(STRAIGHT/sequel/Part 1) FIVE LITTLE BEARS

Main Cast:

  • SHINee
  • Suzy Miss-A

Cast:

  • Kristal F(x)
  • Jessica SNSD
  • Rain Bi
  • Heechul SJ
  • Seohyun SNSD
  • Chansung 2PM
  • Lee Hyori
  • Joongki
  • Joori

Rating: G

Genre: Funny Fairytale Romance

Annyeoooooooong!!! Kim Jong Gey kembali lagi…khe khe khe.. kali ini main castnya Suzy.. coz authornya seneng banget ama suzy..^^v.. ada yang mau protes?? Sudah terlambat..it’s too late!!

RCL jangan lupa yak!!


Pada suatu hari, di negeri yang sangat sangat sangat sangat sangat jauh (maklum abis nonton shrek). Hiduplah seorang gadis kecil berumur 8 tahun bernama Suzy bersama kedua kakak tirinya Jessica 11 tahun dan Kristal 8 tahun. Sama seperti Cinderella dan Chunderella (kalo dah pernah nonton FO season 1 pasti kenal), Suzy selalu disiksa oleh kakak tirinya Jessica. Kedua orang tua Suzy, Rain appa dan Hyori umma terlalu sibuk mengurusi project membuat anak mereka sehingga tidak menyadari kalau Suzy disiksa kakak tirinya.

Suzy selalu disuruh merapihkan kamar Jessica setiap hari, mencuci seragam sekolah Jessica, mengerjakan PR Jessica, mencuri mangga tetangga, dan membuatkan teh manis pagi-pagi.

Terkadang Kristal pun menyiksa Suzy secara tidak sengaja. Seperti lupa memberi tahu Suzy kalau ada PR sehingga Suzy harus dihukum berdiri di depan kelas, atau tidak sengaja menginjak kaki Suzy saat upacara bendera.

“SUZY!!!!” Jessica berteriak memanggil Suzy.

“Ne!!” dengan cepat Suzy berlari menghampiri Jessica.

“Seragam eonni belum di cuci??” Jessica melemparkan seragamnya kewajah Suzy.

“Ne~..” Suzy memunguti beberapa seragam Jessica yang terjatuh dilantai.

“Teh manis eonni dah dibikin??” Tanya Jessica yang sedang mengikir kukunya.

“Ne~..ada di meja makan..” kemudian Suzy pergi ke sungai belakang rumah, maklum..di negeri yang sangat sangat sangat sangat sangat jauh ini rakyatnya masih suka mencuci di sungai.

Suzy mencuci seragam Jessica sambil mendengarkan i-pod dan mendengarkan lagu HOT. Karena terlalu asik mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti irama lagu, Suzy tidak menyadari kalau seragam Jessica terbawa arus sungai. Saat menyadarinya Suzy langsung nyemplung ke sungai dan berenang dengan gaya kupu-kupu mengejar seragam Jessica.

Ditengah perjalanan mengejar seragam Jessica, Suzy melihat seorang namja ikut terseret arus sungai. Pakaiannya serba putih, wajahnya cantik, dan bersinar-sinar. Karena melihat namja tersebut lebih ganteng daripada seragam Jessica, dan karena tuntutan skrip, Suzy akhirnya lebih memilih untuk menyelamatkan namja tersebut daripada mengejar seragam Jessica yang tak pasti.

Suzy membaringkan namja yang lebih cocok dipanggil ahjussi daripada oppa tersebut dipinggir sungai.

“Ahjussi!!Ahjussi!!” Suzy memanggil-manggil dan menepuk-nepuk pipi namja tersebut.

“Ohok! Ohok! Ohok! Hattttchhiiimmmm!!” akhirnya namja tersebut bangun dan menggigil.

“Ahjussi..gwenchana??” Tanya Suzy.

“Aisshhhh!!! Gara-gara kamu aku hampir mati mengenaskan!!” namja tersebut marah-marah kepada Suzy.

“lho??Salah Suzy apa??”

“Aku adalah malaikat penjaga kamu..aku diutus untuk melindungimu dari kejahatan-kejahatan Jessica..” Suzy menatapnya skeptis.

“malaikat penjaga? Tapi Suzy masih suka di siksa eonni..”

“Ohh..kita belum berkenalan.. nama aku Heechul angel, malaikat penjaga gadis tertindas..kalau gak ada aku..kamu udah disuruh ngepel, masak, mijitin Jessica, ngebangun rumah plus salon buat Jessica..” jawab Heechul angel bangga.

“Kok malaikat kebawa arus??” Tanya Suzy masih meragukan kemampuan Heechul sebagai malaikat.

“Ya! Tugas aku adalah untuk selalu disisi kamu, pas kamu nyemplung aku juga ikut nyemplung!”

“Oh..jadi gak bisa berenang??”

“Bukannya gak bisa berenang!! Tapi cuma gak lulus tes berenang..”

“Jadi..gak bisa renang??”

“AISSSHHHH…iya! Iya! Emang aku gak bisa renang..” Heechul angel memalingkan wajahnya dari Suzy dan cemberut.

“Tenang..Suzy bisa berenang kok..jadi kalau Heechul angel tenggelam lagi Suzy bisa nolongin lagi..” Suzy merasa bersalah telah membuat Heechul angel marah.

“Gak perlu lagi..mulai saat ini, Heechul angel memutuskan untuk berhenti jadi malaikat penjaga Suzy.. aku gak mau tengelam lagi.. sebagai gantinya..Nih!” Heechul angel memberikan lima boneka beruang kecil kepada Suzy.

“Apa ni??” Suzy masih memandangi boneka-boneka beruang seukuran gantungan kunci ditangan Heechul angel.

“Ini.. adalah penjaga kamu mulai sekarang..kelima beruang ini akan menjaga kamu kelak..jadi, simpan baik-baik..” Heechul memasukan kelima boneka beruang tersebut kedalam saku Suzy.

“Kamzha…” belum sempat Suzy berterima kasih, Heechul angel sudah menghilang dari pandangannya.

Suzy kembali kerumahnya dalam keadaan basah kuyup dan tanpa seragam Jessica. Kehidupan Suzy semakin menderita. Kini Suzy mendapatkan tugas tambahan seperti mengepel, memasak, memijit Jessica, dan membangun rumah plus salon untuk Jessica. Entah karena Jessica semakin marah kepada Suzy yang telas menghayutkan seragamnya, atau karena perkataan Heechul angel benar.

//

Jessica dan Kristal tumbuh menjadi gadis yang cantik dan banyak diidolakan namja-namja disekolah. Sedangkan Suzy tumbuh menjadi gadis yang kuat dan ceria namun tetap tidak punya teman.

Mereka sekeluarga akan pindah ke Seoul. Hyori Umma meninggal karena gagal operasi plastic, sehingga Rain appa memutuskan untuk pindah ke Seoul mencari umma baru. Selain itu, alasan mereka pindah adalah karena di negeri yang sangat sangat sangat sangat sangat jauh ini tidak memiliki universitas atau institute. Ya..Jessica memang sudah waktunya untuk kuliah. Kristal dan Suzy akan mulai masuk ke SMA.

Rombongan keluarga ini akhirnya tiba di Seoul setelah melewati perjalanan yang sangat panjang. Dua hari naik delman, Sehari menyebrangi sungai dengan perahu rakit, Lima jam naik angkot, Empat hari menyebrangi lautan, Tujuh jam naik kereta, dan 10 menit naik ojeg. Mereka tinggal di komplek perumahan yang cukup bonafit, itu pun setelah berhasil menjual rumah, sawah, peternakan, dan salon yang dibangun Suzy untuk Jessica.

Masing-masing anak mendapatkan kamar sendiri-sendiri. Jessica menempati kamar yang lebih besar dari Suzy, namun tidak masalah bagi Suzy, karena hanya kamarnya yang memiliki balkon dan jendela yang besar. Suzy mulai menata kamarnya, memasukan bajunya kelemari, menyusun buku-buku pelajarannya, memajangkan lima boneka beruangnya diatas meja dipinggir kasur. Suzy terus memandangi kelima boneka beruangnya, ketika hatinya sedih dan lelah, entah kenapa hanya dengan memandangi boneka-boneka beruangnya hati Suzy dapat tenang kembali.

Pagi hari yang sibuk. Jessica bersiap-siap pergi ke kampus, hari pertamanya. Begitu juga dengan Suzy dan Kristal yang akan sekolah disekolah yang sama, ini hari pertama mereka sebagai murid baru.

“Kristal!! Udah sarapannya belum??” Jessica memakai sepatunya dan mengambil tasnya.

“Ne~..” Kristal muncul sambil mengikat rambutnya dan roti dimulutnya.

“Mana Suzy??” Tanya Rain appa.

“SUZY!!!” Jessica berteriak memanggil Suzy yang masih mencuci piring.

“Tunggu..” Suzy berlari menuju garasi dan masuk kedalam mobil Rain appa.

“Lo gak bawa tas??” Tanya Jessica kepada Suzy yang tidak membawa apa-apa di tangannya.

“Ah! Tunggu appa..tas Suzy masih dikamar..” suzy kembali berlari menuju kamarnya, saat mengambil tas sekolahnya Suzy melihat dua dari lima bonekanya hilang. Suzy kemudian mencarinya dikolong kasur, ditumpukan buku-buku dan dibawah selimutnya, tapi tetap tidak menemukannya. Suzy terus mencari hingga ke lemari baju, dan kamar mandi. Saat sedang sibuk mencari tiba-tiba Suzy mendengar mobil appanya pergi, Suzy mengeceknya dari balkon dan memang Suzy ditinggalkan. Suzy melupakan bonekanya yang hilang, buru-buru mengambil tasnya dan berlari menyusul mobil appanya.

“APPA!!!” Suzy berteriak memanggil appanya di dalam mobil sambil berlari mengejar, tapi mobilnya tetap tidak berhenti. Suzy sudah tidak sanggup lagi berlari, perlahan Suzy menghentikan langkahnya. Suzy membungkuk bertahan memegangi lututnya, nafasnya terengah-engah,

“Ottokee~?? Gw gak tau dimana sekolah baru gw..” Suzy menjatuhkan tasnya ke jalan dan menjatuhkan dirinya hingga terduduk.

Kringkring!kringkring!

Sebuah sepeda berhenti tepat didepan Suzy. Suzy menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang mengendarainya. Seorang namja, memakai seragam sekolah, cantik.. senyumnya cute.. Suzy terpesona, dulu dikampungnya di negeri yang sangat sangat sangat sangat sangat jauh tidak ada namja yang setampan ini.

“Yeobo~..ngapain berjemur dijalan pagi-pagi??” namja tersebut tersenyum kapad Suzy.

Suzy menoleh kekiri dan kekanan, untuk memastikan apakah ada orang disampingnya.

“Ya! Yeobo..jangan pura-pura lupa sama pacar sendiri” perlahan Suzy menunjukan telunjukanya kehidungnya sendiri.

“Aigoo..atau jangan-jangan lo punya namjacingu baru disekolah?? Jadi mau menyingkirkan Taemin oppamu ini huh??” Namja tersebut melipat kedua tangannya didada.

“Namjacingu??Taemin oppa??” Suzy mengernyitkan keningnya.

“Haaaahhh~..sudahlah lupakan..” Taemin menarik tangan Suzy hingga membuatnya berdiri.

“Cepet naik..oppa anterin ke sekolah..” Taemin mengambil tas Suzy dan mengaitkannya dibahunya.

“Tapi..” Suzy tetap tidak bergerak.

“Sebentar lagi bel sekolah..” Taemin mengisyaratkan Suzy untuk naik kesepedahnya, tidak mau terlambat Suzy akhirnya naik kesepedah taemin.

Perjalanan yang sangat sepi, baik Taemin maupun Suzy tidak saling mengobrol. Taemin menghentikan kayuhannya dan menekan rem sepedahnya saat berada di depan sekolah.

“Sudah sampai..” Taemin menoleh kebelakang melihat Suzy yang tidak turun dari boncengannya. “Yeobo..kenapa gak turun..oppa masih harus kesekolah..nanti oppa yang terlambat..”

“Oppa gak sekolah disini?” Suzy akhirnya turun dari boncengan Taemin.

“Mwo?? Kita gak satu sekolah yeobo..kayaknya yeobo memang hilang ingatan..” Taemin melepaskan tas Suzy dari bahunya dan menyerahkannya kepada Suzy.

“Kayanya..oppa salah orang..coba tebak siapa nama gw??” Tanya Suzy

“Suzy..” jawab Taemin sambil merogoh saku celananya, Suzy mencoba mengintip apa yang sedang Taemin ambil dari sakunya.

“Nih..semoga bisa mengembalikan ingatan yeobo..” Taemin memberikan sebuah permen kepada Suzy, tangan Suzy seperti reflek menerima permen dari Taemin.

Taemin menangkup wajah Suzy dengan kedua tangannya, wajah Suzy dekat sekali dengan wajah Taemin.

Omo!!..Suzy menutup matanya, jantungnya berdetak kencang.

“FYUHH!! Semoga cepat ingat sama Taemin oppamu..” Taemin meniup kening Suzy sehingga membuat poni Suzy terbelah menjadi dua.

Suzy lega itu bukan ciuman pertamanya. Suzy merapihkan poninya, wajahnya memerah.

“Ahahahah..annyeong yeobo~…” Taemin pergi sambil melambaikan tangannya.

Suzy memasukan permen dari Taemin kedalam saku sambil tersenyum. Dia merasa sangat beruntung ada namja setampan Taemin mengaku sebagai pacarnya.

“Permen dari siapa??” tiba-tiba suara namja mengagetkan Suzy hingga Suzy reflek melempar tasnya sehingga yangkut dipohon.

Suzy berlari menuju pohon tersebut dan melompat untuk mengambil tasnya tapi tak berhasil, phonnya terlalu tinggi bagi Suzy.

Namja tadi menghampiri Suzy dan dengan sekali lompatan tas Suzy dapat diambilnya. Suzy hendak mengambil tasnya dari namja tersebut, tapi namja tersebut menjauhkan tas yang dipeganggnya dari jangkauan Suzy.

“Kasih tau dulu itu permen dari siapa..baru oppa kasiin..” Suzy tidak sengaja bertatapan dengan namja tersebut, dan baru menyadari kalau namja dihadapannya sangat tampan. Matanya besar, badannya tinggi, senyumnya tak kalah maut dari senyum Taemin.

“Ya! Suzy.. belum sarapan?? Ditanya diem aja..” Namja tersebut tidak tega melihat ekspresi Suzy yang seperti tiga hari belum makan, dan memberikan tas Suzy.

“ohh..ini..dari Taemin oppa..” jawab Suzy tersenyum mengingat Taemin.

“Siapa Taemin oppa???” Tanya namja tersebut mengernyitkan keningnya.

“Namja..cingu…” Suzy sudah menerima kenyataan kalau Taemin pacarnya meskipun sedikit ragu.

“MWO!!!???” nada bicara namja tersebut meninggi, seperti marah. “Suzy..pagi-pagi udah bercanda..” namja tersebut menggelangkan kepalanya.

“Minho!!” seorang yeoja menghampiri kearah Suzy. Suzy tidak merasa namanya Minho, apakah namja didepannya bernama Minho?? Pikir Suzy.

“Ah..Annyeong Seohyun..” sapa Minho.

“Minho..annyeong~..” yeoja tersebut bersikap sok manis didepan Minho.

Seohyun melirik kearah Suzy kemudian kembali menatap Minho, “Minho..kita udah kelas tiga..jadi jangan sering-sering pacaran..apalagi dibawah pohon..”

“Ne Seohyun~..yeojacingu gw gak pernah ganggu kok..malah bikin gw semangat dateng ke sekolah..” jawab Minho.

Seohyun kembali melirik Suzy, “Suzy yang~..sebagai yeojacingu lo harus terus support Minho..bentar lagi kita mau ujian..arra??” Suzy loading..apa maksudnya gw yeojacingunya namja yang bernama Minho ini?? bukannya namjacingu gw Taemin kan??..pikir Suzy.

“Seohyun..bukannya hari ini lo piket??” Tanya Minho.

“Ah!Ne!” Seohyun menepuk dahinya dan segera berlari menuju kelasnya.

“Liat permennya..” Minho meminta permen Suzy.

“Permen??” Suzy ragu-ragu mengambil permennya dari saku dan memberikannya pada Minho.

“Aigooo..Suzy rela ngeduain oppa demi permen seratus perak??” Minho melempar permennya, Suzy berusaha mengambilnya lagi namun ditahan oleh Minho.

“Suzy..kalau mau nanti oppa beliin yang lebih mahal..mau permen apa? Mau yang bentuknya dinosaurus? Mau yang rasa ayam? Atau permen yang bisa joget kaya girlband? (yaelah..ini mah nyindir 3 member Shinne yang belum nongol..)” Suzy terdiam, semakin tidak mengerti dengan jalan ceritanya.

“Ayo ke kelas..” Minho menggenggam tangan Suzy, menariknya menuju kelas.

“Oppa…tapi..” Suzy berusaha melepaskan genggaman tangan Minho.

“Kenapa??” Tanya Minho menghentikan langkahnya.

“Jangan pegang-pegang tangan Suzy..” Suzy terus berusaha melepaskan genggaman Minho.

“Kenapa?? Malu?? Aigoo Suzy..satu sekolah udah tahu kalau kita pacaran..” Minho melanjutkan langkahnya sambil menggenggam tangan Suzy.

Pacaran?? Seluruh sekolah udah tahu?? Gimana bisa?? Gw kan baru masuk..Ya Tuhaannn..udah ada dua Namja yang ngaku-ngaku namjacingu gw.. berkahkah ini, atau kutukan??

Suzy memulai kelas pertamanya dengan memperkenalkan dirinya, beberapa namja senyum-senyum sendiri melihat Suzy, ada juga yeoja yang menusuk tangan namja disebelahnya dengan bolpoin karena tebar pesona pada Suzy. Beberapa namja menanyakan apa hobi Suzy, ada juga yang menanyakan dimana negeri yang sangat sangat sangat sangat sangat jauh itu berada, dan ada juga namja yang menanyakan dimana WC sekolah berada hingga membuat teman-temannya yang lain terdiam.

Kelas hari pertama Suzy berjalan lancar, Suzy tidak mendapatkan teman yeoja tapi setidaknya tidak ada yang mengganggunya hari ini. ya..hanya sekali lemparan kertas mengenai kepalanya dengan tulisan ‘Jangan sok cantik lo!’, Suzy masih bersyukur bukan sapu atau meja yang mendarat dikepalanya.

Sepulang sekolah Suzy sudah melihat Minho didepan kelasnya dikerumuni banyak yeoja. Suzy menutupi wajahnya dengan tas, pura-pura tidak melihat Minho dan segera pulang.

“Suzy!!” Minho memanggil Suzy, berusaha keluar dari kerumunan yeoja-yeoja dan menghampiri Suzy.

“Oh! Oppa..” Suzy pura-pura kaget.

“Suzy..Mianhe..hari ini oppa gak bisa anterin pulang..oppa harus latihan basket..”

“Gwenchana oppa..Suzy bisa pulang sendiri..” Suzy melihat Minho tidak mengenakan seragamnya (bukan berarti bugil..), Minho mengenakan seragam tim basketnya.

“gak bareng Kristal??” Tanya Minho sambil melihat-lihat sekitar, mencari keberadaan Kristal.

“Oppa kenal Kristal??”

“Ya iyalah..oppa kan namjacingunya Suzy..masa gak tau sama saudara Suzy..” Minho memutarkan bola matanya.

“Minho!!!palli!!”seorang yeoja bertubuh kekar dengan bola basket ditangannya memanggil Minho.

“Ne Chansung!! Tunggu..” Minho kembali menatap Suzy. “Bener gak apa-apa pulang sendiri?? Atau mau nungguin sampai oppa selesai latihan??”

“Siro~..” jawab Suzy.

“Apa?? Gak mau liat oppa latihan??”

“Anni..maksudnya..cucian dirumah udah numpuk..jadi harus cepet-cepet pulang kerumah..” Ini bukan alasan, tapi kenyataan..cucian dirumah Suzy memang sudah menumpuk.

“Ya udah..hati-hati dijalan..” Minho mengecup pipi Suzy cepat, tapi itu sudah cukup membuat jantung Suzy berhenti berdetak.

“Jangan terima permen dari orang asing ya!!” Minho sudah berlari menuju Chansung sambil melambaikan tangannya kearah Suzy.

Suzy mencari-cari Kristal, tapi kata teman sekelasnya Kristal sudah pulang. Akhirnya Suzy pulang sendiri..padahal dia tidak tahu jalan pulang. Dengan terus menunduk Suzy memikirkan bagaimana caranya sampai kerumah, Suzy tidak punya Handphone untuk menelephon kerumah, uang jajannya sudah diambil Jessica, malang benar nasibmu nak..

Bagaikan tertimpa uang satu miliar, Suzy melihat Taemin dengan sepedahnya di gerbang sekolah. Suzy mempercepat langkahnya kearah Taemin, Taemin melambaikan tangannya menyuruh Suzy untuk mempercepat langkahnya lagi.

“Oppa ngapain disini??” Tanya Suzy.

Senyum Taemin menghilang dari bibirnya, “Yeobo..udah tugas oppa jemput pacarnya..ayo cepet naik!!”

“Jemput Suzy??” Tanya Suzy untuk memastikan.

“Cepet naik..” Taemin tidak menjawab, Suzy naik kesepeda Taemin.

“Pegangan..” Taemin menarik tangan Suzy untuk merangkul pinggangnya.

“Tapi oppa..” Suzy belum menyelesaikan protesnya, tapi Taemin sudah mengayuh cepat sepedanya sehingga Suzy harus berpegangan kepada Taemin.

Untunglah Taemin dan Suzy tiba dirumah Suzy dengan selamat, setelah sebelumnya hampir menyenggol angkot yang ugal-ugalan dan hampir menabrak orang yang lagi pacaran.

“Oppa..gomawo~..”

“Ne~..ntar malem oppa berkunjung ya..annyeong..” Taemin menunjukan senyum terbaiknya.

“huh? Tapi..” lagi-lagi Suzy tidak sempat memprotes, Taemin sudah masuk ke dalam rumah yang tepat berada didepan rumah Suzy.

Itu rumah Taemin oppa?? Tetangga??..batin Suzy.

Suzy asuk kedalam rumah, mengganti bajunya, dan melanjutkan mencari boneka beruangnya yang hilang sebelum mencuci pakaian yang sudah menumpuk.

“SUZY~!!” rain appa memanggil Suzy.

Appa?? Jam segini udah pulang dari kantor?? Suzy turun dari kamarnya menghampiri appanya.

“Ne appa??”

“Mulai hari ini hobi kamu mencuci baju dihilangkan..” Rain appa duduk di sofa dan membuka dasinya. Suzy bilang pada appanya kalau mencuci baju adalah hobinya, dia tidak mau appanya memarahi Jessica.

“Maksud appa??”

“Relasi appa memberikan satu pembantunya buat kita..gak enak kan kalau ditolak..” Rain Appa menyenderkan tubuhnya di sofa, tampak kelelahan.

“Kita punya pembantu??” Suzy senang akhirnya tidak usah mencuci baju lagi dan bisa focus mengerjakan PRnya.

“Ne~..” jawab Rain appa.

“Ahahahah..” Suzy bahagia sekali dan melampiaskan kebahagiaannya dengan memijit tangan appanya.

“Oiya..katanya relasi appa mau makan malam disini..dia mau datang bersama keluarganya..”

“Jadi..Suzy harus nyiapin makam malamnya??” Suzy tidak keberatan, dia senang memasak.

“Gak usah.. pembantu kita mantan chef..jadi bisa masak apa aja..”

“Woa!! Daebak appa..” Suzy mengacungkan jempolnya kepada appanya.

“Kristal..” Rain appa memanggil Kristal yang baru tiba dirumah.

“Appa?? Udah pulang??” Kristal ikut duduk di sofa.

“Kok baru pulang??” Tanya Rain appa.

“Tadi abis hangout sama temen-temen baru appa..” Kristal ikut memijit tangan Rain appa yang kekar.

“Suzy gak ikut??” Tanya Rain appa kepada Suzy.

“eummm..Suzy lagi gak mood hangout appa..” jawab Suzy.

“Lain kali ikut ya..temen-temen baru gw Jjang!!!” Kristal mengacungkan dua jempolnya kearah Suzy.

“Ne~..” jawab Suzy. “Kristal..liat boneka beruang Suzy gak??”

“hmm?? Engga..emang lo punya boneka??” Tanya Kristal.

“Kecil..sebesar gantungan kunci.”

“engga..mungkin jatuh ke kolong kasur..” Kristal memberikan masukan.

“Ne~..mungkin..ntar Suzy cari di kolong kasur..” Suzy tidak mau memperpanjang masalah bonekanya.

Malam pun tiba. Rain Appa, Suzy dan Kristal sudah berdandan rapih. Makanan di meja makan sudah tersedia, tinggal menunggu tamu yang akan datang.

Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Suzy, Rain appa segera membukakan pintu untuk tamunya.

“Silahkan masuk Pak Joongki, Bu Joori ..” appa bersalaman dengan relasinya yang kemudian disusul dengan istri relasinya. Paling belakang ada seorang namja, masih muda. Namja itu diperkenalkan sebagai anak dari relasi appa.

Tanpa basa-basi appa mengajak tamunya keruang makan. Suzy tidak bisa makan, namja anak relasi appa tersebut terus melihat kearahnya, membuat Suzy jadi salting. Namja tersebut cukup tampan, matanya sipit, pipinya agak chubby dan senyumnya agak mesum.

“Jinki..kenapa kalian gak mengobrol..” teman relasi appa pak Joongki menyenggol anaknya,ya.. nama anaknya Jinki.

Jinki hanya tersenyum.

“Chaggi..keliatannya Suzy yeoja pendiam..” bu Joori menunjuk kepada Suzy.

Kali ini Suzy sudah tidak loading..dia mengerti jalan ceritanya. Namja yang bernama Jinki ini akan mengaku sebagai pacarnya.

“heuhh??” kali ini Rain appa yang loading.

“Pak Rain..Suzy belum cerita kalau Jinki anak saya pacaran sama anak bapak Suzy??” Tanya Pak Joongki.

“Ohok..ohok..pacaran??” Rain appa melirik kearah Suzy berharap Suzy memberi penjelasan, tapi Suzy melirik kearah Kristal memastikan dia tidak akan bicara masalah Minho. Suzy beruntung, masakan pembantunya yang super lezat membuat Kristal tidak memperhatikan obrolan tadi, Kristal asik menikmati makan malamnya.

“Suzy..agak pusing appa..mau ambil obat dulu dikamar..permisi..” Suzy tidak berbohong, dia memang pusing. Saat Suzy berdiri Jinki ikut berdiri, raut wajah Jinki tampak menghawatirkan Suzy.

“Gak apa-apa oppa..Suzy bisa ke kamar sendiri..” Suzy mencegah Jinki mengantarnya ke kamar.

Insting Suzy tidak membiarkan Jinki mengantarnya ke kamar benar-benar tepat. Suzy kaget saat melihat Taemin sudah berada dikamarnya mengenakan piyama duduk di meja belajar Suzy.

“Oppa??ngapain disini??” Suzy menutup pintunya rapat.

“Oppa udah bilang kan mau kesini..” Taemin membaca buku komik miliknya.

“Oppa masuk lewat mana??” Tanya Suzy.

“Lewat balkon..” jawab Taemin menunjuk kearah balkon dengan komiknya.

“Tapi..”

“lagi ada tamu ya?? Gak apa-apa..oppa tunggu disini..” Taemin melanjutkan menbaca komiknya.

Tuk! Tuk! Suara kerikil menghantam jendela Suzy. Suzy membuka jendelanya dan mengeceknya dari balkon.

Minho oppa??

Suzy melihat Minho berdiri dipekarangannya, melambai kearahnya. Tidak seperti Taemin, Minho mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana jeans, rapih sekali.

Suzy menggerakkan mulutnya tanpa suara.. ‘pergi..udah malem..’

Minho menggerakkan bahunya pertanda dia tidak mengerti apa maksud Suzy. Suzy pun menggerakkan tangannya mengusir Minho. Tapi Minho hanya terdiam.

“Siapa??” Tanya Taemin sambil menuju kearah balkon.

Omo! Suzy panik.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu semakin menambah Suzy panik.

“Suzy..” suara Jinki, itu Jinki yang mengetuk.

“Gwenchanayo?? Boleh masuk kan??”

Omo! Minho dibawah, Taemin sedang menuju balkon, sekarang Jinki mau masuk?? Suzy benar-benar bingung dan pusing. Dia butuh lima ton aspirin.

-bersambung-

29 responses to “(STRAIGHT/sequel/Part 1) FIVE LITTLE BEARS

  1. wkwkwkwkkwwkkk lucu bgt, suka lho sama ff ini… gegey bikin anna ketawa ngakak pas baca crita ini, anna juga suka suzy🙂
    crita ini menghibur, cukup ampuh ngilangin stress.

  2. aku kesedak pas baca senyum jinki agak mesum..

    kok bisa begitu ya? apa gara-gara bonekanya hilang?

    *loncat ke next part

  3. Ping-balik: I LOVE YOU READER *muaaacccchhh* « blinggey·

  4. berarti bakalan ada 5 orang namja yg keren yg bilang kalau mereka pacarnya suzy…
    berarti bentar lagi key ama jonghyun bakalan muncul juga dong…
    aigoo iri deh sama suzy….

  5. wah keren bgt nih cerita….jadi shinee boyfriend-a suzy..
    ih….iri bgt ama suzy bisa punya pacar cakep2 kayak gitu…engga tanggung2 5 orang pula!hehhehe…..lanjutannya cepat ta thor….:)

  6. sumpah lucu bgt awalnya Q pkir critanya bkal kya upik abu sedih2n eh ternyata bkin skit prut gra2 trus2n ktawa, Q jga penggmar brat suzy ko jd suka bgt ama yg berbau suzy
    pkonya di tungggu ya lanjutannya

  7. Lau kayak bawang merah bawang putih versi korea, tapi enak bgt tiba2 taemin drg terus jadi namja chingunya pengen -,-

  8. ahaaa, ini ff kocak dahh..
    enak sih tiba-tiba ada cowok cakep ngaku-ngaku jadi pacar kita,,
    tapi repot klo banyak,,
    hahahahha

  9. enak banget jadi suzy dijagain oleh 5 namja. ngga masalah meski kehilangan angel heechul yang tidak bisa berenang.

    terlalu mendadak cerita.a
    jangan2 hanya khayalan atau mimpi suzy.

  10. annyeong eonn, aku reader baru *bow*
    ahahahahahaha, agak pusing baca ff ini, ajaib banget deh😀
    tapi suka banget sama ceritanyaaaaaaa >.<

  11. bwahahahahahahaha
    kata2nya bikin pengen ketawa terus. plesetan terus. hahahaha

    wah, aku mau jadi suzy dah. beruntung dpt cowo2 cakep.

    wah wah itu gimana? minho, taemin, ma jinki.
    maen keroyokan tuh. haha

    dua lg blm nongol.

    sedih, level aku msh sehat. blm bsa dapet PW terbaru.
    jadi mending tingkatkan level.
    kekekekek

  12. ahahahaha,
    aigo aigo koq bisa sih 3 org sXgus ngaku pcrnya suzy? tp 1 hal yg aku ykn, minho,taemin, onew psti jelmaannya boneka bruang, soalnya pas 2 bonekany ilang taemin ma minho muncul, jinki muncul psti bnekanya ilng lg, eumm aku mo lanjut dl deh penasaran tingkat akut nih😀

  13. Nahlo, Suzy bener2 dlm masalah besar kayak? Bukannya ikut stres mikirin nasibnya Suzy, aku malah ketawa ngakak jdnya wkwkwk…. Habis FF-nya nggak bisa bikin serius sich… Ujung2nya aku mesti ngakak lg…wkwkwk… Eonni JJANG!!!

  14. sumpahhh ini ff apaan!!!!
    daebak!! hahhaahaa

    kyk’a mreka dr boneka yg pernah d kasih heechul
    lama” suzy bs gila kalo smw pd ngaku jd namjachingu’a

  15. ”mau permen apa?
    Mau yang bentuknya dinosaurus? Mau yang rasa ayam? Atau permen yang
    bisa joget kaya girlband?” bagian ini bener2 bikin ngakak guling2 kak

    astaga baca ff ini bikin otakku error sumfeh!!

  16. Ya ampun…. bikin geguling itu rute perjalanan… gokil banget.
    Ini lagi, masak Jinki ku disebut senyumnya mesum… kyaaa…
    *jambak Gey… Gak rela oppaku mesum… *padahal mau…
    Nih belum ngerti bener mau apa, nih, 3 namja cakep yang langsung berstatus namjachingu Suzy… Beneran wujud dari teddy bear yang berusaha melindungi atau malah bikin pusing karena semuanya ngaku pacar… Mana Jinki oppa bawak orang tua lagi…
    Tapi asli, Gey… Sepanjang cerita humornya dapet banget!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s