sudah menempati apartemen ini selama kira-kira satu tahun. Kami hidup cukup bahagia. Umma sering tersenyum, karena kini aku lebih terbuka padanya.

Aku jadi teringat kejadian setahun yang lalu, saat umma mencoba bunuh diri dengan meminum banyak obat penenang. Aku meminta ma’af padanya karena tidak berhasil membawa pulang appa dan noona. Seperti yang sudah kuduga, umma memang mengetahui kalau appa berselingkuh. Tapi ternyata bukan itu yang menyebabkannya berniat bunuh diri. Aku, akulah penyebabnya. Umma mengira aku tidak pernah mencintainya karena selalu bersikap dingin padanya.

Sekarang bisa kubayangkan bagaimana perasaan umma saat itu. Suaminya yang selalu membentaknya berselingkuh, anak perempuannya kabur dari rumah, puncaknya anak laki-lakinya tidak memperdulikannya.

Pada akhirnya umma menyadari kalau aku begitu menyayanginya, dan mengikuti saranku untuk pindah dari rumah. Mulai saat itu aku selalu mengucapkan kata ‘saranghae’ padanya. Membuktikan kalau aku menyayanginya.

“Minho bilang dia akan ikut makan malam bersama kita..”

“Huh? Minho hyung akan kemari? Pantas saja porsinya banyak sekali..tapi tetap terlalu banyak umma..” Aku turun dari counter dan pindah duduk di meja makan.

“Pacarmu itu memang banyak sekali makannya..” tapi tidak akan sebanyak itu kan?

Yah..seperti yang umma bilang, Minho hyung sudah menjadi pacarku sekarang. Apartemen ini Minho hyung yang pilihkan, supaya dekat dengan rumahnya. Minho hyung juga yang menyarankanku untuk pindah.

Minho hyung sudah tidak menganggap Suyoung noona sebagai kakaknya, dan tidak pernah menemuinya lagi.

Ting~ Tong~..

“Ah! Minho hyung!” aku turun dari meja makan dan berlari menuju pintu.

Aku langsung membukakan pintu untuknya.

Tapi..

“Noona??” Minjung noona, dia mengetahui keberadaan kami?

“Annyeong Taemin..” dia tersenyum padaku, begitu juga dengan Kim Jonghyun.

Noona membawa serta Kim Jonghyun, dan bayi yang digendongnya. Apa dia keponakanku?

“Tadaa!!! Kami yang memberitahu Minjung noona~..” Kibum hyung tiba-tiba muncul dihadapanku dan mengagetkanku. Bukan hanya aku yang kaget dibuatnya, tapi juga bayinya. Dia seperti tersentak saat Kibum hyung muncul. Lucu sekali.

“Ya Kibum..Min hampir menangis..sudah kubilang tidak usah mengagetkan Taemin..” Jinki hyung datang entah dari mana dan menenangkan bayinya.

“Min?” tanyaku.

“Nama keponakan perempuanmu Min..” jawab Kibum.

Aku lihat lebih dekat keponakanku.. agak mengecewakan dia mirip dengan Kim Jonghyun. Dia akan lebih cantik apabila mirip denganku..

Melihat wajahnya hatiku damai..entah kenapa aku seperti sudah memaafkan noona.

Ah! Dia tersenyum padaku! Min tersenyum padaku!

“Annyeong Min..” aku menggoyangkan tangannya yang mungil, dia tersenyum lagi.

“Dia menyukaimu..padahal sulit bagiku untuk membuatnya tersenyum..” Jonghyun sedikit mencurahkan isi hatinya..

“Mungkin karena kau appa yang tidak baik..” jawabku.

“Huh??” Jonghyun terkejut.

“Aigoo..berat sekali..” Minho hyung datang dengan membawa dus besar, entah apa isinya pasti berat sekali.

“Taemin..permisi..aku mau masuk..” Kibum hyung menyerempetku dan masuk kedalam apartemen.

“Na do..” Jinki hyung ikut nenyerempetku, hanya saja dia hampir terjatuh saat bahunya bertubrukan denganku. Tapi syukurlah Jinki hyung dapat menyeimbangkan kembali tubuhnya.

“YA!! HYUNG! KIBUM!” Minho oppa berteriak memanggil Kibum hyung dan Jinki hyung.

“Memangnya kenapa hyung??” aku membantunya mengangkat dus. Jonghyun pun ikut membantu.

“Mereka kabur saat kumintai bantuan mengangkat dus ini..”

Hhaaaahhhhh..begitulah Kibum hyung dan Jinki hyung.

“Aigoo..berat sekali..apa isinya..” dengan hati-hati kami memasukannya kedalam.

“Box bayi dan kereta bayi..” jawab Jonghyun.

“Mwo??” apa maksudnya mereka akan tinggal disini?

“Na..dull..sett..” Kami menurunkannya di ruang tivi.

“Kami akan berbulan madu selama seminggu..dan kami tidak akan membawa serta Min..” jawab Jonghyun.

“Min akan dititipkan disini??” protesku.

“Gwenchana~..” umma datang mendekatiku dan sudah menggendong Min. dia tersenyum bahagia.

Baiklah..jika umma tidak keberatan maka aku pun tidak keberatan.

“Bulan madu? Memangnya kapan kalian menikah?” tanyaku.

“Sudah setahun yang lalu..hanya saja kami belum sempat bulan madu..” jawab Minjung noona.

//

“Curang!! Kenapa porsi Minho lebih banyak??” Jinki hyung memprotes pembagian jatah spageti oleh umma.

“Aku calon menantunya!!” jawab Minho hyung sedikit berteriak.

“Aisshhh!! Tapi aku dan Kibum yang sudah membujuk Minjung noona datang kemari..” rengek Jinki hyung.

“Ini umma tambahkan..” umma menambahkan spageti kepiring Jinki hyung.

“huwa..gomawo aunty..” Jinki hyung akhirnya tersenyum lebar.

“Berisik sekali kalian!!” seru Kibum hyung.

Baru kali ini aku makan malam dengan banyak orang. Ternyata ramai sekali. Kuperhatikan umma terlihat bahagia. Umma senang noona kembali.

“Ssstt..Jangan terlalu berisik..Min bisa terbangun..” Minjung noona memperingati ketiga namja yang dari tadi tidak berhenti bertengkar.

Kulihat box bayi yang sudah terpasang di ruang keluarga. Min sedang tidur disana.

Baiklah.. Satu minggu akan kujalani hidupku sebagai paman.

-tamat-

60 responses to “[YAOI/1s] NUMB

  1. Ga sengaja mampir pas lg nyari onkey…eh da ff nie… Yo wis mulai baca…
    OMG..Hanya dngn oneshoot, tp bisa bkin ff yg bnr2 ada isinya. Smuanya ada dlm 1 ff… Keluarga, cinta, sahabat, konflik…bnr2 komplit… Ff nya DAEBAK, authornya DAEBAK, smuangya DAEBAK pokoknya…

  2. keren happy ending…crita’a lucu q suka banget couple minjung jongyun……….
    tapi disini juga ada 2min……
    q lebih suka disini ada ONKEY!!!
    gumawo udah buat ff ini buagus buanget!!!!
    SEMANGAT!!!!

  3. ksian taemin…..dsr yeogja genit…..
    Aish…….
    Tp untung akhrx happy end…td ampe mo nngis bcax…hehe…
    Lm knl aq reader baru…..😄

  4. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  5. Kereeeeeennnnnn !!
    Sumpah ni ff bagus banget !
    Karakter taeminnya , kesedihan taeminnya , kemarahan taeminnya , aaaiiiigggoooooooo …
    Bener2 daebak !!

  6. o.O
    sumpah keren ini mah!! b(o.O)d
    konflikny dpt, kisah percintaanny jg dpt, persahabatanny bagus, kekeluargaanny ngena bgd, aahh perfect ini ff!!!
    simple tp jelas gtu thor, bagus bgd b(^^)d
    sering2 buat yg kyk gini thor ^o^

  7. uwaaaaa~ suka *w* aku suka yg keluarga keluarga gini (?) kekeke tapi appanya taemin gak bisa ikut ada disitu u,u
    hah, untung aja taemin gak terlambat bawa ummanya ke rumah sakit, untung juga akhirnya sekarang semua lebih terbuka :3 nice fic kak😄 tapi itu onkey gak ada masalah2 lagi gak? keke

  8. untungnya semua berakhir bahagia…..
    sumpah deh punya appa kayak taemin begitu pasti makan hati bahanget tuh…
    udah tau istrinya masuk rumah sakit, masih aja bareng selingkuhan….
    hehehe maf eon emosi liatt appanya taemin….

  9. ine demi apa coba!!!! efef nxx kerenn…..
    choa choa choa am tetem xg dsiniee,,,, inee main cast nx taemin yaa authoer_????
    choa m’cerita nx,,,, kirain tdie umma tetem sakit gituee gra2 appa dn noona nx,, gara tetem yaa trnxta…
    ahh, bingung saia moew komment ap,, xg pastinx choa dehh saia…. kekeke~~~

  10. perasan udah pernah baca, eh udh apa blom yah? ==a

    suka yg happy end bgini. suka senyum senyum sendiri kayak orang lagi kesemsem(?)

    awalnya sad banget emang eon, kasian si tetem, tapi sang pangeran menong datang wkwkw

  11. aishh,, sebel sma appa’y taemin, dasar gila malah selingkuh ma noona’y minho. Tp untung minho setia di samping taemin, akhir’y umma taemin bhgia jga,
    selamat jjong ma minjung dah punya baby, taemin jdi paman(?) deh.

  12. i almost crying….its so touched,,,
    with all problems like that i know why taemin cover all his feeling,,and that really frustrated,,
    but how lucky he is…taemin still have minho who really faith to him….

  13. Masalah idup si Taemin berat banget itu,, sempet heran dg alas an taemin sinis ama minho. Dan ternyata sebabnya dalah appa taemin selingkuh ama noonanya minho. Aigoooooo
    Kesian amet sih itu umma Taemin,, bunuh diri bukan karna suami selingkuh, tapi gegara Taemin yang gak peduli.
    Untung saja ini happi end. Suka deh end nya. Makan bersamaaaaa. Rameee banget itu pastiiiii
    Sukaaaaaaa. Oenni bikin 2min lagi dong !!!!!!
    FIGHTING !!!!!!^^

  14. hwaaaaaaaaaaaa~
    nyesek,,mewek,,T.T
    kcian taemin,,tp ttp salut…
    mslahnya sgunung(?) tp ttp tegar…
    good job!!!!!#appalus bwt tetem*keprok2
    akhirnya happy ending jg,,#huah,,*hela npas
    daebak dh oen >_<

  15. sifat taemin disini kayak aku. ngga terbuka meski pada sahabat sendiri. rasa.a ada yang mengganjal jika bercerita pada orang lain tentang masalahmu.

    syukurlah minho ngga kayak noona.a yang tukang rebut suami orang

  16. Hahaha~ I like it,, feelnya dpet saat taemin nangis,, n’ saat minho marah.. Kereeeeeen!!!

  17. Ea ampun,. Ni FF awal’a nyesek bangettt, tp? UntUng akhIr’a happy end,. Tanpa ada pengganggu *appa’a taemin+noona’a minho udh w petok pake martil kok di belakang*,. Seneng ngeliat taemin bahagia gItu bareng keluarg baru’a., *peluk 2min*
    (^_^)/~

  18. aku kok nangis ya*lol* nyesek banget baca…taemin sini nak sial banget nasipmu nak tapi untung happy end klw smpek sad end gue geblek nie author*srot* gelap ingus

  19. Sedih waktu taem awal.awal apa lagi pas dia mohon mohon sama bapaknya huhuhu nyesek!! Dikira bakalan sadend
    untunglah happend
    sukaaaa

  20. Ending’nya melegakannn… Ff 2min ini bikin deg2an, bener2 complicated pokok’nyaaaa, saya suka ending yg happy,, 2min ga pantes sedih2an… Hihi…
    Sukaaaaa~

  21. Aaaah.. suka deh sama happy endingnya, eon ^^
    Keluarga Taemin akhirnya bahagia..
    jadi terharu T^T .

  22. Ini gila keren banget aku sampai nangis :’) appa-nya taemin bejat banget nggak rela mukanya mirip taemin aaaaa duh ilah yg jd wanita penggodanya unni sooyoung nggak cocok thor soalnya dia imagenya bukan cewek nggak baik2 kalo sunny unni mungkin cocok hahahaha :p *pis😀 wellthanks for the ff today MASHITA!😀

  23. Uwoo…..ini complicated sekali!!genre family n sadnessnya dpt(?)~
    Salut buat taemin dan eommanya…..mereka tabah bnr…….appanya selingkuh dg nuna’y minho…….aigo=.=
    Untungnya mereka bisa melewati itu semua…,,hepi end dg jln mereka sendiri bersama org2 yg sayang ma mereka!!
    Keren…..!!!

  24. Waaa….taem jadi paman…
    kayak apa ya…
    jangan kayak pas di hello baby y taem….

    Aku suka ending yg bahagia…..

  25. Untung judulnya gak jd ‘Taeminku sayang, Taeminku malang’ wkwkwk…bener2 dech eonni…
    Dari awal baca udah nangis gara2 kasihan ama Taemin, bahkan sampe akhir aku jg masih nangis hehe…(ketahuan cengeng)
    Tp aku bagian akhir nangis gara2 seneng, akhirnya Taemin bisa menemukan kebahagiaannya lg…
    Ummanya sudah sembuh. Bahkan noonanya jg ikut pulang, bareng anaknya & Jonghyun. Taemin jg dpt sahabat+pacar yg sayang ama dia…
    HAPPY ENDING….

  26. ciyusss miapah??? Saya suka ff ini, wah pasti nih ff bakal terngiang sepanjang masad otak gw, susah taw cari ff yg bagus ky gni….
    *hug taemin *hug author :*

    Thor bleh q post d blog q g???

  27. bener banget ini lebih cocok sama judul taeminku sayang taeminku malang
    di kasian banget
    lebih kasihan sama ummanya
    entah kenapa aku sampe nangis bacanya
    tapi untung happy ending
    semua berakhir bahagia ^^

  28. akuuuuu esmosi sama appanya taemin!!!!
    aaaaaarrrrrgggghhhhh mana golok mana golok aku mau cincang cincang itu appa yg tidak bertanggung jawab,,, aisssssshhh sudah salah membentak pulaaaaa,,,,,, aissssshhh demi apapun di muka bumi ini aku benci…

    ya ampuuuunnn hidupmu mirisss sekali nak…..
    syukurlah semua berakhir dg bahagia….

  29. syukurlah kupikir ini bakalan sad ending ternyata enggak….
    suka sama ff nya…

  30. Syukurlh happy end…. coz d awal2 sumpah nyeseek suka ma pershbatn taekey dsni key care bnget m taem 2min ug sweeet ,,, akhirnya mrka pcaran ug

  31. taemin jadi paman….. /mikir keras/? wakakakakakakakak gk cocok bgt xD
    ehh tp cerita nya keren bgt ^^b aku suka deh🙂 kekeluargaan sama persahabatan nya dapet bgt, jd pas baca greget deh haha

    lanjutkan menulis~~ ^^b

  32. Nangis lagi mamaaaaakkkk,  aduuuhh, jdi taemin dsini itu srba nahan dri. dri kcil udah liat gtu ya mna bsa terbuka.. kurang ajar bgt itu ppanya sma kakak minho. aduuuhhhh.. ksian mamaknya. aku suka deh onshoot2 dsini, bru bca yg 1S soalnya. hehehe. oengen bca author pov coba. aku prhtinn jrang ya. hehhee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s