(STRAIGHT/sequel/Part 2) FIVE LITTLE BEARS

Main Cast:

  • SHINee
  • Suzy Miss-A

Cast:

  • Kristal F(x)
  • Jessica SNSD
  • Rain Bi
  • Heechul SJ
  • Joongki
  • Joori
  • Narsha BEG

Genre: Romance (?)

Annyeoooonngggg!!! Agak lama nunggu part 2nya kah??? Kim JongGey kembali dengan part 2!! Huwaaaaaaaaa!!!! Maraton FF!! sudah teroverlap berapa kali ya?? Pay Back 1-4 ama vanilla ice cream.. mianhe Five lil bears, bukan maksudnku menganak tirikanmu.. Five little bear memang tidak sikocak FF ada Jinki disekolah atau brother complex.. tp setidaknya disini Key dan taemin gak pake rok plus dijepit lagi, ahahahah.. Fighting!!!

RCL (Read, Coment, Like)!!! No SR (Silent Reader)!!

Aku selalu menantikan RCL dari kalian, terutama reader setia yang sudah membaca FF ku dari yang perdana hingga FF yang kacrut begini..

Tok tok tok

Suara ketukan pintu semakin menambah Suzy panik.

“Suzy..” suara Jinki, itu Jinki yang mengetuk.

“Gwenchanayo?? Boleh masuk kan??”

Omo! Ottokhee~?? Minho dibawah, Taemin sedang menuju balkon, sekarang Jinki mau masuk?? Gwencana Suzy..eassy come eassy go kan?? Biarlah mereka pergi semua!!!. Suzy menutup wajahnya dengan kedua tangannya, yang terjadi biarlah terjadi. Suzy sudah pasrah.

“Suzy!! Chaggy!” Jinki membukakan kedua tangan Suzy yang menutupi wajah Suzy. “Chaggy..gwenchanayo??” Suzy terkejut melihat Jinki sudah ada didepan wajahnya.

“Ne..oppa..Suzy gak apa-apa Cuma mau cari udara segar..he..he..” Suzy melirik kebawah balkon, Minho sudah tidak ada dibawah.

Jinki menuntun tangan Suzy agar masuk ke kamar. Suzy melihat-lihat apakah Taemin ada dikamarnya.. Tidak ada tanda-tanda Taemin oppa di kamar? Kemana Taemin oppa pergi..?

“Mau oppa ambilin obat?” Jinki mendudukan Suzy dikasurnya dan segera mencari kotak obat dikamar Suzy.

Suzy mencium sesuatu yang ganjil dikamarnya.

Bau ayam..

Suzy mengendus-endus sekelilingnya. Ragu-ragu Suzy mendekatkan kedua tangannya kehidungnya. Bau ayam goreng tersebut berasal dari tangannya, padahal Suzy yakin dia tidak makan ayam goreng tadi.

“Oppa.. itu..kayanya oppa belum cuci tangan..” Tanya Suzy kepada Jinki yang masih sibuk mencari kotak obat.

“Oh! Oppa lupa..oppa belum cuci tangan..hehe..” Jinki menggaruk-garuk kepalanya. Suzy semakin mengernyitkan dahinya. Kini bukan hanya tangannya yang bau ayam goreng.. tampaknya rambut Jinki pun sudah terkontaminasi bau ayam goreng sekarang.

“Oppa.. cuci tangan dulu gih..” Suzy mendorong Jinki keluar kamarnya.

Setelah berhasil mengeluarkan biang bau ayam goreng dari kamarnya, Suzy pun langsung menuju kamar mandi didalam kamarnya untuk mencuci tangannya.

Pintunya terkunci? Ada orang di dalam?

Tok tok tok!

“NE!” terdengar suara Taemin dari dalam kamar mandi.

“Taemin oppa?” Suzy mengecek apakah benar yang berada didalam kamar mandi adalah Taemin.

“Ne~..” Taemin membuka pintu kamar mandinya sembari tersenyum puas dan mengusap-usap perutnya.

“Taemin oppa ngapain di dalem..?” Tanya Suzy.

“Tadi tiba-tiba oppa kebelet..jadi langsung masuk ke kamar mandi..abisnya kalau pulang kerumah pasti gak akan keburu..gomawo pinjaman WCnya..” Taemin menjatuhkan dirinya ke kasur Suzy dan melanjutkan membaca komik.

Suzy mencuci tangannya sambil mengamati Taemin yang membaca komik. Kebetulan? Atau rencana Tuhan?.. ketiga namja yang ngaku-ngaku pacar gw gak saling ketemu.. batin Suzy.

Perhatian Suzy beralih ketempat dimana Suzy menyimpan boneka beruangnya. Tinggal dua?

“Taemin oppa?”

“Ne..”

“Taemin oppa gak main sama boneka beruang Suzy kan?” Suzy menunjuk kearah dua boneka beruang yang masih tersisa.

“Ahni..emangnya kenapa?”

“Tadi ada tiga, oppa..” Suzy mencarinya dikolong kasur, siapa tahu terjatuh kebawah.

Taemin ikut mencari. “Ilang satu??” Tanya Taemin sambil mencarinya di bawah bantal.

“Sebenernya ilang tiga oppa.. harusnya semua ada lima boneka..” Suzy menggeledah lemari pakaiannya.

“Bonekanya kaya gimana? Nanti oppa beliin lagi..” Taemin mencarinya disaku piyamanya sendiri, tapi tidak ada (pabo!).

Kepala Suzy semakin pusing tujuh puluh keliling..“Gak usah oppa.. nanti Suzy cari lagi..kayanya masih ada di sekitar sini..” Suzy mengambil kotak obat dan mengambil aspirin.

“Mau oppa bantuin cariin??” Taemin memberikan segelas air yang entah didapatnya dari mana kepada Suzy.

“Gwenchana oppa..” Suzy meminum obatnya.

“Aigoo..kasian yeojacinguku sakit..” Dengan kedua tangannya Taemin mengelus-elus (atau lebih tepatnya lagi mengacak-acak) rambut Suzy. Suzy merapihkan kembali rambutnya, hidungnya kembali menangkap radar mencium aroma tidak sedap, “Bau gosong..” Suzy terus mengendus mencari sumber bau.

“Omo!! Tadi oppa lagi goreng telur!!” dengan terburu-buru Taemin meninggakan kamar Suzy. Perlahan Taemin menuruni pohon yang ada disamping balkon Suzy.

Ohh..jadi lewat situ.. Suzy memastikan Taemin mendarat dengan selamat, kemudian memberikan lambaian tangan kepada Taemin. Taemin balas melambaikan tangannya, terus..sampai Taemin tiba didepan pintu rumahnya. Suzy melihat asap sudah mengepul dari dapur rumah Taemin. Suzy yakin telur gorengnya sudah menjadi abu.

“KYAAAAA~!!!!”

Terdengar suara teriakan Jessica dari bawah. Suzy menghela nafasnya “apa lagi sekarang??” dengan sedikit memaksakan dirinya Suzy kembali turun kebawah rumahnya. Tergesa-gesa Suzy menuruni tangga, tangannya menyentuh diding sisi tangga dan matanya memperhatikan setiap langkahnya satu demi satu menuruni anak tangga. Setelah tiba dilantai dasar, Suzy melihat Kristal berlari kecil menuju ruang tamu. Suzy mengikuti Kristal menuju ruang tamu.

Suzy terperangah setelah melihat adegan di ruang tamu. Seorang namja mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana jeans mencoba melepaskan tangannya dari rangkulan Jessica. Namja tersebut adalah Minho. Minho bahkan sudah menggunakan minyak goreng agar tangannya licin dan dapat terlepas dari cengkraman Jessica tapi tetap tidak berhasil.

“Appa..liat..Jess nemu namja ganteng di taman..” tangan Jessica semakin memperkuat pegangannya, sementara Minho sedang mencoba metode kedua yaitu dengan menggunakan sabun supaya tangannya lebih licin dan berusaha lepas dari Jessica. Semua orang diruangan tidak dapat membantu selain menyaksikan.

Awalnya Suzy khawatir terhadap Minho, namun setelah dipikir-pikir Suzy merasa lebih baik kalau Minho jatuh ketangan Jessica, setidaknya berkurang satu namja yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya. Perlahan Suzy mengendap-endap melangkah mundur menjauhi ruang tamu.

Bugh~

Suzy menabarak seseorang dibelakangnya. Suzy menoleh kebelakang dan Jinki sudah tersenyum kepadanya.

“Mau kemana??” Tanya Jinki.

Suzy hanya balas tersenyum dan menjinjitkan langkahnya agar tidak mengeluarkan suara yang dapat menyadarkan Minho tentang keberadaan dirinya.

“Suzy!!” Minho memanggil Suzy, mau tidak mau Suzy berhenti mengendap-endap dan menyapa Minho. “Annyeong oppa..” bibirnya tersenyum tapi matanya seperti mau menangis.

“Lo kenal Suzy??” Tanya Jessica kepada Minho.

“Ne..Suzy..yeojacingu gw..”

Jessica terkejut mendengar pernyataan Minho, pertahanannya melemah. Akhirnya Minho bisa melepaskan tangannya dari Jessica.

“MWO?? Pacar Suzy kan Jinki??” Rain appa pun tidak mempercayai pernyataan Minho.

Semua orang terdiam, dan tatapan mereka mengarah kepada Suzy.

//

Mata Suzy terus memperhatikan kayuhan kaki Taemin pada pedal sepedahnya. Tatapannya kosong, Suzy masih memikirkan kejadian semalam. Minho mengaku didepan semua orang kalau dia pacar Suzy. Hal itu membuat Jessica semakin membenci Suzy, jatah uang saku Suzy hari ini diambil oleh Jessica. Orang tua Jinki, pak Joongki dan bu Joori pun pulang dengan kecewa. Mereka membawa serta pembantu yang sebelumnya mereka berikan kepada keluarga Rain appa. Yah.. tadi pagi Suzy kembali membuatkan sarapan, mencuci piring dan ditinggal sendirian di dapur sememtara yang lain sudah lebih dulu pergi dengan Rain appa. Untung ada Taemin. Suzy mengangkat kepalanya, kini matanya menatap punggung Taemin. Untunglah Taemin tidak berada ditempat kejadian. Kalau tidak, pagi ini mungkin Suzy berjalan kaki pergi ke sekolah.

Suzy tersenyum setelah mengingat kalau Rain appa justru bangga mempunyai anak playgirl. Senyumnya kembali hilang dari wajah Suzy setelah dia teringat akan Minho di srkolah. Apa reaksi Minho oppa hari ini? dia pulang sehabis Jinki oppa ngaku kalau dia pacar gw.. batin Suzy.

Taemin menghentikan kayuhannya dan menekan rem.

“Udah sampe~..” seru Taemin.

Suzy memandang gerbang sekolah. Tampak mengerikan dimatanya hari ini. suzy menghela nafasnya sebelum turun dari boncengan sepeda Taemin.

“Masih sakit??” Taemin menempelkan tangannya di kening Suzy, dia khawatir karena wajah Suzy yang muram pagi ini.

“Ga apa-apa kok..” Suzy menghindari tangan Taemin. “Gomawo oppa..” Suzy berterima kasih karena Taemin telah mengentarkannya selamat sampai sekolah.

“hmmm.. Mianhe yeobo..hari ini gak bisa jemput..coz harus latihan dance..ada kompetisi hari minggu.” Taemin mengelus-elus belakang lehernya.

“Kompetisi?? Huwaaa..oppa fighting!!” Suzy mengepalkan tangannya dan menyemangati Taemin. Senyum yang lebar tersungging diwajahnya. Wajah Taemin merona karena sudah disemangati oleh Suzy.

“Hari minggu ada waktu??” Tanya Taemin.

“Ada! Suzy pasti dateng!”

“Jinjja??”

“eum!” Suzy menganggukan kepalanya.

“Kalau gitu..pulangnya hati-hati..annyeong~” Taemin kembali mengayuhkan pedal sepedanya dan satu tangannya melambai kepada Suzy. Suzy balas melambaikan tangannya, kepalanya dimiringkan sedikit dan tersenyum semanis mungkin. Suzy ingin terlihat lebih ceria dan tidak membuat Taemin khawatir lagi.

//

Hana.. dul.. set..

Suzy terus menghitung dalam hati beberapa bola-bola kertas yang terdapat di mejanya. Dengan ujung bolpoinnya Suzy mengarahkan satu persatu bola-bola kertas ke pojok mejanya.

Pukk~

Satu lagi bola kertas yang terjatuh dimejanya setelah sebelumnya mengenai kepala Suzy. Suzy langsung menyimpan bola kertas yang baru saja tiba bergabung dengan bola-bola kertas sebelumnya. Dia tidak membuka bola kertas tersebut. Dia sudah merasa cukup tersakiti setelah membaca isi bola kertas sebelumnya. Beberapa ada yang bertuliskan ‘ngaca dong  lo cewe penggoda! banci taman lawang!!’ , ‘body lo oke juga! Mirip herculles!’ ada juga yang bertuliskan ‘derajat lo lebih rendah dari gurame goreng asam manis!!’. Tulisan terakhir yang dibacanya adalah ‘dasar lo cacingan!!’.

Teman-teman yeoja sekelas Suzy semakin menjadi-jadi setelah mendengar kabar kalau Suzy sudah putus dari Minho. Kabar ini dengan cepat menyebar keseluruh penjuru sekolah berkat Cerpen karangan Kristal yang dipajang di Mading sekolah. Isi cerpennya sama persis dengan kejadian semalam, bahkan nama pemerannya pun sama.

Hari ini Suzy belum melihat batang hidung Minho. Perasaan Suzy bercampur aduk, dia merasa senang dan sedih. Senang karena merasa tidak perlu bertemu dengan Minho saat ini, Sedih karena tidak ada yang membelanya disekolah.

Oh! Setelah tiga namja itu muncul dan mengaku sebagai pacar gw penderitaan gw jadi berkurang.. tiga namja itu muncul setelah boneka-boneka gw ilang..apa mungkin mereka benar-benar malaikat pelindung gw??.. batin Suzy. Suzy terus menghubung-hubungkan bonekanya dengan ketiga namja yang mengaku sebagai pacarnya.

Teng tong teng tong~ tong teng teng tong~ (Yah begitulah kira2 bunyi bel sekolahnya)

Setelah mendengar bunyi bel sekolah Suzy dengan segera memasukan buku-bukunya kedalam tas dan beranjak dari bangkunya dengan tergesa-gesa. Suzy harus cepat-cepat pergi dari kelas sebelum teman-temannya membulynya lagi. Suzy berlari sambil menutup tasnya. Sesekali dia menabrak bahu temannya.

“YA! SUZY!!” suara seorang yeoja berteriak memanggil namanya, Suzy semakin mempercepat larinya tanpa menoleh kebelakang.

BUGH!!

Suzy menabrak seorang namja dan membuat tas Suzy terjatuh. Seluruh isi tasnya berhamburan, Suzy dengan cepat mengambilnya dan memasukan buku-bukunya kedalam tas. Suzy menoleh kebelakang untuk memastikan temannya masih jauh. Tapi Suzy melihat teman-temannya berhenti mengejarnya dan membalikan badan mereka.

“Gwenchanayo??” Namja tersebut membantu Suzy memunguti buku-bukunya.

“Minho oppa??” Suzy terkejut setelah menyadari yang ditabraknya adalah Minho. Minho mengenakan seragam tim basketnya.

Setelah memasukan selurur buku-buku Suzy kedalam tas, Minho membantu Suzy berdiri.

Suzy masih tidak mengerti kenapa Minho masih baik terhadapnya. “Tapi oppa..soal yang kemarin..” Suzy menerima tasnya dari tangan Minho.

“Oppa..sudah memutuskan, oppa gak akan kalah dari Jinki! oppa akan terus berusaha..” Suzy hanya memandang heran.

“Sebelum janur kuning melengkung, Suzy belum jadi milik siap-siapa kan?? Berarti oppa masih punya kesempatan..Fighting!!” Minho menyemangati dirinya sendiri. Suzy tak bisa berkata apa-apa..dia semakin dibuat bingung namja yang bernama Minho ini.

“Wae??” Tanya Minho kepada Suzy yang dari tadi hanya terbengong.

“Ahni oppa..Suzy cuma..”

“Ah! Oppa gak bisa nganterin pulang.. oppa masih harus latihan basket..”

“Gwenchana oppa..Suzy bisa pulang sendiri..”

“Beneran?? Hati-hati..” Minho mengembil bola basket yang ditaruhnya dibawah. “Annyeong!!” Minho berlari sambil mengangkat bola basketnya dengan kedua tangannya kemudian menggoyang-goyangkan bolanya diudara seperti melambai kearah Suzy.

Suzy dapat bernafas lega sekarang. Minho sudah memafkannya dan tidak akan mendapatkan perlakuan semena-mena lagi dari teman sekolahnya.

//

Keringat sudah menetes dari pelipis Suzy. Udara siang ini sangat panas. Suzy tersesat entah berada dimana dia saat ini. Sudah satu jam Suzy terus mengitari wilayah yang sama. Daerah yang dilewatinya sepi sekali. Tidak ada yang menjual es campur atau es kelapa muda. Jangankan supermarket, warung pun tidak terlihat didaerah ini. Padahal tenggorokan Suzy sudah kering stadium tiga.

Tidak ada pilihan lain, Suzy memilih untuk beristirahat dibawah pohon rindang. Suzy menggunakan bukunya sebagai alas duduk dibawah pohon. Punggungnya disandarkan ke pohon, kakinya dibiarkan selonjoran.

Sebuah motor berhenti di depan pohon peristirahatan Suzy. Seorang namja yang mengendarainya melepaskan helmnya. Wajahnya tampan, dia tersenyum kearah Suzy. Senyumnya seperti senyum penggoda wanita. Suzy memalingkan wajahnya pura-pura tidak memperhatikan.

Namja tersebut menghela nafasnya kemudian menggantungkan helmnya pada stang motor. Dengan langkah yang pasti dia mendekati Suzy.

“Tersesat??” Tanya namja tersebut. Namja tersebut merendahkan tubuhnya dengan jongkok disamping Suzy.

Suzy melihat kesekitarnya. Sepi sekali. Suzy merasa dirinya dalam bahaya.

Suzy langsung berdiri dan hendak melarikan diri. Tapi tangannya sudah tertangkap namja tersebut.

“Mau kemana?? Masih marah??” Tanya namja tersebut, caranya bertanya seperti sudah mengenal Suzy. Suzy tidak menghiraukannya dia terus berusaha kabur.

“Suzy..Mianhe..” Suzy berhenti berontak setelah mendengar namanya disebut.

Dia tahu nama gw?? Jangan bilang dia juga pacar gw??.. pikir Suzy.

Namja tersebut mengambil sesuatu dari sakunya, membuat Suzy kembali berontak.

“Tenang dulu Suzy..ini!” Namja tersebut memberikan Suzy sebuah handphone.

“Ini apa??” Tanya Suzy menunjuk pada handphone yang dipegang namja tersebut.

“Oppa kan udah janji..honor manggung oppa sebagian mau dibeliin hape buat Suzy..Suzy belum punya hape kan??” dengan cekatan namja tersebut menyimpan handphonenya disaku seragam Suzy.

“Tapi oppa ini..” belum sempat protes Suzy sudah ditarik kearah motor yang diparkir.

Namja tersebut naik keatas motor terlebih dahulu dan memakai helmnya. Suzy masih diam berdiri disamping motor.

Namja itu membuka kaca helmnya. “Wae?? Ayo naik..” serunya.

“Ne..” ragu-ragu Suzy menaiki motor.

Berbeda dengan Taemin yang diam selama perjalanan, namja ini terus mengoceh. Sepanjang jalan namja tersebut terus menanyakan apa yang dilakukan Suzy selama dia tidak ada. Suzy menjawab seadanya, masih hati-hati pada namja asing ini. Dari ceritanya selama perjalanan, sudah dipastikan kalau namja ini memang salah satu pacar Suzy. Dia sudah kuliah, dan termasuk anak band. Posisinya di band adalah bassis, dan bandnya sudah cukup terkenal sehingga dia sering pergi keluar kota untuk manggung. Dalam ceritanya ternyata Suzy marah karena dia pergi keluar kota tanpa sepengetahuan Suzy. Yah..walaupun Suzy tidak merasa, tapi dia mengiyakan saja semua ceritanya.

Tidak lama kemudian akhirnya sampai di depan rumah Suzy. Suzy turun dari motor dan membungkung berterima kasih karena sudah diantarkan.

“Oppa..ada yang ingin Suzy tanyain..” Tanya Suzy.

“mwo?”

“Nama oppa siapa??” mata namja tersebut membesar, seperti melototi Suzy.

“Gak lucu Suzy..” dia memutarkan bola matanya kemudian menutup kembali kaca helmnya. “Annyeong” dia kemudian pergi.

Setelah namja keempat yang mengaku sebagai pacarnya pergi, Suzy langsung berlari menuju kamarnya.

Tinggal satu..pasti tinggal satu.. Suzy yakin kalau boneka beruangnya pasti sudah hilang satu lagi.

Dengan agak kasar Suzy membuka pintu kamarnya kemudian melemparkan tasnya keatas kasur. Betapa terkejutnya Suzy sudah mendapati bonekanya hilang semua. Tidak ada satu pun boneka yang tertinggal. Suzy mengingat-ingat kembali jumlah namja yang mengaku sebagai pacarnya.

Ada empat! Gw yakin ada empat..terus kemana satu lagi??

Suzy mulai mencarinya dibawah kasur dan disetiap sudut lemari, tetap saja tidak ada.

Ditengah-tengah kesibukan Suzy mencari bonekanya, tiba-tiba Suzy mencium aroma masakan. Suzy membuka pintu balkonnya dan memastikan kalau aromanya berasal dari rumah tetangganya. Tapi tidak tercium bau apa-apa dari luar selain bau udara panas. Suzy menutup kembali pintu balkonnya. Aroma masakannya semakin tercium.

Dari dapur kah?? Bukannya pembantu dari Jinki oppa udah dibawa pulang?? Gak mungkin Jessica eonni atau Kristal yang masak.. pikir Suzy.

Suzy turun kedapur, dan melihat seorang yeoja yang tidak dikenalnya sedang memasak.

“hmmm.. aunti..” Suzy mendekatinya dan menepuk pelah bahu yeoja yang sedang memasak.

“Ne??” Yeoja itu langsung berbalik dan tersenyum kepada Suzy. Ditangannya sudah ada sepiring gurame asam manis, membuat Suzy sedikit shock.

“anu..aunti..siapa??” Tanya Suzy hati-hati.

“Kamu Suzy kan?? Saya calon ibu baru kalian..” Suzy terperangah, yeoja yang mengaku sebagai calon ibu Suzy melanjutkan menata makan siang di meja makan. Suzy mengikutinya menuju meja makan. Suzy lebih terkejut lagi ketika melihat seorang namja sudah duduk dimeja makan. Namja tersebut seperti sepantaran Suzy, dia sedang mendengarkan musik, ear phone menyumpal telinganya.

“Appa mana aunti??” Tanya Suzy. Yeoja tersebut sibuk menata meja makan, Suzy membantunya menata piring.

“Mulai saat ini, panggil saya Narsha umma..jangan aunti..” Narsha umma menepuk-nepuk punggung Suzy.

Suzy tersenyum. Dia senang kalau memang Narsha umma adalah calon ibunya. Narsha umma tmapak baik hati dan penyayang.

“Appa belum pulang??” Tanya Suzy kepada Nasha umma.

“Belum..umma disuruh menyiapkan makan siang buat kalian..” Narsha umma mendudukan Suzy di kursi dan mengambilkan nasi untuk Suzy.

Suzy tersenyum bahagia, sudah lama dia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu. Perhatian Suzy teralihkan kepada namja yang duduk didepannya, wajahnya ketus, seperti membenci seluruh dunia.

“Oh iya.. ini Kibum, calon oppa tiri Suzy..” Kibum melirik sinis kearah Suzy. Sepertinya Suzy terlahir mendapatkan kakak tiri yang jahat.

“annyeong oppa..” Suzy berusaha bersikap ramah menyapa calon oppanya, Suzy memberikan senyum termanisnya. Tapi Kibum justru semakin menatap sinis Suzy dan beranjak dari kursinya meninggalkan ruang makan.

“Kibum..gak ikut makan siang??” Tanya Narsha umma kepada Kibum yang sudah meninggalkan ruang makan.

“Diet!!” jawab Kibum ketus sambil berlalu.

Suzy merasa tidak nyaman.

“Jangan dihiraukan..nanti juga terbiasa..” Narsha umma berusaha menenangkan Suzy. Suzy pun tersenyum dan melanjutkan makan siangnya bersama Narsha umma.

Selesai makan siang Suzy membantu Narsha umma mencuci piring. Jessica dan Kristal yang baru tiba masih makan siang di meja makan. Jessica sama terkejutnya dengan Suzy setelah mendengar kalau Narsha umma adalah calon ibunya. Sedangkan Kristal, dia tampak senang.

Suzy sudah selesai mencuci piring, dia melihat Narsha umma sedang berbincang dengan Jessica dan Kristal. Mereka terlihat akrab, apalagi setelah Narsha umma membicarakan masalah fesyen dan kosmetik. Sepertinya Narsha umma akan menjadi umma yang baik bagi semua anak tirinya.

“Narsha umma..Suzy mau ke kamar dulu, ada tugas sekolah..” Suzy meminta izin kepada Narsha umma.

“Gomawo Suzy..” Narsha umma menggenggam tangan Suzy.

“Ne..” balas Suzy kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.

Suzy membuka pintu kamarnya kemudian menutupnya kembali. Suzy terkejut melihat Kibum berada dikamarnya sedang mengobrak abrik isi lemari pakaian Suzy. Suzy menarik nafas kemudian mengeluarkannya perlahan, dia mengumpulkan kekuatan untuk masuk kembali ke kamarnya.

Ceklek~

Suzy membuka pintunya, Kibum masih sibuk mengacak-ngacak lemari pakaian Suzy. Suzy berfikir kalau Kibum akan mengambil alih kamarnya.

“Kibum oppa..ini kamar Suzy..masih ada kamar kosong kok..” Suzy perlahan memunguti baju-bajunya yang tergeletak di lantai dan sebagian di atas kasur.

Suzy terkejut (lagi) setelah melihat seprainya sudah diganti menjadi warna pink. Bahkan di meja belajarnya sudah terpajang foto-foto Kibum dengan pose terbaiknya. Seragam sekolah Suzy yang digantungkan di kursi meja belajar pun sudah tidak ada.

“Seragam Suzy mana oppa?” Tanya Suzy kepada Kibum yang sekarang sedang mengacak-ngacak meja rias Suzy.

“Dicuci!” jawab Kibum sambil memasukan beberapa aksesories Suzy ketempat sampah.

Suzy baru teringat kalau handphone barunya masih ada di seragamnya. Suzy menjatuhkan baju-baju ditangannya dan segera menuju ruang cuci.

Suzy lemas sekali setelah melihat seragamnya sedang tergiling di mesin cuci. Suzy menyandarkan tubuh lemasnya dipintu.

“Cari ini?” tiba-tiba handphonenya ada di depan wajah Suzy. Suzy hendak mengambilnya namun Kibum tidak mau memberikannya.

“Oppa..jaebal..” rengek Suzy.

“Jadi gara-gara si Jonghyun lo setuju kita jadi sodaraan??” Kibum memberikan handphone Suzy dengan wajah ketus kemudian pergi meninggalkan Suzy.

Dibukanya handphone Suzy dan dia mendapatkan foto namja yang sudah mengantarnya tadi sebagai wallpapernya. Terdapat tulisan Suzy love Jonghyun pada header wallpapernya.

Jadi namanya Jonghyun? Terus kenapa Kibum oppa marah??

BAMM!!!

Terdengar suara dentuman kencang dari kamar Suzy. Suzy segera berlari kembali menuju kamarnya. Tidak terjadi apa-apa pada kamarnya, justru kamarnya semakin rapih dan semakin pink. Suzy melihat Kibum kembali dari arah balkon.

“Tadi..suara apa oppa??” Tanya Suzy.

“Barang reject!” Kibum kemudian merebahkan dirinya di kasur.

Suzy mengecek kearah balkon. Dia melihat dipekarangannya sudah terdapat beberapa tumpukan barang. Barang-barang Suzy, termasuk baju-baju Suzy.

“Oppa..kenapa barang-barang Suzy dibuang??” Suzy menghampiri Kibum yang sedang berbaring mendengarkan musik dari i-podnya.

“Baju-baju jelek! aksesoris jelek! Semua barang-barang yang jelek..” jawab Kibum.

“Tapi kan itu barang-barang Suzy..”

“Oppa gak mau punya pacar pake barang-barang jelek!”

“huh??”

Suzy akhirnya tahu mengapa semua bonekanya hilang. Kini sudah lengkap sudah lima namja yang mengaku sebagai pacarnya. Dan namja yang terakhir, namja yang paling sulit sepertinya.

-bersambung-

22 responses to “(STRAIGHT/sequel/Part 2) FIVE LITTLE BEARS

  1. aku pikir rain appa jd pemeran antagonis, trnyata malah bangga punya anak player
    hueee iri sama suzy..
    ceritanya seru eon, unik

  2. Ping-balik: LIBRARY | blinggey·

  3. Waaa… New reader here~ ketemu blog kamu setelah browsing taezy fic d gugel.
    hehe… Ceritanya unik^^
    salam kenal y

  4. wkkwkwkwk,, nah lo gmn ini,, klo gw jd suzy pasti pusing, hahaha,, kocak abiz ceritanya,, bener2 unik n gak ada cerita yg kya gini,,, 4 jempol dech bwt chingu,,, sma jempol kaki d itung jg, ixixixii

  5. kibum dan suzy saudaraan. mereka ngga boleh pacaran. walau suzy punya 5 kekasih yang tampan dan baik hati. dia tetap harus memilih salah satu dari mereka

  6. Thanks buat author yg sudah menyisipkan cara spy org gak lengket ama diri kita *pake minyak goreng + sabun* haahhaahaa
    *lupa perangkat belom di buat*

  7. Wkwkwk… Suzy yg sebenernya nggak tau apa2 jd keliatan playgirl gara2 lima cowok tak dikenal wkwkwk… Poor Suzy…
    Kok keliatannya Kibum kenal ya ama Jonghyun?

    Lanjut ke next part….*bye-bye Ghea eonni*

  8. wkwkkwkwkkwk
    gmn jd’a ya kalo aku jd suzy, bahagia plus tewas d tempat gr” pny namjachingu yg super duper byk
    kasiian si kibum, dy bakal jd oppa tiri ¬.¬

  9. adoooh key apa2an sih gak ngerti gw,,,
    Tetem koplak banget,
    Minho cool,,
    Jonghyun yaampun kenapa lo pakein suzy wallpaper begituan coba??? *kayak anak alay*
    #ngakak

  10. Bener, sama kayak komen2 di atas…
    Iri sama Suzy… 5 cowok cakep ngaku jadi pacar…
    Aku gak butuh 5… Cuma satu… cuma Jinki…. huwaaa….
    *ditendang Kibum
    Humornya gak kendor part ini… tetep gokil

    Tapi, jujur, aku belum nemu maksud ceritanya.
    Kenapa kelima malaikat pelindung Suzy muncul saat ini?
    Akankah ada kesulitan besar yang akan dihadapi Suzy kelak?
    Karena yang aku tangkep, justru kemunculan 5 malaikat ini yang semuanya ngaku namjachingu Suzylah yang buat Suzy sulit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s